Anda di halaman 1dari 12

PRE PLANNING TERAPI BERMAIN MEWARNAI DI RUANG ANAK C1 LT 1 RSUP DR.

KARIADI SEMARANG

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Ajar Praktik Keperawatan Anak

DISUSUN OLEH: PRIMA EGAYANTI 22020112220091

PROGRAM PENDIDIKAN NERS ANGKATAN XXI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Anak bersifat aktif dan memiliki kemampuan untuk membangun pengetahuannya. Anak perlu aktif melakukan aktivitas untuk melatih motorik kasar dan halus. Kebutuhan untuk melakukan aktivitas sangat diperlukan untuk mengembangkan otot kecil dan otot besar. Anak usia dini adalah anak yang memiliki karakteristik yang unik, karena karakteristik anak usia dini sangat aktif, dinamis, antusias dan selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. Anak-anak lebih memahami dunia melalui bermain. Usia anak pra sekolah adalah usia dimana anak suka bermain. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan kebebasan batin untuk memperoleh kesenangan (Yusuf, 2009). Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhirnya (Hurlock, 1978) Bermain merupakan aktivitas jasmani yang dilakukan dengan sukarela dan bersungguhsungguh untuk memperoleh kesenangan. Sebagai sarana belajar, dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dgn cara yang dapat dikategorikan bermain, yaitu membuat pengalaman yang dirasakan dan dipersepsikan alami oleh anak sehingga menjadi bermakna.

Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak (Anggraini, 2004). Bermain tidak dapat dipisahkan dari dunia anak, melalui bermain anak akan belajar tentang dunia dan kehidupannya serta berhubungan dengan orang lain. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan dan kelemahannya sendiri, minat dan cara menyelesaikan masalah dalam permainan. Bermain merupakan unsur yang penting bagi anak untuk perkembangan fisik, mental, sosial dan emosional. Anak usia pra sekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang dari pada usia toddler. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya anak usia prasekolah sudah lebih aktif, kreatif dan imajinatif. Permainan adalah satu dari aspek yang paling penting dalam kehidupan seorang anak, dan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghadapi dan mengatasi stress. Permainan adalah pekerjaan anak, dan dalam lingkup rumah sakit, permainan akan memberikan peluang untuk meningkatkan ekspresi emosional anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa marah dan benci. Menggambar atau mewarnai sebagai salah satu permainan yang memberikan kesempatan anak untuk bebas berekspresi dan sangat terapeutik (sebagai permainan penyembuh). Anak dapat

mengekspresikan perasaannya dengan cara menggambar, ini berarti

menggambar bagi anak merupakan suatu cara untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata (Suparto, 2003). Dengan menggambar atau mewarnai gambar juga dapat memberikan rasa senang karena pada dasarnya anak usia pra sekolah sudah sangat aktif dan imajinatif selain itu anak masih tetap dapat melanjutkan perkembangan kemampuan motorik halus dengan menggambar meskipun masih menjalani perawatan di rumah sakit. Anak usia prasekolah sedang senang-senangnya mengembangkan daya imajinasinya. Ditambah dengan keterampilan verbalnya yang semakin baik, jadilah anak yang mampu menceritakan pikiran-pikiran yang ada di kepalanya. Berimajinasi atau mengeluarkan ide-ide adalah bagian dari tugas perkembangan di usia prasekolah, hal ini menunjukkan kecerdasan si anak. Karena itulah apapun ide anak orang tua tak boleh melecehkannya. Justru orang tua harus mengoptimalkan potensi anak (Hartono, 2005).

B. TUJUAN 1. Tujuan Umum a. Untuk melanjutkan tumbuh kembang anak. b. Mempertahankan dan meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak. 2. Tujuan khusus a. Dapat beradaptasi dengan efektif terhadap stress karena penyakit dan dirawat.

b. Mengembangkan aktifitas dan kreativitas melalui pengalaman bermain. c. Mengembangkan kemampuan bicara anak.

C. SASARAN Pasien anak usia pre sekolah di Ruang Anak C1 Lantai 1 RSUP DR. Kariadi Semarang.

BAB II DESKRIPSI KASUS

A. KARAKTERISTIK SASARAN Anak usia pre sekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun (Supartini, 2004). Anak usia pre sekolah ini menunjukkan perkembangan motorik, verbal dan keterampilan sosial secara progresif. Pada masa ini adalah meningkatnya antisiasme dan energi untuk belajar dan menggali banyak hal. Perkembangan psikososial anak usia pre sekolah berada pada tahap initiative versus guilt (inisiatif versus rasa bersalah) dimana anak menunjukkan imajinasi, meniru orang dewasa, mengetes kenyataan. Tugas utama anak usia pre sekolah adalah perkembangan rasa inisiatif. Perkembangan koginitif anak usia pre sekolah berada pada tahap pemikiran pre operasional. Pada tahap ini anak belajar untuk berfikir dengan menggunakan symbol dan imajinasi. Bermain merupakan metode non verbal untuk menstimulasi proses berfikir egosentrik, seperti anak akan memilih sesuatu atau ukuran yang lebih besar walaupun isi sedikit. Bentuk-bentuk terapi bermain yang sesuai untuk anak usia pre sekolah dapat dilakukan melalui aktivitas menggambar, membentuk dengan tanah liat atau malam, bercerita, membaca, dan menulis. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya menggunakan komunikasi

yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tua yang diidentifikasinya, seperti ayah, ibu, gurunya dan lain-laiin. Skill play atau permainan yang menggunakan kemampuan motorik banyak dipilih anak usia pre sekolah, misalnya sepeda, mobil-mobilan, alat olahraga, permainan balok-balok besar. Aktivitas yang dianjurkan untuk perkembangan fisik yaitu,

memberikan anak ruang untuk berlari, melompat dan memanjat. Pada perkembangan sosial anak dianjurkan untuk berinteraksi dengan anak tetangga dan teman seusianya di lingkungan. Pada perkembangan mental dan kreatifitas, dianjurkan anak untuk membaca cerita, pantau tontonan TV, hadirkan teater dan peristiwa budaya lain yang sesuai untuk usia anak, atau ajarkan anak berjalan-jalan ke taman, pantai, dan museum.

B. ANALISA KASUS 1. Usia 2. Diagnosa 3. Jumlah peserta 4. Keadaan umum 5. Posisi 6. Pasien : 3-6 tahun : Thalasemia : 2 orang : baik, tidak panas : duduk : kooperatif

C. PRINSIP BERMAIN MENURUT TEORI 1. Aman 2. Disain jelas 3. Berfungsi untuk meningkatkan imajinasi anak, kemampuan

berinteraksi dan sosialisasi anak, pengenalan akan diri sendiri. 4. Sederhana dan menarik 5. Bentuk umum dan tidak mudah rusak Prinsip bermain di RS: 1. Tidak banyak mengeluarkan energi, singkat dan sederhana. 2. Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang. 3. Kelompok umur yang sama. 4. Permainan tidak bertentangan dengan pengobatan 5. Semua alat permaianan dapat dicuci 6. Melibatkan orang tua

D. KARAKTERISTIK PERMAINAN MENURUT TEORI Karakteristik permainan anak usia pre sekolah adalah: 1. Melatih imajinasi 2. Mengembangkan keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung 3. Mengembangkan konsep-konsep penting dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III METODOLOGI BERMAIN

A. JUDUL PERMAINAN Mewarnai gambar.

B. DESKRIPSI PERMAINAN Terapi bermain yang akan dilakukan adalah bermain dengan mewarnai gambar yang sudah ada. Anak lalu distimulus untuk mewarnai. Jika anak sudah mampu mewarnai, anak diminta untuk menyebutkan gambar apa yang sudah diwarnai.

C. TUJUAN PERMAINAN Permainan yang dilakukan bertujuan untuk: 1. Mengurangi kejenuhan dan kecemasan anak dalam proses hospitalisasi 2. Merangsang kemampuan mewarnai anak 3. Mendorong anak untuk berinteraksi dengan perawat dan orang sekitar

D. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN 1. Kreatifitas 2. Pengendalian emosi 3. Intelegensi 4. Kemampuan mewarnai 5. Daya imajinasi

E. ALAT YANG DIPERLUKAN Alat bermain yang mendukung terapi bermain ini adalah gambargambar tanpa warna.

F. WAKTU PELAKSANAAN Terapi bermain akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal Waktu : Selasa, 16 April 2013 : 10.00-10.30 WIB

G. PROSES BERMAIN Anak, keluarga dan perawat berada pada ruang yang sama. Anak diberikan gambar tanpa warna dan diminta untuk mewarnai. Sudah disediakan juga alat pewarna atau pensil warna.

H. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI Untuk keamanan perlu diwaspadai hal-hal sebagai berikut: 1. 2. Anak terlalu lelah sehingga bosan karena butuh waktu yang lama. Anak hanya diijinkan untuk membayangkan dan menyampaikan pola dan warna yang diinginkan, dan perawatlah yang mendampingi anak mewarnai.

I. ANTISIPASI MEMINIMALKAN HAMBATAN 1. Libatkan keluarga supaya anak kooperatif sehingga terapi bermain dapat dilakukan 2. Awasi dengan cermat selama anak menjalani terapi supaya anak tetap aman. 3. Lakukan program bermain di waktu yang luang karena permainan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. 4. Pantau kejenuhan yang dialami anak.

J. KRITERIA EVALUASI 1. STRUKTUR a. Peralatan bermain telah disiapkan. b. Anak dalam kondisi yang memungkinkan untuk ikut program bermain/tidak harus bedrest.

c. Pre planning sudah disiapkan minimal 1 hari sebelum dilaksanakan. 2. PROSES a. Anak menikmati permainan b. Anak mampu mengikuti syarat permainan c. Anak mampu mengendalikan emosinya d. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosial e. Anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif f. Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik

g. Anak merasa senang 3. HASIL a. b. c. Anak tidak takut lagi dengan petugas / perawat. Orang tua dapat mendampingi anak sampai selesai. Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktifitas bermain.