Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Praktikum ini dilakukan isolasi senyawa etil parametoksi sinamat (EPMS) dari rimpang kencur

(Kaempferia galanga L.) yang bertujuan untuk memurnikan senyawa EPMS dari hasil isolasi rimpang kencur melalui proses rekristalisasi, menentukan titik leleh senyawa EPMS sebelum dan setelah dimurnikan, serta menghitung randemen dan prosentase hasil senyawa EPMS dari hasil isolasi. Tahap awal yang kami lakukakan adalah mencuci 3kg rimpang kencur hingga bersih kemudian diiris tipis-tipis dan kemudian diangin-anginkan/dikeringkan dengan tidak terjadi kontak langsung dengan cahaya matahari hingga kering. Hal ini bertujuan untuk menhilangkan kadar air yang terkandung dalam kencur, sedangkan pengeringan dengan tidak terjadi kontak dengan cahaya matahari bertujuan agar senyawa EPMS yang diharapkan tidak rusak karena senyawa EPMS mudah mengalami dekomposisi jika terkena sinar matahari lalu digiling hingga kencur berubah menjadi serbuk ( berwarna coklat), hal ini bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel agar luas bidang sentuh semakin luas saat pelarutan, sehingga ekstrak yang diperoleh lebih banyak. Selanjutnya menimbang serbuk kencur yang sudah siap sebanyak 200 gram dan direndam dengan pelarut n-heksana selama 72 jam (3hari) dan ditutup rapat agar pelarut tidak mudah menguap. Proses ini disebut maserasi yaitu proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada suhu ruang. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sample tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membrane sel akibat perbedaan tekanan antara di luar dan di dalam sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberi efektitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam karena pelarut tersebut. Digunakan pelarut n-heksana karena EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan juga gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarut yang mempunyai variasi kepolaran salah satunya adalah nheksana. Selanjutnya serbuk kencur yang telah direndam dengan pelarut n-heksana selama 72 jam ini kemudian diuapkan dengan alat thermostat selama 1 jam. Hal ini dilakukan untuk menguapkan senyawa selain EPMS sehingga mempermudah mendapatkan senyawa EPMS. Selanjutnya hasil rendaman yang sudah diuapkan disaring dengan menggunkan

corong Buchner untuk memisahkan ekstrak kencur dengan ampas kencur. Filtrate yang diperoleh berwarna kuning jernih, kemudian didinginkan dalam kulkas untuk mempercepat terbentukya kristal. Setiap seminggu sekali kami menyaring kristal yang terbentuk dan penyaringan ini kami lakukan selam 4 kali. Semakin lama penyaringan kristal yang terbentuk semakin besar ukuran dan semakin sedikit jumlahnya, hal ini dikarenakan senyawa EPMS yang terkandung dalam filtrat tersebut hampir habis dan telah berubah menjadi kristal. Kami mengumpulkan semua kristal yang terbentuk selama 4 kali penyaringan, kristal yang diperoleh berwarna putih kekukningan (++) dengan massa 2,4533 gram dan diuji titik leleh kristal yang diperoleh sebesar 49oC. Sebenarnya senyawa EPMS yang kami peroleh sudah cukup murni karena sesuai literatur titik leleh senyawa EPMS antara 48-49oC. Akan tetapi karena mungkin masih dicurigai masih terkandung pengotor pada kristal yaitu kristal masih berwarna putih kekuningan (++) kami mencuci kristal yang terbentuk agar senyawa yang diperoleh semakin murni dengan cara mencuci kristal dengan etanol : air (1:3). Dari hasil pencucian ini warna kristal menjadi lebih cerah (putih kekuningan +) dan kemudian kami ukur titik lelehnya diperoleh titik leleh kristal setalah rekristalisasi sebesar 48oC. Perbedaan titik leleh ini menunjukkan bahwa masih terdapat pengotor pada kristal sebelum dilakukan rekristalisasi dan sesudah rekristalisasi kristal yang terbentuk telah murni. Tahap selanjutnya dihitung rendemen Kristal EPMS, diperoleh rendemen sebesar 1,23 %. Rendemen yang diperoleh sedikit hal ini karena filtrate yang diperoleh saat penyaringan dengan vakum sangat sedikit. Sedikitnya filtrate yang diperoleh karena proses pengeringan yang terlalu lama, hal ini menyebabkan serbuk kencur sulit menyerap pelarut n-heksana sehingga senyawa EPMS yang terkandung dalam kencur tidak dapat larut sempurna dalam n-heksana.

KESIMPULAN 1. Senyawa EPMS dapat diperoleh dari rimpang kencur dengan metode isolasi senyawa EPMS tersebut.
Kencur Dicuci sampai bersih Dipotong tipis tipis Dikeringkan (dibawah sinar matahari secara tidak langsung)

Kencur Kering dihaluskan

Serbuk kencur Ditimbang 200 gram Dimasukkan kedalam maserator Direndam dengan n-heksan sampai terendam 1 cm diatas serbuk kencur yang ada dalam mesetor Didiamkanselama 72 jam Diletakkan diatas water-bath Disaring dengan vakum

Residu

Filtrat
- Disimpan dalam lemari es hingga Kristal terbentuk

Kristal Kencur

- Disaring dan dikeringkan - Diuji titik leleh - Ditimbang hasil Kristal yang terbentuk - Jika masih kotor, direkristalisasi dengan etanol teksnis dan air 1: 3 - Ditimbang dan diuji titik leleh

Kristal KencurAkhir

2.

Pemurnian senyawa EPMS yang diperoleh dari metode isolasi dapat dikakukan dengan cara rekristalisasi sehingga diperoleh senyawa EPMS yang lebih murni.

3.

Titik leleh senyawa EPMS sebelum pemurnian (pencucian) adalah 49oC, setelah pemurnian adalah 48oC. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa EPMS yang diperoleh sudah murni karena sesuai sesuai Literatur bahwa titik leleh senyawa EPMS antara 48-49oC.

4.

Hasil rendemen senyawa EPMS yang diperolh sebesar 1,23%.

DAFTAR PUSTAKA Ayu, Devita. 2012. Laporan Kimia Organik III : Isolasi Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat (EPMS) dari Rimpang Kencur (Kaemferia galangal L).
(online).

http://devitaayuutomoputri.blogspot.com/2011/12/laporan-kimia-organik-iii-isolasi.html. diakses pada 7 April 2013 Rahman, Asyhari. 2009. Isolasi etil p-metoksi sinamat. (online).

http://asyharstf08.wordpress.com/2009/12/11/isolasi-etil-p-metoksi-sinamat-dari-kencurkaemferia-galanga-l-dan-sintesis-asam-p-metoksisinamat-sintesis-turunannya-dan-penetapanstruktur/. diakses pada 7 April 2013 Restuti, Hermasari. 2012. Laporan EPMS. (online) .http://www.scribd.com/doc/79840578/laporanEPMS. diakses pada 7 April 2013