Anda di halaman 1dari 15

Metode PSG

Deswarni Idras dan Gatot Kunanto (1990), mengungkapkan bahwa ada beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi. Istilah-istilah tersebut akan diuraikan dibawah ini. Gizi (Nutrition) Gizi adalah suatu prosesorganisme menggunakan makanan yang dikonsumsi normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Keadaan Gizi Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat-zat gizi tersebut, atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. Status Gizi (Nutrition Status) Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Contoh: Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Malnutrition (Gizi Salah, Malnutrisi) Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zat gizi. Ada empat bentuk malnutrisi:

1. Under Nutrition: Kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu.
2. Specific Defisiency : Kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dan lain-lain. 3. Over Nutrition: Kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu. 4. Imbalance karena disproporsi zat gizi, misalnya: kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL (Low Density Inpoprotein), HDL (High Density Lipoprotein) dan VLDL (Very Low Density Upoprotein).

Kurang Energi Protein (KEP) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu. Anak disebut KEP apabila indeks berat badan menurut amur (BB/U) baku WHO-NCHS. KEP merupakan defisiensi gizi (energi dan protein) yang paling berat dan meluas terutama pada Balita. Pada umumnya penderita KEP berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah.

Konsep Masalah Gizi
Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait.

Menyadari hal itu. meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan. Di bawah ini beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan dan kelebihan zat gizi tertentu seperti terlihat pada Tabel 1. udah muncul masalah baru. perang. genetik. yaitu unsur gizi. penambahan zat aditif dalam makanan yang berlebihan. kimia dari dalam. Hal itu disebut juga dengan istilah penyebab majemuk (multiple causation of diseases) sebagai lawan dari peiiyebab tunggal (single causation). pejamu dan lingkungan akan diuraikan di bawah ini. dan sebagainya. dan biologi/parasit. masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). seperti dalam keadaan krisis (bencana kekeringan. masalah Anemia Besi. karena adanya keterbatasan Iptek Gizi. Secara umum masalah gizi di Indonesia. krisis ekonomi). Pada kasus tertentu. Pada Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1993. kekacauan sosial. masih lebih tinggi daripada negara ASEAN lainnya. baik dari sumber penyakit (agens). . Sumber Penyakit (Agens) Faktor sumber penyakit dapat dibagi menjadi delapan unsur. 2. diduga ada masalah gizi mikro lainnya sepeni defisiensi Zink yang sampai saat ini belum terungkapkan. terutama KEP. yaitu kemampuan rumah tangga memperoleh makanan untuk semua anggotanya. Beberapa contoh mengenai agens.4% anak balita di Indonesia menderita KEP (persen median berat menurut umur <80%).Masalah gizi. bahan kimia yang terdapal dalam makanan. di samping akibat kelebihan zat gizi. pemerataan. yaitu berupa gizi lebih. pejamu (host) dan lingkungan (environment). dan masalah kesempatan kerja. pemecahannya tidak selalu berupa peningkatan produksi dan pengadaan pangan. Masalah gizi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP). Gizi Unsur gizi swing diakibatkan oleh defisiensi zat gizi dan beberapa toksin yang dihasilkan oleh beberapa bahan makanan. masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Kimia dari Dalam Agens yang berasal dari kimia dari dalam yang dihubungkan dengan metabolisme dalam tubuh seperti sistem hormonal (hormon tiroksin).> MASALAH GIZI DAUVM KAITAN DENGAN PEJAMU. kelebihan lemak. masalah Kurang Vitamin A (KVA) dan masalah obesitas terutama di kota-kota besar. telah terungkap bahwa Indonesia mengalami masalah gizi £inda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh. Di samping masalah tersebut di atas. kimia dari luar. Dalam konteks itu masalah gizi tidak lagi semata-mata masalah kesehatan tetapi juga masalah kemiskinan. faktor faali/fisiologis. Kimia dari Luar Penyakit dapat muncul karena zat kimia dari luar seperti obat-obatan. 3. AGENS DAN LINGKUNGAN Suatu penyakit timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor. 1. tenaga dan kekuatan fisik. Pada tahun 1995 sekitar 35. psikis.

rekreasi. zat best (Fe) · Kekurangan riboflavin · Kekurangan vitamin A · Kekurangan vitamin D · Kekurangan vitamin C · Kekurangan yodium. hemofill. eklampsia pada waktu melahirkan dengan tanda-tanda bengkak atau kejang. Genetis Beberapa penyakit yang disebabkan karena faktor genetis seperti diabetes mellitus (kencing manis). Tenaga dan Kekuatan Fisik Sinar matahari. Anemia gizi · Kekurangan protein. Tabel 1. Pejamu (Host) Faktor-faktor pejamu yang mempengaruhi kondisi manusia hingga menimbulkan penyakit.4. vitamin B12. makanan. jamur) dapat menyebabkan penyak defisiensi gizi atau infeksi. asam folat. 7. 6. umur. vitamin C. 6. jenis kelamin. kepala besar terdapat pada orang mongolid. seperti cuaca atau iklim. Penyakit Penyebab 1. Faktor pejamu yang cukup berpengaruh dalam timbulnya penyakit. 5. Lingkungan fisik. Lingkungan biologis: . jaan. seperti membuang sampah dan kotoran tidak pada ten patnya. buta warna. 4. Penyakit yang Diakibatkan oleh Kekurang an/Kelebihan Zat Gizi No. 7. Faktor Faali Faktor faali dalam kondisi tertentu. dan lain-lain merupakan faktor tenaga dan kekuatan fisik yang dapat menimbulkan penyakit. Lingkungan (Environment) Faktor lingkungan dapat dibagi dalara tiga unsur utama. tabu. 8. pekarangan) yang kurang mendapat pernatian. kelompok etnik. dan air. 8. · Toksin yang ada dalam makanan seperti aflatoksin pada kacangkacangan. pemanfaatan pelayanan kesehalan). dan albino. khususnya di negara yang sedang berkembar adalah kebiasaan buruk. Kurang Energi Protein (KEP) · Kekurangan energi dan protein 2. · Kekurangan vitamin B1 · Kelebihan lemak/kolesterol 3. tanah. 2. higiene rumah tangga (jendela atau ventilasi. bakteri. Angular stomatitis Keratomalasia Rakhitis Skorbut/sariawan Gondok Kanker hati 9. Faktor Biologis dan Parasit Faktor biologis dan parasit (metazoa. kebiasaan seseorang (kebersihan. fisioiogi imunologik. cara penyimpanan makanan yang kuiang baik. seperti pada saat kehamilan. terdiri atas faktor genetis. kontak perorangan. Faktor Psikis Faktor psikis yang dapat menimbulkan penyakit adalah tekanan darah tinggi dan tukak lambung yang disebabkan oleh perasaan tegang (stres). sinar radioaktif. yaitu: 1. dll. Beri-beri 10 Penyakit jantung/hipertensi 5. peke.

Bencana alam. Antropometri 1. maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Urbanisasi: kepadatan penduduk. c. Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. biokimia. Masing-masing penilaian tersebut akan dibahas secara umum sebagai berikut. 2. Sebaliknya. Tumbuh-tumbuhan: sumber makanan yang dapat mempengaruhi sumber penyakit. 3. gunung meletus. Ditinjau dari sudut pandang gizi. pada golongan yang terakhir insidensi penyakit kardiovaskuler cenderung meningkal. Penggunaan Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. PSG Secara Langsung Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu: antropometri. Pengertian Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. mata. b. b. Pengertian Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. peperangan. Pekerjaan: yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia. urine. Blokimia 1. d. dan sebagainya. Golongan ekonomi yang rendah lebih banyak menderita gizi kurang dibanding dengan golongan ekonomi menengah ke atas. otot dan jumlah air dalam tubuh.a. Klinis 1. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit. rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. adanya ketegangan dan tekanan sosial. . dan biofisik. Penggunaan Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Kependudukan: kepadatan penduduk. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (superficial epithelial tissues) seperti kulit. klinis. 2. Perkembangan ekonomi: usaha koperasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Lingkungan sosial ekonomi: a. juga dapat sebagai tempat munculnya sumber penyakit. banjir. Hewan: sumber makanan. c. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah. Pengertian Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh.

Pengertian Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberpa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur. Secara ringkas. 2. PENILAIAN STATUS GIZI SECARA TIDAK LANGSUNG Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu: survei konsumsi makanan. Statistik Vital 1. statistik vital dan faktor ekologi. 1964). Pengertian Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik. Pengertian dan penggunaan metode ini akan diuraikan sebagai berikut: Survei Konsumsi Makanan 1. Faktor Ekologi 1. Penggunaan Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi (Schrimshaw. 2. Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. 2. tanah. Penggunaan Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Biofisik 1. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim. Pengertian Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan. Penggunaan Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang kon¬sumsi berbagai zat gizi pada masyarakat. keluarga dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi. Pengertian Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak lang¬sung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi 2. maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik. Penggunaan Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). biologis dan lingkungan budaya. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik.tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. 2. irigasi dan lain-lain. Penggunaan Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. penilani status gizi .

karena metode ini murah dan dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi. Tujuan Tujuan pengukuran sangat perhi diperhatikan dalam memilih metode. Berbeda dengan penilaian secara biokimia yang mempunyai reliabilitas dan akurasi yang sangat tinggi. Penilaian ini tenaga medis dan paramedis yang sangat terlatih dan mempunyai pengalaman yang cukup dalam bidang ini. Jenis Informasi Yang Dibutuhkan Pemilihan metode penilaian status gizi sangat tergantung pula dari jenis info yang diberikan. Dengan menyadari kelebihan kelemahan tiap-tiap metode. tingkat hemoglobin dan situasi sosial ekonomi. sebaiknya menggunakan metode antropometri. Contoh penggunaan metode Idinis dalam menilai tinkat pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subjektif sekali. Penggunaan satu metode akan memberikan baran yang kurang komprehensif tentang suatu keadaan. . maka metode yang digunakan adalah antropome Apabila ingin melihat status vitamin dan mineral dalam tubuh sebaiknya gunakan metode biokimia. Umumnya peralatan yang diimport lebih mahal dibandingkan dengan yang produksi dalam negeri. Fasilitas tersebut ada yang mudah didapat dan ada pula yang sangat sulit diperoleh. Pada umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi secara antropometri relatif lebih mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia. Dilain pihak apabila ingin mengetahui tingkat hemoglobin maka metode yamg gunakan adalah biokimia. Jenis informasi itu antara lain: asupan makanan berat dan badan. Apabila unit sampel yang diukur adalah kelompok atau masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan sebaiknya menggunakan metode antropometri. Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi individi rumah tangga/keluarga dan kelompok rawan gizi. Tingkat Reliabilitas Dan Akurasi yang Dibutuhkan Masing-masing metode penilaian status gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan rasi yang berbeda-beda.FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MEMILIH METODE PENILAIAN STATUS GIZI Hal mendasar yang perlu diingat bahwa setiap metode penilaian status gizi punyai kelebihan dan kelemaban masing-masing. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan mengunakan metode adalah sebagai berikut. Unit Sampel yang Akan Diukur Berbagai jenis unit sampel yang akan diukur sangat mempengamhi metode penilaian status gizi. maka penilaian status gizi dengan biokimia sangat dianjurkan. Begitu apabila membutuhkan informasi tentang situasi sosial ekonomi sebaiknya gunakan pengukuran faktor ekologi. seperti ingin melihat fisik seseorang. maka dalam menentukan diagnosis suatu penyakit digunakan beberapa jenis metode. Tersedianya Fasilitas dan Peralatan Berbagai jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi. tenaga dan sarana-sarana lain yang mendukung. Membutuhkan informasi tentang keadaan fisik seperti 1 badan dan tinggi badan. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan. Oleh karena itu apabila ada biaya. ada yang diimport dari luar negeri dan ada yang didapat dari dalam negeri. Pengadaan jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan.

dan faktor ekologi. dan KEP. kekurangan zat gizi tertentu (spesific defisiency). tetapi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. bulanan dan tahunan. Penilaian secara langsung meliputi: antropometri. karena menyangkut berbagai jenis bahan dan reaksi kimia yang hams dikuasai. yang dapat menyebabkan iritasi pada bibir. Berbeda dengan penilaian status gizi secara antropometri. dan disproporsi zat gizi (imbalance). membutuhkan tenaga medis (dokter). Setelah mendapatkan data. Apa¬bila kita ingin menilai status gizi di suatu raasyarakat dan waktu yang tersedia relatif singkat. Penggunaan metode disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penilaian status gizi. malnutrisi. statistik vital.Tenaga Ketersediaan tenaga. walaupun disana-sini masih ada kekurangannya. Keadaan ini di India diakibatkan dari kebanyakan mengunyah daun sirih atau buah pinang yang banyak mengandung kapur. biaya dan peralatan yang memadai. Faktor-faktor itu tidak bisa berdiri sendiri. Waktu yang ada bisa dalam mingguan. Pada dasarnya penilaian status gizi dapat dibagi dua yaitu secara langsung dan tidak langsung. harus memperhatikan secara keseluruhan dan mencennati kelebihan dan kekurangan tiap-tiap metode itu. Jadi. biokimia. mengingat tanda-tanda klinis tidak spesifik untuk keadaan tertentu. Dana Masalah dana sangat mempengaruhi jenis metode yang akan digunakan untuk menilai status gizi. Penilaian secara tidak langsung meliputi: survei konsumsi makanan. Bentuk malnutrisi ada 4 yaitu: gizi kurang (under nutrition). tetapi selalu saling mengait. sering tidak benar di-interpretasikan sebagai kekurangan riboflavin. Penilaian status gizi secara biokimia memerlukan tenaga ahli kimia atau analis kimia. ahli kimia. Umumnya penggunaan metode biokimia relatif mahal dibanding dengan raetode lainnya. Waktu Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi sangat mempenganihi metode yang akan digunakan. Pengertian istilah tersebut sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. Stomatitis angular. untuk menentukan metode penilaian status gizi. baik jumlah maupun mutunya sangat mempengaruhi peng-gunaan metode penilaian status gizi. Sangat mustahil kita menggunakan metode biokimia apabila waktu yang tersedia sangat singkat. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan atau perwujudan dari nutri-ture dalam bentuk variabel tertentu. Kader gizi di Posyandu adalah tenaga gizi yang tidak ahli. dokter. tidak memerlukan tenaga ahli. klinis dan biofisik. mereka dapat memasukkan pada KMS dan langsung dapat menginterpretasi data tersebut Penilaian status gizi secara klinis. keadaan gizi. Contohnya gondok endemik merupakan keadaan seimbang tidaknya asupan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Malnutrisi adalah keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut salah satu atau lebih zat gizi. dan tenaga lain. gizi lebih (over nutrition). tidak dapat diandalkan. status gizi. Tenaga kesehatan lain selain dokter. apalagi tidak ditunjang dengan tenaga. Oleh karena itu. seperti tinggi badan dan berat badan serta umur anak. Jenis tenaga yang digunakan dalam pengumpulan data status gizi antara lain: ahli gizi. tetapi tenaga tersebut cukup dilatih beberapa hari saja sudah dapat menjalankan tugasnya. Tugas utama kader gizi adalah melakukan pengukuran antropometri. sebaiknya dengan menggunakan metode antropometri. pemilihan metode penilaian status gizi hams selalu mempertimbangkan faktor tersebut di atas. RINGKASAN Ada beberapa istilah yang perlu diketahui sebelum mempelajari lebih lanjut tentang status gizi. Istilah tersebut yaitu: gizi. Penilaian status gizi tersebut .

mempunyai ke-unggulan dan kelemahan. dan lain-lain. berupa: rendahnya tingkat hemoglobin. jenis informasi yang dibutuhkan. kurang pendidikan dan kurang ketrampil-an dari masyarakat. Keadaan ini akan segera diikuti luka pada anatomi seperti xeroftalmia dan keratomalasia pada kekurangan vitamin A. kelelahan. Apabila keadaan itu berlangsung lama. Patogenesis Penyakit Gizi Proses terjadi akibat dari faktor lingkungan dan faktor mnnusia (host) yang didukung oleh kekurangan asupan zat-zai gizi. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode penilaian sta¬tus gizi adalah tujuan. dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. edema. atau cacat atau timbulnya penyakit kronis atau bisa berakhir dengan kematian. maka akan terjadi perubahan fungsi tubuh seperti tanda-tanda syaraf yaiiu kelemahan. serum vitamin A dan karoten. khususnya gizi kurang mohcul karena masalah pokok yaitu kemiskinan. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Masaiah Gizi Masalah gizi utama di Indonesia masih didoninasi oleh raasalah Gizi Kurang Energi Protein (KEP). Disamping itu diduga ada masalah gizi mikro lainnya seperti defisiensi zink yang sampai saat ini belum terungkapkan karena adanya keterbatasan Iptek Gizi. . maka simpanan zat gizi pada tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat ini orang sudah dapat dikatakan malnutrisi. Masalah gizi pada hakikat adalah masalah kesehatan masyarakat. pusing. Dapat pula terjadi meningkatnya beberapa hasil metabolisme seperti asam iaktat dan piruvat pada kekurangan tiamin. tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan. Stimulus itu akan berinteraksi dengan manusia yang mengakibatkan terjadinya proses patogenesis dini. agens dan lingkungan sehingga menimbulkan rangsangan penyakit (stimulus). 2. . Riwayat Alamiah Penyakit Gizi Proses alamiah terjadinya penyakit : dimulai dari rasa pra patogenesis (sebelum sakit) yaitu jika terjadi ketidak seimbangan kondisi antara pejamu. Dengan meningkatnya defisiensi zat gizi. walaupun baru hanya ditandai dengan penurunan berat badan dan pertumbuhan terhambat. RINGKASAN 1. masalah Gangguan Akibat Kekurangan lodium (GAKY) dan masalah kurang Vitamin A (KVA). masalah gizi. masalah Anemia Besi. nafas pendek. tersedianya fasilitas dan peralatan.Apabila keadaan ini berlangsung lama. yang berakhir dengan keadaan sembuh. ketenagaan dan dana. Akar permasalahannya adalah krisis moneter yang berkepan-jangan. Kebanyakan penderita malnutrisi sampai tahap ini. unit sampel yang diukur. Hal-hal tersebut di atas tidak berdiri sendiri. Pada krisis moneter seperti saat ini. nyeri lidah pada penderita kekurangan riboflavin. maka simpanan zat gizi akan habis dan akhirnys lerjadi kemerosotan jaringan. angular stomatitis pada kekurangan riboflafin. dan luka kujh pada penderita kwashiorkor. tetapi selalu terkait antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Dalam pemilihan metode penilaian status gizi harus mem¬perhatikan secara keseluruhan dan mencennati keunggulan dan kelemahan metode tersebut. Akibat kekurangan zat gizi. kaku pada kaki pada defisiensi thiamin. Keadaan penyakit yang terjadi bisa bersifat ringan dan berat. maka muncul pembahan biokimia dan rendahnya zat-zat gizi dalam darah. Keadaan ini akan berkembang yang diikuti oleh tanda-tanda klasik dari kekurangan gizi seperti kebutaan dan fotofobia. Lanjutan dari proses patogenesis dini adalah memasuki garis ambang klinis.

6. dan lingkungan.Kerancuan pengertian istilah tersebut akan mengakibalkan interpretasi yang berbeda tentang berbagai hal mengenai penilaian status gizi. Sumber Penyakit (Agens) Faktor sumber penyakit dapat dibagi menjadi delapan unsur. Unsur pejamu meliputi: faktor genetis. Istilah-istilah ini secara prinsip mempunyai pengertian yang berbeda. genetis. Sebelum membicarakan lebih mendalam tentang penilaian status gizi. dan lingkungan sosial. sumber penyakit. Munculnya permasalahan gizi dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara pejamu. dan akhirnya memasuki ambang klinis. suatu penyakit disebabkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. status gizi. agens dan lingkungan. Menurut model roda. Apa-biia keadaan ini dibiarkan maka akan terjadi perubahan faali dan metabolis. sumber penyakit dan lingkungan. Proses itu berlanjut sehingga menyebabkan orang sakit. kimia dari luar. Unsur sumber penyakit meliputi: faktor gizi. Dari kondisi ini akhirnya ada empat kemungkinan yaitu mati. maka akan terjadi kemerosotan jaringan. jenis kelamin. kimia dari dalam. yang ditandai dengan penurunan berat badan. keadaan fisiologis. kelompok etnik. Kedua. dan malnutrisi. misalnya terjadinya ketidakcukupan zat gizi dalam tubuh maka. dan biologi/parasit. ketidak¬cukupan zat gizi. dan budaya. tenaga dan kekuatan fisik. terjadi perubahan biokimia yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Ketiga. baik dari sumber penyakit (agens). 1. kimia dari dalam. genetik. umur. terjadi perubahan anato-mi yang dapat dilihat dari raunculnya tanda yang klasik. sim-panan zat gizi akan berkurang dan lama kelamaan simpanan menjadi habis. sakit kronis. Beberapa contoh mengenai agens. tetapi saling terkait satu dengan lainnya. Gizi . terjadi perubah¬an fungsi yang ditandai dengan tanda yang khas. konsep timbulnya penyakit dapat dibagi dalam tiga model yaitu model segi tiga epidemiologi. melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses "sebab akibat". psikis. perubahan salah satu faktor akan merubah ke-seimbangan antara ketiga unsur tersebut. keadaan gizi. Berbagai macam istilah tersebut meliputi: gizi. Secara umum. cacat dan sembuh apabila ditanggulangi secara intensif. yaitu unsur gizi. suatu penyakit tidak tergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri. keadaan imunologis dan kebiasaan seseorang. faktor faali/fisiologis. model jaring-jaring sebab akibat dan model roda. 4. Model segi tiga epidemiologi yaitu kualitas antara pejamu. Tingkat kesakitannya dimulai dari sakit ringan sampai sakit tingkat berat. Patogenesis penyakit gizi kurang melalui 5 tahapan yaitu: pertama. ekonomi.3. psikis. Ketidakseimbangan antara ketiga faktor ini. pejamu dan lingkungan akan diuraikan di bawah ini. Keempat. faali/fisiologi. Pendekatan Masalah Gizi Suatu penyakit timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor. Apabila ketidakcukupan zat gizi ini berlangsung lama maka per-sediaanJcadangan jaringan akan digunakan untuk memenuhi ketidakcukupan itu. Hal itu disebut juga dengan istilah penyebab majemuk (multiple causation of diseases) sebagai lawan dari peiiyebab tunggal (single causation). apabila ini berlangsung lama. 5. Kelima. lingkungan biologis. tenaga/kekuatan fisik dan biologis/ parasit. Unsur lingkungan meliputi tiga faktor yaitu lingkungan fisik. ada baiknya terlebih dahulu memahami beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi. Menurut model ini. kimia dari luar. Menurut model jaringjaring sebab akibat. pejamu (host) dan lingkungan (environment). Proses riwayat alamiah terjadinya penyakit yang diterapkan pada masalah gizi (gizi kurang) melalui berbagai tahap yaitu diawali dengan terjadinya mteraksi antara pejamu.

kepala besar terdapat pada orang mongolid. jamur) dapat menyebabkan penyak defisiensi gizi atau infeksi. 9. Pejamu (Host) Faktor-faktor pejamu yang mempengaruhi kondisi manusia hingga menimbulkan penyakit. Di bawah ini beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan dan kelebihan zat gizi tertentu seperti terlihat pada Tabel 1. 4. Beri-beri • Kekurangan vitamin B1 10 Penyakit jantung/hipertensi • Kelebihan lemak/kolesterol 5. sinar radioaktif. 6. Penyakit yang Diakibatkan oleh Kekurang an/Kelebihan Zat Gizi No. hemofill. bakteri. 8. Faktor Faali Faktor faali dalam kondisi tertentu. dan sebagainya. seperti pada saat kehamilan.Unsur gizi swing diakibatkan oleh defisiensi zat gizi dan beberapa toksin yang dihasilkan oleh beberapa bahan makanan. Tabel 1. Faktor Biologis dan Parasit Faktor biologis dan parasit (metazoa. kelebihan lemak. eklampsia pada waktu melahirkan dengan tanda-tanda bengkak atau kejang. dll. 7. 3. Penyakit Penyebab 1. Anemia gizi • Kekurangan protein. bahan kimia yang terdapal dalam makanan. Kimia dari Luar Penyakit dapat muncul karena zat kimia dari luar seperti obat-obatan. asam folat. 3. Kanker hati • Toksin yang ada dalam makanan seperti aflatoksin pada kacang-kacangan. vitamin C. dan lain-lain merupakan faktor tenaga dan kekuatan fisik yang dapat menimbulkan penyakit. dan albino. vitamin B12. Kurang Energi Protein (KEP) • Kekurangan energi dan protein 2. 4. terdiri atas . zat best (Fe) Angular stomatitis • Kekurangan riboflavin Keratomalasia • Kekurangan vitamin A Rakhitis • Kekurangan vitamin D Skorbut/sariawan • Kekurangan vitamin C Gondok • Kekurangan yodium. 6. 2. Genetis Beberapa penyakit yang disebabkan karena faktor genetis seperti diabetes mellitus (kencing manis). Tenaga dan Kekuatan Fisik Sinar matahari. Faktor Psikis Faktor psikis yang dapat menimbulkan penyakit adalah tekanan darah tinggi dan tukak lambung yang disebabkan oleh perasaan tegang (stres). 7. 5. penambahan zat aditif dalam makanan yang berlebihan. Kimia dari Dalam Agens yang berasal dari kimia dari dalam yang dihubungkan dengan metabolisme dalam tubuh seperti sistem hormonal (hormon tiroksin). buta warna. di samping akibat kelebihan zat gizi.

banjir.faktor genetis. peperangan. fisioiogi imunologik. Contohnya di negara berkembang umumnya Filipina dan Indonesia masalah gizi disebabkan oleh faktor sosial ekonomi yang rendah. jaan. Urbanisasi: kepadatan penduduk. KONSEP DASAR TIMBULNYA PENYAKIT Dalam konsep dasar timbulnya penyakit. Bencana alam. kita harus melakukan intervensi berdasarkan penyebab utama dari masalah gizi (root causes of malnutrition). Jaring-Jaring Sebab Akibat Menurut model ini. Lingkungan biologis: a. Konsep jaringjaring sebab akibat. makanan. 2. Di sini dipentingkan . 3. Tumbuh-tumbuhan: sumber makanan yang dapat mempengaruhi sumber pe¬nyakit. model roda memerlukan identiflkasi berbagai faktor yang berperan dalam timbulnnya penyakit dengan Hak menekankan pentingnya agens. agens dan lingkungan. menurut konsep segi tiga epidemiologi. dan sebagainya. kontak perorangan. b. rekreasi. Hewan: sumber makanan. Lingkungan fisik. pemanfaatan pelayanan kesehalan). Lingkungan (Environment) Faktor lingkungan dapat dibagi dalara tiga unsur utama. timbulnya penyakit dapat dicegah atau diatasi dengan memotong rantai pada berbagai titik. Golongan ekonomi yang rendah lebih banyak menderita gizi kurang dibanding dengan golongan ekonomi menengah ke atas. b. Dewasa ini dikenal tiga model. yaitu: (1). d. digambarkan beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya masalah gizi serta kaitan satu faktor dengan faktor yang lain. kebiasaan seseorang (kebersihan. umur. Lingkungan sosial ekonomi: a. higiene rumah tangga (jendela atau ventilasi. Berdasarkan metode itu. (2). Pekerjaan: yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia. juga dapat sebagai tempat munculnya sumber pe¬nyakit. Dengan demikian. Jaring-jaring sebab akibat (the web of causation). Perkembangan ekonomi: usaha koperasi di bidang kesehatan dan pendidikan. tabu. adalah kaitan amara pejamu. c. dan (3). gunung meletus. suatu penyskit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri. khususnya di negara yang sedang berkembar adalah kebiasaan buruk. Roda Seperti halnya model jaring-jaring sebab akibat. Faktor pejamu yang cukup berpengaruh dalam timbulnya penyakit. pekarangan) yang kurang mendapat pernatian. Sebaliknya. kelompok etnik. melainkan merupakan serangkaian proses sebab dan akibat. tanah. cara penyimpanan makanan yang kuiang baik. dalam usaha memerangi masalah gizi. dan air. c. Model ini banyak jaga dikembangkan oleh ahli gizi. para ahli berusaha menggambarkan berbagai model. Segi Tiga Epidemiologi Konsep terjadinya penyakit. seperti membuang sampah dan kotoran tidak pada ten patnya. yaitu: 1. peke. Roda (the wheel). di samping faktorlain. seperti cuaca atau iklim. Segi tiga epidemiologi (the epidemiologic friangle). pada golongan yang terakhir insidensi penyakit kardiovaskuler cenderung meningkal. adanya ketegangan dan tekanan sosial. Dalam Widya Karya Nasional Parian dan Gizi (1979). jenis kelamin. Kependudukan: kepadatan penduduk.

Sedangkan akar masalahnya berupa kurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran. Bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus. Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan. Penyebab tidak langsung : Terdapat tiga penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu : 1. . Sebagai contoh. pengetahuan dan ketrampilan keluarga. Anak balita yang sehat atau kurang gizi secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur atau berat badan menurut tinggi.hubungan antara manusia dan lingkungan hidupnya. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu. 3. Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan. Makin tinggi tingkat pendidikan. peranan lingkungan sosial lebih besar dari pada yang lainnya pada "sorbun". makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga. sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi masalah kurang gizi. Pada tahun 1988 UNICEF telah mengembangkan kerangka konsep makro. Pola pengasuhan anak kurang memadai. maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang. kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Besarnya peranan tiap-tiap lingkungan bergantung pada penyakit yang diderita. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit. Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung diprediksi sebagai pokok masalah di masyarakat. Manifestasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). mental dan sosial. tetapi juga penyakit. pengetahuan dan ketrampilan. dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik. 2. makin baik pola pengasuhan maka akan makin banyak keluarga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. Masalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro. inflasi dan kemiskinan. Permasalahan Gizi Masyarakat Secara umum masalah kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. Penyebab langsung : Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Peranan lingkungan biologis lebih besar dari pada yang lain. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan. perhatian. Keadaan tersebut telah memicu munculnya kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai.

Dibutuhkan adanya kebijakan khusus untuk mempercepat laju percepatan peningkatan status gizi. baik kemampuan teknis maupun kemampuan manajemen. Bila gizi buruk disertai dengan tandatanda klinis seperti . Mengembangkan kemampuan (capacity building) dalam upaya penanggulangan masalah gizi. ketahanan fisik dan produktivitas kerja meningkat. Pada keluarga miskin upaya pemenuhan gizi diupayakan melalui pembiayaan publik. Solusi Permasalahan Gizi Masyarakat harus melibatakan semua pihak yang terkait baik pemerintah. wajah membulat dan sembab disebut Kwashiorkor. waktu yang tepat misalnya pemberian Yodium pada wanita hamil di daerah endemis berat GAKY dapat mencegah cacat permanen baik pada fisik maupun intelektual bagi bayi yang dilahirkan. Upaya perbaikan gizi akan lebih efektif jika merupakan bagian dari kebijakan penangulangan kemiskinan dan pembangunan SDM. Diperlukan sistem informasi yang baik. sedangkan jika jauh di bawah standar disebut Gizi Buruk. dan Gangguan Akibat Kurang Yodium). sehingga hambatan peningkatan ekonomi dapat diminimalkan. Kabupaten Kota daerah membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat. 2. Disamping pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang baik dan kajian-kajian intervensi melalui kaidah-kaidah yang dapat dipertanggung jawabkan. Dengan peningkatan status gizi masyarakat diharapkan kecerdasan. unsur perguruan tinggi dan lain-lain. kulit keriput disebut Marasmus.apabila sesuai dengan standar anak disebut Gizi Baik. Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi yaitu masih banyak masyarakat yang kekurangan gizi. 5. Sedangkan alternatif solusi lainnya yang dapat dilakukan antra lain (Azwar. wajah sangat kurus. Oleh karena itu tujuan pembangunan beserta target yang ditetapkan di bidang perbaikan gizi memerlukan keterlibatan seluruh sektor terkait. Gizi mikro (khususnya Kurang Vitamin A. wakil rakyat. swasta. misalnya kebijakan yang mempunyai filosofi yang baik “menolong bayi dan keluarga miskin agar tidak kekurangan gizi dengan memberikan Makanan Pendamping (MP) ASI (Hadi. perut cekung. 1. Intervensi yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti: target yang spesifik tetapi membawa manfaat yang besar. 2004). Kalau sedikit di bawah standar disebut Gizi Kurang. dan bila ada bengkak terutama pada kaki. oleh karena itu diperlukan beberapa aspek yang saling mendukung sehingga terjadi integrasi . Pelaksanaan program gizi hendaknya berdasarkan kajian ‘best practice’ (efektif dan efisien) dan lokal spesifik. tapi di sisi lain terjadi gizi lebih. Berbagai pihak terkait perlu memahami problem masalah gizi dan dampak yang ditimbulkan begitu juga sebaliknya. tepat waktu dan akurat. Marasmus dan Kwashiorkor atau Marasmus Kwashiorkor dikenal di masyarakat sebagai “busung lapar”. 3. Anemia Gizi Besi. 2005). Pengambil keputusan di setiap tingkat menggunakan informasi yang akurat danevidence base dalam menentukan kebijakannya. muka seperti orang tua. bagaimana pembangunan berbagai sektor memberi dampak kepada perbaikan status gizi. 4. Membiarkan penduduk menderita masalah kurang gizi akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan dalam hal pengurangan kemiskinan. Gizi bukan satu-satunya faktor yang berperan untuk pembangunan sumber daya manusia.

ASI Eksklusif. Pemberian PMT Pemulihan Balita 1 .6. Kerjasama lintas sektor / lintas program dalam program gizi. Pemberian Vit.bl (sesuai alokasi dana). Pembinaan dan bimbingan teknis ke Posyandu. Pemberian PMT Pemulihan Bayi 6 . A pada ibu nifas. D / S : Tingkat Partisipasi Masyarakat. yang saling sinergi. N / D : Tingkat Keberhasilan Penimbangan. Anemi Ibu Hamil. pendidikan diintegrasikan dalam suatu kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Meningkatkan upaya penggalian dan mobilisasi sumber daya untuk melaksanakan upaya perbaikan gizi yang lebih efektif melalui kemitraan dengan swasta. Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan Gizi. Kunjungan pelayanan JPS . 1) 2) 3) 4) 5) 6) c.11. K / S : Tingkat Jangkauan Program. TUGAS. Program pelayanan penduduk miskin dan kelompok masyarakat khusus. Penanganan kasus gizi buruk pada ibu hamil. Pemantauan pola konsumsi. Pelacakan kasus gizi buruk dilaporkan. misalnya kesehatan.4 th (sesuai alokasi dana). Pemberian Vit.000 SI 1 kali pertahun.BK untuk gakin.000 SI 2x pertahun. Pemberian Tab. LSM dan masyarakat. Program peningkatan mutu pelayanan.BK gakin di Puskesmas Persalinan Gakin. pertanian.11 bl. Pendampingan Ibu Balita KEP. N / S : Tingkat Keberhasilan Program Pelayanan pojok gizi. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Program pelayanan perbaikan gizi masyarakat. A pd anak 1-4 tahun dg dosis 200. A pada bayi 6 . 1) . Pemberian PMT Pemulihan Bumil KEK (sesuai alokasi dana). Penimbangan Balita Bulanan (UPGK). Pemberian Vit. Pemberian JPS . 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) b. Fe-90 pada ibu hamil. Penanganan kasus gizi buruk pada Balita. D / K : Tingkat Kelangsungan Penimbangan. Pemeriksaan Hb pada BUMIL. Dengan dosis 100. FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM PROGRAM PELAYANAN PERBAIKAN GIZI Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan gizi adalah sebagai berikut: a. Rujukan Balita KEP Berat.

program pelayanan gizi dilaksanakan >= target.2) 0 1 2 3 4 5 Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan Gizi. dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK. : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi. dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK. dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK. program pelayanan gizi dilaksanakan >= target. >= target. monitoring dan dievaluasi. : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi. Definisi Score Proses Pelayanan Gizi : Tidak ada pelayanan perbaikan gizi. dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK. . : Ada perencanaan & penyusunan jadwal dari prog. pelayanan gizi. program pelayanan gizi dilaksanakan. : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi. : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi. dan dimonitoring.