Anda di halaman 1dari 2

Arsitektur tradisional adalah arsitektur yang dibuat dengan cara yang sama secara turun temurun dengan sedikit

atau tanpa adanya perubahan-perubahan yang signifikan pada bangunan tersebut.

Arsitektur tradisional adalah suatu bangunan yang bentuk,struktur ,fungsi,ragam hias dan cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun serta dapat di pakai untuk melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dalam rumusan arsitektur dilihat sebagai suatu bangunan, yang selanjutnya dapat berarti sebagai suatu yang aman dari pengaruh alam seperti hujan, panas dan lain sebagainya. Suatu bangunan sebagai suatu hasil ciptaan manusia agar terlindung dari pengaruh alam, dapatlah dilihat beberapa komponen yang menjadikan bangunan itu sebagai tempat untuk dapat melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik-baiknya. Adapun komponen-komponen tersebut adalah : bentuk, struktur , fungsi, ragam hias serta cara pembuatan yang diwariskan secara turun temurun. Selain komponen tersebut yang merupakan faktor utama untuk melihat suatu arsitektur tradisional, maka dalam inventarisasi dan dokumentasi ini hendaknya setiap bangunan itu harus merupakan tempat yang dapat dipakai untuk melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dengan memberikan pengertian ini, maka arsitektur tradisional dapat pula dikategorikan berdasarkan kepada aktivitas yang ditampungnya.

Mengingat norma, kaidah, dan tata nilai dalam masa kini masih banyak kemungkinan berubah maka dalam usaha mencari identitas budaya yang dapat diterapkan pada bangunan baru disarankan sebagai berikut. Arsitektur yang mempunyai identitas yang sedikit atau tidak dipengaruhi oleh perubahan norma tata nilai. Ciri-ciri ini dalam Arsitektur Tradisional untuk diterapkan pada bangunan baru. Iklim merupakan factor yang tidak berubah (relative) Indonesia beriklim tropis panas dan lembap. Karena letaknya di sekitar khatulistiwa antara garis-garis lintang utara dan selatan maka sepanjang tahun sudut jatuhnya sinar matahari tegak lurus, hal mana mengakibatkan suhu yang selalu panas. Ciri Arsitektur Tradisional yang berkaitan dengan iklim yang panas misalnya atap yang mempunyai sudut yang tidak terlalu landai. Disamping itu ruang-ruang yang terbuka, dimana dinding tidak menutup rapat ke bidang bawah atau lanmgit-langit memungkinkan ventilasi yang leluasa, hal mana mempertinggi comfort dalam ruang. Dinding atau bidang kaca yang berlebihan, apalagi tidak di lindungi terhadap sinar matahari langsung, dan hujan tidak sesuai untuk iklim tropis
Prinsip dasar arsitektur kontemporer adalah Bangunan yang kokoh Konsep ruang terkesan terbuka Harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar Memiliki fasad yang tembus pandang Kenyamanan yang hakiki Eksplorasi elemen lansekap area yang berstruktur

HARDEA NOVRITA 1104104010085 SAINS ARSITEKTUR

Arsitektur tradisional adalah gaya arsitektur yang sangat lekat dengan tradisi yang masih hidup, arsitektur yang dibuat dengan cara yang sama secara turun temurun dengan sedikit atau tanpa adanya perubahan-perubahan yang signifikan pada bangunan tersebut. Arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur yang dipengaruhi oleh gaya arsitektur modern dan menyajikan konsep dan gaya kekinian atau biasa disebut modern. Untuk menciptakan gaya kontemporer, tak harus dengan material baru. Jenis material bangunan boleh sama , tapi dengan disain yang baru. Desain yang kontemporer menampilkan gaya yang lebih baru. Gaya lama yang diberi label kontemporer akan menghasilkan bentuk disain yang lebih segar dan berbeda dari biasanya. Penggunaan garis yang bersih dan rapi sesuiai dengan bentuk dan fungsi melahirkan bentuk yang mengalir lebih bebas dari arsitektur kontemporer. Arsitektur kontemporer memakai bahan material dari alam, seperti lantai kayu, atap yang hijau yang lebih dikenal greend building. Prinsip dasar arsitektur kontemporer adalah Bangunan yang kokoh Konsep ruang terkesan terbuka Harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar Memiliki fasad yang tembus pandang Kenyamanan yang hakiki Eksplorasi elemen lansekap area yang berstruktur

Perbedaan arsitektur tradisional dan arsitektur kontemporer


Arsitektur tradisional lebih terkesan dengan gaya lama, terletak pada keunikan dan gaya bangunan yang dimilikinya dan mempunyai keunikan dari segi struktur dan interiornya yang mengutamakan fungsionalitas. Arsitektur tradisional ini tetap menyesuaikannya dengan kemajuan dan perkembangan jaman. Arsitektur kontemporer menandai sebuah desain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material, pengolahan material, maupun teknologi yang dipakai dan menampilkan gaya yang lebih baru. Arsitektur kontemporer selalu mengikuti perkembangan jaman. Arsitektur kontemporer pada masa lampau bias berulang pada masa kini.