Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum - Kerja Enzim Pada Air Liur Nama Praktikum : Kerja Enzim Pada Air Liur Tujuan

Praktikum : Mengetahui kerja enzim pada air liur Tanggal Praktikum : 5 Febuari 2013

Dasar Teori : Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim ptialin yang hanya bekerja untuk enzim amilase. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99,5% air, glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas atau hidrolisis awal pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Amilase yang terdapat dalam saliva adalah -amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosodat . Amilase liur akan segera terinaktivasi pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan. Percobaan enzim amilase ini adalah suatu bentuk analisis yang ditujukan untuk mengetahui aktivitas enzim. amilase adalah sebuah enzim yang berfungsi untuk memecahkan ikatan glikosidik yang dimiliki oleh poliskarida, ikatan glikosidik yaitu ikatan khas yang terdapat pada karbohidrat (monosakarida, disakarida , dan polisakarida), dengan perombakan oleh amilase suatu bentuk polisakarida dapat

dirubah menjadi bentuk intermedietnya yaitu disakarida. Amilase dapat dihasilkan di beberapa kelenjar eksokrin didalam tubuh, diantaranya air liur, pankeras, dll. Prinsip kerja praktikum kerja enzim amilum ini adalah komparasi kerja enzim yang diberi perlakuan termal yaitu dengan pemanasan dengan enzim yang tanpa pemanasan, dan dalam pengamatannya perlakuan iod sebagai indikator pengaruh suhu terhadap kerja enzim setiap interval 5 menit sekali. Ada dua teori yang menjelaskan mengenai cara kerja enzim yaitu: 1. Teori kunci dan gembok Teori ini diusulkan oleh Enul Fischer pada tahun 1894. Menurut teori ini, enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat. 2. Teori ketepatan induksi Teori ini diusulkan oleh Daniel Koshland pada 1958. Menurut teori ini, enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktuk yang fleksibel. Bentuk sisi aktif enzim, sisi aktif enzim berubah bentuk untuk menyerupai substrat Cara kerja enzim adalah dengan membentuk senyawa enzim-substrat, kemudian menghasilkan suatu produk tanpa merubah senyawa enzim itu sendiri, setelah produk terbentuk maka enzim akan melepaskan diri untuk membentuk senyawa baru dengan substrat yang lain. Dalam percobaan ini pula digunakan larutan Fehling A & B yang digunakan untuk menentukan bahan atau larutan mengandung amilum dan kadar glukosa juga untuk menandai enzim bekerja optimal atau tidak ditandai dengan perubahan warna nantinya. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan larutan Fehling B adalah Larutan kalium natrium tartrat dan NaOH dalam air. Kedua larutan ini disimpan dalam wadah terpisah dan baru akan dicampur ketika akan digunakan. Sumber Dasar Teori : Google.com Buku IPA Biologi kelas XI, Yudhistira Buku IPA Kimia kelas XI, Grafindo Media Pratama Alat dan Bahan : Penjepit Gelas reaksi Pipet tetes Tabung reaksi Cawan petri Aquades Corong kaca

Lensa mikroskop Pinset Pembakar spiritus Indicator PH universal Air liur Larutan Fetilling A & B Tepung kanji NaOH 10 % HCl 3,5 % Cara Kerja : Uji terhadap Amilum 1. Masukkan larutan kanji ke dalam tabung reaksi A & B masing-masing 1 ml 2. Masukkan 1 ml air liur ke dalam tabung B, kemudian kocok sampai rata dan biarkan selama 5 menit. 3. Ukur PH larutan kanji ke dalam tabung B dengan menggunakan indicator PH universal, kemudian catat hasilnya. 4. Masukkan masing-masing 3 tetes larutan fehling A & B ke dalam tabung A & B, kemudian dipanaskan diatas pembakar spiritus selama 1 menit. 5. Amati perubahan warna larutan pada tabung reaksi A & B Uji Larutan 1. Masukkan larutan kanji ke dalam tabung reaksi C & D masing-masing 1 ml. 2. Tambahkan 3 tetes HCl 3,5 % ke dalam tabung reaksi C & 3 tetes NaOH 10 % ke dalam tabung reaksi D. 3. Ukur PH larutan kanji dengan menggunakan kertas indicator PH universal & mencatat hasilnya. 4. Tambahkan 1 ml air liur masing-masing ke dalam tabung reaksi C & D, kemudian dikocok sampai rata & biarkan selama 5 menit. 5. Uji kedua larutan tersebut menggunakan fehling A & B, kemudian panaskan kedua larutan tersebut diatas pembakar spiritus selama 1 menit. 6. Mengamati perubahan warna larutan pada tabung reaksi C & D. Data Pengamatan :

Tabung

Bahan dan Perlakuan Bahan

Hasil uji + -

Larutan kanji + Fehling A & B

B C D

Larutan kanji + air liur + fehling A & B Larutan knaji + HCl + air liur + fehilng A & B Larutan kanji + NaOH + air liur + fehling A & B

Pertanyaan : Soal 1) Bagaimanakah perubahan warna pada tabung A & B? apa arti dari perubahan warna tersebut? 2) Mengapa pemberian HCl dan NaOH dilakukan lebih dahulu daripada air liur? 3) Pada pH berapa enzim ptialin bekerja secara efektif? Jawaban 1) Pada tabung A, tidak berubah. Karena tidak terjadi perubahan amilum menjadi maltosa. Pada tabung B, berubah. Karena adanya perubahan amilum menjadi maltosa. 2) Pemberian HCl dan NaOH dilakukan terlebih dahulu, Karena enzim ptialin akan bereaksi dengan larutan dalam tabung C & D. Sehingga pemberian HCl dan NaOH menjadi tidak ada fungsinya. Pemberian HCl dan NaOH sebelum air liur agar dapat menguji apakah ada pengaruh pH asam atau basa terhadap kerja enzim ptialin/amilase. 3) Enzim ptialin bekerja secara efektif saat pH mencapai kisaran 7. Bila dalam keadaan asam atau basa, enzim ini tidak bekerja efektif.