Anda di halaman 1dari 92

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: .... : X/2 : Fisika

Standar Kompetensi : 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Jenis termometer yang menggunakan zat cair yaitu . . . . a. pirometer b. termokopel c. termometer badan d. termometer bimetal e. termometer hambatan Suhu ruangan kelas pada pukul 10.00 sebesar 30C. Jika suhu ruangan tersebut diukur dengan termometer skala Fahrenheit, akan didapatkan nilai . . . F. a. 205 d. 86 b. 105 e. 76 c. 96 Tes tertulis Pilihan ganda Tes tertulis Mampu mendefinisikan pengertian kalor, kalor jenis, dan kapasitas kalor. Pilihan ganda 6 45 menit Tes tertulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Mampu mendeskripsikan prinsip kerja beberapa jenis termometer. 1. Menjelaskan prinsip kerja termometer. Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 2 45 menit 1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 27 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 29

Kompetensi Dasar Pendidikan karakter (*) Gemar membaca Ekonomi kreatif () Kreatif

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan

4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.

Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor

2. Menghitung kesetaraan skala angka antara termometer Celcius dengan termometer Fahrenheit. (*) ()

Mampu menggunakan persamaan perbandingan skala berbagai macam termometer.

4.3 M e n e r a p k a n asas Black dalam pemecahan masalah. Pendidikan karakter (**) Teliti 1. Menjelaskan hubungan antara nilai kapasitas kalor dengan kenaikan suhu.

Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor

Fisika Kelas X

1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 715 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 922

Besaran yang menunjukkan nilai banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu satu kilogram massa suatu zat sebesar 1 kelvin disebut .... a. kalor b. kalori c. kalor jenis d. kapasitas kalor e. tara kalor mekanik

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Suatu zat B bersuhu 150C dimasukkan ke dalam 500 gram air bersuhu 25C. Jika massa zat B 50 gram dengan nilai kalor jenis 1.050 J/kg K dan kalor jenis air 4.200 J/kg K, hitung suhu akhir campuran zat B dan air! Perhatikan grafik berikut ini!
Suhu (C) 100 0 5 P Q R U S T

2
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Bentuk Instrumen Uraian Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 3. Seperangkat alat praktikum pengaruh massa benda terhadap nilai suhu akhir campuran 2. Menghitung suhu akhir menggunakan asas Black. Tes tertulis Mampu menjelaskan mengenai asas Black. 3. Menjelaskan peng- aruh kalor terhadap perubahan wujud zat (air). Mampu mendefinisikan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. Tes tertulis Pilihan ganda
Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

Jika grafik tersebut menunjukkan kenaikan suhu 100 gram air, kondisi air yang semuanya dalam bentuk uap terjadi pada titik . . . . a. Q d. T b. R e. U c. S 4. Membuktikan penga- ruh massa benda terhadap nilai suhu akhir suatu campuran. (**) 5. Menghitung pemuai- an panjang pada zat padat. Mampu menjelaskan bahwa massa suatu benda berpengaruh terhadap suhu akhir suatu campuran. Mampu merumuskan pemuaian pada zat padat dan zat cair. Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Timbang massa air yang ingin dicampur dan ukur suhu masing-masing. Ukurlah suhu campuran yang terjadi.

Tes tertulis

Uraian

Selembar kuningan seluas 100 cm2 dibakar dari suhu awal 30C hingga 150C. Jika koefisien muai panjang kuningan 1,9 105/C, hitung luas kuningan setelah pembakaran!

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Sebatang logam sepanjang 50 cm dipanaskan selama 15 menit sehingga mengalami kenaikan suhu sebesar 100C. Jika terjadi perubahan panjang sebesar 0,05 cm, hitung koefisien muai volume batang logam tersebut! Jelaskan mengenai konduksi, konveksi, dan radiasi serta berikan contoh peristiwa keseharian yang berhubungan dengan hal-hal tersebut! Laju konveksi di sebuah ruangan yaitu 1 104 kal/s cm2. Sebuah benda seluas 2 m 2 berada di ruang tersebut. Jika selisih suhu antara ruangan dengan benda 5C, hitung laju kalor yang diterima benda! 2 45 menit Tes tertulis Uraian Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 6. Menghitung suhu akhir pada pemuaian volume. Mampu menggunakan persamaan pemuaian volume suatu zat.

4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor. Pendidikan karakter (***) Rasa ingin tahu 1. Menjelaskan dan menyebutkan contoh peristiwa pada perpindahan kalor. (***) Mampu mendefinisikan macam-macam perpindahan kalor. Tes tertulis Uraian

Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor

2. Menghitung laju kalor konveksi.

Mampu menggunakan persamaan perpindahan kalor.

Tes tertulis

Uraian

1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 1619 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 2330

Fisika Kelas X

4
Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Muatan listrik mengalir 60 C melalui suatu penghantar selama 2 menit. Kuat arus yang mengalir sebesar . . . A. a. 0,36 d. 12 b. 0,5 e. 55 c. 5 Jelaskan pengukuran potensial listrik menggunakan voltmeter! Bagaimana cara memperbesar batas ukur voltmeter? Uji petik kerja prosedur Rangkailah sumber tegangan (baterai) dengan lampu. Ukurlah kuat arus listrik menggunakan multimeter. Tambahlah baterai dan amati besar arus yang terbaca pada multimter. Tes tertulis Pilihan ganda Sepotong kawat tembaga pada suhu 25C mempunyai hambatan 60 . Koefisien suhu tembaga 4 10 3/C, hambatan kawat tersebut pada suhu 40C sebesar . . . . a. 61,0 d. 62,5 b. 61,25 e. 63,6 c. 62 10 45 1. Buku PR Fisika Kelas X Semesmenit ter 2 , Intan Pariwara, halaman 3045 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 4972 1. Menghitung hambatan listrik pada suhu tertentu. Tes tertulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Mampu menjelaskan mengenai besaran-besaran listrik. 1. Menghitung kuat arus listrik. Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 4 45 menit Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 2. Menjelaskan mengenai batas ukur suatu alat ukur listrik. Mampu mendefinisikan alat ukur besaran listrik. Tes tertulis Uraian 1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 2429 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 4049 3. Seperangkat alat praktikum untuk menyelidiki hubungan kuat arus dan beda potensial 3. Mengadakan praktikum untuk menyelidiki hubungan antara kuat arus listrik dan beda potensial. (*) Mampu menjelaskan hubungan antara kuat arus listrik dan beda potensial. Tes unjuk kerja Mampu merumuskan hambatan listrik yang dipengaruhi suhu.

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: .... : X/2 : Fisika

Silabus

Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

5.3 Menggunakan alat ukur listrik.

Listrik Dinamis P e n d i d i k a n karakter (*) Teliti

5.1 Memformulasikan besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Listrik Dinamis P e n d i d i k a n karakter (**) Peduli lingkungan (***) Kreatif

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Rangkailah kawat dengan sumber tegangan. Selanjutnya, ukurlah besarnya arus dan tegangan listrik pada kawat. Hitunglah hambatan kawat. Perhatikan gambar!
3 A 9 B

Kompetensi Dasar Bentuk Instrumen Uji petik kerja prosedur 2. Mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi nilai hambatan kawat dengan melakukan praktikum. Mampu mengaplikasikan susunan rangkaian listrik dalam perhitungan. Pilihan ganda
6V

Materi Pokok/ Pembelajaran Menyelidiki faktorfaktor yang memengaruhi nilai hambatan kawat dengan melakukan praktikum. Tes unjuk kerja Menghitung tegangan dalam rangkaian listrik. Tes tertulis

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

3.

Dua hambatan yang dipasang seri dihubungkan pada baterai seperti gambar tersebut. Beda potensial di titik A dan B adalah . . . V. a. 4,5 d. 9 b. 6 e. 12 c. 7,5 4. Mampu memahami ragkaian seri dan paralel. Mampu merumuskan energi dan daya listrik. Menjelaskan perbedaan rangkaian seri dan paralel melalui percobaan. Menghitung biaya dalam pemakaian alat listrik. (**) Tes unjuk kerja Tes tertulis Uji petik kerja prosedur Uraian Ukurlah arus dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel!

3. Buku BSE Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk SMA dan MA Kelas X , Pusbuk, halaman 166200 4. Seperangkat alat praktikum hambatan kawat 5. Seperangkat alat praktikum mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri dan paralel

5.

Fisika Kelas X

Bu Sinta seorang pembuat kue. Dia memiliki oven berdaya 2.200 W. Oven tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan 220 V. Oven digunakan untuk membuat kue selama 8 jam sehari. a. Berapa hambatan oven? b. Berapa biaya pemakaian listrik untuk oven dalam sebulan jika biaya energi listrik Rp720,00/kWh?

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut!
R1 = 4 R3 = 6 R2 = 2

6
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Bentuk Instrumen Pilihan ganda Uraian Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 6. Menghitung kuat arus pada rangkaian dua loop. (***) Mampu menentu- Tes kan kuat arus pada tertulis rangkaian majemuk dua loop. Arus I yang melewati R1 sebesar . . . ampere. a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 Ekonomi kreatif () Kreatif 1. Menjelaskan perbedaan listrik DC dan AC Menyebutkan ciriciri listrik AC. Mampu menjelaskan kelebihan dan kelemahan listrik AC maupun DC. 2. Mampu membeda- Tes kan tegangan DC tertulis dan tegangan AC. Pilihan ganda Jelaskan ciri-ciri listrik DC! Perhatikan grafik E terhadap t berikut! . . . . 1) E
t E1 = 8 V E2 = 18 V

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

5.2 Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan seharihari.

Listrik Dinamis

2 45 menit

2)

E t

1. Bulu PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 4548 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 7276 3)
E

4)

E t

Grafik tegangan AC ditunjukkan oleh nomor . . . . a. 1), 2), dan 3) b. 1) dan 3) c. 2) dan 3) d. 2) dan 4) e. 4) 3. Menjelaskan mengenai pemakaian listrik DC. () Mampu mendefini- Tes sikan penggunaan tertulis listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari. Pilihan ganda Peralatan berikut yang menggunakan arus DC adalah . . . . a. blender b. lemari es c. kipas angin d. lampu neon e. telepon genggam

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: .... : X/2 : Fisika

Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan prinsip gelombang elektromagnetik.


Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen
Gambarkan arah getar medan listrik dan medan magnetik yang membentuk gelombang elektromagnetik! Urutan spektrum gelombang elektromagnetik yang benar dari frekuensi terkecil hingga terbesar adalah . . . . a. cahaya biru, cahaya hijau, sinar inframerah, dan gelombang mikro b. cahaya merah, cahaya biru, sinar X, dan sinar gamma c. sinar inframerah, sinar ultraviolet, cahaya ungu, dan cahaya hijau d. gelombang mikro, cahaya merah, gelombang radio, dan sinar gamma e. sinar X, sinar gamma, cahaya ungu, dan gelombang radio Tes tertulis Pilihan ganda Perhatikan foto di bawah ini! 4 45 menit Tes tertulis Uraian

Kompetensi Dasar Bentuk Instrumen Pendidikan


1. karakter (*) Rasa ingin tahu 2. Tes tertulis Pilihan ganda Menjelaskan urutan spektrum gelombang elektromagnetik. Mampu mendefinisikan spektrum gelombang elektromagnetik. Menjelaskan sifat gelombang elektromagnetik. (*) Mampu mendefinisikan mengenai gelombang elektromagnetik. 1.

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan

Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

6.1

Mendeskripsikan s p e k t r u m gelombang elektromagnetik.

Gelombang Elekromagnetik

2.

Buku PR Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 6070 Buku PG Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 104120

6.2 Pendidikan karakter (**) Gemar membaca Ekonomi kreatif (*) Kreatif 3. Menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik. (**) ()

Menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada kehidupan seharihari.

Gelombang Elekromagnetik

Mampu menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik.

Fisika Kelas X
4. Menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada teknologi terkini. Mampu menjelaskan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik. Portofolio Dokumen kerja

Suhu tubuh manusia dapat terdeteksi dengan hasil foto yang menggunakan gelombang elektromagnetik berjenis .... a. gelombang mikro b. sinar inframerah c. cahaya rontgen d. sinar ultraviolet Buatlah daftar peralatan terkini yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik!

8
Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Cahaya yang mengenai kayu akan mengalami .... a. pembelokan b. pemantulan c. pembiasan d. pemantulan baur e. pemantulan teratur Seorang gadis setinggi 160 cm berdiri di depan cermin datar. Gadis itu dapat melihat bayangan seluruh tubuhnya jika tinggi minimal cermin yang dipakai adalah . . . cm. a. 60 d. 125 b. 80 e. 150 c. 100 Tes tertulis Pilihan ganda Tes tertulis Pilihan ganda
X Kaca udara Y 5) 4) 1) 2) 3)

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: .... : X/2 : Fisika

Silabus

Standar Kompetensi : 3. Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik.


Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Bentuk Instrumen Pilihan ganda Pendidikan karakter (*) Rajin 1. Tes tertulis Mampu mendefinisikan pemantulan cahaya pada cermin. Menjelaskan akibat dari cahaya yang mengenai suatu benda. Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

3.1 Menganalisis alat optik secara kualitatif dan kuantitatif.

Alat-Alat Optik

8 45 menit

2. Mampu menghitung besaran-besaran fisis pada pemantulan cahaya.

Menentukan besaran pada cermin.

1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 7291 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 122152 3. Seperangkat alat praktikum pembiasan cahaya 4. Seperangkat alat praktikum pembentukan bayangan pada lensa cembung

3.

Menjelaskan mengenai pembiasan cahaya. (*)

Mampu mendefinisikan hukum pembiasan cahaya.

Suatu sinar X dalam kaca menumbuk permukaan kaca pada Y (lihat gambar). Sinar akan keluar dari kaca pada lintasan . . . . a. 1) d. 4) b. 2) e. 5) c. 3)

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Indeks bias mutlak air adalah bias bensin adalah 2 . Indeks bias relatif bensin terhadap air adalah . . . . a. b. c. 5. Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Pilihan ganda Tes tertulis Menyelidiki pembiasan cahaya melalui percobaan. Menentukan sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cembung. Mampu menentukan sifat bayangan yang terbentuk pada lensa. Mampu memahami sifat pembiasan cahaya dengan melakukan praktikum. e.
8 9 9 8 10 9 3 4 3

Kompetensi Dasar Bentuk Instrumen Pilihan ganda dan indeks

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 4. Tes tertulis Mampu menghitung besaran-besaran fisis yang terkait dengan pembiasan dan indeks bias. d.
9 10 9 7

Menghitung indeks bias relatif dua medium.

Arahkan senter ke air yang berada di gelas bening. Catatlah sudut sinar bias yang terbentuk. Sifat bayangan yang terbentuk oleh lensa cembung dari sebuah benda yang terletak di antara titik fokus dan titik pusat kelengkungan adalah . . . . a. sejati, tegak, dan diperbesar b. maya, tegak, dan diperbesar c. maya, tegak, dan sama besar d. sejati, terbalik, dan diperbesar e. maya, terbalik, dan diperbesar

6.

Fisika Kelas X

7.

Menetukan hubungan besaran-besaran pada lensa cembung.

Mampu menyimpulkan hubungan besaran-besaran pada lensa cembung.

Tes unjuk kerja

Uji petik kerja prosedur

Letakkan benda di dekat lensa cembung. Catatlah jarak bayangan yang terbentuk untuk menentukan besaran-besaran lainnya pada lensa cembung.

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Perhatikan gambar lensa di bawah ini!
(+)

10
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Bentuk Instrumen Pilihan ganda Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu 8. Menentukan letak benda dari lensa positif. Mampu menentukan letak benda dan bayangan pada suatu lensa.
5 4 3 2 1 2F F F 2F

Kompetensi Dasar Tes tertulis

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

Lensa tersebut memiliki jarak fokus F. Terbentuk bayangan nyata dan diperbesar jika benda diletakkan di titik . . . . a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 9. Pilihan ganda Menjelaskan fungsi dari bagian-bagian mata. (**) Mampu mendefinisikan berbagai macam alat optik. Tes tertulis Bagian mata yang mengatur banyak cahaya yang masuk ke dalam mata adalah . . . . a. pupil b. lensa c. retina d. kornea e. otot siliaris Uraian Perbesaran total sebuah mikroskop adalah 100 kali. Jika perbesaran yang dibentuk lensa objektif 5 kali, berapakah perbesaran lensa okulernya? 1. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 9199 2. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 152163

3.2 M e n e r a p k a n alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan karakter (*) P e d u l i sosial Ekonomi kreatif () Inovatif

10. Menghitung perbesaran pada mikroskop. ()

Mampu merumus- Tes kan besaran-be- tertulis saran fisis pada alat optik.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab I Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/2 Fisika 10 45 menit Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.

Standar Kompetensi : 4. Kompetensi Dasar

: 4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat. 4.2 Menganalisis cara perpindahan kalor. 4.3 Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah.

Indikator Pencapaian Kompetensi Mendeskripsikan prinsip kerja beberapa jenis termometer. Menggunakan persamaan perbandingan skala berbagai macam termometer. Mendefinisikan pengertian kalor, kalor jenis, dan kapasitas kalor. Menjelaskan mengenai asas Black. Mendefinisikan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. Menjelaskan bahwa massa suatu benda berpengaruh terhadap suhu akhir suatu campuran. Merumuskan pemuaian pada zat padat dan zat cair. Menggunakan persamaan pemuaian volume suatu zat. Mendefinisikan macam-macam perpindahan kalor. Menggunakan persamaan perpindahan kalor. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. menjelaskan prinsip kerja berbagai termometer; 2. menghitung kesetaraan skala angka antara termometer Celcius dengan termometer Fahrenheit; 3. menjelaskan hubungan antara nilai kapasitas kalor dengan kenaikan suhu; 4. menghitung suhu akhir menggunakan asas Black; 5. menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat (air); 6. membuktikan pengaruh massa benda terhadap nilai suhu akhir suatu campuran; 7. menghitung pemuaian panjang pada zat padat; 8. menghitung suhu akhir pada pemuaian volume; 9. menjelaskan dan menyebutkan contoh peristiwa pada perpindahan kalor; serta 10. menghitung laju kalor konveksi.
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 1. Pendidikan Karakter : Gemar Membaca, Teliti, dan Rasa Ingin Tahu 2. Ekonomi Kreatif : Kreatif

Materi Pembelajaran 1. Suhu 2. Kalor 3. Pemuaian 4. Perpindahan Kalor Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI) 2. Metode a. Diskusi b. Praktikum

Fisika Kelas X

11

Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menanyakan pengertian suhu kepada siswa. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui alat ukur suhu. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan suhu dan termometer. Guru menjelaskan skala termometer. Guru menjelaskan zat pengisi termometer. Guru menjelaskan konversi skala termometer. b. Elaborasi Siswa mengerjakan soal latihan mengenai materi yang telah diberikan. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan guru. Guru memeriksa hasil pekerjaan siswa. Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mencari buku-buku referensi yang terkait dengan termometer. (*) (*) Pendidikan Karakter (Gemar Membaca) Guru mengarahkan langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan termometer sederhana. Siswa saling bekerja sama dalam membuat termometer. Jika menemui kesulitan, siswa sebaiknya bertanya kepada guru. () () Pendidikan Ekonomi Kreatif (Kreatif) c. Konfirmasi Guru membahas soal latihan yang telah dikerjakan siswa. Guru memberi penilaian kepada siswa. Kegiatan Penutup (5 menit) Guru memberi pekerjaan rumah untuk dikerjakan siswa. Pertemuan Kedua 1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menanyakan kepada siswa definisi kalor. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui satuan kalor. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan kalor jenis dan kapasitas kalor. Guru menjelaskan asas Black. Guru menjelaskan perubahan wujud zat akibat kalor. b. Elaborasi Guru memberi soal latihan kepada siswa untuk dikerjakan di depan kelas. Siswa mengerjakan soal latihan dari guru. c. Konfirmasi Guru bersama siswa membahas soal latihan.

2.

3.

2.

12

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3.

Kegiatan Penutup (5 menit) Guru memberi pekerjaan rumah tentang materi yang diberikan. Guru mengingatkan siswa bahwa praktikum akan diadakan pada pertemuan berikutnya. Pertemuan Ketiga Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menjelaskan nilai penting pengetahuan hubungan massa suatu benda dengan suhu hasil campuran. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui alat-alat praktikum dan cara kerja praktikum. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan alat-alat praktikum. Guru menjelaskan cara melaksanakan praktikum mengenai hubungan massa dengan suhu campuran. Guru mengingatkan siswa untuk teliti dalam melakukan praktikum. b. Elaborasi Siswa menyiapkan alat-alat praktikum. Siswa melakukan praktikum sesuai petunjuk di dalam buku. Guru selalu mengingatkan siswa agar bersikap teliti dalam melakukan semua aktivitas baik mengerjakan soal maupun melakukan praktikum. (*) (*) Pendidikan Karakter (Teliti) c. Konfirmasi Guru menanyakan suhu campuran yang didapatkan dari hasil praktikum. Guru dan siswa menyimpulkan pengaruh massa benda terhadap suhu campuran. Kegiatan Penutup (5 menit) Guru meminta siswa membuat laporan sementara hasil praktikum. Pertemuan Keempat Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru memberi contoh peristiwa sehari-hari peristiwa pemuaian. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui contoh pemuaian dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan pemuaian panjang, luas, dan volume pada zat padat. Guru menjelaskan pemuaian volume pada zat cair. Guru menjelaskan pemuaian volume pada zat gas. b. Elaborasi Guru memberi contoh peristiwa pemuaian dalam kehidupan. Guru memberi soal latihan untuk dikerjakan siswa. Siswa mengerjakan soal latihan. c. Konfirmasi Guru dan siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan siswa.

1.

2.

3.

1.

2.

Fisika Kelas X

13

3.

Kegiatan Penutup (5 menit) Guru memberikan pekerjaan rumah untuk siswa. Pertemuan Kelima Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru memberi ilustrasi peristiwa perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui jenis-jenis perpindahan kalor. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan definisi konduksi, konveksi, dan radiasi. Guru memberi contoh peristiwa konduksi, konveksi, dan radiasi. Guru menjelaskan persamaan perambatan kalor pada konduksi, konveksi, dan radiasi. b. Elaborasi Guru memberi soal latihan untuk dikerjakan siswa. Siswa maju ke depan kelas mengerjakan soal latihan. Guru dapat memotivasi siswa untuk mencari tahu mengenai penerapan kalor dalam kehidupan sehari-hari. (*) (*) Pendidikan Karakter (Rasa Ingin Tahu) c. Konfirmasi Guru dan siswa membahas hasil pekerjaan siswa. Guru memberi penilaian dari hasil pekerjaan siswa. Kegiatan Penutup (5 menit) Guru dan siswa menyimpulkan konsep perpindahan kalor.

1.

2.

3.

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, 2012 2. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, 2012 Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
Teknik Tes tertulis Tes unjuk kerja Bentuk Instrumen Pilihan ganda Uraian Uji petik kerja prosedur

2.

Contoh Instrumen a. Tes Tertulis 1) Pilihan ganda Suhu ruangan kelas pada pukul 10.00 sebesar 30C. Jika suhu ruangan tersebut diukur dengan termometer skala Fahrenheit akan didapatkan nilai . . . F. a. 205 d. 86 b. 105 e. 76 c. 96 2) Uraian Selembar kuningan seluas 100 cm2 dibakar dari suhu awal 30C hingga 150C. Jika koefisien muai panjang kuningan 1,9 105/C, hitung luas kuningan setelah pembakaran!

14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b.

Tes Unjuk Kerja Uji Petik Kerja Prosedur Timbang massa air yang ingin dicampur dan ukur suhu masing-masing. Ukur suhu campuran yang terjadi. Rubrik:
No. 1. 2. 3. 4. Aspek Kesesuaian kegiatan dengan prosedur Perolehan data Pengolahan data Kesimpulan Total Skor Maksimum 10 15 25 5 50 Skor Perolehan Siswa

Nilai akhir =

Jumlah skor perolehan siswa Jumlah skor maksimum

100

________, __________________ Mengetahui, Kepala SMA ________________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

Fisika Kelas X

15

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab III Gelombang Elektromagnetik


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/2 Fisika 4 45 menit (2 pertemuan) Memahami konsep dan prinsip gelombang elektromagnetik.

Standar Kompetensi : 6. Kompetensi Dasar

: 6.1 Mendeskripsikan spektrum gelombang elektromagnetik. 6.2 Menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada kehidupan sehari-hari.

Indikator Pencapaian Kompetensi Mendefinisikan mengenai gelombang elektromagnetik. Mendefinisikan spektrum gelombang elektromagnetik. Menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik. Menjelaskan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. menjelaskan sifat gelombang elektromagnetik; 2. menjelaskan urutan spektrum gelombang elektromagnetik; 3. menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik; 4. menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada teknologi terkini.
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 1. Pendidikan Karakter : Gemar Membaca dan Rasa Ingin Tahu 2. Ekonomi Kreatif : Kreatif

Materi Pembelajaran Gelombang Elektromagnetik dan Aplikasinya Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI) 2. Metode a. Diskusi b. Praktikum Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menanyakan proses terbentuknya gelombang elektromagnetik. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui sifat gelombang elektromagnetik. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan sifat gelombang elektromagnetik. Guru menjelaskan spektrum gelombang elektromagnetik. Guru menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik.

2.

16

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b.

c.

Elaborasi Siswa menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik. Siswa mengerjakan soal latihan. Siswa mencari tahu pembuatan gelombang elektromagnetik. Siswa diharapkan lebih mengetahui seluk-beluk gelombang elektromagnetik. (*) (*) Pendidikan Karakter (Rasa Ingin Tahu) Konfirmasi Guru membahas soal yang telah dikerjakan siswa. Guru memberi penilaian kepada siswa.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit) Guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan. Guru juga memberi tugas kepada siswa untuk melakukan pertemuan yang akan datang. Pertemuan Kedua Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a. Motivasi Guru menanyakan mengenai aplikasi gelombang elektromagnetik. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui aplikasi gelombang elektromagnetik. Kegiatan Inti (2 40 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mengenai teknologi terkini yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik. b. Elaborasi Siswa menjelaskan manfaat gelombang elektromagnetik. Siswa banyak membaca mengenai perkembangan teknologi yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik. Hal ini akan menambah wawasan siswa sehingga siswa dapat dengan mudah menjawab pertanyaan yang diberikan guru. (*) (*) Pendidikan Karakter (Gemar Membaca) Siswa mencoba membuat radio sekolah sebagai penerapan gelombang elektromagnetik. Kreativitas mereka diharapkan bisa bermanfaat bagi kehidupan. () () Ekonomi Kreatif (Kreatif) c. Konfirmasi Guru dan siswa mendiskusikan tugas yang dikerjakan siswa bersama-sama. Kegiatan Penutup (5 menit) Guru menyimpulkan seluk beluk gelombang elektromagnetik.

1.

2.

3.

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, 2012 2. Buku PR Fisika Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, 2012 Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
Teknik Tes tertulis Portofolio Bentuk Instrumen Pilihan ganda Uraian Dokumen pekerjaan

Fisika Kelas X

17

2.

Contoh Instrumen a. Tes Tertulis 1) Pilihan ganda Urutan spektrum gelombang elektromagnetik yang benar dari frekuensi terkecil hingga terbesar adalah . . . . a. gelombang mikro, cahaya merah, gelombang radio, dan sinar gamma b. sinar inframerah, sinar ultraviolet, cahaya ungu, dan cahaya hijau c. cahaya biru, cahaya hijau, sinar inframerah, dan gelombang mikro d. sinar X, sinar gamma, cahaya ungu, dan gelombang radio e. cahaya merah, cahaya biru, sinar X, dan sinar gamma 2) Uraian Gambarkan arah getar medan listrik dan medan magnetik yang membentuk gelombang elektromagnetik!

b.

Portofolio Dokumen Pekerjaan Buatlah daftar peralatan terkini yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

________, __________________ Mengetahui, Kepala SMA ________________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

18

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bab I

Suhu dan Kalor

T F = 32 4 T F = 40 Jadi, termometer Celsius dan Fahrenheit menunjuk angka yang sama pada suhu 40. 8. Jawaban: d Diketahui: T 1 = 10C T2 = 353 K Ditanyakan: T (C) Jawab: C = T K 273 T2 T2 C = 353 273 T 2C = 80 T = T2 T1 = 80C 10C = 70C Kenaikan suhu air sebesar 70C. 9. Jawaban: d Diketahui: T C = 30 Ditanyakan: T F Jawab: T C = 9 (T F 32) 30 = 9 (T F 32) (T F 32)= 30 T F = 30 + 32 T F = 54 + 32 T F = 86 Suhu ruangan kelas adalah 86F. 10. Jawaban: d Titik tetap atas termometer Celcius diambil dari titik didih air murni. Titik tetap bawah termometer Celcius diambil dari titik beku air murni. 11. Jawaban: d Keunggulan raksa sebagai zat pengisi termometer sebagai berikut. 1) Tidak membasahi dinding. 2) Jangkauan ukur suhu tertinggi hingga 357C. 3) Mudah menyerap suhu benda yang diukur. 12. Jawaban: e Kelvin = 373 0 = 373 skala Celcius = 100 (273) = 373 skala Reamur = 80 (218) = 298 skala Fahrenheit = 212 (460) = 672 skala 19
9 5 9 5

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Termometer bimetal, termokopel, dan termometer hambatan menggunakan prinsip pemuaian logam. Pirometer menggunakan sensor intensitas radiasi benda yang diukur. 2. Jawaban: d Raksa memiliki jangkauan suhu antara 39C hingga 357C. Berdasarkan jangkauan suhu ini, termometer yang menggunakan raksa tidak tepat untuk mengukur suhu hingga 900C. 3. Jawaban: c Skala 0C ditentukan dari suhu membekunya air murni. Skala 100C ditentukan dari mendidihnya air murni. 4. Jawaban: c Nol mutlak atau nol absolut adalah kondisi suatu partikel dalam keadaan diam. Keadaan ini terjadi pada suhu 0 K atau 273C. 5. Jawaban: b Titik tetap bawah termometer Fahrenheit bernilai 32F, sedangkan titik tetap atasnya 212F. 6. Jawaban: e Perbandingan keempat temometer yaitu C : R : F : K = 5 : 4 : 9 : 5. Jadi, perbandingan skala Celcius dan Fahrenheit adalah 5 : 9. 7. Jawaban: a T C = 9 (T F 32) T C = T F
5 9 5

5 5

(T F 32) = T F T F 32 =
9 T F 5

9 5

T F T F= 32
4 5

T F = 32

Fisika Kelas X

13. Jawaban: e 1) Pada skala Fahrenheit titik tetap bawah menggunakan suhu campuran es dan garam. 2) Pada skala Reamur titik tetap bawah menggunakan titik lebur es. 3) Pada skala Celcius titik tetap bawah menggunakan suhu air murni yang sedang membeku. 14. Jawaban: c Diketahui: Tb = 25X Ta = 125X Ditanyakan: T X = TC Jawab:
C 100 A x 0 B C X D E F 125 x 25

B. Uraianoal-s 1. a. Termometer raksa dan alkohol Termometer dengan bahan muai berupa raksa dan alkohol. b. Termometer gas Termometer yang bekerja berdasarkan tekanan gas dalam suatu ruangan. c. Pirometer Termometer yang memanfaatkan radiasi benda untuk menentukan nilai suhunya. d. Termometer bimetal Termometer yang bekerja berdasarkan pemuaian logam. Catatan untuk guru: Jawaban siswa bisa berbeda-beda. 2. Diketahui: T R = 40 Ditanyakan: T F Jawab: T C = 4 T R = 4 (40) = 50 T C = 9 (T F 32)
5 5 5 5

A B AC 100 x 100 0

= DF

DE 125 x

50 = 9 (T F 32) T F = 50 5 + 32 = 90 + 32 = 122 Jadi, suhu ruangan dalam skala Fahrenheit 122F. 3 Diketahui: T F = 302 Ditanyakan: T K Jawab: T C = 9 (T F 32) T C = 9 (302 32) T C = 9 (270) T C = 150 Menghitung suhu dalam satuan Kelvin. T C = T K 273 150 = T K 273 T K = 150 + 273 = 423 Jadi, suhu benda 423 K. 4. a. Menggunakan persamaan A C = D F .
200 92 20 A C 100 TC 0

= 125 (25) =
125 x 150

100 x 100

150(100 x) = 100(125 x) 15.000 150x = 12.500 100x 15.000 12.500 = 100x + 150x 2.500 = 50x x = 50 = 50 Jadi, termometer X dan termometer Celcius menunjukkan skala yang sama pada suhu 50. 15. Jawaban: c Diketahui: Y0 = 40y Y1 = 140y T F = 176F Ditanyakan: T Y Jawab:
A B AC 212 176 212 32

5 5

2.500

= DF

DE 140 y

A B

DE

= 140 40 =
140 y 100

36 180 36 180

100 = 140 y

20 = 140 y y = 140 20 = 120 Nilai yang ditunjukkan termometer Y adalah 120Y.

20

Kunci Jawaban dan Pembahasan

200 92 200 20

= 100 0 = 100 0
108

100 T C 100 T C

108 180

100 T C = 180 100 T C = 100 180 100 = 100 60 = 40 T C = 4 TR 40 = 4 TR T R = 40 5 = 32 TC = 9 (T F 32) 40 = 9 (T F 32) T F 32 = 40 5 TF = 40 5 + 32 = 104 Jadi, 92A = 40C = 32R = 104F. b. Kedua skala menunjukkan angka yang sama, sehingga T C = T A.
200 T A 200 20

108

5 5

1. Jawaban: c Kalor adalah energi panas zat yang dapat berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Kalori adalah satuan kalor yang setara dengan 4,184 joule. Kapasitas kalor adalah banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 1C atau 1 K. Tara kalor mekanik = kesetaraan. 2. Jawaban: c Diketahui: m = 250 g = 0,25 kg c = 4.200 J/kgC T = (100 10)C = 90C Ditanyakan: Q Jawab: Q = m c T = (0,25 kg)(4.200 J/kgC)(90C) = 94.500 joule Jadi, besar kalor yang diperlukan 94.500 joule. 3. Jawaban: d Diketahui: mzat = 1 gram Q = 250 100 = 150 kalori Ditanyakan: L Jawab: Q = m L L= m =
Q
150 kalori 1gram

5 5

= 100 0 T C = T A =

100 T C

100(200 T C) = 180(100 T C) 200 T C =


180 100

200 T C 180

100 T C 100

= 150 kal/gram

Jadi, kalor lebur zat tersebut bernilai 150 kal/gram. 4. Jawaban: e Berdasarkan konsep asas Black, Qlepas = Qserap, suhu air campuran akan mengalami kesetimbangan pada titik tertentu. Air yang bersuhu tinggi akan melepas kalor, sedangkan air yang bersuhu rendah akan menyerap kalor. Suhu kesetimbangan lebih besar dari suhu air dingin dan lebih kecil dari suhu air panas. 5. Jawaban: a Diketahui: mair = 300 g mes = 50 g Tair = 25C Tes = 0C L = 80 kal/g cair = 1 kal/gC Ditanyakan: Tcampuran Jawab:
maircair(Tair Tcampuran) = mes Les + mes cair(Tcampuran Tes) (300)(1)(25 Tcampuran) = (50)(80) + (50)(1)(Tcampuran 0) (7.500 300Tcampuran) = 4.000 + 50Tcampuran 3.500 = 350Tcampuran Tcampuran = 10

(100 T C)
9

200 T C = 180 5 T C T C + 5 T C = 180 200


4 5 9

T C = 20
5

T C = 20 4 = 25 Kedua skala menunjukkan angka yang sama pada angka 25. 5.


A B 180 B

= =

4 3 4 3

B = 135 B = B B0 B0 = B B B0 = 90B 135B = 45B Titik tetap bawah termometer B yaitu 45B.

Jadi, suhu akhir campuran 10C.

Fisika Kelas X

21

6. Jawaban: e P Q = air es yang mengalami kenaikan suhu Q R = es melebur R S = air mengalami kenaikan suhu S T = air mendidih U = kondisi air yang berubah wujud menjadi uap 7. Jawaban: c Diketahui: Tx = 75C Ty = 25C Tc = 45C Ditanyakan: x : y Jawab: Qlepas = Qserap mxc (Tx Tc) = myc (Tc Ty) mx(75C 45C) = my(45C 25C) 30mx = 20my
mx my mx my

Jawab:
m1 cair (T1 Tc) = m2 cair (Tc T2) (60 g)(1 kal g1 C1)(90C Tc) = (40 g)(1 kal g1 C1)(Tc 25C) 5.400 60Tc = 40Tc 1.000 100Tc = 6.400 Tc = 64

Suhu akhir campuran adalah 64C. 11. Jawaban: c Diketahui: Les = 3,3 105 J/kg Ditanyakan: mes Jawab: Q L = m L 3 9,9 10 J 3,3 103 J = m (3,3 105 J/kg) 6,6 103 J = m (3,3 105 J/kg) m = 0,02 kg = 2 102 kg Jadi, massa es yang melebur sebesar 2 102 kg. 12. Jawaban: b Diketahui: Tes = 6C C = 27 kal/K mes = 36 g ces = 0,5 kal/g K Les = 80 kal/g cair = 1 kal/g K Talk = 50C calk = 0,58 kal/g K temperatur akhir T = 8C Berlaku asas Black yang menyatakan kalor yang diserap sama dengan kalor yang dilepaskan. Es menyerap kalor, suhunya naik menjadi 0C, kemudian melebur menjadi air, lalu naik suhunya menjadi 8C. Kalor yang diserap es adalah Qes = mescesT + mesLes + mescairT = (36)(0,5)(0 (6)) + (36)(80) + (36)(1)(8) = 108 + 2.880 + 288 = 3.276 Pada kalorimeter, temperatur naik dari 6C menjadi 8C sehingga kalorimeter menyerap panas sebesar Qkal = C T = (27)(8 (6)) = 378 Kalor yang dilepas alkohol diserap oleh es dan kalorimeter sehingga Qalk = Qes + Qkal malkoholcalkohol T = 3.276 + 378 malkohol (0,58)(50 8) = 3.654 malkohol = 24,36 = 150 Jadi, massa alkohol yang harus dituangkan supaya temperatur akhir menjadi 8C adalah sebesar 150 gram.
3.654

= 30 =
2 3

20

Jadi, perbandingan massa x dan y adalah 2 : 3. 8. Jawaban: b Diketahui: Les = 80 kal/g c = 0,5 kal/gC Qtotal = 6.000 kal Ditanyakan: m Jawab: Qtotal = 2.000 kal + Qlebur 6.000 kal = 2.000 kal + Qlebur Qlebur = (6.000 2.000) kal Qlebur = 4.000 kal Qlebur = mes Les 4.000 kal = mes (80 kal/g) mes = 80 kal/g = 50 g Jadi, massa es yang melebur 50 g. 9. Jawaban: a Pada industri pengecoran logam, bijih logam atau sampah logam dalam bentuk padat dileburkan hingga berubah menjadi cair lalu dicetak sesuai bentuk benda yang diinginkan. Jadi, proses yang terjadi yaitu peleburan dan pemadatan. 10. Jawaban: d Diketahui: m1 = 60 g T1 = 90C m2 = 40 g T2 = 25C cair = 1 kal g1 C1 Ditanyakan: Tc
4.000 kal

22

Kunci Jawaban dan Pembahasan

13. Jawaban: a Diketahui: T

Jawab: Qlepas = Qserap mbc b(Tb Tc) = mac a(Tc Ta) (0,05)(1.050)(150 Tc) = (0,5)(4.200)(Tc 25C) 7.875 52,5Tc = 2.100Tc 52.500 2.152,5Tc = 60.375 Tc 28 Jadi, suhu campuran sebesar 28C. 3. Diketahui: Ck = 1.000 J/K Tk = (T 30C) mb = 200 g = 0,2 kg cb = 500 J/kgK Tb = (80C T) ma = 100 g = 0,1 kg Ta = (T 30C) ca = 4.200 J/kg K Ditanyakan: suhu akhir campuran (T) Jawab: Qlepas = Qterima Qbesi = Qkalorimeter + Qair mb cb Tb = Ck Tk + ma ca TA (0,2)(500)(80 T) = (1.000)( T 30) + (0,1)(4.200) (T 30) 100(80 T) = 1.000(T 30) + 420(T 30) 100(80 T) = 1.420(T 30) 80 T = 14,2T 426 15,2T = 506 T = 33,29C Jadi, suhu akhir campuran 33,29C.

= 80C 30C = 50C mlogam = 0,5 kg clogam = 2.100 J/kgC Ditanyakan: Q Jawab: Q = mlogam clogam T = (0,5 kg)(2.100 J/kgC)(50C) = 52.500 joule = 52,5 kJ Jadi, kalor yang diterima logam sebesar 52,5 kJ.

14. Jawaban: d Diketahui: ma = 24 g mk = 48 g Ta : Tk = 3 : 2 Ditanyakan: carang ma ca Ta = mk ck Tk (24 g)(ca)(3) = (48 g)(1 kal/gC)(2) ca = 72 kal/gC = 3 kal/gC Kalor jenis arang 3 kal/gC. 15. Jawaban: e Diketahui: Tair = 30C Tes = 2C Ditanyakan: a : b Jawab: ces = 0,5 kal/gC Les = 80 kal/g
Qserap = Qlepas mes ces Tes + m Les + mescair Tes akhir= mair cair Tair b(0,5)(2) + b(80) + b(1)(0 0) = a(1)(30) b + 80b + 0 = 30a 81b = 30a
a b 81 30 27 10

96

4. Diketahui:

Jadi , perbandingan antara a dan b adalah 27 : 10. B. Uraian 1. Kalor adalah energi panas yang terdapat pada suatu zat, sedangkan kalor jenis adalah besaran yang menunjukkan nilai kalor yang diperlukan oleh 1 kg suatu zat untuk menaikkan suhunya sebesar 1C. Adapun kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan zat untuk menaikkan suhunya sebesar 1C. 2. Diketahui: mb = 50 g = 0,05 kg Tb = 150C mair = 500 g = 0,5 kg Tair = 25C cair = 4.200 J/kg K cb = 1.050 J/kg K Ditanyakan: Tcampuran

m = 1 ton = 1.000 kg L = 336.000 J/kg Ditanyakan: Q Jawab: Q = m L = (1.000 kg)(336.000 J/kg) = 3,36 108 J Jadi, energi panas yang mencairkan es sebesar 3,36 108 J. mair = 200 g mgelas = 100 g Tuap = 130C cgelas = 837 J/kgC Ditanyakan: muap air (ms) Jawab: Uap air kehilangan energi panas dalam 3 tahap. I. Uap air hingga suhu 100C. Energi yang hilang dalam proses: Q = ms cuap T = ms (2,01 103 J/kgC)(30,0C) = ms(6,03 104 J/kg)

5. Diketahui:

Fisika Kelas X

23

II.

Uap air dikonversi menjadi air. Untuk mendapatkan transfer energi selama proses ini digunakan Q = m L di mana tanda negatif menunjukkan bahwa energi hilang. Q2 = ms(2,26 106 J/kg)

III. Suhu dari air diubah oleh uap air, sehingga suhu uap air berkurang hingga 50C. Transfer energinya menjadi: Q3 = ms cair T = ms(4,19 103 J/kgC)(50C) = ms(2,095 105 J/kg) sehingga Qpanas = Q1 + Q2 + Q3 = ms(6,03 104 J/kg + 2,26 106 J/kg + 2,095 105 J/kg) = ms(2,5298 106 J/kg) Sekarang kita hitung temperatur pertambahan dari air dan gelas Qdingin = (0,2 kg)(4,19 10 3 J/kgC)(30C) + (0,1 kg)(837 J/kgC)(30C) = 2,514 104 J + 0,2511 104 J = 2,7611 104 J sehingga: Qdingin = Qpanas 2,7611 104 J = (ms(2,5298 106 J/kg)) ms 0,010914 kg 10,914 g Massa uap air yang dibutuhkan 10,914 g.

2. Jawaban: b Diketahui: = 2,4 105/C L0 = 0,2 m = 20 cm T = (150 25)C = 125C Ditanyakan: L Jawab:

1 3

1 3

(2,4 105/C) = 8 106/C

L = L0 T = (20 cm)(8 106/C)(125C) = 0,02 cm Panjang batang logam bertambah sebesar 0,02 cm. 3. Jawaban: e Pemasangan kabel listrik yang kendor memberi kesempatan kabel untuk memuai di cuaca panas dan mengerut di cuaca dingin. Saat kabel mengerut, kabel tidak akan putus. 4. Jawaban: d Diketahui: L0 = 50 cm = 1,8 105/C T = (77 27)C = 50C Ditanyakan: L Jawab: L = L0 T = (50 cm)(1,8 105/C)(50C) = 0,045 cm L = L0 + L = (50 + 0,045) cm = 50,045 cm Jadi, tembaga pada suhu 77 mempunyai panjang 50,045 cm. 5. Jawaban: a Diketahui: T A0 = 1,9 105/C = 200C 50C = 150C = 0,25 m2 = 2

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Diketahui: L0 = 0,5 m T = 150C 30C = 120C = 1,7 105/C Ditanyakan: L Jawab: L = L0 T = (1,7 105/C)(0,5 m)(120C) = 1,02 103 m L = L0 + L = 0,5 m + (1,02 103 m) = 0,50102 m Jadi, panjang logam 0,50102 m.

Ditanyakan: A Jawab: A = A0 T = (0,25 m2)(2 )(1,9 105/C)(150C) = 1,425 103 m2 Jadi, pertambahan luas logam sebesar 1,425 103 m2. 6. Jawaban: d Nilai koefisien muai berbanding lurus dengan nilai pemuaian yang terjadi pada benda. Oleh karena itu, perubahan pemuaian benda X akan lebih besar dibanding perubahan pemuaian benda Y. 7. Jawaban: e Diketahui: = 3,6 105/C Ditanyakan: dan

24

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab:

1 2 1

= 2 (3,6 105/C) = 1,8 105/C = 3 = 3(1,8 105/C) = 5,4 105/C Koefisien muai volume 5,4 105/C, sedangkan koefisien muai panjang 1,8 105/C. 8. Jawaban: b Diketahui: Ao = 100 cm2 = 102 m2 T = 30C 0C = 30C = 2 = 4,8 105/C A = Ao T A = (4,8 105/C)(102 m2)(30C) A = 1,44 105 m2 Jadi, perubahan luas bidang aluminium setelah pemuaian adalah 1,44 105 m2. 9. Jawaban: b Diketahui: L = 0,01 cm L0 = 10 cm = 1,9 105/C Ditanyakan: T T = T =
L L0 0,01 cm 10 cm (1 ,9 10 5 / C)

Jawab: V = V0 T = (0,02 m3)(3,3 105/C)(180C) = 1,188 104 m3 Jadi, perubahan volume sebesar 1,188 104 m3. 12. Jawaban: a Diketahui: V0 = 2 liter T0 = 10C Vair = 96% V0 = 1,92 liter T = 90C T = 90C 10C = 80C air = 2,1 104/C baja = 3,3 105/C Ditanyakan: Vair yang tumpah Jawab: Vbaja pada saat T Vbaja = V0 baja T = (2 liter )(3,3 105/C)(80C) = 0,00528 liter Vbaja = 2 liter + 0,00528 liter = 2,00528 liter Vair pada saat T Vair = Vair air T = (1,92 liter )(2,1 104/C)(80C) = 0,032256 liter V air = 1,92 liter + 0,032256 liter = 1,952256 liter Oleh karena V air < Vbaja maka tidak ada air yang tumpah. 13. Jawaban: b = 1,7 105/C Diketahui: V0 = 125 cm3 V = 0,12 cm3 Ditanyakan: suhu awal Jawab: V = V0 T T = =
V V0

52,6C

Jadi, kenaikan suhu logam kuningan kira-kira 52,6C. 10. Jawaban: b Diketahui: X = 0,25Y TX= TY Ditanyakan: LX : LY Jawab:
LX LY LX LY LX LY LX LY

= = =

L0 X TX L0 Y TY 0,25 Y TX Y TY

0,25 1 1

0,12 cm3 (125 cm)(3)(1,7 105 /C)

= 4 Jadi, LX : LY = 1 : 4. 11. Jawaban: c Diketahui: V0 = 0,02 m3 = 3,3 105/C T = 180C Ditanyakan: V

T 18,8C Suhu awal= suhu akhir T = 100C 18,8C = 81,2C Jadi, suhu awal gelas ukur 81,2C. 14. Jawaban: d Diketahui: V0 = 200 cm3 V = 0,25 cm3 = 9 106/C T0 = 25C
Fisika Kelas X

25

Ditanyakan: T Jawab: V = V0 T T = =
(0,25 cm3 ) (200 cm)3 (3)(9 106 /C)
V V0

2. Diketahui:

T = 46,3C Suhu akhir = T0 + T = 25C + 46,3C = 71,3C Jadi, suhu akhir logam haruslah 71,3C. 15. Jawaban: e Diketahui: T0 = 30C A = 9 106/C B = 1,8 105/C Ditanyakan: keadaan jika L sama Jawab: LA = LB L0(1 + A TA) = L0(1 + B TB) 1 + A TA = 1 + B TB
T A T B T A T B

T = 120C = 1,9 105/C A0 = 100 cm2 Ditanyakan: A Jawab: A = A0 T = (100 cm2)(2)(1,9 105/C)(120C) = 0,456 cm2 A = A0 + A = (100 + 0,456) cm2 = 100,456 cm2 Jadi, luas akhir kuningan 100,456 cm2.

3. Diketahui:

T = 100C L = 0,05 cm L0 = 50 cm Ditanyakan: Jawab: L = L0 T 0,05 cm = (50 cm)()(100C)

0,05 cm (50 cm)(100C)

= =

B A
1 ,8 10 5 9 10 6

TA = 2TB Kedua batang logam memiliki panjang akhir yang sama jika TA= 2TB. B. Uraian L0 1. Diketahui: = L0 = 20 cm = 0,2 m
B

= 1 105/C = 3 = 3(1 105/C) = 3 105/C Jadi, koefisien muai volumenya 3 105/C.


4. Diketahui: V = 0,45 cm3 V0 = 64 cm3 = 1,7 105/C Ditanyakan: T Jawab: V = V0 T
V V0

A = 4,2 104/C LAB = 5 cm = 0,05 m T0 = 25C TA = 75C TB = 125C Ditanyakan: B Jawab: LA + LB = 0,05 LA = 0,05 LB L0 A TA = 0,05 (L0 B TB) (0,2)(4,2 104)(75 25) = 0,05 ( ( 0 , 2 ) ( B) ( 1 2 5 25)) 3 4,2 10 = 0,05 20B B =
0,05 4,2 10 3 20

T = =

(0,45 cm3 ) (64 cm )(3)(1,7 105 /C)


3

T = 137,9C Jadi, gelas ukur mengalami kenaikan suhu 137,9C. 5. Diketahui: p = 20 cm A = 0,17 cm2 = 1,7 105/C T = (63 13)C = 50C Ditanyakan: lebar lempeng mula-mula ( ) Jawab: A = A0 T A = A0 2 T A0 = =
A 2 T
A0 p

= 2,29 103/C Koefisien logam B sebesar 2,29 103/C.

0,17 2(1,7 10 5 )(50)

cm2 = 100 cm2

A0 = p =

100 cm 2 20 cm

= 5 cm

Jadi, lebar lempeng tembaga mula-mula 5 cm.

26

Kunci Jawaban dan Pembahasan

di dalamnya. Perputaran panas yang terjadi secara konveksi ini menjadikan udara di dalam tenda menjadi panas. A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Kalor dapat berpindah dari benda (sistem) bersuhu tinggi ke benda (sistem) bersuhu lebih rendah. 2. Jawaban: b
k A T L

7. Jawaban: b Pada radiasi: H = t = A T4 (semakin besar suhu dan luas benda maka laju kalor (H) akan semakin besar pula). Berdasarkan persamaan H = t , laju kalor (H) berbanding terbalik dengan waktu (t). Laju kalor pada konduksi adalah H= sehingga laju kalor ( H ) berbanding terbalik dengan panjang benda (L) dan berbanding lurus dengan konduktivitas bahan (k). Semakin besar konduktivitas bahan maka laju kalor akan semakin cepat. 8. Jawaban: b Diketahui: TB = 250C TK = 100C kB = 0,12 kal/s cm kK = 0,24 kal/s cm Ditanyakan: TS Jawab: HB = HK kB TB = kK TK (0,12 kal/s cm)(250C TS) = (0,24 kal/s cm) (TS 100C) 250C TS = 2TS 200C 450C = 3TS TS = 150C Jadi, suhu di persambungan 150C. 9. Jawaban: a Diketahui: A = 37,5 cm2 = 3,75 103 m2 L = 1,5 cm = 1,5 102 m T = (40 25)C = 15C Ditanyakan: H Jawab: H = k A T
L = (25 W/mK)(3,75 103 m2) 15C 1,5 10 2 m

= laju kalor konduksi

h A T = laju kalor konveksi A T 4 = energi yang terpancar setiap satuan waktu (laju kalor radiasi) H=
Q t

k A T L

= laju kalor konduksi

Q = H t = kalor yang merambat 3. Jawaban: e Diketahui: e T A Ditanyakan: Jawab:


Q t Q t

=1 = 250 K = 5,67 108 W/m2K4 = 4 m2

= e A T4

= (1)(5,67 108 W/m2K4)(4 m2)(250)4 = 885,9 watt Jadi, energi yang terpancar sebesar 885,9 watt. 4. Jawaban: c Diketahui: k = 60 kal/msC A = 1 cm2 = 104 m2 T = 50C Ditanyakan: H Jawab: H = =
k A T L
(60 kal/msC)(10-4 m2 )(50C) 1m

= 0,3 kal/s Jadi, kelajuan perpindahan kalor 0,3 kal/s. 5. Jawaban: e Perpindahan kalor di udara terjadi secara konveksi. Perpindahan kalor di sebuah batang aluminium terjadi secara konduksi. 6. Jawaban: d Panas dari matahari sampai ke bumi terjadi karena proses radiasi. Radiasi ini memanaskan kain tenda yang kemudian memanaskan udara

= 93,75 J/s Jadi, laju aliran kalor sebesar 93,75 J/s. 10. Jawaban: c Diketahui: A = 1,5 103 m2 T = 35C 10C = 25C h = 7,0 J/s m2K t = 10 menit = 600 s Ditanyakan: Qlepas
Fisika Kelas X

27

Jawab: Q = h A T t = (7,0 J/s m2 K)(1,5 103 m2)(25C)(600 s) = 157,5 joule = 1,575 102 joule Jadi, kalor yang dilepas logam sebesar 1,575 102 joule. 11. Jawaban: e Diketahui: TP = 25C TQ = 200C kP = 4kQ Ditanyakan: suhu di sambungan Jawab:
25C P Q 200C

Jawab: T 4 = e A = (0,9)(5,67 108 W/m2 K 4 )(3 104 m2 ) T 4 = 1,0255405 1011 T 4 565,9 Jadi, suhu bola 565,9 K. 14. Jawaban: b Diketahui: T1 = 127C = 400 K T2 = 227C = 500 K H1 = x J/s Ditanyakan: H1 : H2 Jawab: Oleh karena semua besaran sama kecuali T, maka:
H1 H2 H1 H2 H1 H2 H1 H2

0,5 2 J/s

LP = LQ = L AP = AQ = A HP = HQ
kP AP TP LP

T1 T2
4

kQ AQ TQ LQ

400 = 500
4

4 kQ TP = kQ TQ 4 kQ(TC TP)= kQ(TQ TC) 4(TC 25C) = (200C TC) 4 TC 100C = 200C TC 5 TC = 300C TC = 60C Jadi, suhu di sambungan sebesar 60C. 12. Jawaban: b Diketahui: P = a watt r = b meter Ditanyakan: E Jawab: Luas lintasan: A = r 2 = b 2 Intensitas cahaya: E= =
P A

4 = 5

= 625 Jadi, perbandingan H1 : H2 = 256 : 625. 15. Jawaban: c Diketahui: T1 = 127C = 400 K H1= 20 W T2 = 227C = 500 K Ditanyakan: H2 Jawab: H1 : H2 = (T 1)4 : (T 2)4 20 W : H2 = (400 K)4 : (500 K)4 = 2,56 1010 K4 : 6,25 1010 K4 H2 =
(20 W)(6,25 1010 K) 2,56 1010 K

256

48,8 W Jadi, laju radiasi kalornya 48,8 W. B. Uraian 1. Konduksi adalah perpindahan kalor yang tidak disertai dengan perpindahan partikel pengantarnya. Contoh peristiwa merambatnya kalor pada wajan. Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai perpindahan partikel-partikel zat. Contoh perpindahan kalor pada proses memasak air. Radiasi adalah perpindahan kalor dengan cara pancaran. Contoh perpindahan kalor dari matahari sampai ke bumi.

a ( b 2 )

watt/m2

13. Jawaban: c Diketahui: A = 3 104 m2 e = 0,9 H = 0,5 2 J/s Ditanyakan: T

28

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2. a. Permukaan yang gelap merupakan pemancar energi radiasi yang paling baik. b. Kecepatan radiasi suatu benda bertambah apabila suhunya naik. c. Panjang gelombang yang terdapat dalam radiasi dipengaruhi oleh suhu benda. 3. Diketahui: e T A
Q t

8. Diketahui:

=1 = 200 K = 5,67 108 W/m2K4 = 10 m2

I1 = 3 A V1 = 12 V T1 = 1.749C = 2.022 K I2 = 2 A V2 = 12,5 V Ditanyakan: T2 Jawab: P1 = V1 I1 = (12 V)(3 A) = 36 watt P2 = V2 I2 = (12,5 V)(2 A) = 25 watt

Ditanyakan: Jawab:
Q t

= e A T4 = (1)(5,67 108 W/m2K4)(10 m2)(200 K)4 = 907,2 watt

P1 : P2 = T14 : T24 36 : 25 = (2.022)4 : (T2)4 T24 = 1,1608125 1013 T2 1.845,8 K Jadi, suhu kerja kawat kira-kira 1.845,8 K atau 1.572,8C. 9. Diketahui: r = 20 cm = 0,2 m T1 = 300 K T2 = 500 K e = 0,5 Ditanyakan: P Jawab: Luas bola: A = 4r2 = (4)(3,14)(0,2 m)2 = 0,5024 m2 E = e (T14 T24) = (0,5)(5,67 108)((300)4 (500)4) = 1542,24 (memerlukan energi) Dayanya (P): P =EA = (1.542,24 W/m2)(0,5024 m2) 774,8 watt Jadi, daya yang diperlukan untuk mempertahankan suhu bola kira-kira sebesar 774,8 watt. L1 = 3,0 mm = 3,0 103 m L2 = 9,0 mm = 9,0 103 m k1 = 50 W/m K k2 = 109 W/m K Ditanyakan: H1 : H2 Jawab: H1 : H2 = H1 : H2 =
k 1 A1 T1 L1

Jadi, energi yang diradiasikan 907,2 watt. 4. Diketahui: A = 2 m2 = 2 104 cm2 T = 5C h = 1 104 kal/s cm2 Ditanyakan: H Jawab: H = h A T = (1 104 kal/s cm2)(2 104 cm2)(5C) = 10 kal/s Jadi, laju kalor yang berpindah ke benda 10 kal/s. k = 45 kal/msC A = 4 cm2 = 4 104 m2 T = 40C 20C = 20C Ditanyakan: H Jawab: H = =
k A T L (45 kal/ms C)(4 104 m2 )(20C) 1m

5. Diketahui:

= 0,36 kal/s

10. Diketahui:

Jadi, banyak kalor yang merambat 0,36 kal/s. 6. Diketahui: A = 6 m2 L = 20 cm = 0,2 m T = 5C Ditanyakan: H Jawab: H =kA
T L

k 2 A 2 T 2 L2

(50 W/m K )
3,0 10 3 m

(109 W/m K )
9,0 10 3 m

= (x W/mK)(6 7. a. b. c.

m2)

Jadi, besar aliran kalor 150x J/s. Permukaan bumi menjadi panas karena adanya radiasi panas matahari. Minyak menjadi panas karena peristiwa perambatan kalor secara konduksi dan konveksi. Knalpot panas karena mendapat hantaran panas secara konduksi dari mesin.

5K 0,2 m

= 150x J/s

H1 : H2 = 16,67 : 12,11 H1 : H2 = 1,38 : 1 H1 = 1,38 H2 H2 = 0,73 H1 Jadi, laju kalor yang mengalir melalui pintu dibandingkan dengan laju kalor awalnya 0,73 H1.

Fisika Kelas X

29

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a Termometer hambatan, termokopel, termometer badan, dan termometer bimetal digunakan dengan cara menyentuhkan ke benda yang ingin diukur. 2. Jawaban: b Titik tetap bawah termometer berskala Fahrenheit menggunakan suhu campuran garam dan es. 3. Jawaban: b Nol mutlak yaitu suhu 0 K bagi termometer berskala Kelvin. Nilai 0 K setara dengan 273C, 218R, dan 460F. 4. Jawaban: d Perbandingan skala empat termometer yaitu C : R : F : K = 5 : 4 : 9 : 5. Jadi, perbandingan skala Reamur dan Celcius adalah 4 : 5. 5. Jawaban: b Diketahui: T1 = 5C T2 = 300 K Ditanyakan: T Jawab: T K = T C + 273 300 = T C + 273 T C = 27 T = T C T1 = 27C 5C = 22C Jadi, kenaikan suhu benda 22C. 6. Jawaban: b Diketahui: T C = 25 Ditanyakan: T R Jawab: T R = 5 T C = 5 (25) = 20 Jadi, nilai suhu ruangan 20R. 7. Jawaban: a Diketahui: m = 500 g = 0,5 kg cair = 4.200 J/kgC T = 100C 30C = 70C Ditanyakan: Q
4 4

Jawab: Q = m c T = (0,5 kg)(4.200 J/kgC)(70C) = 147.000 J = 147 kJ Jadi, banyak kalor yang diperlukan sebesar 147 kJ. 8. Jawaban: d Diketahui: mzat = 0,5 gram Q = 200 kalori Ditanyakan: L Jawab: Q = m L L = m =
Q

200 kalori 0,5 gram

= 400 kal/g Jadi, nilai kalor lebur zat 400 kal/g. 9. Jawaban: e Menurut asas Black, dua benda bersuhu berbeda yang saling diinteraksikan akan saling melepas dan menangkap kalor. Jika kedua massa benda sama dan kedua benda jenisnya sama, suhu kesetimbangan berada di antara suhu awal kedua benda. 10. Jawaban: e Diketahui: m1 = 200 g m2 = 150 g T1 = 20C T2 = 50C cair = 1 kal/gC Ditanyakan: Tc Jawab: m1 c T1 = m2 c T2 m1 cair (Tc 20) = m2 cair (50 Tc) (200)(1)(Tc 20) = (150)(1)(50 Tc) 200Tc 4.000 = 7.500 150Tc 200Tc + 150Tc = 7.500 + 4.000 350Tc = 11.500 Tc 32,9C Jadi, suhu campuran air kira-kira 32,9C. 11. Jawaban: c Diketahui: mair = 100 g mes = 40 g Tes = 0C Ditanyakan: Tcampuran Tair = 50C L = 80 kal/g cair = 1 kal/gC

30

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: mair cair(Tair Tc)= mes Les + mes cair(Tc Tes) (100)(1)(50 Tc) = (40)(80) + (40)(1)(Tc 0) 5.000 100Tc = (40)(80) + (40)(1)(Tc 0) 140Tc = 1.800 Tc 12,9C Jadi, suhu campuran kira-kira 12,9C. 12. Jawaban: a Diketahui: TP = 40C TP = 30C Tc = 35C Ditanyakan: P : Q Jawab: Qlepas = Qserap mP c (TP Tc) = mQ c (Tc TQ) mP(40 35) = mQ(35 30) mP(5) = mQ(5)
mP mQ mP mQ

15. Jawaban: c Diketahui: L0 = 1 m T = 200C 25C = 175C = 1,5 105/C Ditanyakan: L Jawab: L = L0 T = (1,5 105/C)(1 m)(175C) = 2,625 103 m Jadi, pertambahan panjang sebesar 2,625 103 m atau 2,625 mm. 16. Jawaban: c Celah pada rel kereta dibuat sebagai ruang muai, yaitu untuk memberi ruang bagi rel yang memanjang ketika suhu rel naik. Dengan demikian, rel tidak melengkung sehingga tidak rusak dan tidak mengganggu perjalanan kereta. 17. Jawaban: a Diketahui: = 1,8 105/C T2 = 423 K = 150C T = 150C 27C = 123C A0 = 1 m2 Ditanyakan: A Jawab: A = A0 T = (1 m2)(2)(1,8 105/C)(123C) = 4,428 103 m2 Luas logam= A0 + A = 1 m2 + 0,004428 m2 = 1,004428 m2 Jadi, luas logam 1,004428 m2. 18. Jawaban: a = 8,5 105/C

= =

Jadi, perbandingan massa P dan Q adalah 1 : 1. 13. Jawaban: a Diketahui: T = 100C 25C = 75C msendok = 0,1 kg csendok = 2.100 J/kgC Ditanyakan: Q Jawab: Q= msendok csendok T = (0,1 kg)(2.100 J/kgC)(75C) = 15.750 J = 15,75 kJ Jadi, kalor yang diberikan air ke sendok sebesar 15,75 kJ.

5 5 1 1

1 3 1

14. Jawaban: a Diketahui: w = 20 N g = 10 m/s2 L = 336.000 J/kg Ditanyakan: Q Jawab: w=mg m = g = 10 m/s2 = 2 kg Q = m L = (2 kg)(336.000 J/kg) = 672.000 J = 672 kJ Jadi, kalor yang mencairkan es sebesar 672 kJ.
w
20 N

= 3 (8,5 105/C) = 2,83 105/C = 2 = 2(2,8 105/C) = 5,66 105/C 19. Jawaban: b Diketahui: L = 0,02 cm L = 25 cm = 1,7 105/C Ditanyakan: T

Fisika Kelas X

31

Jawab: L = L0 T T = =
L L0 0,02 cm (25 cm)(1,7 10 5 /C)

47,06C Jadi, logam mengalami kenaikan suhu sebesar 47,06C. 20. Jawaban: d Diketahui: V0 = 0,01 m3 T = 200C = 5,7 105/C Ditanyakan: Vakhir Jawab: V = V0 T = (0,01 m3)(5,7 105/C)(200C) = 0,000114 m3 Vakhir = V0 + V = 0,01 m3 + 0,000114 m3 = 0,010114 m3 Jadi, volume akhir kuningan 0,010114 m3. 21. Jawaban: b T C = 4 T R 70 = 4 T R T R = 5 70 = 56 22. Jawaban: b Diketahui: L = 80%L0 = 1,8 105/K Ditanyakan: T L = L0(1 + T) 0,2 = 1,8 105 T T 1,11 104 K Tanda negatif artinya terjadi penurunan suhu sebesar 1,11 104 K. 23. Jawaban: d Diketahui: Tes = 10C Tair panas = 60C mair panas = y gram mes = x gram ces = 0,5 kal/gC cair = 1 kal/gC L = 80 kal/g Takhir = 20C 32
Kunci Jawaban dan Pembahasan
80 100

Ditanyakan: perbandingan nilai y Jawab: (m c T)es + (m L)es + (m c T)air = (m c T )air panas (x)(0,5)(0 (10)) + (x)(80) + (x)(1)(20 0) = (y)(1)(60 20) 5x + 80x + 20x = 40y 105x = 40y
x y

40 105

8 21

24. Jawaban: d Diketahui: Qes = 500 kal mes = 100 g Les = 80 kal/g ces = 0,5 kal/gC T = 10C Ditanyakan: Q2 Saat Q2 merupakan kalor total, sehingga: Q2 = Q1 + Qlebur = 500 kal + (100 g)(80 kal/g) = 8.500 kal 25. Jawaban: d = 2,7 g/cm3 Diketahui: = 2,4 105/C = 7,2 105/C m = 5,4 g T = (160 20)C = 140C Ditanyakan: V pada suhu 160C Vt = V0(1 + T ) Vt =
5,4 g 2,7 g/cm 3

(1 + (7,2 105/C)(140C))

= 2,02016 cm3 2,02 cm3 Volume aluminium sekarang kira-kira 2,020 cm3. 26. Jawaban: c Diketahui: T0 = 32C A0 = 6.000 cm2 A = 0,96 cm2 k = 8 106/C = 2k = 1,6 105/C Ditanyakan: T malam hari A = A0 T 0,96 cm2 = (6.000 cm2)(1,6 105/C)(T ) T = 10C Kaca jendela pada malam hari mengalami penyusutan karena suhu berkurang. T = Ts Tm 10C = 32C Tm Tm = 22C Suhu pada malam hari itu 22C.

L0 = L0(1 + (1,8 105) T)

27. Jawaban: d Diketahui: mlogam = 100 gram = 0,1 kg mair = 200 gram = 0,2 kg Tlogam = 150C Tair = 25C = 4.200 J/kg K ca clogam = 1.050 J/kg K Ditanyakan: Tc Jawab: Qlepas = Qserap mlogam clogam(Tlogam Tc) = maircair(Tc Tair) (0,1)(1.050)(150 Tc) = (0,2)(4.200)(Tc 25) 150 Tc = 8(Tc 25) 150 Tc = 8 Tc 200 9Tc = 350 Tc 38,89 Jadi, suhu air setelah dimasuki logam sekitar 38,89C. 28. Jawaban: b Diketahui: T = 1.500 K e = 0,2 A = 40 mm2 = 4 105 m2 t = 5 menit = 300 s Ditanyakan: Q H = e A T4 = (0,2)(5,67 108 watt/m2K4)(4 105m2) (1.500 K)4 = (0,2)(5,67 108 watt)(4 105)(5,0625 1012) 2,3 watt H =
Q t

Vcairan = V0(1 + cairan T ) = 100 cm3(1 + (1,45 104/C)(40C)) = 100 cm3(1 + 0,0058) = 100,58 cm3 Vtumpah = Vcairan Vbejana = 100,58 cm3 100,18 cm3 = 0,40 cm3 Jadi, cairan yang tumpah sebanyak 0,40 cm3. 30. Jawaban: a Diketahui: e = 0,5 A = 200 cm2 = 2 102 m2 T2 = 227C = 500 K T1 = 27C = 300 K Ditanyakan: H Jawab: H = e A T4 = (0,5)(5,67 10 8 W/m2K4)(2 10 2 m2) ((500 K)4 (300 K)4) = 30,84 W Energi yang mengalir dari bola sebesar 30,84 W. B. Uraian 1. Keunggulan pirometer sebagai berikut. a. Dapat digunakan untuk mengukur suhu benda dari jarak jauh. b. Termometer lebih aman dari kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan suhu benda. Kelemahan pirometer sebagai berikut. a. Tidak setiap benda dapat diukur suhunya dengan pirometer. Hanya benda yang melakukan radiasi yang mampu diukur suhunya. b. Harga termometer mahal. 2. Diketahui: T F = 122 Ditanyakan: T K Jawab: T C = 9 (T F 32) = 9 (122 32) = 9 (90) T C = 50 T K = T C + 273 = 50 + 273 = 323 Jadi, suhu air menurut skala Kelvin adalah 323. 3. Diketahui: m1 m2 T1 T2 = 250 g = 50 g = 20C = 100C
5 5 5

Q =Ht = (2,3 watt)(300 s) = 690 joule Panas yang diradiasikan sebesar 690 J. 29. Jawaban: b Diketahui: bejana = 1,5 105/C cairan = 1,45 104/C T = 40C V0 = 100 cm3 Ditanyakan: Vtumpah Vbejana = V0(1 + bejana T ) = 100 cm3(1 + (3)(40C)) = 100 cm3(1 + (4,5 105/C)(40C)) = 100 cm3(1 + 0,0018) = 100,18 cm3

cair = 4.200 kal/kg K Ditanyakan: Tc

Fisika Kelas X

33

Jawab: Qlepas = Qserap m2 cair(T2 Tc) = m1 cair (Tc T1) (50)(4.200)(100 Tx) = (250)(4.200)(Tc 20) 5.000 50Tc = 250Tc 5.000 300Tc = 10.000 Tc = 33,3C Jadi, suhu akhir campuran sebesar 33,3C. 4. Diketahui: L = 336.000 J/kg Q = 4 108 J Ditanyakan: m Jawab: Q = m L m = L =
Q
4 108 J 336.000 J/kg

Jawab: T 4 = e A = (0,8)(5,67 108 W/m2K 4 )(2 104 m2 ) T 4 2,423 1011 T 701,6 K Jadi, suhu kubus kira-kira 701,6 K. 8. Diketahui: = 50 W = 5 menit = 300 sekon T = (60 10)C = 50C = 50 K mair = 200 g = 0,2 kg Ditanyakan: a. Q b. C c. c Jawab: a. Kalor yang digunakan untuk memanaskan zat cair berasal dari energi listrik. Q=Pt = (50 W)(300 s) = 15.000 J b. Kapasitas kalor zat cair Q = C T P t C = = c.
Q T

0,7 2 J/s

1.190,5 kg

Jadi, massa es yang bisa melebur kira-kira sebanyak 1.190,5 kg. 5. Diketahui: T = 300C L = 0,08 cm L0 = 100 cm Ditanyakan: Jawab: L = L0 TB

L L0 T

= (100 cm)(300C) = 2,67 106/C Jadi, koefisien muai panjang logam sebesar 2,67 106/C. 6. Diketahui: e T A
Q t

0,08 cm

15.000 J 50 K

= 300 J/K Kalor jenis zat cair c = =


C m

=1 = 300 K = 5,67 108 W/m2K4 = 2 m2

300 J/K 0,2 kg

= 1.500 J/kgK 9. a. b. Pengeringan pakaian dan bahan pertanian dengan sinar matahari. Proses pembuatan sate dengan radiasi arang yang membara.

Ditanyakan: Jawab:
Q t

= e A T4

= (1)(5,67 108 W/m2K4)(2 m2)(300 K)4 = 918,54 watt Jadi, radiasi yang terpancar sebesar 918,54 watt. 7. Diketahui: A = 2 104 m2 e = 0,8 H = 0,7 2 J/s Ditanyakan: T

10. Diketahui:

Daya (P ) = 15 W = 15 J/s A = keliling panjang =DL = (3,14)(6 104 m)(4 102 m) = 7,536 105 m2 = 5,7 108 W/m2 K4 e = 0,8 Ditanyakan: (suhu filamen) T

34

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: P = H = e A T4 T4=
H e A

64 C = ne (1,6 1019 C) ne =
64 C 1 ,6 1019 C

15 (0,8 )(5,7 10 8 )(7,536 10 5 )

= 4,36 1012 T = 4 4,365 1012 1.445,43 Jadi, suhu filamen tersebut 1.445,43 K.

ne = 4 1020 Jumlah elektron yang tersebar sebanyak 4,0 1020. 5. Jawaban: d Diketahui: ne = 2.000 qe = 1,6 1019 C t = 8 s = 8 106 s Ditanyakan: I Jawab: Q = ne qe = (2.000)(1,6 1019) C = 3,2 1016 C

Bab II

Listrik Dinamis

A. 1.

Pilihan Ganda Jawaban: a Kuat arus pada penghantar adalah jumlah muatan yang mengalir melalui suatu penghantar setiap satuan waktu. Perubahan aliran muatan listrik mengandung arti banyaknya muatan yang mengalir.

I = t = 8 106 s = 4 1011 A Jadi, kuat arus yang melewati membran sel sebesar 4 1011 A. 6. Jawaban: e Diketahui: I =3A t = 16 s qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: ne Jawab: Q =It = (3 A)(16 s) = 48 C ne = =
Q qe 48 C 1,6 1019 C

3,2 1016 C

2. Jawaban: d Diketahui: batas ukur (c) = 10 A skala maksimum (b) = 5 penunjuk (a) = 3,5 Ditanyakan: I Jawab: I = b c = 5 (10 A) = 7 A Jadi, kuat arus yang terukur sebesar 7 A. 3. Jawaban: b Diketahui: Q = 60 C t = 2 menit = 120 s Ditanyakan: I Jawab: I = t = 120 s = 0,5 A Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 0,5 A. 4. Jawaban: e Diketahui: I = 16 A t =4s Ditanyakan: ne Jawab: I= t 16 A =
Q
Q 4s

3,5

= 3,0 1020 elektron Jadi, elektron yang mengalir sebanyak 3 1020. 7. Jawaban: d Arus listrik adalah elektron yang mengalir. Elektron bermuatan negatif. Arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran muatan negatif (aliran elektron), tetapi searah dengan aliran muatan positif. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi (kutub positif) ke potensial rendah (kutub negatif). 8. Jawaban: e I = nilai maksimum skala jangkauan I = 50 (1 A) = 0,8 A Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian sebesar 0,8 A.
40
nilai pada skala

60 C

Q = 64 C Q = ne qe

Fisika Kelas X

35

9. Jawaban: e Diketahui: t = 10 s ne = 4 1019 partikel qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: I Jawab: Q = ne qe = (4 1019) (1,6 1019 C) = 6,4 C I = t = 10 s = 0,64 A Jadi, arus yang mengalir sebesar 0,64 A. 10. Jawaban: b Diketahui: penunjuk jarum (a) = 16 skala maksimum (b) = 50 batas ukur (c) = 10 V Ditanyakan: V Jawab: V = Jadi, beda potensial yang terukur adalah 3,2 V. 11. Jawaban: c Untuk mengukur tegangan listrik, voltmeter harus dipasang paralel dengan hambatan. Gambar yang benar ditunjukkan dengan pilihan c. 12. Jawaban: b Diketahui: IA = 300 mA I = 480 mA Ditanyakan: Rsh Jawab: n =
I IA

6,4 C

14. Jawaban: b Diketahui: ne = 10.000 A = 4 m2 t = 100 sekon qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: J Jawab: Q = ne qe = (10.000)(1,6 1019 C) = 1,6 1015 C I = t =
I Q
1,6 1015 C 100 s

= 1,6 1017 A

J = A = = 4 1018 A/m2 4 m2 Jadi, rapat arus muatannya sebesar 4 1018 A/m2. 15. Jawaban: b
I (A) 10

1,6 1017 A

a 16 c=( )(10 V) = 3,2 V b 50

Luas II 5 Luas I t (s)

2 3

10

q = luas I + luas II = luas persegi panjang + luas segitiga Jadi, muatan listrik yang mengalir selama 8 sekon pertama sebanyak 55 C. B. Uraian 1. Apabila dalam sebuah rangkaian listrik diberi hambatan besar, akan mengakibatkan berkurangnya nilai arus listrik yang melewatinya. Sebaliknya, semakin kecil nilai hambatan maka arus listrik semakin mudah mengalir sehingga nilai arus listrik bertambah. 2. Pengukuran potensial listrik menggunakan voltmeter dilakukan dengan memasang voltmeter secara paralel dengan alat yang akan diukur potensial listriknya. Untuk memperbesar batas ukur voltmeter dilakukan dengan menambahkah hambatan yang disebut hambatan muka (Rf). Hambatan muka dipasang seri dengan voltmeter. 3. Diketahui: t = 1 jam = 3.600 detik ne = 1,125 1020 partikel qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: I = (8)(5) + ( 2 )(8 2)(10 5) = 40 + 15 = 55
1

= 300 mA = 5
R
30 k
8 5

480 mA

A Rsh = (n = 1)

30 k
3 5

Jadi, hambatan shunt yang diperlukan sebesar 50 k. 13. Jawaban: a Diketahui: n = 3 kali Rf = 140 k Ditanyakan: Rv Jawab: Rf = (n 1) Rv Rv = n f 1 = 3 1 =
140 2
R 140

= (30 k)( 3 ) = 50 k

= 70 k

Jadi, hambatan voltmeter mula-mula adalah 70 k.

36

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: Q = ne qe = (1,125 1020)(1,6 1019 C) = 18 C I = t = 3.600 s = 5 103 A = 5 mA Jadi, arus listrik yang mengalir pada kawat sebesar 5 mA. 4. Diketahui: RA = 360 IA = 50 mA Rsh = 10 Ditanyakan: I Jawab:
Q
18 C

Jawab: n= =
I IA

1.000 mA 20 mA R

= 50
A Rsh = n 1

= (50 1) =
490 49

490

= 10

Jadi, Rsh yang dipasang sebesar 10 . 7. Diketahui: ne = 1.000 D = 50 m r = 25 m = 2,5 105 m t = 25 s Ditanyakan: I dan J Q = ne qe = (1.000)(1,6 1019 C) = 1,6 1016 C I = t =
Q
1,6 10 16 C 25 s

RA Rsh= n 1 RA n1 = R sh

n 1 = 10 n 1 = 36 n = 37 n=
I IA

360

I = n IA = (37)(50 mA) = 1.850 mA = 1,85 A Jadi, batas ukurnya menjadi 1,85 A. 5. Diketahui: Q t D r Ditanyakan: J Jawab: I = t
Q
80 C

= 6,4 1018 A A = r 2 = (2,5 105 m)2 = 3,14(2,5 105 m)2 = 1,9625 109 m2 J = A = 1,9625 109 m2 = 3,26 109 A/m2 Arus yang mengalir 6,4 10 18 A dan rapat arusnya 3,26 109 A/m2. 8. Diketahui: Rv = 3 k Vv = 50 V V = 1,8 kV = 1.800 V Ditanyakan: Rf Jawab:
V Vv

= 80 C =4s = 40 cm = 0,4 m = 0,2 m

6,4 1018 A

= 4s

= 20 A A = r 2 = (3,14)(0,2 m)2 = 0,1256 m2 J = A =


I

159,23 A/m2 Jadi, rapat arus kira-kira sebesar 159,23 A/m2.


6. Diketahui: IA = 20 mA I =1 A = 1.000 mA RA = 490 Ditanyakan: Rsh

20 A 0, 1256 m2

n = =

1.800 V 50 V

= 36

Rf = (n 1)RV = (36 1)(3 k) = (35)(3 k) = 105 k Jadi, hambatan muka yang harus dipasang adalah 105 k.

Fisika Kelas X

37

9. Diketahui:

Rv = 4 k Rf = 76 k V = 2 kV = 2.000 V Ditanyakan: Vv Jawab: Rv = 4 k = n1=


Rf (n 1) 76 k n 1 76 k 4 k

V= I R = (0,6 A)(20 ) = 12 V Beda potensial pada ujung-ujung hambatan 12 V. 2. Jawaban: d Diketahui: R P = RQ = Q P P = Q Ditanyakan: ukuran batang Q Jawab: R P = RQ

n 1 = 19 n = 19 + 1 n = 20 n = 20 = Vv =
V Vv 2.000 V Vv

AP 1 AP 1

= Q = =
1 AQ 1

AQ

1 d 2 4

a2 = a=

a2 1 d 2 4

2.000 V 20

d 2 d 2

Vv = 100 V Jadi, batas ukur mula-mula voltmeter tersebut adalah 100 V. 10. Diketahui: J = 60 A/m2 Q = 30 C t = 5 sekon Ditanyakan: A
Q
30 C

Ukuran batang Q adalah a = 3. Jawaban: d Diketahui:

= 200 m A = 0,5 mm2 = 5 107 m2 R = 56 Ditanyakan: Jawab:


A

I = t = 5 sekon = 6 A
I J = A I A = J

R=

= RA =
(56 )(5 107 m2 ) (200 m)

6A 60 A/m2

= 1,4 107 m
Jadi, hambat jenis kawat adalah 1,4 107 m. 4. Jawaban: e Diketahui: T0 = 25C T = 40C = 4 10-3/C R0 = 60 Ditanyakan: R Jawab: R = R0(1 + T) = (60 )(1 + (4 10-3/C)(15C)) = (60 )(1 + 6 102) = (60 )(1,06) = 63,6 Jadi, nilai hambatan kawat itu adalah 63,6 . 5. Jawaban: c Diketahui: R1 = 120 R2 = 60 R3 = 20 Ditanyakan: I3

= 0,1 m2 Jadi, luas konduktor adalah 0,1 m2.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e Diketahui: R = 20 skala = 30 Ditanyakan: V Jawab: I =


skala skala maksimum

batas ukur

= 50 (1 A) = 0,6 A

30

38

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: Pada hambatan rangkaian paralel berlaku beda potensial yang sama. V1 = V3 I1R1 = I3R3 (2 A)(120 ) = I3 (20 ) 240 V = I3 (20 ) I3 = 20 I3 = 12 A Jadi, nilai kuat arus yang melalui hambatan R3 sebesar 12 A. 6. Jawaban: b Diketahui: E =6V r = 0,5 I = 0,5 A Ditanyakan: Vjepit Jawab: Vjepit = E Ir = 6 V (0,5 A)(0,5 ) = 6 V 0,25 V = 5,75 V Tegangan jepit pada rangkaian sebesar 5,75 V. 7. Jawaban: a Diketahui: R1 = 3 R2 = 9 V =6V Ditanyakan: VAB Jawab: Rs = R1 + R2 = (3 + 9) = 12 I= VAB
V Rs

1 Rp

= 10
10 2

Rp =

=5

sehingga menjadi:
A 4

240 V

11

R pengganti AE: Rs = 4 + 5 + 11 = 20 Jadi, nilai hambatan pengganti rangkaian adalah 20 . 9. Jawaban: d Diketahui: I1 R1 R2 I2 = 0,6 A =R =4 = 0,5 A

= 12 = 0,5 ampere = Itot R2 = (0,5 A)(9 )

6V

VAB = 4,5 V Jadi, beda potensial di titik AB sebesar 4,5 V. 8. Jawaban: b R pengganti BCD: Rs = 2 + 5 + 3 = 10 sehingga menjadi:
A 4 B

Ditanyakan: E Jawab: E1 = V + I1r = I1R1 + I1r E1 = 0,6 R + 0,6 r . . . (1) E2 = 0,5 (R + 4) + 0,5 r = 0,5 R + 0,5 r + 2 . . . (2) Oleh karena baterainya satu, maka E1 = E2 E1 = E2 0,6 R + 0,6 r = 0,5 R + 0,5 r + 2 (0,6 0,5) R + (0,6 0,5) r = 2 0,1 R + 0,1 r = 2 0,1 (R + r) = 2 (R + r) =
2 0,1

(R + r) = 20 Menggunakan persamaan (1): E = 0,6 R + 0,6 r = 0,6(R + r) = (0,6)(20) = 12 Jadi, ggl baterai adalah 12 volt. 10. Jawaban: a Diketahui: R1 = R2 = 6 R3 = 5 r =1 E = 18 V Ditanyakan: Vab

10

10

11

R pengganti BD:
1 Rp

= 10 + 10

Fisika Kelas X

39

Jawab:
1 Rp 1 Rp 1 Rp

= = =

1 + 1 R1 R2 1 1 + 6 6

I =

E (Rs + r )

2 6

Rp = 6 = 3
2

Rs = R3 + Rp =5+3 =8 E = I(Rs + r) 18 V = I(8 + 1 ) 18 V = I(9 ) I = 18 V


9

= (7 + 1 ) = 1,5 ampere Perhatikan rangkaian R2 dan lampu! Vp = IRp = (1,5 A)(4 ) = 6 volt Vp = Vlampu = VR
2

12 V

Vlampu = Ilampu Rlampu 6 volt = Ilampu (12 ) Ilampu = 12 = 0,5 ampere Jadi, arus yang melewati lampu L sebesar 0,5 ampere. 12. Jawaban: c Diketahui: P = 125 W V1 = 100 V V2 = 200 V Ditanyakan: R Jawab: I = R1 =
P V1 V12 P

6 volt

I =2A Iab = I Vab = I R3 = (2 A)(5 ) = 10 V Jadi, beda potensial di titik a dan b adalah 10 volt. 11. Jawaban: b Diketahui: P = 12 watt V = 12 volt R1 = 3 R2 = 6 E = 12 V r =1 Ditanyakan: I pada lampu Jawab: P = R lampu
2 Rlampu = V

= 100 V = 1,25 A =
(100 V)(100 V) 125 W 200 V

125 W

= 80

V2

R2= I2 = = 160 1,25 A Oleh karena R2 bernilai 160 , lampu dapat menyala normal jika dipasang hambatan sebesar 80 secara seri terhadap R1. 13. Jawaban: b Diketahui: R1 R2 r E Ditanyakan: I Jawab:
1 Rp

(12 volt) 12 watt

= 12
1 Rp

=3 = R3 = 4 =1 = 12 V

= = = =

1 R2

+ +

1 Rlampu
1 12 1 12

1 6 2 12 3 12

Rp =

12 3

=4

Rs = Rp + R1 =4+3 =7 E = I(Rs + r)

Rp = 2 Rtotal = R1 + Rp =3+2 =5 E = I(Rtotal + r ) 12 V = I(5 + 1 ) 12 V = I(6 ) I =2A Jadi, kuat arus yang dihasilkan oleh sumber tegangan sebesar 2A.

1 R2

1 R3

= 4

40

Kunci Jawaban dan Pembahasan

14. Jawaban: d Diketahui: P1 = 80 watt V1 = 220 volt V2 = 110 volt Ditanyakan: P2 Jawab:
V2 P2 = P1 V1
2

17. Jawaban: e Diketahui: P = 350 watt t = 1 jam = 3.600 sekon Ditanyakan: W Jawab: W =Pt = (350 watt)(3.600 sekon) = 1,26 106 joule Jadi, besar energi listrik yang terpakai sebesar 1,26 106 joule. 18. Jawaban: d Diketahui: V = 12,5 volt t = 1 sekon Ditanyakan: W pada R = 16 Jawab: Rs = 1 + 3 + 4 = 8
1 Rp

110 V 220 V

(80 )

= 80 W = 20 W
4

Jadi, daya lampu menjadi 20 W. 15. Jawaban: c Diketahui: V1 = 220 volt t = t sekon V2 = 110 volt Ditanyakan: t2 Jawab: W1 = W2 ; I1 = I2 V1 I t1 = V2 I t2 (220 volt)(t) = (110 volt) t2 t2 =
(220 volt)(t ) 110 volt

= =

1 8 1 8 2 8

+ +

1 Rs

1 8

1 Rp

Rp = 8 = 4
2

Rtotal = 16 + 4 + 5 = 25 W Vtotal = Itotal Rtotal Itotal =


Vtotal R total

t2 = 2t sekon Jadi, waktu yang diperlukan untuk memanaskan air tersebut menjadi 2t sekon. 16. Jawaban: b Diketahui: E = 300 V r =4 Itiap lampu = 0,5 A Vparalel = Vtiap lampu = 220 V Ditanyakan: n (jumlah lampu) Jawab: E = V + Ir 300 volt = 220 volt + Itot (4 ) (4 ) Itot = 300 volt 220 volt (4 ) Itot = 80 volt Itot = 4 = 20 ampere Pada rangkaian paralel berlaku: Itotal = I1 + I2 + I3 + . . . . Dengan demikian, jika tiap lampu I = 0,5 A, jumlah lampu yang dapat dipasang (n): n= I = lampu
Itot
20 ampere 0,5 ampere 80 volt

12,5 volt 25

= 0,5 ampere

Pada R = 16 , nilai I = Itotal = 0,5 ampere W = I2 R t = (0,5 A)2(16 )(1 s) = (0,25)(16)(1) J =4J 19. Jawaban: c Diketahui: V = 6 volt I =2A Ditanyakan: Iseri Jawab: V = I Rtot 6 volt = (2 A) Rtot Rtot =
1 R tot

6 volt 2A

Rtot = 3 = 1 + 1 =
R 2 R R
1 3

= 40 lampu

Jadi, lampu yang dapat dipasang sebanyak 40 buah.

R = (2)(3 ) = 6 Hambatan kawat jika dirangkai seri memkado 6 + 6 = 12 .

Fisika Kelas X

41

Iseri = =

V R seri

6 volt 12

= 0,5 A Jadi, arus listrik yang mengalir menjadi 0,5 A. 20. Jawaban: a
I1 I3 R1 4 1 R3 6 2 R2 2 I2

B. Uraian 1. Hambatan yang tidak saling terhubung tidak dihitung karena tidak ada arus yang mengalir di hambatan tersebut. R pengganti CEFD: Rs = 2 + 2 + 4 + 2 + 2 = 12 sehingga menjadi:
A 2 D

6 B 2 D

Rs

E1 = 8 V

E2 = 18 V

R pengganti CD:
1 Rp

Diketahui:

R1 R2 R3 E1 E2

=4 =2 =6 =8V = 18 V

= = =

1 6 1 6 3 12

+ +

1 Rs

1 12

= 12 + 12
3

Rp = 12 = 4

Ditanyakan: I1 Jawab: I3 = I1 + I2 I2 = I3 I1 Loop 1 E1 + I1R1 + I3R3 = 0 8 + I1 (4) + I3 (6) = 0 4I1 + 6I3 = 8 Loop 2 E2 + I2R2 + I3R3 = 0 18 + I2 (2) + I3 (6) = 0 2I2 + 6I3 = 18

sehingga menjadi:
A 2

Rp B

. . . (1)

R pengganti AB: Rs = 2 + Rp + 2 = 2 + 4 + 2 = 8 Jadi, nilai hambatan pengganti antara titik A dan B adalah 8 . 2. Diketahui: R1= 10 V = 15 V I1 = 0,25 ampere % = 90% Perubahan nilai hambatan variabel = 90%

. . . (2)

Masukan I2 = I3 I1 pada persamaan (2). 2I2 + 6I3 = 18 2(I3 I1) + 6I3 = 18 2I3 2I1 + 6I3 = 18 2I1 + 8I3 = 18 . . . (3) Eliminasi persamaan (1) dan (3). 4I1 + 6I3 = 8 2I1 + 8I3 = 18 4 16I1 + 24I3 = 32 3 6I1 + 24I3 = 54 22I1 = 22
22

Ditanyakan: I2 Jawab: I1 = Rtotal = =


V R total V I1 15 V 0,25 A

I1 = 22 I1 = 1 Nilai minus (1) menunjukkan arah arus berlawanan dengan arah arus yang sebenarnya. Jadi, nilai I1 adalah 1 ampere.

= 60

Rvariabel = Rtotal R1 = (60 10) = 50

42

Kunci Jawaban dan Pembahasan

90% =
90 100

R variabel R variabel R variabel R variabel

Jawab: V =IR I = R =
120 volt 24

Rvariabel = R variabel 45 R variabel

(90) (50 ) 100

=5

= 45 = R variabel R variabel = 50 R variabel = (50 45)

R total = R variabel + R1 = 5 + 10
= 15

Itotal = =

V Rtot

= 5 ampere Q = m c T = (10.000 g)(1 kal/gC)(20C) = 2 105 kal Kesetaraan joule dan kalori, berlaku 1 joule = 0,24 kalori. Pada kasus ini, berlaku hukum kekekalan energi. W =Q (0,24) V I t = Q (0,24)(120 volt)(5 ampere) t = 2 105 kal (144 W) t = 2 105 kal t= 1.388,89 detik 23 menit Jadi, waktu yang diperlukan kira-kira 1.388,89 sekon atau 23 menit. 5. Diketahui: P V t biaya = 2.200 W = 220 V = 8 jam/hari = Rp720,00/kWh
200.000 144

15 V 15

= 1 ampere

Jadi, arus yang mengalir sekarang sebesar 1 ampere. 3. Diketahui: RA = 9 IA = 0,2 A I =2A Ditanyakan: Rsh Jawab: Untuk meningkatkan nilai maksimum ampermeter dilakukan dengan menambah hambatan atau dikenal sebagai Rsh yang dipasang paralel dengan amperemeter. n=
I IA

Ditanyakan: a. R b. biaya dalam sebulan (30 hari) Jawab: a. P=


V2 R V2 P
(220 V)2 2.200 W

Rsh

R = =

n=
R

2A 0,2 A

= 10 b.

A Rsh = (n 1)

= (10 1) = 9 = 1 Jadi, nilai hambatan shunt yang diperlukan adalah 1 . 4. Diketahui: R V T m cair = 24 = 120 V = (45 25)C = 20C = 10 kg = 10.000 g = 1 kal/gC
9

= 2.200 = 22 Hambatan oven sebesar 22 . W =Pt = (2.200 W)(8 jam/hari)(30 hari) = 528.000 Wh = 528 kWh Biaya = (Rp720,00/kWh)(528 kWh) = Rp380.160,00
A 2 3,25 6 8 B 1 Q

48.400

6.

Ditanyakan: t

Fisika Kelas X

43

R2 P R1 R3 Q

Ditanyakan: Jawab: Ra = a A
a a

= (2,63 108 m) = 1,315 102 R1 = R2 = R3 =


(2)(8) 2+8+6 (2)(6) 2+8+6 (6)(8) 2+8+6

(2,5 m) (5 106 m2 )

= = =

16 16 12 16 48 16

=1 = 0,75 =3
Rs
1

Rb = b A

b b b

Rb = b ( 1 d )2
2

1,315 102 = (107 m) 1,315 102 = (107 m)


Q

(3,14)( 2 1 ,5 103 m)2 (3,14)(0,5625 106 ) 1 ,76625 106 m2


b
b b

P R1 9V

R2

3,25

1,315 102 = (107 m)

1,315 102 = 0,56617 101 /m


R3 1 Rs
2

b b

= 0,23226 m
R1 F E1 E2 D

1 ,315 102 m 0,56617 101

Rs = R2 + 3,25 = 0,75 + 3,25 = 4 1 Rs = R3 + 1 = 3 + 1 = 4


1

9. a.

A I1 B I3 C I 2 R3 R2

= R + = + = R s2 4 4 4 s1 Rp = 2 RPQ = R1 + Rp = (1 + 2) = 3 I=
E RPQ

1 Rp

9V 3

=3A

I1 = I2 + I3 Loop 1 (EBAFE) E1 + I3R3 + I1R1 = 0 I3(0,5) + (I2 + I3)(0,1) = 9 0,6I3 + 0,1I2 = 9 Loop 2 (DCBED) E2 + E1 + I2R2 I3R3 = 0 6 + 9 + I2(0,2) I3(0,5) 0,2I2 0,5I3 = 3

Hambatan antara P dan Q sebesar 3 dan arus yang mengalir 3 A. 7. Diketahui: T1 = 0C T2 = 1.000C R0 = 6 = 0,004/C Ditanyakan: R Jawab: R = R0(1 + T) = (6 )(1 + (0,004/C)(1.000 0)C) = (6 )(1 + (0,004)(1.000)) = (6 )(1 + 4) = (6 )(5) = 30 Jadi, hambatan kawat pada suhu 1.000C adalah 30 . = 2,5 m Aa = 5 mm2 = 5 106 m2 a = 2,63 108 m d = 1,5 mm = 1,5 103 m b = 1 107 m
a

=0

0,6I3 + 0,1I2 = 9 2 1,2I3 + 0,2I2 = 18 0,5I3 + 0,2I2 = 3 1 0,5I3 + 0,2I2 = 3 1,7I3 = 21 I3 12,35 0,6I3 + 0,1I2 = 9 (0,6)(12,35) + 0,1I2 = 9 I2 =
9 7,41 0,1

8. Diketahui:

= 15,9 I1 = I2 + I3 = (15,9 + 12,35) A = 28,25 A

44

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

Arus yang mengalir di R1, R2, dan R3 berturutturut 28,25 A, 15,9 A, dan 12,35 A. VBE = E1 I3R3 = 9 V (12,35 A)(0,5 ) = 2,825 V Beda potensial B dan E sebesar 2,825 V.

10. Diketahui:

I = 5 ampere R = 20 t = 1 menit = 60 s Ditanyakan: a. W b. P Jawab: a. W = I 2 R t = (5 ampere)2 (20 ) (60 s) = 30.000 joule P = t =


W
30.000 joule 60 s

Adaptor adalah alat yang digunakan untuk mengubah arus AC menjadi DC dengan tegangan tertentu. Kapasitor adalah alat untuk menyimpan muatan listrik. Generator adalah alat yang memproduksi energi listrik. Transformator adalah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC. 4. Jawaban: a Sumber listrik DC menghasilkan listrik dengan pola kontinu. Aliran ini akan berhenti jika dihentikan secara sengaja dan tidak ada tegangan yang mampu mengalirkan elektron. 5. Jawaban: d Reaksi yang terjadi pada kutub positif saat pengisian ulang aki: 2 PbSO 4(S) + SO 4 (aq) + 2H 2 O ( ) PbO 2(S) + 2H2SO4( ) + 2e 6. Jawaban: a Komponen baterai terdiri atas bagian-bagian seperti berikut. 1) Elektrode positif batang karbon. 2) Elektrode negatif bejana seng. 3) Elektrolit amonium klorida (pasta). 4) Depolarisator campuran serbuk karbon (C) dan batu kawi (MnO2). 7. Jawaban: e Telepon genggam merupakan peralatan yang menggunakan sumber arus berupa baterai (DC). Blender, lampu neon, lemari es, dan kipas angin menggunakan sumber arus AC. 8. Jawaban: e Sebuah baterai dikatakan habis jika amonium dalam NH4Cl telah terurai habis menjadi NH3. Sebab yang lain adalah depolarisator MNO2 telah jenuh. 9. Jawaban: c Diketahui: Vmaks = 220 V Ditanyakan: Vef Jawab: Vef = =
Vmaks 2 220 V 2

b.

= 500 watt Jadi, besar energi listriknya 30.000 joule dan daya listriknya 500 watt. ne = 4 1019 partikel qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: I Jawab: Q = ne qe = (4 1019) (1,6 1019 C) = 6,4 C I = t
Q
6,4 C

= 10 s = 0,64 A Jadi, arus yang mengalir sebesar 0,64 A.

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b Pada pemasangan listrik di rumah, rangkaian listrik sebaiknya dipasang paralel (pembagi arus). Hal ini dimaksudkan agar setiap alat listrik mendapatkan tegangan yang sama. Selain itu, apabila salah satu alat putus, peralatan lain tetap dapat beroperasi normal. 2. Jawaban: b Sinyal tegangan AC selalu berbentuk sinusoidal, ditunjukkan seperti gambar 1) dan 3) 3. Jawaban: b Rotor adalah bagian yang bergerak dalam generator.

(220 V)( 2) ( 2)( 2)

= 110 2

Jadi, tegangan efektifnya 110 2 V. 10. Jawaban: b Diketahui: Imaks = 2 2 A Ditanyakan: Ief

Fisika Kelas X

45

Jawab: Ief =
Imaks 2

2 2 2

=2A A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Komponen aki sebagai berikut. 1) Elektrode positif berupa timbal oksida (PbO2). 2) Elektrode negatif berupa timbal murni (Pb). 3) Elektrolit berupa larutan asam sulfat (H2SO4). 2. Jawaban: c Beberapa cara untuk menghemat energi listrik sebagai berikut. 1) Mematikan alat listrik saat ditinggal. 2) Menggunakan alat listrik seperlunya. 3) Mematikan lampu saat siang hari. 4) Menggunakan peralatan listrik yang berdaya rendah. 3. Jawaban: a Apabila hasil reaksi kutub positif dan kutub negatif pada aki telah berubah menjadi PbSO4, aki tidak bisa digunakan. Oleh karena itu, aki perlu disetrum ulang. 4. Jawaban: b Termistor mampu mengubah resistansinya berdasarkan perubahan suhu. Semakin besar suhu, resistansinya semakin besar. 5. Jawaban: d
A Rsh = (n 1) Keterangan: Rsh = hambatan shunt () RA = hambatan dalam () n = kelipatan batas ukur Berdasarkan persamaan tersebut Rsh berbanding terbalik dengan n (kelipatan batas ukur).

Jadi, arus efektifnya sebesar 2 A. B. Uraian 1. Sekring merupakan alat yang dipasang untuk mencegah terjadinya kebakaran apabila terjadi hubungan singkat pada rangkaian listrik di rumahrumah. Apabila terjadi hubungan singkat, kawat tipis yang ada dalam sekring akan terputus, sehingga tidak ada arus yang mengalir. Dengan demikian, kebakaran ataupun kerusakan peralatan rumah tangga akibat hubungan singkat dapat dihindari. 2. Ciri-ciri listrik DC sebagai berikut. a. Sinyal tegangan DC berbentuk konstan dan tidak dipengaruhi waktu. b. Tegangan DC relatif sulit dinaikkan atau diturunkan dibanding AC. c. Listrik DC tidak memiliki nilai maksimum, nilai puncak, nilai sesaat, ataupun nilai rata-rata. d. Pembangkit listrik jenis DC beragam dan dapat dibuat sesuai kebutuhan. 3. Elemen primer adalah sumber penghasil listrik sekali pakai. Contoh elemen primer adalah baterai (elemen kering). Elemen sekunder yaitu sumber penghasil listrik yang dapat diisi ulang. Contoh elemen sekunder adalah aki. 4. Tegangan listrik yang didistribusikan ke rumahrumah dan antarrumah disambung secara paralel tujuannya agar jika salah satu komponen listrik rusak, komponen yang lain masih berfungsi. Selain itu, agar tegangan yang diterima setiap peralatan listrik sama. 5. Diketahui: Vmaks = 150 V R = 450 Ditanyakan: Vef dan Ief Jawab:
Vmaks 2 150 V 2

Vef = =

= ( 2)( 2)
ef Ief = R

(150 V)( 2)

= 75 2 V

6. Jawaban: e Rangkaian listrik dalam rumah disusun secara paralel bertujuan agar jika ada salah satu komponen listrik rusak, komponen yang lain masih tetap berfungsi. Hal ini karena pada peralatan listrik yang tersusun paralel jika arus yang mengalir ke satu alat terganggu, arus ke alat lain tidak terpengaruh. Selain itu, tegangan yang diterima peralatan listrik sama sehingga bisa berfungsi dengan baik. 7. Jawaban: b Diketahui: J = 200 A/m2 D = 0,2 m r = 0,1 m Ditanyakan: I

75 2 V 450

= 6

2 A

46

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: A = r2 = (3,14)(0,1 m)2 = (3,14)(0,01 m2) = 3,14 102 m2 I =JA = (200 A/m2) (3,14 102 m2) = 6,28 A Jadi, kuat arus yang mengalir dalam konduktor itu sebesar 6,28 ampere. 8. Jawaban: b Diketahui: =2m A = 1 mm2 = 106 m2 R = 50 Ditanyakan: Jawab: =
A
2m 106 m2

Jawab: Rsh
A = (n = (n 1) 1)

30 k

n 1 = 50 n1 = 5 n = 5 +1 = 5 n IA = = =
I IA

30

3 3

I n
480 A
8 5

50 =

= 300 mA Jadi, batas ukur multimeter mula-mula 300 mA. 11. Jawaban: a Diketahui: Rv = 2 k = 2.000 I = 0,5 A Rf = 28 k = 28.000 Ditanyakan: V Jawab: Vv = Rv I = (2.000 )(0,5 A) = 1.000 V n1 =
Rf Rv

= (480 A) 8

50 = (2 106 m1)

50 2 106

= 25 106 m = 2,5 105 m Jadi, nilai hambat jenis kawat tersebut adalah 2,5 105 m. 9. Jawaban: d Diketahui: I =5A t = 25 s qe = 1,6 1019 C Ditanyakan: ne Jawab: Q =It = (5 A)(25 s) = 125 C ne = =
Q qe 125 C (1,6 1019 C)

= 2.000 = 14

28.000

n = 15 n=
V Vv

V = n Vv = (15)(1.000 V) = 15.000 V Batas ukurnya menjadi 15.000 V. 12. Jawaban: d Diketahui: Rv = 50 k n = 4 kali Ditanyakan: Rf Jawab: Rf = (n 1) Rv = (4 1)(50 k) = (3)(50 k) = 150 k Jadi, hambatan muka yang harus dipasang sebesar 150 k. 13. Jawaban: e Diketahui: T0 = 25C = 4 103/C R0 = 100 R = 212 Ditanyakan: T

7,8 1020 A Partikel yang mengalir melewati penghantar kirakira sebanyak 7,8 1020. 10. Jawaban: c Diketahui: I = 480 mA RA = 30 k Rshunt = 50 k Ditanyakan: IA

Fisika Kelas X

47

Jawab: R = R0(1 + T) R = R0(1 + (T T0) 212 = 100 (1 + (4 103/C)(T 25C)) 212 = 100 (1 + 4 103 T 101) 212 = 100 (4 103 T + 0,9)
212 100

Itotal =

V R total
p p

12 V 6

=2A

Itotal = IR
p

VR = (IR )(Rp) = (2 A)(2 ) = 4 V Oleh karena paralel, VAB = VR = 4 volt.


p

= 4 103 T + 0,9

2,12 = 0,004 T + 0,9 0,004 T = 2,12 0,9 0,004 T = 1,22 T = 305C Jadi, suhu akhir kawat tembaga adalah 305C. 14. Jawaban: c Diketahui: R = 10 R1 = 7R2 Ditanyakan: R1 Jawab: R1 + R2 = R 7R2 + R2 = R R1 = 7R2
R 7 R

17. Jawaban: c
1 Rp

= =

1 2 2 2

1 2

1 V

Rp =

2 2

R2 = 8
7

=1 Rtotal = 1 + Rp + 1 + 1 = 1 + 1 + 1 + 1 = 4 Diketahui V pada R = 1 besarnya 10 V, maka nilai V pada resistor lain yang besarnya 1 pasti sama yakni 10 V. Vtotal = 10 V + 10 V + 10 V + 10 V = 40 V Itotal =
Vtotal R total

40 V 4

= 10 A

= 7( 8 ) = 8 R = 8 (10 ) = 8,75 Kawat bagian pertama memiliki hambatan 8,75 . 15. Jawaban: a Diketahui: R1 = 3 R2 = 2,5 R3 = 3,5 E =3V Ditanyakan: I1 Jawab: VR = V2 = E = 3 V
1

Jadi, arus yang mengalir sebesar 10 A. 18. Jawaban: c Diketahui: V1 = 25 V P = 100 W V2 = 125 V Ditanyakan: R yang ditambahkan Jawab: R1 = I =
V12 P P V1

(25 V)2 100 W

625 V 2 100 W

= 6,25

= 25 V = 4 A Alat dapat bekerja normal jika arus yang mengalir sama.


V
125 V

100 W

I1 =

= 3 = 1,0 A Jadi, arus listrik pada R1 sebesar 1,0 A. 16. Jawaban: c


1 Rp

E R1

3V

= = =

1 1 + 3 6 2+1 6 3 6 6

A 3,5

R2 = I2 = 4 A = 31,25 Oleh karena R1 = 6,25 dan R2 = 31,25 maka harus ditambahkan hambatan sebesar 25 secara seri pada R1.
B

19. Jawaban: a
4 30 V ; 0,2

Rp =

Rtotal = 3,5 + 2 + 0,5 = 6

=2

12 V ; 0,5

9 V ; 0,3

48

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Diketahui:

t = 10 sekon

Jawab: P= 250 watt = R=


V2 R (125 volt)2 R

Ditanyakan: W pada R4 Jawab:


I(6 + 0,3 + 4 + 0,2 ) + 9 V 30 V = 0 10,5 I 21 = 0 (10,5 A) I = 21 V I=
21 A 10,5

(125)(125) volt2 250 watt

= 62,5
62,5

VR

=IR

= (2 A)(4 ) = 8 V

I=2A

Jika hambatan kawat 12,5 per meter, panjang kawat yang dibutuhkan menjadi = 12,5 / m = 5,0 meter. 23. Jawaban: b Diketahui: P V E r Ditanyakan: I Jawab: P = R =
V2 R V2 P

Pada rangkaian seri Itot = I1 = I2 = I3 W = 0,24 V I t = (0,24)(8 V)(2 A)(10 sekon) = 38,4 kalori Jadi, kalor yang dihasilkan R4 selama 10 s sebesar 38,4 kalori. 20. Jawaban: c Diketahui: P1 = 40 watt V1 = 120 volt V2 = 60 volt Ditanyakan: P2 Jawab: P2 = =
V2 V1
1 2
2

= 15 W = 12 V = 12 V = 1,8

(12 volt)2 15 watt

P1 =

60 V 120 V

= (40 W) (40 W) = 10 watt


1 Rp

144 volt2 15 watt

= 5 +
5 48

48

12 V ; 1,8

(40 W) =

1 4

5 48 48

5 48

Jadi, daya yang digunakan lampu itu sebesar 10 watt. 21. Jawaban: a Diketahui: E1 = E2 = E3 = E4 = 3 V R = 18 I = 0,5 A Ditanyakan: r Jawab: E = E1 + E2 + E3 + E4 = 4(3 V) = 12 V E = I(R + rs) 12 V = (0,5 A)(R + rs) 24 = (18 + rs) rs = 6 r = 4 = 1,5 Jadi, hambatan dalam tiap-tiap sel 1,5 . 22. Jawaban: c Diketahui: P = 250 watt V = 125 volt R = 12,5 per meter Ditanyakan: panjang kawat
6

16 = 15 Rp = 48 = 5 = 3,2 15

E = I(R + r) 12 volt = I(3,2 + 1,8 )= I(5 ) I = 12 volt = 2, 4 ampere Jadi, arus listrik yang melewati akumulator sebesar 2,4 ampere. 24. Jawaban: d Diketahui: t =1s W = 500 J V = 50 V Ditanyakan: R Jawab: Jawab: P = t = 1s P = 500 W = R =
2

500 J

= 500 W

V R (50 V)2 R
2.500 V2 500 W

R =5 Jadi, hambatan listrik alat pemanas = 5 .

Fisika Kelas X

49

25. Jawaban: d Diketahui: V1 = 100 volt R = 20 ma = 1 kg T0 = 20C t = 7 menit = 420 sekon V2 = 110 volt cair = 4.200 J/kgC Ditanyakan: T Jawab: P = = =
V2 R
(100 volt)2 20 (100)(100) volt 20
2 2

27. Jawaban: c Diketahui: R1 = 10 R2 = 15 k Ditanyakan: 1 : 2 Jawab: Pada jembatan Wheatsone berlaku: R1 2 = R2 1 (10 k)
1 2 1 2

= (15 k)

= 10 k 15 k 2 = 3
1

Jadi,

= 2 : 3.

P1 = 500 watt P2 = =
V2 V 1

P1
2

110 V 100 V

P1

= (1,1)2 (500 watt) = 1,21 (500 watt) = 605 watt W=Q P t = ma ca T (605 watt)(420 sekon) = (1 kg)(4.200 J/kgC) (T 20C) 254.100 J = (4.200 J/C)(T 20C) T 20C = 4.200 J/C T 20C = 60,5C T = 60,5C + 20C = 80,5C Jadi, suhu akhir air menjadi 80,5C. 26. Jawaban: c Diketahui: R1 = 24 P1 = 12 watt R2 = 16 Ditanyakan: P2 Jawab: V12 = V22 P1 R1 = P2R2 P2 = =
R1 R2

28. Jawaban: b Diketahui: P = 900 watt t = 8 jam 30 hari = 240 jam biaya = Rp700,00 per kWh Ditanyakan: biaya 1 bulan Jawab: W =Pt = (900 watt)(240 jam) = 216.000 watt jam = 216 kWh Jadi, biaya yang harus dikeluarkan adalah 216 kWh Rp700,00 = Rp151.200,00. 29. Jawaban: a Diketahui: V = 12,5 volt m = 5 kg h =2m = 80% I = 1 ampere Ditanyakan: t Jawab: 0,8 V I t = m g h (0,8)(12,5 V)(1A) t = (5 kg)(9,8 m/s2)(2 m) (10 W) t = 9,8 J = 10 s = 9,8 s Jadi, waktu yang diperlukan untuk memindahkah beban itu adalah 9,8 sekon. 30. Jawaban: e Diketahui: P = 200 watt R =4 Ditanyakan: Vef dan Ief Jawab: Vef = = Ief =
PR
98

254.100 J

P1 (12 W)

= 18 Jadi, lampu 16 memiliki daya 18 watt.

24 16

(200 W)(4 ) =
P Vef

800 V2 = 20 2 V
=5 2 A

200 W 20 2 V

Tegangan efektif dan arus efektif berturut-turut 20 2 V dan 5 2 V.

2 2

50

Kunci Jawaban dan Pembahasan

B.

Uraian E = 24 volt r = 0,7 R1 = R2 = R3 = 15 R4 = 0,3 Ditanyakan: a. sketsa gambar b. Itotal c. V pada R1, R2, dan R3 Jawab: a. 15
15 15 0,3

1. Diketahui:

1 Rp1

= = =

1 Rs1

1 R4

1 24 1 24 4 24

+ +

1 8 3 24

1 Rp1

Rp1 = 24 = 6
4
R3

0,2

R2

Rp

R1

24 V; 0,7

Rs2 = R3 + Rp1 = 15 + 6 = 21
1 15

b.

1 Rp 1 Rp

= =

1 15 3 15
E R total

1 15

3 15

0,2

R2

Rs

Rp =

Rtotal = 5 + 0,3 + 0,7 = 6 Itotal = c. 2. Diketahui: = 24 V = 4 A


6

15 3

=5
R1

Vp = Itotal Rp = (4 A)(5 ) = 20 volt


1 =8m =2m 2 R1 = 100 A1 = A A2 = 4 A

1 Rp2

= = =

1 R2

+ +

1 Rs2
1 21

1 9

21 189 30 189

9 189

1 Rp2

Rp2 = 189 = 6,3


30

Ditanyakan: R2 Jawab:

0,2

Rp R1

=R
R1 (100 )
A1
1

, maka

= R2 = R2

A2
2

Rtotal = R1 + Rp2+ r = 2 + 6,3 + 0,2 = 8,5 Itotal = =


V R total

A (8 m)

4A (2 m)

(12,5 ) A = (2 A) R2 R2 = = 6,25 Jadi, hambatan kabel itu sekarang menjadi 6,25 . 3. Rs1 = R5 + R6 = 19 + 5 = 24
R3 D 0,2 R2 R4 Rs
1

(12,5 ) A 2A

17 V 8,5

=2A

Jadi, arus yang mengalir dirangkaian sebesar 2 A. 4.


C 2,1 V ; 2 1,9 V ; 1 AB E
45

(I) I3

(II) F

8 I1 A I2 9

I1 + I2 = I3 = I1 = I3 I2

. . . (1)

R1

Fisika Kelas X

51

Loop I (8 ) I1 + (45 ) I3 2,1 V + (2 ) I1 = 0 8 I1 + 45 I3 2,1 + 2 I1 = 0 10 I1 + 45 I3 = 2,1 Masukkan persamaan (1) 10(I3 I2) + 45 I3 = 2,1 10 I3 10 I2 + 45 I3 = 2,1 10 I2 + 55 I3 = 2,1 . . . (2) Loop II (9 ) I2 + (45 ) I3 + (1 ) I2 1,9 V = 0 9 I2 + 45 I3 + I2 1,9 = 0 10 I2 + 45 I3 = 1,9 Eliminasi persamaan (2) dan (3): 10I2 + 55 I3 = 2,1 10I2 + 45 I3 = 1,9 + 100 I3 = 4 I3 =
4 100

(0,24)(300 kalori/s) t = 36.000 kalori (72 kalori/s) t = 36.000 kalori t = 500 sekon = 8 menit 20 sekon Jadi, waktu yang diperlukan sebanyak 8 menit 20 sekon. 7. Diketahui: P = 350 W Imaks = 4 A Ditanyakan: a. Ief b. Vef c. Vmaks Jawab: a. b. c. Ief = Vef =
Imaks 2
P Ief

= =

4A 2
4 2

=2 2 A = 87,5 2 V

350 W A

Vmaks = Vef 2 = (87,5 2 V)( 2 ) = 175 V

= 0,04 A 8. Diketahui:

VAB = I3 R3 = (0,04 A)(45 ) = 1,8 volt Jadi, V di AB sebesar 1,8 volt. 5. Diketahui: ne = 5 1014 qe = 1,6 1019 C t = 30 s R = 1,5 k = 1,5 103 Ditanyakan: V Jawab: Q = ne qe = (5 1014 )(1,6 1019 C) = 8 105 C I = t = V=IR=
Q
8 10 5 C 30 s

perak = 2 m Aperak = 0,5 mm2 = 5 107 m2 perak = 1,6 108 m platina = 0,48 m Aplatina = 0,1 mm2 = 107 m2 platina = 4 108 m V = 12 volt t = 1 menit = 60 s Ditanyakan: W Jawab: Pada kawat perak

A = 3 106 A A)(1,5 103 )

Rperak = perak A

perak perak

8 (3

106

= (1,6 108 m) = 6,4 102 Pada kawat platina: Rplatina = platina A


platina platina

2m (5 107 m2 )

=4 V = 4 mV Beda potensial kawat sebesar 4 mV. 6. Diketahui: P = 300 watt V = 120 volt m = 500 g T0 = 28C T = 100C cair = 1 kal/gC Ditanyakan: t Jawab: Q = m c T = (500 g)(1 kal/gC)(72C) = 36.000 kalori W=Q 0,24 Pt = Q

103

= (4 108 m)

= 1,92 101 Karena dipasang seri maka: Rtotal = Rperak + Rplatina

(0,48 m) (107 m2 )

= (6,4 102 ) + (1,92 101 ) = 2,56 101 Itotal = =


Vtotal R total 12 volt 2,56 101

= 46,875 ampere

52

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Oleh karena rangkaian seri, maka Itotal = Iperak = Iplatina V pada kawat platina W = 0,24 (I 2 total Rplatina t) kalori = (0,24)(46,875)2(1,92 101)(60) kalori = 6.075 kalori Jadi, panas yang timbul pada kawat platina sebesar 6.075 kalori. 9. Diketahui: R1 = 3 Rs = R1 + R2 + R3 R2 = 2 = 15 R3 = 10 V = 150 V Ditanyakan: VR , VR , dan VR 1 2 3 Jawab: I=
V Rs

Berdasarkan persamaan di atas, kalor jenis berbanding terbalik dengan perubahan suhu. Jika nilai kalor jenis besar, suhu lebih sulit naik atau turun. Sebaliknya, jika nilai kalor jenis kecil, suhu lebih mudah naik atau turun. 2. Jawaban: d Diketahui: Xo = 40X X = 240X T C = 50C Ditanyakan: T X Jawab:
A B AC 240 T X 240 40 240 T X 200

= D F

D E

= 100 10 = 100
50 50 50

100 50

= 150 V = 10 A
15

VR = I R1 1 = (10 A)(3 ) = 30 V VR = I R2 2 = (10 A)(2 ) = 20 V VR = I R3 3 = (10 A)(10 ) = 100 V 10. Diketahui: Lampu 15 watt 5 jam Lampu 5 watt 12 jam t = 30 hari tarif Rp700,00/kWh

240 T X = 100 200 T X = 100 200 240 T X = 100 240 T X = 140 T X = 140 Jadi, suhu 50C sama dengan suhu 140X. 3. Jawaban: a Diketahui: Lo = 301 m = 12 106/K T = 22C = 22 K Ditanyakan: L Jawab: L = Lo T = (301 m)(12 106/k)(22 K) 0,0795 m 7,95 cm Jadi, perubahan panjang besi kira-kira 7,95 cm. 4. Jawaban: e Diketahui: m = 2 kg T = (50 10)C = 40C = 40 K (Oleh karena rentang suku skala Celcius dan skala Kelvin sama, rentang suhunya sama) Q = 42.000 joule Ditanyakan: c Jawab: Q = m c T c = m T = (2 kg)(40 K) =
42.000 joule 80 kg K

Ditanyakan: a. W b. biaya Jawab: a. Lampu 1 (15 watt)(5 jam 30 hari) = 2.250 Wh Lampu 2 (5 watt)(12 jam 30 hari) = 1.800 Wh + = 4.050 Wh = 4,050 kWh b. Tarif = 4,050 kWh Rp700,00 = Rp 2.835,00

Latihan Ulangan Tengah Semester


A. Pilihan Gandaang tepat! 1. Jawaban: d c = m T
Q

42.000 joule

= 525 joule/kg K

Jadi, kalor jenis zat tersebut sebesar 525 J/kg K.

Fisika Kelas X

53

5. Jawaban: e Kalor jenis suatu benda adalah sifat khas dari benda itu. Jadi, hanya dipengaruhi oleh jenis bendanya saja. 6. Jawaban: b Diketahui: m1 = 75 gram T1 = 0C m2 = 50 gram T2 = 100C Ditanyakan: Tcampuran Jawab: Qlepas = Qterima m2 c T = m1 c T m2(100 Tcampuran) = m1(Tcampuran 0) 50(100 Tcampuran) = 75(Tcampuran 0) 5.000 50Tcampuran = 75Tcampuran 125Tcampuran = 5.000 Tcampuran = 40 Jadi, suhu akhir campuran adalah 40C. 7. Jawaban: e Diketahui: T = 30C = 30 K Q = 2,25 104 J c = 600 J/kg K Ditanyakan: m Jawab: Q = m c T = 18.000 kg = 1,25 kg Jadi, massa zat itu sebesar 1,25 kg. 8. Jawaban: e Diketahui: mes = 10 gram T0 = 40C T = 100C T1 = 0C (40C) = 40C T2 = (100 0)C = 100C ces = 0,5 kal/gC Les = 80 kal/gC cair = 1 kal/gC Ditanyakan: Qtot Jawab: Qes = mes ces T = (10 g)(0,5 kal/gC)(40C) = 200 kal Qlebur = mes Les = (10 g)(80 kal/g) = 800 kal Qair = mair cair T = (10 g)(1 kal/gC)(100C) = 1.000 kal m =
Q c T

Qtot = Qes + Qlebur + Qair = (200 + 800 + 1.000) kal = 2.000 kal Jadi, kalor yang diperlukan sebanyak 2.000 kalori. 9. Jawaban: d Diketahui: mair = 100 g cal = 900 J/kg K = 0,1 kg Tal = 100C Tair = 25C T1 = (35 25)C mal = 200 g = 10C = 0,2 kg T2 = (100 35)C = 65C Tcamp = 35C cair = 4.200 J/kg K Ditanyakan: Ckal Jawab: Qserap = Qlepas Qair + Qkal = Qal mair cair T1 + Ckal T1 = mal cal T2 (0,1)(4.200)(10) + Ckal(10) = (0,2)(900)(65) 4.200 + 10Ckal = 11.700 10Ckal = (11.700 4.200) 10Ckal = 7.500 Ckal =
7.500 10

= 750

Jadi, kapasitas kalor kalorimeter sebesar 750 J/K. 10. Jawaban: e Suhu akhir campuran selalu berada di antara suhu dua zat yang dicampurkan. Jadi, suhu campuran lebih rendah dari P dan lebih besar dari Q. Persamaannya dapat ditulis Q < R < P. 11. Jawaban: c Diketahui: m1 = m T 1 = T c1 = c2 = c m2 = 3m T2 = 2T Ditanyakan: Q2 Jawab: Q = m1c T = mcT Q2 = m2c T = (3m)(c)(2T ) = 6mcT = 6Q1 Jadi, kalor yang diperlukan menjadi 6 kali semula. 12. Jawaban: b Diketahui: h = 360 m g = 9,8 m/s2 ctembaga = 420 J/kgC Q = 60%Ep Ditanyakan: T

(2,25 104 ) kg (600)(30)

22.500

54

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: 60%Ep = Q 60%m g h = m c T (60%)(9,8)(360) = (420)T 2.116,8 = 420T T =


2.116,8 420

Berdasarkan persamaan tersebut, pemuaian panjang sebanding dengan koefisien panjang, kenaikan suhu, serta panjang batang mula-mula. Koefisien muai panjang bergantung pada jenis setiap setiap bahan. 16. Jawaban: a

= 5,04C

Jadi, kenaikan suhu yang terjadi pada tembaga sebesar 5,04C. 13. Jawaban: a Diketahui: kal = 50 kal/m sC A = 1 cm2 = 104 m2 T = 20C L =1m Ditanyakan: H Jawab: H =kA L
T 20C sC)(104 m2) 1 m

= 2 =
1 2

= 3 =
1 3

= =

2 3 3 2

17. Jawaban: c Diketahui: L0 = L T = 300C L = 0,9%Lo Ditanyakan: Jawab: L = Lo T


9 1.000

Lo = Lo T = 300 300
9 103 300

= (50 kal/m

= 0,1 kal/s Jadi, kalor yang merambat sebesar 0,1 kal/s. 14. Jawaban: b Diketahui: Lbatu = 6 cm = 6 102 m Tuap = 100C Tes = 0C t = 1 jam = 3.600 sekon mes = 1,2 kg kbatu = 0,123 J/msC Les = 3,344 105 J/kg Ditanyakan: Abatu Jawab: Qlebur = mes L = (1,2 kg)(3,344 105) J = 401.280 J H=kA L
Q t 401.280 J 3.600 s T T
A(100C) m)

9 1.000

103 =

= 3 105

Jadi, koefisien muai panjang batang tersebut 3 105/C. 18. Jawaban: d Diketahui: v0 = 50 cm3 Traksa = 18C raksa = 1,8 104/C Takhir = 38C tabung = 9 106/C Ditanyakan: Vraksa tumpah Jawab: Vraksa = V0(1 + T) = (50 cm3)(1 + (1,8 104/C)(38 18C)) = (50 cm3)(1 + 3,6 103) = 50 cm3 + 0,18 cm3 = 50,18 cm3 Jika tabung = 9 106/C maka tabung = 3tabung = (3)(9 106/C) = 27 106/C = 2,7 105/C Vtabung = V0(1 + T ) = (50 cm3)(1 + (2,7 105/C)(38C 18C)) = (50 cm3)(1 + 5,4 104) = 50 cm3 + 0,027 cm3 = 50,027 cm3 Vraksa yang tumpah = Vraksa Vtabung = (50,18 50,027) cm3 = 0,153 cm3 Jadi, volume raksa yang tumpah adalah 0,153 cm3.

=kA L

= (0,123 J/msC) (6 102


24.076,9

A = 44.280 m2 = 0,54374 0,544 m2 Jadi, luas permukaan batu itu 0,544 m2. 15. Jawaban: a Pemuaian panjang dirumuskan sebagai berikut. L = Lo(1 + T )
Keterangan: L = panjang akhir Lo = panjang awal = koefisien muai panjang T = perubahan suhu

Fisika Kelas X

55

19. Jawaban: d Diketahui: I = 4 ampere t = 0,75 menit = 45 sekon Ditanyakan: Q Jawab: I= t Q = I t = (4 ampere)(45 sekon) = 180 C Muatan yang melewati kawat sebesar 180 C. 20. Jawaban: e Q=It Jumlah muatan berarti jumlah luas daerah di bawah kurva. Latas = Ltrapesium = =
sisi sejajar tinggi 2 (7 + 3)(2) 2 Q

Jawab: = 0(1 + T) = (2 106 m)(1 + (0,004/C)(100 25)C) = (2 106 m)(1 + 0,3) = (2 106 m)(1,3) = 2,6 106 m Jadi, hambatan jenis logam pada suhu 100C menjadi 2,6 106 m. 24. Jawaban: b Diketahui: tembaga = 1,72 108 m = 150 m A = 0,3 mm2 = 3 107 m2 I = 25 ampere Ditanyakan: V Jawab: R =A = (1,72 108 m) = 8,6 V =IR = (25 A)(8,6 ) = 215 volt Jadi, tegangan antara ujung-ujung kawat tembaga itu sebesar 215 volt. 25. Jawaban: b = 5 105 m Diketahui: A = 1 mm2 = 106 m2 =1m Q = 180 C t = 1 jam = 3.600 sekon Ditanyakan: V Jawab: R = A = (5 105 m) = 50
1m 106 m2 150 m 3 107 m

= 10 Lbawah = Lpersegi panjang = p = (10)(2) = 20 Q = Ltotal = 10 + 20 = 30 Jadi, jumlah muatan selama 10 sekon pertama adalah 30 C. 21. Jawaban: d Diketahui: V1 = 3 volt I1 = 15 mA V2 = 2 volt Ditanyakan: I2 Jawab: V=IRR= I Oleh karena hambatan (R) sama maka
V1 I1

= =

V2 I2 2 volt I2

3 volt 15 mA

I2 =

2 volt 3 volt

15 mA

= 10 mA Jadi, kuat arus saat v = 2 volt adalah 10 mA. 22. Jawaban: c Hambatan jenis suatu penghantar adalah suatu ciri khas suatu bahan. Namun, hambatan jenis dapat berubah jika mengalami kenaikan suhu. Dengan demikian, hambatan jenis dipengaruhi oleh jenis bahan itu sendiri dan suhunya. 23. Jawaban: e Diketahui: 0 T0 T Ditanyakan: = 2 106 m = 25C = 100C = 0,004/C

I = t

Q 180 C

= 3.600 sekon = 0,05 ampere V =IR = (0,05 A)(50 ) = 2,5 volt Jadi, beda potensial pada ujung-ujung kawat itu adalah 2,5 volt. 26. Jawaban: b Diketahui: IA = 1 A RA = 1 I =4A Ditanyakan: Rshunt

56

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: n =
I IA

4A 1A
R

=4
1

A Rshunt = (n = (4 1) = 3 0,33 1) Jadi, hambatan shunt yang harus dipasang sebesar 0,33 .

27. Jawaban: a Diketahui: IG = 0,2 A rG = 20 E = 100 volt Ditanyakan: R Jawab:


Rd IG = 0,2 A rG = 20

29. Jawaban: a Diketahui: R1 = 1 R2 = 3 R3 = 4 Ditanyakan: Rtotal Jawab: RS = R1 + R2 + R3 1 =1+3+4 =8


1 RP

R4 = 16 R5 = 8 R6 = 5

= =

1 RS1

+ +

1 R5

1 8 2

1 8

= 8 RP = 2 = 4 Rtotal = Rp + R4 + R6 = 4 + 16 + 5 = 25 Jadi, hambatan total rangkaian 25 . 30. Jawaban: b Diketahui: R1 = 6 R2 = 3 R3 = 8 R4 = 4 Ditanyakan: RAB Jawab: RS = R2 + R5 1 =3+3 =6 RS = R4 + R6 2 =4+2 =6 Paralel RS dengan RS
1

VR

VG

E = 100 volt

Untuk menjadi voltmeter dan batas ukurnya bertambah, galvanometer harus dirangkai seri dengan hambatan (membagi tegangan). Dari rangkaian itu dapat ditentukan nilai Rd (hambatan depan) dengan sifat berikut. E = VR + VG = IG Rd + IG rG 100 volt = (0,2 A)Rd + (0,2 A)(20 ) Rd = 0,2 = 480 Jadi, hambatan yang diperlukan sebesar 480 dan dipasang secara seri dengan galvanometer. 28. Jawaban: e Diketahui: R1 = 3 R2 = 2 R3 = 4 Ditanyakan: Rtotal Jawab:
1 RP

R5 = 3 R6 = 2 R7 = 6 R8 = 6

96

1 RP1

1 6 6

1 6

2 6

RP = 2 = 3 1
A 8 6 6 B 6 Rp
1

= = =

1 R1

1 R2

1 3 2 6 5

+ +

1 2 3 6 6
1 RP2

= =

1 R7

+ +

1 R8

= 6 RP = 5 = 1,2 Rtotal = RP + R3 = 1,2 + 4 = 5,2 Hambatan total rangkaian tersebut 5,2 .

1 6 2

1 6

= 6

Fisika Kelas X

57

RP = 2 = 3 2
A 8 6 RP
1

1 RP1
=

= =

1 RP2
1 RCDE 1 RGFE

A 1 C 6 6 6 E D

+ +

1 RCE 1 RGE

RP = 3
2

=
B

6 G

RS = R1 + RP + RP 3 1 2 =6+3+3 = 12
1 RP3

1 RP1

= 6 + 6 =
2 6
2

1 B

= = = =

1 R3

+ +

1 RS3

RP = RP = 3
1

1 8 3 24 5 24 24 5

1 12 2 24

1 6 1

3 3

RP3 =

= 4,8 = RAB

Jadi, besar hambatan antara titik A dan B adalah 4,8 . 31. Jawaban: a Oleh karena pada gambar tersebut nilai R1R4 = R2R3, dianggap tidak ada arus yang melewati R5 sehingga:
R1 A R2 R4 R3 B

RS = RP + RP 3 1 2 =3+3 =6 Sehingga menjadi:


1 6 1 6

1 RP3

= 6 + 6
2

RS = RS = 3 + 3 = 6
1

1 RP

1 6 2

+ 6

= 6 RP = 2 = 3 Jadi, nilai hambatan penggantinya 3 . 32. Jawaban: d RCDE = RGFE =3+3 =6


A

= 6 RP = 3 3 Rtotal = RS 4 =1+1+3 =5 Jadi, hambatan pengganti antara titik A dan B adalah 5 . 33. Jawaban: c
I1 I I2 I3 2 3 6

C 6

3 6 E 6

D 3 3 F

Diketahui:

1 B

I2 = 4 A R1 = 2 R2 = 3 R3 = 6 Ditanyakan: Itotal

58

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: V = I2 R2 = (4 A)(3 ) = 12 volt Pada rangkaian paralel, nilai V1 = V2 = V3 = Vn = . . . I3 = I1 = =


V R3 V R1

36. Jawaban: c I1 + I2 = I3
8 I1 I3 I 8 V II I2 2

24 V

12 volt 6

=2A Loop II I2(2 ) + 8 V = 0 (2 )I2 = 8 V

12 volt 2

=6A Itotal = I1 + I2 + I3 =6A+4A+2A = 12 A Arus listrik yang mengalir pada rangkaian 12 A. 34. Jawaban: a = IR = 3 A IR 4 5 IR = IR + 3 A 6 3 IR =5A3A 3 =2A IR = IR 7 2 IR8 = IR + IR
6 2

I2 = 2 A = 4 A Tanda negatif menunjukkan arah arus berkebalikan dengan arah arus yang sebenarnya. Nilai I yang mengalir di R = 2 adalah 4 A. 37. Jawaban: b Diketahui: V = 220 volt I = 2,5 ampere t = 6 jam harga = Rp750,00/kWh Ditanyakan: biaya per hari Jawab: W= V I t = (220 V)(2,5 A)(6 jam) = 3.300 Wh = 3,3 kWh Biaya yang harus dikeluarkan per hari = 3,3 kWh Rp750,00 = Rp2.475,00 38. Jawaban: a Gambar tersebut dapat diubah menjadi
10 R1 A R2 10 R3 2 R4 5 B 5

12 A = 5 A + IR 2 IR = 12 A 5 A 2 =7A Jadi, IR = 7 A dan IR = 2 A.


2 3

35. Jawaban: a
2 V; 0,1

2,7

E = I(R + r) (3)(2 V)= I(0,3 + 2,7) 6 V = (3 )I I = 3 =2A E = Vjepit + I r Vjepit = E I r = 6 V (2 A)(0,3 ) = 6 V 0,6 V = 5,4 V Vtiap baterai =
5,4 V 3 6V

Pada rangkaian ini berlaku R1R4 = R2R3 sehingga arus di R = 2 dianggap mendekati 0. Jika I ~ 0, daya pada R = 2 juga akan mendekati 0. 39. Jawaban: d Diketahui: R = 20 V1 = 100 volt t = 7 menit = 420 detik V2 = 110 V mair = 1 kg Tair = 20C cair = 4.200 J/kgC Ditanyakan: Takhir

= 1,8 volt

Jadi, tegangan jepit tiap baterai sebesar 1,8 volt.

Fisika Kelas X

59

Jawab: P2 = V2 P1 1 = 100 R =
2 110 V 2

Jawab:
2

S titik beku titik didih titik beku S ( 15) 60 ( 15)

= 100 0 = 100 = 100


75 3 C C

C0

1002 (1,1)2 20 watt

S + 15 75

= (1,21)(500 watt) = 605 watt Wpemanas = Qair P t = m c T (605 watt)(420 s)= (1 kg)(4.200 J/kgC) T 254.100 = 4.200T T = 60,5 Suhu akhir = Tawal + T = 20C + 60,5C = 80,5C Jadi, suhu akhir air 80,5C. 40. Jawaban: b Diketahui: P = 3 kW = 3.000 W Vair = 2 L ~ 2 kg Tair = 20C t = 15 menit = 900 s cair = 4,2 kJ/kgC = 4.200 J/kgC U = 2,3 103 kJ/kg Ditanyakan: sisa air Jawab: T = 100C 20C = 80 Qlepas = Qserap W = Qair + Quap P t = m c T + m U (3.000 W)(900 s) = (2 kg)(4.200 J/kgC)(80C) + m(2,3 103 kJ/kg) 6 2,7 10 = 672.000 + 2,3 106 m 2,3 106 m = 2.028.000 m 0,88 Sisa air adalah 2 L 0,88 L = 1,12 L. Jadi, sisa air di dalam ketel 1,12 L. B. Uraian 1. Diketahui: Termometer S titik beku = 15S titik didih = +60S pada skala Celcius titik beku = 0C titik didih = 100C Ditanyakan: persamaan

S + 15 = 100 C S = ( 4 C 15)S Jadi, nilai termometer S dapat dicari dengan persamaan S = ( 4 C 15)S. 2. Diketahui: Q = 2.000 kalori T1 = 40C T2 = 100C 20C = 80C Ditanyakan: Qlepas Jawab: Kalor yang diterima benda Q = m c T1 2.000 = m c (40) c = 40m = m Pada kalor yang dilepas benda Q = m c T2 = m m (80) = 4.000 Jadi, kalor yang harus dilepaskan sebanyak 4.000 kalori. 3. Diketahui: A = 125 cm2 = 1,25 102 m2 L = 10 cm = 0,1 m T = 2C = 2 K k = 50 W/mK Ditanyakan: H Jawab: H = =
k A T L (50 W/mK)(1,25 102 m2 )(2 K) (0,1 m)
50

2.000

50

= 12,5 J/s Jadi, kalor yang dapat dihantarkan oleh baja tiap sekon adalah 12,5 J/s. 4. Diketahui: T1 Lo T2 T3 T 1 T 2 Ditanyakan: L = 20C = 320 m = 20C = 5C = (20 20)C = 40C = (5 (20))C = 25C = 11,7 106/C

60

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: L = L0(1 + T ) = (320 m)(1 + (11,7 106/C)(40C) = 320(1 4,68 104) = 320 0,14976 = 319,85024 m (pada suhu 20C) Perubahan panjang rentang 20C hingga 5C L = L T = (319,85024 m)(11,7 106/C)(25C) 0,09356 m Jadi, perubahan panjang pada waktu tersebut 9,356 102 m. 5. Diketahui: R1 = R2 = R3 = 10 R4 = 5 R5 = 2 Ditanyakan: Rpengganti Jawab: Oleh karena R 1 R 5 R 2 R 3 tidak berlaku jembatan Wheatstone. Rangkaian menjadi
R1 = 10 Rb Ra R3 = 10
R1R3 R1 + R3 + R4 R1R4 R1 + R3 + R4 R3R4 R1 + R3 + R4

Ra dan Rp dirangkai seri Rs = Ra + Rp = 4 + 3 = 7


3

Jadi, Rtotal senilai 7 . 6. Diketahui: R1 = 4 R2 = 2 R3 = 2 R4 = 4 R5 = 2 R6 = 4 Ditanyakan: RAB Jawab:


A R1 R5 B R6 R2 R3

R4

Rs = R2 + R3 1 = (2 + 2) =4
A R1 R5 B R6
1 R4

R2 = 10 Rc R4 = 5 R5 = 2

R4

RS

Ra = Rb = Rc =

= 10 + 10 + 5 = 25 = 4 = 10 + 10 + 5 = 25 = 2
(10)(5) 50 (10)(5) 50

(10)(10)

100

1 Rp1

= = =

+ +

1 RS1

1 4 2 4
R1

1 4

= 10 + 10 + 5 = 25 = 2 Sehingga rangkaian menjadi


Rb = 2 Ra = 4 Rc = 2 R5 = 2 R2 = 10

R5 B
1

Rp

R6

Rp = 2
1 Rp2
A

RS = Rb + R2 = (2 + 10) = 12 1 RS = Rc + R5 = (2 + 2) = 4 2 RS diparalel dengan RS


1 RP
1

1 R5

1 Rp1

1 2

1 2

2 2

R1 Rp

= = = =

1 1 + RS2 RS1 1 1 + 4 12 1 3 + 12 12 4 12

R6

Rp =

12 4

=3

Rp = 1 2 RAB = R1 + Rp + R6 2 = (4 + 1 + 4) =9 Hambatan pengganti antara titik AB sebesar 9 .

Fisika Kelas X

61

7. Diketahui:

To = 25C Ro = 50 = 4 103/C T = 40C Ditanyakan: R Jawab: R = Ro(1 + T ) = (50 )(1 + (4 103/C)(40 25)C) = (50 )(1 + 6 102) = (50 + 3) = 53 Hambatan kawat pada suhu 40C sebesar 53 .
C I2 I5 I4 = 8 A I1 D B

Itot =

V R tot

12 volt 6

=2A

VAB = Itot Rp = (2 A)(2 ) = 4 volt Jadi, besar VAB adalah 4 volt. 10. Diketahui: 1 L air = 1 kg air V1 = 220 V t1 = t sekon V2 = 110 volt Ditanyakan: t2 Jawab: Menurut hukum Kekekalan Energi berlaku: W=Q P t1 = m c T V I t1 = (1) c (100 20) (220I )t1 = (1) c (80) (220I )t1 = 80c t1 =
80c 220I

8.

I = 20 A A

I3 = 6 A

4c 11 I

I1 = I4 + I3 =8A+6A = 14 A I2 = I I1 = (20 14) A =6A I5 = I2 + I4 = (6 + 8) A = 14 A Jadi, nilai masing-masing kuat arus adalah I1 = 14 A, I2 = 6 A, dan I5 = 14 A. 9. Diketahui: R1 = 3,5 R2 = 3 R3 = 6 E = 12 volt r = 0,5 Ditanyakan: VAB Jawab:
1 Rp

Jika P menjadi 110 volt W=Q V I t2 = 80c 110I t2= 80c t2 =


80c 110I

8c 11 I

= 2(

4c 11 I

) = 2t1

t2 = 2t sekon Jadi, waktu yang diperlukan berubah menjadi 2t sekon.

Bab III

Gelombang Elektromagnetik

= = = =

1 R2

+ + +

1 R3

1 3 2 6 3 6 6 3

1 6 1 6

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b W.C. Rontgen adalah penemu sinar rontgen. Heinrich Hertz adalah orang yang membuktikan hipotesis Maxwell. Isaac Newton terkenal dengan hukum Newton pada mekanika. Marie Currie adalah ilmuwan yang menulis tentang radio-aktivitas. 2. Jawaban: b Gelombang elektromagnetik dihasilkan oleh muatan yang dipercepat. Gelombang ini terdiri atas medan magnet dan medan listrik yang bergerak searah dan saling tegak lurus. 3. Jawaban: d Kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas listrik dan permeabilitas magnet. Persamaannya

Rp = Rtot

=2 = R1 + Rp + r = (3,5 + 2 + 0,5) =6

62

Kunci Jawaban dan Pembahasan

dituliskan sebagai berikut. c=


1 0 0

4. Jawaban: e Diketahui: = 5 106 Hz c = 3 108 m/s Ditanyakan: Jawab: c =

11. Jawaban: e Sinar inframerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1) Memiliki jangkauan frekuensi 1011 1014 Hz. 2) Dapat dihasilkan oleh elektron dalam molekul yang bergetar karena dipanaskan. 3) Digunakan dalam remote control. 4) Digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan terapi penyembuhan. 12. Jawaban: a Diketahui: c = 3 108 m/s = 7,5 1014 Hz Ditanyakan: Jenis gelombang elektromagnetik Jawab:

3 108 m/s 5 106 Hz

= 60 m

5. Jawaban: a Sinar X dihasilkan dari partikel-partikel berenergi tinggi yang ditembakkan ke atom. Sinar ini mempunyai kemampuan menembus kulit manusia sehingga tepat untuk mendeteksi patah tulang. Sinar X ditemukan oleh W.C. Rontgen. 6. Jawaban: e Panjang gelombang dan frekuensi saling terkait dan berbeda untuk setiap jenis gelombang elektromagnetik. Warna gelombang juga berbeda tergantung frekuensi panjang gelombang. Energi setiap gelombang juga berbeda karena frekuensinya berbeda. 7. Jawaban: b Matahari menghasilkan gelombang elektromagnetik seperti cahaya tampak dan sinar ultraviolet. Ciri gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 1015 Hz hingga 1016 Hz dimiliki oleh sinar ultraviolet. 8. Jawaban: b Radar dapat bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik. Antena radar dapat mendeteksi benda yang menjauhi atau mendekatinya. 9. Jawaban: b Sinar inframerah mempunyai jangkauan frekuensi 1011 Hz1014 Hz dengan kemampuan mendeteksi tingkat suhu suatu benda. Pemanfaatan sinar inframerah antara lain untuk foto udara, foto bagian tubuh untuk diagnosa penyakit, remote control, dan pemutar CD/DVD. 10. Jawaban: c
Jenis Frekuensi Rendah Menengah Tinggi Sangat tinggi Ultra tinggi Super tinggi Penerapan Radio komunikasi jarak jauh Radio komunikasi jarak jauh Radio komunikasi amatir Radio FM Televisi Radar

=
= 7,5 1014 Hz = 4 107 m = 400 nm Panjang gelombang dalam kisaran 400 nm adalah cahaya ungu. Panjang gelombang cahaya ungu 380435 nm. 13. Jawaban: a Daya tembus gelombang elektromagnetik dipengaruhi oleh frekuensi. Semakin besar frekuensi gelombang elektromagnetik, semakin kuat daya tembusnya. Dari gelombang elektromagnetik yang disebutkan pada soal, sinar X memiliki frekuensi paling tinggi, jadi daya tembusnya paling kuat di antara gelombang elektromagnetik lainnya. 14. Jawaban: e Frekuensi terkecil hingga terbesar yaitu gelombang radio-gelombang mikro-sinar inframerah-cahaya tampak-sinar ultraviolet-sinar X-sinar gamma. Cahaya tampak memiliki urutan dari frekuensi terkecil yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Jadi, dari pilihan jawaban maka urutan yang tepat adalah cahaya merah, cahaya biru, sinar X, sinar gamma. 15. Jawaban: d Diketahui: c = 3 108 m/s s = 4,5 1012 m Ditanyakan: t Jawab: s = 2
2s c t
2(4,5 1012 ) m 3 108 m/s

t = c = = 3 104 s = 500 menit 3 108 m/s Selang waktu pengiriman dan penerimaan gelombang mikro selama 500 menit.

Fisika Kelas X

63

B. 1.

Uraian
Sinar datang Garis normal Sinar pantul

2. Diketahui:

0 = 8,85 10-12 C2/Nm2 2 = 4 10-7 Wb/Am Ditanyakan: nilai kecepatan cahaya (c) Jawab:
c= = =
1 0 0
1 (8,85 1012 C2 /Nm2 )(4 10 7 Wb/Am) 1 1 ,11156 1017

6. Jenis gelombang elektromagnetik yang mampu digunakan untuk memasak adalah gelombang mikro. Alasan penggunaan gelombang ini karena gelombang mikro memberikan efek pemanasan terhadap benda. Bahan makanan menyerap radiasi gelombang mikro sehingga makanan menjadi matang. 7. Diketahui: s = 1 km = 1.000 m c = 3 108 m/s Ditanyakan: t Jawab: s = 2
2s c t
2(1.000 m)

t = c = = 6,67 106 s 3 108 m/s Sinyal akan diterima kembali setelah 6,67 106 s. 8. Diketahui:

m/s

1 = 400 nm = 4 10-7 m 2 = 440 nm = 4,4 10-7 m Ditanyakan: rentang frekuensi Jawab:


c 1 c 2

2,99939 108 m/s 3 108 m/s Jadi, nilai kecepatan cahaya 3 109 m/s. 3. Sifat khusus yang dimiliki gelombang elektromagnetik sebagai berikut. a. Dapat merambat dalam ruang hampa. b. Tidak bermuatan listrik. c. Termasuk jenis gelombang transversal. d. Dapat mengalami polarisasi, refleksi, refraksi, interferensi, dan difraksi. e. Arah rambatan lurus tanpa dibelokkan. 4. Diketahui: = 350 nm = 3,5 107 m c = 3 108 m/s Ditanyakan: Jawab:

1 = 2 =

= =

3 108 m/s = 7,5 1014 Hz 4 10 7 m 3 108 m/s = 6,8 1014 Hz 4,4 107 m

Jadi, rentang frekuensinya 6,8 1014 Hz hingga 7,5 1014 Hz. 9. Diketahui:

= 107,5 MHz = 1,075 108 Hz c = 3 108 m/s Ditanyakan: jawab:


c
3 108 m/s

= = = 2,79 m 1,075 108 Hz Panjang gelombang frekuensi radio tersebut adalah 2,79 m.
10. Diketahui: t = 0,0008 s = 8 104 s c = 3 108 m/s Ditanyakan: s Jawab:
c t 2

= 3,5 107 Hz = 8,57 1014 Hz Jadi, frekuensi gelombang elektromagnetik 8,57 1014 Hz. 5. Manfaat laser dalam kehidupan manusia sebagai berikut. a. Digunakan dalam bidang kedokteran untuk pengobatan dan proses pembedahan. b. Digunakan untuk mendeteksi harga barang melalui pembacaan barcode. c. Digunakan di dunia industri untuk proses pemotongan, pengukuran, dan supervisi. d. Dimanfaatkan dalam komunikasi dengan media fiber optik. 64

3 108 m/s

s=

(3 108 m/s)(8 104 s ) 2

= 1,2 105 m

Jarak objek terhadap kapal 1,2 105 m atau 120 km.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai berikut. 1) Dapat merambat tanpa medium perantara dengan kecepatan rambat cahaya.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2) 3) 4) 5)

Tidak bermuatan listrik. Merupakan gelombang transversal. Arah rambatan tidak dibelokkan dalam medan magnet maupun medan listrik. Dapat mengalami polarisasi, difraksi, interferensi, refraksi, dan refleksi.

7. Jawaban: d Diketahui: = 2 106 Hz c = 3 108 m/s Ditanyakan: jawab:

2. Jawaban: b Frekuensi berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Frekuensi tertinggi akan memiliki panjang gelombang terpendek. Sinar gamma memiliki frekuensi tertinggi dalam spektrum gelombang elektromagnetik sehingga panjang gelombangnya paling pendek. 3. Jawaban: a Frekuensi berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Frekuensi tertinggi akan memiliki panjang gelombang terpendek. Dalam pilihan jawaban tersebut sinar X memiliki frekuensi tertinggi sehingga panjang gelombangnya paling pendek. 4. Jawaban: b Ciri yang terdapat dalam siaran radio FM sebagai berikut 1) Terjadi pengubahan frekuensi dalam modulasi suara. 2) Gelombang FM tidak dapat dipantulkan lapisan ionosfer. 3) Kualitas suara cenderung jernih karena tidak dipengaruhi gejala kelistrikan di angkasa. 4) Jangkauan siaran tidak terlalu jauh karena tidak dapat merambat di permukaan bumi. 5. Jawaban: d Urutan gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang kecil ke besar sebagai berikut. 1) Sinar gamma 2) Sinar X 3) Sinar ultraviolet 4) Cahaya tampak 5) Sinar inframerah 6) Gelombang mikro 7) Gelombang radio atau televisi 6. Jawaban: e 1) Sinar ultraviolet dimanfaatkan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. 2) Sinar X dimanfaatkan untuk memotret tulang manusia. 3) Cahaya tampak digunakan untuk penerangan. 4) Sinar inframerah biasa dimanfaatkan untuk membuat foto udara daerah yang berpotensi terjadi kebakaran.

= = = 150 m 2 106 Hz Jadi, panjang gelombang yang dipancarkan alat komunikasi sepanjang 150 meter.
8. Jawaban: c Urutan spektrum cahaya tampak dari yang frekuensinya paling kecil. 1) Merah 4) Hijau 5) Jingga 6) Biru 2) Kuning 3) Ungu 9. Jawaban: e Gelombang mikro mempunyai sifat memanaskan benda yang terkena radiasinya. Makanan yang diletakkan di dalam microwave, akan menyerap panas yang diradiasikan alat tersebut. Radiasi gelombang mikro inilah yang akan mematangkan kue yang dibuat Bu Gita. 10. Jawaban: b Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi 1015 Hz 1016 Hz dan dihasilkan oleh matahari. Sinar ini mampu membunuh kuman sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. 11. Jawaban: b Diketahui: c = 3 108 m/s = 10 m Ditanyakan: jawab:

3 108 m/s

= =
=
(3 108 m/s) 10 m

= 3 107 Hz Jadi, frekuensi gelombang elektromagnetik tersebut sebesar 3 107 Hz. 12. Jawaban: d Daya tembus gelombang elektromagnetik dipengaruhi oleh energi gelombang elektromagnetik. Energi dipengaruhi oleh frekuensi. Semakin besar frekuensi gelombang elektromagnetik, semakin besar energi sehingga daya tembusnya semakin besar. Dari gelombang elektromagnetik tersebut, gelombang radio memiliki frekuensi terkecil sehingga energinya paling kecil. Energi yang kecil mengakibatkan daya tembus gelombang radio paling kecil.

Fisika Kelas X

65

13. Jawaban: d Kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik bergantung pada permitivitas listrik (0) dan permeabilitas magnet (0). Persamaan yang terkait dengan hal itu sebagai berikut. c=
1 0 0

21. Jawaban: d Gelombang jenis very short wave mempunyai frekuensi 30 MHz300 MHz dan panjang gelombang 3 meter. Gelombang ini digunakan untuk radio FM, radio mobil polisi, dan komunikasi pesawat udara. 22. Jawaban: a Sinar X memiliki frekuensi 10 1610 20 Hz dan panjang gelombang 10 12 10 8 m. Sinar X termasuk memiliki frekuensi yang tinggi dan panjang gelombang yang pendek sehingga energinya besar. Oleh karena energinya besar, sinar X memiliki daya tembus yang kuat. 23. Jawaban: d Cahaya tampak yaitu merahjinggakuning hijaubiruungu. Merah memiliki panjang gelombang terbesar dan ungu memiliki panjang gelombang terpendek. Jadi urutan yang benar adalah 2)4)3)1). 24. Jawaban: e Sinar laser memiliki sifat monokromatik (ekawarna), koheren, berkasnya tidak menyebar, dan intensitasnya sangat tinggi. Sinar monokromatis memiliki sifat gelombang elektromagnetik pada umumnya yaitu dapat dipantulkan. 25. Jawaban: c Di bidang kriminologi sinar UV digunakan untuk memeriksa sidik jari, bercak darah kering, dan keaslian uang. 26. Jawaban: a Diketahui: = 300 m = 3 104 m Ditanyakan: jenis gelombang elektromagnetik Jawab:

14. Jawaban: d Gelombang elektromagnetik yang berupa gelombang tampak dan tidak tampak berasal dari gabungan medan magnet dan medan listrik yang berjalan saling tegak lurus. Jenis gelombang yang dihasilkan termasuk gelombang transversal. 15. Jawaban: b Detektor Geiger-Muller dapat digunakan untuk mendeteksi radiasi sinar gamma dari suatu bahan radioaktif. Detektor ini merupakan detektor yang paling sering digunakan karena dari segi elektronik sangat sederhana dan tidak perlu menggunakan rangkaian penguat. 16. Jawaban: d Manfaat sinar inframerah sebagai berikut. 1) Sebagai sinyal di remote control. 2) Foto udara yang berhubungan dengan deteksi titik panas di wilayah bumi. 17. Jawaban: d Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil reproduksi tapak jari, baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Deteksi sidik jari bisa dilakukan dengan sinar ultraviolet. 18. Jawaban: c Cahaya merupakan salah satu jenis gelombang elektromagnetik yang dapat diuraikan menjadi banyak spektrum warna dengan frekuensi yang berbeda-beda. Spektrum warna cahaya tampak yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. 19. Jawaban: d Gelombang televisi menggunakan gelombang berjenis UHF (Ultra High Frequency). Gelombang ini mempunyai panjang gelombang 30 cm dengan rentang frekuensi 300 MHz3 GHz. 20. Jawaban: b Sinar gamma dapat dihasilkan oleh inti yang tidak stabil. Inti memancarkan sinar gamma untuk mencapai keadaan stabil. Sinar gamma dihasilkan oleh transisi energi inti atom dari keadaan eksitasi ke keadaan dasar. Inti dalam keadaan tereksitasi memiliki kelebihan energi. Inti ini akan melepaskan energinya dalam bentuk sinar gamma.

= =

3 108 m/s 3 10 4 m

= 1012 Hz

Frekuensi gelombang tersebut termasuk sinar X karena sinar X memiliki rentang frekuensi dari 1011 1014 Hz. 27. Jawaban: c Diketahui: = 600 MHz = 6 108 Hz Ditanyakan: Jawab:

= = 6 108 Hz = 0,5 m = 50 cm Panjang gelombangnya sebesar 50 cm.


28. Jawaban: a Diketahui: t = 40 ms = 4 10-2 s c = 3 108 m/s Ditanyakan: s

3 108 m/s

66

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jawab: s=
c t 2

c. =
(3 108 m/s)(4 10 2 s) 2

= 6 106 m

Jarak objek terhadap antena penerima sinyal 6 106 m atau 6.000 km. 29. Jawaban: b Diketahui: = 500 nm = 5 107 m Ditanyakan: Jawab:

= = = 0,6 1015 Hz = 6 1014 Hz 5 107 m Frekuensinya cahaya tampak tersebut sebesar 6 1014 Hz.
30. Jawaban: a Diketahui: c = 3 108 m/s s = 3,6 1015 m Ditanyakan: t Jawab: s= 2
c t 2s
2(3,6 10
15

3 108 m/s

Sinar ultraviolet (UV) Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi 1015 Hz sampai 1016 Hz. Sinar UV digunakan untuk mensterilkan alat-alat bedah kedokteran. Di bidang industri sinar UV digunakan untuk mengawetkan bahan-bahan makanan dan memeriksa keberadaan bakteri pada produk makanan. Di bidang pengungkapan kejahatan, sinar UV digunakan untuk memeriksa sidik jari, bercak darah kering, dan keaslian uang. Radiasi UV dapat menarik serangga agar datang sehingga dapat digunakan sebagai penjebak serangga. Selain itu, radiasinya dapat mengubah provitamin D menjadi vitamin D di dalam tubuh sehingga menyehatkan tulang dan dapat mencegah rakitis.
Jenis Frekuensi dan Lebar Frekuensi Low Frequency (LF) 30 kHz300 kHz Medium Frequency (MF) 300 kHz3 MHz High Frequency (HF) 3 MHz30 MHz Very High Frequency (VHF) 30 MHz300 MHz Ultra High Frequency (UHF) 300 MHz3GHz Super High Frequency (SHF) > 3 GHz Jenis Gelombang dan Panjang Gelombang Long Wave 1.500 m Medium Wave 300 m Short Wave 30 m Very Short Wave 3m Ultra Short Wave 30 cm Microwave 3 cm

3.

t = c = 3 108 m/s = 2,4 107 s 278 hari Antena penerima akan menerima pantulan kirakira setelah 278 hari. B. Uraian 1. Tahun 1864 James Clerk Maxwell mengemukakan bahwa muatan listrik yang dipercepat menimbulkan medan listrik dan medan magnet yang menjalar terus-menerus melalui ruang hampa. Pada saat itu, Maxwell menyebutnya penjalaran medan listrik dan medan magnet itu sebagai gelombang elektromagnetik. Tahun 1888, Heinrich Hertz membuktikan hipotesis awal Maxwell bahwa gelombang elektromagnetik tersebut ada. 2. Tiga jenis gelombang elektromagnetik dengan frekuensi terbesar sebagai berikut. a. Sinar gamma () Daerah frekuensi sinar gamma () antara 1020 Hz sampai 1025 Hz. Sinar yang dihasilkan oleh inti-inti yang tidak stabil ini sering digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dan sterilisasi alat-alat kedokteran. Dalam bidang pertanian, sinar gamma digunakan untuk rekayasa genetika yaitu penyinaran pada bibit unggul. b. Sinar X Sinar X mempunyai daerah frekuensi 1016 Hz sampai 1020 Hz. Sinar X mempunyai daya tembus kuat sehingga dapat digunakan untuk memotret susunan tulang dalam tubuh, misal untuk menentukan letak tulang yang patah.

m)

4. Sinar laser merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik dari jenis cahaya tampak. Sifat sinar laser seperti monokromatik (ekawarna), koheren, berkasnya tidak menyebar, dan intensitasnya sangat tinggi. 5. Diketahui: c = 3 108 m/s = 30 cm = 30 102 m Ditanyakan: jawab:
c

= =
=
(3 108 m/s) 30 10 2 m

= 1 109 Hz Jadi, frekuensi gelombang elektromagnetik tersebut sebesar 1 109 Hz. 6. Diketahui:

= 100.000 Hz c = 3 108 m/s Ditanyakan:

Fisika Kelas X

67

jawab:

=
=

c (3 108 m/s) 100.000 Hz

b.

s = 2 =

c t
(3 108 m/s)(0,03 s) 2

= 3.000 m Jadi, radio komunikasi tersebut mempunyai panjang gelombang 3.000 meter. 7. Diketahui: c = 3 108 m/s s = 10 km = 10.000 m Ditanyakan: t Jawab:
2s

= 4,5 106 m Jadi, panjang gelombang yang dipancarkan 10 m dan jarak antara pemancar dengan kapal 4,5 106 m.

Bab IV

Alat-Alat Optik

t = c =

2(10.000 m) (3 108 m/s)

= 6,67 s Jadi, selang waktu pengiriman dan penerimaan sinyal radar selama 6,67 105 s. 8. Diketahui: c = 3 108 m/s t = 500 s = 5 104 s Ditanyakan: s Jawab:
c t
(3 108 m/s)(5 10 4 s) 2

105

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Sinar datang dari medium lebih rapat ke medium lebih renggang akan dibiaskan menjauhi garis normal. Lintasan sinar bias ditunjukkan oleh nomor 5). 2. Jawaban: e Persamaan yang dipakai adalah s = n s = 4 s = 4 s
1

s= 2 =

n2

1
3

= 7,5 104 m Jarak objek dari pemancar 7,5 104 m atau 75 km. 9. Diketahui: s = 1.500 km = 1.500.000 m Ditanyakan: t Jawab: s = c t t = =
s c
1.500.000 m 3 108 m/s

Nilai s adalah jarak bayangan benda yang terlihat oleh mata, sedangkan nilai s adalah jarak benda. Misal diambil jarak benda 10 cm dan 16 cm dari permukaan air. Keadaan 1 Keadaan 2

16 cm 10 cm 7,5 cm 2,5 cm

12 cm 4 cm

= 5 103 s Jadi, foto dapat diterima di bumi dalam waktu 5 103 s. 10. Diketahui:

s = 4 s s = ( 4 )(10 cm)
3

s = 4 s = ( 4 )(16 cm)
3

= 3 107 Hz t = 0,03 s Ditanyakan: a. panjang gelombang () dan b. jarak pemancar ke kapal (s) Jawab:
a.

=
=
3 108 m/s 3 107 Hz

= 7,5 cm = 12 cm Dari gambar tersebut, jarak bayangan benda pada keadaan 1 adalah 2,5 cm dari dasar bejana, sedangkan jarak bayangan benda pada keadaan 2 adalah 4 cm dari dasar bejana. Jadi, benda seolah akan semakin mendekati pengamat. 3. Jawaban: c Sinar yang datang tegak lurus dan berhimpit dengan garis normal akan diteruskan. Sinar XY tegak lurus dengan garis normal. Jadi, lintasan yang benar adalah C.

= 10 m

68

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4. Jawaban: c Sudut batas adalah sudut datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat yang menghasilkan sudut bias 90. 5. Jawaban: d Diketahui: n1 = 3 n2 = 1,6 i = 30 Ditanyakan: r Jawab:
n2 n1

sudut datang i = i k (sudut kritis), yang menghasilkan sudut bias 90. 9. Jawaban: c Diketahui: na = 3 nb = 2 Ditanyakan: Jawab:
nb na
3 2 4 3

4 3

nb na

sin i sin r
4 (0,5) 3

= 8
9

sin r =

1 ,6

= 0,4167

r = 24,6 Jadi, sudut bias yang terbentuk sebesar 24,6. 6. Jawaban: a Diketahui: n1 = 1 n2 = 1,5 v1 = 3 108 m/s Ditanyakan: v2 Jawab:
n2 n1

Indeks bias bensin terhadap air adalah 8 . 10. Jawaban: e Diketahui: n1 = 1 i = 60 n2 = Ditanyakan: d Jawab:
sin i sin r sin 60 sin r
1 2

t = 6 mm

= = =

n2 n1

d = t cos r

sin (i r ) sin (60 30) cos 30 sin 30


1 2

= =

v1 v2

3 1

= (6 mm)

1 ,5 1

3 108 m/s v2
3 108 m/s 1 ,5

sin r

3
1 2

= (6 mm) cos 30 = (6 mm) 1


2

v2 =

sin r =

3 3

v2 = 2 108 m/s Jadi, kecepatan cahaya dalam kaca sebesar 2 108 m/s. 7. Jawaban: b Diketahui: i = 30 nu = 1 nk = Ditanyakan: r Jawab:
sin i sin r

= 2

= 2 3 mm

r = 30 Jadi, pergeseran sinarnya sebesar 2 3 mm. 11. Jawaban: b Diketahui: n1 = 1 n2 =


3

i = 60 d= 2
1

3 mm

n2 n1

sin 30 sin r
1 2

= =

1 3 1 3

Ditanyakan: t Jawab:
sin i sin r sin 60 sin r

= =

n2 n1

d = t cos r
1 2
3 3

sin (i r ) sin (60 30) cos 30 sin 30

sin r

3 1
1 2

3=t

sin r = 2 3 r = 60 Jadi, besar sudut biasnya adalah 60. 8. Jawaban: a Sinar datang dari medium lebih rapat (n1) menuju medium yang kurang rapat (n2). Sinar tersebut akan dibiaskan sejajar dengan permukaan atau menyusur permukaan bidang batas. Hal ini berarti

sin r =

1 2 1 2

3 = t cos 30 3 = t( 3 3 )
1

sin r = 2

r = 30

t=

2 1 3

3 3

t = 1,5 Jadi, tebal kaca planparalel adalah 1,5 mm.


Fisika Kelas X

69

12. Jawaban: c Diketahui: i1 = 53 = 60 Ditanyakan: Jawab:


sin i1 sin r1 sin 53 sin r1 0,8 sin r1

n1= 1 n2= 1,6

15. Jawaban: e Diketahui: s =5m n1 = 1 Ditanyakan: s Jawab:


n1 s
1 5m 1 5m

n2 = 1,4 R =~

= =

n2 n1

= i2 + r1
60 = i2 + 30 i2 = 60 30 i2 = 30

1 ,6 1

+ s2 = + s =
1 ,4 1 ,4 s 1 ,4

= 1,6
0,8 1 ,6 1 2

n2 n1 R 1 ,4 1

sin r1 = sin r1 =

+ s = 0 =
1 5m

r1 = 30
sin i 2 sin r2 sin 30 sin r2
1 2

n1 n2

= (i1 + r2)
= (53 + 53) 60 = 106 60

s = (1,4)(5 m) s = 7 m Benda dapat dilihat jelas pada jarak 7 m. B. Uraian 1. a. Cahaya merambat dari medium rapat ke medium renggang. b. Sudut datang (i) harus lebih besar daripada sudut kritis. 2. Cahaya yang merambat dari medium rapat (kaca) ke medium renggang (udara) akan mengalami kenaikan nilai cepat rambat. Oleh karena frekuensi tetap, apabila cepat rambat cahaya bertambah, maka panjang gelombangnya juga akan bertambah. 3. Laju rambat cahaya paling besar dialami oleh cahaya ketika merambat pada ruang hampa. Jadi, pernyataan itu salah. Cahaya tidak akan mengalami kenaikan laju ketika keluar dari benda tersebut menuju ruang hampa.

= 1,6 = 1,6
1
1

sin r2

sin r2 = ( 2 )(1,6) sin r2 = 0,8 r2 = 53

= 46

Jadi, besar sudut deviasi yang terjadi adalah 46. 13. Jawaban: a Diketahui: n1 = 1 n2 = 1,6 = 9 Ditanyakan: m Jawab:

m = ( n 1) = (
1

n2

m = 5,4 Jadi, deviasi minimum prisma adalah 5,4.


14. Jawaban: a Diketahui: s = 40 cm n1 = 3 Ditanyakan: s Jawab:
n1 s 4
3

1 ,6 1

1) = (0,6)( 9)

4. Diketahui:

u = 5.800 = 5,88 107 m nu = 1


4

n2 = 1 R =~

na = 3 v = 3 108 m/s Ditanyakan: a. va b. a c. fa Jawab: a.


n1 n2

v2 v1

+ s2 = + s = +
1 s 1 s 1

n2 n1 R 4 1
3

nu na 1
4 3

= =

va vu 3 108 m/s 3 108 m/s


4 3

va

40 cm 1 30 cm

va =

=0 = 30 s = 30 cm
1

Jadi, bayangan terletak 30 cm dari permukaan air. 70


Kunci Jawaban dan Pembahasan

va = 4 108 m/s va = 2,25 108 m/s Jadi, cepat rambat cahaya tersebut dalam air 2,25 108 m/s.

b.

nu na

va vu

nu na 1
4 3

= =

a f u f a 5.880
5.880
4 3

Jawab:

m = (

n2 n1

1) = ( 1 1) 10 = (0,4)(10) = 4

1 ,4

a =

Jadi, sudut deviasi minimumnya sebesar 4. 8. Diketahui: n1 = 1,2 n2 = 1 R = 20 cm (titik kelengkungan di belakang permukaan) s = 5 cm h = 2 cm Ditanyakan: a. s b. h Jawab: a. Jarak bayangan
n1 s 1,2 5 cm

a = 4.410
Jadi, panjang gelombang cahaya tersebut dalam air menjadi 4.410 . Frekuensi tidak dipengaruhi medium sehingga nilainya tetap; fa = fu. v=f f = = (5,88 107 m) f = 5,1020 1014 Hz 5. Diketahui: nu = 1 i = 37 Ditanyakan: na Jawab:
sin i sin r sin 37 sin 53 0,6 0,8

c.

3 108 m/s

= 53

+ s2 = +
1 s 1 s

= = =

= = =

nu na 1 na 1 na

s =

n2 n1 R 1 1 ,2 20 cm 0,2 1,2 5 cm 20 cm 0,2 1,2 0,2 4,8 5 cm = 20 cm 20 cm 20 cm 4,35 cm 4,6

Tanda negatif artinya bayangan terletak 4,35 cm di belakang permukaan. b.


4

na = 3 Jadi, indeks bias zat cair adalah 3 . 6. Diketahui: n1 = 1


3

Tinggi bayangan (h) M = M =


n1s n2s h h

(1,2)( 4,35 cm) (1)(5 cm)

= 1,044

i t

= 60 = 20 mm

n2 = Ditanyakan: d Jawab:
sin i sin r
1 3 2 sin r 1 2

h = Mh = (1,044)(2 cm) = 2,088 cm 9. Diketahui: i1 = 45 n1 = 1 n2 =


3

n2 n1

d =

sin (60 30) t cos 30 sin (60 30) cos 30 sin 30 3 3

=
3

3 1

= 50 Ditanyakan: Jawab:
sin i1 sin r1 sin 45 sin r1
1 2

= (20 mm)
3
1 2

= = =

n2 n1

sin i 2 sin r2 sin 26 sin r2 0,44 sin r2

= = =

n1 n2

sin r

= (20 mm) cos 30 = (20 mm) d = 3


20
1 2

3 1 3 1
1 2

1 3 1 3

sin r =

3 3

sin r = 2

sin r1

3 mm

sin r1 =

2 3

sin r2 = (0,44)( 3 ) sin r2 0,76 r2 49,4

r = 30 Jadi, pergeseran sinar yang terjadi sebesar


20 3

3 mm.

sin r1 = 6 6 r1 24

7. Diketahui:

n1= 1 n2 = 1,4 = 10 Ditanyakan: m

= i2 + r1 = (i1 + r2) 50 = i2 + 24 = (45 + 49,4) 50 i2 = 50 24 = 94,4 50 i2 = 26 = 44,4 Jadi, sudut deviasi yang terjadi sebesar 44,4.
Fisika Kelas X

71

10. Diketahui:

R = 2 m s = 0,5 m
4

n1 = 3 n2 = 1 Ditanyakan: s Jawab: Sinar datang dari kaca ke air


n1 s
4 3

3. Jawaban: c Bayangan yang bersifat nyata dan diperbesar terletak di antara 2F dan tak terhingga. Bayangan terbentuk di antara 2F dan tak terhingga jika benda terletak di antara F dan 2F (nomor 3). 4. Jawaban: a Diketahui: h = 4 cm s = 45 cm f = 20 cm Ditanyakan: s Jawab:
1 f

+ s2 =
1

n2 n1 R
4

0,5 m

+ s = 1 3 2 m + s = 6 m
1 s 1
1

8 3m

= s + s = f s =
1 20 cm 4,5 90 cm

= =

1 6m 1 6m

8 3m 16 6m

1 s 15 6

=
2

1 45 cm 2 2,5

s = 15 m = 5 m Jadi, letak bayangan ikan tersebut dari luar seolah-olah berada pada jarak 5 m dari sisi luar akuariumyang t
2

s = 36 cm Jarak bayangan yang terbentuk adalah 36 cm. 5. Jawaban: c Sinar istimewa pada lensa cekung sebagai berikut. 1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus (F). 2) Sinar datang menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama. 3) Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan (P) akan diteruskan. 6. Jawaban: b Pada lensa cekung, apabila benda nyata (di depan lensa), bayangan yang terbentuk akan selalu maya, tegak, dan diperkecil. 7. Jawaban: d Diketahui: lensa bikonveks R1 = 10 cm R2 = 20 cm nlensa = 1,5 Ditanyakan: fokus lensa (f ) Jawab:
1 f

90 cm = 90 cm

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Sinar istimewa pada lensa cembung sebagai berikut. 1) Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan menuju titik fokus. 2) Sinar datang melalui titik pusat lensa tidak dibiaskan, tetapi diteruskan. 3) Sinar datang menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.e 2. Jawaban: d Pembentukan bayangannya seperti gambar berikut.
(+)

= (n 1)

1 R1

+
1

1 R2

F F O

= (1,5 1) 10 cm + 20 cm 1 = (0,5) 20 cm + 20 cm 2 1

Bayangan yang terbentuk bersifat sejati, terbalik, dan diperbesar.

= (0,5) 20 cm = 20 cm f = 13,3 cm Jarak fokus lensa 13,3 cm.

1,5

72

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. Jawaban: d Diketahui: lensa plankonveks s = 20 cm n = 1,5 R1 = 40 cm R2 = ~ Ditanyakan: M Jawab: a.


1 f

10. Jawaban: b Diketahui: lensa bikonveks R1 = 10 cm R2 = 15 cm n = 1,5 Ditanyakan: f Jawab:


1 f

= (n

1 1)( R 1

1 R2

= (n 1)

) +
1 ) ~

1 R1

+
1

1 R2

= (1,5 =
1 f 1 f 1 s

1 1)( 40 cm

= (1,5 1) 10 cm + 15 cm 1 = (0,5) 30 cm + 30 cm 3 2

1 (0,5)( 40 cm 1 80 cm

)
1 f

= = = = = =

f = 80 cm
1 s 1 s

= (0,5) 30 cm = 60 cm f = 12 cm Jadi, jarak fokus lensa adalah 12 cm. B. Uraian Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus (F).
()

b.

1 s 1 f

s = c. M=

1 1 20 cm 80 cm 1 4 80 cm 80 cm 3 80 cm 80 cm 3 80 cm s 3 M = 20 cm s 4 M= 3

1. a.

2F

2F

Jadi, perbesaran bayangannya adalah 3 kali. 9. Jawaban: a Diketahui: lensa plankonveks R2 = ~ n = 1,5 f = 30 cm nm = 1 Ditanyakan: R1 Jawab:
1 f
1 30 cm 1 30 cm
1 R1

b.

Sinar datang menuju titik fokus, dibiaskan sejajar sumbu utama.


()

2F

2F

c.

= =

n n 1 m 1,5 1 1 1 R1

1 R 1 1 R 1

+ +

1 R2 1

Sinar datang melalui pusat optik, diteruskan tanpa dibiaskan.


()

= 0,5
1

2F

2F

= 15 cm R1 = 15 cm Jari-jari kelengkungan lensa 15 cm.

2. Diketahui:

fu = 40 cm n = 1,5 Ditanyakan: fa

na = 1,2 nu = 1

Fisika Kelas X

73

Jawab:
1 fu

: : : :

1 fa 1 fa 1 fa 1 fa

= =

n ( nu

1 1)( R1

1 R2

n ):( na

1 1)( R1

1 R2

b.

1 f 1 s

= s + s = f s
1

1 40 cm 1 40 cm 1 40 cm

1 ,5 ( 1

1) :

1 ,5 ( 1,2

1
1

1)

= (0,5) : (0,25) =
1 2 4

= 20 cm 30 cm = 60 cm 60 cm = 60 cm s = 60 cm Jadi, jarak bayangan benda tersebut adalah 60 cm. 5. Diketahui: P =5D sA = 30 cm sB = 40 cm Ditanyakan: panjang bayangan Jawab: P= f 5 = f f =
100 100 100 5
3 2 1

1 4

fa 40 cm

= 2 2 fa = (40 cm)(4) fa = 2 cm
160

= 80 cm Jadi, jarak fokus lensa dalam air menjadi 80 cm. 3. Diketahui: R1 = +20 cm R2 = ~ n = 1,6 Ditanyakan: fa Jawab:
1 fa

nu = 1 na = 1,2

cm cm cm

n ( na

1 1)( R1

+
1

1 R2

)
1

= ( 1,2 1)( 20 cm + ) = ( 3 )( 20 cm ) = 60 cm fa = 60 cm Jadi, jarak fokus lensa tersebut dalam air adalah 60 cm. 4. Diketahui: R1= 20 cm R2= 20 cm n1 = 1 n2 = 1,5 s = 30 cm Ditanyakan: a. f b. s Jawab: a.
1 f 1 f 1 f 1 f 1 f
1

1 ,6

= 20 cm Oleh karena sB terletak di 2f, maka sB juga berada di 2f. Jadi, sB = 40 cm.
1 f
1 20 cm
1 sA

1 sA

+
1 1

1 sA 1 sA

= 30 cm +

= 20 cm 30 cm = 30 cm
30 1,5 1

sA = 0,5 cm = 60 cm Panjang bayangan yang terjadi yaitu sA sB = 60 cm 40 cm = 20 cm.

=(

n2 n1

1)(

1 R1

1 R2

)
1

= ( 1 1)( 20 cm + 20 cm ) = (0,5)( 20 cm + 20 cm ) = (0,5)( 20 cm )


1 2 1 1

1 ,5

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: a 1) Pupil

= 20 cm f = 20 cm Jadi, fokus lensa tersebut adalah 20 cm.

2)

Lensa

= tempat lewatnya cahaya yang menuju retina dan berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata. = lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya/bayangan agar jatuh ke retina.

74

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3) 4) 5)

= bagian mata sebagai layar penerima bayangan benda. Kornea = lapisan bening di luar bola mata. Otot siliaris = membantu mengatur fokus lensa mata.

Retina

Jawab: M = f = 5 = 5 kali Perbesaran lup adalah 5 kali. 7. Jawaban: d Diketahui: sn = 40 cm Pok = 12,5 dioptri M = 15 kali Ditanyakan: Pob Jawab: fok = =
1 Pok

25

25

2. Jawaban: e Mata normal mempunyai ciri-ciri berikut. 1) Mempunyai jarak titik jauh tak terhingga. 2) Mempunyai jarak titik dekat = 25 cm. 3) Mampu berakomodasi dengan bagus. 4) Mampu menempatkan bayangan benda di retina. 3. Jawaban: d Diketahui: s = 25 cm s = 40 cm Ditanyakan: f Jawab:
1 s
1 25 cm

100 cm 12,5 D

= 8 cm

Mata berakomodasi maksimum: sok = sn = 40 cm


1 sok

= = =

+ s = f
1

1 1 1

1 fok

1 sok

1 8 cm

1 40 cm

+ 40 cm = f
85 200 3 200

= f =

1 f

f=

200 3

sok = cm
200 3

M= cm. 15 =

Jarak fokus lensa yang digunakan adalah

5 +1 6 = 40 cm 40 cm 40 cm 6 fob sok fob sok

4. Jawaban: c Rabun dekat atau terang jauh terjadi karena lensa mata tidak dapat mencembung sesuai dengan yang diperlukan. Akibatnya, bayangan benda yang dekat, jatuh di belakang retina. Titik dekat penderita rabun dekat lebih besar dari 25 cm. Hal ini mengakibatkan penderita rabun dekat tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang dekat. Penderita rabun dekat dapat ditolong dengan kacamata positif (berlensa cembung). 5. Jawaban: b Diketahui: Rob = 6 m = 600 cm fok = 3 cm Ditanyakan: Ma Jawab: fob = 2 Rob = 2 (600 cm) = 300 cm = 3 cm = 100 Perbesaran angulernya 100 kali. 6. Jawaban: d Diketahui: f = 5 cm sn = 25 cm Ditanyakan: M Ma =
fob fok

fob = (sok)(15) = Pob =

40 6

cm (15) = 100 cm
=
100 cm 100 cm

Kekuatan lensa objektif 1 dioptri. 8. Jawaban: a Teropong bintang tersusun dari lensa objektif dan lensa okuler. Bayangan yang dibentuk lensa objektif teropong bintang selalu bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Adapun bayangan yang dibentuk lensa okuler bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. 9. Jawaban: d Diketahui: sn = 25 cm sob = 1,1 cm fob = 1 cm L = 16 cm Ditanyakan: M Jawab: sob = =
s ob fob sob fob (1 ,1)(1) cm (1 ,1 1)

1 fob

=1

300 cm

= 11 cm

Fisika Kelas X

75

L = sob + fok fok = L sob = (16 11) cm = 5 cm M= =


sn s ob s ob fok

b.

Kekuatan lensa saat melihat dekat P = 4 PP

100
100

= 4 50 dioptri = (4 2) dioptri = 2 dioptri 3. Diketahui: P = 20 D sn = 25 cm Ditanyakan: M Jawab: a. b. f = 20 D = 5 cm M = fn + 1 = 5 cm + 1 = 5 + 1 = 6 kali Jadi, perbesaran lup sebesar 6 kali. 4. Diketahui: M = 150 kali fok = 50 mm = 5 cm Ditanyakan: a. jarak lensa okuler dan lensa objektif b. pergeseran lensa (d ) Jawab: a. M =
fob fok

11cm 25 cm 1 ,1cm 5 cm

= 50

10. Jawaban: e Diketahui: PP = s = 90 cm s = 30 cm Ditanyakan: ukuran lensa (P ) Jawab:


1 f

100

= s + s = 30 cm 90 cm = 90 cm 90 cm = 90 cm
2 3 1 1 1

25 cm

f = P = =

90 cm = 45 cm 2 1 f 100 cm = 2,2 dioptri 45 cm

(untuk mata tidak berakomodasi)

fob = (150)(5 cm) = 750 cm d1 = fob + fok = 750 cm + 5 cm = 755 cm d2 = fob + sok (mata berakomodasi) = 750 cm + 20 cm = 770 cm d = d2 d1 = 770 cm 755 cm = 15 cm Jadi, pergeseran lensanya 15 cm.

Kekuatan lensa yang digunakan 2,2 D. B. Uraian 1. Pada penderita miopi atau rabun jauh, lensa matanya sulit memipih secara optimal sehingga tidak dapat berakomodasi minimum secara normal. Titik dekatnya lebih pendek daripada titik dekat normal (sn < 25 cm). Titik jauhnya lebih pendek daripada titik jauh normal. Bayangan yang terbentuk berada di depan retina. Agar bayangan ini tepat di retina maka dibantu dengan kacamata lensa cekung. 2. Diketahui: PR = 1,5 m = 150 cm PP = 0,5 m = 50 cm Ditanyakan: P Jawab: a. Kekuatan lensa saat melihat jauh P = PR = 150 cm = 3 dioptri
2
100

b.

5. Diketahui:

Mtot = 100 Mob = 5 Ditanyakan: Mok Jawab: Mtot = Mob Mok Mok =
M tot Mob

100

= 5 Mok = 20 kali Jadi, perbesaran lensa okulernya sebesar 20 kali.

100

76

Kunci Jawaban dan Pembahasan

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Berkas cahaya dapat bersifat sejajar, konvergen, dan divergen. Gambar pada soal termasuk berkas cahaya mengumpul (konvergen). 2. Jawaban: d Cermin memiliki permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Cahaya yang mengenainya akan mengalami pemantulan teratur. 3. Jawaban: e Dalil Esbach dijelaskan sebagai berikut. 1) Setiap benda yang nyata dan tegak, semua bayangan di depan cermin bersifat nyata dan terbalik. 2) Jika nomor ruang bayangan lebih kecil daripada nomor ruang benda, bayangan diperkecil. 3) Jika nomor ruang bayangan lebih besar daripada nomor ruang benda, bayangan diperbesar. 4) Setiap benda yang nyata dan tegak, semua bayangan di belakang cermin bersifat maya dan tegak. 5) Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan 5. 4. Jawaban: d Pembiasan adalah peristiwa pembelokan atau perubahan arah cahaya ketika melalui dua medium yang berbeda. Pada peristiwa pembiasan cahaya akan mengalami perubahan laju cahaya di medium berbeda. 5. Jawaban: e Diketahui: = 30 Ditanyakan: n Jawab: n = 1 = 30 1 = 12 1 = 11 Jadi, jumlah bayangan yang muncul ada 11 buah. 6. Jawaban: a Diketahui: P = +2 dioptri Ditanyakan: letak benda jika bayangan tegak dan diperbesar Jawab: P=2D f = P = 2 m = 50 cm Oleh karena nilai f(+) maka lensa adalah lensa cembung. Agar diperoleh bayangan tegak dan diperbesar, benda harus diletakkan di antara pusat lensa (O) dan fokus (f), dengan kata lain kurang dari 50 cm.
1 1 360 360

7. Jawaban: a Jika arah sinar bias mendekati garis normal berarti medium A lebih renggang dibanding medium B. Dengan demikian, laju cahaya di medium A lebih besar dibanding di medium B. 8. Jawaban: b Diketahui: na = 1,33 ng = 1,47 Ditanyakan: nrelatif a g Jawab: nag =
na ng

1 ,3 1 ,47

= 0,9

Jadi, indeks bias relatif air terhadap gliserin 0,9. 9. Jawaban: d Diketahui: i = 45 nu = 1 nk = Ditanyakan: r Jawab:
sin i sin r sin 45 sin r
1 2

= = =

nk nu

2 1

sin r

2
1 2

sin r = sin r =

2 2

1 2

r = 30 Jadi, besar sudut biasnya adalah 30. 10. Jawaban: b nk = 3 i = 60 Ditanyakan: t Jawab: Diketahui:
sin i sin r
sin 60 sin r
1 2

d = 3 mm nu = 1

= = =

nk nu

d = t cos r

sin (i r )

3 1

3 mm = t sin (60 30)


cos 30

sin r

3
1

3 mm = t

sin 30 cos 30

sin r = 2

3 mm = t 1 3
3

r = 30

t=

3
1 3

mm

t = 3 mm Jadi, tebal kaca adalah 3 mm.

Fisika Kelas X

77

11. Jawaban: b Diketahui: nair = 3 i = 53 = (sin 53 0,8 dan cos 53 = 0,6) Ditanyakan: berkas cahaya Jawab: sin ik =
n2 n1

Jawab:
4 n1 s
4 3

+ s2 = + +
1 s 1 s 1 s

n2 n1 R
1
4 3

8 cm

1 6 cm

=0 = 6 cm s = 6 cm
1

nu nair

1
4 3

3 4

= 0,75

sin i = sin 53 = 0,8 Dari perhitungan diperoleh sin i > sin ik. Jadi, terjadi pemantulan sempurna atau seluruh berkas cahaya dipantulkan. 12. Jawaban: a Diketahui: np = 2
3

Jadi, bayangan kelereng berada 6 cm dari permukaan air atau 2 cm dari dasar bejana. 15. Jawaban: a Diketahui: s =2m M = 16 Ditanyakan: f Jawab: a. M = s 16 = 2 m s = 16 m = 8 m b.
1 f 1 2
s

= 60 nu = 1 Ditanyakan: Jawab: =(
np nu
3

1)

= s + s = 2m + =
1 2m 17 1
1 m 16 2m
1 8

= ( 2 1)(60)
1

= (1,5 1)(60) = (0,5)(60) = 30 Jadi, besar sudut deviasi prisma tersebut adalah 30. 13. Jawaban: a Diketahui: nudara = 1 h = 8,5 cm nair = 1,33 Ditanyakan: h' Jawab:
nudara nair

= 2 m f = 17 m Jadi, jarak fokus cermin adalah 17 m. 16. Jawaban: a Diketahui: s = 20 cm M=1 Ditanyakan: kekuatan lensa (P ) Jawab: M = s = 1 s = s
1 f s 1 2

h' =

h h nudara nair
1

= s + s = 20 cm + 20 cm =
2 20 cm 20 cm 2 1 f 100 10 cm 1 1

= 1,33 (8,5 cm) 6,4 cm Batu tampak pada kedalaman 6,4 cm. 14. Jawaban: d Diketahui: s = 8 cm n1 = 3 Ditanyakan: s
4

f = P =

= 10 cm

n2 = 1 R =~

= 10 dioptri Jadi, kekuatan lensa sebesar 10 dioptri.

78

Kunci Jawaban dan Pembahasan

17. Jawaban: b Diketahui: f = 12 cm M = 3; bayangan tegak Ditanyakan: s Jawab: Oleh karena bayangan tegak, berarti bayangan itu maya sehingga s bernilai negatif. M=s
s s

Jawab:
1 fgab

1 f1

+
1

1 f2

= 5 cm + 7 cm = 35 cm + 35 cm = 35 cm fgab = 2 cm = 17,5 cm Jadi, jarak fokus lensa gabungan adalah 17,5 cm. 20. Jawaban: a 1) Mata hipermetropi dapat membaca jelas pada jarak lebih jauh dari jarak baca normal. 2) Pada mata miopi, bayangan jatuh di depan retina. 3) Mata hipermetropi ditolong dengan kacamata berlensa positif. 4) Mata miopi ditolong dengan kacamata berlensa negatif. 21. Jawaban: d Diketahui: R1 R2 s n Ditanyakan: s Jawab:
1 f 35
7 5 2

3 =s s = 3s
1 f
1 12 cm 1 12 cm 1 12 cm

= s + s = s + 3s = 3s 3s
2 3 1 1 1

= 3s 3s = (2)(12 cm) 3s = 24 cm
24

s = 3 cm = 8 cm Jadi, jarak benda (s) = 8 cm. 18. Jawaban: a Diketahui: n1 = 1,5 n2 = 1,33 fu = +10 cm Ditanyakan: fa Jawab:
1 fu 1 fa

= 8 cm = 12 cm = 20 cm = 1,5

= (n 1)(

1 R1

+
1

1 R2

)
1

= (1,5 1)( 8 cm + 12 cm ) = 0,5( 24 cm ) f =


1 f 1 s
24 cm 2,5 3+2

= 9,6 cm
1

1 1 + (1 ,5 1 ) R1 R2 1 1 ,5 1 ( 1 ) R + R 1 ,33 1 2

= =

1 s 1 f

+ s
1

fa fu
fa 10 cm

= =

0,5 0,128
0,5 0,128

1 s
1 20 9,6

= 9,6 cm 20 cm = (20)(9,6) s = 10,4 18,5 cm Letak bayangan sejauh 18,5 cm. 22. Jawaban: e Diketahui: s = 25 cm s = PP = 2 m = 200 m Ditanyakan: P Jawab: P = s + s = 25 cm + 200 cm = 4 2 = 3 2 Jadi, lensa yang dibutuhkan harus memiliki kekuatan 3 2 dioptri.
1 100 100
100 100 192

fa 39 cm Jarak titik fokus lensa di air kira-kira 39 cm. 19. Jawaban: a Diketahui: f1 = 5 cm f2 = 7 cm Ditanyakan: fgab

Fisika Kelas X

79

23. Jawaban: e Diketahui: s = 25 cm s = PP = 3 m = 3 cm Ditanyakan: f Jawab: P = s + s =


100 100 2 200

Jawab: d = sob + fok sob = d fok = (35 5) cm = 30 cm


1 fob 1 sob

= =

1 sob

1 s ob

100 100 + 200 25 3


3

dioptri

1 10 cm 3 1

30 cm
2

= 30 cm = 30 cm sob = 15 cm M =
sn sob f s ok ob

= 4 2 dioptri = 2,5 dioptri f = P =


1

1 2,5

25 30 = = 10 kali

m f = +40 cm

5 15

Perbesaran total mikroskop sebesar 10 kali. 28. Jawaban: b Diketahui: fob = 1,8 cm fok = 6 cm mata tidak berakomodasi d = 24 cm Ditanyakan: s Jawab: d = s'ob + fok 24 cm = s'ob + 6 cm s'ob = (24 6) cm s'ob = 18 cm
1 fob

Jadi, jarak fokus lensa kacamata yang diperlukan adalah +40 cm. 24. Jawaban: b Diketahui: PR = 200 cm Ditanyakan: P Jawab: P = PR = 200 cm = 0,5 dioptri Kekuatan lensa yang diperlukan 0,5 dioptri. 25. Jawaban: b Diketahui: P = 20 D Ditanyakan: M Jawab: f = P = 20 m = 5 cm M = fn = 5 cm = 5 kali Jadi, perbesaran lup adalah 5 kali. 26. Jawaban: b Sifat bayangan yang terbentuk di lensa objektif yaitu nyata, terbalik, dan diperbesar. Sifat bayangan yang terbentuk pada lensa okuler yaitu maya, terbalik, dan diperbesar. Dengan demikian, bayangan akhir yang terbentuk bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. 27. Jawaban: b Diketahui: fob = 10 cm fok = sok = 5 cm d = 35 cm Ditanyakan: M
25 cm

100

1 sob

1 sob 1 sob

1 1 ,8 cm 1 sob

= 18 cm +
1

= 1,8 cm 18 cm = 18 cm 18 cm = 18 cm
9 10 1

sob = 9 cm = 2 cm Mikroorganisme terletak 2 cm di depan lensa objektif. 29. Jawaban: c Diketahui: M = 6 kali d = 35 cm Ditanyakan: fok Jawab: a. d = fob + fok 35 cm = fob + fok fok = 35 cm fob

18

80

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

M= 6=

fob fok fob 35 cm fob

3. Diketahui:

6(35 cm fob) = fob 210 cm 6 fob = fob 7fob = 210 cm fob = 30 cm c. fok = 35 cm fob = (35 30) cm = 5 cm Jadi, panjang fokus lensa okulernya adalah 5 cm.

P = 10 D d = 4 cm mata berakomodasi maksimum sn = 25 cm Ditanyakan: M Jawab: a. b. f = P f = 10 D = 10 cm M = fn + 1 = 10 cm + 1 = 2,5 + 1 = 3,5 kali Jadi, perbesaran yang terjadi sebesar 3,5 kali.
25 cm

100 s

100

30. Jawaban: d Diketahui: fob = 45 cm fp = 0,9 cm fok = 0,5 cm Ditanyakan: d Jawab: d = fob + 4fp + fok = (45 + 4(0,9) + 0,5) cm = 49,1 cm Jadi, panjang teropong adalah 49,1 cm. B. Uraian 1. Diketahui: = 120 Ditanyakan: n Jawab: n= =
360 360 120

4. Diketahui:

lensa plankonkaf n = 1,5 nu = 1 f = 36,8 cm Rdatar = ~ Ditanyakan: Rcekung Jawab:


1 f
1 36,8 cm 1 36,8 cm 1 36,8 cm

= (n 1)( R

1
dat

+ R ) cekung + )
1 Rcek

= (1,5 1)( = (0,5)( R =


1 2 R cek 1

cek

1 1

=31=2 Jadi, bayangan yang terbentuk sebanyak 2 buah. 2. Diketahui: n = 1,4 lensa bikonkaf (cekung-rangkap) R1 = 20 cm R2 = 30 cm Ditanyakan: f Jawab:
1 f

2 Rcek = 36,8 cm Rcek = 18,4 cm Jadi, jari-jari kelengkungan permukaan cekungnya adalah 18,4 cm. 5. Diketahui: s =~ s = 200 cm Ditanyakan: jenis lensa dan P Jawab: a.
1 f

= =

n ( 2 n1

1 1)( R 1

1 R2

)
1 30 cm

= s + s = 1

1 200 cm

1 ,4 ( 1

1)(

1 20 cm

= (0,4)( =

3 60 cm

2 60 cm

=
1 30 cm

) b. =

1 200 cm 1

f = 200 cm = 2 m

5 (0,4)( 60 cm

)=

4 5 10 cm 60 cm

P = f = 2 m = 0,5 dioptri Jadi, jenis kacamata yang diperlukan berlensa negatif dengan P = 0,5 D.

f = 30 cm Jadi, jarak fokus lensa adalah 30 cm.

Fisika Kelas X

81

6. Diketahui:

f1 = 50 cm f2 = 30 cm f3 = 60 cm Ditanyakan: Pgab Jawab:


1 fgab

9. Diketahui:

= = =
1

1 f1

1 f2

1 f3

Pob = 25 dioptri Pok = 10 dioptri sob = 8 cm Ditanyakan: a. M mata berakomodasi b. M mata tidak berakomodasi Jawab: Pob = 25 dioptri fob = 25 dioptri = 4 cm Pok = 10 dioptri fok = 10 dioptri = 10 cm a. M mata berakomodasi
1 fob 1 s ob

1 50 cm

1 30 cm 1 6 10 + 5 = 300 300 cm 100 cm

1 60 cm

100

cm

100

fgab = 300 cm P = f = 300 cm = 3 dioptri Kekuatan lensa gabungan 3 D. 7. Diketahui: PP > 25 cm PR = 5 m = 500 cm PR < ~ PP = 40 cm Ditanyakan: kacamata yang diperlukan Jawab: Bapak tersebut menderita presbiopi atau mata tua. Penyelesaiannya dibantu dengan kacamata lensa rangkap. Kekuatan lensa untuk melihat jauh P = PR = 500 D = 5 D Kekuatan lensa untuk melihat dekat P = 4 PP = 4 D = (4 2,5) D 40 cm P = +1,5 D 8. Diketahui: fob = 1 cm fok = 2,5 cm sob = 1,5 cm mata tidak berakomodasi Ditanyakan: a. d b. Mtot Jawab: a. sob =
(fob sob ) (sob fob )

= =

1 sob 1 fob

1 s ob 1 sob

= 4 cm 8 cm = 8 cm 8 cm = 8 cm = 8 cm = ( sob )
ob

s'ob M

sn fok

+ 1

100

100

8 25 8 10

+ 1

= 3,5

100

100

b.

Jadi, perbesaran anguler mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum adalah 3,5 kali. M mata tidak berakomodasi M = ( sob )( f n )
ob ok

8 25 8 10

= 2,5 kali Jadi, perbesaran anguler dengan mata tak berakomodasi adalah 2,5 kali. 10. Diketahui: L = 750 mm = 75 cm M = 14 kali Ditanyakan: Pob dan Pok Jawab: M= 14 =
fob fok fob fok

= 1,5 cm 1cm = 0,5 cm = 3 cm b. d = sob + fok d = 3 cm + 2,5 cm = 5,5 cm Mtot = =


sn s ob s ob fok

(1cm)(1 ,5 cm)

1 ,5 cm

c.

fob = 14fok L = fob + fok = (2)(10) 75 cm = 14fok + fok fok = 15 = 5 cm Pok = 5 cm = 20 dioptri
100 75

3 cm 25 cm 1 ,5 cm 2,5 cm

Mtot = 20 kali Jadi, panjang mikroskop adalah 5,5 cm dan perbesaran totalnya 20 kali.

82

Kunci Jawaban dan Pembahasan

fob = 14fok = 14(5 cm) = 70 cm Pob =


100 70 cm

4. Jawaban: a T C = 5 (T F 32) 9T C = 5T C 160 9T C = 5T C 160 4T C = 160 T C = 40 Jadi, skala pada termometer Celcius dan Fahrenheit menunjuk nilai yang sama pada suhu 40C. 5. Jawaban: a Diketahui: To = 20C A = 2,4 105/C B = 3,6 105/C Ditanyakan: syarat kedua batang memiliki panjang akhir (L) sama Jawab: LA = LB
Lo (1 + A TA)
TA TB TA TB TA TB

= 1,43 dioptri

Jadi, kekuatan lensa objektif 1,43 dioptri dan kekuatan lensa okuler 20 dioptri.

Latihan Ulangan Akhir Semester


A. Pilihan Gandaan yang tepat! 1. Jawaban: d Pada umumnya, volume zat cair akan bertambah sebanding dengan kenaikan suhunya. Namun, pada air hal ini tidak berlaku pada suhu 0C hingga 4C. Hal ini disebut anomali air. Massa jenis air pada suhu kurang dari 4C, berangsur naik hingga mencapai maksimum pada 4C dan akan kembali berkurang seiring kenaikan suhu setelah 4C. Volume berbanding terbalik dengan massa jenis. Dengan demikian, apabila air dipanaskan hingga suhu 4C volumenya akan berkurang, lalu kembali bertambah pada suhu di atas 4C. 2. Jawaban: e Diketahui: m = 2 kg Tes = 6C ces = 0,5 kkal/kg C mair = 2 kg Tair = 10C L = 80 kkal/kg Ditanyakan: Qtot Jawab: 1) Q1 (menaikkan suhu es dari 6C ke 0C) Q1 = m c T1 = (2 kg)(0,5 kkal/kg C)(0 (6))C = 6 kkal 2) Q2 (mengubah es menjadi air) Q2 = m L = (2 kg)(80kkal/kg) = 160 kkal 3) Q3 (menaikkan suhu air dari 0C ke 10C) Q3 = m c T2 = (2 kg)(1 kkal/kg C)(10 0)C = 20 kkal 4) Qtot = Q1 + Q2 + Q3 = 6 kkal + 160 kkal + 20 kkal = 186 kkal Jadi, total kalor yang diperlukan sebanyak 186 kkal. 3. Jawaban: c Jika massa dan kenaikan suhu sama, sedangkan kalor yang diperlukan lebih banyak artinya kalor jenis zat tersebut lebih besar dibanding zat yang lain. Kalor jenis zat B lebih besar dari kalor jenis zat A. Dengan demikian, zat B lebih sukar panas daripada zat A.

= Lo (1 + B TB)

1 + A TA = 1 + B TB = B A =
3,6 105 /C 2,4 105 /C

= 2
3

TA = 2 TB Jadi, agar panjang akhirnya sama TA harus


3 TB. 2

6. Jawaban: d Diketahui: I =2A t = 16 s c = 1,6 1019 C Ditanyakan: n (jumlah partikel) Jawab: Q=It nc=It n= c = 1 ,6 1019 C n = 2,0 1020 partikel Jadi, partikel yang mengalir sejumlah 2,0 1020. 7. Jawaban: b Diketahui: A = 1 mm2 = 1 106 m2 R = 14,1 al = 2,82 108 m Ditanyakan:
It
(2 A)(16 s)

Fisika Kelas X

83

Jawab: R =A = =
RA

1)

1 Rp1

= =

1 12 1 12 3 12
1

+ +

1 6 2 12
1

(14,1 )(106 m2 ) (2,82 108 m)

1 Rp1

Rp = 12 = 4
3

= 500 m Jadi, panjang kawat tembaga 500 m. 8. Jawaban: c Diketahui: o = 2,0 106 m = 0,0045/C T = 40C Ditanyakan: Jawab: = o(1 + T ) = (2,0 106 m)(1 + (0,0045/C)(40C)) = (2,0 106 m)(1 + 0,18) = (2,0 106 m)(1,18) = 2,36 106 m Resistivitas logam sekarang 2,36 106 m. 9. Jawaban: d Diketahui: A b = 4 Ak Ditanyakan: R k : Rb Jawab: R~
Rk Rb

2)

Rs = Rp + 3 = (4 + 3) = 7
1 Rp2 1 Rp2
1 7 2 7 1 7
2

3)

= =

Rp = 7 = 3,5
2

4)

Rtot = Rp + 6
2

= (3,5 + 6) Rtot = 9,5 Jadi, Rtot hambatan pengganti AB sebesar 9,5 . 12. Jawaban: e Pada rangkaian itu niai R1R5 = R2R4 sehingga berlaku jembatan Whoatstone, dan nilai R3 dapat diabaikan. Rs = 2 + 3 = 5 1 Rs = 6 + 9 = 15
2

1 A
Ab Ak

1 Rp

1 Rs1
5

1 Rs2
1 15 1 15

4 Ak Ak

4 1
1 Rp

= 1 + = =
3 15 4 15

Jadi, perbandingan hambatan kawat kecil dengan kawat besar adalah 4 : 1. 10. Jawaban: e Diketahui: T0 = 25C Ro = 75 = 4 103/C T = 40C Ditanyakan: R Jawab: R = Ro(1 + T ) = (75 )(1 + (4 103/C)(40 25)C) = (75 )(1 + (4 103/C)(15C)) = 75 (1 + 0,06) = (75 + 4,5) R = 79,5 Jadi, hambatan kawat pada suhu 40C adalah 79,5 . 11. Jawaban: b
A 7 6 12 3 6 B

Rp = 15 = 3,75
4

Jadi, nilai hambatan pengganti antara A dan B sebesar 3,75 . 13. Jawaban: a Diketahui: E1 = 18 volt r1 = 1 E2 = 6 volt r2 = 1 R1 = 2 R2 = 4 Ditanyakan: Itot Jawab: E = I(R + r) (18 + 6) volt = I(2 + 4 + 1 + 1) 24 volt = I(8 ) I=
24 volt 8

I=3A Jadi, arus total yang mengalir sebesar 3 A.

84

Kunci Jawaban dan Pembahasan

14. Jawaban: a
E1 = 3 V 5

Jawab: 60% W = Q 0,6 P t = m c T 0,6 (0,6)


V2 R

E3 = 5 V I 10

E2 = 2 V

t = m c(T T0) t = (1 kg)(4.200 J/kg C)(60 10)C


210.000 J 600 W

(100 V )2 10

E1 5I + E2 10I E3 = 0 3 V 5I + 2 V 10I 5 V = 0 6 V 15I = 0 15I = 6 V I=


6V 15

(600 W )t = 210.000 J t=

t = 350 sekon t = 5 6 menit Jadi, waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air tersebut adalah 5 6 menit. 17. Jawaban: b Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai berikut. 1) Merupakan rambatan medan magnet dan medan listrik. 2) Arah medan magnet tegak lurus dengan medan listriknya. 3) Merupakan gelombang transversal. 4) Dapat merambat dalam ruang hampa. 5) Tidak bermuatan listrik. 6) Memiliki sisfat-sifat umum gelombang. 7) Kecepatannya hanya tergantung pada permeabilitas vakum dan permitivitas vakum. 18. Jawaban: c Urutan spektrum gelombang dari frekuensi terbesar ke terkecil: sinar gamma sinar X sinar ultraviolet cahaya tampak sinar inframerah gelombang mikro (radar) gelombang radio dan televisi. 19. Jawaban: c Kecepatan rambat gelombang elektromagnetik dirumuskan sebagai berikut. v=
1 0 0

I = 0,4 A Tanda negatif artinya arah arus berkebalikan dengan arah arus yang sebenarya. Jadi, kuat arus yang mengalir dalam rangkaian adalah 0,4 A. 15. Jawaban: e Diketahui: Ptersedia = 450 W Vtersedia = 110 V Plampu = 100 W Vlampu = 220 V Ditanyakan: jumlah lampu (n) Jawab: 1) Rlampu =
(Vlampu )2 Plampu

(220 V)2 100 W

R = 484 2) 3) Rtersedia =
1 Rp
1
12.100 450

(Vtersedia )2 Ptersedia

(110 V)2 450 W

12.100 450

Di rumah, lampu dipasang paralel, maka = =


1 R

1 R

1 R

+...

n 484 (484 )(450) 12.100

n=

= 18 Jadi, jumlah lampu yang dapat dipasang 18 lampu. 16. Jawaban: b Diketahui: R = 10 V = 100 V 1 L air = 1 kg air T0 = 10C T = 60C cair = 4.200 J/kgC 60% W = Q Ditanyakan: tmendidih

Keterangan: v = kecepatan gelombang elektromagnetik (m/s) 0 = permitivitas ruang hampa (8,85 1012 C2/Nm2) 0 = permeabilitas ruang hampa (4 107 N s2/C2)

Jadi, kecepatan gelombang elektromagnetik hanya tergantung pada permeabilitas ruang hampa dan permitivitas ruang hampa.

Fisika Kelas X

85

20. Jawaban: c Sinar X digunakan untuk melihat bagian dalam benda atau tubuh manusia dan analisis struktur bahan. Sinar gamma digunakan untuk membunuh sel-sel kanker, sterilisasi peralatan rumah sakit, dan memeriksa cacat logam. Gelombang radio digunakan untuk komunikasi. Gelombang mikro digunakan dalam microwave oven dan pesawat RADAR. 21. Jawaban: e Cahaya yang mengenai permukaan yang rata dan halus akan dipantulkan secara teratur sehingga disebut juga dengan pemantulan teratur. Contoh pemantulan teratur adalah saat cahaya datang ke permukaan cermin. 22. Jawaban: b Pada cermin datar, tinggi minimal untuk dapat melihat seluruh benda adalah setengah dari tinggi benda itu. Jadi, tinggi minimal cermin yang diperlukan gadis itu =
1 ( 2 )(150

25. Jawaban: a Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil. 26. Jawaban: c Diketahui: h = 12 cm s = 30 cm f = 60 cm Ditanyakan: sifat dan tinggi bayangan Jawab:
1 f 1 s 1 s 1 s

= s + s = f s
1

1
1 1 2

= 60 cm 30 cm = 60 cm =
3 60 cm h

s =

60 cm 3

= 20 cm

cm) = 75 cm.

M= s = h
20 cm 30 cm

23. Jawaban: e Apabila benda berada di antara titik pusat kelengkungan dan titik fokus, benda berada di ruang II. Benda yang diletakkan di ruang II akan terbentuk bayangan di ruang III. Bayangan yang terbentuk di ruang III akan bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. 24. Jawaban: b Diketahui: h = 4 cm s = 20 cm f = 40 cm Ditanyakan: sifat bayangan dan tinggi bayangan Jawab:
1 f 1 s 1 s

= 12 cm h =

(20)(12) (30)

cm

h = 8 cm Jadi, bayangan tersebut bersifat tegak dengan tinggi 8 cm. 27. Jawaban: d Diketahui: i = 90 30 = 60 r = 45 cudara = 3 108 m/s Ditanyakan: czat cair Jawab:
sin i sin r sin 60 sin 45
1 2 1 2

= =

cudara c zat cair

= s + s = f s = = 40 cm 40 cm 40 cm 20 cm = 40 cm s = 40 cm
1

3 108 m/s c zat cair 3 108 m/s c zat cair

3 2

Tanda negatif menunjukkan bayangan di belakang cermin (ruang IV). Bayangan di ruang IV bersifat maya, tegak, dan diperbesar. M= s = h
40 cm 20 cm
s h

czat cair =

2 3

(3 108 m/s)

= 4 cm
h

= 1,7 (3 108 m/s) czat cair = 2,47 108 m/s Cepat rambat cahaya di zat cair tersebut 2,47 108 m/s.

1 ,4

2 = 4 cm h = (2)(4) h = 8 cm Jadi, bayangan yang terbentuk tegak dengan tinggi 8 cm.

86

Kunci Jawaban dan Pembahasan

28. Jawaban: e Diketahui: i = 60 r = 30 d = 4 cm Ditanyakan: pergeseran sinar (x) Jawab: x = = =


d sin (i r ) cos r (4 cm) sin (60 30) cos 30 4 sin 30 cos 30

1 4 cm 1 4 cm

: :

1 fa 1 fa

=(

3 2

1) : (
1

3 2 4 3

1)

= 2 : 8 = 2
(8)(4) 2 8

fa 4

fa =

fa = 16 Jarak titik api lensa di dalam air 16 cm. 32. Jawaban: b Diketahui: s =~ s = 50 cm Ditanyakan: P Jawab:
1 f

= 4 tan 30 = 4( 3 3 ) x = 3 3 cm Jadi, pergeseran sinar yang terjadi sebesar


4 3 4 1

= s + s = 1 50 cm =0 =
1 50 cm

3 cm.

29. Jawaban: b Bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung akan selalu bersifat maya, tegak, dan diperkecil. 30. Jawaban: e
1 f

1 50 cm

f = 50 cm = 0,5 m P = f = 0,5 m = 2 D Kekuatan lensa kacamata sebesar 2 D. 33. Jawaban: b Benda dapat terlihat dengan jelas apabila bayangan benda tepat di retina dan bersifat terbalik, sejati, dan diperkecil. Meskipun terbalik, otak menerjemahkannya sebagai bayangan tegak. 34. Jawaban: a Diketahui: P = 54 dioptri s = 2 cm = 0,02 m Ditanyakan: s Jawab: 1) P = f f = 54
1 f 1 s 1 1 1
1

= s + s = (4 + 4) m1 =8 m1

f =

1 8 m1

=12,5 cm Jika benda diletakkan 20 cm di depan lensa, artinya benda di antara f1 dan 2f1. Benda di ruang tersebut akan menghasilkan bayangan yang bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. 31. Jawaban: c Diketahui: n = 2 nu = 1 fu = 4 cm
4 3

2)

= s + s = f s = 54 0,02 = 54 50
1

na = 3 Ditanyakan: fa Jawab:
1 fu

1 fa

n ( nu

1 1)( R 1

1 R2

):

n ( na

1)

1 ( R1

1 R2

= 4 s = 4 m = 25 cm Jadi, jarak titik dekat orang tersebut 25 cm.

Fisika Kelas X

87

35. Jawaban: c Diketahui:

f = 10 cm sn = 25 cm mata berakomodasi maksimum Ditanyakan: M Jawab: M= =


sn +1 f 25 cm + 10 cm

Untuk mata tidak berakomodasi, bayangan lensa okuler terletak di tak terhingga.
1 sok

= =

1 fok 1 fok 1 fok sn fok

1 sok

1 sok

sok = fok = 2 cm = 2 cm = 12,5 kali


25 cm

1 3)

Mok =

= 2,5 + 1 M = 3,5 kali Jadi, perbesaran bayangan yang terjadi 3,5 kali. 36. Jawaban: e 1) Bayangan yang dibentuk lensa objektif adalah nyata, terbalik, dan diperbesar. 2) Bayangan yang dibentuk lensa okuler adalah maya, tegak, dan diperbesar. 3) Bayangan akhir yang dibentuk mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar terhadap bendanya. 37. Jawaban: b Diketahui: PP = 25 cm Pob = 250 dioptri Pok = 50 dioptri sob = 0,6 cm Ditanyakan: Mtotal Jawab: 1) Perbesaran lensa objektif Pob = 250 dioptri fob =
1 Pob

M = Mob Mok = (2)(12,5) = 25 kali Jadi, perbesaran totalnya adalah 25 kali.

38. Jawaban: c Diketahui: Pok = 25 D d = 84 cm Ditanyakan: Pob Jawab: 1) Pok = 25 D fok = 25 D = 0,04 m = 4 cm Saat mata tidak berakomodasi d = fok + fob d = fok + fob 84 cm = 4 cm + fob fob = (84 4) cm fob = 80 cm = 0,8 m 3) Pob =
1 fob

2)

= 250 D = 0,004 m = 0,4 cm

= 0,8 m Pob = 1,25 dioptri Jadi, kekuatan lensa objektif teropong itu adalah 1,25 dioptri. 39. Jawaban: a Pada teropong bumi, terdapat 3 lensa cembung, masing-masing sebagai lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler. Lensa pembalik hanya untuk membalikkan bayangan yang dibentuk lensa objektif. Bayangan akhir yang terbentuk bersifat maya, tegak, dan lebih dekat. 40. Jawaban: a Diketahui: fob = 2 cm fok = 6 cm d = 14,8 cm sok = sn = 24 cm Ditanyakan: Mtot Jawab: Oleh karena pengamat berakomodasi maksimum, maka: sok =
fok sok fok sok

1 sob

1 fob

1 sob

= = =
1 sob

1 1 0,4 cm 0,6 cm 10 10 6 cm 4 cm 30 12 cm 10

20 12 cm

= 12 cm sob = 10 cm = 1,2 cm
s ob s ob

12

Mob = 2)

1 ,2 cm 0,6 cm

= 2 kali

Perbesaran lensa okuler Pok = 50 dioptri fok =


1 Pok

= 50 D = 0,02 m = 2 cm

= 24 6 cm = 4,8 cm

( 24)(6)

88

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Jarak bayangan lensa objektif: d = sob + sok sob = d sok = (14,8 4,8) cm = 10 cm Jarak benda terhadap lensa objektif: sob = =
fob sob fob sob (10)(2) 10 2

A = 0,250225 m2 A = 2.502,25 cm2 Jadi, luas jendela itu pada suhu 60 adalah 2.502,25 cm2 atau 0,250225 m2. 3. a.
C (2,1 V; 2 ) B (1,9 V; 1 ) E

45

II F

cm
D 8

I3 I1 A I 2 9

= 2,5 cm Perbesaran mikroskop: Mtot = =


sob sob

1) 2)

(f

sn
ok

+ 1) + 1)

Berdasarkan hukum Khirchoff berlaku: I3 = I1 + I2 I2 = I3 I1 . . . (1) Loop I (2,1 V) 2I1 8I1 45I3 = 0 2,1 10I1 45I3 = 0 10I1 + 45I3 = 2,1 . . . (2) Loop II (1,9 V) 1I2 9I2 45I3 = 0 1,9 10I2 45I3 = 0 10I2 + 45I3 = 1,9 . . .(3) Masukkan persamaan (1) pada persamaan (3) 10I2 + 45I3 = 1,9 10(I3 I1) + 45I3 = 1,9 10I3 10I1 + 45I3 = 1,9 10I1 + 55I3 = 1,9 . . . (4) Eliminasi persamaan (2) dengan persamaan (4) 10I1 + 45I3 = 2,1 10I1 + 55I3 = 1,9 + 100I3 = 4 I3 = 100 ampere I3 = 40 mA
4

10 2,5

24 ( 6

= 20 kali Jadi, perbesaran total mikroskop adalah 20 kali. B. Uraian 1. Diketahui: 3) = 0,9 kal/C s cm = 1 m = 100 cm = 10 cm2 = 1 menit = 60 s k L A t Ditanyakan: Q Jawab: H =kA L
T
(100C 0C) 100 cm

4)

= (0,9 kal/C s cm)(10 cm2)


100

= (0,9)(10)( 100 ) kal/s H = 9 kal/s Q = H t = (9 kal/s)(60 s) Q = 540 kalori Jumlah kalor yang mengalir dari ketel ke bak selama 1 menit sebesar 540 kalori. 2. Diketahui: To = 10C T = 60C = 9 106/C Ao = 25 cm 100 cm = 2.500 cm2 = 0,25 m2 Ditanyakan: A Jawab: a. = 2 = 2(9 106/C) = 18 106/C = 1,8 105/C b. A = Ao(1 + T) = (0,25 m2)(1 + (1,8 105/C)(60 10)) = 0,25(1 + 9 104) = 0,25 + 2,25 104

5)

. . . (5)
4

6)

Masukkan hasil I 3 = 100 A pada persamaan (2) 10I1 + 45I3 = 2,1 10I1 + 45( 100 )= 2,1 10I1 + 1,8 = 2,1 10I1 = 2,1 1,8 10I1 = 0,3 I1 = 0,03 A = 30 mA
4

Fisika Kelas X

89

7)

Masukkan I3 = 40 mA dan I1 = 30 mA pada persamaan (1) I2 = I3 I1 = (40 30) mA = 10 mA =


1 100

6.

A
P

20

B C

Jadi, kuat arus di masing-masing resistor adalah I1 = 30 mA di R = 8 ; I2 = 10 mA di R = 9 ; dan I3 = 40 mA di R = 45 . b. VAB = I3 RAB = (0,04 A)(45 ) VAB = 1,8 volt Jadi, beda potensial di titik AB sebesar 1,8 volt.

E D 1 1 0

a. b. c. d.

4. Diketahui:

P = 500 watt ( = 70%) volume air = 1 L ~ m = 1 kg T0 = 20C cair = 4.200 J/kg C t = 20 menit = 1.200 detik Ditanyakan: T Jawab:
W 70% Pt 0,7 Pt (0,7)(500)(1.200) 420.000 420.000 4.200T 4.200T T =Q = m c T = m c (T T0) = (1)(4.200)(T 20) = 4.200(T 20) = 4.200T 84.000 = 420.000 84.000 = 336.000 = 80

Besar sudut datang di cermin P 20 + A = 90 A = 90 20 A = 70 Besar A = B = 70 Besar C= 90 B = 90 70 C = 20 Perhatikan segitiga


D
11 0

e.

Jadi, suhu akhir air tersebut adalah 80C. 5. Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai berikut. a. Merupakan rambatan medan magnet dan medan listrik. b. Arah medan magnet tegak lurus medan listriknya. c. Merupakan gelombang transversal. d. Dapat merambat dalam ruang hampa. e. Tidak bermuatan listrik. f. Memiliki sifat umum gelombang seperti mengalami refleksi, refraksi, difraksi, polarisasi, dan interferensi. g. Kecepatannya hanya tergantung permeabilitas vakum dan permitivitas vakum. Faktor yang menjadi pembeda gelombang mekanik dengan gelombang elektromagnetik adalah medium perambatan. Gelombang mekanik memerlukan medium dalam perambatannya, sedangkan gelombang elektromagnetik dapat merambat baik melalui ruang hampa maupun medium.

f. g.

Jumlah sudut = C + 110 + D 180 = 20 + 110 + D D = 180 130 = 50 D + E = 90 50 + E = 90 E = 90 50 E = 40 E adalah sudut sinar datang di cermin Q sehingga E = F = 40. Jadi, besar sudut sinar pantul di cermin Q adalah F = 40. = 1,4 = 20 cm = 30 cm =1

7. Diketahui:

n R1 R2 nu Ditanyakan: f Jawab:

1 f

=(

n nu

1)(

1 R1

1 R2

)
1

= ( 1 1)( 20 + 30 ) = ( 10 )( 20 + 30 ) = ( 10 )( 60 + 60 ) = ( 10 )( 60 )
1 f 4 5 4 3 2 4 1 1

1 ,4

= 30 f = 30 cm

Jadi, jarak fokus lensa tersebut adalah 30 cm.

90

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. Diketahui:

f = 20 cm s = 45 cm Ditanyakan s Jawab:
1 s

c.

M = fn + 1 = 2,5 cm + 1 = 10 + 1 M = 11 kali Jadi, perbesaran yang terjadi 11 kali.


25 cm

= f s = 20 cm 45 cm = 90 cm
4,5 2

10. Diketahui:

s =

90 cm 2,5

= 36 cm M= s
s

d = 21,4 cm fob = 4 mm = 0,4 cm fok = 5 cm Ditanyakan: sob Jawab: a. Saat mata tidak berakomodasi, pada lensa okuler sok = fok = 5 cm b. Pada mikroskop berlaku d = sob + sok = sob + fok sob = d sok = 21,4 cm 5 cm = 16,4 cm
1 sob

= 45 cm = 0,8

36 cm

Bayangan benda terletak 36 cm dari lensa dengan perbesaran 0,8 kali. 9. Diketahui: P = 40 D d = 4 cm sn = 25 cm Ditanyakan: M Jawab: a. Untuk mata berakomodasi maksimum, jarak mata dengan lup diabaikan sehingga d ~ 0. b. P = 40 D f = P
1
1

c.

1 fob

1 sob

= 0,4 cm 16,4 cm = 16,4 cm sob =


16,4 cm 40
41 1

= 40 D = 0,025 m = 2,5 cm

= 0,41 cm Jadi, jarak benda dengan lensa objektif harus sejauh 0,41 cm.

Fisika Kelas X

91