Anda di halaman 1dari 2

Table 3.

Kemampuan permeabilitas paru-paru Keadaan paru-paru Paru-paru sebelum dimasukkan ke dalam larutan Paru-paru setelah dimasukkan ke dalam larutan Mengempis, berwarna merah segar Mengembang, berwarna merah pucat Kondisi larutan kapur Air keruh

Air jernih dan terbentuk endapan kapur di dasar gelas

Pada uji permeabilitas paru-paru, digunakan katak sebagai hewan uji coba. Katak yang baru di bedah, terlihat warna paru-parunya berwarna merah. Warna paru-paru yang berwarna merah segar membuktikan bahwa ada suplai oksigen yang terdapat di dalam pembuluh darah menuju paru-paru. Pada saat proses pembedahan, paru-paru katak akan mengembang besar dari ukuran semulanya. Hal ini dikarenakan adanya tekanan positif dari luar, sehingga menyebabkan gas berdifusi dari luar. Ketika dibedah, maka rongga dada membuka sehingga tekanannya menjadi positif. Alveolus pada paru-paru mengandung sulfaktan yang menjadi bantalan kembang kempis pada paru-paru dan paru-paru pun tidak pecah. Setelah dibedah, paru-paru katak yang ditekan menjadi kempis, mengempisnya paru-paru terjadi karena kandungan oksigen yang ada di dalam pembuluh darah menuju paru-paru ditekan keluar, sehingga udara kosong dalam paru-paru. Setelah paru-paru ditekan, paru-paru katak diikatkan dengan benang halus di daerah bronkus dengan tujuan agar aliran darah dari pembuluh darah tidak mengalir ke dalam paru-paru lagi. Paru-paru yang sudah diikatkan kemudian dipotong pada bagian atas ikatan untuk dimasukkan ke dalam air kapur (larutan CaCo3). Larutan CaCO3 ini berfungsi sebagai media yang mengandung karbondioksida (CO2). Air kapur yang terlihat keruh dengan adanya gelembung, menandakan adanya karbondioksida. Air kapur yang direaksikan dengan air akan menghasilkan CO2, yang menyebabkan air kapur juga menjadi lebih keruh dari sebelumnya dan terdapat endapan berupa kapur berwarna putih. Reaksi air kapur dengan air adalah: CaCO3 + H2O Ca(OH)2 + CO2

Selain menyebabkan air kapur berwarna lebih keruh, CO2 juga menyebabkan adanya gelembunggelembung di sekitar dinding paru-paru yang dimasukkan. Paru-paru yang dimasukkan ke dalam larutan CaCO3 menunjukkan perubahan warna menjadi warna merah pucat. Perubahan warna lebih pucat setelah dimasukkan larutan CaCO3 ini disebabkan karena kadar CO2 yang terlalu banyak di dalam paru-paru akibat proses difusi CO2 ke dalam paru-paru. Berdifusinya CO2 ke dalam paru-paru dikarenakan adanya perbedaan tekanan parsial gas dimana tekanan pasial di luar alveolus lebih tinggi dari di dalam alveolus. Selain itu juga karena struktur paru-paru katak yang sangat permeabel. Paru-paru katak terselimuti lapisan yang sangat tipis disebit peritonium yang sangat elastis. Di dalam paru-paru kanan dan kiri terdiri atas lipatan bersekat yang membentuk alveoli dengan rongga udara berukuran besar di dalamnya. Alveolus tadi berikatan dengan epitel yang sangat tipis berselimutkan pembuluh darah kapiler. Sehingga menyebabkan daya permeabilitasnya tinggi. CO2 mampu menembus seluruh membran biologis dengan cepat dan mudah. Paru-paru yang dimasukkan ke dalam air kapur menjadi mengembang, dikarenakan paru-paru mengalami proses difusi CO2 melalui membran alveolus ke dalam paru-paru. Tekanan CO2 pada larutan CaCO3 (air kapur) lebih besar dibandingkan dengan tekanan CO2 di dalam alveolus,

sehingga CO2 berdifusi dari dalam larutan CaCO3 ke dalam alveoli sesuai dengan selisih tekanan sehingga paru-paru terlihat mengembang karena terisi oleh CO2 yang terdapat dalam larutan air kapur.