Anda di halaman 1dari 7

UJI KOAGULASI

1. TUJUAN

Membuktikan terdapatnya endapan tetap dalam protein yang bisa dilakukan dengan penambahan asam atau pemanasan yang mengakibatkan terjadi koagulasi.

2. TINJAUAN PUSTAKA A. embagian uji pengendapan protein

!eaksi yang bisa dilakukan dalam uji pengendapan protein dapat dilaksanakan dengan " #ara$Simanjuk dan Silalahi% & '. Uji engendapan rotein Oleh Garam(Garam Anorganik ). Uji Koagulasi ". Uji engendapan *engan Alkohol a. engendapan protein oleh garam(garam anorganik Kelarutan protein akan berkurang bila kedalam larutan protein ditambahkan garam(garam anorganik. engendapan terus terjadi karena kemampuan ion garam untuk menghidrasi+ sehingga terjadi kompetisi antara garam anorganik dengan molekul protein untuk mengikat air. Karena garam anorganik lebih menarik air maka jumlah air yang tersedia untuk molekul protein akan berkurang. b. Uji koagulasi rotein dengan penambahan asam atau pemanasan akan terjadi koagulasi. ada p, iso( elektrik $p, larutan tertentu biasanya berkisar - . -+/ dimana protein mempunyai muatan positi0 dan negati0 sama+ sehingga saling menetralkan% kelarutan protein sangat menurun atau mengendap. ada temperatur diatas 12o3 kelarutan protein akan berkurang $koagulasi% karena pada temperatur yang tinggi energi kinetik molekul protein meningkat sehingga terjadi getaran yang #ukup kuat untuk merusak ikatan atau struktur sekunder+ tertier dan kuartener yang menyebabkan koagulasi.$Simanjuntak dan Silalahi%. #. engendapan dengan alkohol

rotein dapat diendapkan dengan penambahan alkohol. elarut organik akan mengubah $mengurangi% konstanta dielektrika dari air+ sehingga kelarutan protein berkurang+ dan juga karena alkohol akan berkompetisi dengan protein terhadap air.

4. Kelainan metabolik yang berkaitan dengan reaksi siklus ureum$!obert Murray% *alam biosintesis atau reaksi siklus ureum dapat digambarkan ada - prinsip medis yang rele5an y akni& '. *e0ek pada banyak en6im di sebuah lintasan metaboli# dapat mengakibatkan gejala serta tanda klinis yang pada hakikatnya identi#. ). Adanya akumulasi intermediet sebelum terjadi blok metaboli#+ atau penumpukan produk tambahan yang akan menggambrakan adanya reaksi metaboli# yang terganggu. ". *iagnosis tepat memerlukan pengukuran se#ara kuantitati0 terhadap reaksi yang dikatalisis oleh en6im yang diperkirakan mengalami de0ek. -. 7erapi rasional harus berdasarkan pada pemahaman yang lengkap mengenai berbagai reaksi biokimia yang mendasari didalam tubuh manusia yang normal atau yang terganggu.

4. METODOLOGI -.' Alat dan bahan Alat& '. ipet tetes

). ) buah tabung reaksi ". ipet Isap

4ahan& '. Urin normal ). Urin patologis ". Asam asetat ) 8

-.) 3ara Kerja *imasukkan urin normal kedalam tabung '+ kemudian dimasukkan juga urin patologis pada tabung ) masing(masing " ml

*ipanaskan dengan suhu '22 derajat selama )(" menit

*ilihat apakah ada endapan yang terbentuk

7ambahkan Asam asetat )8 sebanyak / tetes

Lihat perubahan yang terjadi+ masih ada endapan membuktikan adanya protein yang larut dalam suasana asam

4. HASIL

7abung '$Urin 9ormal%

7abung )$Urin atologis%

HASIL Percobaan 7abung ' $Urin normal% Hasil Urin tetap jernih+ tidak ada butir(butir ataupun keping(keping 7abung ) $Urin atologis% Urin keruh+ terdapat kepingan(kepingan presipitat

. PEM!AHASAN

*alam praktikum biokimia Uji rotein kali menggunakan #ara uji koagulasi. *alam Uji koagulasi kali ini dia:ali dengan memasukkan urin normal pada tabung reaksi ' dan memasukkan urin patologis pada tabung reaksi ) masing(masing " ml+ kemudian kedua tabung reaksi ini di panaskan hingga mendidih dengan suhu '22 derajat selama )(" menit. 7erlihat penampakan pada tabung reaksi '$Urin 9ormal% tidak menunjukkan suatu endapan. 9amun pada penampakan pada tabung reaksi )$Urin patologis% menunjukkan adanya suatu endapan yang terbentuk. Kemudian dimasukkan asam asetat )8 sebanyak / tetes ke dalam ) tabung reaksi tersebut. Setelah dimasukkan asam asetat maka kita akan melihat perubahan diantara kedua tabung reaksi tersebut. 7erlihat lagi pada tabung reaksi '$Urin 9ormal% tidak menunjukkan suatu endapan. 9amun yang terlihat pada tabung reaksi )$Urin patologis% menunjukkan adanya suatu endapan tetap yang akan menandakan adanya protein sebab asam 0os0at akan lebih larut terlebih dahulu dalam suasana asam. Ini menunjukkan bah:a terdapat protein didalam urin patologis tersebut. Uji koagulasi yang ingin membuktikan adanya protein didalam urin dapat dilakukan dengan penambahan asam atau pemanasan yang dapat menunjukan suatu larutan yang terkoagulasi. Ini bisa dinyatakan dengan p, iso(elektrik $p, larutan tertentu biasanya berkisar - . -+/ dimana protein mempunyai muatan positi0 dan negati0 sama+ sehingga saling menetralkan% kelarutan protein sangat menurun atau mengendap. ada temperatur diatas 12o3 kelarutan protein akan berkurang $koagulasi% karena pada temperatur yang tinggi

energi kinetik molekul protein meningkat sehingga terjadi getaran yang #ukup kuat untuk merusak ikatan atau struktur sekunder+ tertier dan kuartener yang menyebabkan koagulasi. $Simanjuntak dan Silalahi%

". PENUTUP

1.' Kesimpulan

*alam uji protein yang menggunakan #ara uji koagulasi pada praktikum kali dapat menunjukkan hasil yang jelas+ dimana terlihat pada tabung reaksi '$Urin 9ormal% tidak menunjukkan suatu endapan. 9amun yang terlihat pada tabung reaksi )$Urin patologis% menunjukkan adanya suatu endapan tetap yang akan menandakan adanya protein sebab asam 0os0at akan lebih larut terlebih dahulu dalam suasana asam. 1.) Saran *alam praktikum kali ini untuk hal pemanasan harus lebih hati(hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

#. DA$TA% PUSTAKA

'. Murray+ !.K.+ $)222%+ Biokimia Harper+ ;G3. Jakarta

). Simanjuntak+ M.7+ dan J. Silalahi+ $)22"%+ Penuntun Praktikum Biokimia+ USU. Sumtra Utara.