Anda di halaman 1dari 4

2. Anemia makrositik a.

Anemia pernisiosa - Etiologi : defidiensi vitamin B12 - Manifestasi klinis : Anoreksia Diare Lidah licin Pucat Agak ikterik Gangguan neurologis sensoris - Pemeriksaan penunjang : Sel darah merah besar-besar (makrositik) MCV 100 fmol/l Neutrophil hiperpigmentasi Gambaran sumsum tulang megaloblastik Gastritis atrofi Kadar vitamin B12 serum <100 pg/ml - Penatalaksanaan : Pemberian vitamin B12 1000 mg/hariselama 5-7 hari, 1 kali tiap bulan. b. Anemia defisiensi asam folat - Etiologi : Malnutrisi Serosis hepatis - Manifestasiklinis : Anemia megaloblastik Perubahan megaloblastik pada mukosa Gangguan neurologis (gangguan kepribadian dan hilangnya daya ingat) - Pemeriksaanpenunjang : Gambaran darah seperti anemia pernisiosa, tetapi kadar vitamin B12 serum normal dan asam folat serum rendah, biasanya kurang dari 3ng/ml. Yang dapat memastikan diagnosis adalah kadar folat sel darah merah kurang dari 150 ng/ml. - Penatalaksanaan : Meliputi pengobatan terhadap penyebabnya dan dapat dilakukan pula dengan pemberian/suplementasi asam folat oral 1 mg per hari.

3. Anemia karena perdarahan Anemia karena perdarahan terbagi atas : a. Perdarahan akut Mungkin timbul renjatan bila pengeluaran darah cukup banyak, sedangkan penurunan kadar Hb baru terjadi beberapa hari kemudian. Penatalaksanaan : - Mengatasi perdarahan - Mengatasi renjatan dengan transfusi darah atau pemberian cairan per infus. b. Perdarahan kronik Pengeluaran darah sedikit-sedikit. Etiologi : - Ulkus peptikum - Menometroragi - Perdarahan saluran cerna karena pemakaian analgesik - Epistaksis Penatalaksanaan : Mengobati sebab perdarahan Pemberian preparat Fe

Pemeriksaan laboratorium : Gambaran anemia sesuai dengan anemia defisiensi Fe. Perdarahan pada saluran cerna akan memberi hasil positif pada tes benzidin dari tinja. 4. Anemia hemolitik Etiologi : 1. Intrinsik - Kelainan membran - Kelainan glikolisis - Kelainan enzim - Hemoglobinopati 2. Ekstrinsik - Gangguan sistem imun - Mikroangiopati - Infeksi - Hipersplenisme - Luka bakar Manifestasi klinis : - Ikterus - Splenomegali

Pemeriksaan penunjang : Terjadi penurunan Ht, retikulositosis, peninggian bilirubin indirek dalam darah dan peningkatan bilirubin total sampai dengan 4 mg/dl, peninggian urobilinogen urin, dan enteropoesis hiperaktif dalam sumsum tulang. Penatalaksanaan : Penatalaksanaan sesuai dengan penyebabnya. Bila karena reaksi toksik-imunologik yang dapat diberikan adalah kortikosteroid, kalau perlu dilakukan splenektomi. Apabila keduanya tidak berhasil, dapat diberikan obat-obat sitostatik, seperti kloramubusil dan siklofosfamid.

5. Anemia hemolitik autoimun Etiologi : Autoantibodi IgG yang dibentuk terikat pada membran sel darah merah (SDM). Manifestasi klinis : Fatique Ikterus Splenomegali

Pemeriksaan penunjang : Kadar Hb bervariasi (Ht <10%) Retikulosis dan sferositosis dapat terlihat pada pemeriksaan apusan darah tepi

Penatalaksanaan : Terapi inisial dengan menggunakan prednison 1-2 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi Tranfusi darah Imunoglobulin dosis tinggiintravena (500 mg/kg BB/hari selama 1-4 hari)

6. Anemia aplastik Etiologi : Kongenital (jarang) Idiopatik (kemungkinan autoimun) LES Kemoterapi Radioterapi Toksin seperti benzen, toluen, insektisid

Obat-obat seperti kloramfenikol, sulfonamid, analgesik (pirazolon), kinakrin, sulfonilurea Pasca hepatitis Kehamilan Hemoglobinuria paroksimal nokturnal

Manifestasi klinis : Tampak pucat Lemah Demam Purpura Perdarahan

Pemeriksaan penunjang : Terdapat pansitopenia, sumsum tulang kosong diganti lemak, dan retikulosit menurun. Pada pasien anemia aplastik berat ditemukan neutrofil kurang dari 500 ml, trombosit kurang dari 20.000/ml, retikulosit <1%, dan kepadatan selular sumsum tulang <20%. Penatalaksanaan : Tranfusi darah Mengatasi komplikasi dengan antibiotik Kortikosteroid Androgen Immunosupresif Transplantasi sumsum tulang