Anda di halaman 1dari 19

SINDROM NEUROLEPTIK MALIGNA Sindrom Neuroleptik Maligna (SNM) adalah suatu sindrom yang terjadi akibat komplikasi serius

dari penggunaan obat anti psikotik. Karekteristik dari SNM adalah hipertermi, rigiditas, disregulasi otonom dan perubahan kesadaran. Morbiditas dan mortalitas pada SNM sering akibat sekunder dari komplikasi kardio pulmo dan ginjal. Frekuensi SNM secara internasional bersamaan dengan penggunaan antipsikotik, khususnya neuroleptik. Di ina pada suatu ! " didapatkan insidensi SNM mencapai #,$% & pada pasien dengan terapi neuroleptik. Suatu penelitian retrospekti' di (ndia menunjukkan insidensi #,$)&$. Sedangkan di *merika SNM dilaporkan terdapat pada #,%& + $,,& pasien. Meskipun neuroleptik (haloperidol, 'luphena-in) lebih sering menyebabkan SNM, semua obat anti psikotik, tipikal maupun atipikal dapat menyebabkan sindrom ini. .bat+obatan tersebut adalah prochlorpera-ine ( ompa-ine), prometha-ine (/henergan), clo-apine ( lo-aril), and risperidone (!isperdal). Selain itu obat+obat non neuroleptik yang dapat memblok dopamin dapat menyebabkan SNM juga, obat+obat tersebut adalah metoclopramide (!eglan), amo0apine (*scendin), and lithium). Deteksi a1al dan penegakan diagnosis yang cepat pada SNM penting karena komplikasi dari keadaan ini adalah kematian2. Kematian yang disebabkan oleh SNM mencapai %$&3. DEFINISI DSM (4 mende'iniskan sebagai gangguan rigiditas otot berat, peningkatan temperatur dan gejala lainnya yang terkait (misalnya diaphoresis, dis'agia, inkontinensia, perubahan tingkat kesadaran dari kon'usi sampai dengan koma, mutisme, tekanan darah meningkat atau tidak stabil, peningkatan kreatin phosphokinase ( /K) yang berkaitan dengan pengunaan pengobatan neureptik.

.bat neuroleptik dan obat lainnya yang berpengaruh pada dopamin biasanya dipakai untuk terapi kondisi psikiatri dan non psikiatri seperti ski-oprenia, gangguan a'ek mayor (gangguan depresi, bipolar), delirium, gangguan tingkah laku karena dimensia, nausea, dis'ungsi usus dan penyakit parkinson. Sindrom ini mengakibatkan dis'ungsi sistem syara' otonom. Sistem syara' otonom adalah sistem syara' yang bertanggung ja1ab untuk akti5itas tubuh yang tidak dikendalikan secara sadar, seperti denyut jantung, tekanan darah, pencernaan, berkeringat, suhu tubuh dan kesadaran juga terpengaruh. ETIOLOGI $. Semua kelas anti psikotik berhubungan dengan SNM termasuk neuroleptik potensi rendah, neuroleptik potensi tinggi dan antipsikotik atipikal. SNM sering pada pasien dengan pengobatan haloperidol dan chlorproma-ine. %. /enggunaan dosis tinggi antipsikotik (terutama neuroleptic potensi tinggi), antipsikosik aksi cepat dengan dosis dinaikan dan penggunaan antipsikotik injeksi long acting. 3. Faktor lain berhubungan dengan 'armakoterapi. /enggunaan neuroleptic yang tidak konsisten dan penggunaaan obat psikotropik lainnya, terutama lithium, dan juga terapi kejang listrik. FAKTOR RESIKO $. Faktor lingkungan dan psikologi yang menjadi predisposisi terhadap SNM adalah kondisi panas dan lembab, agitasi, dehidrasi, kelelahan dan malnutrisi. %. Faktor genetik. "erdapat laporan kasus yang mempublikasikan bah1a SNM dapat terjadi pada kembar identik. 3. /asien dengan ri1ayat episode NMS sebelumnya berisiko untuk rekuren. !esiko rekurensi tersebut berhubungan dengan jarak 1aktu antara episode SNM dan penggunaan antipsikotik. *pabila pasien diberikan anti psikotik dalam % minggu episode SNM, 63 & akan rekurensi. 7ika lebih dari % minggu, persentasenya hanya 3#&.

). Sindrom otak organik, gangguan mental non ski-oprenia, penggunaan lithium, ri1ayat 8 ", penggunaan neuroleptik tidak teratur. 2. /enggunaan neuroleptik potensi tinggi, neuroleptik dosis tinggi, dosis neuroleptik di naikan dengan cepat, penggunaan neuroleptik injeksi PATOFISIOLOGI Sesuai dengan istilahnya, SNM berkaitan dengan pemberian pengobatan neuroleptik. Mekanisme pastinya belum diketahui, tetapi terdapat hipotesis yang menyatakan bah1a de'isiensi dopamin atau blokade dopamin yang menyebabkan SNM. /engurangan akti5itas dopamin di area otak (hipothamalmus, sistem nigrostartial, traktus kortikolimbik) dapat menerangkan terjadinya gejala klinis SNM. /engurangan dopamin di hipothalamus dapat menyebabkan terjadinya peningkatan set point sehingga terjadi demam dan juga dapat menyebabkan ketidak stabilan otonom$. Di sistem nigrostratial dapat menyebabkan rigiditas, di sistem traktus kortiko limbik dapat menyebabkan perubahan kesadaran perubahan status mental disebabkan karena blokade reseptor dopamin di sistem nigrostartial dan mesokortikal. GAMBARAN KLINIS Sindrom neuroleptik maligna merupakan reaksi idiosinkratik yang tidak tergantung pada kadar a1ali obat dalam darah. Sindrom tersebut dapat terjadi pada dosis tunggal neuroleptik (phenotia-ine, thio0anthene, atau neuroleptikal atipikal), biasanya berkembang dalam ) minggu pertama setelah dimulainya pengobatan dengan neuroleptik. SNM sebagian besar berkembang dalam %)+9% jam setelah pemberian obat neuroleptik atau perubahan dosis (biasanya karena peningkatan). Sindroma neuroleptik maligna dapat menunjukkan gambaran klinis yang luas dari ringan sampai dengan berat. :ejala disregulasi otonom mencakup demam, diaphoresis, tachipnea, takikardi dan tekanan darah meningkat atau labil.

:ejala ekstrapiramidal meliputi rigiditas, dis'agia, tremor pada 1aktu tidur, distonia dan diskinesia. "remor dan akti5itas motorik berlebihan dapat mencerminkan agitasi psikomotorik. Kon'usi, koma, mutisme, inkotinensia dan delirium mencerminkan terjadinya perubahan tingkat kesadaran. PEMERIKSAAN LABORATORIUM !igiditas dan hipertermi pada SNM disebabkan karena kerusakan otot dan nekrosis. Kerusakan otot dan nekrosis ini dapat menyebabkan; $. /eningkatan kadar reatin Kinase ( K) darah mencapai %### < $2.### => ? /engingkatan kadar K ini tingkat sensiti'itasnya tinggi untuk SNM. %. /eningkatan *minotrans'erases (aspartate aminotrans'erase @*S"A, alanine aminotrans'erase @*?"A), and lactate dehydrogenase (?DB ) 3. /emeriksaan laboratorium lain terdapat leukositosis ($2. ### < 3#.### 0 $#3> mm3), trombositosis dan dehidrasi. /rotein serebrospinal dapat meningkat. Konsentrasi serum besi dapat menurun. DIAGNOSIS Konsensus untuk diagnosis sindrom neuroleptik maligna tidak ada. Salah satu kriteria berasal dari DSM (4+"!. Kriteria tersebut mencakup hiperpireksia dan rigiditas otot, dengan satu atau lebih tanda+tanda penting seperti ketidak stabilan otonom, perubahan sensorik, peningkatan kadar myoglobinuria. Cerdasarkan gejala klinis tersebut, SNM seharusnya menjadi diagnosis banding pada pasien demam dengan pengobatan neuroleptik. Sebelum diagnosis SNM ditegakkan, semua kemungkinan penyebab kenaikan suhu harus disingkirkan, dan demam harus disertai dengan gejala klinis lain seperti rigiditas otot, perubahan status mental dan ketidak stabilan otonom Kriteria diagnosis menurut DSM (4 (Diagnostic and Statistical Manual o' Mental Disorders). Memenuhi kriteria * dua+duanya dan kriteria C minimal % K dan

Kriteria * $.!igiditas otot %.Demam Kriteria C $.Diaphoresis %.Dis'agia 3."remor ).(nkontinensia 2./erubahan kesadaran 6.Mutisme 9."akikardi D."ekanan darah meningkat atau labil ,.?eukositosis $#.Basil laboratorium menunjukkan cedera otot Kriteria "idak ada penyebab lain (Misal; encephalitis 5irus) Kriteria D "idak ada gangguan mental Diagnosis banding dari SNM sangat luas. Bal terpenting sumber in'eksi dari demam harus di singkirkan. /ungsi lumbal harus dipertimbangkan untuk membedakan SNM dengan encephalitis 5irus atau encephalomyelitis post in'eksi. SNM harus dibedakan dari sindrom yang disebabkan oleh pengobatan lain seperti sindrom serotonin dan hipertermi maligna. DIAGNOSIS BANDING $.Beat stroke /ada heat stroke kulit menjadi kering dan lembek akibat hipertermi dan hipotensi.

%.?etal kataton ?etal kataton terjadi pada orang ski-oprenia atau episode manik. Neuroleptik dapat memperbaiki atau memperburuk gejalanya. Membedakan SNM dan letal kataton sulit, meskipun ri1ayat pasien menyatakan episode kataton pada saat pasien tidak meminum neuroleptik. ?etal kataton cenderung eksitasi dan agitasi pada prodormal sedangkan SNM dimulai dengan rigiditas 3.Sindrom serotonin Sindrom serotonin sangat mirip SNM. =ntuk membedakannya dengan menggali ri1ayat pengobatan dengan perhatian pada perubahan dosis dan tidak adanya rigiditas berat. PENATALAKSANAAN 1. Terapi suportif /enatalaksaan yang paling penting adalah menghentikan semua anti psikotik dan terapi suporti'. /ada sebagian besar kasus, gejala akan mereda dalam $+% minggu. SNM yang dipercepat dengan depot injeksi anti psikotik long action dapat bertahan selama sebulan. "erapi suporti' bertujuan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan memelihara 'ungsi organ yaitu; Manajemen jalan na'as; intubasi, oksigenasi adekuat, o0ymetri. Manajemen sirkulasi; monitoring jantung, resulsitasi cairan, hemodinamik. =ntuk mengendalikan temperatur dapat dengan antipiretik. Skrening in'eksi dengan cara melakukan kultur urin dan darah. " scan kepala, thorak, analisis cairan serebrospinal,

2. Terapi farmakologik "erapi 'armakologik masih dalam perdebatan. *gonis dopamin seperti bromocriptin dan amantadin diperkirakan berguna untuk mengobati SNM berdasarkan hipotesis de'isiensi dopamin. Dantrolene dipakai untuk mengurangi rigiditas otot, metabolisme dan peningkatan panas. Ceberapa ahli melaporkan bah1a agonis dopamin, clantralene maupun kombinasi keduanya dapat mengurangi mortalitas atau memperpendek durasi sakit. /eneliti lain melaporkan tidak ada man'aat dan setelah diamati ternyata meningkatkan komplikasi dan pemanjangan gejala karena pemakaian obat+obat tersebut. "erapi tunggal dengan ben-odia-epin dilaporkan berhasil dalam beberapa kasus. /enelitian Francis et all menyatakan ben-odia-epin e'ekti' dalam penanganan SNM dengan mengurangi durasi menjadi % < 3 hari. KOMPLIKASI Komplikasi dari sindroma neuroleptik maligna banyak. Komplikasi yang paling umum adalah rhabdomiolisis sebagai akibat dari rigiditas otot terus menuerus dan akhirnya terjadi kerusakan otot. Komplikasi lainnya gagal ginjal, pneumonia aspirasi, emboli pulmo, edema pulmo, sindrom distress respirasi, sepsis, diseminated intra5ascular coagulation, sei-ure, in'ark miocardial. Menghindari antipsikotik dapat menyebabkan komplikasi karena psikotik yang tidak terkontrol. Sebagian besar pasien dengan pengobatan anti psikotik karena menderita gangguan psikiatri berat atau persiten, kemungkinan relaps tinggi jika anti pskotik di hentikan. PROGNOSIS $. Mortalitas sekitar $#+%#&, sebagian besar pada pasien dengan nekrosis berat otot yang menjadi rhabdomyuolisis. %. /asien dengan ri1ayat SNM dapat terjadi rekurensi. !esiko terjadi rekurensi berhubungan dengan jeda 1aktu antara SNM dan dimulainya kembali pengobatan antipsikotik.

PENCEGAHAN /encegahan merupakan bagian penting dalam memanage kondisi heterogen ini. Dosis terendah neuroleptik dianjukan, dengan memonitor onset e'ek samping ekstra piramida Deteksi a1al dan memberikan terapi untuk mengeliminasi e'ek samping ekstra piramidal, terutama rigiditas otot dapat mencegah perkembangan lebih lanjut SNM dan komplikasinya.

/endahuluan Kega1atdaruratan /sikiatrik merupakan aplikasi klinis dari psikiatrik pada kondisi darurat. Kondisi ini menuntut inter5ensi psikiatriks seperti percobaan bunuh diri, penyalahgunaan obat, depresi, penyakit keji1aan, kekerasan atau perubahan lainnya pada perilaku. /elayanan kega1atdaruratan psikiatrik dilakukan oleh para pro'esional di bidang kedokteran, ilmu pera1atan, psikologi dan pekerja sosial. /ermintaan untuk layanan kega1atdaruratan psikiatrik dengan cepat meningkat di seluruh dunia sejak tahun $,6#+an, terutama di perkotaan. /enatalaksanaan pada pasien kega1atdaruratan psikiatrik sangat kompleks. /ara pro'esional yang bekerja pada pelayanan kega1atdaruratan psikiatrik umumnya beresiko tinggi mendapatkan kekerasan akibat keadaan mental pasien mereka. /asien biasanya datang atas kemauan pribadi mereka, dianjurkan oleh petugas kesehatan lainnya, atau tanpa disengaja. /enatalaksanaan pasien yang menuntut inter5ensi psikiatrik pada umumnya meliputi stabilisasi krisis dari masalah hidup pasien yang bisa meliputi gejala atau kekacauan mental baik si'atnya kronis ataupun akut.

De'inisi Kondisi pada keadaan kega1atdaruratan psikiatrik meliputi percobaan bunuh diri, ketergantungan obat, intoksikasi alkohol, depresi akut, adanya delusi, kekerasan, serangan panik, dan perubahan tingkah laku yang cepat dan signi'ikan, serta beberapa kondisi medis lainnya yang mematikan dan muncul dengan gejala psikiatriks umum. Kega1atdaruratan psikiatrik ada untuk mengidenti'ikasi dan menangani kondisi ini. Kemampuan dokter untuk mengidenti'ikasi dan menangani "empat kondisi !ujukan ini /elayanan sangatlah Kega1atdaruratan are penting. /sikiatrik entres, atau

"empat rujukan layanan kega1atdaruratan psikiatrik biasanya dikenal sebagai /sychiatric 8mergency Ser5ice, /sychiatric 8mergency omprehensi5e /sychiatric 8mergency /rograms. "enaga kesehatan terdiri dari berbagai disiplin, mencakup kedokteran, ilmu pera1atan, psikologi, dan karya

sosial di samping psikiater. =ntuk 'asilitas, kadang dira1at inap di rumah sakit ji1a, bangsal ji1a, atau unit ga1at darurat, yang menyediakan pera1atan segera bagi pasien selama %) jam. Di dalam lingkungan yang terlindungi, pelayanan kega1atdaruratan psikiatrik diberikan untuk memperoleh suatu kejelasan diagnostik, menemukan solusi alternati' yang sesuai untuk pasien, dan untuk memberikan penanganan pada pasien dalam jangka 1aktu tertentu. Cahkan diagnosis tepatnya merupakan suatu prioritas sekunder dibandingkan dengan inter5ensi pada keadaan kritis. Fungsi pelayanan kega1atdaruratan psikiatrik adalah menilai permasalahan pasien, memberikan pera1atan jangka pendek, memberikan penga1asan selama %) jam , mengerahkan tim untuk menyelesaikan inter5ensi pada tempat kediaman pasien, menggunakan layanan manajemen keadaan darurat untuk mencegah krisis lebih lanjut, memberikan peringatan pada pasien ra1at inap dan pasien ra1at jalan, Sejarah Sejak tahun $,6#s permintaan untuk layanan kega1atdaruratan psikiatrik telah mengalami suatu pertumbuhan cepat dalam kaitannya dengan peningkatan spesialis medis, dan banyaknya pilihan pera1atan maya, seperti pengobatan psikiatriks. Sekarang keadaan kega1atdaruratan psikiatrik juga telah meningkat dengan mantap, terutama di daerah perkotaan. Kega1atdaruratan psikiatrik berhubungan dengan orang+orang yang yang menganggur dan tuna1isma dalam kaitannya dengan kemampuan, kenyamanan, dan kehidupan yang tidak terjamin. Canyak dari pasien kega1atdaruratan psikiatrik terkait karakteristik demogra'is dan keadaan sosial. /enanganan indi5idual dibutuhkan untuk pasien yang meman'aatkan 7enis+7enis $./ercobaan pelayanan Kega1atdaruratan Cunuh kega1atdaruratan /sikiatrik Diri psikiatrik. dan menyediakan pelayanan konseling le1at telepon.

Mulai tahun %###, EB. memperkirakan satu juta orang di dunia bunuh diri setiap tahunnya. "idak terhitung jumlahnya yang berusaha utnuk bunuh diri. /elayanan kega1atdaruratan psikiatrik ada untuk menangani gangguan mental yang dihubungkan dengan suatu resiko bunuh diri. /ara petugas kesehatan di sini

diharapkan untuk meramalkan tindakan kekerasan pasien pada diri sendiri atau pada orang lain. Faktor yang mendorong ke arah suatu bunuh diri berasal dari sangat banyak sumber, termasuk psikososial, biologi, hubungan antar pribadi, religius dan antropologi. /ara petugas kesehatan akan menggunakan semua sumber daya mereka yang tersedia untuk menentukan 'aktor resiko, membuat suatu penilaian, dan memutuskan pera1atan mana yang diperlukan Kekerasan %./erilaku

*gresi dapat merupakan hasil dari 'aktor internal dan eksternal yang menciptakan suatu pengakti'an pada sistem syara' yang otonom. /engakti'an ini dapat muncul menjadi gejala seperti meninju rahang, melompat, membanting pintu, menampar, atau menjadi mudah terkejut. Diperkirakan bah1a $9& pengobatan ke pelayanan kega1atdaruratan psikiatrik berhubungan dengan pembunuhan dan 2& melibatkan bunuh diri dan pembunuhan. Kekerasan dihubungkan dengan banyak kondisi, seperti intoksikasi akut, penyakit keji1aan akut, gangguan kepribadian psikosis paranoid, gangguan kepribadian anti sosial, gangguan kepribadian narsistik, dan gangguan kepribadian borderline. Faktor resiko lainnya yang dapat mendorong ke arah prilaku kekerasan telah diketahui. Faktor resiko ini misalnya, kehadiran halusinasi, delusi, kerusakan syara', putus sekolah, belum menikah, kemiskinan, atau laki+laki. Faktor resiko lain prilaku kekerasan termasuk (F yang tinggi dan memiliki pengetahuan tentang gangguan mental. /ara petugas kesehatan menilai dengan lengkap 'aktor resiko prilaku kekerasan yang ada untuk memberikan 3./sikosis /asien dengan gejala psikosis sering ditemukan di bagian kega1atdaruratan psikiatrik. Menentukan sumber psikosis dapat menjadi sulit. Kadang pasien masuk ke dalam status psikosis setelah sebelumnya putus dari pera1atan yang direncanakan. /elayanan kega1atdaruratan psikiatrik tidak akan mampu menyediakan penanganan jangka panjang untuk pasien jenis ini, cukup dengan istirahat ringkas dan mengembalikan pasien kepada orang yang menangani kasus mereka dan>atau memberikan lagi pengobatan psikiatrik yang diperlukan. Suatu kunjungan pasien yang menderita suatu gangguan mental yang kronis dapat menandakan perubahan dalam li'estyle dari indi5idu atau suatu pergeseran kondisi keamanan dan pera1atan pada pasien.

medis. /ertimbangan ini dapat berperan dalam perencanaan pera1atan. Seseorang dapat juga sedang menderita psikosis akut. Kondisi seperti itu dapat disiapkan untuk diagnosis dengan memperoleh ri1ayat psikopatologi pasien, melakukan suatu pengujian status mental, pelaksanaan pengujian psikologis, perolehan neuroimages, dan memperoleh pengujian neuro'isiologi lain. Cerdasarkan ini, tenaga kesehatan dapat memperoleh suatu diagnosa di'erensial dan menyiapkan pasien untuk pera1atan. Seperti pertimbangan penanganan pasien lainnya, asal psikosis akut dapat sukar ditentukan karena keadaan mental dari pasien. Cagaimanapun, psikosis akut digolongkan sebagai keadaan yang memerlukan penanganan darurat yang segera dan penuh perhatian. "idak adanya pera1atan dan identi'ikasi dapat mengakibatkan bunuh diri, pembunuhan, atau kekerasan. ).Ketergantungan dan /enyalahgunaan .bat

/enyebab umum lain pada penderita dengan gejala psikosis adalah intoksikasi obat. :ejala akut ini terjadi setelah masa pengamatan atau penanganan psiko'armakologis yang terbatas. Cagaimanapun isunya, seperti ketergantungan obat atau penyiksaan, sukar untuk ditangani di =nit :a1at Darurat. (ntoksikasi alkohol akut seperti halnya bentuk lain penyalahgunaan obat memerlukan inter5ensi psikiatrik. Certindak sebagai suatu penekan sistem syara' pusat, e'ek a1al alkohol pada umumnya diinginkan dan ditandai oleh banyak bicara, pusing, dan berkurangnya hambatan sosial. Di samping pertimbangan konsentrasi lemah, penampilan 5erbal dan motorik, pengertian yang mendalam, pertimbangan dan kehilangan memori jangka pendek yang bisa diakibatkan perubahan tingkah laku yang menyebabkan luka atau kematian, tingkat alkohol di ba1ah 6# miligram per deciliter darah pada umumnya tidak mematikan. Cagaimanapun, indi5idu dengan %## miligram per deciliter darah dipertimbangkan menderita intoksikasi dan le5el konsentrasi pada )## miligram per deciliter darah bersi'at mematikan, menyebabkan anesthesia yang lengkap dari sistem pernapasan. Di luar perubahan tingkah laku berbahaya yang terjadi setelah mengkonsumsi sejumlah alkohol tertentu, intoksikasi idionkrasi bisa terjadi pada beberapa indi5idu setelah

mengkonsumsi sedikit alkohol. Kelainan ini pada umumnya terdiri dari kebingungan, disorientasi, delusi dan halusinasi 5isual, agresi meningkat, amukan, hasutan, kekerasan. /ecandu minuman alkohol yang kronis dapat menderita halusinasi, dimana konsumsi yang diperpanjang dapat mencetuskan halusinasi auditorik. /eristi1a seperti ini dapat terjadi untuk beberapa jam atau seminggu penuh. *ntipsikotik merupakan obat yang sering digunakan untuk menangani gejala ini. Klinikus harus menentukan penggunaan obat, dosis, dan 1aktu penggunaan untuk menentukan pera1atan jangka pendek dan panjang yang diperlukan. /era1atan yang sesuai harus pula ditentukan. Bal ini meliputi 'asilitas pasien ra1at jalan, kediaman pusat pera1atan, atau rumah sakit. /era1atan segera dan jangka panjang ditentukan oleh keseriusan dan ketergantungan 'isiologis yang ditimbulkan 2.!eaksi dari dan penyalahgunaan (nteraksi obat. .bat

.5erdosis, interaksi obat, dan reaksi berbahaya dari pengobatan psikiatris, terutama antipsikotik, dimasukkan ke dalam kega1atdaruratan psikiatri. Neuroleptic malignant syndrome adalah komplikasi mematikan dari generasi pertama atau kedua obat antipsikotik. 7ika tidak ditangani, neuroleptic malignant syndrome dapat mengakibatkan demam, kekakuan otot, kebingungan, tanda 5ital tidak stabil, atau bahkan kematian. Sindrom serotonin dapat terjadi ketika monoamine o0idase inhibitor bercampur dengan buspirone. :ejala sindrom serotonin yang parah meliputi hyperthermia, mata gelap, dan tachycardia yang boleh mendorong kearah shock. Sering pasien dengan gejala medis umum yang parah, seperti tanda 5ital yang tidak stabil, akan ditrans'er ke unit ga1at darurat umum atau pelayanan medis untuk meningkatkan monitoring. kepribadian

6.:angguan

:angguan yang termani'estasi pada kelainan 'ungsi pada area kognisi, a'ek, 'ungsi interpersonal dan impuls kontrol dapat digolongkan sebagai gangguan kepribadian. /asien yang menderita gangguan kepribadian pada umumnya tidak akan mengeluh tentang gejala gangguan mereka. /asien yang menderita kega1atdaruratan dari gangguan kepribadian dapat menunjukkan perilaku curiga,

psikosis, atau delusi. /asien ra1at jalan yang dibandingkan dengan populasi yang umum, pre5alensi dari indi5idu yang menderita gangguan kepribadian yang dira1at di rumah sakit pada umumnya 9+%2& lebih tinggi. Klinikus bekerjasama dengan pasien untuk menstabilkan indi5idu terkait kebutuhan dasar mereka. 9.Kecemasan /asien yang menderita kasus kecemasan yang ekstrim boleh mencari pera1atan ketika semua sistem pendukung telah dikerahkan dan mereka tidak mampu untuk menghilangkan kecemasan itu. !asa cemas bisa hadir le1at jalan yang berbeda dari suatu dasar penyakit medis atau gangguan psikiatrik, suatu gangguan 'ungsional sekunder dari gangguan psikiatrik yang lain, dari suatu gangguan psikiatrik utama seperti gangguan panik atau gangguan cemas umum, atau sebagai hasil stress dari kondisi seperti gangguan penyesuaian atau gangguan stress pasca trauma. /ada umumnya langkah a1al yang dilakukan klinikus adalah menyediakan sebuah G pelabuhan amanG untuk pasien sehingga proses penilaian dan pera1atan dapat cukup ter'asilitasi. (nisiasi pera1atan untuk suasana hati dan gangguan cemas sangat penting karena pasien yang menderita gangguan kecemasan D.Cencana Cencana alami dan hasil perbuatan manusia dapat menyebabkan stress psikologis yang parah pada korban peristi1a tersebut. Manajemen kega1atdaruratan sering meliputi layanan kega1atdaruratan psikiatrik yang dirancang untuk membantu korban mengatasi situasi tersebut. Dampak bencana dapat menyebabkan orang untuk merasa shock, merasa panik, atau kebingungan. 7am, hari, bulan dan bahkan tahun setelah suatu bencana, indi5idu dapat mengalami mimpi buruk, kelesuan, penarikan diri, memori memburuk, kelelahan, hilangnya selera, kesulitan untuk tidur, depresi, lekas marah, atau serangan panik. Dalam kaitan dengan lingkungan yang penuh resiko dan kekacauan suatu bencana, para tenaga kesehatan menilai dan memperlakukan pasien secepat mungkin. Kecuali jika suatu kondisi sedang mengancam hidup pasien atau orang lain di sekitar pasien, pertimbangan dasar penyelamatan diri dan medis lainnya diatur dulu. Segera setelah itu klinikus boleh mengijinkan indi5idu untuk menukar udara agar melegakan perasaan pengasingan, si'at mudah kena luka dan ketakberdayaan. Cergantung atas skala mempunyai resiko tinggi kematian prematur.

dari bencana, banyak korban menderita penyakit gangguan stress pasca trauma baik yang akut ataupun kronis. /asien yang menderita gangguan ini sering datang ke rumah sakit ji1a untuk menstabilkan diri. ,./elecehan /eristi1a 'isik, perkosaan atau pelecehan seksual dapat mengakibatkan hasil yang berbahaya kepada korban dari tindakan kriminal. Korban dapat menderita kecemasan yang ekstrim, ketakutan, ketidakberdayaan, kebingungan, gangguan makan atau tidur, permusuhan, rasa bersalah dan malu. /enanganan pada umumnya meliputi pertimbangan psikologis, medis, dan undang+undang yang sah. Cergantung pada ketentuan hukum di daerah, para tenaga kesehatan diperlukan untuk melaporkan akti5itas kriminal kepada suatu kepolisian. "enaga kesehatan pada umumnya mengumpulkan dan mengidenti'ikasi data sepanjang penilaian a1al dan menunjuk pasien yang jika perlu akan menerima pera1atan medis. /enatalaksanaan /enanganan di pelayanan kega1atdaruratan psikiatrik berprinsip untuk menstabilkan kondisi kehidupan. Ketika distabilkan, pasien yang menderita kondisi kronis dapat dipindahkan ke tempat yang menyediakan rehabilisasi psikiatrik jangka panjang. Centuk yang berbeda dari pengobatan psikiatrik, psikoterapi, atau terapi 8 " dapat digunakan dalam penanganan kega1atdaruratan. /engenalan dan kee'ekti'an dari pengobatan psikiatrik sebagai pilihan pengobatan di psikiatrik telah mengurangi peman'aatan pengekangan 'isik pada kasus kega1atdaruratan psikiatrik, dengan mengurangi gejala berbahaya sakit ji1a atau intoksikasi obat.