Anda di halaman 1dari 12

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Limbah pertanian adalah bagian tanaman pertanian diatas tanah atau bagian
pucuk, batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya. Berdasarkan
artinya pengertian limbah pertanian dapat diartikan sebagai bahan yang dibuang di
sector pertanian. Beberapa contoh limbah pertanian diantara lain adalah sabut dan
tempurung kelapa, jerami dan dedak padi, dan sebagainya.
Limbah pertanian dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis yaitu limbah
pra panen dan saat panen serta limbah pasca panen. Sedangkan limbah pasca panen
itu juga terbagi menjadi limbah sebelum diolah dan limbah setelah diolah atau sering
dikenal dengan limbah industri pertanian.
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak
dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara
kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa
anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat
berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga
perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang
ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristiknya.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dijelaskan lebih lanjut mengenai
indeks limbah pada komoditi sayuran dan buah-buahan agar dapat mengetahui
tentang dampak dan pengaruh limbah terhadap proses kehidupan.



1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum indeks limbah ini yaitu agar Mahasiswa dapat
memahami dan mengetahui dampak dan pengaruh limbah terhadap lingkungan dan
kehidupan sehari-hari.
1.3 Kegunaan
Adapun kegunaan dari praktikum ini yaitu dengan melakukan praktikum ini
mahasiswa dapat mengaplikasikan mengenai manfaat dari limbah tersebut dan
pengaruh limbah terhadap pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan.













II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Indeks Limbah
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari
suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri,
pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan
debu,cairan atau padat.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah padat lebih dikenal sebagai
sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai
ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa
organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu,
kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi
kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat
bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan
karakteristik limbah.
Efek Limbah Terhadap Manusia dan Lingkugan yaitu Lokasi dan pengolahan
limbah yang kurang memadai (pembuangan limbah yang tidak kontrol)
merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme yang manarik
bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang daat menjangkit penyakit,
misalnya bahaya kesehatan padamanusia seperti :

1. Penyakit diare, tifus, bahkan demam berdarah karena virus yang berasal dari
sampah dengan pengelolahan tidak tepat dapat bercampur air minum.
2. Tetapi kadang juga limbah ini dapat diminum penyakit jamur
3. Penggunaan sebun detergen untuk mencuci. Air cucian itu kemudian dibuang
keselokan dan merembes ke Air tanah, a i r s e l oka n me nga l i r ke s unga i
da n s e t e r us n ya ke l a ut . Ka r e na a da nya l i mba h - l i mba h rumah
tangga ini itu akan sangat membayangkan kelestarian lingkungan disekitar yang
ada.Penguraian limbah yang di buang kedalam air akan menghasilkan
asam organik dan gas c a i r .

Usaha Penanggulangan Limbah
Melarang pembuangan sampah-sampah rumah tangga keselkan (parit), sungai,
danaudilaut,dan sampah itu harus dibuang pada tempat-tempat yang telah
ditentukan.
Setiap perusahaan minyak diwajibkan memiliki peralatan yang dapat
membendungtumpukan minyak dan kemudian menyedot kembali, dengan
demikian tumpukan minyak tidak akan melebar luas dan mengurangi adanya
limbah rumah tangga.
Menetapkan Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yangdiperkenankan
bagi zat atau bahan pencemar terdapat dilingkungan dengan tidak
menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup,tumbuhan atau benda
lainnya.
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah,
kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi
limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan
limbah ini dapat dibedakan menjadi:
1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
2. pengolahan menurut karakteristik limbah
Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan
permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak
dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain
2.2 Deskripsi Buah Srikaya
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Magnoliales
Famili: Annonaceae
Genus: Annona
Spesies: Annona squamosa L.
Srikaya atau serikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman
yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Buah srikaya
berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya
berwarna putih.
Srikaya termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas
mencapai 8 m tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm
panjangnya, dan berlebar 3-4 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap
bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik
ungu di dasarnya. Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter
6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih, menyerupai dan
memiliki rasa seperti podeng. Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang
tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan
yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya
sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan
sampai ketinggian 800 m dpl.
Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis
berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya
berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai
runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya
hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum
(berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning.
Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol,
warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan
memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah
berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengilap.
2.3 Deskripsi Daun bawang
Daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak
digunakan dalam masakan. Dalam seni masak Indonesia, daun bawang bisa
ditemukan misalnya dalam martabak telur, sebagai bagian dari sop, atau sebagai
bumbu tabur seperti pada soto.
Daun bawang sebenarnya istilah umum yang dapat terdiri dari spesies yang
berbeda. Jenis yang paling umum dijumpai adalah bawang daun (Allium fistulosum).
Jenis lainnya adalah A. ascalonicum, yang masih sejenis dengan bawang merah.
Kadang-kadang bawang prei juga disebut sebagai daun bawang.
Jenis bawang daun yang baik diusahakan adalah sebagai ikut:luar negeri jenis
ini dikenal sebagai leek. Jenis ini tidak berumbi dan daunnya lebih lebar dari jenis
bawang merah atau putih. Pelepahnya panjang dan liat, bagian dalam daun pipih,
Kucai (Allium schoercoprasum) Kucai adalah jenis bawang daun yang cukup terkenal
sebagai bahan sayuran. Daunnya kecil-kecil, panjang, pipih, dan berwama hijau tua.
Daun berlubang kecil. Berbeda dengan bawang prei yang tak berumbi, kucai berumbi
meskipun kecil-kecil sekali. Bawang semprong atau bawang bakung (Allium
fistulos,sum) Daunnya berbentuk bulat panjang. Berlubang seperti pipa.
Kadangkadang berumbi juga, tetapi kecil. Varietas bawang semprong yang banyak
ditemukan di pasar antara lain sinyonya rarahan yang dapat menghasilkan bawang
daun 10,8 ton/ha di dataran rendah dan silih besar yang rata-rata produksinya di
dataran rendah 11,0 ton/ha.











III. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Indeks Limbah dilaksanakan pada hari Senin, 17 Maret 2014 pukul
14.00 sampai selesai WITA, di Laboratorium 3 jurusan Agronomi fakultas pertanian,
Universitas Hasanuddin, Makassar.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan yaitu pisau, timbangan, gelas volume, dan alat
tulis menulis. Dan bahan yang digunakan yaitu buah Srikaya dan Daun bawang,
3.3 Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja praktikum ini yaitu :
1. Menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan
2. Menimbang berat awal pada buah Srikaya dan Bawang daun
3. Memisahkan bagian Buah Srikaya dan Bawang daun yang dikonsumsi dan
Limbahnya.
4. Menimbang berat yang di konsumsi dan Limbah dari buah Srikaya dan
Bawang daun
5. Mengisi air gelas volume sebanyak 300 ML.
6. Memasukkan bagian Buah Srikaya dan Bawang daun yang dikonsumsi dan
Limbahnya yang sudah dipisahkan.
7. Dan mengukur volume dari masing-masing perlakuan.





IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
4.1.1 Data Tabel Pengamatan

Tabel.1 Indeks Limbah
Komoditi
Berat
Total
Konsumsi Limbah
Bawang Daun 10 gr 8 gr 18 kg

Srikaya

35 gr

25 gr

60 gr

4.1.2 Analisis Perhitungan W1

x 100 %

x 100 %
= 11 %

x 100 %
= -16 %




4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum yang di lakukan maka dapat di bahas mengenai
indeks limbah. Pengamatan terhadap komoditi Bawang Daun yakni dengan berat
awal 20 gr, berat yang dikonsumsi 10 gr dan berat yang tidak dikonsumsi 8 gr. Maka
indeks limbah yang dihasilkan pada Bawang daun ini adalah sebesar 11 %. Untuk
limbah Buah Srikaya dapat diketahui bahwa berat awalnya adalah 65 gr, berat yang
dikonsumsi adalah 25 gr dan berat yang tidak dikonsumsi adalah 35 gr maka indeks
limbahnya sebesar -16 %.
Dari hasil pengamatan tersebut diketahui pula bahwa rasio indeks limbah dari
tanaman Bawang lebih besar dibandingkan dengan Buah Srikaya. Hal ini disebabkan
karena bagian tidak dikonsumsi pada Buah Srikaya lebih besar dari bagian tidak
dikonsumsi pada Bawang daun.

Nilai indeks limbah sayuran ataupun buah-buahan sangat bergantung pada
jenis komoditinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Noetjarto (2013), yang
menyatakan bahwa tidak semua komoditi memiliki indeks limbah yang lebih besar
dibandingkan berat bersih yang akan dikomsumsi dan yang akan dibuang (limbah)
dari komoditi tersebut.
Limbah yang dihasilkan dari suatu komoditi merupakan suatu sampah atau
buangan yang tidak dapat dikomsumsi apabila tidak di lakukan pengolahan terhadap
limbah tersebut.Sampah atau limbah organik yang dihasilkan dari buah-buahan dan
sayuran merupakan sampah yang dapat di daur ulang menjadi berbagai macam
produk, contohnya yaitu pakan ternak, pupuk dan lain-lain.





V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu :
1. Limbah pertanian adalah bagian tanaman pertanian diatas tanah atau bagian
pucuk, batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya.
Berdasarkan artinya pengertian limbah pertanian dapat diartikan sebagai
bahan yang dibuang di sector pertanian.
2. Bawang Daun yakni dengan berat awal 20 gr, berat yang dikonsumsi 10 gr
dan berat yang tidak dikonsumsi 8 gr. Maka indeks limbah yang dihasilkan
pada Bawang daun ini adalah sebesar 11 %. Untuk limbah Buah Srikaya
dapat diketahui bahwa berat awalnya adalah 65 gr, berat yang dikonsumsi
adalah 25 gr dan berat yang tidak dikonsumsi adalah 35 gr maka indeks
limbahnya sebesar -16 %.
3. Rasio indeks limbah dari tanaman Bawang lebih besar dibandingkan dengan
Buah Srikaya. Hal ini disebabkan karena bagian tidak dikonsumsi pada Buah
Srikaya lebih besar dari bagian tidak dikonsumsi pada Bawang daun.

5.2 Saran
Adapun saran saya yaitu sebaiknya setelah praktikum ini secara
khusus tentang indeks limbah agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Cahyo, 2011. Indeks Limbah Buah dan Sayuran. Diakses dari
http://cahyoboyo.blogspot.com/2011/10/Indeks Limbah.html pada tanggal 25
Maret 2014 , Makassar.
Edi, Syafri dan Ahmad Yusri, 2009. Deskripsi Bawang Daun. Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian Jambi. Provinsi Jambi.
Fhinotus, 2009. Deskripsi Bawang Daun. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
Jambi. Provinsi Jambi.
Fantastico. 1986. Fisiologi Pasca Panen. Gajah Mada University Press,Yogyakarta.
Kuntarsih, Sri, 2012. Buah Srikaya. Direktorat Budidaya dan Pascapanen
Buah.Jakarta.
Marsusi, Revi, 2010. Buah Srikaya. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
Kalimantan Barat. Pontianak Utara.
.