Anda di halaman 1dari 3

GANGGUAN DISOSIATIF (KONVERSI)

Gejala utama adalah adanya kehilangan (sebagian atau seluruh) dari integrasi normal
(dibawah kendali kesadaran) antara:
- Ingatan masa lalu,
- Kesadaran identitas dan peng-indera-an segera (awareness of identity and
immediate sensations), dan
- Kontrol terhadap gerakan tubuh.
ada gangguan disosiatif, kemampuan kendali dibawah kesadaran dan kendali
selektif tersebut terganggu sampai taraf yang dapat berlangsung dari hari ke hari atau
bahkan jam ke jam.
Pedoman Diagnostik
!ntuk diagnosis pasti maka hal-hal dibawah ini harus ada :
(a) Gambaran klinis yang ditentukan untuk masing-masing gangguan uang ter"antum
diatas. (misalnya #mnesia $isosiatif)
(b) %idak ada bukti adanya gangguan fisik yang dapat menjelaskan gejala-gejala
tersebut&
(") 'ukti adanya penyebab psikologis, dalam bentuk hubungan kurun waktu yang
jelas dengan problem dan kejadian-kejadian yang (stressful) atau hubungan interpersonal
yang terganggu (meskipun hal tersebut disangkal oleh penderita)
Amnesia Disosiatif
Pedoman Diagnostik
*iri utama adalah hilangnya daya ingat, biasanya mengenai kejadian penting yang
baru terjadi (sele"ti+e), yang bukan disebabkan oleh gangguan mental organik dan
terlalu luas untuk dapat dijelaskan atas dasar kelupaan yang umum terjadi atau atas
dasar kelelahan.
$iagnosis pasti memerlukan :
(a) #mnesia, baik total atau parsial, mengenai kejadian yang (stressful) atau
traumatik yang baru terjadi (hal ini mungkin hanya dapat dinyatakan bila ada
saksi yang memberi informasi)
(b) %idak ada gangguan mental organik, intoksikasi atau kelelahan berlebihan
(sindrom amnesik organik).
,ang paling sulit dibedakan adalah (amnesia buatan) yang disebabkan oleh simulasi
se"ara sadar (malingering). !ntuk itu penilaian se"ara rin"i dan berulang mengenai
kepribadian premorbid dan moti+asi diperlukan. #mnesia buatan ("ons"ious
simulation of amnesia) biasanya berkaitan dengan problem yang jelas mengenai
keuangan, bahaya kematian dalam peperangan, atau kemungkinan hukuman penjara
atau hukuman mati.
Fugue Disosiatif
Pedoman Diagnostik
!ntuk diagnosis pasti harus ada :
(a) *iri-"iri amnesia disosiatif
(b) -elakukan perjalanan tertentu melampaui hal yang umum dilakukan sehari-
hari& dan
(") Kemampuan mengurus diri yang dasar tetap ada (makan, mandi, dsb) dan
melakukan interaksi sosial sederhana dengan orang-orang yang belum dikenalnya
(misalnya membeli kar"is atau bensin, menanyakan arah, memesan makanan).
.arus dibedakan dari (posti"tal fugue) yang terjadi setelah serangan epilepsi lobus
temporalis, biasanya dapat dibedakan dengan "ukup jelas atas dasar riwayat
penyakitnya, tidak adanya problem atau kejadian yang (stressful), dan kurang
jelasnya tujuaan (fragmented) berkepergian serta kegiatan dari penderita epilepsi
tersebut.
Stupor Disosiatif
Pedoman Diagnostik
!ntuk diagnosis pasti harus ada :
(a) /tupor, sangat berkurangnya atau hilangnya gerakan-gerakan volunter dan
respon normal terhadap rangsangan luar seperti misalnya "ahaya, suara, dan
perabaan (sedangkan kesadaran tidak hilang)&
(b) %idak ditemukan adanya gangguan fisik ataupun gangguan jiwa lain yang dapat
menjelaskan keadaan stupor tersebut&
(") #danya problem atau kejadian-kejadian baru yang (stressful) (psychogenic
causation)
.arus dibedakan dari stupor katatonik (pada ski0ofrenia), dan stupor depresif atau
manik (pada gangguan afektif, berkembang sangat lamban, sudah jarang ditemukan).
Gangguan Trans dan Kesurupan
Pedoman Diagnostik
Gangguan ini menunjukkan adanya kehilangan sementara aspek penghayatan akan
identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungannya& dalam beberapa kejadian,
indi+idu tersebut berprilaku seakan-akan dikuasai oleh kepribadian lain, kekuatan
gaib, malaikat atau (kekuatan lain).
.anya gangguan trans yang (in+olunter) (diluar kemauan indi+idu) dan bukan
merupakan aktifitas yang biasa, dan bukan merupakan kegiatan keagamaan atau
budaya, yang boleh dimasukkan dalam pengertian ini.
%idak ada penyabab organik (misalnya, epilepsi lobus temporalis, "edera kepala,
intoksikasi 0at psikoaktif) dan bukan bagian dari gangguan jiwa tertentu (misalnya,
ski0ofrenia, gangguan kepribadian multipel).
Gangguan otori! Disosiatif
'entuk yang paling umum dari gangguan ini adalah ketidak mampuan untuk
menggerakkan seluruh atau sebagian dari anggota gerak (tangan atau kaki).
Gejala tersebut seringkali menggambarkan konsep dari penderita mengenai gangguan
fisik yang berbeda dengan prinsip fisiologik maupun anatomik.
Kon"u#si