Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH KELOMPOK

SINUSITIS Page 1

MAKALAH THT
SINUSITIS




Dosen Pembimbing : dr. Fahzi Fitri, Sp.THT, KL



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK A



UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
PADANG
2013
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 2

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Sinusitis , dengan rahmat-Nya kami sebagai penulis bisa menulis makalah ini,
apabila tidak ada rahmat-Nya maka penulisan makalah ini tidak bisa terlaksana
dengan baik.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W
yang telah membawa kita dari alam kebodohan serta bahkan alam kegelapan dan
menuju ke alam yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Dengan
adanya pejuang masa depan ini kita dapat memperoleh ilmu yang memadai pada
masa kita sekarang ini.
Serta dalam penulisan makalah ini banyak pihak-pihak yang terkait dalam
menulis makalah ini serta penulis mengucapkan terima kasih banyak terhadap pihak
pihak yang terkait antara lain :
1. Dosen pembimbing bidang studi Rinitis Alergi dr. Fahzi Fitri, Sp.THT,
KL yang telah memberikan arahan.
2. Teman teman yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah
ini.
Semoga makalah yang ditulis ini bisa bermanfaat dengan baik, dan digunakan
apabila diperlukan.

Padang, Juni 2013


Penulis


MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 3


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I. PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Batasan Masalah 5
1.3 Tujuan Khusus 5
1.4 Tujuan Umum 5
1.5 Manfaat 5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 6
BAB III. PEMBAHASAN 7
BAB IV. PENUTUP 14
4.1 Kesimpulan 14
4.2 Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15










MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 4


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sinusitis akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu
sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Sinusitis adalah penyakit yang
terjadi di daerah sinus. Sinusitis adalah merupakan penyakit infeksi sinus yang
disebabkan oleh kuman atau virus. Sinus itu sendiri adalah rogga udara yang terdapat
di area wajah yang terhubung dengan hidung.
Fungsi dari rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung
dan menjaga pertukaran udara di daeranh hidung. Rongga sinus sendiri terdiri dari 4
jenis yaitu :
a. Sinus Frontal, terletak di atas meja dibagian tengah dari masing-masing
alis.
b. Sinus Maxillary, terletak diantara tulang pipi, tepat di sampig hisung.
c. Sinus Ethmooid, terletak di antara mata, tepat dibelakang tulang hidung.
d. Sinus Sphenoid, terletak dibelakang sinus ethmoid dan di belakang mata
Didalam rongga sinus terdapat lapisan yang terdiri dari bulu-bulu halus yang
disebut dengan cilia. Fungsi cilia ini adalah untuk mendorong lender yang diproduksi
didalam sinus menuju kesaluran parnafasan. Gerakan cilia mendorong lender ini
berguna untuk membersihkan saluran nafas dari kotoran ataupun organism yang
mungkin ada. Ketika lapisan rongga sinus yang menyebabkan lender terperangkap di
rongga sinus dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Jadi sinusitis terjadi apabila
terjadi peradangan didaerah lapisan rongga sinus yang menyebabkan lender
terperangkap dirongga sinus dan menadi tempat tumbuhya bekteri
Sinusitas sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Sinusitas Akut : gejala dirasakan selama 2-8 minggu
b. Sinusitas Kronis : biasanya gejala dirasakan lebih dari 8 minggu.
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 5

1.2 Batasan Masalah
Adapun Batasan masalah yang akan di uraikan adalah sebagai berikut :
- Apa yang dimaksud dengan Penyakit Sinusitis ?
- Bagaimana Etiologi dari penyakit Sinusitis ?
- Bagai mana Klasifikasi dari penyakit Sinusitis ?
- Bagai mana manifestasi Klinik dari Sinusitis ?
- Sepertia apa Tingkatan sdadium dari penyakit Sinusitis ?
- Bagai mana diagnose keperawatan dari penyakit Sinusitis ?
- Bagai Mana Bentuk Asuhan Keperawatan Dari penyakit Sinusitis ?

1.3 Tujuan Umum
Dalam makalah ini penulis mempunyai tujuan umum yang ingin dicapai untuk
kesempurnaan pembahasan makalah ini, adapun tujuan umum dari makalah ini
adalah mengetahui secara garis besar dari SINUSITIS

1.4 Tujuan Khusus
Dalam makalah ini, juga mempunyai tujuan khusus yaitu tujuan yang lebih
menjelaskan secara detail dari tujuan umum itu sendiri, adapun tujuan khusus dari
penulisan makalah ini antara lain ingin mengetahui pengertian dari sinusitis, etiologi
dari sinusitis, dll.

1.5 Manfaat
Adapun manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa mengetahui definisi Penyakit Sinusitis
2. Mahasiswa mengetahui etiologi Penyakit Sinusitis
3. Mahasiswa mengetahui klasifikasi Penyakit Sinusitis.
4. Dll



MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sinusitis

Sinusitis merupakan suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir
sinus paranasal. Akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan atau
kerusakan tulang di bawahnya. Sinus paranasal adalah rongga-rongga yang terdapat
pada tulang-tulang di wajah. Terdiri dari sinus frontal (di dahi), sinus etmoid (pangkal
hidung), sinus maksila (pipi kanan dan kiri), sinus sfenoid (di belakang sinus etmoid).

Sinusitis, Salah satu jenis penyakit yang bisa dikatakan berbahaya. Penyebab
Penyakit Sinusitis ? Penyebab Penyakit Sinusitis merupakan salah satu faktor pemicu
terjadinya sinusitis ini. Jenis penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa melihat
umur penderita. Sinusitis di akibatkan oleh alergi dan flu biasanya nya, sehingga
rongga sinus tertutup oleh lendir yang di produksi secara berlebih.

Sekilas Mengenai, Apa itu sinusitis dan Apa penyebab penyakit Sinusitis ini ?
Pengertian Sinusitis adalah peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau
infeksi virus, bakteri maupun jamur. Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari
keempat sinus yang ada (maksilaris, etmoidalis, frontalis atau sfenoidalis). Penyebab
Penyakit Sinusitis ini bisa dilihat dari pengertian di atas kalau lebih umum Penyebab
penyakit sinusitis karena alergi dan infeksi virus. Diagnosa terhadap sinusitis
biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik dan gejala-gejala yang dialami. Selain
itu, tidak jarang dokter menggunakan sinar x atau mengambil cairan hidung untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Sinusitis biasanya menimbulkan sakit kepala; sakit pada
rahang atas; sakit gigi; lecet di bagian hidung, dahi, dan pipi; bengkak di bagian mata;
sakit dan infeksi pada bagian telinga; demam; lesu; batuk, serta ingusan. Bagi anda
yang menginginkan solusi untuk kesehatan ini jangan bingung dan cemas karena
kami mempunyai solusi untuk kesehatan tubuh anda dari penyakit sinusitis ini yaitu
dengan Jelly Gamat Luxor. Untuk pemesanan Klik Pesan Sekarang Jelly Gamat
Luxor. Terima Kasih
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 7

Penyebab Sinusitis :
Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang)
maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).
Penyebab Sinusitis Akut :
Infeksi virus.
Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan
bagian atas (misalnya pilek).
Bakteri.
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan
normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae,
Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase
dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang
sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam
sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.
Infeksi jamur.
Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut. Aspergillus
merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita gangguan
sistem kekebalan. Pada orang-orang tertentu, sinusitis jamur merupakan
sejenis reaksi alergi terhadap jamur.
Peradangan menahun pada saluran hidung.
Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi sinusitis akut. Demikian pula
halnya pada penderita rinitis vasomotor.
Penyakit tertentu.
Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan
dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).
Penyebab sinusitis kronis:
Asma
Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 8

Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.
Penyebab Sinusitis umum :
Sinusitis dapat terjadi akibat dari beberapa faktor di bawah ini :
Bulu-bulu halus didalam rongga sinus (cilia) tidak bekerja secara maksimal
akibat kondisi medis tertentu
Flu & alergi menyebabkan lendir diproduksi secara berlebih atau menutupi
rongga sinus
Adanya kelainan pada sekat rongga hidung, kelainan tulang hidung ataupun
polip pada hidung dapat menutupi rongga sinus
Gejala penyakit sinusitis diantaranya adalah :
1. Terdapat dahak di tenggorokan, seperti cairan dari hidung jatuh ke bawah
rongga.
2. Hidung tersumbat dan gatal.
3. Terdapat bau tak sedap setiap kali bernapas.
4. Bersin-bersin.
5. Mengeluarkan ingus (sekret) berwarna putih kental. Kalau warna sekret sudah
berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, maka kuman di dalam sekret
sudah lebih banyak. Sedangkan sekret pada alergi berwarna putih, bening, dan
cair.
6. Sakit kepala karena sekret di rongga sinus menekan ke kepala.








MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 9

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sinusitis akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu
sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Sinusitis adalah penyakit yang
terjadi di daerah sinus. Sinusitis adalah merupakan penyakit infeksi sinus yang
disebabkan oleh kuman atau virus. Sinus itu sendiri adalah rogga udara yang terdapat
di area wajah yang terhubung dengan hidung.
Fungsi dari rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung
dan menjaga pertukaran udara di daeranh hidung.
Rongga sinus sendiri terdiri dari 4 jenis yaitu :
Sinus Frontal, terletak di atas meja dibagian tengah dari masing-masing alis
Sinus Maxillary, terletak diantara tulang pipi, tepat di sampig hisung
Sinus Ethmooid, terletak di antara mata, tepat dibelakang tulang hidung
Sinus Sphenoid, terletak dibelakang sinus ethmoid dan di belakang mata

Didalam rongga sinus terdapat lapisan yang terdiri dari bulu-bulu halus yang
disebut dengan cilia. Fungsi cilia ini adalah untuk mendorong lender yang diproduksi
didalam sinus menuju kesaluran parnafasan. Gerakan cilia mendorong lender ini
berguna untuk membersihkan saluran nafas dari kotoran ataupun organism yang
mungkin ada. Ketika lapisan rongga sinus yang menyebabkan lender terperangkap di
rongga sinus dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Jadi sinusitis terjadi apabila
terjadi peradangan didaerah lapisan rongga sinus yang menyebabkan lender
terperangkap dirongga sinus dan menadi tempat tumbuhya bekteri.

Sinusitas sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
Sinusitas Akut : gejala dirasakan selama 2-8 minggu
Sinusitas Kronis : biasanya gejala dirasakan lebih dari 8 minggu.
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 10


B. Etiologi (Penyebab)
Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang)
maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).
Penyebab sinusitis akut:
- Infeksi virus.
Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan
bagian atas (misalnya pilek).
- Bakteri.
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan
normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae,
Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase
dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang
sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam
sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.
- Infeksi jamur.
Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut.
Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita
gangguan sistem kekebalan. Pada orang-orang tertentu, sinusitis jamur
merupakan sejenis reaksi alergi terhadap jamur. Peradangan menahun pada
saluran hidung. Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi sinusitis akut.
Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.
Penyakit tertentu.Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan
sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).
Penyebab sinusitis kronis:
- Asma
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 11

- Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.

C. Tanda dan Gejala Penyakit
Gejala khas dari kelainan pada sinus adalah sakit kepala yang dirasakan ketika
penderita bangun pada pagi hari. Sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama,
yaitu nyeri tekan dan pembengkakan pada sinus yang terkena, tetapi ada gejala
tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang terkena:
- Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit
gigi dan sakit kepala.
- Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.
- Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata
serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa
menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya
indera penciuman dan hidung tersumbat.
- Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat
dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun
belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.
Gejala lainnya adalah:
- tidak enak badan
- demam
- letih, lesu
- batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
- hidung meler atau hidung tersumbat.

Demam dan menggigil menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke luar
sinus. Selaput lendir hidung tampak merah dan membengkak, dari hidung mungkin
keluar nanah berwarna kuning atau hijau. Sinusitis & Gangguan Sistem Kekebalan
Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol atau penderita gangguan sistem
kekebalan, jamur bisa menyebabkan sinusitis yang berat dan bahkan berakibat fatal.
Mukormikosis (fikomikosis) adalah suatu infeksi jamur yang bisa terjadi pada
penderita diabetes yang tidak terkontrol. Pada rongga hidung terdapat jaringan mati
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 12

yang berwarna hitam dan menyumbat aliran darah ke otak sehingga terjadi gejala-
gejala neurologis (misalnya sakit kepala dan kebutaan). Diagnosis ditegakkan
berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan yang mati tersebut.
Pengobatannya meliputi pengendalian diabetes dan pemberian obat anti-jamur
amfoterisin B secara intravena (melalui pembuluh darah).

Aspergillosis dan kandidiasis merupakan infeksi jamur pada sinus yang bisa
berakibat fatal pada penderita gangguan sistem kekebalan akibat terapi anti-kanker
atau penyakit (misalnya leukemia, limfoma, mieloma multipel atau AIDS). Pada
aspergillosis, di dalam hidung dan sinus terbentuk polip. Diagnosis ditegakkan
berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap polip. Pengobatannya berupa pembedahan
sinus dan pemberian amfoterisin B intravena.

D. Patofisiologi Dan Penyimpangan KDM
Kesehatan sinus dipengaruhi oleh patensi ostium-ostium sinus dan kelancaran
klirens dari mukosiliar didalam komplek osteo meatal (KOM). Disamping itu mukus
juga mengandung substansi antimikrobial dan zat-zat yang berfungsi sebagai
pertahanan terhadap kuman yang masuk bersama udara pernafasan.
Bila terinfeksi organ yang membentuk KOM mengalami oedem, sehingga
mukosa yang berhadapan akan saling bertemu. Hal ini menyebabkan silia tidak dapat
bergerak dan juga menyebabkan tersumbatnya ostium. Hal ini menimbulkan tekanan
negatif didalam rongga sinus yang menyebabkan terjadinya transudasi atau
penghambatan drainase sinus. Efek awal yang ditimbulkan adalah keluarnya cairan
serous yang dianggap sebagai sinusitis non bakterial yang dapat sembuh tanpa
pengobatan. Bila tidak sembuh maka sekret yang tertumpuk dalam sinus ini akan
menjadi media yang poten untuk tumbuh dan multiplikasi bakteri, dan sekret akan
berubah menjadi purulen yang disebut sinusitis akut bakterialis yang membutuhkan
terapi antibiotik. Jika terapi inadekuat maka keadaan ini bisa berlanjut, akan terjadi
hipoksia dan bakteri anaerob akan semakin berkembang. Keadaan ini menyebabkan
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 13

perubahan kronik dari mukosa yaitu hipertrofi, polipoid atau pembentukan polip dan
kista.
E. Diagnosa
Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada
riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Pada
pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada
rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi.
Untuk penetapan diagnose sinusitis, dokter biasanya akan melakukan
pemeriksaan berikut :
- mencari adanya polip dihidung
- menyinari rongga sinus dengan cahaya (transiluminasi) utuk melihat
adanya gangguan perdagangan
- mengetuk rongga sinus utuk melihat adanya infeksi
- melihat kedalam rongga sinus melalui pemeriksaan fiberoptik (disebut
juga dengan endoscopy). Hali ini biasanya dilakukan oleh dokter
spesialis THT.
Jika anak menderita sinusitis kronis atau yang berulang (sering kambuh) maka
tes-tes berikut perlu juga dilakukan :
- Tes alergi
- Tes HIV atau es untuk melihat rendahnya fungsi imun
- Tes untuk melihat fungsi cilia
a. Nyeri : kepala, tenggorokan , sinus berhubungan dengan peradangan pada hidung
b. Cemas berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan klien tentang penyakit dan
prosedur tindakan medis(irigasi sinus/operasi)
c. Ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan dengan obstruksi /adnya secret
yang mengental
d. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hiidung buntu., nyeri sekunder
peradangan hidung
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 14

e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nafus
makan menurun sekunder dari peradangan sinus
f. Gangguan konsep diri berhubungan dengan bau pernafasan dan pilek


F. Perencanaan Keperawatan Dan Rasional

a) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peradangan pada hidung
Tujuan : Nyeri klien berkurang atau hilang
Kriteria hasil :
Klien mengungkapakan nyeri yang dirasakan berkurang atau hilang
Klien tidak menyeringai kesakitan.

Intervensi :
Kaji tingkat nyeri klien
R/: Mengetahui tingkat nyeri klien dalam menentukan tindakan selanjutnya.

Jelaskan sebab dan akibat nyeri pada klien serta keluarganya
R/: Dengan sebab dan akibat nyeri diharapkan klien berpartisipasi dalam perawatan
untuk mengurangi nyeri.

Ajarkan tehnik relaksasi dan distraksi
R/: Klien mengetahui tehnik distraksi dn relaksasi sehinggga dapat
mempraktekkannya bila mengalami nyeri.

Observasi tanda tanda vital dan keluhan klien
R/: Mengetahui keadaan umum dan perkembangan kondisi klien.

Kolaborasi dengan tim medis :
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 15

- Terapi konservatif : Obat Acetaminopen; Aspirin, dekongestan hidung ,Drainase
sinus
- Pembedahan : Irigasi Antral : Untuk sinusitis maksilaris
Operasi Cadwell Luc
R/: Menghilangkan /mengurangi keluhan nyeri klien
b) Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien tentang penyakit
dan prosedur tindakan medis (irigasi/operasi)
Tujuan : Cemas klien berkurang/hilang

Kriteria hasil:
- Klien akan menggambarkan tingkat kecemasan dan pola kopingnya\
- Klien mengetahui dan mengerti tentang penyakit yang dideritanya serta
pengobatannya.

Intervensi :
Kaji tingkat kecemasan klien
R/: Menentukan tindakan selanjutnya
Berikan kenyamanan dan ketentaman pada klien : Temani klien

Perlihatkan rasa empati(datang dengan menyentuh klien)
R/: Memudahkan penerimaan klien terhadap informasi yang diberikan

Berikan penjelasan pada klien tentang penyakit yang dideritanya perlahan, tenang
seta gunakan kalimat yang jelas, singkat mudah dimengerti
R/: Meingkatkan pemahaman klien tentang penyakit dan terapi untuk penyakit
tersebut sehingga klien lebih kooperatif

Singkirkan stimulasi yang berlebihan misalnya : Tempatkan klien diruangan yang
lebih tenang
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 16


Batasi kontak dengan orang lain /klien lain yang kemungkinan mengalami kecemasan
R/:Dengan menghilangkan stimulus yang mencemaskan akan meningkatkan
ketenangan klien.

Observasi tanda-tanda vital
R/: Mengetahui perkembangan klien secara dini.

Bila perlu, kolaborasi dengan tim medis
R/: Obat dapat menurunkan tingkat kecemasan klien

c) Jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obtruksi (penumpukan secret hidung)
sekunder dari peradangan sinus
Tujuan : Jalan nafas efektif setelah secret (seous, purulen) dikeluarkan
Kriteria hasil :
Klien tidak bernafas lagi melalui mulut
Jalan nafas kembali normal terutama hidung
Intervensi :
Kaji penumpukan secret yang ada
R/: Mengetahui tingkat keparahan dan tindakan selanjutnya
Observasi tanda-tanda vital
R/: Mengetahui perkembangan klien sebelum dilakukan operasi
Koaborasi dengan tim medis untuk pembersihan sekret
R/: Kerjasama untuk menghilangkan penumpukan secret/masalah

G. Pengobatan Sinusitis
Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan
pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah
penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 17

sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang
bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri
umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika
berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk
mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan
kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering
menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae,
Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes.
Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa
pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan
cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu
dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian
antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan
mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus
kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan
cara pembedahan.
Pengobatan lain yang bisa dilakukan :
- Suntikan alergi
- Menghindari mencetus alergi
- Semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid untuk membantu
mengurangi bengkak di rongga sinus, terutama karena adanya olip ataupun
alergi.
Antibiotik dapat diberikan apabila terjadi hal-hal berikut ini :
- Anak dengan kondisi pilek biasaya disertai dengan batuk yang tidak kunjung
membaik setelah 2-3 minggu
- Demam dengan suhu tubuh lebih dari 390 C
- Adanya bengkak yang parah di area sekitar mata
- Sakit kelapa atau sakit di daerah wajah

H. Cara Mencegah Sinusitis
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 18

Yang paling mudah, jangan sampai terkena infeksi saluran nafas. Rajin-rajin
cuci tangan karena tindakan sederhana ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko
tertular penyakit saluran pernafasan. Selain itu, sedapat mungkin menghindari kontak
erat dengan mereka yang sedang terkena batuk pilek.
Bila anda memakai AC, sering-seringlah membersihkan penyaringnya agar
debu, jamur dan berbagai substansi yang mungkin dapat mencetuskan alergi dapat
dikurangi (walau tak mungkin dihilangkan seluruhnya). Demikian juga dengan karpet
dan sofa.
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan cukup istirahat dan konsumsi makanan
dan minuman yang memiliki nilai nutrisi baik. Selain itu, jangan lupa untuk minum
air dalam jumlah yang cukup. Kegiatan minum ini seringkali dilupakan orang padahal
air yang sehat merupakan salah satu sumber utama kesehatan tubuh kita.
Berolahraga yang teratur, khususnya setelah waktu subuh di mana udara pagi
saat itu masih jernih dan bersih. Perbanyak menghirup udara bersih, dengan cara
menghirup dan mengeluarkannya perlahan-lahan. Hal ini sangat bermanfaat selain
untuk menguatkan paru-paru juga untuk mengisi daerah sinus dengan oksigen.
Sehingga daerah-daerah sinus menjadi lebih bersih dan kebal terhadap berbagai
infeksi dan bakteri.
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah segera kunjungi dokter bila terdapat
gejala-gejala yang mungkin merupakan gejala sinusitis. Diagnosa dan pengobatan
secara dini dan tepat akan mempercepat kesembuhan penyakit yang diderita.







MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 19

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Sinusitis adalah penyakit yang terjadi di daerah sinus. Sinus itu sendiri adalah
rogga udara yang terdapat di area wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi dari
rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung dan menjaga
pertukaran udara di daerah hidung.
Sinusitis akut dapat disebabkan oleh kerusakan lapisan rongga sinus akibat
infeksi atau tindakan bedah. Sedangkan sinusitis subakut biasanya disebakan
oleh infeksi atau tidakan bedah. Sedangkan sinusitis kronis biasanya di
sebabkan oleh infeksi bakteri. Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu
berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis
peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila
lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit
antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit
diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan
lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.
4.2 SARAN

Dalam Makalah ini terdapat penjelasan tentang Sinusitis, supaya semua
mahasiswa dapat memahami Sinusitis dan mengetahui bagaimana Sinusitis bagi
manusia, baik ciri-ciri, cara pengobatan, klasifikasi, maupun cara pencegahannya.
DAFTAR PUSTAKA

Damayanti dan Endang, Sinus Paranasal, dalam : Efiaty, Nurbaiti, editor.
Buku Ajar Ilmu Kedokteran THT Kepala dan Leher, ed. 5, Balai Penerbit FK UI,
Jakarta 2002, 115 119.
MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 20

Endang Mangunkusumo, Nusjirwan Rifki, Sinusitis, dalam Eviati, nurbaiti,
editor, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher,
Balai Penerbit FK UI, Jakarta, 2002, 121 125.
Cody. R et all, Sinusitis,dalam Andrianto P, editor, Penyakit telinga Hidung
dan Tenggorokan, Penerbit buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1993, 229 241.
http://itanoviethasari.blogspot.com/ (diakses tanggal 16 Juni 2013 )






















MAKALAH KELOMPOK
SINUSITIS Page 21

Lamiran Anggota Kelompok
1. M. Taufiq Handani N 10 036
2. Oka Indra Sakti 002
3. Dini Fitri 004
4. Jeffry Kurniawan 006 ( Penyaji )
5. Muhammad Ridho Saputra 008 ( Sekretaris )
6. Akbar Fitrio 010
7. Irma Susanti 012
8. Helni Rahma Yulia 014
9. Mega Rahmawati 016
10. Mega Afriyani 018
11. Muhammar Qadafi 020 ( Moderator )
12. Risa Nanda 022
13. Niwa Hafrina 024
14. Rezki Alfurqan 026
15. Sovia Herlina 028
16. Fiani Ramayesa 030
17. Idola Putri Mahlinda 032
18. Rizki Andarini 034
19. Abdul Ghani 036
20. Dilla Putri Annesa 038
21. Yona Al Izz Iffah Talca 040
22. Awal Saputra 042
23. Ade Syaifullah Amin 044 ( Ketua )
24. Ellisa Novi Eldon 046