Anda di halaman 1dari 40

Bab 5

PEMODELAN STRUKTUR dengan


SAP2000
Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang
Provinsi Sulawesi Selatan



5.1 Analisis Struktur 2D
Analisis struktur 2D dilakukan terhadap struktur atas (lantai dermaga). Analisis ini
dilakukan untuk mengetahui perilaku lokal struktur akibat beban yang relatif cukup besar,
yakni truk 7,8 ton serta gempa, dan untuk mengetahui gaya-gaya dalam yang terjadi
pada elemen-elemen struktur lantai dermaga guna keperluan desain penulangan .
5.1.1 Pemodelan 2 Dimensi Struktur Dermaga
Analisis struktur 2D dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000, dengan
pemodelan sebagai berikut:
1) Potongan Memanjang
a. Pemodelan Struktur Untuk Keperluan Desain Tulangan Balok
Dalam pemodelan ini, beban balok dalam arah melintang diwakili dengan beban
terpusat pada masing-masing join, sedangkan untuk pelat dalam arah melintang
dan beban hidup dimodelkan dengan beban terdistribusi sesuai dengan tributari
area. Tiang pancang dimodelkan mulai dari fixity point -2,5 meter terhadap
seabed sampai dengan elevasi atas dermaga dan untuk tiang miring dimodelkan
dengan kemiringan 1:16.
Dari pemodelan ini akan diambil nilai momen ultimate pada balok yang selanjutnya
akan digunakan sebagai dasar dalam desain penulangan balok. Pemodelan
struktur dermaga dalam arah memanjang dapat dilihat pada gambar-gambar
beserta uraian di bawah ini.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-1

Gambar 5.1 Pemodelan dermaga arah memanjang pada SAP2000


BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-2
Gambar 5.2 Pemodelan dermaga arah memanjang pada SAP 2000 (extrude view)
Pembebanan Pada Model

Beban Mati

Beban mati pada analisis struktur 2D ini adalah berat sendiri balok melintang dan
pelat.

Balok Melintang
q
balok
=
beton
* l * b * t
= 2400 * 4,5 * 0,5 * 0,8
= 4,32 ton

Beban ini diaplikasikan pada join-join di lantai dermaga sebagai berikut:



Gambar 5.3 Pemodelan beban balok melintang pada SAP2000

Pelat
Distribusi beban pelat mengikuti peraturan SK SNI 03 2847 - 2002 dengan area
distribusi sebagai berikut :
Diketahui:
a = panjang area
b = lebar area
---- = distribusi beban
Bila a b, maka:
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-3

Bila a = b, maka:


Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:


Gambar 5.4 Pemodelan beban pelat pada SAP2000





BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-4
Beban Hidup
Seperti telah disebutkan sebelumnya, beban hidup pada dermaga adalah beban UDL
maksimum, yakni sebesar 1,4 ton/m
2
. Distribusi area sama dengan pembebanan pelat.
Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:



Gambar 5.5 Pemodelan beban hidup pada SAP2000

Beban Gelombang
Beban Gelombang pada Tiang
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 1,4 ton dan terdistribusi dengan
bentuk segitiga dari seabed sampai HWS.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-5

2a
b
L
=

dimana:
a : besar beban hasil perhitungan = 1,4 ton
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,5 t/m

Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.6 Pemodelan beban gelombang tiang dan tepi pada SAP 2000

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-6
Beban Gelombang pada Tepi Dermaga
Beban ini pada potongan memanjang datang dari arah melintang dengan besar yang
telah dihitung sebelumnya, yakni 3,80 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan pada Gambar 5.6.

Beban Arus
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 0,068 ton/m dan terdistribusi
dengan bentuk segitiga dari seabed hingga HWS.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:


2a
b =
L

dimana:
a/L : besar beban hasil perhitungan =0,068 ton/m
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,14 t/m

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-7


Gambar 5.7 Pemodelan beban arus pada SAP2000


Beban Gempa
Pada potongan memanjang ini hanya terdapat gempa dari arah melintang, sehingga
besar beban gempa yang telah dihitung sebelumnya, yakni 71 ton dibagi dengan
jumlah join pada arah melintang yaitu 3, sehingga menjadi 24 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-8


Gambar 5.8 Pemodelan beban gempa pada SAP 2000

Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang digunakan berdasarkan SK SNI 03 2847 - 2002,
sebagai berikut:

Kombinasi Pembebanan
Combo 1 1.4 DL+1.4 G+1.4 A
Combo 2 1.2 DL+1.6 LL
Combo 3 1.2 DL+1.0 LL+1.0 E
Combo 4 1.2 DL+1.6 LL+1.2 G+1.2 A
Combo 5 1.2 DL+1.0 LL+0.3 E

Dimana:
DL = beban mati
LL = beban hidup
E = beban gempa
A = beban arus
G = beban gelombang



BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-9
Hasil Analisis Struktur
Gaya Dalam Maksimum

Struktur Momen 3-3 Combo Geser 2-2 Combo
ton m ton
Balok 19,6 4 17,92 4
b. Pemodelan Struktur Untuk Desain Tulangan Pilecap
Dalam pemodelan ini, beban balok dalam arah melintang diwakili dengan beban
terpusat pada masing-masing join, sedangkan untuk pelat dalam arah melintang
dan beban hidup dimodelkan dengan beban terdistribusi seragam. Tiang pancang
dimodelkan mulai dari fixity point -2,5 meter terhadap seabed sampai dengan
elevasi atas dermaga sedangkan untuk tiang miring dimodelkan dengan
kemiringan 1:16.
Untuk keperluan desain penulangan pilecap dilakukan dua jenis pemodelan
struktur, perbedaan kedua model terletak pada tiang pancang miring. Pada model
1, tiang pancang dibuat miring dari bagian bawah pilecap sampai dengan fixity
point, sedangkan model 2 tiang pancang dibuat miring mulai dari elevasi atas
sampai dengan fixity point.

Dari 2 pemodelan ini akan diambil nilai momen ultimate terbesar pada balok di
atas pilecap yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam desain
penulangan pilecap. Pemodelan struktur dermaga dalam arah memanjang dapat
dilihat pada gambar-gambar beserta uraian di bawah ini.




















BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-10




1. Model Struktur 1


Gambar 5.9 Model struktur 1 memanjang dermaga pada SAP2000
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-11

Gambar 5.10 Model Struktur 1 memanjang dermaga pada SAP 2000 (extrude view)

Pembebanan Pada Model

Beban Mati

Balok Melintang
Beban mati pada analisis struktur 2D ini adalah berat sendiri balok melintang dan
pelat. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan beban balok melintang yang
diaplikasikan pada tiap join adalah sebesar 4,32 ton. Beban balok melintang
diaplikasikan pada tiap join seperti pada gambar berikut ini.

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-12


Gambar 5.11 Pemodelan beban balok melintang pada SAP2000

Pelat
Distribusi beban pelat untuk pemodelan ini berupa distribusi seragam di sepanjang
bentang. Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-13

Gambar 5.12 Pemodelan beban pelat pada SAP2000

Beban Hidup
Seperti telah disebutkan sebelumnya, beban hidup pada dermaga adalah beban UDL
maksimum, yakni sebesar 1,4 ton/m
2
. Distribusi beban seragam sama dengan
distribusi pembebanan pelat.

Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-14

Gambar 5.13 Pemodelan beban hidup pada SAP2000

Beban Gelombang
Beban Gelombang pada Tiang
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 1,4 ton dan terdistribusi dengan
bentuk segitiga dari seabed sampai HWS.

2a
b
L
=




BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-15
dimana:
a : besar beban hasil perhitungan = 1,4 ton
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,5 t/m

Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.14 Pemodelan beban gelombang tiang dan tepi pada SAP 2000

Beban Gelombang pada Tepi Dermaga
Beban ini pada potongan memanjang datang dari arah melintang dengan besar yang
telah dihitung sebelumnya, yakni 3,80 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan pada Gambar 5.14.

Beban Arus
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 0,068 ton/m dan terdistribusi
dengan bentuk segitiga dari seabed hingga HWS.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-16


2a
b
L
=

dimana:
a/L : besar beban hasil perhitungan =0,068 ton/m
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,14 t/m



Gambar 5.15 Pemodelan beban arus pada SAP2000



BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-17
Beban Gempa
Pada potongan memanjang ini hanya terdapat gempa dari arah melintang, sehingga
besar beban gempa yang telah dihitung sebelumnya, yakni 71 ton dibagi dengan
jumlah join pada arah melintang yaitu 3, sehingga menjadi 24 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.16 Pemodelan beban gempa pada SAP 2000

Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang digunakan berdasarkan SK SNI 03 2847 - 2002,
sebagai berikut:

Kombinasi Pembebanan
Combo 1 1.4 DL+1.4 G+1.4 A
Combo 2 1.2 DL+1.6 LL
Combo 3 1.2 DL+1.0 LL+1.0 E
Combo 4 1.2 DL+1.6 LL+1.2 G+1.2 A
Combo 5 1.2 DL+1.0 LL+0.3 E


BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-18


Dimana:
DL = beban mati
LL = beban hidup
E = beban gempa
A = beban arus
G = beban gelombang

Hasil Analisis Struktur
Gaya Dalam Maksimum

Struktur Momen 3-3 Combo Geser 2-2 Combo
ton m ton
Balok 28,97 4 37,03 4
Pile Cap Tipe 1 3,74 4 0,055 4
Pile Cap Tipe 2 11,73 4 3,27 4
Reaksi Perletakan Tiang
Dari pemodelan ini didapat reaksi perletakan tiang terbesar yaitu 62,03 ton.

Penentuan Unity Check Range (UCR)
Penentuan UCR model struktur 1 dilakukan dengan kombinasi pembebanan tanpa
load factor sebagai berikut :
Kombinasi Pembebanan
Combo 1 1.0 DL+1.0 G+1.0 A
Combo 2 1.0 DL+1.0 LL
Combo 3 1.0 DL+1.0 LL+1.0 E
Combo 4 1.0 DL+1.0 LL+1.0 G+1.0 A

Hasil UCR dapat dilihat pada Gambar 5.17 . Berdasarkan hasil ini dapat diketahui
range nilai UCR adalah 0,07-0,4 sehingga struktur tiang masih dalam batas aman.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-19


Gambar 5.17 Hasil unity check range model struktur 1 pada SAP 2000

Daya Dukung Tiang
Dari pemodelan ini di dapat juga nilai daya dukung terbesar dari hasil reaksi perletakan
yaitu 47,11 ton.




















BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-20

2. Model Struktur 2


Gambar 5.18 Model Struktur 2 memanjang dermaga pada SAP2000


BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-21
Gambar 5.19 Model Struktur 2 memanjang dermaga pada SAP 2000 (extrude view)

Pembebanan Pada Model

Beban Mati

Balok Melintang
Beban mati pada analisis struktur 2D ini adalah berat sendiri balok melintang dan
pelat. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan beban balok melintang yang
diaplikasikan pada tiap join adalah sebesar 4,32 ton. Beban balok melintang
diaplikasikan pada tiap join seperti pada gambar berikut ini.



Gambar 5.20 Pemodelan beban balok melintang pada SAP2000

Pelat
Distribusi beban pelat untuk pemodelan ini berupa distribusi seragam di sepanjang
bentang. Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-22

Gambar 5.21 Pemodelan beban pelat pada SAP2000
Beban Hidup
Seperti telah disebutkan sebelumnya, beban hidup pada dermaga adalah beban UDL
maksimum, yakni sebesar 1,4 ton/m
2
. Distribusi beban seragam sama dengan
distribusi pembebanan pelat.

Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-23

Gambar 5.22 Pemodelan beban hidup pada SAP2000

Beban Gelombang
Beban Gelombang pada Tiang
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 1,4 ton dan terdistribusi dengan
bentuk segitiga dari seabed sampai HWS.

2a
b
L
=




BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-24
dimana:
a : besar beban hasil perhitungan = 1,4 ton
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,5 t/m

Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.23 Pemodelan beban gelombang tiang dan tepi pada SAP 2000

Beban Gelombang pada Tepi Dermaga
Beban ini pada potongan memanjang datang dari arah melintang dengan besar yang
telah dihitung sebelumnya, yakni 3,80 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan pada Gambar 5.23.

Beban Arus
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 0,068 ton/m dan terdistribusi
dengan bentuk segitiga dari seabed hingga HWS.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-25


2a
b
L
=

dimana:
a/L : besar beban hasil perhitungan =0,068 ton/m
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,14 t/m



Gambar 5.24 Pemodelan beban arus pada SAP2000



BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-26
Beban Gempa
Pada potongan memanjang ini hanya terdapat gempa dari arah melintang, sehingga
besar beban gempa yang telah dihitung sebelumnya, yakni 71 ton dibagi dengan
jumlah join pada arah melintang yaitu 3, sehingga menjadi 24 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.25 Pemodelan beban gempa pada SAP 2000

Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang digunakan berdasarkan SK SNI 03 2847 - 2002,
sebagai berikut:

Kombinasi Pembebanan
Combo 1 1.4 DL+1.4 G+1.4 A
Combo 2 1.2 DL+1.6 LL
Combo 3 1.2 DL+1.0 LL+1.0 E
Combo 4 1.2 DL+1.6 LL+1.2 G+1.2 A
Combo 5 1.2 DL+1.0 LL+0.3 E



BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-27


Dimana:
DL = beban mati
LL = beban hidup
E = beban gempa
A = beban arus
G = beban gelombang

Hasil Analisis Struktur
Gaya Dalam Maksimum

Struktur Momen 3-3 Combo Geser 2-2 Combo
ton m ton
Balok 27,87 4 36,69 4
Pile Cap Tipe 1 5,94 4 0,3513 4
Pile Cap Tipe 2 - - - -
Dari pemodelan ini didapat nilai reaksi perletakan maksimum pada tiang sebesar
62,23 ton.
Penentuan Unity Check Range (UCR)
Penentuan UCR model struktur 2 dilakukan dengan kombinasi pembebanan tanpa
load factor sebagai berikut :
Kombinasi Pembebanan
Combo 1 1.0 DL+1.0 G+1.0 A
Combo 2 1.0 DL+1.0 LL
Combo 3 1.0 DL+1.0 LL+1.0 E
Combo 4 1.0 DL+1.0 LL+1.0 G+1.0 A+1.0 B

Hasil UCR dapat dilihat pada Gambar 5.26 . Berdasarkan hasil ini dapat diketahui
range nilai UCR adalah 0,3-0,6 sehingga struktur tiang masih dalam batas aman.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-28


Gambar 5.26 Hasil Unity Check Range model struktur 2 pada SAP 2000

Daya Dukung Tiang
Dari pemodelan ini di dapat juga nilai daya dukung terbesar dari hasil reaksi perletakan
yaitu 62,44 ton.





















BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-29

Perhitungan Momen Pilecap Tipe 1
Perhitungan momen ultimate pada pilecap tipe 1 untuk arah memanjang dan
melintang dilakukan secara manual. Ilustrasi dimensi pilecap tipe 1 baik untuk
arah memanjang maupun melintang adalah sebagai berikut :
1,2 m
1,2 m
1,5 m


Gambar 5.27 Ilustrasi Dimensi pilecap tipe 1 arah memanjang dan melintang

Perhitungan beban mati :
Berat sendiri pilecap.
3
2,4 / 1 1,2
2,88 /
=
=
=
pilecap beton
pilecap
q b h
q ton m m
q ton m
pilecap
m

Berat sendiri pelat.
3
2,4 / 0.35 1,2
1,008 /
=
=
=
pelat beton
pelat
q b h
q ton m m
q ton m
pelat
m
balok
m

Berat sendiri balok.
( )
3
2,4 / 0,5 0,8 0,35
0,54 /
balok beton
balok
q b h
q ton m m
q ton m
=
=
=

Total beban mati (DL)
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-30
0,54 / 1,008 / 2,88 /
4,43 /
balok pelat pilecap
DL q q q
DL ton m ton m ton m
DL ton m
= + +
= + +
=


Total beban hidup (LL)
2
1,4 / 1,2
1,68 /
=
=
LL ton m
LL ton m
m
LL

Beban Ultimate
1,2 1,6
8,004 /
= +
=
u
q DL
LL ton m

Perhitungan momen
Tinjau freebody diagram berikut ini

1,2 m
1,5 m
M
q = 8,004 t/m
L = 0,6 m
V
1,2 m
1,5 m
M
q = 8,004 t/m
L = 0,6 m
V

Gambar 5.28 Freebody diagram untuk arah memanjang dan melintang
Momen Terhadap Potongan (M)
2
2
0
1
2
1
*8,004*0,6
2
1,44
=
=
=
=
potongan
u
M
M q L
M
M ton m

Gaya Geser (V)
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-31
0
1
2
1
*8,004*0,6
2
2,4
=
=
=
=
potongan
u
V
V q L
V
V ton m

Momen Ultimate = -1,44 ton-m, nilai momen ultimate yang didapat dari perhitungan ini
dibandingkan dengan momen pada pilecap tunggal hasil analisis dari SAP2000 yang
bernilai 5,94 ton-m dan momen ultimate maksimum pada balok yaitu 7,88 ton-m , jadi
untuk perhitungan penulangan lentur pilecap tunggal dipakai Mu yang terbesar yaitu 7,88
ton-m. Untuk desain tulangan geser dipakai nilai Vu terbesar dalam hal ini diperoleh dari
hasil analisis SAP2000 yaitu sebesar 15,77 ton.
Perhitungan Momen Pilecap Tipe 2
Perhitungan momen pada pilecap tipe 2 juga dilakukan secara manual sebagai berikut.
Ilustrasi dimensi pilecap tipe 2 untuk arah memanjang dapat dilihat pada gambar
berikut ini
2 m
1,2 m
0,35 m
1,5 m

1:16 1:16

Gambar 5.29 Ilustrasi Dimensi Pilecap tipe 2 arah memanjang
Perhitungan beban mati :
Berat sendiri pilecap.
3
2,4 / 1 1,2
2,88 /
=
=
=
pilecap beton
pilecap
pilecap
q b h
q ton m m
q ton m
m

Berat sendiri pelat.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-32
3
2,4 / 0.35 1,2
1,008 /
=
=
=
pelat beton
pelat
pelat
q b h
q ton m m
q ton m
m
m

Berat sendiri balok.
( )
3
2,4 / 0,5 0,8 0,35
0,54 /
balok beton
balok
balok
q b h
q ton m m
q ton m
=
=
=


Total beban mati (DL)
0,54 / 1,008 / 2,88 /
4,43 /
balok pelat pilecap
DL q q q
DL ton m ton m ton m
DL ton m
= + +
= + +
=

Total beban hidup (LL)
2
1,4 / 1,2
1,68 /
=
=
LL ton m
LL ton m
m
LL
m

Beban Ultimate
1,2 1,6
8,004 /
= +
=
u
u
q DL
q ton

Perhitungan momen
Tinjau freebody diagram berikut ini

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-33
1,2 m
1,5 m
Pu Tiang = 89 ton
( dari analisis SAP2000)
M
qu = 10,8 ton/m
0,4036 m
Px = Pu cos

V
1,2 m
1,5 m
Pu Tiang = 89 ton
( dari analisis SAP2000)
M
qu = 10,8 ton/m
0,4036 m
Px = Pu cos

V

Gambar 5.30 Freebody diagram untuk arah memanjang





Momen di Potongan (M)
2
2
0
1
cos ( )
2
0,35 0.4572
1
62,23*0,998* *8,004*1
2
2
21,06
=
=
+

=


=
potongan
u u
M
M P x q L
M
M ton m


Gaya Geser
0
1
cos
2
1
62,23*0,998 *8,004*1
2
58,1
=
= +
= +
=
potongan
u u
V
V P q L
V
V ton


BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-34
Momen Ultimate = 21,06 ton-m, nilai momen ultimate yang didapat dari perhitungan ini
dibandingkan dengan momen pada pilecap ganda hasil analisis dari SAP2000 yang bernilai
11,73 ton-m dan momen ultimate maksimum pada balok yaitu 28,96 ton-m , jadi untuk
perhitungan penulangan lentur pilecap ganda dipakai Mu yang terbesar yaitu 28,96 ton-
m.
2) Potongan Melintang
a. Pemodelan Struktur Untuk Keperluan Desain Tulangan Balok
Dalam pemodelan ini, beban balok dalam arah memanjang diwakili dengan
beban terpusat pada masing-masing join, sedangkan untuk pelat dalam arah
memanjang dan beban hidup dimodelkan dengan beban terdistribusi sesuai
dengan tributari area. Tiang pancang dimodelkan mulai dari fixity point -2,5
meter terhadap seabed sampai dengan elevasi atas dermaga dan untuk tiang
miring dimodelkan dengan kemiringan 1:8.
Dari pemodelan ini akan diambil nilai momen ultimate pada balok yang
selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam desain penulangan balok.
Pemodelan struktur dermaga dalam arah melintang dapat dilihat pada gambar-
gambar beserta uraian di bawah ini.





Gambar 5.31 Pemodelan 2D potongan melintang dermaga pada SAP 2000
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-35

Gambar 5.32 Pemodelan 2D potongan melintang dermaga pada SAP 2000
(extrude view)


Pembebanan Pada Model

Beban Mati
Beban mati pada analisis struktur 2D ini adalah berat sendiri balok melintang dan pelat.
Balok Memanjang

W
balok
=
beton
* l * b * t
= 2400 * 4,5 * 0,5 * 0,8
= 4,32 ton
Beban ini diaplikasikan pada tiap join di lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-36


Gambar 5.33 Pemodelan beban balok memanjang pada SAP 2000

Pelat
Distribusi beban pelat mengikuti peraturan SK SNI 03 2847 - 2002 dengan area
distribusi sebagai berikut:

Diketahui:
a = panjang area
b = lebar area
---- = distribusi beban
Bila a b, maka:



Bila a = b, maka:
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-37


Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:



Gambar 5.34 Pemodelan beban pelat pada SAP 2000



Beban Hidup

Seperti telah disebutkan sebelumnya, beban hidup pada dermaga adalah beban UDL
maksimum, yakni sebesar 1,4 ton/m
2
. Distribusi area sama dengan pembebanan pelat.

Beban ini diaplikasikan pada lantai dermaga sebagai berikut:

BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-38


Gambar 5.35 Pemodelan beban hidup pada SAP 2000

Beban Gelombang

Beban Gelombang pada Tiang
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 1, 4 ton dan beban terdistribusi
dengan bentuk segitiga dari seabed hingga HWS.


2a
b
L
=

dimana:
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-39
a : besar beban hasil perhitungan = 1,4 ton
L : panjang tiang dari seabed hingga HWS = 5,72 m
b : besar beban distribusi = 0,5 t/m

Beban ini diaplikasikan pada pemodelan sebagai berikut:



Gambar 5.36 Pemodelan beban gelombang tiang dan tepi pada SAP 2000

Beban Gelombang pada Tepi Dermaga
Beban ini pada potongan melintang datang dari arah memanjang dengan besar yang
telah dihitung sebelumnya, yakni 3,8 ton.
Beban ini diaplikasikan pada pemodelan seperti pada Gambar 5.21.

Beban Arus
Telah dihitung sebelumnya, besar beban ini adalah 0,068 ton/m dan beban terdistribusi
dengan bentuk segitiga dari seabed hingga HWS.
BAB 5 PEMODELAN STRUKTUR DENGAN SAP2000 5-40