Anda di halaman 1dari 11

PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH KELAPA

SAWIT
SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT
LISTRIK TENAGA UAP

Latar belakang :

1. Total Pembangkit di Indonesia sebesar 25.218 MW, yang
sebagian besar terdiri dari energi fosil.
2. Pertumbuhan permintaan tenaga listrik selama kurun waktu
10 tahun terakhir mencapai rata-rata 6 9% setiap tahunnya
(Sumber Data Statistik PLN). Hal ini tidak diimbangi dengan
pasokan listrik yang cukup.
3. Terjadi krisis energi listrik di beberapa daerah beberapa
tahun terakhir di indonesia.

Energi Biomassa limbah kelapa sawit merupakan salah satu
sumber energi terbarukan yang dapat menjawab kebutuhan energi
alternatif. Limbah kelapa sawit ini memiliki kandungan kalori yang
cukup tinggi.

JENIS LIMBAH KANDUNGAN KALORI
Cangkang 3500 - 4100 kkal/kg
Serabut 2637 - 3998 kkal/kg
Tandan Buah Kosong (TBK) 4492 kkal/kg

Untuk setiap 1 ton pengolahan tandan buah segar(TBS) akan
dihasilkan 120 kg serat, 230 kg bungkil kosong, 60 kg cangkang.
Dan setiap pengolahan 1 ton TBS diperlukan antara 1-2 ton air
untuk proses pembangkit, air ini diambil dari sungai di sekitar
pabrik. Pada Studi kasus di kab Tanah Laut menggunakan 30 ton
TBS/jam, sehingga limbah serat dan cangkang yang dihasilkan
sebesar 3600 kg dan 1800 kg.

SERAT (Serabut Kelapa)
Serat didapatkan dengan jalan mengepres buah yang terdiri dari
sejumlah minyak dengan mesin screw press. Setelah itu, serat
buah kelapa sawit akan terpisah dengan bijinya. Sebenarnya serat
ini masih mengandung sedikit minyak. Kalori yang terkandung
diserat ini sekitar 2637-4554 kkal/kg.

CANGKANG (Batok Kelapa)
Bagian luar biji yang dipisahkan dari inti dinamakan cangkang.
Cangkang ini didapatkan dengan memecah biji buah kelapa sawit
dengan alat pemecah. Cangkang ini mempunyai kalori yang tinggi
sekitar 4105-4802 kkal/kg, sehingga dapat dikonversikan menjadi
energi listrik. Tapi dalam penggunaannya cangkang ini hanya
digunakan beberapa persen saja.

Tandan Bungkil Kosong (Tandan Kosong)
Bungkil kosong didapatkan dengan cara, proses tandan buah
segar (TBS) yang dikelupas dengan menggunakan alat kupas
(Thresher). Sehingga buah kelapa sawit mengelupas (keluar) dari
tandan buah segar (TBS). Bungkil kosong ini presentase
jumlahnya paling besar bila dibanding dengan limbah kelapa sawit
lain dan juga dapat dikonversikan ke dalam bentuk energi yang
lain misal energi panas.

LUMPUR (Limbah Cair)
Lumpur berasal dari kumpulan limbah cair pada semua proses
termasuk proses akhir oleh sejumlah uap dan air yang
ditambahkan pada proses mendapatkan minyak kelapa sawit.
Jumlah lumpur sekitar 60% dari TBS, lumpur ini dapat diolah
menjadi pupuk urea.

Dalam proses konversi limbah kelapa sawit ke
energi listik, terdapat dua macam pemrosesan:
1. Proses pengambilan serabut dan cangkang pada buah kelapa
sawit
2. Proses konversi energi dari serabut dan cangkang menjadi
energi listrik.

Proses Pengambilan Serabut dan Cangkang Pada
Buah Kelapa Sawit


Proses konversi energi dari serabut dan cangkang
menjadi energi listrik



KETEL UAP SISTEM GRATE
Ketel uap yang digunakan dalam proses pembakaran limbah
kelapa sawit adalah tipe khusus yang menggunakan sistem grate.
Berbeda dengan bahan bakar lain yang tidak menggunakan
sistem grate. Serabut dan cangkang ini dalam penggunaanya
menggunakan 70% serabut dan 30% cangkang, hal ini
dikarenakan spesifikasi boiler. Bila penggunaanya tidak sesuai
maka akan merusak gratenya.



Teknologi co-generation
Teknologi co-generation merupakan konfigurasi system yang
digunakan untuk mengoptimalkan serta meningkatkan efisiensi
thermal suatu pemakai energi. konfigurasi ini dapat dilaksanaknan
dengan memanfaatkan uap yang dihasilkan oleh suatu boiler
secara bertingkat tetapi juga dapat dengan memanfaatkan panas
gas buang suatu pembangkit listrik untuk memproduksi uap.

Keunggulan cogeneration adalah:
1. Teknologinya bersih.
2. Penggunaan bahan bakarnya efisien.
3. Mampu mengurangi emisi terhadap lingkungan.



Ketel Uap (Boiler) di Pabrik Kelapa Sawit
Dalam pabrik kelapa sawit Ketel uap (Boiler) merupakan
jantung dari sebuah pabrik kelapa sawit. Dimana, ketel uap
ini lah yang menjadi sumber tenaga dan sumber uap yang
akan dipakai untuk mengolah kelapa sawit. disini kita akan
membahas sedikit tentang ketel uap yang digunakan dalam
pabrik kelapa sawit
Sebelum kita membahas ketel uap yang digunakan dipabrik
kelapa sawit. ada baiknya kalau kita mengetahui dahulu apa
itu ketel uap dan berfungsi sebagai apa.
Ketel uap merupakan suatu alat konversi energi yang
merubah Air menjadi Uap dengan cara pemanasan dan
panas yang dibutuhkan air untuk penguapan diperoleh dari
pembakaran bahan bakar pada ruang bakar ketel uap.
Uap (energi kalor) yang dihasilkan ketel uap dapat
digunakan pada semua peralatan yang membutuhkan uap di
pabrik kelapa sawit, terutama turbin. Turbin disini adalah
turbin uap dimana sumber penggerak generatornya adalah
uap yang dihasilkan dari ketel uap. selain turbin alat lain di
pabrik kelapa sawit yang membutuhkan uap seperti di
sterilizer (Alat untuk memasak TBS) dan distasiun
pemurnian minyak (Klarifikasi). oleh karena itu kualitas uap
yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan yang ada
dipabrik kelapa sawit tersebut. karena jika tidak akan
mengganggu proses pengolahan dipabrik kelapa sawit.

Gambar sirkulasi air pada pipa ketel uap

Bahan Bakar Ketel Uap
Agar kualita uap yang dihasilkan dari ketel uap sesuai
dengan yang diinginkan/dibutuhkan maka dibutuhkan
sejumlah panas untuk menguapkan air tersebut, dimana
panas tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar di
ruang bakar ketel. Untuk mendapatkan pembakaran yang
sempurna didalam ketel maka diperlukan beberapa syarat,
yaitu:
1. Perbandingan pemakaian bahan bakar harus sesuai
(cangkang dan serabut)
2. Udara yang dipakai harus mencukupi
3. Waktu yang diperlukan untutk proses pembakaran
harus cukup.
4. Panas yang cukup untuk memulai pembakaran
5. Kerapatan yang cukup untuk merambatkan nyala api
Dalam hal ini bahan bakar yang digunakan adalah serabut
dan cangkang, Adapaun alasan mengapa digunakan serabut
dan cangkang sebagai bahan bakar adalah :

1. Bahan bakar cangkang dan serabut cukup tersedia dan
mudah diperoleh dipabrik.
2. Cangkang dan serabut merupakan limbah dari pabrik
kelapa sawit apabila tidak digunakan.
3. Nilai kalor bahan bakar cangkang dan serabut memenuhi
persyaratan untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.
4. Sisa pembakaran bahan bakar dapat digunakan serbagai
pupuk untuk tanaman kelapa sawit.
5. Harga lebih ekonomis.

Cangkang adalah sejenis bahan bakar padat yang
berwarna hitam berbentuk seperti batok kelapa dan agak
bulat, terdapat pada bagian dalam pada buah kelapa sawit
yang diselubungi oleh serabut.
Pada bahan bakar cangkang ini terdapat berbagai
unsur kimia antara lain : Carbon (C), Hidrogen (H2), Nitrogen
(N2), Oksigen (O2) dan Abu. Dimana unsur kimia yang
terkandung pada cangkang mempunyai persentase (%) yang
berbeda jumlahnya., bahan bakar cangkang ini setelah
mengalami proses pembakaran akan berubah menjadi
arang, kemudian arang tersebut dengan adanya udara pada
dapur akan terbang sebagai ukuran partikel kecil yang
dinamakan peatikel pijar.
Apabila pemakaian cangkang ini terlalu banyak dari
serabut akan menghambat proses pembakaran akibat
penumpukan arang dan nyala api kurang sempurna, dan jika
cangkang digunakan sedikit, panas yang dihasilkan akan
rendah.karena cangkang apabila dibakar akan mengeluarkan
panas yan besar.
Serabut adalah bahan bakar padat yang bebentuk
seperti rambut, apabila telah mengalami proses pengolahan
berwarna coklat muda, serabut ini terdapat dibagian kedua
dari buah kelapa sawit setelah kulit buah kelapa
sawit.didalam serabut dan daging buah sawitlah minyak CPO
terkandung.
Panas yang dihasilkan serabut jumlahnya lebih kecil
dari yang dihasilkan oleh cangkang, oleh karena itu
perbandingan lebih besar serabut dari pada
cangkang.disamping serabut lebih cepat habis menjadi abu
apabila dibakar, pemakaian serabut yang berlebihan akan
berdampak buruk pada proses pembakaran karena dapat
menghambat proses perambatan panas pada pipa water
wall, akibat abu hasil pembakaran beterbangan dalam ruang
dapur dan menutupi pipa water wall,disamping mempersulit
pembuangan dari pintu ekspansion door (Pintu keluar untuk
abu dan arang) akibat terjadinya penumpukan yang
berlebihan.
Tabel dibawah ini menunjukkan komposisi unsur yang
ada pada serabut dan cangkang.




Tabel.1. Komposisi Bahan Bakar
Nama Unsur Serabut Cangkang
Carbon (C) 40,15 61,34
Hidrogen (H2) 4,25 3,25


Gambar Serabut kelapa sawit

Gambar cangkang sawit

Ketel uap yang digunakan di pabrik kelapa sawit biasanya
adalah ketel uap dengan kapasitas uap 20.000 Kg uap/jam
dan dengan tekanan 20 kg/cm2. dimana dibutuhkan 2 unit
boiler untuk pabrik kelapa sawit dengan kapasitas olah 45
ton TBS/jam.
Oksigen (O2) 30,12 31,16
Nitrogen (N2) 22,29 2,45
Abu (A) 3,19 1,8

Gambar Boiler yang digunakan di Pabrik Kelapa Sawit

Sebagian besar ketel uap yang digunakan pada pabrik
kelapa sawit adalah ketel uap yang menghasilkan uap
superheated, dimana uap ini digunakan pertama kali untuk
memutar turbin sebagai pembangkit tenaga listrik kemudian
sisa uap dari pembangkit tersebut digunakan sebagai
pemanasan TBS pada sterilizer.

Menurut jenisnya ketel uap terbagi menjadi 2 bagia yaitu :
ketel pipa air dan ketel pipa api. ketel yang digunakan pada
pabrik kelapa sawit adalah ketel pipa air. maksudnya adalah
air berada didalam pipa dipanaskan oleh api yang berada
diluar pipa air.
Untuk menghitung kapasitau uapa pada ketel uap yang
dibutuhkan adalah dengan :
- kebutuhan uap pada pabrik kelapa sawit adalah 0.6 ton
uap/ton TBS
- Jadi untuk pabrik 45 ton membutuhkan boiler = 45 ton x
0.6 = 27 ton uap/jam
Maka dari itu dibutuhkan 2 unit ketel uap dengan kapasita
uap 20 ton uap/jam pada masing-masing ketel uap.

Biasanya bolier yang digunakan di pabrik kelapa sawit
memiliki spesifikasi sebagai berikut:
1. Kapasitas Uap : 20 Ton/jam
2. Temperatur Uap : 280 C
3. Tekanan Uap : 20 kg/cm2
4. Temperatur air umpan : 90 C
5. Effisiensi Ketel Uap : 75 %
6. Pemakaian bahan bakar : 75% serabut dan 25%
cangkang.