Anda di halaman 1dari 18

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas Mata Kuliah


Pengantar Kurikulum

Semester IV/2014


Disusun oleh :
Evia Fajriati Kusmana
(1112017000027)


Dosen Pengampu :
Lia Kurniawati, M.Pd


Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2014


i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat serta
karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis ini dengan baik dan tepat waktu.
Shalawat dan salam tak lupa pula penulis hadiahkan kepada junjungan kita Nabi
besar Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan pengikut beliau.
Penulis sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas
selesainya makalah ini. Terimakasih pula kepada dosen pengampu Lia
Kurniawati, M.Pd yang telah membimbing dalam penulisan makalah ini.
Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Kurikulum, semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat membantu
pembaca lebih memahami berbagai seluk beluk tentang kemampuan berpikir
kreatif matematis sebagai salah satu tujuan pembelajaran matematika.
Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan makalah ini
yang masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun selalu penulis terima demi perbaikan makalah ini. Penulis berharap
semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Ciputat, 23 Juni 2014

Penulis







ii

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ...............................................................................
DAFTAR ISI .............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................
A. Latar Belakang ................................................................
B. Perumusan Masalah .........................................................
C. Tujuan Penulisan .............................................................
BAB II PEMBAHASAN ..
A. Pengertian Kreativitas .
B. Kemampuan Berpikir Kreatif ......
C. Kreativitas dalam Matematika ....
D. Berpikir Kreatif Matematis .........
BAB III PENUTUP ...............................................................................
A. Kesimpulan ......................................................................
B. Saran ................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................
i
ii
1
1
1
1
2
2
3
7
8
14
14
14
15




1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu tujuan pembelajaran matematika sekolah adalah
mengembangkan penguasaan konsep matematika serta penerapannya, memberi
peluang berkembangnya kemampuan bernalar yang logis, sistematis, kritis,
cermat, kreatif. Untuk mencapai hal tersebut tergantung bagaimana peran dan
tanggungjawab institusi pendidikan.
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan oleh siswa
mengingat bahwa dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat
pesat dan memungkinkan siapa saja bisa memperolah informasi secara cepat dan
mudah dengan melimpah dari berbagai sumber dan tempat manapun di dunia. Hal
ini mengakibatkan cepatnya perubahan tatanan hidup serta perubahan global
dalam kehidupan. Jika para siswa tidak dibekali dengan kemampuan berpikir
kritis dan kreatif maka mereka tidak akan mampu mengolah menilai dan
megambil informasi yang butuhkannya untuk menghadapi tantangan tersebut.
Oleh karena itu kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah merupakan
kemampuan yang penting dalam mata pelajaran matematika.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kreativitas ?
2. Apa yang dimaksud dengan kemampuan berpikir kreatif ?
3. Apa yang dimaksud dengan kreativitas dalam matematika itu ?
4. Apa saja kemampuan berpikir kreatif matematis itu ?
C. Tujuan Penulisan
1. Memiliki pengetahuan tentang kreativitas.
2. Memiliki pengetahuan tentang kemampuan berpikir kreatif.
3. Memiliki pengetahuan tentang kreativitas dalam matematika.
4. Memiliki pengetahuan tentang kemampuan berpikir kreatif matematis.


2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kreativitas
Sangat beragam perspektif pandangan tentang pengertian kreativitas.
Menurut George D. Stordard dalam buku Julias Chandra mengungkapkan
Menjadi kreatif berarti tidak dapat diterka atau diramalkan sebelumnya.
1
Hal ini
diartikan, segi kreatif dari kehidupan kita harus dilihat dari tindakan-tindakan
langsung yang terjadi, bukan hanya dari perhitungan atau skenario yang mungkin
telah digariskan sekelompok pemikir tertentu.
Utami Munandar mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan yang
mencerminkan kelancaran, keluwesan fleksibilatas, dan orisinalitas dalam
berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.
2
Jadi orang yang
kreatif menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk membuat strategi dan
terobosan-terobosan baru, dan memandang segala sesuatu dengan cara-cara yang
baru. Individu yang kreatif memandang masalah sebagai sebuah tantangan, dan
mencoba mencari dan menetapkan strategi dengan perspektif yang lebih luas.
Pada dasarnya setiap orang mempunyai potensi kreativitas lebih banyak
daripada yang biasa digunakannya. Kesanggupan untuk mencipta atau mencari
pemecahan masalah dengan jitu tidak terbatas pada bakat-bakat luar biasa saja,
melainkan dimiliki oleh setiap orang yang bakatnya mungkin hanya rata-rata.
3

Guilford dalam Noordiana Ulfa membagi lima fase proses seorang yang kreatif :
4

a. Fase persiapan : Mengenal kemampuan, perasaan, dan pemahaman masalah.
b. Fase konsentrasi : Fase memusatkan pikiran pada masalah.
c. Fase inkubasi : Fase menyimpulkan masalah.

1
Julius Chandra, Kreativitas: Bagaimana Menanam, Membangun dan
Mengembangkannya, (Yogyakarta: Kanisius, 1994), Cet Ke-1, h. 13
2
Utami Munandar, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah Petunjuk bagi
Para Guru dan Orangtua, (Jakarta: PT. Gramedia, 1987), Cet. Ke-2, h.50
3
Julius Candra, Op. Cit, h.29
4
Noordiana Ulfa, Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika : Pengaruh Model Pembelajaran
Anchored Instruction terhadap kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar, (FITK UIN:
tidak diterbitkan, 2011) h. 10
3



d. Fase Inspirasi : Fase munculnya ide atau gagasan.
e. Fase Elaborasi : Fase menguji ide atau gagasan yang telah muncul.
Dari beragam definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas
merupakan kemampuan untuk mengungkapkan hubungan-hubungan baru, melihat
suatu masalah dari sudut pandang baru, serta membentuk kombinasi baru dari
beberapa konsep yang sudah dikuasainya sebelumnya, bersifat praktis, serta
memunculkan solusi yang tidak bisanya tetapi berguna.
Kreativitas penting digali dan dikembangkan dalam hidup karena
kenyataannya kehidupan di dunia modern berlangsung sangat cepat
perubahannya, pendidikan kreativitas memberikan bantalan, suatu keempukan
dalam menerima dan menyerap arus perubahan tersebut, karena dalam berpikir
kreatif kita membiasakan diri untuk menerima berbagai kemungkinan baru.
5

Dalam proses pembelajaran, kreativitas memiliki peran penting bagi guru
dan siswa. Kreativitas yang diterapkan guru dalam proses mengajar, menciptakan
suasana kelas yang kondusif serta seorang guru mampu menyusun soal yang
dapat menggali kreativitas dan potensi yang dimiliki peserta didik secara optimal.
Siswa yang terdidik dan terlatih untuk menjadi pribadi yang memiliki kreativitas
pun akan menjadi pribadi tangguh akan mampu melihat sesuatu dari berbagai sisi
dan menciptakan kreasi dalam hal akademik dan non akademik.


B. Kemampuan berpikir kreatif
Dalam KBBI, berpikir adalah penggunaan dari akal budi dalam
mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu.
6
Menurut Liputo dalam Yadi,
berpikir adalah aktivitas mental yang disadari dan diarahkan untuk maksud
tertentu.
7
Maksud yang dapat dicapai dalam berpikir adalah memahami,
mengambil keputusan, merencanakan, memecahkan masalah dan menilai
tindakan.

5
Julius Chandra, Op Cit, h. 28
6
____, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), h. 767
7
Yadi Jayadipura, Jurnal (Online) : Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis,
diunduh di : http://www.slideshare.net/jayadipura/kemampuan-berpikir-kritis-dan-kreatif-
matematis, 18 Juni 2014
4



Ruggiero dalam tulisan Siswono, mengartikan berpikir sebagai suatu
aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu
masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a
desire to understand).
8
Jadi ketika seseorang merumuskan suatu masalah,
memecahkan masalah, ataupun ingin memahami sesuatu, maka ia melakukan
suatu aktivitas berpikir.
Ada dua cara berpikir, berpikir divirgen dan berpikir konvergen.
Menurut Guilford dalam buku Mohammad Ali.
9
Cara berpikir konvergen adalah
cara-cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan berpandangan bahawa
hanya ada satu jawaban yang benar. Sedangkan cara berpikir divergen adalah
kemampuan individu untuk mencari berbagai alternative jawaban terhadap suatu
persoalan. Disini kaitannya dengan kreativitas, Guilford menekankan bahwa
orang-orang kreatif lebih memiliki cara berpikir divergen daripada konvergen.
Kegiatan berpikir menurut Sarwono dalam Noordiana dapat dibagi
menjadi dua yaitu berpikir tidak terarah dan berpikir terarah.
10
Berpikir tidak
terarah adalah proses berpikir yang merangsang timbulnaya ide yang lain. Jalan
pikiran tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya, sehingga ide-ide timbul
secara bebas. Kegiatan berpikir yang termasuk dalam berpikir ini adalah
melamun, mimpi , dan berpikir artistik. Adapun berpikir terarah adalah proses
berpikir yang sudah ditentukan sebelumnnya dan diarahkan pada suatu pemecahan
persoalan. Termasuk dalam berpikir terarah adalah berrpikir kritis dan berpikir
kreatif. Dengan kemampuan berpikir kritis seseorang akan mampu menemukan
alasan yang kuat dari jawaban yang dipilihnya, kemampuan berpikir kreatif akan
membuat seseorang mampu memikirkan beragam jawaban yang tepat guna dari
suatu permasalahan.
Dengan berpikir kreatif seseorang dapat mewujudkan dirinya melalui
berbagai kreasi ciptanya, baik berupa ide, gagasan, atau produk, seseorang yang

8
Siswono, T.Y.E., Jurnal (Online) : Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Melalui Pemecahan Masalah Tipe Whats Another Way, diunduh di :
http://tatagyes.files.wordpress.com/2009/11/paper07_jurnalpgriyogja.pdf, 18 Juni 2014
9
Mohammad Ali, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Bumi Aksara,
2009), Cet. Ke-5, h.41
10
Noordiana Ulfa, Op.Cit, h.13
5



memiliki kemampuan berpikir kreatif juga dapat memiliki kemampuan
memecahkan masalah yang ada dalam pembelajaran maupun dikehidupan sehari-
harinya baik permasalahan rutin maupun non rutin dengan berbagai macam cara.
11

Jadi Kemampuan berpikir kreatif merupakan hal penting untuk dimiliki setiap
orang. Dapat dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan berpikir
kreatif akan menjadi pribadi yang unggul dalam hal pembelajaran, masyarakat,
dunia, pekerjaan, dan kehidupan. Kemampuan berpikir kreatif tidak bisa datang
dengan sendirinya. Hal ini haruslah dilatih dan dibiasakan dalam diri seseorang
sedini mungkin. Ini dapat dilakukan pendidik kepada siswanya dengan cara
mengajarkan anak cara berpikir kreatif melalui pembelajaran disekolah.
Wiliam dalam Noordiana menjelaskan konsep, dan contoh perilaku siswa
yang menunjukan ciri yang berhubungan dengan kognisi (aptitude) kemampuan
berpikir kreatif siswa, yang meliputi lima indikator berpikir kreatif, yaitu :
12

a. Kemampuan berpikir lancar (fluency)
Keterampilan berpikir lancar dapat didefinisikan sebagai keterampilan
dalam mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau
pertanyaan, memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal,
serta selalu memikirkan lebih dari suatu dari satu jawaban.
Dalam proses pembelajaran keterampilan ini dapat dilihat melalui
perilaku siswa yang mengajukan banyak pertanyaan, menjawab dengan sejumlah
jawaban mengenai suatu masalah, mempunyai banyak gagasan mengenai suatu
masalah, lancer mengungkapkan gagasan-gagasannya, bekerja lebih cepat dan
melakukan lebih banyak daripada anak-anak lain, serta dapat dengan cepat
melihat kesalahan atau kekurangan pada suatu objek atau situasi.

b. Keterampilan berpikir luwes (flexibility)
Seseorang dengan keterampilan berpikir luwes akan mampu
menghasilkan jawaban, gagasan, atau pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat
suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari banyak alternative
atau arah yang berbeda-beda, serta mampu mengubah cara pemikiran atau cara
pendekatan.
Perilaku siswa yang memiliki keterampilan berpikir luwes yaitu dimana
ia mampu memberikan aneka ragam penggunaan yang tidak lazim terhadap suatu
gambar, cerita, atau masalah, menerapkan suatu konsep atau asas dengan cara
yang berbeda-beda, memberikan pertimbangan terhadap situasi, yang berbeda dari
yang diberikan orang lain, dalam membahas atau mendiskusikan suatu situasi
selalu mempunyai posisi yang berbeda atau bertentangan dari mayoritas

11
Noordiana Ulfa, Ibid, h. 14
12
Noordiana Ulfa, Ibid, h. 15-17
6



kelompok, jika diberikan suatu masalah biasannya memikirkan macam-macam
cara yang berbeda untuk menyelesaikannya, menggolongkan hal-hal menurut
pembagian (katagori) yang berbeda-beda, serta mampu mengubah arah piker
secara spontan.

c. Keterampilan berpikir orisinal (originalitas)
Kemampuan berpikir orisinal adalah kemampuan untuk melahirkan
ungkapan yang baru dan unik, memikirkan cara yang tidak lazim untuk
mengungkapkan diri, dan kemampuan membuat kombinasi-kombinasi yang tidak
lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
Kemampuan ini tercermin dalam perilaku siswa yang dapat memilikirkan
masalah-masalha atau hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain,
mempertanyakan cara-cara yang lama dan berusaha memikirkan cara-cara yang
baru, memilih a-simetris dalam gambar atau membuat desain, memiliki cara
berpikir yang lain daripada yang lain, mencari pendekatan yang baru dari padada
yang streotif, selalu membaca atau mendengar gagasan-gagasan, bekerja untuk
menemukan penyelesaian yang baru, lebih senang mensintesis daripada
menganalisis sesuatu.

d. Keterampilan memerinci (elaboration)
Keterampilan memerinci adalah kemampuan memperkaya dan
mengembangkan suatu gagasan atau produk, serta menambahkan atau memerinci
detil-detik dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
Siswa yang memiliki keterampilan memerinci adalah siswa yang
memiuliki perilaku mencari arti yang lebih mendalam terhadap jawababn atau
pemecahan masalha dengan melakukan langkah-langkah yang terperinci,
mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain, mencoba atau menguji
detil-detil untuk melihat arah yang akan ditempuh, mempunyai rasa keindahan
yang kuat sehingga tidak puas dengan penampilan kosong atau sederhana,
menambahkan garis-garis atau warna-warna, detil-detil atau bagian-bagian
terhadap gambarnya sendiri atau gambar orang lain.

e. Keterampilan menilai (evaluation)
Keterampilan menilai dapat diartikan sebagai kemampuan untuk
menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakan suatu pertanyaan
apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana,
kemampuan untuk mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka.
Perilaku siswa yang memiliki keterampilan menilai dapat dilihat dari
bagaimana ia memberi pertimbangan atas dasar sudut pandangannya sendiri,
kemampuan menentukan pendapat sendiri mengenai suatu hal, dan menanalisis
masalah atau penyelesauab secara kritis dengan selalu menanyakan mengapa ?,
mempunyai alasan (rasional) yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai
suatu keputusan, merancang suatu rencana kerja dari gagasan-gagasan yang
tercetus, menentukan pendapat dan bertahan terhadapnya.


7



C. Kreativitas dalam matematika
Kreativitas pada dasarnya adalah hal yang identik dengan bidang seni
dan sastra. Seseorang yang kreatif pada umumnya dilihat sebagai seorang seniman
yang dapat menghasilkan karya seni yang indah atau seorang sastrawan yang
dapat menghasilkan puisi, prosa, atau dialog dalam Bahasa yang indah. Selain
dalam bidang seni, Bahasa dan sastra, kreativitas juga terdapat dalam matematika.
Laylock dalam Noordiana Ulfa mendeskripsikan kreativitas dalam matematika
sebagai kemampuan untuk menganalisis masalah yang diberikan dalam berbagai
cara, mengamati pola, melihat persamaan dan perbedaannya, menghasilkan
berbagai ide, dan memutuskan metode yang tepat untuk menjawab permasalahan
matematika yang tidak biasa.
13

Balka dalam Noordiana Ulfa memberikan enam kriteria dalam
mendeskripsikan kreativitas dalam matematika, yaitu :
14

a. Kemampuan merumuskan hipotesa pada situasi matematika.
b. Kemampuan menentukan pola-pola yang ada pada situasi matematika.
c. Kemampuan keluar dari pemecahan masalah yang klise atau biasa.
d. Kemampuan mempertimbangakan dan mengevaluasi solusi matematika
yang tidak biasa.
e. Kemampuan memerinci masalah matematika umum menjadi sub-sub
masalah spesifik.

Poin penting kreativitas matematika menurut Noordiana Ulfa adalah
kemampuan seseorang dalam menemukan atau mengembangkan ide dari
informasi yang diberikan.
15
Untuk melatih kreativitas matematika ini individu
sebaiknya dilatih untuk menumbuhkan dan melatih kreativitas dalam matematika,
hal ini dapat dimulai dari tingkat sekolah dimana guru melatih kreativitas
matematika siswa dengan memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah
dengan pemikirannya sendiri dalam pembelajaran matematika. Kreativitas dalam
matematika dapat membantu siswa dalam memahami dunia disekitar mereka.
Mereka akan belajar untuk memberikan alasan, menghubungkan gagasan-gagasan
serta berpikir secara logis dan sistematis.

13
Noordiana Ulfa, Ibid, h. 11
14
Noordiana Ulfa, Ibid.
15
Noordiana Ulfa, Ibid.
8



D. Berpikir kreatif matematis
Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kemampuan yang
perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika sehingga siswa dapat
memecahkan masalah matematis dengan menggunakan berbagai cara yang dapat
menghasilkan banyak gagasan dan jawaban.
Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat diukur dari jawaban
yang dikemukakannya berdasarkan aspek-aspek berpikir kreatif matematis, yakni:
kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas. Berikut aspek-aspek kemampuan berpikir
kreatif matematis dan indikatornya menurut Saefudin dalam Noordiana Ulfa :
16

Aspek KBM Indikator
Fluency
(kelancaran)
1. Menyelesaikan masalah dan memberikan banyak
jawaban terhadap maslaah tersebut.
2. Memberikan banyak contoh atau pernyataan
terkait konsep atau situasi matematis tertentu
Flexibility
(keluwesan)
1. Menggunakan beragam strategi penyelesaian
masalah.
2. Memberikan beragam contoh atau pernyataan
terkait konsep atau situasi matematis tertentu.
Original
(Orisinal)

1. Menggunakan strategi yang bersifat baru, unik,
atau tidak biasa untuk menyelesaikan masalah.
2. Memberikan contoh atau pernyataan yang
bersifat baru, unik, atau tidak biasa.

Menurut Johnson dalam Yadi, berpikir kreatif merupakan sebuah
kebiasaan dari pikiran yang dilatih dengan memperhatikan intuisi, menghidupkan
imajinasi, mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan baru, membuka sudut
pandang yang menakjubkan, dan membangkitkan ide-ide yang tidak terduga.
17

Intuisi bisa membisikan kepada kita untuk memecahkan sebuah soal matematika
dengan cara yang berbeda, atau menyelidiki sebuah proyek dari sudut pandang
yang tidak biasa. Sehingga proses berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental
yang digunakan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban pada suatu
masalah, dan membangkitkan ide atau gagasan yang baru.

16
Noordiana Ulfa, Ibid, h. 18
17
Yadi Jayadipura, Loc.Cit.
9



Yadi dalam jurnalnya memberikan beberapa contoh persoalan untuk
mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa, diantaranya :
18

Contoh 1 tugas berpikir kreatif matematik SMP
Buatlah 2 buah bangun datar lain yang luasnya sama dengan persegi
panjang pada gambar berikut !





Penyelesaian :
Jika siswa menggambar persegipanjang lagi, maka tingkat berpikir
kreatifnya rendah, jika siswa dengan tingkat berpikir kreatif tinggi, maka mereka
akan menggambar bangun datar yang lain, misalnya trapesium, layang-layang,
dan lain-lain.
Contoh 2 tugas berpikir kreatif matematik SMP
Ali dan Joko melakukan perjalanan dari kota A ke kota B. Mereka
berangkat pada saat yang sama dan melalui jalan yang sama. Ali menempuh
separuh jarak perjalanannya dengan kecepatan V
1
dan separuh jarak
berikutnya dengan kecepatan V
2
. Sedangkan Joko menempuh separuh waktu
perjalanannya dengan kecepatan V
1
dan separuh waktu berikutnya dengan
kecepatan V
2
. Siapakah yang lebih dahulu sampai ke kota B? Gunakan
beberapa cara untuk menjelaskan jawabanmu !
Penyelesaian : Strategi pertama adalah dengan penalaran.
Dalam hal ini terdapat dua kemungkinan nilai V
1
dan V
2
. Kemungkinan
pertama adalah V
1
> V
2
. Jika Ali menempuh separuh waktu perjalanan dengan
kecepatan V
1
dan separuh waktu berikutnya dengan kecepatan V
2
, maka selama
paruh waktu pertama perjalanananya, ia menempuh lebih dari separuh jarak
perjalanannya. Jadi, dalam waktu yang sama, yakni separuh waktu perjalanan
Ali, jarak yang ditempuh Ali lebih jauh daripada jarak yang ditempuh Joko.
Dengan kata lain, jarak yang masih harus ditempuh Ali untuk sampai ke B lebih
dekat daripada jarak yang harus ditempuh Joko untuk sampai ke kota B.
Karena selanjutnya mereka berdua melakukan perjalanan dengan kecepatan sama,
yaitu V
2
, maka Ali akan sampai lebih dahulu ke kota B daripada Joko.
Kemungkinan kedua adalah V
1
< V
2
. Dengan penalaran serupa, dapat disimpulkan
bahwa Joko akan lebih dahulu sampai ke kota B daripada Ali.
Strategi kedua adalah dengan skema.
Joko
Ali



18
Yadi Jayadipura, Loc.Cit.
9 cm
6 cm
V
1
V
2

10



Dari ilustrasi di atas, tampak bahwa jika V
1
> V
2
, maka Ali akan sampai
lebih dahulu ke kota B daripada Joko. Sebaliknya jika V
1
< V
2
dengan
memodifikasi ilustrasi tersebut, dapat ditunjukkan bahwa Joko akan lebih dulu
sampai ke kota B daripada Ali.

Strategi ketiga adalah dengan grafik.
Situasi pada soal dapat disajikan dalam grafik berikut.

Pada grafik di atas, sumbu mendatar menyatakan waktu (t) dan sumbu
tegak menyatakan jarak (s). Dari grafik di atas, jika V
1
> V
2
, maka Ali akan
sampai lebih dahulu ke kota B daripada Joko. Dengan memodifikasi grafik di
atas, dapat disimpulkan sebaliknya, yakni Joko lebih dahulu sampai ke kota B
daripada Ali.

Contoh 3 tugas berpikir kreatif matematik SMA
Tentukan beberapa cara untuk menentukan sumbu simetri grafik fungsi
kuadrat
f(x) = x
2
+ 4x !
penyelesaian :
Cara menentukan sumbu simetri grafik fungsi kuadrat antara lain :
1. Dengan membuat grafik fungsi

X -5 -4 -3 -2 -1 0 1
F(X) 5 0 -3 -4 -3 0 5
(X, F(X)) (-5,5) (-4,0)
(-3,-
3)
(-2,-
4)
(-1,-
3)
(0,0) (1,5)

11





Dari grafik di atas nampak bahwa persamaan sumbu simetri fungsi : X = -2

2. Dengan menentukan akar-akar persamaan kuadrat

( )
( )

Karena akar-akar persamaannya -4 dan 0, maka persamaan sumbu
simetri fungsi tersebut adalah :


3. Dengan menggunakan rumus persamaan sumbu simetri fungsi yaitu :

, karena a=1 dan b=4




Contoh 5 tugas berpikir kreatif matematik SMA
Fungsi kuadrat f mempunyai sumbu simetri garis x = 2 dan
mempunyai titik balik maksimum. Tentukan dua buah titik yang mesti diketahui
supaya dapat diperoleh tepat sebuah rumus fungsi kuadrat f !
penyelesaian :
Persamaan umum fungsi kuadrat f adalah ()


persamaan sumbu simetrinya

karena f mempunyai titik balik


maksimum maka a < 0, misalka a = -1, maka b = -4, sehingga rumus fungsi f
menjadi ()


Dari persamaan ()

, kita bisa mengambil dua titik


sebarang sedemikian hingga diperoleh tepat sebuah rumus fungsi kuadrat f.
Misalka (0,0) dan (-4,0)


Kreativitas menurut Julius Candra, suatu proses berpikir yang banyak
menggunakan imajinasi, efisiensi, dan praktis. Contoh persoalan yang
menunjukan peran penggunaan daya pembayang atau imajinasi, diantaranya:
19



19
Julius Candra, Op. Cit, h.29-31
-6
-4
-2
0
2
4
6
-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2
12



Contoh 1 : Keping Mata Uang
Terlihat di atas 6 keping mata uang, dengan susunan berderet seperti ini. Anda
diminta untuk : Memindahkan satu keeping saja untuk membentuk dua deret yang
terdiri dari 4 keping, baik secara horizontal maupun vertical.
Langkah apa yang Anda tempuh ?


Penyelesaian :
Sebagai langkah yang kena untuk persoalan keeping mata uang itu,
pindahkanlah mata uang yang paling atas dan tumpukanlah pada mata uang yang
di tengah. Terjadilah dua deret yang terdiri dari 4 kepingan, baik horizontal
maupun vertical. Imajinasi memungkinkan kita menumpukan dua mata uang
sebagai jalan keluarnya- langkah ini tidak dilarang.


Contoh 2 : Kasus pembagian kue

Bagaimana membagi kue ini menjadi 8 potongan dengan hanya tiga kali irisan
pisau ? kali ini Anda tidak boleh memotongnya separuh lalu menumpukkan dua
paruhan itu untuk dipotong sekaligus.

13



Jawabannya adalah :
Pertama, potong melingkar di dalam lingkaran kue yang merupakan irisan A.
kemudian dilanjutkan dengan irisan lurus B dan C. Hitunglah jumlah potongan
yang dihasilkan. Ada delapan. (Tidak diharuskan untuk sama besar potongannya.
Juga tidak dilarang untuk memotong melingkar.)


Upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik
dengan menciptakan pembelajaran matematika yang inovatif, melibatkan aspek
kognitif, afektif dan psikomotor. Agar dapat lebih mengoptimalkan kemampuan
berpikir kreatif matematik siswa, guru dapat merancang proses pembelajaran yang
melibatkan siswa secara aktif.
20
Guru melibatkan aktifitas aktif siswa selama
proses belajar mengajar dan menciptakan materi ajar yang memiliki pertanyaan
divergen. Alternatif solusi yang dapat mengatasi permasalahan dalam pendidikan
matematika ini adalah dengan meningkatkan baik kuantitas maupun kualitas
pembelajaran sehingga siswa dalam belajar lebih terfasilitasi. Dalam pembelajaran
diharapkan siswa tidak hanya menghapal rumus dan mengerjakan latihan saja,
akan tetapi siswa dituntut dan dibiasakan untuk memahami konsep dan
membangun pemahamannya sendiri, siswa kreatif dalam mencari alternatif solusi
pemecahan masalah, siswa juga harus mampu menerapkan matematika untuk
memecahkan masalah yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

20
Hamdan Sugilar, Jurnal (Online) : Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan
Disposisi Matematik Siswa Madrasah Tsanawiyah Melalui Pembelajaran Generatif, diunduh di : ,
http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/infinity/article/view/32, 18 Juni 2014



14

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
1. Kreativitas merupakan kemampuan untuk mengungkapkan hubungan-
hubungan baru, melihat suatu masalah dari sudut pandang baru, serta
membentuk kombinasi baru dari beberapa konsep yang sudah
dikuasainya sebelumnya, bersifat praktis, serta memunculkan solusi
yang tidak bisanya tetapi berguna.
2. Kemampuan berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental yang
digunakan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban pada suatu
masalah, dan membangkitkan ide atau gagasan yang baru.
3. Kreativitas dalam matematika merupakan kemampuan untuk
menganalisis masalah yang diberikan dalam berbagai cara, mengamati
pola, melihat persamaan dan perbedaannya, menghasilkan berbagai ide,
dan memutuskan metode yang tepat untuk menjawab permasalahan
matematika yang tidak biasa.
4. Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kemampuan yang
perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika sehingga siswa
dapat memecahkan masalah matematis dengan menggunakan berbagai
cara yang menghasilkan banyak gagasan dan jawaban. Dimana
kemampuan tersebut dapat diukur dari aspek-aspek berpikir kreatif
matematis, yakni: kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas.

B. Saran
Pembaca diharapkan mengerti dan memahami semua yang berkaitan
dengan kemampuan berpikir kreatif matematis yang merupakan salah satu tujuan
pembelajaran matematika sekolah.




15

DAFTAR PUSTAKA


____, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Ali, Mohammad. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi
Aksara. 2009.
Chandra, Julius. Kreativitas: Bagaimana Menanami, Membangun dan
Mengembangkannya. Yogyakarta: Kanisius. 1994.

Jayadipura, Yadi. Jurnal (Online): Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif
Matematis. Diunduh di
http://www.slideshare.net/jayadipura/kemampuan-berpikir-kritis-dan-
kreatif-matematis, 18 Juni 2014.

Munandar, Utami. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah Petunjuk
bagi Para Guru dan Orangtua. Jakarta: PT. Gramedia. 1987.

Siswono, T.Y.E. Jurnal (Online) : Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
Siswa Melalui Pemecahan Masalah Tipe Whats Another Way.
Diunduh di :
http://tatagyes.files.wordpress.com/2009/11/paper07_jurnalpgriyogja.pdf,
18 Juni 2014.

Sugilar, Hamdan. Jurnal (Online) : Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
dan Disposisi Matematik Siswa Madrasa Tsanawiyah Melalui
Pembelajaran Generatif. Diunduh di : http://e-
journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/infinity/article/view/32,18-06-2014

Ulfa, Noordiana. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika : Pengaruh Model
Pembelajaran Anchored Instruction terhadap kemampuan Berpikir
Kreatif Siswa Sekolah Dasar. FITK UIN: tidak diterbitkan, 2011.