Anda di halaman 1dari 6

Anatomi Organ Pencernaan

oleh Liana Srisawitri, 0906554346


Organ-organ dari sistem pencernaan terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus,
dan usus besar.

Organ-Organ Pencernaan
Mulut 1,2
Mulut tersusun oleh pipi, palatum keras, palatum lunak, dan lidah. Pipi menyusun dinding lateral
dari rongga mulut. Di bagian luar, pipi dilapisi oleh kulit, sedangkan di bagian dalam pipi
dilapisi oleh membran mukosa. Di antara kulit dan membran mukosa dari pipi terletak otot
buccinator dan jaringan ikat. Bagian dari mulut dibagi menjadi dua, yaitu vestibulum oris dan
cavitas oris propria. Vestibulum oris adalah suatu ruang yang dibatasi oleh palatum, dua pertiga
lidah, dan gusi. Cavitas oris propria adalah daerah yang dibatasi oleh gigi, pipi, dan bibir.
Palatum adalah suatu dinding septum yang membatasi rongga mulut dan rongga hidung serta
membentuk atap mulut. Palatum terdiri dari dua bagian, yaitu palatum keras (palatum durum) di
bagian anterior dan palatum lunak (palatum molle) di bagian posterior. Uvula adalah suatu
tonjolan otot yang bergantung di ujung bagian tengah palatum molle. Lidah terdiri dari otot
rangka yang dilapisi oleh membran mukosa. Batas sebelah bawah lidah adalah tulang hyoid,
processus styloideus dari tulang temporal, dan mandibula. Otot-otot ekstrinsik lidah berorigo
pada lidah dan berinsersi di jaringan ikat pada lidah. Otot-otot tersebut antara lain hyoglossus,
genioglossus, dan styloglossus. Otot intrinsik lidah berinsersi dan berorigo di jaringan ikat pada
lidah.

Mulut dan Bagian-Bagiannya

Otot-Otot Lidah
Faring 1,2
Faring merupakan suatu tabung yang membentang dari palatum molle hingga batas superior
epiglotis. Faring terdiri dari otot rangka dan membran mukosa. Faring terbagi menjadi tiga
bagian, yaitu nasofaring, orofaring, dan laringofaring. Nasofaring hanya berfungsi pada respirasi,
sedangkan orofaring dan laringofaring berfungsi pada respirasi dan juga pencernaan. Arcus
palatoglossus adalah lipatan membran mukosa yang menutupi m.palatoglossus. Daerah antara
arcus palatoglossus disebut isthmus faucium. Arcus palatopharyngeum adalah lipatan membran
mukosa pada dinding lateral orofaring yang menutupi m.palatopharyngeus.

Faring dan Bagian-Bagian di Sekitarnya


Esofagus 1,2
Esofagus adalah suatu tabung otot berpanjang sekitar 25 cm yang terletak di sebelah posterior
trakea. Esofagus bermula dari ujung inferior dari laringofaring dan melewati mediastinum
anterior menuju kolumna vertebralis. Esofagus menembus diafragma melalui suatu bukaan yang
disebut hiatus esofagus dan berakhir pada bagian superior lambung. Berdasarkan letaknya
esofagus dibagi menjadi bagian-bagian: cervical, thoracal, abdominal.
Lambung 1,2
Lambung adalah pembesaran dari saluran pencernaan yang berbentuk huruf J, terletak pada
regio epigastrica, umbilicalis, dan hypochondrica sinistra. Lambung menghubungkan esofagus
dengan duodenum. Lambung memiliki empat bagian utama: cardia, fundus, corpus, dan pylorus.
Cardia mengelilingi bukaan superior pada lambung. Bagian yang membulat di superior sinistra
dari cardia adalah fundus. Di bawah fundus terdapat bagian pusat dari lambung yang berukuran
besar, yaitu corpus. Bagian dari lambung yang berhubungan dengan duodenum adalah pylorus.
Pylorus memiliki dua bagian, yaitu antrum pyloricum yang berhubungan dengan corpus dan
canal pyloricum yang berhubungan dengan duodenum. Pada bagian canal pyloricum terdapat
sfingter pylorus yang berfungsi mengatur pencernaan. Bagian medial dari lambung yang
berbentuk cekung disebut kurvatura minor dan bagian lateral yang cekung dari lambung disebut
kurvatura mayor. Incisura cardiaca adalah
Usus Halus (Intestinum Tenue) 1,2
Usus halus adalah tempat sebagian besar pencernaan dan penyerapan berlangsung. Usus halus
terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Duodenum, bagian yang terpendek,
terletak retroperitonial. Duodenum bermula dari sfingter pylorus dan memiliki panjang sekitar 25

cm. Duodenum berarti 12 karena memiliki panjang sepanjang dua belas jari. Jejunum memiliki
panjang sekitar 1 meter. Jejunum berarti kosong karena bagian ini kosong pada orang
meninggal. Ileum berpanjang sekitar 2 meter dan berhubungan dengan usus besar melalui
sfingter iliocecal.

Lambung Dilihat dari Anterior


Duodenum terletak pada regio epigastrium dan umbilicale, terletak retroperitonea dan
mengelilingi caput pancreas. Duodenum difiksasi ke hepar oleh lig. hepatoduodenale. Ada tiga
flexura yang terdapat pada duodenum: flexura duodenalis superior, flexura duodenalis inferior,
dan flexura duodenojejunal. Pada flexura duodenojejunal terdapat ligamentum Treitz yang
merupakan batas dari saluran pencernaan bagian atas. Duodenum terbagi menjadi empat bagian,
yaitu pars superior, pars descendens, pars horizontal/ inferior, dan pars ascendens. Di bagian
dalam duodenum terdapat papilla duodenalis major dan minor.
Jejunum adalah dua perlima bagian dari jejunum-ileum dan terletak pada kuadran kiri atas,
sedangkan ileum adalah tiga perlima bagian jejunum-ileum dan berada di kuadran kanan bawah.
Lumen jejunum berukurann sedikit lebih besar dari ileum. Dinding jejunum lebih tebal dan
vaskular daripada dinding ileum.
Usus Besar (Intestinum Crassum) 1,2
Usus besar memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan memiliki diameter sekitar 6,5 cm. Usus besar
menempel pada bagian posterior abdomen melalui mesokolon yang merupakan dua lapis
peritoneum. Usus besar terdiri dari empat bagian, yaitu caecum, colon, rectum, dan anus.
Perbatasan ileum dengan usus besar disokong oleh sfingter iliocecal. Caecum terletak di bawah
sfingter iliocecal, berupa kantung kecil sepanjang kurang lebih 6 cm. Pada caecum terdapat usus
buntu/ appendix/ appendix vermiformis, suatu tabung melingkar dan memilin berpanjang sekitar

8 cm. Appendix dihubungkan dengan caecum pada dinding posteromedial, 2 cm inferior dari
sfingter iliocecal. Mesenterium dari appendix, mesoappendix, menghubungkan appendix dengan
bagian inferior dari mesenterium ileum.

Usus Halus, Usus Besar, dan Lambung


Ujung dari caecum berhubungan dengan colon, suatu tabung panjang yang dibagi menjadi empat
bagian: ascendens, transversum, decendens, dan sigmoid. Colon ascendens dan descendens
terletak retroperitoneal, sisanya terletak intraperitoneal. Sesuai namanya, colon ascendens naik
pada abdomen sebelah kanan, mencapai permukaan inferior dari hati, dan berbelok ke kiri
membentuk flexura coli dextra (flexura hepatica). Lalu colon terus menyeberangi abdomen
menuju sisi kiri sebagai colon transversum yang melengkung di bawah ujung inferior dari limpa
(flexura coli sinistra/ flexura lienalis). Kemudian colon turun hingga setinggi crista iliaca sebagai
colon descendens. Colon sigmoid dimulai di dekat crista iliaca kiri ke arah medial dan berakhir
sebagai rectum kurang lebih setinggi VSIII.

Permukaan Anterior Usus Besar

Rectum, 20 cm terakhir dari saluran pencernaan, terletak di anterior sacrum dan coccix. Rectum
terletak retroperitoneal, memiliki lipatan mukosa yang menghilang saat distensi. Rectum
memiliki plicae transversalis superior, medial, dan inferior. Sepertiga superior rectum seluruhnya
tertutup peritoneum. Sepertiga medialnya tertutup peritoneum di bagian anterior. Sepertiga
distalnya tidak tertutup peritoneum. Pelebaran rectum di bagian distal disebut ampula recti.
Bagian usus besar berikutnya adalah canalis analis. Daerah internal canalis analis terdiri dari tiga
bagian: superior, medial, dan inferior. Bagian superior canalis analis terdiri dari columna analis,
sinus analis, dan linea pectinata. Membran mukosa pada canalis analis berbentuk lipatan
longitudinal bernama columna analis yang berisi arteri dan vena. Batas eksterior canalis analis,
anus, dilengkapi dengan sfingter analis internal yang merupakan otot polos dan sfingter analis
eksternal yang merupakan otot rangka.

Rectum dan Canalis Analis


DAFTAR PUSTAKA
1

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy and physiology. 12th ed. Hobokan: John Wiley
& Sons; 2009. p. 928-960.
2

Furqonita D, Sasanthy K. Anatomi sistem pencernaan. Jakarta: Departemen Anatomi FKUI;


2011.