Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

PENDAHULUAN

Di dalam praktek manajemen pemasaran dikenal adanya istilah STP atau


singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning. Di mana untuk mencapai
hasil pemasaran yang sangat optimal, terlebih dahulu dapat melakukan segmentasi
pasar atas produk yang akan di jual. Jantung pemasaran strategis modern dapat
dijelaskan sebagai pemasaran STP namun para penjual tidak selalu harus berpegang
pandangan ini dalam strategis pemasaran. Segmentasi pasar pada intinya membagi
potensi pasar menjadi bagian-bagian tertentu; bisa berdasar pembagian demografis;
berdasar kelas ekonomi dan pendidikan ataupun juga berdasar gaya hidup
(psikografis).
Pembagian segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial
ekonomi. Contohnya, pembagain yang sering dilakukan adalah membagi lapisan
pasar menjadi empat kelas: misal kelas C (kelas ekonomi rendah), kelas B
(menengah), dan kelas AB (menengah atas) dan kelas A (golongan atas). Setelah
segmentasi atas produk telah ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah melakukan
targeting atau membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi
pasar. Dalam hal ini tentu saja di dalam serangkaian program pemasaran yang harus
dilakukan sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tujukan.
Selain targeting, maka langkah berikutnya adalah melakukan positioning
produk. Langkah ini artinya adalah menciptpakan keunikan posisi produk dalam
benak atau persepsi pelanggan potensial yang akan dibidik. Positioning yang pas ini
menjadi sangat penting, sebab dengan begitu mereka bisa meraih simpati dalam
benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini bisa mendorong mereka untuk melakukan
pembelian produk yang ditawarkan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Strategi Pemasaran
Pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:45) yaitu Marketing is
societal process by which individual and group obtain that they need and want
through creating, offering, and freely exchanging product and services of value
and other. Pemasaran dalam suatu perusahaan menghasilkan kepuasan pelanggan
serta kesejahteraan konsumen dalam jangka panjang sebagai kunci untuk
memperoleh profit. Pemasaran memberi perhatian padahubungan timbal balik
yang dinamis antara produk dan jasa perusahaan, keinginan dan kebutuhan
pelanggan serta kegiatan-kegiatan pesaing.
Menurut Tull dan Kahle dalam Fandy Tjiptono (2008:6): Strategi
pemasaran merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai
tujuan

perusahaan

dengan

mengembangkan

keunggulan

bersaing

yang

berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang


digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.
Menurut Kotler & Keller (2009:292) Semua strategi pemasaran dibuat
berdasarkan STP yaitu segmentation (segmentasi), targeting (pembidikan), dan
positioning (penetapan posisi).

1.

Segmenting
Segmentasi pasar adalah proses mengelompokan pasar keseluruhan yang
heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki
kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, prilaku dan respon terhadap
program-program pemasaran spesifik. Menurut Fandy Tjiptono (2008:211)

Segmentasi pasar adalah merupakan konsep yang mendasari strategi


pemasaran perusahaan dan pengalikasian sumber daya yang harus dilakukan
dalam rangka mengimplementasikan program pemasaran. Variabel yang
digunakan diantaranya demografis, psikolografis, prilaku, pengambilan
keputusan dan pola media.
Segmen pasar atau market segments adalah kelompok orang atau kelompok
organisasi yang memiliki kesamaan karakteristik sehingga mereka juga
memiliki kebutuhan produk dan jasa yang sama. Segmen pasar yang ideal
harus memenuhi semua kriteria.Suatu segmen harus dapat dibedakan dari
segmen-segmen lainnya. Kebutuhan customer yang ada di dalam satu
segmen harus sama.
Customer di dalam satu segmen akan merespon suatu stimulus pasar dengan
cara yang sama. Customer di dalam satu segmen dapat ditembus dengan
suatu intervensi pasar. Tujuan perusahaan melakukan segmentasi pasar
adalah untuk mengelompokkan customer yang memiliki karakteristik,
perilaku, dan kebutuhan yang sama, sehingga mereka akan ditawari produk
dengan harga, metode distribusi, dan metode promosi yang berbeda antara
segmen pasar yang satu dengan segmen pasar lainnya.Pada saat yang sama
segmentasi merupakan ilmu untuk memandang pasar berdasarkan variabel
geografis (lokasi), demografis (seperti umur,latar belakang , status
perkawinan, suku, agama dan kelas sosial), psikografis (seperti gaya hidup
,minat dan sikap masyarakat dalam penggunaan barang).
Dasardasar untuk mensegmentasikan pasar konsumen yaitu:

Segmentasi Geografik
Segmentasi geografik adalah membagi pasar menjadi beberapa unit
secara geografik seperti negara, regional, negara bagian, kota atau
komplek perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk
beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau

beroperasi disemua wilayah tetapi lebih memperhatikan perbedaan


kebutuhan dan keinginan yang dijumpai. Banyak perusahaan dewasa ini
meregionalkan progam pemasaran mereka, melokalkan produk, iklan,
promosi, dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masing
masing wilayah.

Segmentasi Demografik
Segmetasi demografik adalah suatu proses yang membagibagi pasar
menjadi kelompokkelompok berdasarkan variabelvariabel demografi
seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga,
pendapatan,pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, agama, ras dan
kebangsaan. Variabevariabel demografis merupakan dasar yang paling
populer untuk menentukan kelompokkelompok pelanggan, karena
keinginan kebutuhan, dan tingkat pemakaian konsumen seringkali
berkaitan sangat erat dengan variabel demografis dan juga variabel
demografis lebih mudah diukur dari pada kebanyakan variabel lain.
Bahkan kalaupun segmen pasar ditetapkan dengan dasar yang lain (non
demografis ) karakteristik demografis mereka harus diketahui pula
untuk menaksir besarnya pasar sasaran dan memenuhi kebutuhan
mereka secara efisien.

Segmentasi Psikikografis
Dalam segmentasi psikikografis maka pembeli dibagi menjadi
kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan
kepribadian.

2.

Targeting
Targeting diartikan sebagai kegiatan menentukan pasar sasaran, yaitu
tindakan memilih satu atau lebih segmen untuk dilayani, Analisis targeting
adalah kegiatan mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dan

memilih segmen-segmen sasaran. Penentuan pasar sasaran (targeting)


Menurut Fandy Tjiptono (2008:232) Merupakan proses mengevaluasi dan
memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai paling menarik untuk
dilayani dengan program pemasaran spesifik pemasaran. Kriteria evaluasi
yang digunakan meliputi ukuran

dan potensi perubahan segmen,

karakteristik struktual segmen dan kesesuaian antara produk dan pasar.


Definisi umum dari targeting adalah proses memilih target market yang tepat
bagi produk dan jasa perusahaan. Philip Kotler dkk (2003) dalam bukunya
rethinking marketing, targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya
perusahaan secara efektif.Tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan
dalam mengevaluasi dan menentukan segmen yang akan ditarget, yaitu:
Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan
cukup menguntungkan bagi perusahaan.
Strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif
perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara
untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan untuk
mendominasi segmen pasar yang dipilih.
Segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi
persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi
daya tarik target segmen.

3.

Positioning
Istilah penentuan posisi (positioning) dipopulerkan pertama kali oleh Al Ries
dan Jack Trout pada tahun 1972. Strategi positioning merupakan strategi
yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan
sasaran, sehingga terbentuk citra (image) produk yang lebih unggul
dibandingkan pesaing. (Ali Hasan:2008:204).
Positioning adalah unsur ketiga dari strategi STP (Segmentation, Targeting,
dan Positioning), di mana pemasar mencoba memutuskan posisi produk di
5

pasar yang hendak disasar. Pemasar menjelaskan pada konsumen dan


mencoba menancapkannya di benak mereka tentang keunggulan produk dan
bagaimana keunikannya dibandingkan produk pesaing. Cara produk, merk,
atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relatif dibandingkan dengan
para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan.
Positioning terdiri dari 3 langkah yaitu :

Memilih konsep positioning dalam rangka memposisikan produk/


organisasi, pemasar harus dapat menentukan apa yang penting atau yang
utama bagi pasar sasaran.

Merancang

dimensi

atau

fitur

yang

paling

efektif

dalam

mengkomunikasikan posisi. Suatu posisi dapat dikomunikasikan dengan


nama merk, slogan, penampilan atau fitur produk, tempat penjualan
produk, penampilan karyawan, dan cara-cara lain.

Mengkoordinasikan komponen pemasaran untuk menyampaikan pesan


yang Konsisten

B. Langkah-Langkah Strategi Pemasaran


Langkah dalam strategi pemasaran harus memperhatikan keterkaitan antara
segmentasi, targeting dan positioning, berikut adalah ke terkaitan strategi
pemasaran:
Segmentasi
Mengidentifikasi
variabel

Targeting

segmentasi

dan segmentasi pasar


Mengembangkan
bentuk segmen yang

Mengevaluasi

Positioning

Mengidentifikasi

konsep

daya tarik masing

positioning yang mungkin

-masing segmen

bagi

Memilih segmen-

segmen sasaran

segmen sasaran

menguntungkan

masing

masing

Memilih, mengembangkan
dan

mengkomunikasikan

konsep positioning yang


dipilih

Sumber: Fandy Tjiptono (2008)


1.

Strategi Positioning
Strategi positioning merupakan salah satu dari tiga strategi pemasaran yang
terdiri dari segmenting, targeting dan positioning. Strategi positioning adalah
sebuah strategi yang berusaha menciptakan diferensiasi yang unik dalam
benak konsumen sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk yang
lebih unggul dibandingkan merek atau produk pesaing. Elemen pokok yang
terdapat pada positioning mencakup what you stand for, what you are, dan
how you would like customers to evaluate you.
a.

Konsep Positioning
Positioning adalah upaya untuk mempengaruhi pikiran konsumen
dengan penawaran perusahaan atau upaya membangun kepercayaan

dimata konsumen. Sehingga dapat dikatakan bahwa positioning


merupakan:
Tindakan merancang, menawarkan perusahaan dan gambaran untuk
menduduki suatu tempat yang membedakan di benak dari target
pasar atau suatu cara untuk menempatkan suatu produk sehingga
tertanam di dalam benak konsumen.
Positioning

adalah

kemampuan

suatu

perusahaan

untuk

mendiferensiasikan dirinya efektif dibandingkan para pesaingnya.


Positioning berhubungan dengan atribut produk dimana atribut
produk itu harus memberikan arti yang penting bagi konsumen.
Positioning adalah strategi berkomunikasi untuk memasuki jendela
konsumen agar produk memiliki arti tertentu.
b.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam positioning adalah sebagai


berikut:
Produk dan perusahaan yang baru tidak dapat bersaing langsung
dengan perusahaan yang sudah memiliki posisi yang terbentuk kuat,
mereka memiliki tempat tertinggi, posisi paling atas dalam pikiran
calon pelanggan. Positioning memberi jalan agar dapat bersaing
disekelilingnya, di bawahnya atau di atasnya, tetapi tidak secara
langsung.
Dalam penempatan, nama perusahaan atau produk adalah sesuatu
yang penting, apabila nama perusahaan kurang sesuai bagi produk
baru yang ingin di jual, ciptakan nama perusahaan baru, dan posisi
yang baru.

2. Tujuan Positioning
Adapun tujuan positioning menurut Ali hasan (2008:201) adalah sebagai
berikut:
a. Untuk menempatkan atau memosisikan produk di pasar sehingga produk
tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek pesaing.
8

b. Untuk memosisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal


pokok kepada pelanggan.
c. Untuk mencapai hasil yang diharapkan seperti, pemenuhan sejauh
mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik, meminimumkan
atau membatasi terjadinya perubahan yang mendadak dalam perjalanan
dan menciptakan keyakinan pelanggan atau konsumen terhadap merek
yang ditawarkan.
3. Faktor yang mempengaruhi strategi positioning
Efektif strategi positionong dipengaruhi oleh empat faktor yaitu target pasar,
daur hidup produk, strategi unit bisins dan buaran pemasaran menurut samuel
dan ali hasan (2008:205):

Target pasar, strategi positioning akan diawali dari terget pasar


(mengestimailasi

respon pasar, merumuskan

alternatif strategi),

memperhitungkan persaingan, kinerja 9penjualan, pangsa pasar, profit)


serta tersedianya sumber daya.

Daur hidup produk: masing-masing tahapan memiliki kondisi berbeda,


memerlukan strategi positioning pemasaran yang berbeda

Strategi unit berbisnis: strategi positioning akan terikat dengan strategi


unit bisnis.

Program pemasaran: persepsi yang dibentuk melalui program marketing


mix, terutama program komunkasi pemasaran program dan perbedaan
produk.
a.

Produk: melalui keunikan atribut, jasa pengirim, merek, kemasan

b.

Distribusi: melalui keuinikan jelas, intensif, dam pola saluran

c.

Harga: melalui metode posisi relatif dan manajemen harga

d.

Periklanan: melalui keunikan pesan, format, desain, strategi, kreatif,


sasarn audiens.

BAB III
PEMBAHASAN

1.

Rencana Organisasi
a. Visi dan Misi
Visi
Pelayanan kesehatan masyarakat dengan sentuhan kasih
Misi
Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien/ masyarakat, pelanggan,
yang dilaksanakan berasaskan kemanusiaan yang berdasarkan KeTuhanan
Yang Maha Esa dalam upaya pembangunan dan peningkatan derajat
kesehatan yang optimal.
b. Gambaran Singkat Bisnis
Apotek UTA Medika Farma yang akan didirikan di jalan Cempaka putih raya
nomor 39 merupakan pengembangan dari sarana pelayanan kesehatan yang
telah didirikan sebelumnya sebagai klinik dokter jaga 24 jam. Pelayanan
kefarmasian yang akan diberikan oleh apotek UTA Medika Farma ini antara
lain pelayanan konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring dalam hal
penggunaan obat, penyediaan obat-obatan, delivery service, dan penyediaan
praktek dokter spesialis. Apotek UTA Medika Farma melayani permintaan
obat resep dan obat bebas bagi semua kelompok masyarakat.
c. Bentuk Bisnis
Kepemilikan Apotek UTA Medika Farma dalam bentuk saham yang dipegang
oleh........................ (50%) dan ........................ (50%). Sedangkan Apoteker
Penanggung jawab Apotek UTA Medika Farma adalah Yusep Aminullah, S.
Farm., Apt.

10

d. Produk
Produk yang akan diberikan oleh Apotek UTA Medika Farma adalah produk
farmasi dan jasa pelayanan kefarmasian. Kedua produk tersebut dikemas
dalam sistem pelayanan yang terpadu dan profesional:

Produk farmasi
Produk yang disediakan berupa obat yang termasuk ke dalam obat wajib
apotek, obat narkotika dan psikotropika, obat etikal (obat dengan resep
dokter), obat bebas terbatas dan obat bebas.

Jasa pelayanan kefarmasian


Apotek UTA Medika Farma memberikan jasa pelayanan kefarmasian
berupa konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring dalam hal
penggunaan obat, penyediaan obat-obatan, dan delivery service .Sistem
pelayanan di Apotek UTA Medika Farma merupakan sistem pelayanan
yang berorientasi pada kepuasan konsumen dengan cara memberikan
lingkungan (baik tempat, fasilitas maupun personel) apotek yang kondusif
bagi kenyamanan konsumen, pelayanan yang cepat, serta berusaha
menjaga hubungan baik yang berkelanjutan dengan konsumen.

e. Analisis SWOT
1. Kekuatan (Strength)
o Adanya konsultasi, informasi, edukasi dan monitoring bagi konsumen.
o Tenaga profesional yang kompeten.
o Sistem manajemen dan komputerisasi yang baik.
o Kondisi bangunan baru dan telah diset untuk dokter spesialis dan alatalat kesehatan penunjang
o Pemilik sarana apotek adalah seorang apoteker sehingga bisa
menerapkan pharmaceutical care dengan baik.
2. Kelemahan (Weakness)
Modal yang terbatas.

11

PSA dan Apoteker yang kurang berpengalaman.


3. Peluang (Opportunity)
Lokasi di daerah yang berkembang pesat
Dengan bangunan yang baru, bisa mendapatkan segmen masyarakat
minimal golongan menengah
Dokter spesialis anak telah siap
4. Ancaman (Threat)
Kemungkinan munculnya kompetitor di sekitar lokasi.

12

2.

Manajemen Apotek
a. Manajemen
Apotek UTA Medika Farma adalah suatu usaha yang dimiliki oleh 2
orang. Apotek ini menaruh perhatian besar terhadap pelayanan kefarmasian
yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi, dan monitoring
terhadap pasien. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin penggunaan obat
yang rasional dan aman sehingga diharapkan Apotek UTA Medika Farma ini
dapat menjadi apotek kepercayaan bagi semua kalangan masyarakat. Untuk
memenuhi tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaannya diperlukan:
1. Keterlibatan langsung apoteker dalam pelayanan kefarmasian dari mulai
pengadaan obat, pemberian informasi, konsultasi, edukasi maupun
monitoring penggunaan obat
2. Informasi obat yang tepat dan jelas kepada pasien
3. Penyediaan buku-buku kesehatan
4. Monitoring penggunaan obat untuk kasus tertentu
5. Mengadakan fasilitas data base pasien dan data pengggunaan obat
6. Staf yang ramah dengan pelayanan berkualitas
7. Ruangan dan suasana apotek yang nyaman
Apotek UTA Medika Farma ini dibuka tiap hari senin sampai sabtu
selama 25 hari dalam tiap bulan dari mulai pukul 09.00-21.00, oleh sebab itu
dilakukan pembagian jam kerja menjadi 2 shift yaitu shift pagi (09.00-15.00)
dan shift sore (15.00-21.00). Dalam menjalankan usaha ini, diperlukan
sejumlah karyawan dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Apoteker penanggung jawab apotek (APA): sejumlah satu orang yang
memiliki kemampuan dalam hal manajemen perapotekan yang mencakup
manajemen personel, administrasi, keuangan, produk dan penguasaan
informasi obat.
2. Apoteker pendamping: sejumlah satu orang dengan pembagian tugas
berdasarkan shift yang ditentukan
13

3. Asisten apoteker: sejumlah dua orang yang merupakan lulusan SMF


dengan pengalaman minimal satu tahun dan memiliki kemampuan teknis
dalam penyiapan dan peracikan obat
4. Tenaga administrasi: sejumlah satu orang yang merupakan lulusan
minimal Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat dan memiliki
kemampuan dalam bidang administrasi dan keuangan seperti menjadi
kasir dan sebagai biro rumah tangga.
Pada pembukaan apotek UTA Medika Farma di 6 bulan pertama,
hanya diperlukan APA dan satu asisten apoteker, karena diperkirakan 6
bulan pertama pengunjung masih berniat untuk berobat ke klinik medikasari,
sehingga dapat ditangani dengan satu APA dan satu asisten apoteker. 6 bulan
selnjutnya PSA yang juga seorang apoteker menjadi apoteker pendamping
dan pembagian tugas berdasarkan waktu shift. Selanjutnya penambahan
karyawan disesuaikan dengan kemajuan yang dicapai.
b.

Deskripsi Kerja
1.

PSA/Pemilik Saham
Pemilik saham berkoordinasi dengan apoteker dalam pelaksanaan
operasional

dan

program-program

apotek

terutama

dalam

hal

penyediaan modal.
2.

Apoteker penanggung jawab apotek


APA berkoordinasi dengan pemilik saham dan apoteker pendamping
mermiliki wewenang penuh dalam pengelolaan apotek, memiliki tugas
melaksanankan tanggungjawab profesional kefarmasian di apotek, yang
mencakup:

Pengelolaan perbekalan kesehatan dan mengontrol persediaan


barang

Administrasi keuangan

14

Meneriama resep dari pasien dan memberikannya secara langsung


disertai dengan pemberian informasi obat

Memberikan

layanan

kefarmasian

berupa

informasi

obat,

konsultasi, edukasi dan monitoring penggunaan obat kepada pasien

Mengawasi dan mengontrol kinerja semua karyawan apotek

3. Apoteker Pendamping
Apoteker pendamping memiliki tugas yaitu menggantikan tugas APA
apabila berhalangan hadir, yaitu dalam hal penerimaan resep dan
pemberian obat, memberikan layanan informasi, konseling, edukasi dan
monitoring obat serta mengontrol dan mengawasi kinerja bawahannya.
4. Asisten Apoteker
Asisten apoteker bertugas membantu APA dan Apoteker pendamping
dalam peracikan resep dan penyediaan obat ke pasien, bertanggung
jawab juga terhadap terpeliharanya sarana dan prasarana apotek.
5. Tenaga Administrasi
Tenaga administrasi bertugas melaksanakan kegiatan operasional apotek
seharihari, termasuk kasir dan membantu delivery service ke konsumen
serta bertanggung jawab terhadap terpeliharanya sarana dan prasarana
apotek.

15

3.

Rencana Pemasaran
a. Tinjauan dan Tujuan
1. Tinjauan
Apotek UTA Medika Farma memegang peranan yang sangat penting
dalam permulaan, keberlangsungan dan masa depan suatu bisnis.
Rencana pemasaran mencakup potensi pasar, segmentasi, targeting,
positioning, peluang pasar, dan strategi promosi apotek.
2. Tujuan
Tujuan dikembangkannya rencana pemasaran adalah :
Mengetahui potensi dan peluang pasar yang dapat dicapai oleh Apotek
UTA Medika Farma, melalui metode analisis lokasi.
Mensegmentasi pasar berdasarkan variabel demografi.
Mengoptimalkan pasar dengan cara menetapkan target market dan
mengetahui pelanggan yang potensial.
Membangun image yang kuat di masyarakat bahwa Apotek UTA
Medika Farma merupakan apotek dengan pelayanan pharmaceutical
care yang baik. Sehingga mampu memberikan perhatian dan
pelayanan yang lebih baik kepada kesehatan masyarakat.
Mengetahui strategi promosi yang paling efektif bagi Apotek UTA
Medika Farma.
b. Analisis Pasar
1. Potensi pasar
Apotek UTA Medika Farma terletak di jalan Cempaka Putih Raya nomor
39 Kelurahan Cempaka putih raya, Kecamatan Cempaka putih, Jakarta
Pusat. Lokasi ini dianggap strategis untuk dijadikan apotek dengan
pertimbangan-pertimbangan berikut :
Dekat dengan perumahan,
Tidak jauh dari rumah sakit, kurang lebih 100 meter dari apotek.
Terletak di pinggir jalan yang sering di lewati kendaraan.
16

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, dapat disimpulkan


bahwa lokasi apotek cukup strategis, dan secara keseluruhan dapat
ditentukan target market yang potensial bagi apotek tersebut adalah :

Penduduk pemukiman sekitar lokasi

Pasien-pasien dari sarana kesehatan umum seperti dokter-dokter yang


berpraktek di sekitar lokasi dan puskesmas.

Masyarakat non penduduk yang melintas disekitar lokasi.

2. Segmentasi
Lokasi apotek berada di kelurahan Cempaka Putih. Segmentasi pasar
dilakukan berdasarkan data demografi penduduk yang meliputi
pembagian berdasarkan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Kelurahan
Cempaka Putih memiliki jumlah penduduk total 6727 jiwa, dengan
segmentasi sebagai berikut:
a. Berdasarkan Jenis Kelamin

Laki-laki : 3392 jiwa

Perempuan : 3335 jiwa

b. Berdasarkan usia

0-3 Tahun : 493 jiwa

4- 6 tahun : 489 jiwa

7-12 Tahun : 564 jiwa

13-15 tahun : 681 jiwa

16-18 tahun : 486 jiwa

> 19 tahun : 4016 jiwa

c. Berdasarkan pekerjaan

PNS : 372 jiwa

TNI/POLRI : 241 jiwa

Pegawai swasta : 603 Jiwa

17

BAB IV
PENUTUP

1.

Pemasaran sasaran memerlukan 3 langkah utama yaitu:


a.

Segmentasi pasar (Segmenting) yaitu tindakan membagi suatu pasar menjadi


kelompokkelompok

pembeli

yang

berbedabeda

yang

mungkin

membutuhkan produkproduk dan atau kombinasi pemasaran yang terpisah.


b.

Penentuan pasar sasaran (Targeting) yaitu suatu tindakan mengevaluasi


keaktifan daya tarik setiap segmen pasar dan memilih salah satu atau lebih
dari segmen pasar tersebut untuk dimasuki.

c.

Peenempatan produk yaitu tindakan untuk menempatkan posisi bersaing


produk dan bauran pemasaran yang tepat pada setiap pasar sasar.

2.

Lokasi apotek UTA Medika Farma termasuk strategis karena terletak ditepi jalan
raya yang dilalui banyak sarana transportasi, dekat dengan perumahan dan rumah
sakit.

3.

Apotek UTA Medika Farma menaruh perhatian besar terhadap pelayanan


kefarmasian yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi, dan
monitoring terhadap pasien. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin
penggunaan obat yang rasional dan aman sehingga diharapkan Apotek UTA
Medika Farma ini dapat menjadi apotek kepercayaan bagi semua kalangan
masyarakat.

18

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Basu Swastha DH, MBA, 2001, Pengetian Promosi, Leader Print. Jakarta.
Fandy Tjiptono, 2008, Andi Offset, edisi II Yogyakarta.
Freddy Rangkuti, 2009, Strategi Promosi Yang Kreatif, Jakarta
Kotler, Philip, 2006, Dasar-dasar Pemasaran, Erlangga, Jakarta.
Kotler, Phillip, 2005, Manajemen Pemasaran: Analisis Perencanaan dan
Pengendalian, Erlangga, Jakarta.
Philip Kotler & Kevin Lane Keller, 2009, Manajemen pemasaran, Edisi 13 Jilid 1.
Jakarta.
Philip Kotler & Kevin Lane Keller, 2009, Manajemen pemasaran, Edisi 13 Jilid 2.
Jakarta
Stanton, William, J., 2004, Prinsip Pemasaran, Terjemahan Yohanes Lamarto,
Erlangga,: Mc Graw Hill International Book Company, Sixh Edition, Jakarta.
Stanton, William, J, 2006, Fundamental of Marketing, International Book Company,
Singapura.
Sugiyono, 2004, Metode Pengambilan Sample, Jakarta.

19