Anda di halaman 1dari 2

1.

Judul

: DEBIASING BALANCED SCORECARD EVALUATION

2. Pertanyaan Riset :
1. Apakah dalam menerapkan BSC sudah memanfaatkan ukuran unik dan ukuran
dengan baik sehingga dapat mengatasi kebimbangan informasi dalam evaluasi ?
3. Latar Belakang
Norton (1996) dan Kaplan mengamati bahwa banyak manajer perusahaan hanya
bergantung pada ukuran keuangan untuk mengevaluasi kinerja bawahan, mengabaikan
elemen-elemen kunci dalam misi strategis perusahaan. Sehingga Norton (1996) dan
Kaplan menciptakan BSC untuk memungkinkan para manajer untuk memanfaatkan
langkah-langkah strategis penting nonfinancial sebaik ukuran-ukuran keuangan.
Namun, Lipe dan Salterio (2000) menunjukkan bahwa siswa M.B.A. yang ditugaskan
bermain peran sebagai atasan yang menggunakan BSC mengabaikan ukuran-ukuran unik
untuk divisi tertentu. Atasan hanya bergantung pada item yang muncul pada scorecard
kedua divisi. Sebagian dari langkah-langkah yang termasuk dalam Scorecard, baik
ukuran unik atau khusus untuk divisi tunggal, justru diabaikan dan kebimbangan
informasi dalam ukuran-ukuran umum akan memotong potensi manfaat.
4. Tujuan dan Kegunaan
1. Untuk mengetahui apakah dalam menerapkan BSC sudah memanfaatkan ukuran
unik dan umum dengan baik sehingga dapat mengatasi kebimbangan informasi
dalam evaluasi.
5. Teori dan pengembangan hipotesis
H1: Menyajikan BSC dalam format dipisahkan akan mengakibatkan evaluasi kinerja
manajer secara menyeluruh yang mencerminkan langkah-langkah yang unik (seperti
biasa).
H2: Atasan mengevaluasi kinerja secara menyeluruh menggunakan pemisahan BSC yang
akan mempengaruhi keputusan kompensasi berikutnya.
6. Metoda Penelitian
Siswa MBA diberi sebuah kasus yang melibatkan dua Divisi WCS Incorporated,
RadWear (spesialisasi dalam pakaian remaja), dan WorkWear (mengkhususkan diri
dalam bisnis pakaian wanita). Peserta menyelesaikan dua langkah pemisahan BSC : (1)
menilai kinerja setiap manajer dengan 16 item BSC (2) penilaian individu ini dikalikan
dengan bobot sebelum ditentukan dan disimpulkan nilai tertimbang untuk membuat total.
Desain penelitian : Desain adalah 2 x 2 x 2, dengan dua faktor antar subyek (ukuran
umum dan ukuran unik) dan satu faktor antar subyek (Divisi).

Perhatian dan manipulasi cek : Secara keseluruhan, peserta menganggap kasus ini
realistis, mudah untuk dipahami, dan tidak sulit untuk diselesaikan.
7. Hasil penelitian
Dalam panel A, interaksi ukuran unik (f = 30.51, p < 0.01) maupun interaksi ukuran
umum yang hasilnya signifikan (f = 12.81, p < 0.01). Oleh karena itu memberikan bukti
bahwa ukuran unik dan umum penting dalam menjelaskan perbedaan dalam keseluruhan
nilai evaluasi. Hasil ini berbeda dari Lipe dan Salterio, yang menemukan arti penting
hanya pada ukuran-ukuran umum. Dapat disimpulkan bahwa pemisahan BSC efektif
dalam menghilangkan kebimbangan informasi untuk ukuran-ukuran umum yang
ditemukan ketika BSC digunakan untuk evaluasi kinerja secara menyeluruh.
Hipotesis kedua kami mengkaji pengaruh evaluasi kinerja pada alokasi bonus.
Model kinerja-kompensasi signifikan, f = 48.84, p < 0,0001. Nilai evaluasi manajer
secara keseluruhan signifikan (p < 0,0001). Skor mekanis agregat, termasuk sebagai
variabel kontrol, yang signifikan secara marginal (p = 0,07). Menariknya, model hanya
menjelaskan 55 persen dari perbedaan varian bonus. Dengan demikian, atasan muncul
untuk menggunakan evaluasi kinerja pemisahan BSC sebagai bagian dari modelmodel penilaian mereka untuk menetapkan bonus, tetapi mereka tidak konsisten
dalam aplikasi mereka untuk informasi kinerja evaluasi atau mereka menyesuaikan
alokasi bonus untuk faktor-faktor tambahan yang tidak termasuk dalam BSC
8. Simpulan
Penelitian ini menunjukkan metode yang efisien untuk mengurangi tuntutan kognitif
dalam Balanced Scorecard, sementara memungkinkan pengguna untuk membuat
evaluasi yang konsisten dengan semua elemen penting dari strategi dan misi perusahaan.
Hasil ini juga menunjukkan kompensasi yang diterima oleh pengambil keputusan sangat
didukung oleh nilai evaluasi kinerja keseluruhan dari BSC. Sehingga ini harus
meyakinkan karyawan di perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi pendekatan
BSC pada bonus mereka, sebenarnya didasarkan pada pesan yang dikomunikasikan oleh
manajemen.
9. Pertanyaan
1. Bagaimana cara untuk memanfaatkan ukuran unik dan umum dengan baik sehingga
dapat mengatasi kebimbangan informasi dalam evaluasi ?
2. Apakah ada pengaruh BSC terhadap keputusan kompensasi terhadap karyawan ? jika
ada bagaimana cara untuk penerapannya ?