Anda di halaman 1dari 29

Melissa L.

Thenata
406112008

Definisi
Kesadaran = keadaan sadar terhadap diri dan lingkungan,

serta berespon terhadap stimulasi eksternal dan

kebutuhan dasarnya
Komponen :
Level (kuantitatif, alertness, arousability)
Content (kualitas, awareness)

Reticular Activating System

Neurotransmiter
Neurotransmiter yang berperan dalam RAS :
Asetilkolin

Monoamin (norepinefrin, dopamin, serotonin)


GABA

Neurotransmiter

Neurotransmiter

Kesadaran Menurun
Terjadi gangguan

fungsi pada :
Korteks serebri
RAS
Interkoneksi RAS &

korteks serebri

Epidemiologi
FINAL DIAGNOSIS IN 500 PATIENTS ADMITTED TO HOSPITAL WITH COMA
Metabolic and other diffuse disorder

65%

Drug poisoning, anoxia or ischemia, hepatic encephalopathy,


encephalomyelitis and encephalitis, subarachnoid hemorrhage, endocrine
disorder, (incl. diabetes), acid-base disorders

Supratentorial mass lesions

20%

Intracerebral hematoma, subdural hematoma, cerebral infarct, brain tumor,


brain abscess, epidural hematoma, thalamic infarct

Subtentorial lesions

13%

Brainstem infarct, pontine hemorrhage, cerebellar hemorrhage, cerebellar


tumor, cerebellar infarct, cerebellar abscess

Psychiatric disorders

2%

Tingkat Kesadaran
Kesadaran Normal
Confusion

Drowsiness
Stupor

Coma

Patologi Anatomi Koma


1. Morfologik
a) Lesi struktural pada supratentorial atau infratentorial
b) Destruksi luas pada hemisfer cerebri

2. Metabolik supresi aktivitas neuronal pada serebrum


dan RAS

Patologi Anatomi Koma


3 tipe lesi yang dapat menyebabkan kerusakan pada RAS
maupun proyeksinya terhadap korteks :
1. Tipe pertama, massa berukuran

besar pada hemisfer serebri


(tumor, abses, infark edematosa

masif, ICH, SAH, SDH, EDH,


hidrosefalus obstruktif)
kompresi sekunder pada RAS

Patologi Anatomi Koma


2.

Tipe kedua, lesi destruktif pada


talamus atau mesensefalon

kerusakan neuron-neuron secara


langsung stroke batang otak
oleh oklusi A. basilaris,

perdarahan pada talamus dan


bagian atas batang otak

Patologi Anatomi Koma


3. Tipe ketiga, kerusakan bilateral luas pada korteks

akibat trauma (kontusio, diffuse axonal injury), infark /

hemoragik bilateral, ensefalitis, meningitis, hipoksia,


global iskemia

Mekanisme Metabolik penyebab


Gangguan Kesadaran
Hipoksia

Hiperkalemia

Global iskemia

Hiperammonemia

Hipoglikemia

Hiperkalsemia

Hiper / hipoosmolar

Hiperkarbia

Asidosis / alkalosis

Intoksikasi obat

Aliran Darah Otak


Neuron otak bergantung pada aliran darah otak (CBF)

serta transportasi oksigen & glukosa


CBF (mL/min/100 g)
55

Normal

25

Sinkop, gangguan kesadaran

12 15

Koma, penghentian hampir seluruh neuronal


metabolik dan fungsi sinaptik

8 10

Kematian sel neuron

Intoksikasi Obat
Sedatif

Opiat

Barbiturat

Antikolinergik

Tranquilisers

Litium

Alkohol

Psikotropika

Brain Displacement & Herniation

Perjalanan Penyakit
Onset mendadak
Progresifitas cepat
Progresifitas lambat
Didahului suatu confusion atau agitated delirium

Pemeriksaan Umum
Suhu
Pernapasan

Muntah + penurunan kesadaran mendadak & hipertensi


Tekanan darah
Nadi

Inspeksi kulit
Tanda trauma / fraktur basis cranium
Bau pernapasan

Pemeriksaan Umum
Tanda trauma / fraktur basis cranium :
Raccoon eyes

Battle sign
Hemotympanum
CSF (rhinorrhea / otorrhea)

Pemeriksaan Neurologi
GCS
Pupil
Pergerakan bola mata

Respon motorik terhadap nyeri

Diagnosis Banding
Vegetatif State
Locked-in Syndrome

Brain Death