Anda di halaman 1dari 5

A.

Judul
: BLEEDING TIME ( WAKTU PENDARAHAN )
B. Hari/ Tanggal
: Sabtu / 1 Juni 2013
C. Tujuan
: Untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan darah membeku
D. Prinsip
: Perdarahan buatan dibuat pada pembuluh darah lalu tetesan darah
diserap kertas saring setiap 30 detik. Dan dihitung waktu sampai perdarahan berhenti.
E. Metode
a. Duke
Tempat ujung kuping telinga
Alat tanpa Spignomanometer
Nilai rujukan 1-3 menit
b. Ivy
Tempat lengan bagian bawah
Menggunakan Spignomanometer
Nilai rujukan 1-7 menit
F. Dasar Teori
Waktu perdarahan adalah waktu antara terjadinya perdarahan, setelah dilakukan
penusukan yang standar pada kulit cuping telinga dan terhentinya perdarahan tersebut
secara spontan. Pembuluh kapiler yang tertusuk akan mengeluarkan darah sampai luka itu
tersumbat oleh trombosit yang menggumpal. Bila darah keluar dan menutupi luka,
terjadilah pembekuan dan fibrin yang terbentuk akan mencegah perdarahan lebih lanjut.
Setelah trombosit menumpuk pada luka, perdarahan berkurang dan tetesan darah makin
lama makin menjadi kecil. Percobaan ini terutama menilai faktor-faktor hemostasis yang
letaknya ekstravaskuler, tetapi keadaan dinding kapiler dan jumlah trombosit juga
berpengaruh.
Pembekuan darah disebut juga koagulasi darah. Faktor yang diperlukan dalam
penggumpalan

darah

adalah

membebaskan trompokinase,

garam

thrombin

kalsium

sel

yang

dari protombin dan fibrin yang

luka

yang

terbentuk

dari fibrinogen. Mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut setelah trombosit
meninggalkan

pembuluh

darah

dan

pecah,

maka

trombosit

akan

mengeluarkan tromboplastin.
Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin inilah yang
berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal. Kisaran waktu
terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan umumnya akan berakhir
dalam waktu 5 menit. Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari
volume semula dalam waktu 24 jam. Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan kalium
sitrat atau natrium sitrat yang menghilangkan garam kalsium.

Waktu perdarahan (bleeding time, BT) adalah uji laboratorium untuk menentukan
lamanya tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris.
Pemeriksaan ini mengukur hemostasis dan koagulasi. Masa perdarahan tergantung atas :
ketepatgunaan cairan jaringan dalam memacu koagulasi, fungsi pembuluh darah kapiler
dan trombosit. Pemeriksaan ini terutama mengenai trombosit, yaitu jumlah dan
kemampuan untuk adhesi pada jaringan subendotel dan membentuk agregasi.
Bleeding time adalah tes kasar hemostasis (penghentian perdarahan). Hal ini
menunjukkan seberapa baik trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk
membentuk bekuan darah. Bleeding time paling sering digunakan untuk mendeteksi cacat
kualitatif trombosit, seperti penyakit Von Willebrand. Tes ini membantu mengidentifikasi
orang yang memiliki disfungsi trombosit. Ini adalah kemampuan darah untuk membeku
setelah luka atau trauma. Biasanya, trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah
menyebabkan gumpalan darah.
Ada banyak faktor dalam mekanisme pembekuan, dan hal tersebut diprakarsai oleh
trombosit. Uji waktu perdarahan atau bleeding time biasanya digunakan pada pasien yang
memiliki riwayat perdarahan berkepanjangan setelah terluka, atau yang memiliki riwayat
keturunan gangguan perdarahan. Selain itu, Uji waktu perdarahan kadang-kadang
dilakukan sebagai tes pra operasi untuk menentukan respon perdarahan yang mungkin
terjadi selama dan setelah operasi. Namun, pasien yang tidak memiliki riwayat masalah
perdarahan, atau yang tidak memakai obat anti-inflamasi, uji waktu perdarahan biasanya
tidak diperlukan.
Sebelum pemeriksaan dilakukan, pasien sebaiknya ditanya terlebih dahulu mengenai
obat yang sedang mereka konsumsi. Beberapa obat akan mempengaruhi hasil tes waktu
perdarahan. Obat-obat ini termasuk antikoagulan, diuretik, obat anti kanker, sulfonamide,
thiazide, aspirin, dan obat anti inflamasi. Tes ini juga dapat dipengaruhi oleh anemia
(kekurangan sel darah merah). Penggunaan aspirin dan obat-obat sejenisnya adalah
penyebab paling umum dari waktu perdarahan berkepanjangan, maka penggunaannya
harus dihentikan dua minggu sebelum pemeriksaan.
Ada 4 metode untuk melakukan tes perdarahan. Metode Ivy adalah cara yang paling
tradisional. Dalam metode Ivy, manset tekanan darah ditempatkan pada lengan atas dan
dipompa sampai 40 mmHg. Sebuah pisau bedah atau lanset digunakan untuk membuat
luka tusuk di bagian lengan bawah. Darah tusukan dipilih sehingga tidak ada vena
superfisial yang terluka. Vena, karena ukurannya, memungkinkan memiliki waktu
perdarahan lebih lama, terutama pada orang dengan kelainan perdarahan. Setiap 30 detik,

kertas saring atau handuk kertas digunakan untuk menghisap darah. Tes ini selesai ketika
perdarahan telah berhenti sepenuhnya.
Tiga metode lainnya adalah template, template yang dimodifikasi, dan metode Duke.
Template dan metode template yang dimodifikasi adalah variasi dari metode Ivy. Sebuah
manset tekanan darah digunakan dan kulit lengan bawah disiapkan seperti dalam metode
Ivy. Sebuah template ditempatkan di atas area yang akan ditusuk dan dua sayatan dibuat di
lengan menggunakan template sebagai penunjuk tempatnya. Perbedaan utama antara
template dan metode yang dimodifikasi adalah panjang dari pemotongan dibuat.
Untuk metode Duke, sebuah torehan dibuat di cuping telinga atau ujung jari yang ditusuk
sampai menyebabkan perdarahan. Seperti dalam metode Ivy, tes ini dimulai dari awal
sampai perdarahan benar-benar berhenti. Kelemahan Metode Duke adalah bahwa tekanan
pada vena darah di daerah tusukan tidak konstan dan hasil yang dicapai kurang dapat
diandalkan.
Keuntungan metode Duke adalah tidak ada bekas luka setelah pemeriksaan.
Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan dari pasien untuk pemeriksaan ini. Area yang
akan ditusuk harus dibersihkan dengan alkohol 70%. Alkohol harus dibiarkan pada kulit
cukup lama untuk membunuh bakteri di daerah luka. Alkohol harus dibersihkan sebelum
menusuk lengan karena akan mempengaruhi hasil tes dengan menghambat pembekuan.
Hasil menunjukan abnormal dan harus dihentikan jika pasien tidak menghentikan
perdarahan dengan 20-30 menit. Waktu perdarahan yang lebih lama bisa terjadi ketika
fungsi normal trombosit terganggu, atau jumlah trombosit yang rendah dalam darah.
Sebuah waktu perdarahan lebih lama dari normal dapat menunjukkan bahwa salah satu
dari beberapa kelainan hemostasis, termasuk berat trombositopenia, disfungsi trombosit,
cacat pembuluh darah, penyakit Von Willebrand, atau kelainan lainnya.

G. Alat dan Bahan


Alkohol 75%
Blood Lanset
Autoklik
Kertas Saring
Stopwatch
Spignomanometer

H. Prosedur Kerja
Metode Duke
1. Dibersihkan ujung daun telinga dengan alkohol 70%
2. Tusuk dengan blood lanset
3. Hapus darah yang pertama keluar
4. Dihisap darah yang keluar dengan kertas saring
5. Setiap 30 detik ( tapi jangan mengenai daun telinga )
6. Dihentikan sampai darah tidak keluar lagi.
Metode Ivy
1. Dibersihkan lengan bagian bawah 3 jari dari lipatan siku
2. Dibuat lingkaran dengan diameter 5cm, pasang spignomanometer 40 mmHg
3. Ditusuk dengan blood lanset pada lingkaran
4. Dihapus darah yang keluar dengan kertas saring setiap 30 detik
5. Hentikan sampai darah tidak keluar lagi.
I. HASIL PENGAMATAN
Metode Duke
Nama Pasien : Novi Andriani
Waktu Pembekuan : 3 30
Metode Ivy
Nama Pasien : Fitri Hasanah
Waktu P embekuan : 30
J. PEMBAHASAN
Hasil negatif yang didapatkan yaitu waktu perdarahan berhenti mencapai 30 detik dengan
metode Ivy, kemungkinan disebabkan karena:
- Tekanan manset darah < 40 mmHg
- Sayatan tidak terlalu dalam, blood lanset < 5 mikron
- Pasien tidak rileks ketika dilakukan tusukan
K. Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan Bleeding Time dengan metode Duke pada saudar Novi
andriani : 3 30. Sedangkan pada metode Ivy pada saudari Fitri hasanah : 30
L. Daftar Pustaka
http://alzyress.wordpress.com/2013/04/16/bleeding-time/ (3 juni 2013)
http://teloanyar.blogspot.com/2012/05/waktu-pendarahan-dan-pembekuandarah.html (3 juni 2013)
http://labkesehatan.blogspot.com/2010/01/waktu-perdarahan.html
2013)

(3

juni

http://analisqmateri.blogspot.com/2010/10/bleeding-time-masaperdarahan.html (3 juni 2013)