Anda di halaman 1dari 4

Radiologi

1. 10 clues
a. tinggi tulang yang ada
b. kondisi alveolar crest
c. keterlibaran furkasi
d. lebar ruang perio
e. factor local
f. rasio mahkota akar
g. kontak interproksimal
h. pertimbangan anatomis
i. pertimbangan patologis
j. garis oklusi
2. 7 clues
a. radiodensitas lesi
b. lokasi lesi
c. ukuran dan bentuk lesi
d. perluasan lesi
e. batas tepi lesi
f. struktur interna
g. efek terhadap jaringan sekitar
3. Evaluasi mutu
a. kontras, detail dan ketajaman
b. objek tercakup dan terletak di tengah
c. daerah interdental terlihat jelas
d. cusp bukal dan palatal terletak sebidang
e. distorsi minimal
4. Evaluasi mutu panoramik
a. objek tercakup tmj sampai tepi bawah mandibular
b. kontras detail ketajaman baik
c. kejelasan kondil kanan dan kiri dan gigi anterior
d. tidak ada ghost image dan super impose
e. palatum durum dan septum nasal terlihat jelas
f. batas inferior orbita terlihat jelas
POS BM
Cara jahit
Alat needle holder, jarum, benang, pinset.
Interrupted suture. Dari mukosa bergerak ke tidak bergerak. 2-2-1.
Exo komplikasi dengan separasi
POS PROSTO
Mukostatis,tahanan jaringan rendah atau normal dengan alginate

Mukokompresi, tahanan jaringan tinggi, ZOE dan rubber base


Mukofungsional, tahanan jaringan tinggi, SCP+bormol
Selective pressure -> tambahin wax pada scp
Anatomi yang harus tercetak
RA:
Vestibulum, frenulum bukalis-labialis, papilla insisivum, gigi, alveolar
ridge, hamular notch, tuberositas maksilaris, rugae palatine, sutura
palatine media, fovea palatine, posterior palatal seal, canine
eminence, prosesus coronoideus.
RB:
Vestibulum, frenulum, gigi yang tersisa, alveolar ridge, buccal shelf,
ruang retromylohyoid, retromolar pad.
Panjang kerja dowel: sisa mahkota klinis setelah prep + 2/3 atau
panjang akar.
Diagnosis, pencetakan dan desain prosto GTSL.
POS PERIO
Kuratase
Gracey: 1-4 anterior, 5-6 anterior+premolar, 7-10 bukal lingual
posterior, 11-12 mesial posterior, 13-14 distal posterior
posisi pasien: se siku operator
poket absolut 4-5 mm -> poket infrabony (dasar poket berada dibawah
tlg alveolar)
1. tnsp, Tanya konsumsi obat. Periksa
2. asepsis, anestesi
3. root planning -> menghilangkan sementum nekrotik
4. kuretase -> menghilangkan jar granulasi. Sampai keluar darah
segar. Agar terbentuk perlekatan yang baru.
5. Irigasi h202 3%
6. Irigasi betadine
7. Instruksikan: jgn makan/minum 1 jam, gigi yang dikuret jangan
dipakai 1 hari, hindari makan pedas dan panas.
8. Medikasi amox 500 mg 3x1, metronidazole 250 mg 3x1.
Obat kumur: minosep
Resesi gingiva
1. class I: hanya margin gingiva, tidak sampai mucogingival
junction, tidak ada kerusakan periodontal interdental
2. class II: kerusakan marginal mencapai mucogingival junction,
tidak ada kerusakan periodontal interdental

3. class III: kerusakan marginal mencapai mucogingival junction,


kehilangan tlg interdental dan jar lunak dibawah CEJ tapi lebih
korona dari margin gingiva
4. class IV: class III tapi salah satu/kedua interdental setinggi
margin gingiva.
POS OM
Jenis lesi:
Lesi putihs;
lesi berpigmentasi
lesi kehilangan integritas,
pembesaran jaringan lunak
lesi tulang,
sindroma klinis.
Kepada yth
Lab patologi klinik
Di Tempat
Bersama ini saya kirimkan pasien:
Nama:
JK:
Umur:
WD:
Mohon dilakukan pemeriksaan darah lengkap (hb, hematocrit, leukosit,
trombosit, eritrosit, indeks eritrosit, laju endap darah, hitung jenis
leukosit, platelet distribution width, red cell distribution width).
Ttd
Drg Nara
POS PH
Chairside diet assessment of caries risk
POS ORTO
Aktivasi orto lepasan
POS PEDO
TSD: menggunakan model
Desensitisasi: langsung tindakan bertahap dimulai dari yang ter gak
sakit
Reinforcement positif
Reinforcement negative

Modelling: liat pasien lain


HOME
POS RADIO
Evaluasi mutu, kesalahan dan bagaimana cara memperbaikinya
POS
-

KONSERVASI
buang jar karies dan bevel bag labial
pasang matriks seluloid dan wedge, isolasi dengan cotton roll
etsa selama 15 detik, bilas dengan air keringkan dengan air
spray
- aplikasikan bonding agent diamkan selama 20 detik, tipiskan
dengan air spray dan light cure selama 10 detik. Ulangi.
- Aplikasikan tumpatan RK secara incremental, sinari selama 20
detik.