Anda di halaman 1dari 2

Variabel terikat (dependent variabel) yang

digunakan dalam penelitian ini adalah tax


avoidance yang diukur menggunakan current
ETR. Current ETR dihitung dengan
membandingkan pajak kini (current tax) dengan
laba sebelum pajak penghasilan (pre-tax income).
Pajak kini terdapat dalam Laporan Laba Rugi
pada pos manfaat (beban) pajak penghasilan
sedangkan laba perusahaan sebelum pajak
terdapat pada pos laba sebelum pajak
penghasilan. Hanlon dan Heitzman (2010)
menghitung current ETR sebagai berikut :
Current ETR = current tax expense
pre-tax income

Mengikuti Lanis and Richardson (2011), variabel penghindaran pajak menggunakan proksi
Efferctice Tax Rate (ETR) dengan alasan bahwa penelitian pajak terakhir telah menemukan
bahwa ETR bisa merangkum agresivitas pajak dan ETR paling sering digunakan sebagai proksi
agresivitas pajak dalam literatur akademik. Berbeda dengan Lanis and Richardson (2011), yang
menggunakan hanya Cash ETR, penelitian ini mencoba juga menggunakan GAAP ETR sebagai
robustness test.
Cash ETR adalah beban pajak kini (PPh terutang menurut ketentuan perpajakan) dibagi dengan
laba sebelum pajak. Sedangkan GAAP ETR adalah beban pajak menurut PSAK dibagi dengan
laba sebelum pajak. Semakin kecil nilai ETR menunjukkan semakin besar tingkat penghindaran
pajak atau agresifitas pajak perusahaan. Rumusnya adalah sebagai berikut.
Cash ETR = pph terutang / laba sebelum pajak
GAAP ETR = beban pph / laba sebelum pajak

Variabel penghindaran pajak dapat dihitung dengan Current ETR. Current ETR
merupakan penghitungan yang mengakomodasikan pajak yang dibayarkan saat ini
oleh perusahaan. Nilai Current ETR yang rendah akan berdampak pada
peningkatan penghindaran pajak. Current ETR dalam penelitian ini akan dihitung
dengan rumus yang digunakan oleh Hanlon dkk (2010)
Current ETR = Current Tax Expense
Pretax Income
Dimana :
1. Current ETR adalah effective tax rate berdasarkan jumlah pajak penghasilan
badan yang dibayarkan perusahaan pada tahun berjalan.
2. Current tax expense adalah jumlah pajak penghasilan badan yang dibayarkan
perusahaan pada tahun tersebut berdasarkan laporan keuangan perusahaan.
66

3. Pretax income adalah pendapatan sebelum pajak untuk perusahaan pada tahun
tersebut berdasarkan laporan keuangan perusahaan.

Book Tax Difference (BTD) merupakan kesenjangan atau perbedaan antara laba komersial yang
dilaporkan dalam laba rugi menurut peraturan akuntansi dengan laba fiskal atau laba yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi untuk kepentingan perpajakan yang disusun berdasarkan
peraturan perpajakan negara yang bersangkutan (Bovi, 2005). Adapun rumus total Book Tax
Difference menurut Siahaan (2012) yaitu:
Total BTD =(EBIT Laba Kena Pajak) : total aset tahun sebelumnya

Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah tax avoidance (Y). Pengukuran terkait
tax avoidance dilakukan dengan menggunakan proksi book tax gap sebagai alat ukur. Book tax
gap merupakan selisih antara laba sebelum pajak (laba akutansi) dengan penghasilan kena pajak
(laba fiskal) (Bovi: 2005). Karena pajak yang dibayar ke pemerintah tidak dapat diketahui secara
langsung maka diperlukan suatu taksiran dengan pendekatan gross up (Manzon dan Plesko:
2002) yang juga dilakukan Desai: 2007).
Penghasilan kena pajak harus diestimasi karena tidak diketahui jumlahnya melalui beban pajak
kini, lalu di gross up dengan tarif pajak (sesuai dengan tarif pajak badan peraturan undangundang nomor 36 tahun 2008 sebesar 28% pada tahun 2009 dan 25% pada tahun 2010 dan
seterusnya) untuk memperoleh estimasi laba kena pajak, kemudian laba kena pajak tersebut
dikurangkan dari laba sebelum pajak untuk mengestimasi jumlah book tax gap.
Laba kena pajak = ( beban pajak kini / 25%)
BTG = EBT- Laba kena pajak