Anda di halaman 1dari 37

Tugas Ujian Akhir Semester

PERANCANGAN ARSITEKTUR.3

RUMAH TINGGAL PROFESI DOKTER GIGI

DOSEN.

Ibu. Ir. Uniek Praptiningrum, MM


Ibu. Ir. Titi Pudjiastuti, MT.

MAHASISWA.

Agus Hendro Wibowo


NBI.

1441401992

SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2015/2016


ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 surabaya

PENDAHULUAN
1.

LATAR BELAKANG
Setiap orang butuh wadah untuk menaungi semua kegiatannya,

3.

RUMUSAN MASALAH
1.

termasuk juga profesi sebagai dokter gigi. Profesi sebagai dokter masih dianggap

Bagaimana merancang rumah tinggal profesi dokter gigi yang dapat

sebagai profesi yang masa depannya paling menjanjikan oleh sebagian besar

memenuhi dan mewadahi dari fungsi bangunan sebagai tempat tinggal

masyarakat kita. Dan banyak dokter yang sukses secara finansialnya .

yang tetap menjaga karakteristik dari profesi seorang dokter gigi dan
privasi fungsi masing-masing?

Akan tetapi dengan kesibukan profesinya sebagai dokter dalam melayani


2.

pasiennya membuat para dokter jarang berada dirumah. Sehingga pada saat

Bagaimana cara menyeimbangkan antara keadaan lingkungan sekitar


dengan rancangan desain rumah tinggal profesi dokter gigi?

berada dirumah seorang dokter harus benar-benar efektif dalam memanfaatkan


3.

waktu untuk beristirahat dan berinteraksi dengan keluarganya. Sehingga tuntutan

Bagaimana merancang susunan ruang dalam rumah tinggal dokter gigi

rumah yang nyaman, aman dan sehat saat ditinggali adalah bersifat wajib. Selain

agar dapat memberikan rasa nyaman aman dan tenang bagi seluruh

tututan tersebut rumah tinggal seorang dokter harus mempunyai ciri-ciri dan

anggota keluarga?

karakteristik sesui dengan profesinya.


Oleh karena itu saya tertarik untuk merancang sebuah rumah tinggal

4.

TUJUAN
Tujuan dari pengerjaan tugas ini adalah untuk merancang rumah tinggal

profesi dokter yang sehat, nyaman, aman dan mampu digunakan untuk

profesi dokter gigi yang dapat mewadahi aktivitas dan kehidupan sehari-hari dari

menampung semua aktifitas mereka.

seorang dokter gigi dan keluarganya dengan tetap mencerminkan karakteristik


profesi seorang dokter gigi dan tetap memenuhi kriteria-kriteria dan syarat

2.

IDENTIFIKASI MASALAH

dalam menciptakan rumah

2. Rumah seorang dokter gigi juga harus memenuhi kebutuhan psikologis


antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota
keluarga penghuni rumah dan tetengga disekitar rumah.
3. Untuk menciptakan rumah yang nyaman bagi seorang profesi dokter gigi
harus memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawan
dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.

dan aman

dengan

Green).

adalah sebagai berikut:

mencerminkan profesinya sebagai seorang dokter gigi.

sehat, nyaman

memperhatikan estetika, budaya, iklim dan lingkungan setempat(Healthy / Eco

Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah dalam tugas ini

1. Rumah seorang dokter gigi seharus mempunyai karakteristik yang dapat

yang

5.

BATASAN
Batasan dari tugas ini adalah sebatas perancangan rumah tinggal yang
berprofesi sebagai dokter gigi di wilayah kota surabaya yang dapat mewadahi
aktivitas dan kehidupan sehari-hari dari seorang dokter gigi dan keluarganya
dengan tetap mencerminkan karakteristik profesi seorang dokter gigi dan tetap
memenuhi kriteria-kriteria dan syarat dalam menciptakan rumah yang sehat,
nyaman dan aman dengan memperhatikan estetika, budaya, iklim dan
lingkungan setempat(Healthy / Eco Green).

3. POLA PIKIR

JUDUL TUGAS PA.3


RUMAH TINGGAL PROFESI DOKTER GIGI
DEFINISI
TIPOLOGI
FUNGSI
FILOSOFI /
KARAKTER OBJEK

KONSEP
RANC.
RUANG
DALAM

ANALISA RUANG DALAM


PELAKU : Siapa,
Karakter, Jumlah
AKTIFITAS : waktu &
prilaku
PERABOT : Kebutuhan,
jumlah, ukuran, style
RUANG : KEBUTUHAN
Rg. HUB. Rg,
ORGANISASI Rg,
Persyaratan Rg, Zoning

STUDI
BANDING
PEMAHAMAN
UMUM

LATAR BELAKANG
IDENTIFIKASI
MASALAH
RUMUSAN MASALAH

ANALISA BANGUNAN

RUANG
DALAM
RUANG LUAR
& TAPAK
BANGUNAN

KONSEP DASAR
PEMAHAMAN

KONSEP
RANC.
BANGUNAN

TUJUAN
BATASAN

PEMAHAMAN
KHUSUS
KARAKTER
PELAKU

KONSEP
RANC.
RUANG
LIAR &
TAPAK

TRANSFO
RMASI
PROSES
SINTESA

ANALISA RUANG LUAR & TAPAK

KARAKTER
LOKASI

IDE BENTUK
STYLE / GAYA /
TAMPILAN
KETINGGIAN / SKYLINE
GUMAHAN MASSA
POLA MASA
ORIENTASI MASA
ZONING
SIRKULASI
STRUKTUR &
KOSNSTRUKSI
UTILITAS

LINGKUNGAN
UKURAN /
BATAS
GARIS
SEMPADAN
KONTUR
DRAINASE

VEGETASI
SIRKULASI
VIEW
KEBISINGAN
IKLIM

IDE / TEMA PERANCANGAN


1. DEFINISI;
Arsitektur Hijau (Green Architecture) adalah arsitektur yang
berwawasan lingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang
konservasi lingkungan global alami dengan penekanan pada
efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable)
dan pendekatan holistik (holistic approach). (Jimmy Priatman,
ENERGY-EFFICIENT
ARCHITECTURE
PARADIGMA
DAN
MANIFESTASI ARSITEKTUR HIJAU)
Arsitektur Hijau (Green Architecture) Sebuah proses
perancangan dengan mengurangi dampak lingkungan yang kurang
baik, meningkatkan kenyamanan manusia dengan efisiensi dan
pengurangan penggunaan sumber daya energi, pemakaian lahan
dan pengelolaan sampah efektif dalam tatanan arsitektur
(Futurarch 2008, Paradigma Arsitektur Hijau, green lebih dari
sekedar hijau,)

2. PRINSIP-PRINSIP GREEN ARCHITECTURE

A. Sustainable ( Berkelanjutan ).
Yang berarti bangunan green architecture tetap
bertahan dan berfungsi seiring zaman, konsisten
terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam
tanpa adanya perubahan perubahan yang
signifikan tanpa merusak alam sekitar.

3. Sifat berkonsep
green architecture

B. Earthfriendly ( Ramah lingkungan ).


Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai
bangunan berkonsep green architecture apabila
bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan.
Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan
disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap
lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah
pemakaian.

C. High performance building.


Bangunan berkonsep green architecture
mempunyai sifat seperti High performance
building. fungsinya ialah untuk meminimaliskan
penggunaan energi dengan memanfaatkan energi
yang berasal dari alam ( Energy of nature ) dan
dengan dipadukan dengan teknologi tinggi ( High
technology performance ).

Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi
bangunan ).
Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang /
Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak
aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.
Menetapkan seluruh prinsip prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism : Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.

PEMAHAMAN UMUM
1. PEMAHAMAN UMUM
1.1. DEFINISI / PENGERTIAN
DEFINISI RUMAH TINGGAL:
Pengertian rumah tinggal dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Rumah
a) Bangunan untuk tempat tinggal (http://kbbi.web.id/rumah)
b) Bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah dapat menjadi tempat tinggal
manusia maupun hewan. Namun, tempat tinggal khusus hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang.
(http://wikipedia.co.id)
2. House adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menampung kegiatan hunian bagi penghuni yang tinggal di
dalamnya. (http://home/viewer.php.htm)
3. Home adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menampung kegiatan bagi penghuni yang tinggal di dalamnya
dimana antara penghuni tersebut saling berinteraksi satu sama lain (ada proses sosialisasi).
(http://home/viewer.php.htm)
DEFINISI PROFESI :
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
(Sumber: KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA)
RUMAH TINGGAL PROFESI :
Adalah tempat /rumah dimana orang yang mempunyai profesi tertentu tinggal berteduh, berildung dari cuaca dan iklim
serta mendukung dalam beaktifitas seperti beristirahat, berkumpul dengan keluarga dan lainnya.
FUNGSI DASAR RUMAH :
Fungsi dasar rumah adalah untuk berlindung dari seluruh gangguan alam dan iklim serta untuk berkarya.
(Sumber: WWW. BUKUKITA.COM, KONSEP DAN DESAIN RUMAH TINGGAL)

PEMAHAMAN KHUSUS

1. PEMAHAMAN KHUSUS
1.2.1 DEFINISI / PENGERTIAN KHUSUS
DEFINISI PROFESI :
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan
keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
(Sumber: KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA)

1.2.2 TINJAUAN PROYEK


Rumah tinggal profesi dokter gigi ini akan dirancang pada sebuah lahan
yang berada di Jl. RayaSuko Manunggal Asri - Surabaya. Lahan yang dimiliki akan
digunakan untuk rumah tinggal adalah seluas 550 m2 dengan luas bangunan yang
tidak lebih dari 60% luas lahan. Rumah tinggal akan dirancang sesuai dengan
kebutuhan dan aktivitas penghuni. Untuk memenuhi semua kegiatan penghuninya

RUMAH TINGGAL PROFESI :


Adalah tempat /rumah dimana orang yang mempunyai
profesi tertentu tinggal berteduh, berildung dari cuaca
dan iklim serta mendukung dalam beaktifitas seperti
beristirahat, berkumpul dengan keluarga dan lainnya.
DEFINISI DOKTER :
Dokter Adalah seseorang dengan gelar dokter atau
seseorang yang memiliki kemampuan dan lisensi untuk
praktik dalam seni penyembuhan penyakit.
(Sumber: WWW. SEHAT.COM, DEFINISI DOKTER)

maka rumah yang akan dirancang harus memiliki 4 zona yaitu Publik, Semi Publik,
Private, dan Service. Zona public meliputi Halaman dan Teras yang dapat dimasuki
oleh siapa saja. Zona Semi Publik meliputi Ruang tamu, Ruang Keluarga, dan Ruang
makan yang dapat dimasuki oleh orang luar apabila pemilik rumah mengijinkan. Zona
Private meliputi kamar tidur utama, kamar mandi utama, kamar tidur anak, serta
kamar mandi keluarga (anak) yang hanya diperbolehkan bagi penghuni rumah atau
keluarga dekat. Zona yang terakhir adalah zona Service yang meliputi kamar tidur
pembantu, kamar mandi pembantu, tempat cuci, gudang, tempat jemur,
garasi/carport, serta dapur.
Bp. Ely efendi sebagai pemilik rumah menginginkan rumah tinggal yang
minimalis dengan bukaan-bukaan yang lebar sehingga udara dapat dengan lancar
keluar-masuk rumah. Rumah tinggal ini juga harus nyaman, sehat, dan memiliki
sirkulasi yang baik. Sehingga rumah tidak memerlukan pendingin ruangan buatan dan
diharapkan rumah tersebut dapat menjadi wadah yang nyaman, aman, dan sehat
bagi keluarga yang bahagia dan tentram hingga berpuluh-puluh tahun ke depan.

KARAKTER PELAKU
PELAKU
AYAH
Nama
Usia
Profesi
Hobby

IBU
Nama
Usia
Profesi
Hobby

KARAKTER
RAPI

: ELY EFENDI
: 48 Th
: Dokter Umum
: Berenang

: MIRA DAMAYANTI
: 45 Th
: Ibu Rumah Tangga
: Berkebun

ANAK KE-1
Nama : Tatang Pradipta
Usia : 18 tahun
Profesi
: Mahasiswa
Hobby : Menulis, bermain gitar &
keyboard

ANAK KE-2
Nama : Wika Enjelina
Usia
: 15 Th
Profesi : Pelajar
Hobby : Membaca dan bermain

BERSIH

PELAKU

SEDERHANA/ORIGINAL
RAMAH
DISIPLIN
RAPI

KARAKTER

KAKEK
Nama
: Sumartoyo
Usia : 64 tahun
Profesi
: Purnawirawan
Hobby
: Berkebun

RAPI

NENEK
Nama
: Suharti
Usia : 60 tahun
Profesi
: Ibu Rumah Tangga
Hobby
: Memasak

RAPI

BERSIH
SEDERHANA
RAMAH

BERSIH
SEDERHANA
RAMAH

BERSIH
SEDERHANA
RAMAH

RAPI
RAJIN
PERIANG
BERSIH

RAPI
RAJIN
PERIANG
BERSIH
PEMALU

PEMBANTU
Nama : Siti Aisah
Usia
: 35 Th
Profesi : Pembantu Rumah Tangga
Hobby : Memasak
SOPIR
Nama
Usia
Profesi
Hobby

: Basuki
: 35 Th
: Sopir
: Olahraga

RAPI
BERSIH
PEKERJA KERAS

RAPI
BERSIH
PEKERJA KERAS

1.2. KARAKTER LOKASI

Lokasi Site : Jl. Raya Sukomanunggal asri No.2

KARAKTER LOKASI
Karakter lokasi

Kota Surabaya

Panas
Metropolis
Padat
Berkembang
Macet

KONSEP DASAR
KARAKTER LOKASI

Panas
Metropolis
Padat
Berkembang
Macet

KARAKTER PELAKU
RAPI
SEHAT / BERSIH
BERSAHABAT

Konsep dasar perancangan rumah profesi dokter gigi ini


adalah Friendly & Nature, gagasan ini berasal dari sifat
dan karakter penghuni rumah yang ramah dan bersahabat .

Pengertian FRIENDLY adalah ramah dan bersahabat,


dimana desain ruangan yang dirancang pada rumah profesi
ini dapat menciptakan kesan hangat, akrab, nyaman dan
fungsional tanpa menghilangkan kesan bersih dan higienis
serta menghilangkan suasana asing dan menyeramkan, dan
berfungsi untuk mengoptimalkan kenyamanan para
penghuni dan memaksimalkan penerapan elemen-elemen
interior pada setiap ruang dengan image penghuni rumah
itu sendiri.

RAMAH
DISIPLIN

FILOSOFI / KARAKTER
OBJEK
FILOSOFI RUMAH MINIMALIS .
Filosofi minimalis ini dapat dilihat
dari bentuk dan material yang
digunakan oleh Bp. Sunarto dalam
membangun rumahnya. Konsep
minimalist ini juga terlihat pada
furnitur-furnitur disetiap ruangnya

Pengertian NATURE adalah alami. Konsep alami diharapkan


dapat memberikan keseimbangan dan efek psikologis bagi
para penghuni rumah dan pengunjung, karena dengan
warna natural dihaapkan bisa menciptakan perasaan
tenang, nyaman dan sejuk. Natural yang diterapkan yaitu
natural dari penggunaan warna-warna yang menyejukkan
seperti pepohonan, sungai dan lainnya. Dengan citra
rumah yang green atau ramah lingkungan diharapkan
konsep natural dapat mewakili citra rumah itu sendiri

ANALISA EKSTERNAL

LOKASI
Alamat
: Jl. Raya Sukomanunggal Asri No.2 Surabaya
Luas lahan
: 550 m2
KDB
: 50%
KLB
:2
Topografi
: Keadaan kontur rata
Kelengkapan fasilitas: Tersedia jaringan listrik, PDAM, komunikasi,
dan drainase
Lebar jalan Depan: 6 m

Sekolah Umum Kristen Gloria


Bundaran Sukomanunggal Jaya

Komplek Perumahan Darmo Harapan

Jalan Raya Sukomanunggal Asri

Komplek perumahan Sukomanunggal Jaya

ANALISA EKSTERNAL

BATASAN
UTARA
UTARA

BARAT

Barat site berbatasan


dengan Lahan / tanah
kosong milik komplek
perumahan Darmo
Harapan

SELATAN

Selatan site berbatasan


dengan Jalan Raya Suko
Manunggal Asri

Utarakosong
site berbatasan dengan
Lahan
jalan dan lahan kosong

TIMUR
Lahan kosong

DESKRIPSI SITE
Lokasi
Alamat
Surabaya
Luas lahan
Batas

: Jl. Raya Sukomanunggal Asri No.2


: 550 m2
: Utara - Lahan Kosong
Timur Lahan Kosong
Selatan Jl. Raya Sukomanunggal Asir dan
diseberangnya lagi adalah komplek
perumahan Suko manunggal Jaya
Barat tanah / lahan kosong milik komplek
perumahan darmo harapan.

Identitas Lokasi
Blok
Kecamatan
Wilayah
Kota
Propinsi

: Sukomanunggal Asri
: Sukomanunggal
: Surabaya Barat
: Surabaya
: Jawa Timur

Kondisi
Tanah di daerah ini rata-rata berkontur namun tidak terjal dengan
Toporafi
ketinggian rata-rata 20-25 meter di atas permukaan laut. Profil
tanah memiliki daya dukung tanah yang baik.

Kondisi Hidrologi
Air tanah pada tapak adalah air tawar. Kedalaman air tanah 10
meter di bawah tanah.

Vegetasi
Kebanyakan rumput dan semak liar

Peraturan Bangunan
Kondisi lahan saat ini adalah lahan kosong yang belum dikembangkan.
Berdasarkan RTRW Kota Surabaya Tahun 2010-2030 Unit
Pengembangan VIII Satelit meliputi wilayah Kecamatan Dukuh Pakis
dan Kecamatan Sukomanunggal :
Land Use
Tata guna lahan, adalah termasuk kawasan perumahan dan fasilitas
umum lainnya
Garis Sempadan Bangunan
Damija / ROW : < 4 meter, ketentuan GSB = 0 m
Damija / ROW : 4 7 meter, ketentuan GSB = 2 m
Damija / ROW : 8 12 meter, ketentuan GSB = 3 5 m
Damija / ROW : 13 20 meter, ketentuan GSB = 6 8 m
Damija / ROW : > 20 meter, ketentuan GSB = > 8 m
Koefisien Dasar Bangunan
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 50 % sampai dengan 70 %
Koefisien Lantai Bangunan
Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 210 % sampai dengan 1500 %
Rencana Kawasan
Lahan perancangan termasuk dalam kawasan Pengembangan
perumahan untuk area Surabaya Barat

Kondisi Site
Suhu rata-rata : 21,5 36,4C
Curah hujan : tinggi pada bulan Desember Maret (Maksimum 1700 1850 mm )
Tekanan udara : 1010.8 Mbs (rata-rata)
Arah angin : Barat Laut Tenggara dan Tenggara Barat Laut
Kecepatan angin : Berkisar antara 6 12 km / jam
Hal - 12
Kelembaban : 20 - 30% (rata-rata)

ANALISA

DATA EXISTING

ANALISA KABISINGAN

SOLUSI

Site berada tepat di pinggir jalan sehingga tingkat


kebisingannya tinggi.
Sebelah barat site adalah kawasan perumahan darmo
harapan, yang tingkat kebisingannya sedang.
Sebelah timur dan utara site adalah tanah kosong sehingga
tidak ada peredam suara

Menggunakan pohon sebagai peredam


kebisingan yang berasal dari jalan.
Berdasarkan tingkat kebisingan yang
ditimbulkan maka didapatkan zoning untuk
masing masing area

Kurang
bising

o Sumber kebisingan ditimbulkan dari sisi yang


menghadap jalan
o Area yang mendapat kebisingan paling tinggi dapat
digunakan untuk area publik
o Area yang mendapat kebisingan sedang dapat
digunakan untuk area servis

ANALISA

DATA EXISTING

ANALISA SINAR MATAHARI

SOLUSI

Lokasi site menghadap keselatan sehingga posisi matahari


terbit berada sisi sebelah kiri site

Area yang mendapat sinar matahari pagi


digunakan untuk area privat.
Area yang mendapat sinar matahari siang
digunakan untuk area publik.
Area yang mendapat sinar mataari sore
digunakan untuk area servis.

o Area sebelah kiri site akan mendapat sinar matahari


pagi, sehingga cukup hangat
o Area tengah site akan mendapat sinar matahari siang,
sehingga cukup panas.
o Area sebelah kanan site akan mendapat sinar matahari
sore, sehingga sangat panas

ANALISA

DATA EXISTING

ANALISA PENCAPAIAN / AKSES

Area yang paling dekat dengan jalan adalah area yang


paling mudah di akses.
Lebar jalan didepan site cukup lebar sehingga
memudahkan akses masuk.

o Area yang paling mudah diakses digunakan untuk area


publik.
o Area yang paling sulit di akses digunakan untuk area
privat
o Area tengah di gunakan untuk area privat dan area
publik.

SOLUSI

Area belakang yang sulit di akses digunakan


untuk area privat.
Untuk mengatasi area belakang yang sulit
diakses adalah dengan menambahkan area
tengah sebagai area penghubung.
Area penghubung digunakan untuk area
semi publik.
Area yang memiliki tingkat aksesbilitas yang
baik digunakan untuk area publik.

15

ANALISA

DATA EXISTING

ANALISA VIEW

SOLUSI

Sebelah kiri dan kanan dan belakang site masih tanah kosong, yang
rencananya akan dibuat sebuah komplek perumahan.
Sementara di sebrang jalan site sudah digunakan untuk kompek
perumahan.

Area bagian depan site yang memiliki pemandangan


sukup menarik dapat digunakan untuk area publik.
Sementara area bagian belakang site yang memiliki
pemandangan kurang menarik dapat digunakan untuk
area privat, servis dan semi publik.

o Pemandangan bagian depan site cukup menarik karena berada


didepan jalan sehingga kita dapat mengetahui apa yang terjadi.
o Pemandangan dibelakang site tidak menarik karena masih tanah
kosong.

ZONNING

KEBISINGAN

SINAR MATAHARI

PENCAPAIAN /
AKSES

VIEW

HASIL AKHIR
KETERANGAN :
ZONA SERVIS

ZONA PRIVAT

ZONA PUBLIK

SEMI PUBLIK

AYAH
Nama
Usia
Profesi
Hobby

ANALISA KEBUTUHAN
RUANG

: ELY EFENDI
: 48 Th
: Dokter Umum
: Berenang
KAKEK
Nama
Usia
Profesi
Hobby

IBU
Nama
Usia
Profesi
Hobby

: MIRA DAMAYANTI
: 45 Th
: Ibu Rumah Tangga
: Berkebun

ANAK KE-1
Nama
: Tatang Pradipta
Usia
: 18 tahun
Profesi
: Mahasiswa
Hobby
: Menulis,
bermain gitar & keyboard

ANAK KE-2
Nama : Wika Enjelina
Usia
: 15 Th
Profesi : Pelajar
Hobby : Membaca dan
bermain

NENEK
Nama
Usia
Profesi
Hobby

: Sumartoyo
: 64 tahun
: Purnawirawan
: Berkebun

: Suharti
: 60 tahun
: Ibu Rumah Tangga
: Memasak

PEMBANTU
Nama : Siti Aisah
Usia
: 35 Th
Profesi : Pembantu Rumah
Tangga
Hobby : Memasak

SOPIR
Nama
Usia
Profesi
Hobby

: Basuki
: 35 Th
: Sopir
: Olahraga

ANALISA SIRKULASI RUANG

ANALISA PERSYARATAN DAN


HUBUNGAN RUANG

Rumusan Zoning Ruang

NAMA RUANG

ZONA RUANG

Teras

PUBLIK

Carport

PUBLIK

Garasi

PUBLIK

R. Tamu

PUBLIK

R. Keluarga

SEMI PUBLIK

R. Santai

SEMI PUBLIK

R. Makan

SEMI PUBLIK

Perpustakaan

SEMI PUBLIK

Mushola

SEMI PUBLIK

T. Wudhu

SEMI PUBLIK

K.T. Utama

PRIVATE

K. T. Anak-1

PRIVATE

K.T. Anak-2

PRIVATE

K.T. Kakek Nenek

PRIVATE

Dapur

SERVIS

KM/WC Utama

PRIVAT

Kamar Mandi

PRIVAT

R. Servis

SERVIS

KETERANGAN:

HUBUNGAN LANGSUNG
HUBUNGAN TIDAK LANGSUNG

ANALISA ORGANISASI RUANG

ANALISA BESARAN RUANG


CARPORT

ISI
Kapasitas

2 MOBIL
2 SEPEDA MOTOR

Jenis
MOBIL
SEPEDA MOTOR

Standard

Ukuran
( m)

Jml

Total
(m2)

2x4

16 m2

m2

1x2

Dimensi

Luas

Luas (m2)

Sumber

(m)

(m2)

23 m2

Data Arsitek

5,5x7

38,5

20 m2

38,5

ISI

GARASI

Kapasitas

2 MOBIL
2 SEPEDA MOTOR

Jenis
MOBIL
SEPEDA MOTOR

Standard

Ukuran
( m)

Jml

Total
(m2)

2x4

16 m2

m2

1x2

20 m2

Dimensi

Luas

Luas (m2)

Sumber

(m)

(m2)

23 m2

Data Arsitek

5,5x7

38.5
38,5

Hal - 22

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

Kapasitas

RUANG TAMU

PENGHUNI

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

Sofa

1,5 x 0,7

2,1

Rak

2 x 0,5

Meja

0,7 x 0,7

0,49

(org)

Jenis
user

tamu

2
2

Standard
Luas
(m2)

Sumber

Dimensi

Luas

(m)

(m2)

3 x 3,5

10,5

Data
Arsitek
BTN 1991 :
42

7,2

3,59

Kapasitas

RUANG KELUARGA

(org)

FURNITURE
PENGHUNI

Jenis

10,5

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

Ayah

Sofa single

0,7 x 0,7

0,49

Ibu

Sofa double

1,5 x 0,7

1,05

Anak-1

Sofa panjang

2,0 x 0,7

1,40

Anak-2

Meja

0,7 x 1,7

0,84

Kakek

Meja kecil

0,5 x 0,5

0,25

Nenek

Rak TV

2,5 x 0,5

1,25
5,28

Luas
(m2)

Sumber

Dimensi

Luas

(m)

(m2)

3,5 x 4

14

Data
Arsitek

12,24

BTN 1991 :
42
14

Hal - 23

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

Kapasitas

RUANG MAKAN

(org)

PENGHUNI

Jenis

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

Ayah

Meja makan

0,9 x 1,95

1,75

Ibu

Kursi Makan

0,5 x 0,5

1,5

Anak-1

Anak-2

Kakek

Nenek

Luas
(m2)
12,8

7,2

3.25

Sumber

Besaran Ruang
Dimensi(
m)

Luas (m2)

3,5 x 4

14

Data
Arsitek

BTN 1991 :
42
14

Hal - 24

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

KAMAR TIDUR UTAMA

Kapasitas
(org)

PENGHUNI

Jenis

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

2x2

Ayah

Bed

Ibu

Meja kecil

0,5 x 0,4

0,4

Meja rias

1,2 x 0,8

0,96

Kursi rias

0,5 x 0,5

0,25

Lemari

2,0 x 0,8

1,6
7,21

Luas
(m2)

12,074

14,85

Sumber

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

4,5 x 4

18

Data
Arsitek

BTN
1991 : 42
18

Hal - 25

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

KAMAR TIDUR ANAK

Kapasitas
(org)

PENGHUNI
Anak

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

2 x 1,5

Meja Belajar

1,2 x 0,8

0,96

Kursi

0,5 x 0,5

0,25

Lemari

2,0 x 0,8

1,6

Jenis
1

Standard

Bed

Luas (m2)

Sumber

7,5

Data Arsitek

Besaran Ruang
Dimensi(m
)

Luas (m2)

3,5 x 3

10,5

BTN 1991 :
42

K. TIDUR KAKEK & NENEK

5.81

FURNITURE

Kapasitas
(org)

10,5

PENGHUNI

Jenis

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

2 x 1,8

3,6

Kakek

Bed

Nenek

Meja kecil

0,5 x 0,5

0,25

Sofa

0,7 x 0,7

0,98

Lemari

2,0 x 0,8

1,6

6,43

Luas (m2)

Sumber

Data Arsitek

Besaran Ruang
Dimensi(m
)

Luas (m2)

3,5 x 3

10,5

BTN 1991 :
42
10,5

Hal - 26

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

K. TIDUR PEMBANTU

Kapasitas
PENGHUNI

Jenis

(org)
Pembantu

Bed
Lemari

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

2x1

2,0 x 0,8

1,6

Luas
(m2)

7,5

7,2

Sumber

Besaran Ruang
Dimensi(
m)

Luas (m2)

2,5 x 3

7,5

Data
Arsitek
BTN 1991 :
42

3,6

K. TIDUR SOPIR

Kapasitas
(org)

FURNITURE
PENGHUNI
Sopir

7,5

Jenis
1

Bed
Lemari

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

2x1

2,0 x 0,8

1,6

Luas
(m2)
7,5
7,2

3,6

Sumber
Data
Arsitek

Besaran Ruang
Dimensi(
m)

Luas (m2)

2,5 x 3

7,5

BTN 1991 :
42
7,5

Hal - 27

ANALISA BESARAN RUANG


KM/ WC UTAMA

Kapasitas
(org)

FURNITURE
PENGHUNI

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

1,7 x 0,8

1,36

0,75 x 0,45

0,34

Wastafel

0,7 x 0,5

0,35

Shower

1,25 x 1,25

1,56

Jenis

AYAH

Bathup

IBU

Closet duduk

Standard
Luas
(m2)
7,5

3,7

Sumber

Data
Arsitek

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

2,5 x 3

7,5

BTN
1991 : 42

3,61

FURNITURE

KM/ WC UUMUM

Kapasitas
PENGHUNI
1
1

1 anggota
keluarga /
tamu

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

0,75 x 0,45

0,34

Wastafel

0,7 x 0,5

0,35

Shower

1,00 x 1,25

1,56

Jenis

(org)

Closet duduk

7,5

1,94

Luas
(m2)
7,5

3,7

Sumber

Data
Arsitek

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

2,5 x 2

BTN
1991 : 42
5

Hal - 28

ANALISA BESARAN RUANG


Kapasitas

DAPUR

(org)

FURNITURE
PENGHUNI

Jenis

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

IBU

Meja kompor

1,0 x 0,7

0,7

Pembantu

Bak cuci

0,8 x 0,7

0,56

Meja

1,20 x 0,7

0,84

Kulkas

0,7 x 0,6

0,42
2,52

Luas
(m2)

Sumber

Data
Arsitek
2,7

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

3x3

BTN
1991 : 42
9

Hal - 29

ANALISA BESARAN RUANG


FURNITURE

Standard

Besaran Ruang

Kapasitas
Luas
(m2)

KOLAM RENANG

PENGHUNI
Jenis

(org)

Ukuran
(m)

Jml

Dimensi
(m)

Luas
(m2)

8 X 6,5

52

Total
(m2)

ANGGOTA
KELUARGA
10

Sumber

52

Data
arsitek

TAMU
Hal52- 30

ANALISA BESARAN RUANG


GUDANG

Kapasitas
(org)
1

FURNITURE
PEMAKAI

Jenis

Ukuran
(m)

Standard
Jml

Total
(m2)

Luas
(m2)

Sumber

ANGGOTA
KELUARGA

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

3x3

9
9

TEMPAT CUCI

Kapasitas
(org)
2

FURNITURE
PENGHUNI

Jenis

IBU

Pembantu

MESIN CUCI

Standard

Ukuran
(m)

Jml

Total
(m2)

0,6 X 0,5

0,3

Luas
(m2)

Sumber

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

2 x 1,5

TEMPAT JEMUR

0,3

FURNITURE

Kapasitas
PENGHUNI

Jenis

(org)
2

IBU

Pembantu

Ukuran
(m)

Standard
Jml

Total
(m2)

Luas
(m2)

Sumber

Besaran Ruang
Dimensi
(m)

Luas
(m2)

2 x 1,5

3
3
Hal - 31

IDE BENTUK

DENTAL
UNIT

BENTUK-1 DARI PENAMPANG TERPILIH DENTAL


UNIT
Dental Unit adalah suatu alat yang dipakai oleh dokter gigi untuk
membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan terapi apa yang
dapat diberikan kepada pasien

PENGOLAHAN BENTUK PERTAMA


BENTUK AKHIR

Hal - 32

Siluet gigi

IDE BENTUK

Siluet gigi digunakan sebagaibentuk


dasar denah

BENTUK AKHIR DENAH

GUBAHAN MASSA BANGUNAN

Teras Lt. 2

Dari bentuk balok dengan


pengurangan pada sebagian bentuk

Serambi Depan

Dari bentuk balok dengan


pengurangan pada sebagian bentuk

Gubahan Massa

Penggabungan beberapa massa untuk


menggambarkan volume bangunan secara
keseluruhan.

Lantai

Dari bentuk dasar siluet gigi

Teras Depan

Dari bentuk balok dengan


pengurangan pada sebagian bentuk

Hal - 34

KONSEP STYLE BANGUNAN


STYLE MINIMALIS
Minimalis yang saat ini sedang marak, berakar dari
Arsitektur modern, dan international style. Minimalisme
awalnya juga merupakan sebuah gerakan ide yang
kemudian lahir dalam banyak karya seni. Konon,bangunan
mulai dirasakannya sebagai minimalis ditenggarai dengan
lahirnya karya bangunan pameran, German Pavillion,
Barcelona dari Ludwig Mies van der Rohe.

Prinsip ciri bangunan minimalis :


o Ada ketegasan garis horizon dan vertikal, sehingga pada
awalnya, atap desain minialis sebetulnya cenderung
atap datar.
o Adakomposisi bidang persegi yang elegan. Gabungan
komposisi tepat antara bentuk jendela, bidang dinding

dan tiang. Tidak ada ornamen seni, penataan komposisi

bagian-bagian bangunan sudah cukup merupakan seni.

o Penanganan yang rapi.


o Prinsip keterbukaan yang masih dibawa dari karakter

modern, teraplikasi pada ruang-ruang terbuka, ada

kesinambungan visual dengan banyaknya bahan kaca

atau jendela yang lebar.

o Unsur cahaya dalam ruang sangat terasa.

CIRI CIRI STYLE MINIMALIS


Para peneliti arsitektur menangkap ciri-cirinya:
1. Bentuk denah kotak
2. Bentuk bangunan kubus
3. Deret jendela terbentang horizon kotak-kotak
4. Semua sudut fasad adalah 90 derajat.
5. Matrial sturktur fabrikasi, kaca, dan beton.
CIRI-CIRI FISIK BANGUNAN RUMAH MINIMALIS :
Adanya konstruksi garis lurus dengan bidang datar
Setiap ada pertemuan bidang, maka akan terlihat serba
siku-tegak lurus
Kontruksi untuk volumenya, berbentuk metrik
Terdapat perulangan modul
Sirkulasi udara dan cahaya ringkas
Bentuk ruang yang multifungsi dan berurut
Serta sistem strukurnya jelas dan rapi

Hal - 35

Penataan Ruang
Terbuka dan Jenis
Vegetasi

KONSEP RUANG LUAR


Tanaman peneduh

pembatas pandangan

Biasanya ditempatkan pada jalur


tanaman dengan lebar minimal 1,5
meter, percabangan minimal 2
meter di atas tanah, ketinggian
mencapai 5 m, bentuk percabangan
pohon tidak merunduk, bermassa
dan padat, dan bisa ditanam
berbaris ataupun menyebar.

Merupakan jenis
tanaman tinggi, perdu
ataupun semak. tanaman
bermassa daun padat,
ditanam berbaris dan
membentuk massa
dengan jarak tanam
rapat.

Tanaman pengarah
Biasanya merupakan tanaman perdu
atau pohon dengan ketinggian lebih dari
2 meter. Ditanam secara massal dan
bagi pemilihan perdu ialah perdu atau semak dengan warna kuning
agar tampak ketika malam hari. Contoh pohonnya : Cemara, Mahoni,
kembang merak. Contoh perdunya : Akalipa hijau kuning,

Pembentuk Pandangan
merupakan tanaman
dengan tinggi > 3
meter, terutama yang
bertajuk
conical
ataupun
columnar,
membentuk
massa,
dan
pada
bagin
tertentu terbuka untuk
akses pandangan

Penahan silau lampu


merupakan tanaman perdu atau semak yang ditanam rapat dan
bermassa daun padat.
Contohnya :
- Bougenvil

Penyerap polusi udara


Biasanya terdiri dari pohon, perdu atau semak,
memiliki ketahanan yang tinggi terhadap polusi
udara, jarak tanam rapat, dan bermassa daun
padat.
Contohnya :
Angsana ,
Akkasia daun besar
Bougenvil

KONSEP RUANG LUAR

SOFT ELEMENT

( RUMPUT)

RUMPUT GAJAH
MINI

Rumput ini akan digunakan pada green roof dan beberapa taman. sama seperti
rumput gajah mini ia dapat menyerap sinar matahari.

RUMPUT GAJAH MINI,


berfungsi sebagai penutup tanah
yang akan dijadikan area hijau.
dengan adanya rumput, ia dapat
menyerap sinar matahari dan menjadi resapan saat hujan turun.

BOUGENVIL
Bougenvil merupakan salah
satu tanaman yang dapat
menyaring polusi udara dan
menghalau
silau
lampu
kendaraan. Tanaman ini cocok
di letakkan di depan bangunan
yang berdekatan dengan bahu
jalan.

RUMPUT JEPANG

TEH-TEHAN

teh - tehan ini cocok dijadikan tanaman


pagar dengan mengkreasikan berbagai
macam warna yang ada pada spesies
teh-tehan maka pagar rumah anda akan
terlihat lebih indah di pandang

palem raja atau royal palm sering


digunakan pada penghias jalanan. palem
ini dapat hidup didaerah gersang maupun
subur. bentuknya yang menawan
layaknya mahkota raja membuat daya
tarik tersendiri bagi palem ini. pohon ini
menonjol sebagai unsur garis.

PALEM RAJA

Penggunaan Grass block


lebih diutamakan
ketimbang menggunakan
oaving block. Grass block
dapat menyerap radiasi
sinar matahri langsung
berbeda dengan paving
block yang memantulkan
sinar matahari langsung.
Cananga odorata fa. macrophylla tumbuh dengan cepat hingga lebih dari 5
meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batang
pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam
suara (akustik). Kenanga adalah flora identitas Aceh & Provinsi Sumatera
Utara. Di Aceh Bunga Kenanga dikenal dengan nama Bungng Seulanga.

SEULANGA

GRASS BLOCK

HARD ELEMENT

Pohon Glogok atau juga di sebut pohon


glodokan tiang mempunyai istilah
latin Polyalthea longifolia pendula adalah
jenis tanaman yang banyak di tanam di
pinggir jalan atau dalam taman taman
rumah. Tinggi1,5-3m. Diameter 4 cm.

GLODOKAN