Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MAHASISWA

KULIAH WASDAL & AUDIT KEPOLISIAN


Dr. VITA MAYASTINASARI. SE.,Msi
DESAIN STRUKTUR
DAN
PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN
UNIT IDIK V RANMOR SATUAN RESKRIM POLRESTA BANDAR LAMPUNG
OLEH : RAMDHANI DWI CESARIO / SINDIKAT II / 16719270
ANGKATAN 71 / WIDYA REKONFU
JAKARTA, 4 AGUSTUS 2016

STRUKTUR ORGANISASI
SATUAN RESKRIM POLRESTA BANDAR LAMPUNG

- Pelaksanaan Fungsi Pengawasan dan Pengendalian di Unit IDIK IV Reskrim


Polresta Bandar Lampung
Fungsi wasdal seiring dengan pelaksanaan fungsi perencanaan ,
pengorganisasian dan penggerakkan (fungsi manajement menurut George R
Terry POAC). Salah satu definisi pengawasan adalah mendeterminasi apa
yang telah dilaksanakan, maksudnya adalah mengevaluasi prestasi kerja dan
apabila perlu, menerapkan tindakan tindakan korektif sehingga hasil
pekerjaan sesuai dengan rencana-rencana. Controlling atau pengawasan
dapat

dianggap

sebagai

aktivitas

untuk

menemukan,

mengoreksi

penyimpangan penyimpangan penting dalam hasil yang dicapai dalam


aktivitas akitivitas yang direncanakan.
Dengan demikian fungsi wasdal ditujukan untuk memastikan agar output
dari pelaksanaan tugas unit ranmor Polresta Bandar Lampung tetap fokus
pada rencana yang ditetapkan semula yaitu memberikan pelayanan optimal

kepada masyarakat dalam wujud meningkatkan crime clearance dan


menurunkan crime total kasus curanmor di wilayah hukum Polresta Bandar
Lampung.
Selain itu salah satu konsep pengawasan dan pengendalian adalah
merupakan usaha sistemik untuk (1) menetapkan standard pelaksanaan
sesuai dengan tujuan perencanaan, (2) merancang sistem informasi umpan
balik, (3) membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah
ditetapkan sebelumnya, (4) menentukan dan mengukur penyimpangan
penyimpangan serta (5) mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk
menjamin bahwa sumberdaya organisasi dipergunakan dengan cara yang
paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.
Dikaitkan dengan konsep tersebut maka didasarkan pada pengalaman
penulis ketika menjadi Kanit Ranmor, fungsi wasdal di sat reskrim polresta
bandar lampung adalah tanggung jawab Kasat Reskrim Polresta Bandar
Lampung dan dalam unit ranmor dilaksanakan

oleh Kanit Ranmor.

Sedangkan yang menjadi obyek wasdal meliputi renorglak kegiatan opsnal


ranmor seperti pelaksanaan upaya paksa (pemanggilan, penangkapan,
penahanan,

penggeledahan,

penyitaan),

pemeriksaan

tersangka/saksi,

penyelesaian berkas perkara, penyerahan berkas perkara, tersangka dan


barang bukti, pelaksanaan kring serse, pengumpulan dan pengolahan (anev)
data statistik kejahatan di wilayah Polresta Bandar Lampung serta
peningkatan tertib adiministrasi penyidikan.
Mekanisme fungsi wasdal yang dilaksanakan oleh penulis yaitu melalui
penyusunan rengiat masing-masing sub unit yang dibuat

menjelang

selesainya hari kerja yang dievaluasi pada akhir minggu apakah telah
terlaksana ataukah belum serta apa kendala yang dihadapi bila belum
terlaksana. Sebelum pelaksanaan tugas, salah satu wujud fungsi wasdal yang
dilaksanakan oleh penulis adalah dengan memberikan briefing/arahan
tentang tugas/perintah yang akan dilaksanakan dan target yang harus dicapai
oleh anggota.
Di samping itu, penulis juga kerap kali terlibat bersama anggota
melaksanakan wasdal secara langsung dalam pelaksanaan tugas ranmor
agar anggota tetap fokus pada sasaran yang akan dicapai, seperti
penangkapan, penyelidikan tersangka curanmor di desa Jabung Lampung

Timur. Penulis juga kerap bersama anggota mengontrol pelaksanaan kring


serse dengan prioritas tidak terjadi tindak pidana di wilayah kring serse
masing-masing sub unit. Hal ini ditujukan agar di samping menambah spirit
anggota

juga

untuk

mengendalikan

anggota

agar

terpusat

pada

tugas/perintah yang diberikan.


Sedangkan terhadap anggota yang melakukan penyimpangan sedapat
mungkin

dilakukan

pembinaan

dengan

memberi

peringatan

sejauh

penyimpangan yang dilakukan tidak bertentangan dengan hukum, kemudian


secara berjenjang diberi hukuman disiplin oleh Kapolresta dan bila tidak bisa
ditolerir lagi penyimpangan yang dilakukan tersebut maka terhadap anggota
tersebut diambil kebijakan oleh Kapolretsa berdasarkan usul Kasat reskrim
untuk dimutasikan dari unit Ranmor dan diusut oleh unit Provost Polresta
Bandar Lampung bila menyangkut pelanggaran hukum.
Namun demikian karena berbagai keterbatasan sarana dan personil yang
ada disadari bahwa kinerja unit Ranmor Polresta Bandar Lampung belumlah
optimal, khususnya dalam penanganan tindak pidana curanmor. Dari data
statistik crime total curanmor cukup tinggi sedangkan angka crime
clearencenya masih rendah.(titik)