Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Thermistor atau tahanan thermal adalah komponen semikonduktor yang


memiliki karakter sebagai tahanan dengan koefisien tahanan temperatur yang
tinggi, yang biasanya negatif. Ada 2 jenis termistor yang sering kita jumpai
dalam perangkat elektronika yaitu NTC (Negative Thermal Coeffisien) dan PTC
(Positive Thermal Coeffisien). Umumnya tahanan termistor pada temperatur
ruang dapat berkurang 6% untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 1oC.
Termistor merupakan gabungan antara kata Termo (suhu) dan Resistor(pengukur
tahanan). Termistor di temukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930. Pada Unit
AC terdapat dua jenis termistor yaitu Termistor temperatur ruangan yang
berfungsi menerima sinyal perubahan temperatur dari hembusan evaporator,
dan Termistor Pipa evaporator, yang berfungsi menerima perubahan temperatur
pada pipa AC.
Sering di jumpai pada merk-merk AC tertentu yang rusak pada bagian ini,
kerusakan yang timbul pada alat termistor ini sudah dapat di kenali secara visual
yaitu pada Display led control indoor selalu berkedip-kedip atau bisa juga di akali
dengan mengamplas termistor pipa, tapi tetap tidak bertahan lama dan kalau
gak mempan juga terpaksa harus di ganti dengan yang baru yang sesuai dengan
ukurannya (socketnya) karena pada beberapa merk AC Termistor ini mempunyai
socket yang berbeda-beda. Untuk menghindari kerusakan Termistor ini
biasakanlah melakukan Perawatan Service AC secara berkala.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian Thermistor

Asal kata Termistor atau Thermistor dalam bahasa inggris yaitu Thermo dan
Resistor yang bermakna Thermally Sensitive Resistor. Jadi Termistor adalah
komponen atau sensor elektronika yang berguna ataupun dipakai sebagai
pengukur suhu. Orang yang mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan
nomor #2.021.491 atau sebagai penemu Termistor ini adalah Samuel Ruben.
Termistor bisa dibuat dalam bentuk yang berbeda-beda, bergantung pada
rangkaian elektronika yang akan diukur temperatur suhunya. Dalam sebuah
rangkaian elektronika Termistor disimbolkan dengan huruf TH (Anonim A, 2012).
Thermistor atau tahanan thermal adalah komponen semikonduktor yang
memiliki karakter sebagai tahanan dengan koefisien tahanan temperatur yang
tinggi, yang biasanya negatif. Ada 2 jenis termistor yang sering kita jumpai
dalam perangkat elektronika yaitu NTC (Negative Thermal Coeffisien) dan PTC
(Positive Thermal Coeffisien). Umumnya tahanan termistor pada temperatur
ruang dapat berkurang 6% untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 1oC.

Kepekaan yang tinggi terhadap perubahan temperatur ini membuat termistor


sangat sesuai untuk pengukuran, pengontrolan dan kompensasi temperatur
secara presisi. Termistor terbuat dari campuran oksida-oksida logam yang
diendapkan seperti: mangan (Mn), nikel (Ni), cobalt (Co), tembaga (Cu), besi (Fe)
dan uranium (U). Rangkuman tahanannya adalah dari 0,5 W sampai 75 W dan
tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ukuran paling kecil berbentuk manimanik (beads) dengan diameter 0,15 mm sampai 1,25 mm, bentuk piringan
(disk) atau cincin (washer) dengan ukuran 2,5 mm sampai 25 mm.
Cincin-cincin dapat ditumpukan dan di tempatkan secara seri atau paralel guna
memperbesar disipasi daya. sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor
NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula
termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu
termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar
termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol
termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi
termistor,pemasangan termistor. Dalam operasinya termistor memanfaatkan
perubahan resistivitas terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya
turun terhadap temperatur secara eksponensial untuk jenis NTC ( Negative
Thermal Coeffisien). \bg_white R_{T}=R_{A}e^{\beta T} Koefisien temperatur
didefinisikan pada temperature tertentu (Anonim B, 2013).

B. Fungsi Thermistor
Thermistor berfungsi sebagai alat pengatur temperatur atau suhu dalam
ruangan dengn begitu Termis ini dapat mengatur kerja kompresor secara
otomatis berdasarkan setting temperatur pada Remote AC, jika setting pada
remote AC di sett 25oC dan kemudian suhu di dalam ruangan sudah terpenuhi
mencapai 25oC maka dengan sendirinya termis ini mengirim sinyal
pada komponen PCB Indoor untuk memutus hubungan arus
ke kompresor begitupun sebaliknya jika Temperatur mulai naik maka Termistor
ini akan memerintah kompresor bekerja kembali,Ukuran termis ini sangat kecil
kira-kira 3.5mm, Prinsip dasar dari Temistor ini adalah merubah nilai tahanan jika
suhu atau temperatur mengenai termistor.
Termistor merupakan gabungan antara kata Termo (suhu) dan Resistor(pengukur
tahanan). Termistor di temukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930.
Pada Unit AC terdapat dua jenis termistor yaitu Termistor temperatur
ruangan yang berfungsi menerima sinyal perubahan temperatur dari hembusan
evaporator, dan Termistor Pipa evaporator, yang berfungsi menerima perubahan
temperatur pada pipa AC. Sering di jumpai pada merk-merk AC tertentu yang
rusak pada bagian ini, kerusakan yang timbul pada alat termistor ini sudah dapat
di kenali secara visual yaitu pada Display led control indoor selalu berkedip-kedip
atau bisa juga di akali dengan mengamplas termistor pipa, tapi tetap tidak
bertahan lama dan kalau gak mempan juga terpaksa harus di ganti dengan yang
baru yang sesuai dengan ukurannya (socketnya) karena pada beberapa merk AC
Termistor ini mempunyai socket yang berbeda-beda. Untuk
menghindari kerusakan Termistor ini biasakanlah melakukan Perawatan Service
AC secara berkala (Anonim C, 2013).

Pengertian Thermistor (NTC dan PTC) beserta Karakteristiknya


Pengertian Thermistor (NTC dan PTC) beserta Karakteristiknya Thermistor
adalah salah satu jenis Resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dipengaruhi oleh
Suhu (Temperature). Thermistor merupakan singkatan dari Thermal Resistor yang artinya
adalah Tahanan (Resistor) yang berkaitan dengan Panas (Thermal). Thermistor terdiri dari 2
jenis, yaitu Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC
(Positive Temperature Coefficient).
Komponen Elektronika yang peka dengan suhu ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan
inggris yang bernama Michael Faraday pada 1833. Thermistor yang ditemukannya tersebut
merupakan Thermistor jenis NTC (Negative Temperature Coefficient). Michael Faraday
menemukan adanya penurunan Resistansi (hambatan) yang signifikan pada bahan Silver Sulfide
ketika suhu dinaikkan. Namun Thermitor komersil pertama yang dapat diproduksi secara massal
adalah Thermistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930. Samuel Ruben adalah
seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat.
Seperti namanya, Nilai Resistansi Thermistor NTC akan turun jika suhu di sekitar Thermistor
NTC tersebut tinggi (berbanding terbalik / Negatif). Sedangkan untuk Thermistor PTC, semakin
tinggi suhu disekitarnya, semakin tinggi pula nilai resistansinya (berbanding lurus / Positif).

Simbol dan Gambar Thermistor PTC dan NTC


Berikut ini adalah Simbol dan Gambar Komponen Thermistor PTC dan NTC :

Karaktreristik Thermistor NTC dan PTC


Contoh perubahaan Nilai Resistansi Thermistor NTC saat terjadinya perubahan suhu
disekitarnya (dikutip dari Data Sheet salah satu Produsen Thermistor MURATA Part No.
NXFT15XH103), Thermistor NTC tersebut bernilai 10k pada suhu ruangan (25C), tetapi akan
berubah seiring perubahan suhu disekitarnya. Pada -40C nilai resistansinya akan menjadi
197.388k, saat kondisi suhu di 0C nilai resistansi NTC akan menurun menjadi 27.445k, pada

suhu 100C akan menjadi 0.976k dan pada suhu 125C akan menurun menjadi 0.532k. Jika
digambarkan, maka Karakteristik Thermistor NTC tersebut adalah seperti dibawah ini :

Pada umumnya Thermistor NTC dan Thermistor PTC adalah Komponen Elektronika yang
berfungsi sebagai sensor pada rangkaian Elektronika yang berhubungan dengan Suhu
(Temperature). Suhu operasional Thermistor berbeda-beda tergantung pada Produsen
Thermistor itu sendiri, tetapi pada umumnya berkisar diantara -90C sampai 130C. Beberapa
aplikasi Thermistor NTC dan PTC di kehidupan kita sehari-hari antara lain sebagai pendeteksi
Kebakaran, Sensor suhu di Engine (Mesin) mobil, Sensor untuk memonitor suhu Battery Pack
(Kamera, Handphone, Laptop) saat Charging, Sensor untuk memantau suhu Inkubator, Sensor
suhu untuk Kulkas, sensor suhu pada Komputer dan lain sebagainya.

SENSOR THERMISTOR
THERMISTOR
A. Pengertian Thermistor
Apa itu thermistor...?
Thermistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai
untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai
tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau
temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan
gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur
tahanan).Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan
mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491.Thermistor
adalah salah satu jenis yang mempunyai koefisien temperatur yang sangat
tinggi.
Fungsi utamanya untuk mengubah nilai resitansi karena adanya temperatur
dalam rangkaian tersebut.

Thermistor terbagi 2 jenis yaitu :


1. Thermistor positif
2. Thermistor negatif
1.Thermistor positif
Pada jenis ini satuan pada inputnya temperatur derajat celcius, sedangkan
pada outputnya resistansi adalah ohm
2. Thermistor negatif
Pada jenis ini input dan outputnya sama dengan thermistor jenis positif,
perbedaannya adalah jika temperatur naik maka resistansinya akan turun dapat
dilihat pada gambar grafik dibawah ini.

Proses Kerjanya
Thermistor dibuat dari bahan semikonduktor. Cara kerja Thermistor yaitu ketika
suhu meningkat maka resistansi Thermistor akan menuru. Hal ini
karena Thermistor terbuat dari bahan semikonduktor yang mempunyai sifat
menghantarkan electron ketika suhu naik. Thermistor yanng paling seering
digunakan untuk pengukuran suhu adalah Thermistor dua kawat meskipun
banyak jenis Thermistor.

Mengukur thermistor menggunakan multitester baikdigital maupun analog pada


posisi kilo ohm, jika Thermistor tidak mempunyai tahanan artinya rusak. Nilai
Tranducer harus stabil pada suhu kamar dan menurun ketika ujung tranducer
ketika dipanaskan.Setiap penambahan derajat Thermistor mempunyai
perubahan hambatan sangat besar. Ketika Thermistor dihubungkan ke kontroler
adalah cara terbaik untuk mengukurnya.Pada mode VDC pasang kabel multi
meter dikabel Thermistor. Bila terukur tegangan 5 volt maka artinya tidak ada
hubugan atau tahanan pada Thermistor, jika tegangan 0 volt
maka Thermistor short. Namun jika pada suhu ruangan 25 derajat
maka Thermistor harus mendapat tegangan sebesar 2,5 volt. Namun ada pula
pendingin ruangan yang controllernya menggunakn tegangan 3,3 volt ketika
thermistor memutuskan arus dan tegangan 1,7 volt ketika suhu ruangan 25
derajat.

Karakteristik Sensor Thermistor


- Resistansi tinggi 1kOhm sampai 100 kOhm.
- Ukuran fisik ( disk, manik-manik, batang ) kecil.
- Manik kecil ( small bead diameternya 0,005 inchi )
- Respon waktu cepat, untuk thermistor manik detik.
- Lebih murah dari pada RTD.

- Sensitivitas sangat tinggi ( 1000 kali lebih sensitif dari pada RTD ).
- Perubahan resistansi 10% per nol derajat celsius. Misal resistansi nominal 10
kOhm.
- Resistansi akan berubah 1kOhm untuk setiap perubahan temperatur
satu derajat celcius.
- Tidak sensitif terhadap shock vibrasi.
- Thermistor dilindungi kapsul ( Plastik, teflon/ material lembam).
- Meperlambat waktu respon karena kontak termal kurang baik.

Bentuk Fisik Thermisto


Bentuk Thermistor
a. Butiran
thermistor ini digunakan pada > 7000 celsius dan memiliki nilai resistansi 100
ohm hingga 1 mega ohm.
b. Thermistor keping
thermistor ini digunakan dengan cara direkatkan langsungn pada benda yang
diukur panasnya.
C. Thermistor batang
digunakan untuk menentukan perubahan panas pada peralatan elektronik,
mempunyai resistansi tinggi dan disipasi dayanya sedang.

Konstruksi Thermistor
gambar kostruksi thermistor tipe GM102.
Pemakaian thermistor didasarkan pada 3 karakteristik dasar
a. Karakteristik R ( resistansi ) terhadap T (suhu )
b. Karakteristik R ( resistansi ) terhadap t (waktu)
c. Karakteristik V ( tegangan) terhadap I ( arus )
Prinsip Fisis Sensor Thermistor
1. R3, thermistor dan VRI dipasang seri supaya dapat
menentukan
pembagian tegangan yang sesuai yang akan diberikan ke
trassistor switching.
2. Tegangan suplai adalah sama dengan jumlah tegangan yang jatuh pada R3,
thermistor dan VR1.
3. Thermistor dipasang pada bagian atas dari VR1 dimaksudkan supaya pada
saat suhu naik tegangan pada titik triger ( basis Transistor = VR1 ) akan
mengalami kenaikan.
4. anda bisa menukar posisi thermistor dengan VR1 dengan tujuan agar
rangkaian alarm akan aktif pada saat suhu mengalami penurunan