Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai seorang manajer, Anda perlu dituntut untuk mencapai efisiensi
kerja yang optimal dan memberikan pelayanan yang baik dan sempurna bagi para
konsumennya. Menciptakan hubungan baik dengan konsumen melalui pelayanan
yang diberikan merupakan salah satu aspek ampuh yang dapat digunakan untuk
meningkatkan penjualan dan membuat nama perusahaan terkenal dikalangan
konsumen. Sistem kinerja yang baik ini baik pada hubungan internal dan
hubungan eksternal yang dibangun dapat menjadi modal yang kuat untuk
perusahaan dapat mencapai efisiensi kinerjanya dan bahkan memberikan dampak
yang luar biasa dalam melakukan ekspansi pasar.
1.2 Masalah
1. Bagaimana system perusahaan dapat membantu perusahaan untuk
mencapai keungguan operasional?
2. Bagaimana system manajemen rantai pasokan dapat mengkoordinasikan
perencanaan, produksi dan logistic dengan pemasok?
3. Bagaimana system manajemen hubungan pelanggan dapat membantu
perusahaan untuk mencapai kedekatan dengan pelanggan?
4. Apakah tantangan-tantangan yang disebabkan oleh aplikasi perusahaan?
5. Bagaimana aplikasi-aplikasi perusahaan dapat mengambil manfaat dari
teknologi-teknologi baru?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana system perusahaan dapat membantu
perusahaan untuk mencapai keungguan operasional.
2. Untuk mengetahui bagaimana system manajemen rantai pasokan dapat
mengkoordinasikan perencanaan, produksi dan logistic dengan pemasok?
3. Untuk mengetahui bagaimana system manajemen hubungan pelanggan
dapat membantu perusahaan untuk mencapai kedekatan dengan
pelanggan?

4. Untuk mengetahui apakah tantangan-tantangan yang disebabkan oleh


aplikasi perusahaan?
5. Untuk mengetahui bagaimana aplikasi-aplikasi perusahaan dapat
mengambil manfaat dari teknologi-teknologi baru?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Perusahaan

Di seluruh dunia, perusahaan-perusahaan semakin menjadi lebih


terhubung, baik secara internal maupun dengan perusahaan lainnya. Jika anda
menjalankan bisnis, maka anda ingin merespons dengan cepat ketika seorang
pelanggan memesan dalam jumlah besar atau ketika pengiriman dari pemasok
tertunda. Anda juga ingin mengetahui dampak dari kejadian-kejadian tersebut
terhadap setiap bagian dari bisnis dan bagaimana perusahaan berkinerja pada
waktu tertentu, terutama jika anda menjalankan perusahaan berskala besar. Sistem
perusahaan memberikan integrasi untuk menjadikannya tersedia.
Apakah yang Dimaksud dengan Sistem Perusahaan?
Databasemengumpulkan data dari brebagai divisi dan departemen yang
berbeda dalam perusahaan, dan dari sejumlah besar proses bisnis yang penting
dalam manufaktur dan produksi. Keuangan dan akuntansi, penjualan dan
pemasaran, serta sumber daya manusia, membuat data tersedia untuk aplikasi
yang mendukung hampir seluruh aktivitas bisnis perusahaan secara internal.
Ketika informasi baru dimasukkan oleh salah satu proses, maka informasi dengan
segera tersedia bagi proses bisnis lainya.
Pengguna dapat memasuki sistem dan mengetahui status pesanan tersebut
kapan saja ia menghendakinya. Manajemen dapat memperoleh informasi setiap
saat mengenai bagaimana bisnis tersebut beroperasi. Sistem juga menghasilkan
data keseluruhan perusahaan untuk analisis manajemen terhadap biaya dan
profitabilitas produk.

Finance/accounting

Peramalan, akuntansi produk-biaya, akuntansi biayapusat,akuntansi aset, akuntansi pajak, manajemen kredit,
dan pelaporan keuangan.

Human resources

Administrasi
kepegawaian,perhitungan
waktu
kerjapenggajian, perencanaan personil,perhitunganmanfaat,
pelacakan
pemohon,manajemenwaktu,kompensasi,
perencanaantenaga kerja,manajemenkinerja, danpelaporan
biayaperjalanan.
Manufacturing/production Pengadaan, manajemenpersediaan, pembelian,pengiriman,
perencanaan produksi,penjadwalan produksi,perencanaan
kebutuhan
bahan,
kontrol
kualitas,
distribusi,
pelaksanaantransportasi, dan pemeliharaan peralatan.
Sales/marketing

Pemrosesan order, kontrak, konfigurasi produk, harga,


penagihan, pemeriksaan kredit, insentifdan manajemen
komisi, perencanaan penjualan.

Perangkat Lunak Perusahaan


Perangkat lunak perusahaan (enterprise software) dibangun berdasarkan
ribuan proses bisnis yang telah jelas, yang mencerminkan praktik pelaksanaan
terbaik. Perusahaan yang mengimplementasikan perangkat lunak ini pertama-tama
harus memilih fungsi-fungsi dari sistem yang mereka ingin gunakan dan
kemudian memetakan proses bisnis mereka terhadap proses bisnis yang telah
ditetapkan dalam perangkat lunak. (Salah satu dari penelusuran kami akan
memperlihatkan bagaimana perangkat lunak SAP perusahaan akan menangani
proses

pengadaan

untuk sebuah perlengkapan

baru). Perusahaan akan

menggunakan tabel konfigurasi yang disediakan oleh pabrikan perangkat lunak


untuk menyesuaikan aspek tertentu dalam sistem kepada penerapannya dalam
bisnis.
Nilai Bisnis Sistem Perusahaan
Sistem perusahaan menyediakan nilai baik dengan meningkatkan efisiensi
operasional dan memberikan informasi perusahaan secara luas untuk membantu
para manajer dalam mengambil keputusan yang lebih baik. Perusahaan besar
dengan banyak unit operasional di lokasi-lokasi yang berbeda telah menggunakan
sistem perusahaan untuk menegakkan praktik pelaksanaan standar dan data
sehingga setiap orang dapat menjalankan bisnis dengan cara yang sama di seluruh
dunia.
Sistem perusahaan membantu perusahaan untuk memberikan tanggapan
dengan lebih cepat terhadap permintaan pelanggan untuk informasi atau produk.
Karena sistem tersebut mengintegrasikan data pesanan, produksi, dan pengiriman,
bagian produksi menjadi lebih terarah dalam memproduksi hanya barang-barang
yang telah dipesan pelanggan, membeli jumlah komponen atau bahan mentah
yang benar-benar tepat untuk memenuhi pesanan, membagi produksi menjadi
beberapa tahapan, dan meminimalkan waktu suatu komponen atau barang jadi
berada dalam persediaan.

Sistem perusahaan menyediakan informasi yang jauh lebih berharga untuk


meningkatkan pengambilan keputusan manajemen. Kantor pusat perusahaan
memiliki akses untuk memperbarui setiap saat data mengenai penjualan,
persediaan, dan produksi, serta menggunakan informasi tersebut untuk
menciptakan peramalan penjualan dan produksi yang lebih akurat. Perangkat
lunak perusahaan meliputi alat analitis untuk menggunakan data yang direkam
oleh sistem untuk mengevaluasi keseluruhan kinerja organisasional. Data sistem
perusahaan memiliki definisi dan format standar yang sama yang diterima oleh
seluruh organisasi. Angka kinerja berarti terdapat hal yang sama pada perusahaan.
Sistem perusahaan memungkinkan bagi manajemen bagi manajemen senior untuk
dengan mudah mencari tahu setiap saat bagaimana unit organisasional tertentu
dalam bekerja, menentukan produk yang paling menguntungkan dan kurang
menguntungkan, serta menghitung biaya bagi perusahaan secara keseluruhan.
2.2 Sistem Manajemen Rantai Pasokan
Rantai Pasokan
Rantai pasokan (supply chain) perusahaan merupakan jaringan organisasi
dan proses bisnis untuk pengadaan bahan mentah, menngubah bahan mentah
tersebut menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, dan mendistribusikan
barang jadi kepada pelanggan. Rantai pasokan menghubungkan pemasok, pabrik,
pusat distribusi, toko eceran, dna pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa
dari sumber melalui konsumsi. Bahan baku, informasi, dan pembayaran mengalir
melalui rantai pasokan ke dua arah.
Barang mula-mula berasal dari bahan mentah, kemudian bergerak
melewati rantai pasokan, diubah menjadi barang setengah jadi. Barang jadi
dikirimkan kepada pusat distribusi dan dari pusat didistribusikan kepada pengecer
dan pelanggan. Barang yang dikembalikan mengalir ke arah yang berlawanan dari
pembeli kembali kepada penjual.

Sistem Informasi dan Manajemen Rantai Pasokan


Berbagai inefisiensi dalam rantai pasokan, seperti kurangnya suku cadang,
penggunaan kapasitas pabrik yang rendah, persediaan barang jadi yang
berlebihan, atau biaya transportasi yang tinggi, disebabkan oleh informasi yang
tidak akurat atau tidak tepat waktu.
Namun, pada rantai pasokan, beberapa ketidakpastian muncul karena
berbagai kejadian tidak dapat diramalkan-permintaan produk yang tidak pasti,
pemgiriman yang terlambat dari pemasok, kecacatan suku cadang atau bahan
mentah, atau gangguan dalam proses produksi. Untuk memuaskan pelanggan,
produsen biasanya mengatasi ketidakpastian dan kejadian-kejadian yang tidak
dapat diramalkan dengan menyimpan bahan baku atau produk lebih banyak dalam
persediaan daripada yang sebenarnya dibutuhkan. Stok pengaman ini bertindak
sebagai penyangga untuk kurangnya fleksibilitas pada rantai pasokan. Meskipun
kelebihan dalam persediaan mahal, tingkat pengisian yang rendah juga berbiaya
tinggi, karena bisnis akan mengalami kerugian dari pesanan-pesanan yang
dibatalkan.

Salah satu masalah yang sering muncul dalam manajemen rantai pasokan
adalah efek bullwhip (bullwhip effect), dimana informasi mengenai permintaan
suatu produk menyimpang dari biasanya ketika melewati satu entitas ke entitas
selanjutnya di sepanjang rantai pasokan.
Perangkat Lunak Manajemen Rantai Pasokan

Perangkat lunak rantai pasokan diklasifikasikan menjadi perangkat lunak


untuk membantu bisnis dalam merencanakan rantai pasokannya (perencanaan
rantai pasokan) atau perangkat lunak untuk membantu bisnis dalam menjalankan
langkah-langkah rantai pasokan (pelaksanaan rantai pasokan). Sistem perencanaan
rantai pasokan (supply chain planning systems) memungkinkan perusahaan untuk
membuat model mengenai rantai pasokannya yang telah ada, menghasilkan
peramalan permintaan produk, dan mengembangkan pengadaan optimal dan
rencana manufaktur. Sistem ini membantu perusahaan mengambil keputusan yang
lebih baik, seperti menentukan berapa banyak suatu produk tertentu yang akan
diproduksi dalam periode waktu tertentu; menentukan tingkat persediaan untuk

bahan mentah, produk-produk setengah jadi, dan produk-produk jadi; menentuka


dimana akan menyimpan barang jadi; dan mengidentifikasi jenis transportasi yang
digunakan untuk mengirimkan produk.
Salah satu yang terpenting-dan kompleks-bahwa fungsi dari perencanaan
rantai pasokan adalah perencanaan permintaan (demand planning), yang
menentukan berapa banyak produk yang diperlukan oleh perusahaan untuk
memenuhi semua permintaan pelanggannya. Perangkat lunak JDA, SAP, dan
Oracle semuanya menawarkan solusi dalam manajemen rantai pasokan.
Sistem pelaksanaan rantai pasokan (supply chain execution systems)
mengelola aliran produk melalui pusat-pusat distribusi dan gudang untuk
memastikan bahwa produk tersebut dikirimkan ke lokasi yang tepat dengan cara
yang paling efisien. Sistem tersebut melacak status fisik barang, pengelolaan
bahan mentah, operasi gudang dan transportasi, serta informasi keuangan yang
melibatkan semua pihak.
Rantai Pasokan Global dan Internet
Para mitra bisnis menggunakan alat manajemen rantai pasokan berbasis
web untuk bekerja sama membuat peramalan secara online. Perwakilan penjualan
akan mengakses jadwal produksi pemasok dan informasi logistik untuk
memonitor status pesanan pelanggan.
1. Permasalahan Rantai Pasokan Global
Semakin banyak perusahaan memasuki pasar internasional, melakukan
alih daya operasional manufaktur, dan memperoleh pasokan dari negara-negara
lainnya demikian pula penjualan ke luar negeri. Rantai pasokan mereka meluas
hingga ke berbagai negara dan kawasan. Terdapat kompleksitas tambahan dan
tantangan untuk mengelola rantai pasokan global.
Rantai pasokan global biasanya terbentang jarak geografis lebih besar dan
perbedaan waktu daripada rantai pasokan dalam negeri dan memiliki partisipan
dari sejumlah negara berbeda. Internet membantu perusahaan mengelola banyak
9

aspek rantai pasokan globalnya, meliputi pengadaan, transportasi, komunikasi,


dan keuangan internasional.
2. Rantai Pasokan yang Dipengaruhi Permintaan: Dari Produksi
Dorong hingga Tarif dan Respon Pelanggan yang Efisien.
Selain mengurangi biaya, sistem manajemen rantai pasokan memfasilitasi
respons pelanggan yang efisien sehingga membuat kinerja bisnis lebih banyak
dipengaruhi oleh permintaan pelanggan. Sistem manajemen rantai pasokan yang
lama lebih banyak ditentukan oleh model dorong (juga dikenal sebagai model
yang dibangun berdasarkan pada persediaan). Dalam model dorong (push-based
model), jadwal produksi utama didasarkan pada peramalan atau tebakan terbaik
mengenai permintaan produk, dan produk-produk tersebut didorong kepada
pelanggan. Dengan arus informasi yang baru yang dimungkinkan dengan adanya
perangkat-perangkat berbasis web, manajemen rantai pasokan akan lebih mudah
untuk mengikuti model tarik. Dalam model tarik (pull-based model), yang juga
dikenal sebagai model yang digerakkan oleh permintaan atau model yang
dibangun berdasarkan pada pesanan, pesanan dari pelanggan atau pembelian akan
memicu kejadian-kejadian dalam rantai pasokan. Transaksi untuk memproduksi
dan mengirimkan apa yang dipesan oleh pelanggan telah bergeser naik pada rantai
pasokan, dari pengecer kepada distributor, kepada produsen, dan akhirnya kepada
pemasok.
Nilai Bisnis Sistem Manajemen Rantai pasokan
Dengan mengimplementasikan jaringan dan sistem manajemen rantai
pasokan terintegrasi, perusahaan dapat menyeimbangkan penawaran terhadap
permintaan, mengurangi tingkat persediaan, meningkatkan layanan pengiriman,
mempercepat waktu untuk memasarkan produk, dan memanfaatkan aset secara
lebih efektif.
Biaya total rantai pasokan merepresentasikan mayoritas dari biaya
operasional bagi banyak bisnis dan dalam beberapa indutri yang mendekati 75

10

persen dari total anggaran operasional. Mengurangi biaya rantai pasokan memiliki
dampak besar terhadap profitabilitas perusahaan.
Sebagai tambahan untuk mengurangi biaya, sistem manajemen rantai
pasokan dapat membantu meningkatkan penjualan. Jika produk tidak tersedia
ketika seorang pelanggan menginginkannya, pelanggan akan mencoba untuk
membeli dari yang lainnya. Pengendalian yang lebih tepat mengenai rantai
pasokan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memiliki produk yang tepat
tersedia bagi pelanggan yang akan membeli pada waktu yang tepat.

2.3 Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan

11

Sistem manajemen hubungan pelanggan merupakan system untuk


mengintegrasikan data pelanggan dari seluruh organisasi, mengoordinasikan,
menganalisis, lau mendistrbusikan hasilnya kepada berbagai system dan titik
sentuh pelanggan diseluruh perusahaan. Titik sentuh merupakan metode interaksi
dengan pelanggan seprti telepon, surat dan facebook.
Sistem CRM (customer relationship management) yang dirancang
dengan baik dapat berguna untuk meningkatkan penjualan dan layanan pelaggan.
Sitem CRM yang baik akan menyediakan data dan perangkat analitis untuk
menjawab pertanyaan dari pelanggan. Dengan system CRM perusahaan akan
menjawab pertanyaan tersebut untuk mendapatkan pelanggan baru, menyediakan
layanan dan dukungan yang lebih baik terhadap pelanggan yang telah ada,
menyesuaikan penawaran dengan minat pelanggan dan memberikan nilai lebih
untuk mempertahankan para pelanggan yang menguntungkan.
Gambar 9.6 Manajemen Hubungan Pelanggan

Perangkat Lunak Manajemen Hubungan Pelanggan

12

Pakaet CRM yang lebih komprehensif memuat modul untuk manajemen


hubungan mitra (partner relationship management- PRM) dan manajemen
hubungan karyawan (employee relationship management- ERM).
PRM menggunakan sebagian besar dari data, perangkat, dan system yang
sama seperti manajemen hubungan pelanggan untuk meningkatkan kolaborasi
antar perusahaan dengan para mitra penjualan. PRM menyediakan kemampuan
untuk bertukan informasi dan menddistribusikan data tentang pelanggan kepada
perusahaandan mitra penjualannya. PRM juga menyediakan perangkat untuk
menilakinerja mitra perusahaan sehingga dapat memastikan bahwa mitra
terbaiklah yang menerima dukungan dan dibutuhkan untuk lebih mempererat
bisnis.
Perangkat lunak ERM berkaitan dengan masalah karyawan yang
berhubungan dengan CRM, seperti penentuan tujuan, manajemen kinerja
karyawan, kompensasi
1. Sales Force automation
Modul otomatisasi tenaga penjualan dalam system CRM membantu staf
penjualan dalam meningkatkan produktivitas dengan menitikberatkan usaha
penjualan pada pelanggan yang paling menguntungkan, mereka adalah kandidat
yang tepat untuk meberikan penjualan dan layanan. Sistem RCM memungkin
departemen penjualan, pemasaran, dan pengiriman untuk lebih mudah berbagi
informai tentang pelanggan dan prospek.
2. Layanan Pelanggan
Modul layanan pelanggan dalam system CRM menyediakan informasi dan
alat untuk meningkatkan efisiensi dari para staf di pusat pelanggan, bantuan, dan
pusat dukungan pelanggan. Modul ini juga memiliki kemampuan untuk
mengarahkan dan mengelola permintaan layanan pelanggan, salah satunya adalah
melalui jalur telepon untuk perjanjian atau mendapatkan saran.

13

Sistem CRM juga meliputi kemampuan layanan berbasis web. Situs web
perusahaan dapat dibuat untuk dapat memberikan dukungan informasi personal
kepada pelanggan.
3. Pemasaran
Modul pemasaran meliputi perangkat untuk menganalisis data pemasaran
dan pelanggan, mengidentifikasi pelanggan yang menguntungkan dan yang tidak
menguntungkan, merancang produk dan layanan untuk memuaskan kebutuhan
dan keinginan pelanggan secara spesifik, serta mengidentifikasi peluang untuk
penjualan silang.
Penjualan silang merupakan pemasaran produk pelengkapa kepada
pelanggan, seprti dalam dunia layan keunagan, pelanggan yang memiliki rekening
giro mungkin saja ingin berinteraksi pada pasar uang atau memperoleh pinjaman
untuk perbaikan rumah.
CRM Operasional dan CRM Analitis
Seluruh aplikasi yang ada bertujuan untuk mendukung aspek operasional
dan analitis dari manajemen hubungan pelanggan. CRM operasional meliputi
aplikasi yang berhubungan dengan pelanggan seperti perangkan lunak untuk SFA,
pusat panggilan dan dukunagan layanan, serta otomatis pemasaran. CRM analitis
meliputi aplikasi buntuk menganalisis data pelanggan yang dihasilkan oleh
aplikasi CRM operasional menyediakan informasi dalam rangka meningkatkan
kinerja bisnis.
Output CRM analitis lainnya adalah nilai hidup konsumen bagi
perusahaan. Nilai hidup konsumen Nilai hidup pelanggan didasarkan pada
hubungan antara pendapatan yang dihasilkan dengan biaya yang dikeluarkan
dalam mendapatkan dan melayanin

pelanggan tersebut dan perkiraan masa

hubungan antara pelanggan tersebut.


Nilai Bisnis Sistem Manajemen Hubungan Pe
Perusahaan dengan system manajemen hubungan pelanggan yang efektif
dapat meraih berbagai keuntungan, meliputi meningkatkan kepuasan pelanggan,

14

menurunkan biaya pemasaran langsung, pemasaran yang lebih efektif serta biaya
untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan menjadi lebih rendah.
Informasi dari system CRM meningkatkan pendapatan penjualan dengan cara
mengidentifikasi pelanggan dan segmen yang paling menguntungkan yang perlu
dilakukan pemasaran terfokus dan penjualan silang.
2.3 Aplikasi Perusahaan:Peluang dan Tantangan Perusahaan
Tantangan Bagi Aplikasi Perusahaan
Aplikasi Perusahaan melibatkan bagian-bagian perangkat lunak yang
kompleks dan sangat mahala untuk dibeli dan diimplementasikan. Beberapa
perusahaan mengalami berbagai masalah dan kerugian operasional yang besar
ketika pertama kali mengiplementasikan aplikasi perusahaan, karena perusahaan
tersebut tidak memahamai berapa banyak perubahan operasional ynag diperlukan.
Aplikasi perusahaan juga menimbulkan biaya penggantian. Setelah
menerapakan suatu aplikasi perusahaan daru suatu vendor tunggal seperti SAP,
Oracle, atau lainnya, , maka akan sangat mahal ketika mengalihkan vendor, dan
perusahaan akan terikat pada vendor tersebut untuk memprebarui produknya dan
memelihara instalasi. Perusahaan yang menerapkan aplikasi perusahaan juga
dapat menghemat waktu dan uang dengan melakukan penyesuaian hingga titik
minimum.
Aplikasi Perusahaan Generasi Berikutnya
Saat ini, vendor aplikasi perusahaan memberikan lebih banyak nilai
dengan lebih fleksibel, memungkinkan pemanfaatn melalui web, dan kemampuan
untuk berintegrasi dengan system lainnya., system perusahaan, system manajemn
hubungan pelanggan dan system rantai pasokan merupakan suatu hal pada masa
laulu. Vendor perangkat lunak perusahaan besar telah menciptakan yang disebut
dengan solusi perusahaan, eneterprise suites, atau e-business suite untuk membuat
manajemn hubungan pelanggan, manajemen rantai pasokan dan system
perusahaan bekerjasama erat satu sama lain dan mengaitkan dengan system dari

15

pelanggan dan pemasok. Aplikasi perusahaan generasi berikutnya juga meliputi


open source dan solusi atas permintaan, demikian pula lebih banyak
fungsionalitas yang tersedia pada platform mobile.
CRM Sosial dan Intelijen Bisnis
Perangkat CRM social memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan
percakapan pelanggan dan hubungan dari situs jejaring social dengan proses
CRM. Vendor CRM terkemuka sekarang menawarkan perangkat tersebut untuk
menautkan data dari jejaring social ke perangkat lunak CRM- nya.
Vendor aplikasi intelijen bisnis dalam aplikasi perusahaan telah
menambahkan fitur intelijen bisnisn untuk membantu manajer dalam memperoleh
lebih bnayak informasi yang bermanfaat dari sebagian besar data yang dihasilkan
oleh system-sistem tersebut. Meliputi pelaporan yang fleksibel, analisis khusus,
dashboard interaktif, dan analisis scenario.
2.5 Studi Kasus
Mentega Dari Land Olakes Menjadi Lebih Segar Dengan Perencanaan
Permintaan
Land Olake didirikan pada 1921 oleh perwakilan dari 320 pabrik mentega
dan keju individual sebagai Minnesota Cooperative Creameries Association, Land
Olake telah bertumbuh menjadi salah satu dari produsen mentega dan keju
terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan Menangani 12 Miliar pon susu per tahun
dan menghasilkan pendapatan lebih dari $12 miliar. Perusahaan juga memeiliki
beberapa merek lainnya, seperti Purina produsen utama dari makanan
binatangyanng diakuisisi pada tahun 2001. Land Olake juga menjalankan
Winfield Solutions, yang menjual produk pembibitan lahan pertanian dan
melindungi hasil panen.
Semua bisnis yang berkaitan dengan barang konsumen harus berhadapan
dengan masalah efisiensi rantai pasokan dan manajemen persediaan. Bagi Land
Olakes, urgensi isu-isu tersebut ditingkatkan karena produk produknya tidak
tahan lama serta volume penjualan dan perubahan bauran produk sangat besar dari
musim ke musim. Sebagai contoh pada musim dingin, warga Amerika

16

menggunakan lebih banyak mentega untuk memanggang makanan, dan


permintaan akan melonjak hingga 65 persen. Perusahaan harus mempersiapkan
diri untuk menyesuaikan produksinya dan persediaan dengan tepat.
Karena fluktuasi dalam permintaan dan masa penyimpanan produk yang
singkat, Land Olakes Perlu menaruh perhatian lebih untuk merencanakan
persediaannya sehingga dapat menangani kebutuhan pelanggannya dalam setiap
musim tanpa menimbulkan biaya yang tidak semestinya. Akhirnya pada tahun
2010, Land Olakes mengimplementasikan perangkat lunak Manajemen
Permintaan Demantra dari Oracle untuk merencanakan produksi dengan lebih
efektif dalam mingguan, bulanan dan berdasarkan musiman. Land Olakes
berharap mengurangi jumlah persediaan yang dimilikinya, menyederhanakan
rantai pasokannya, dan memprediksi permintaan sebelum mengembangkannya.
Dengan meningkatkan perencanaan produksinya, maka perusahaan dapat
mengurangi biaya di seluruh wilayah.
Rantai pasokan Land Olakes rumit dan melibatkan beberapa entitas
berbeda. Sebagai contoh, ketika sekotak mentega diproduksi di pabrik Land
Olakes di California atau Pennsylvania, perusahaan mengirimkan kepada salah
satu dari pusat distribusinya dan kemudian kepada pusat distribusi pelanggannya,
seperti Shoprite Supermarkets atau A& P. dari sana sekotak mentega dibawa ke
supermarket eceran dan lokasi tokok bahan makanan, restoran, dan perusahaan
penyedia jasa makanan, tetapi penting untuk dibawa sesegera mungkin melalui
bagian rantai pasokan milik Land OLakes sehingga masih segar ketika sampai
pada tempat tujuan terakhir. Efisiensi rantai pasokan merupakan yang terpenting.
Manajemen persediaan sama pentingnya. Land Olakes harus menjaga sejumlah
produk memadai dalam persediannya, tetapi beberpa kelebihan persediaan tidak
dapat dijual sebelum produk yang mulai rusak disingkirkan. Sebagai tambahan,
semakin banyak persediaan yang dimiliki oleh perusahaan semakin besar pula
biaya untuk memelihara persediaan tersebut.
Land Olakes ingin mencapai tujuannya dengan mengimplementasikan
solusi yang memahami permintaan untuk membantu memprediksi dan
menyesuaikan terhadap pergeseran permintaan. Perusahaan teleh menginstall
system ERP Oracle JD

Edwards EnterpriceOne, sehingga bergantung

17

pada

Demantra untuk memperluas fungsionalitasnya pada solusi ERP untuk


meningkatkan pemahaman mengenai permintaan. Demantra mengekstrak data
mengenai riwayat pengiriman, membuka pesanan pelanggan, dan data induk kunci
mengenai pelanggan dan produk dari system EnterpriceOne untuk menciptakan
model bagi permintaan pada masa mendatang. Menggunakan data-data tersebut
dengan permodelan statistic canggih dan algorotma yang menghitung konsumsi,
waktu tunggu pesanan, dan alokasi konsumsi, Land Olake dapat menciptakan
peramalan akurat terutama untuk 4 minggu mendatang.
Demantra menghasilkan laporan dalam jangka panjang, jangka menengah
dan jangka pendek yang membantu dalam proses perencanaan. Laporan jangka
panjang meramalkan permintaan 18 hingga 24 bulan mendatang yang akan
membantu perencanaan bagi manajer mengenai jenis produk manakah yang dibuat
dan memastikan bahwa gudang susu tersedia dalam jumlah yang memdai untuk
memenuhi permintaan pada saat itu. Laporan jangka menengah meramalkan
permintaan 2 hingga 6 bulan. Laporan jangka pendek untuk menentukan manakah
pelanggan yang memerlukan pengiriman dengan segera.
Demantra telah membantu Land Olakes dalam memangkas total
persediaan produk jadi mereka dengan 4 haru penuh, menghasilkan penghematan
dlam jutaan dolar. Land Olakes juga mengandalkan Manajemen Transportasi
Oracle untuk merncanakan transportasi, pelaksanaan, pembayaran ongkos, dan
otomatisasi proses bisnisnya.

Manajemen Transportasi Oracle berintegrasi

dengan system EnterpriceOne dan Demantra. Dengan menggunakan informasi


mengenai pusat distribusi manakah yang memerlukan barang dan manakah yang
memerlukan untuk membongkar barang. Dengan menggunakan system ini, Land
Olakes dapat mengisi truknya dengan lebih banyak barang, meningkatkan bobot
rata-rata truk mereka sebesar 4 persen menjadi 40.000 pon. Hal ini menghemat
dana perusahaan pada biaya transportasi. Land Olakes dapat menyalurkan
kembali penghematan-penghematan tersebut untuk ekspansi hingga ke pasar
internasional.

18

BAB III
KESIMPULAN
Perangkat lunak perusahaan didasarkan pada suite dari modul-modul
perangkat lunak terintegrasi dan pusat database biasa. System perusahaan
mendukung sentralisasi organisasi dengan mneggalakkan standar data yang
19

seragam dan proses bisnis di seluruh perusahaan serta satu platform teknologi
terpadu.
System manajemen rantai pasokan (SCM) mengotomatisasi aliran
informasi

diantara

anggota

rantai

pasokan

sehingga

mereka

dapat

menggunakannya untuk mengambil keputusan yang lebih baik mengenai kapan


dan berapa banyak yang akan dibeli, dihasilkan atau dikirimkan. Informasi yang
semakin akurat dari system manajemen rantai pasokan mengurangi dampak
ketidakpastian.
System manajemen hubungan pelanggan (CRM) mengintegrasikan dan
mnegotomatisasi proses yang dihadapi oleh pelanggan dalam penjualan,
pemasaran, dan layanan pelanggan, menyediakan pandangan menyeluruh tentang
perusahaan.
Aplikasi perusahaan sulit untuk diimplementasikan. Aplikasi perusahaan
memerlukan perubahan organisasional yang cukup besar, investasi atas perangkat
lunak baru yang besar, dan penilaian seksama mengenai bagaimana system-sistem
tersebut meningkatkan kinerja operasional.
Saat ini aplikasi perusahaan lebih fleksibel, memunngkinkan penggunaan
web dan kemampuan untuk berintegrasi dengan system lainnya dengan
menggunakan layanan web dan arsitektur berorientasi layanan.

DAFTAR PUSTAKA
Laudon, Kenneth C dan Jane.P. Laudon, Sistem Informasi Manajemen-Mengelola
Perusahaan Digital. Edisi 13 (terjemahan). Jakarta. Penerbit : Salemba
Empat

20

Ferrer, Jaume, Johan Karlberg dan Jamie Hintlian. Integration: The Key To
Global Success. Supply Chain Management Review (1 Maret 2007)

21