Anda di halaman 1dari 25

SKENARIO PEMBELAJARAN

TEORI KINETIK GAS


Dalam penyampaian materi teori kinetik gas berdasarkan kurikulum 2013 yang
terdapat dalam

Kompetensi Dasar 3.8 Memahami teori kinetik gas dalam

menjelaskan karakteristik gas pada ruang tertutup ini diperlukan waktu 4 x 3 JP (4


kali pertemuan dengan 1 pertemuan berdurasi 3 x 45 menit). Adapun tujuan
pembelajaran pada materi ini adalah setelah menperoleh penjelasan, pemaparan,
dan ilustrasi dari guru serta diskusi kelompok, diharapkan siswa dapat
menyebutkan sifat-sifat gas ideal, menyebutkan persamaan gas ideal, menjelaskan
pengertian Teori Kinetik gas, menjelaskan hukum-hukum pada gas ideal,
menjelaskan teori ekipartisi energy, mengemukakan Hubungan antara Tekanan,
Suhu, dan Energi Kinetik Gas, menghitung menggunakan persamaan kecepatan
partikel gas, menentukan energi dalam dari suatu gas, menganalisis persamaan
umum gas ideal, memecahkan persoalan fisika menggunakan persamaan umum
gas ideal, dan merumuskan persamaan kecepatan partikel gas
Dalam penyampaian materi ini guru menggunakan model pembelajaran inkuiri
terbimbing

yang

terdiri

dari

beberapa

tahap

antara

lain

mengamati,

menanya(merumuskan masalah), mengeksplorasi, dan mengkomunikasikan.


Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan,
kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

PERTEMUAN 1 (3 JP, @ 3 X 45 menit)


Pembukaan (10 menit)
Pengkondisian kelas sebelum dimulai pelajaran, guru melihat seisi ruang kelas
apakah sudah kondusif atau belum. Jika kelas belum kondusif, guru menata kelas
dan mengkondisikan siswa untuk tenang dan agar siap mengikuti pelajaran yang
akan disampaikan. Kemudian guru memberikan salam pembuka, guru
menyampaikan salam pembuka di awal pembelajaran, salam pembuka ini bisa
berupa Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu/Selamat pagi anakanak?.

Siswa

menjawab

salam

dan

sapaan

guru

dengan

baik

dan

sopan,

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu/Selamat pagi bu Guru.


Selanjutnya pengecekkan kehadiran siswa di kelas, guru melakukan pengabsenan
siswa satu persatu, dengan memanggil nama siswa sesuai dengan urutan daftar
nama siswa. Tidak lupa guru mendata siswa yang hadir maupun siswa yang tidak
hadir, pendataan ini bisa berupa pemberian simbol/kode pada kolom presensi
nama masing-masing siswa. Siswa mengacungkan jari telunjuknya jika guru
menyebutkan namanya dalam absen.
Penyampaian tujuan pembelajaran, setelah melakukan absensi kepada siswa, guru
menyampaikan tujuan pelajaran dari materi yang akan disampaikan. Namun
sebelum menyampaikan tujuan pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan
apersepsi menarik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan
disampaikan, dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan teori kinetik gas.
Guru bertanya kepada siswa mengenai pengaplikasian teori kinetik gas dalam
kehidupan sehari-hari seperti :
Apakah ciri dari zat gas?
Saat meniup balon apa yang terjadi?
Mengapa balon gas bisa terbang?
Mengapa balon gas panas dapat mengudara?

Sehingga siswa dapat menjawabnya dengan jawaban berupa:


Ciri- cirri zat gas yaitu : mempunyai bentuk yang berubah-ubah, , mempunyai
volume yang beruba-ubah, mengikuti bentuk tempatnya
Siswa lain menjawab mengenai balon gas dengan jawaban berupa :
Saat kita meniup balon, balon akan membesar karena ada tekanan udara
didalamnya
Siswa lain menjawab pertanyaan berikutnya yaitu berupa :

Balon gas dapat naik ke atas karena balon gas itu diisi dengan udara panas
atau dapat juga diisi dengan hidrogen.
Kemudian siswa lain menjawab :
Balon gas panas dapat mengudara karena udara panas massa jenisnya lebih
kecil daripada udara luar (atmosfer) sehingga balon dapat melayang bebas di
udara.
Guru memberikan penguatan kepada siswa atas jawaban yang telah diberikan
dengan gerak tubuh maupun ucapan seperti bertepuk tangan, ungkapan berupa
kalimat Bagus, tepat sekali. Guru mengulang kembali jawaban yang di
sampaikan siswa yang berupa :
Ciri-ciri dari zat gas antara lain :

Mempunyai bentuk yang berubah-ubah


Mempunyai volume yang beruba-ubah
Susunan partikel zat padat letaknya tidak teratur dan berjauhan
Ikatan partikel zat padat sangat lemah
Mengikuti bentuk tempatnya

Saat kita meniup balon, balon akan membesar karena ada tekanan udara
didalamnya. Semakin banyak udara yang dimasukkan, semakin besar tekanan
didalamnya sehingga makin besar balon tersebut. Dengan kata lain, semakin
besar massa gas, semakin besar volume balon. Kita bisa mengatakan bahwa
massa gas (m) sebanding alias berbanding lurus dengan volume gas (V)
Balon gas dapat naik ke atas karena balon gas itu diisi dengan udara panas
atau dapat juga diisi dengan hidrogen.
Balon gas panas dapat mengudara karena udara yang

panas jumlah

molekulnya akan semakin sedikit (semakin renggang jarak antara molekul)


dibandingkan dengan udara yang dingin, jadi masa jenis udaranya akan menjadi
lebih ringan. Sehingga massa jenisnya lebih kecil daripada udara luar (atmosfer)
dan menyebabkan balon dapat melayang bebas di udara.

Guru meyakinkan apakah siswa sudah mengerti dengan jawaban yang telah
disampaikan

atau

belum.

Jika

siswa

sudah

paham,

selanjutnya

guru

menyampaikan bahwa dalam Teori kinetik gas ini akan dibahas pula mengenai
pengertian teori kinetik gas, sifat-sifat gas ideal, hukum-hukum pada gas ideal,
persamaan umum gas ideal, teori kinetik gas secara makroskopis, dan teori
ekuipartisi energi namun dalam pertemuan pertama akan dibahas terlebih dahulu
mengenai pengertian teori kinetik gas, sifat-sifat gas ideal, hukum-hukum pada
gas ideal, persamaan umum gas ideal.

Kegiatan inti (90 menit)


a. Fase mengamati
b. Guru Menampilkan sebuah animasi mengenai hukum-hukum pada gas
ideal dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari yang disajikan dalam
bentuk phet simulation dan ditampilkan pada layar monitor. Siswa
memperhatikan animasi yang ditayangkan oleh guru. Setelah itu Guru
menanyakan persoalan-persoalan yang terkait dengan hukum-hukum pada
gas ideal seperti:
Dari animasi yang telah ditampilkan, menurut kalian bagaimana
hubungan antara tekanan, suhu, dan volume? Kemudian seperti apa
aplikasi gas ideal dalam kehidupan sehari-hari? Dan bagaimana sifatsifat gas ideal?
Sehingga siswa dapat menjawabnya dengan jawaban berupa :
tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya, volume gas
sebanding dengan suhu mutlaknya, dan tekanan gas sebanding dengan
suhu mutlaknya.
Kemudian siswa lain menjawab pertanyaan berikutnya dengan jawaban
berupa :
- Ban atau Balon Dapat Meletus di Bawah Terik Sinar Matahari
- Gelembung pada Minuman Bersoda
- Balon Udara Panas Dapat Mengudara
Selanjutnya siswa lain menjawab pertanyaan berikutnya dengan jawaban
berupa:
1. Gas terdiri atas partikel-partikel padat kecil yg bergerak dengan
kecepatan tetap dan dengan arah sembarang.
2. Masing-masing partikel bergerak dalam garis lurus.

3. Tumbukan antara masing-masing partikel atau antara partikel dengan


dinding adalah tumbukan lenting sempurna.
4. Waktu terjadinya tumbukan antarpartikel atau antara partikel dengan
dinding sangat singkat dan bisa diabaikan.
Guru memberikan penguatan kepada siswa yang telah menjawab
pertanyaan dengan penguatan verbal yang berupa kata-kata ya, benar
sekali/ ya, bagus sekali anak-anak atau dapat juga penguatan nonverbal
yang berupa memberikan tepuk tangan atau mimik yang memberikan
penguatan. Selanjutnya guru mengulang jawaban dari siswa dan juga
memberi penegasan seperti berikut :
1. Hukum Boyle
Hasil percobaannya menyatakan bahwa Apabila suhu gas yang
berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan
gas berbanding terbalik dengan volumenya.
Pernyataan ini dapat kita tuliskan secara matematis sebagai berikut:
P

1
V

PV =Konstan
Untuk gas yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang
berbeda pada suhu konstan, maka diperoleh:
P1V1 = P2V2

(1)

2. Hukum Charles
Hasil percobaannya menyatakan bahwa Apabila tekanan gas
yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka
volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya.
Pernyataan tersebut dapat dituliskan secara matematis sebagai
berikut
V T
V
=konstan
T
Untuk gas yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang
berbeda pada tekanan konstan, maka diperoleh:
V1 V2
=
T 1 T2

.. (2)

3. Hukum Gay Lussac


Hasil percobaannya menyatakan bahwa Apabila volume gas yang
berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan
gas sebanding dengan suhu mutlaknya.
Pernyataan ini dapat kita tuliskan secara secara sistematis sebagai
berikut:
P T
P
=konstan
T
Untuk gas yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang
berbeda pada volume konstan, maka diperoleh:
V T
P1 P2
=
T1 T 2
4. Boyle-Gay Lussac
Apabiila hubungan antara tekanan, volume, dan suhu gas dalam
persaman (1), (2), dan (3) digabungkan maka diperoleh hubungan
matematis sebagai berikut:
P1 V 1 P 2 V 2
=
T1
T2
Persamaan di atas kemudian disebut Hukum Boyle-Gay Lussac.
Contoh penerapan gas ideal dalam kehidupan sehari-hari adalah:
-

Ban atau Balon Dapat Meletus di Bawah Terik Sinar Matahari


Gelembung pada Minuman Bersoda
Balon Udara Panas Dapat Mengudara
Pergantian tekanan dalam penyuntik
Ban motor menjadi kempes jika lama tidak digunakan

Adapun sifat-sifat gas ideal diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Gas terdiri dari molekul-molekul yang sangat banyak, dengan jarak
pisah antar molekul lebih besar dari ukuran molekul. Hal ini

meunjukkan bahwa gaya tarik antar molekul sangat kecil dan


diabaikan.
2. Molekul-molekul gas bergerak acak ke segala arah sama banyaknya
dan memenuhi hukum Newton tentang gerak
3. Molekul-molekul gas hanya bertumbukan dengan dinding tempat gas
secara sempurna
4. Dinding wadah adalah kaku sempurna dan tidak akan bergerak
b. Fase Menanya (Merumuskan Masalah)
Guru memberikan kesempatan dan memberikan dorongan kepada seluruh siswa
untuk mengajukan pertanyaan terhadap materi yang telah dijelaskan sebelumnya.
Anak-anak, bagi yang belum jelas mengenai materi yang telah Ibu sampaikan,
boleh ditanyakan. Apa ada yang belum jelas?
Sehingga siswa dapat memberikan tanggapan berupa:
Saya bu (sambil mengacungkan jari). Saya masih belum mengerti mengapa ban
motor bisa pecah dibawah terik sinar matahari?
Kemudian guru memberikan jawaban berupa :
Sepeda yang diparkir saat matahari terik, gas di dalam ban akan mengalami
kenaikan suhu. Jika suhu gas di dalam ban meningkat maka tekanan gas dalam
ban juga akan naik. Lama-kelamaan ban tersebut tidak dapat menahan tekanan
gas sehingga ban meletus.
(Siswa menyetujui/ sudah paham dengan jawaban yang diberikan oleh guru)
Selanjutnya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok , setiap kelompok
terdiri dari 5-6 orang, kemudian siswa duduk secara berkelompok sesuai dengan
kelompok yang telah ditetapkan oleh guru. Kemudian guru memberikan persoalan
berupa Bagaimana bentuk persamaan umum gas ideal dan dari mana asal
penurunannya?
Siswa secara berkelompok mendiskusikan hipotesis. Sehingga hipotesis yang
diperoleh siswa dapat berupa :
PV= nRT
(siswa belum dapat menemukan dari mana asal penurunan rumus tersebut)

Kemudian guru membimbing siswa dalam menemukan hipotesis dari persoalan


yang diberikan guru.
Silahkan lihat pada buku catatan kalian mengenai hukum-hukum pada gas
ideal. Coba cermati dan analisis hukum-hukum tersebut. Setelah itu kalian akan
dapat menemukan penurunan rumus pada persamaan gas ideal. Dan carilah
informasi mengenai penurunan persamaan gas ideal melalui sumber
lain/internet
(Siswa mencermati dan menganalisis hukum-hukum pada gas ideal dan mencari
informasi mengenai gas ideal melalui internet).
c. Fase Mengeksplorasi
Secara berkelompok, peserta didik mencari informasi terkait gas ideal (melalui
internet). Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan mengenai
hipotesis yang awalnya telah disepakati kelompok. Hipotesis yang telah
disepakati dapat berupa :
PV
N
T
Dengan memasukkan konstanta pembanding k, maka diperoleh:
PV
=kN
T
PV =NkT

Apabila kita definisikan konstanta lain, yaitu R = NAkT maka diperoleh


persamaan:
PV = Nrt

Kemudian setelah selesai merumuskan hipotesis, guru memerintahkan peserta


didik agar peserta didik berlatih menyelesaikan soal-soal dan tugas tugas yang
ada di buku modul terkait materi gas ideal secara berkelompok.
c. Fase Mengomunikasikan
Peserta didik menuliskan laporan kerja hasil diskusi yang telah disepakati
sebelumnya. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan

kelas dan peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan. Setelah
kegiatan tersebut selesai, Guru memberikan penegasan terhadap hasil
pembelajaran peserta didik berupa :
Hipotesis hasil diskusi yang telah kalian lakukan sudah benar. Bentuk
persamaan umum gas ideal adalah PV= nRT. Persamaan ini diperoleh dari :
Hukum Boyle-Gay Lussac yang secara matematis dituliskan dalam persamaan
(4) hanya berlaku apabila selama proses berlangsung jumlah pertikel berubah,
volume gas juga berubah, walaupun tekanan dan suhu dipertahankan konstan.
PV
N
T
Dengan memasukkan konstanta pembanding k, maka diperoleh:
PV
=kN
T
PV =NkT

Apabila kita definisikan konstanta lain, yaitu R = NAkT maka


diperoleh persamaan:
PV = Nrt
Apakah sudah jelas anak-anak:
(Siswa sudah jelas dengan penegasan ytang diberukan oleh guru)

Penutup(25 menit)
Peserta didik di bawah bimbingan guru membuat rangkuman tentang konsep
materi gas ideal. Guru memberikan penguatan dan refleksi terhadap materi yang
baru saja diajarkan kepada siswa. Penguatan materi ini, bisa dilakukan dengan
memberikan kesimpulan kepada siswa terkait isi materi yang diajarkan. Siswa
menyampaikan kesimpulan. Kemudain guru meminta agar peserta didik lebih
mematangkan materi gas ideal dengan mengerjakan buku siswa sebagai bentuk
evaluasi. Guru menyampaikan rencana materi pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya yaitu mengenai Tekanan, Suhu, dan Energi Kinetik Gas. kemudian
guru memberikan salam penutup berupa Anak-anak cukup sekian pelajaran hari
ini, jangan lupa kerjakan tugasnya dan belajar di rumah mengenai materi pada

pertemuan berikutnya. Wasalamualaikum Warahmatulluhi Wabarakatu. (Siswa


menjawab salam dengan serempak).
SKENARIO PEMBELAJARAN
TEORI KINETIK GAS
PERTEMUAN 2 (3 JP, @ 3 X 45 menit)
Pembukaan (10 menit)
Pengkondisian kelas sebelum dimulai pelajaran, guru melihat seisi ruang kelas
apakah sudah kondusif atau belum. Jika kelas belum kondusif, guru menata kelas
dan mengkondisikan siswa untuk tenang dan agar siap mengikuti pelajaran yang
akan disampaikan. Salam pembuka, guru menyampaikan salam pembuka di awal
pembelajaran, salam pembuka ini bisa berupa Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatu/Selamat pagi anak-anak?. Siswa menjawab salam dan sapaan guru
dengan baik dan sopan, Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu/Selamat
pagi bu Guru.

Pengecekkan kehadiran siswa di kelas, guru melakukan

pengabsenan siswa satu persatu, dengan memanggil nama siswa sesuai dengan
urutan daftar nama siswa. Tidak lupa guru mendata siswa yang hadir maupun
siswa yang tidak hadir, pendataan ini bisa berupa pemberian simbol/kode pada
kolom presensi nama masing-masing siswa. Siswa mengacungkan jari
telunjuknya jika guru menyebutkan namanya dalam absen.
Penyampaian tujuan pembelajaran, setelah melakukan absensi kepada siswa, guru
menyampaikan tujuan pelajaran dari materi yang akan disampaikan. Namun
sebelum menyampaikan tujuan pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan
apersepsi menarik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan
disampaikan, dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan teori kinetik gas.
Guru bertanya kepada siswa mengenai pengaplikasian teori kinetik gas dalam
kehidupan sehari-hari seperti :
1. Apa yang dimaksud dengan tekanan?
2. Apakah yang terjadi saat kita memompa ban dalam roda sepeda atau mobil?
3. Mengapa ban atau balon dapat meletus di bawah terik sinar matahari?

Sehingga siswa dapat menjawabnya dengan jawaban berupa:

Tekanan adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya per satuan luas .
Kemudian siswa lain menjawab :
Saat kita memompa ban mobil atau sepeda maka ban akan mengembang karena
terisi gas
Selanjutnya siswa lain memberikan jawaban berupa :
Ban atau balon yang berada dibawah terik matahari akan meletus karena gas di
dalam ban/balon akan mengalami kenaikan suhu, maka tekanan gas dalam ban
juga akan naik dan ban tersebut tidak dapat menahan tekanan gas sehingga ban
meletus.
Guru memberikan penguatan pada siswa yang telah memberikan jawaban dengan
penguatan verbal maupun nonverbal dapat berupa kata-kata ya, sudah benar/ya,
benar sekali atau dengan tindakan yang berupa memberikan tepuk tangan atau
mimic yang dapat memberikan penguatan. Kemudian guru mengulang jawaban
siswa dengan member penegasan seperti berikut :
Tekanan merupakan gaya yang bekerja pada suatu bidang per satuan luas
bidang tersebut. Bidang atau permukaan yang dikenai gaya disebut bidang tekan,
sedangkan gaya yang diberikan pada bidang tekanan disebut gaya tekan. Satuan
internasional (SI) tekanan adalah pascal (Pa).
Saat kita memompa ban mobil atau sepeda maka ban akan mengembang karena
mendapat tekanan gas didalamnya
Ban atau balon yang berada dibawah terik matahari akan meletus karena gas di
dalam ban/balon akan mengalami kenaikan suhu. Jika suhu gas di dalam ban
meningkat maka tekanan gas dalam ban juga akan naik. Lama-kelamaan ban
tersebut tidak dapat menahan tekanan gas sehingga ban meletus.

Guru meyakinkan apakah siswa sudah mengerti dengan jawaban yang telah
disampaikan

atau

belum.

Jika

siswa

sudah

paham,

selanjutnya

guru

menyampaikan bahwa dalam Teori kinetik gas ini akan dibahas pula mengenai
pengertian teori kinetik gas, sifat-sifat gas ideal, hukum-hukum pada gas ideal,
persamaan umum gas ideal, teori kinetik gas secara makroskopis dan Teori

ekuipartisi energi, namun dalam pertemuan kedua ini akan dibahas mengenai
Tekanan, Suhu, dan Energi Kinetik gas.

Kegiatan inti (100 menit)


d. Fase Mengamati
Guru menampilkan sebuah percobaan melalui phet simulatin mengenai suatu gas
pada ruang tertutup. Siswa memperhatikan percobaan yang ditayangkan oleh
guru. Guru menanyakan persoalan-persoalan yang terkait dengan tekanan, suhu
dan energy kinetic pada suatu gas berdasarkan percobaan phet simulation.
Berdasarkan animasi yang telah ditampilkan, bagaimana hubungan antara
tekanan gas dengan energy kinetic gas? Bagaimana hubungan suhu dengan
energy kinetic gas?
Sehingga siswa dapat memberikan jawaban berupa :
Hubungan antara tekanan dengan energy kinetic gas adalah berbanding lurus.
Dan hubungan antara suhu dengan energy kinetic gas adalah berbanding lurus
pula.
Guru memberikan penguatan pada siswa yang memberikan jawaban dengan katakata berupa ya, sudah benar ya/ya,benar sekali. Kemudian guru mengulang
jawaban siswa dengan memberkan penegasan seperti berikut :
Hubungan antara tekanan dengan energy kinetic gas adalah berbanding lurus.
Apabila tekanan semakin besar maka energy kinetiknya semakinbesar pula. Hal
ini sesuai dengan persamaan :
2 N

P= 3 ( V ) (Ek)rt
Hubungan antara suhu dengan energy kinetic gas adalah berbanding lurus.
Apabila tekanan semakin besar maka energy kinetiknya semakinbesar pula. Hal
ini sesuai dengan persamaan :

(Ek)rt =

3
2

kT

(Siswa dapat menerima penjelasan yang diberikan oleh guru)


Kemudian Guru meminta siswa untuk mengerkan LKPD kepada siswa secara
berkelompok.

b. Fase Menanya (Merumuskan Masalah)


Guru memberikan kesempatan dan memberikan dorongan kepada seluruh siswa
untuk mengajukan pertanyaan.
Anak-anak, jika ada yang kurang jelas boleh ditanyakan
(Siswa sudah jelas dengan penjelasan yang diberikan oleh guru)
Selanjutnya guru meminta siswa untuk duduk dengan kelompok yang telah
dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Guru membagikan LKPD kepada
kelompok siswa yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.
(Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mengambil LKPD)
Guru meminta siswa secara berkelompok membaca dan memahami isi dari
LKPD. Siswa secara berkelompok berdiskusi untuk memahami tugas yang
diberikan dalam LKPD .Guru membimbing siswa yang kesulitan atau kurang
mengerti mengenai tugas yang ada dalam LKPD.
c. Fase Mengeksplorasi
Guru memerintahkan secara berkelompok, peserta didik mencari informasi terkait
tekanan, suhu, dan energy kinetic pada suatu gas (melalui internet). Kemudian
Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan tugas yang ada dalam LKPD.
Selanjutnya secara berkelompok, peserta didik mengerjakan LKPD yang
sebelumnya telah dibaca dan dipahami.
d. Fase Mengomunikasikan
Peserta didik menuliskan laporan kerja hasil diskusi dalam LKPD yang telah
diberikan. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas
dan peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan.
Guru memberikan penegasan terhadap hasil pembelajaran peserta didik mengenai
Tekanan, Suhu, dan Energi Kinetik Gas seperti berikut ini :

a. Teori Kinetik Gas secara Makroskopis


1. Tekanan Gas dalam Ruang Tertutup

Gambar 4 Sebuah molekul yang menumbuk dinding kubus secara


elastis sempurna
Massa m0 bergerak dengan kecepatan v yang mempunyai komponen
kecepatan vx, vy, dan vz. karena tumbukan bersifat elastis sempurna.
Perubahan momentum molekul gas dapat dicari dengan:
p = p2 p1
= m0v0 - (-m0 vx) = m0vx + m0vx
= 2 m0vx
Molekul ini akan kembali lagi membentuk dinding yang sama setelah
menempuh komponen jarak x sebesar 2L. Oleh karena itu, interval
waktu untuk perjalanan tersebut adalah:
t=

komponen jarak x
2L
=
komponen kecepatan v x v x

Berdasarkan konsep impuls sama dengan perubahan momentum, maka


I = p
F t= p

F=

P
t

Dengan memasukkan nilai p=2m v x dan t=


F=

2L
vx

diperoleh

2 m0 v x 2 m0 v x
=
2L
L
vx

Tekanan P didefinisikan sebagai gaya persatuan luas sehingga


2

F m0 v x / L m0 v x m0 v x
P= =
=
=
A
L
L
V

Tekanan total gas yang memiliki molekul dengan komponen kecepatan


terhadap sumbu x masing-masing v 1 x , v 2 x , v Nx adalah
P=

m0 2
( v 1 x +v 22 x + v 23 x + ..+v Nx )
V

Karena nilai rata-rata kuadrat kecepatan pada arah sumbu x adalah


2

(v1 x + v 2 x +v 3 x + +v Nx )
2
v x =
N
Maka diperoleh
2
Nm0 vx
P=
V

Berdasarkan anggapan bahwa molekul bergerak secara acak kesegala


arah dengan kelajuan tetap, maka:
v2x =v2y =v2z
v2= v2x + v2y + v2z=3 v 2x
1
v2= v2
3
Jika persamaan ke (8) dimasukkan ke persamaan ke (9), maka akan
didapatkan:
2
1 Nm0 v
P=
3 V
Dengan:

P = tekanan gas (Pa = N/m2)


M0 = massa sebuah partikel gas (kg)
V2 = rata-rata kuadrat kecepatan (m2/s2)

N = jumlah partikel gas


V = volume gas (m3)
Mengingat bahwa energi kinetik rata-rata setiap partikel gas
= 1 m0 v 2 maka persamaan berubah menjadi:
EK
2
P=

2 N EK
3 V

2. Suhu dan Gas Ideal


Suhu gas ideal dapat diturunkan dari persamaan awal pada persamaan
tekanan
P=

P=

2 N EK
dan persamaan keadaan gas ideal PV=NkT.
3 V

2 N EK
3 V

PV = N EK
3
2

NkT= N EK
3
T=
Perhatikan bahwa

EK

2
2
EK atau
kT
3k
3k
pada persamaan (12) menyatakan energi

kinetik translasi rata-rata.

b. Teori Kinetik Gas secara Mikroskopis


1. Kecepatan Efektif Gas Ideal
Apabila dalam suatu bejana tertutup terdapat N 1 melekul yang
bergerak dengan kecepatan v 1 dan N 2 melekul yang bergerak
dengan kecepatan v 2 dan seterusnya, maka rata rata kuadrat
kecepatan molekul gas v2 dapat di nyatakan sebgai berikut
N 1 v 21+ N 2 v 22 + N 3 v 23 ++ N i v 2i N i v 2i
2
v =
=
N 1+ N 2+ N 3 + + N i
Ni

Kecepatan efektif v rms


kuadrat kecepatan.

di definisikan sebagai akar rata rata

2
2
v rms = v2 atau v =v

= 1 m v2= 1 m v 2rms maka dapat ditulis persamaan


EK
2
2
= 3 kT
EK
2
1
3
2
m v rms =
kT
2
2
3 RT
v rms =
M
Mr
R
Karena k =
dan m0=
maka diperoleh,
NA
NA
3 RT
v rms =
Mr

Dengan

m
dan massa total
v
Nm , maka persamaan tersebut dapat di tulis menjadi
2
1 N m0 v rms 1 m 2
1
P=
=
v = v 2rms
3
v
3 v rms 3
3P
v rms =

Mengingatakan bahwa massa jenis

(Siswa sudah paham dengan penegasan yang diberikan oleh guru)


Penutup(15 menit)
Guru memerintahkan peserta didik agar membuat rangkuman mengenai tekanan,
suhu, dan energy kinetic pada suatu gas tertutup. Kemudian Guru memberikan PR
agar peserta didik menganalisis rangkuman tentang tekanan, suhu, dan energy
kinetic pada suatu gas tertutup. Selanjutnya Guru menyampaikan rencana materi
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya dan pengadaan ulangan harian pada
pertemuan selanjutnya, guru memberitahukan bahwa pada pertemuan selanjutnya
akan membahas mengenai Teori Ekuipartisi Energi. Setelah itu guru
memberikan salam penutup berupa Anak-anak cukup sekian pelajaran hari ini,

jangan lupa kerjakan tugasnya dan belajar di rumah. Wassalamualaikum


Warahmatulluhi Wabarakatu. [siswa menjawab salam dengan serempak].

SKENARIO PEMBELAJARAN
TEORI KINETIK GAS
PERTEMUAN 3 (3 JP, @ 3 X 45 menit)
Pembukaan (10 menit)
Pengkondisian kelas sebelum dimulai pelajaran, guru melihat seisi ruang kelas
apakah sudah kondusif atau belum. Jika kelas belum kondusif, guru menata kelas
dan mengkondisikan siswa untuk tenang dan agar siap mengikuti pelajaran yang
akan disampaikan. Salam pembuka, guru menyampaikan salam pembuka di awal
pembelajaran, salam pembuka ini bisa berupa Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatu/Selamat pagi anak-anak?. Siswa menjawab salam dan sapaan guru
dengan baik dan sopan, Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu/Selamat
pagi bu Guru.

Pengecekkan kehadiran siswa di kelas, guru melakukan

pengabsenan siswa satu persatu, dengan memanggil nama siswa sesuai dengan
urutan daftar nama siswa. Tidak lupa guru mendata siswa yang hadir maupun
siswa yang tidak hadir, pendataan ini bisa berupa pemberian simbol/kode pada
kolom presensi nama masing-masing siswa. Siswa mengacungkan jari
telunjuknya jika guru menyebutkan namanya dalam absen.
Penyampaian tujuan pembelajaran, setelah melakukan absensi kepada siswa, guru
menyampaikan tujuan pelajaran dari materi yang akan disampaikan. Namun
sebelum menyampaikan tujuan pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan
apersepsi menarik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan

disampaikan, dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan teori kinetik gas.
Guru bertanya kepada siswa mengenai pengaplikasian teori kinetik gas dalam
kehidupan sehari-hari seperti :
1. Apa pengertian kecepatan?
2. Apa Persamaan kecepatan ?
3. Berapa Besarnya energy kinetic pada gas ideal?
Sehingga siswa dapat menjawabnya dengan jawaban berupa:
Kecepatan adalah perpindahan suatu benda per satuan waktu .
Kemudian siswa lain menjawab :
Persamaan kecepatan adalah : V= S/t
Selanjutnya siswa lain memberikan jawaban berupa :
Besarnya Energi Kinetik pada gas ideal adalah : Ek= 3/2 NkT
Guru memberikan penguatan pada siswa yang telah memberikan jawaban dengan
penguatan verbal maupun nonverbal dapat berupa kata-kata ya, sudah benar/ya,
benar sekali atau dengan tindakan yang berupa memberikan tepuk tangan atau
mimic yang dapat memberikan penguatan. Kemudian guru mengulang jawaban
siswa dengan member penegasan seperti berikut :
Kecepatan adalah besarnya perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu.
Persamaan kecepatan adalah : V= S/t
Besarnya Energi Kinetik pada gas ideal adalah : Ek= 3/2 NkT
Guru meyakinkan apakah siswa sudah mengerti dengan jawaban yang telah
disampaikan

atau

belum.

Jika

siswa

sudah

paham,

selanjutnya

guru

menyampaikan bahwa dalam pertemuan ketiga ini akan dibahas mengenai Teori
Ekuipartisi Energi.

Kegiatan inti (45 menit)


a. Fase Mengamati

Guru Menampilkan ilustrasi mengenai kecepatan efektif pada gas. Siswa


memperhatikan ilustrasi yang ditayangkan oleh guru. Guru menanyakan
persoalan-persoalan yang terkait kecepatan efektif gas.
Berdasarkan animasi yang telah ditampilkan, apakah setiap molekul-molekul
gas bergerak dengan besar kecepatan yang sama? bagaimana persamaan
kecepatan efektif gas yang diperoleh apabila di dalam sebuah bejana tertutup
terdapat N1molekul yang bergerak dengan kecepatan v1, N2 molekul yang
bergerak dengan kecepatan v2, dan seterusnya, maka rata-rata kuadrat kecepatan
molekul gas ( v2 )?

Sehingga siswa dapat memberikan jawaban berupa :


Setiap molekul-molekul gas bergerak dengan besar kecepatan yang berbenda.
Berdasarkan situasi tersebut dapat dinyatakan melalui persamaan berikut:

Guru memberikan penguatan pada siswa yang memberikan jawaban dengan katakata berupa ya, sudah benar ya/ya,benar sekali. Kemudian guru mengulang
jawaban siswa dengan memberkan penegasan seperti berikut :
Setiap partikel pada gas memiliki energi kinetik dan untuk gas ideal energi
kinetik. Karena molekul-molekul gas tidak seluruhnya bergerak dalam kecepatan
yang sama.. Apabila di dalam sebuah bejana tertutup terdapat N1 molekul yang
bergerak dengan kecepatan v1, N2 molekul yang bergerak dengan kecepatan v2,
dan seterusnya, maka rata-rata kuadrat kecepatan molekul gas ( v2 ) dapat
dinyatakan melalui persamaan berikut:

Nilai akar rata-rata kuadrat dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai nilai efektif.
Kecepatan efektif vrms (rms = root mean square) didefinisikan sebagai akar dari rata-rata
kuadrat kecepatan.

(Siswa dapat menerima penjelasan yang diberikan oleh guru).


b. Fase Menanya (Merumuskan Masalah)
Guru memberikan kesempatan dan memberikan dorongan kepada seluruh siswa
untuk mengajukan pertanyaan.
Anak-anak, jika ada yang kurang jelas boleh ditanyakan
(Siswa sudah jelas dengan penjelasan yang diberikan oleh guru)
Selanjutnya guru meminta siswa untuk duduk dengan kelompok yang telah
dibentuk sebelumnya pada pertemuan sebelumnya. Siswa secara berkelompok
mendiskusikan hipotesis dari persoalan yang diberikan oleh guru yaitu mengenai
penurunan rumus dari Teori Ekuipartisi Energi .Guru membimbing siswa dalam
menemukan hipotesis dari persoalan yang diberikan guru.

c. Fase Mengeksplorasi
Guru memerintahkan secara berkelompok, peserta didik mencari informasi terkait
kecepatan efektif gas (melalui internet). Kemudian Secara berkelompok, peserta
didik mendiskusikan hipotesis yang awalnya telah disepakati dari persoalan yang

telah diberikan oleh guru yaitu mengenai penurunan rumus pada teori ekuipartisi
energi.
d. Fase Mengomunikasikan
Guru memerintahkan agar peserta didik menuliskan laporan kerja hasil diskusi
yang telah dilakukan mengenai Teori ekuipartisi energi. Peserta didik
mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan peserta didik dari
kelompok lain memberikan tanggapan. Yang dapat dipresentasikan siswa didepan
kelas dapat berupa :
Berdasarkan hasil analisis mekanika statistik, untuk sejumlah besar partikel
yang memenuhi hukum gerak Newton pada suatu sistem dengan suhu mutlak T,
maka energi yang tersedia terbagi merata pada setiap derajat kebebasan sebesar
1/2kT. Pernyataan ini selanjutnya disebut teorema ekipartisi energi. Derajat
kebebasan yang dimaksud disini adalah setiap cara bebas yang dapat dilakukan
oleh partikel untuk menyerap energi. Maka, setiap molekul dengan

fderajat

kebebasan akan memiliki energi rata-rata:


=f ( 1 kT )
E
2

Guru memberikan penegasan terhadap hasil pembelajaran peserta didik.


Penegasan yang diberikan adalah seperti berikut:
Berdasarkan hasil analisis mekanika statistik, untuk sejumlah besar partikel
yang memenuhi hukum gerak Newton pada suatu sistem dengan suhu mutlak T,
maka energi yang tersedia terbagi merata pada setiap derajat kebebasan sebesar
1/2kT. Pernyataan ini selanjutnya disebut teorema ekipartisi energi. Derajat
kebebasan yang dimaksud disini adalah setiap cara bebas yang dapat dilakukan
oleh partikel untuk menyerap energi. Maka, setiap molekul dengan
kebebasan akan memiliki energi rata-rata:
=f ( 1 kT )
E
2
a. Derajat kebebasan

fderajat

Pada molekul gas monoatomik atau beratom tunggal. molekul gas hanya
melakukan gerak translasi sehingga energi yang ada masing-masing digunakan
unutk gerak translasi pada sumbu x,y, dan z (

1
1
1
m vx2 ,
m v y2 ,
m v z2 )
2
2
2

Oleh karena itu, molekul gas monoatomic dikatakan memiliki tiga derqjot
kebebasan.
Untuk molekul gas diatomik atau beratom dua, di samping melakukan gerak
translasi. molekul juga melakukan gerak rotasi dan vibrasi seperti tampak pada
Gambar di bawah ini.

Gambar 5. (a) gerak translasi (b) gerak rotasi (c)gerak vibrasi


Dalam model yang melibatkan gerak translasi dan rotasi. molekul gas diatomik
digambarkan sebagai dua buah bola yang dihubungkan oleh batang (Gambar a
dan b). Pusat massa molekul melakukan gerak translasi dengan komponen energi
kineiik pada arah sumbu x, y. dan z (

1
1
1
m vx2 ,
m v y2 ,
m v z2 ) sehingga
2
2
2

memdiki tiga derajai kebebasan. Molekul juga dapat melakukan gerak rotasi
terhadap sumbu x, y. dan z dengan energi kineiik rotasi
masing masing

1
1
1
2
2
2
E K x = I x , E K y = I y , E K z = I z , namun
2
2
2

karena kedua atom merupakan massa titik dengan batang penghubung terletak
pada sumbu .x sebagai poros, maka momen inersia terhadap sumbu x. yaitu
I x =0

akibatnya, energi kinetik terhadap sumbu x yaitu

1
E K x = I x 2 =0
2

Dengan demikian, gerak rotasi hanya memiliki dua komponen energi kinelik,
yaitu EKydan

E K z , yang berarti bahwa gerak rotasi molekul hanya memiliki

dua derajut kebebasan.

Dalam model yang melibatkan gerak vibrasi, molekul gas diatomik digambarkan
sebagai dua buah bola yang dihubungkan oleh sebuah pegas (gambar c).
Terdapat dua jenis kontribusi energi pada gerak vibrasi. yaitu energi kinetik
vibrasi EK =

1
mv2dan energi potensial elastik EP =
2

1 2
k x sehingga gerak
2

vibrasi memiliki dua derqjat kebebasan.


Berdasarkan analisis data percobaan, jenis gerak yang timhul bergantung puda
suhu molekul gas. Untuk gas diatomik pada suhu rcndah ( 250 K). hanya terjadi
gerak translasi sehingga hanya memiliki .1 derajat kebebasan Pada suhu sedang
(500 K), terjadi gerak translasi dan rotasi sebingga memiliki

5 derajat

kebebasan Sedangkan pada suhu tinggi (1000 K ) TErjadi gerak translasi, rotasi.
dan vibrasi sehingga memiliki 7 derajat kebe basan

b. Energi dalam gas ideal


Energi dalam suatu gas ideal didefinisikan sebagai jumlah energi (energi kinetik
translasi, rotasi, dan vibrasi serta energi potensial elastik) yang dimiliki oleh
seluruh molekul gas dalam wadah tertenlu. Apabila lerdapat N molekul gas
dalam wadah, maka energi dalam gas ideal U merupakan hasil kali N dengan
energi rata-rata

setiap molekul yang memenuhi hubungan


E

U=N E=Nf
kT
2

( )

Dengan f adalah derajat kebebasan.


Berdasarkan Persamaan di atas dapat dituliskan rumus energi dalam gas ideal
berdasarkan derajat kebebasannya sebagai berikut.
a. Gas monoatomik (f = 3) seperti He, Ne, dan Ar

= 3 NKT
U=N E=N
EK
2
b. Gas diatomik seperti H2, 02, dan N7

Pada suhu rendah (T = 250 K), f= 3

= 3 NKT
U=N E=N
EK
2
Pada suhu sedang (T = 500 K), f= 5

= 5 NKT
U=N E=N
EK
2
Pada suhu tinggi (T = 1000 K), f= 7

= 7 NKT
U=N E=N
EK
2
(Siswa sudah paham dengan penegasan yang diberikan oleh guru)
Penutup(70 menit)
Guru memerintahkan peserta didik agar membuat rangkuman mengenai konsep
materi gas ideal. Setelah itu guru mengatur tempat duduk siswa. Peserta didik
mengerjakan soal-soal Ulangan Harian.
Silahkan kerjakan masing-masing soal-soal ulangan hariannya, dan dilarang
mencontek temannya
(Siswa mengerjakan soal-soalnya secara mandiri)
Setelah waktu habis, guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban.
Selanjutnya Guru menyampaikan rencana materi pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya dan pengadaan remedial serta pengayaan pada pertemuan selanjutnya.
Setelah itu guru memberikan salam penutup berupa Anak-anak cukup sekian
pelajaran hari ini, jangan lupa belajar di rumah untuk materi selanjutnya. Saya
Wassalamualaikum Warahmatulluhi Wabarakatu. [siswa menjawab salam
dengan serempak].