Anda di halaman 1dari 21

Contoh Makalah Bahaya Narkoba Dan Generasi Muda

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini membahas tentang remaja dan bahaya narkoba.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari
Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Kendari, November 2013

Penulis

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB
I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Permasalahan 3 C. Tujuan 3 BAB II KAJIAN
PUSTAKA A. Generasi Muda 3 B. Generasi Muda dan Identitas 4 C. Narkoba 6 D. Zat Aditif
Lainnya 8 BAB III PEMBAHASAN A. Hubungan Generasi Muda dan Narkoba 12 B.
Bahaya Narkoba Pada Generasi Muda 12 C. Cara Penanggulangan Narkoba pada Generasi
Muda 16 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 20 B. Saran 21

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Generasi muda adalah tulang punggung Bangsa dan Negara merupakan
istilah yang sering kita dengar sehari-hari. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam
lingkungan sosial saat ini memerlukan panutan dan contoh yang dapat membawa masyarakat
kita ke arah yang lebih baik. Terlebih lagi di era reformasi ini, generasi muda dituntut untuk
lebih berpartisipasi dalam membangun masyarakat Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, generasi muda adalah tonggak keberlangsungan masa depan
Indonesia. Mereka adalah harapan kita, sinar matahari yang akan memberikan warna bagi
masa masa depan bangsa. Oleh karena itu, menjaga mereka agar tidak terpengaruh oleh
bahaya Narkoba adalah kewajiban semua pihak.

Hasil survei membuktikan bahwa mereka yang beresiko terjerumus dalam masalah narkoba
adalah anak yang terlahir dari keluarga yang memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga,
dibesarkan dari keluarga yang broken home atau memiliki masalah perceraian, sedang stres
atau depresi, memiliki pribadi yang tidak stabil atau mudah terpengaruh, merasa tidak
memiliki teman atau salah dalam pergaulan. Dengan alasan tadi maka perlu pembekalan bagi
para orang tua agar mereka dapat turut serta mencegah anaknya terlibat penyalahgunaan
narkoba.

Dampak dari penyalahgunaan narkoba sudah terbukti pada generasi kita. Dapat terlihat
kerusakan fisik seperti: otak, jantung, paru-paru, saraf-saraf, selain juga gangguan mental,
emosional dan spiritual, akibat lebih lanjut adalah daya tahan tubuh lemah, virus mudah
masuk seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS. Oleh karena itu kita tidak akan rela jika
generasi muda kita mengalami penderitaan di atas.

Dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara
yang dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang berdimensi
internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan peredaran narkotika di negara-
negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (market-state) yang paling prospektif
secara komersial bagi sindikat internasioanl yang beroperasi di negara-negara sedang
berkembang.

B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah generasi muda dan bahaya narkoba.

C. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bahaya narkoba terhadap
generasi muda.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Generasi Muda Kegenerasi mudaan merupakan fase dalam pertumbuhan biologis


seseorang yang bersifat seketika dan akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan hukum
biologis. Generasi muda sering dianggap sebagai suatu kelompok yang mempunyai aspirasi
sendiri yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat atau lebih tepat aspirasi generasi tua.
Sehingga muncul persoalan-persoalan yang tidak sejalan dengan keinginan generasi tua, hal
ini memunculkan konflik berupa protes, baik secara terbuka maupun terselubung.

Dalam pendekatan klasik terjadi jurang pemisah antara generasi muda dan tua disebabkan
antara lain adanya 2 asumsi pokok mengenai kegenerasi mudaan yaitu:

Proses perkembangan manusia dianggap sesuatu yang fragmentaris/ terpecah-pecah. Setiap


perkembangan hanya dapat dimengerti oleh manusia itu sendiri, maka tingkah laku anak dan
generasi muda dianggap sebagai riak-riak kecil yang tidak berarti dalam perjalanan hidup
manusia. Dan masa tua dianggap sebagai mahkota hidup yang disamakan dengan hidup
bermasyarakat. Adanya anggapan bahwa mempunyai pola yang sedikit banyak ditentukan
oleh pemikiran yang diwakili generasi tua yang bersembunyi dibalik tradisi. Generasi muda
dianggap sebagai objek dari penerapan pola-pola kehidupan dan bukan sebagai subjek yang
mempunyai nilai sendiri.
Kedua asumsi diatas tidak akan menjawab masalah kegenerasi mudaan dewasa ini karena
generasi muda dan kegenerasi mudaan adalah suatu tonggak dari suatu wawasan kehidupan
yang mempunyai potensi untuk mengisi hidupnya. Dalam pendekatan ekosferis, sebagai
subyek generasi muda mempunyai nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakkan hidup
bersama. Pada pendekatan ini anak-anak, generasi muda dan generasi tua berada dalam status
sama atau dalam satu kesatuan wawasan kehidupan. Semua tanggung jawab atas
keselamatan, kesejahteraan, kelangsungan generasi sekarang dan yang akan datang
perbedaannya hanya terletak pada derajat ruang lingkup dan tanggung jawabnya.

Generasi tua berkewajiban membimbing generasi muda sebagai penerus untuk memikul
tanggung jawab yang semakin komplek. Generasi muda berkewajiban mempersiapkan diri
untuk mengisi posisi generasi tua yang makin melemah.

B. Generasi Muda dan Identitas Dalam pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi
muda, yang dimaksud generasi muda adalah:

Dari segi biologis generasi muda adalah berumur 15-30 th Dari segi budaya/ fungsional,
generasi muda adalah manusia berumur 18/21 keatas yang dianggap sesudah dewasa
misalnya untuk tugas-tugas negara dan hak pilih. Dari angkatan kerja terdapat istilah tenaga
muda dan tua. Tenaga muda adalah berusia 18-22 th. Dilihat dari perencanaan modern yang
mengenal tiga sumber daya yaitu sumber daya alam, dana dan manusia. Yang dimaksud
sumber data manuasia muda adalah berusia 0-18th Dilihat dari ideologi politis generasi muda
adalah calon pengganti generasi terdahulu yaitu umur antara 18-30 atau 40 th.

Dalam pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda, generasi muda dipandang
dari beberapa aspek yaitu: 1. Sosial psikologi Proses pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian, serta penyesuaian diri secara jasmaniahdan rohaniah sejak dari masa kanak-
kanak sampai usia dewasa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbelakangan
mental, salah asuh orang tua atau guru, pengahur negatif lingkungan. Hambatan tersebut
memungkinkan terjadinya kenakalan remaja, maslah narkoba dan lain-lain.

2. Soaial budaya Perkembangan generasi muda berada dalam proses modernisasi dengan
segala akibat sampingnya yang bisa berpengaruh pada proses pendewasaannya, sehingga
apabila tidak memperoleh arah yang jelas maka corak dan warna masa depan negara dan
bangsa akan menjadi lain dari yang dicita-citakan.

3. Sosial ekonomi Bertambahnya pengangguran dikalangan generasi muda karena kurang


lapangan pekerjaan akibat dari pertambahan penduduk dan belum meratanya pembangunan.

4. Sosial politik Belum terarahnya pendidikan politik dikalangan generasi muda dan belum
dihayatinya mekanisme demokrasi pancasila, tertib hukum dan disiplin nasional sehingga
merupakan hambatan bagi penyaluran aspirasi generasi muda.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini
adalah:
Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme Kekurangpastian yang dialmi
generasi muda terhadap masa depannya Belum seimbang jumlah generasi muda dan fasilitas
pendidikan yang tersedia bail formal/non formal dan tingginya jumlah putus sekolah. Kurang
lapangan kerja dan kesempatan kerja sehingga pengangguran semakin tinggi yang
mengakibatkan kurangnya produktivitas nasional. Kurang gizi yang menyebabkan hambatan
bagi kecerdasan dan pertumbuhan badan, karena ketidaktauan tentang gizi seimbang dan
rendahnya daya beli. Masih banyak perkawinan dibawah umur terutama dikalangan
masyarakat pedesaan. Adalanya generasi muda yang menderita fisik, mental dan sosial.
Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika. Belum adanya peraturan
perundang-undangan yang menyangkut generasi muda.

C. Narkoba Sebetulnya penggunaan narkotik, obat-obatan, psikotropika dan zat adiktif


lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. Masalah timbul
bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada
penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut substance
abuse). Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para
pecandu, maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Lebih
memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan
bangsa, karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sosial
dan ekonomi suatu bangsa.

Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh
manusia, dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. NAPZA psikotropika berpengaruh
terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan,
persepsi dan kesadaran seseorang. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau
obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang
dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantunganNarkotika sendiri
dikelompokkan lagi menjadi:

1. Golongan I: Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi
mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Ganja.

2. Golongan II: Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir
dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan
serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Morfin, Petidin.

3. Golongan III: Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
dan/atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein.
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah: zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis
bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf
pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika
terdiri dari 4 golongan: 1. Golongan I: Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan
ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi.

2. Golongan II: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi
dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.

3. Golongan III: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam
terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Phenobarbital.

4. Golongan IV: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam (BK, DUM).

D. Zat Adiktif Lainnya Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang
berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi:

1. Minuman Alkohol Mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan
saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari - hari dalam
kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan
memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman
beralkohol: a. Golongan A: kadar etanol 1-5 % (Bir) b. Golongan B: kadar etanol 5-20 %
(Berbagai minuman anggur) c. Golongan C: kadar etanol 20-45 % (Whisky, Vodca, Manson
House, Johny Walker)

2. Inhalasi, gas yang dihirup dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa
organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai
pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah: Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku,
Bensin.

3. Tembakau, pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.


Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama
pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering
menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan
menjadi 3 golongan: 1. Golongan Depresan (Downer), adalah jenis NAPZA yang berfungsi
mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan
bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda (Morfin, Heroin,
Codein), sedative (penenang), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas).
2. Golongan Stimulan (Upper), adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan
meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan
bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.

3. Golongan Halusinogen, adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi
yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang
berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis (ganja).

Di dalam masyarakat NAPZA/NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah: 1. Opiada,


terdapat 3 golonagan besar: a. Opioda alamiah (Opiat): Morfin, Opium, Codein. b. Opioda
semisintetik: Heroin / putauw, Hidromorfin. c. Opioda sintetik: Metadon. Nama jalanan dari
Putauw: ptw, black heroin, brown sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih,
sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opium poppy
diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali
melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari
morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang
sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer. Reaksi dari pemakaian ini
sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek
rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak
mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri,
mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.

2. Kokain Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama
jalanan: koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya: membagi
setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas
yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan
atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan
beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain:
pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat
menghilangkan rasa sakit dan lelah.

3. Kanabis Nama jalanan: cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari
tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan: dihisap dengan cara
dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis
tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan (euphoria),
sering berfantasi/menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada
mulut dan tenggorokan.

4. Amphetamine Nama jalanan: seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk
bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan: dengan cara dihirup.
Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine: a. MDMA
(methylene dioxy methamphetamine) Nama jalanan: Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk tablet
dan capsul. b. Metamphetamine ice, nama jalanan: SHABU, SS, ice. Cara pengunaan dibakar
dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan
botol kaca yang dirancang khusus (boong).

5. Lysergic Acid Termasuk dalam golongan halusinogen. Nama jalanan: acid, trips, tabs,
kertas. Bentuk: biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar
seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan
kapsul. Cara penggunaan: meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 - 60
menit kemudian, menghilang setelah 8-12 jam. Efek rasa: terjadi halusinasi tempat, warna,
dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama-
lama menjadikan penggunaanya paranoid.

6. Sedatif-hipnotik (benzodiazepin) Termasuk golongan zat sedative (obat penenang) dan


hipnotika (obat tidur). Nama jalanan: Benzodiazepin: BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara
pemakaian: dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang
medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta
sebagai obat tidur.

7. Solvent/Inhalasi Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya: Aerosol,
Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan
dengan cara coba-coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek
yang ditimbulkan: pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi
paru, jantung dan hati.

BAB III PEMBAHASAN

A. Hubungan Generasi Muda dan Narkoba Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan


terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan
perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di
kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa,
semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda
tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan
cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan,
usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal
tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik
kita kapan saja.

Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk
mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila
tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak
nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

B. Bahaya Narkoba Pada Remaja Dr. Hassan Syamsi Pasya dalam bukunya yang berjudul
Hamasa fi Udzun Syb (Bisikan Pada Pemuda) menjelaskan bahwa jenis narkoba yang paling
berbahaya adalah jenis narkotika yang menyebabkan ketagihan mental maupun organik,
seperti opium dan derivasi turunannya. Nama-nama dan jenis narkoba serta bahayanya antara
lain:

1. Opium Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara
ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya
(rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang
dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.

Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan
berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan
mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.

Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak
akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang
biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya.
Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah
dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus
menyusut.

2. Morphine Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan
kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini,
dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.

Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah
berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan
memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi
pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma
yang berujung pada kematian.

3. Heroin Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari
penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat
dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara
umum.

Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan
seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu
membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia
pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun
keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan
diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.

Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan
nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para
pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah
syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu
heroin mencapai 40%.

4. Codeine Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan
dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah
bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri.
Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan
Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara
dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju
darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada
selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua
cuping hidung.

Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis
dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada
krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat
adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif
yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.

Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan
krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin.
Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-
bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga
halusinasi.

Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan
kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah
kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik.
Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.

6. Amfitamine Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan
bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan.
Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan
memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai
stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya
untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.

Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan
ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus
menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat
yang disebut captagon. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian,
padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
7. Ganja Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai
dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp.
Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan
terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan
penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif,
maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.

Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat.
Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian
beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya
kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan
susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang,
pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak
bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.

C. Cara Penanggulangan Narkoba Pada Remaja Upaya penanggulangan penyalahgunaan


narkoba dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Preventif

Pendidikan Agama sejak dini Pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan
penuh perhatian dan kasih sayang. Menjalin komunikasi yang konstruktif antara orang tua
dan anak Orang tua memberikan teladan yang baik kepada anak-anak. Anak-anak diberikan
pengetahuan sedini mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampak negatifnya

2. Tindakkan Hukum Dukungan semua pihak dalam pemberlakuan Undang-Undang dan


peraturan disertai tindakkan nyata demi keselamatan generasi muda penerus dan pewaris
bangsa. Sayangnya KUHP belum mengatur tentang penyalah gunaan narkoba, kecuali UU No
:5/1997 tentang Psikotropika dan UU no: 22/1997 tentang Narkotika. Tapi kenapa hingga saat
ini penyalah gunaan narkoba semakin meraja lela ? Mungkin kedua Undang-Undang tersebut
perlu di tinjau kembali relevansinya atau menerbitkan kembali Undang-Undang yang baru
yang mengatur tentang penyalahgunaan narkoba ini.

3. Rehabilitasi Didirikan pusat-pusat rehabilitasi berupa rumah sakit atau ruang rumah sakit
secara khusus untuk mereka yang telah menderita ketergantungan. Sehubungan dengan hal
itu, ada beberapa alternative penanggulangan yang dapat kami tawarkan :

Mengingat penyalah gunaan narkoba adalah masalah global, maka penanggulangannya harus
dilakukan melalui kerja sama international. Penanggulangan secara nasional, yang teramat
penting adalah pelaksanaan Hukum yang tidak pandang bulu, tidak pilih kasih. Kemudian
menanggulangi masalah narkoba harus dilakukan secara terintegrasi antara aparat keamanan
(Polisi, TNI AD, AL, AU ) hakim, jaksa, imigrasi, diknas, semua dinas/instansi mulai dari
pusat hingga ke daerah-daerah. Adanya ide tes urine dikalangan Pemda Kalteng adalah suatu
ide yang bagus dan perlu segera dilaksanakan. Barang siapa terindikasi mengkomsumsi
narkoba harus ditindak sesuai peraturan DIsiplin Pegawai Negri Sipil dan peraturan yang
mengatur tentang pemberhentian Pegawai Negri Sipil seperti tertuang dalam buku pembinaan
Pegawai Negri Sipil. Kemudian dikalangan Dinas Pendidikan Nasional juga harus berani
melakukan test urine kepada para siswa SLTP-SLTA, dan barang siapa terindikasi positif
narkoba agar dikeluarkan dari sekolah dan disalurkan ke pusat rehabilitasi. Di sekolah-
sekolah agar dilakukan razia tanpa pemberitahuan sebelumnya terhadap para siswa yang
dapat dilakukan oleh guru-guru setiap minggu. Demikian juga dikalangan mahasiswa di
perguruan tinggi. Khusus untuk penanggulangan narkoba di sekolah agar kerja sama yang
baik antara orang tua dan guru diaktifkan. Artinya guru bertugas mengawasi para siswa
selama jam belajar di sekolah dan orang tua bertugas mengawasi anak-anak mereka di rumah
dan di luar rumah. Temuan para guru dan orang tua agar dikomunikasikan dengan baik dan
dipecahkan bersama, dan dicari upaya preventif penanggulangan narkoba ini dikalangan
siswa SLTP dan SLTA. Polisi dan aparat terkait agar secara rutin melakukan razia mendadak
terhadap berbagai diskotik, karaoke dan tempat-tempat lain yang mencurigakan sebagai
tempat transaksi narkoba. Demikian juga merazia para penumpang pesawat, kapal laut dan
kendaraan darat yang masuk, baik secara rutin maupun secara insidental. Pihak Departemen
Kesehatan bekerjasama dengan POLRI untuk menerbitkan sebuah booklet yang berisikan
tentang berbagai hal yang terkait dengan narkoba. Misalnya apakah narkoba itu, apa saja
yang digolongkan kedalam narkoba, bahayanya, kenapa orang mengkomsumsi narkoba,
tanda- tanda yang harus diketahui pada orang- orang pemakai narkoba cara melakukan upaya
preventif terhadap narkoba. Disamping itu melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah,
perguruan tinggi, dan berbagai instansi tentang bahaya dan dampak negative dari narkoba.
Mantan pemakai narkoba yang sudah sadar perlu dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan
seperti itu agar masyarakat langsung tahu latar belakang dan akibat mengkomsumsi narkoba.
Kerja sama dengan tokoh-tokoh agama perlu dieffektifkan kembali untuk membina iman dan
rohani para umatnya agar dalam setiap kotbah para tokoh agama selalu mengingatkan tentang
bahaya narkoba. Seperti di Australia, misalnya pemerintah sudah memiliki komitmen untuk
memerangi narkoba. Karena sasaran narkoba adalah anak-anak usia 12-20 tahun, maka solusi
yang ditawarkan adalah komunikasi yang harmonis dan terbuka antara orang tua dan anak-
anak mereka. Booklet tentang narkoba tersebut dibagi-bagikan secara gratis kepada semua
orang dan dikirin lewat pos kealamat-alamat rumah, aparteman, hotel, sekolah-sekolah dan
lain-lain. Sehubungan dengan kasus ini, maka keluarga adalah kunci utama yang sangat
menentukan terlibat atau tidaknya anak-anak pada narkoba. Oleh sebab itu komunikasi antara
orang tua dan anak-anak harus diefektifkan dan dibudayakan.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba ialah mejadi tanggung jawab


kita semua. Narkoba merupakan segolongan obat, bahan, atau zat, yang jika masuk ke dalam
tubuh berpengaruh terutama pada fungsi otak (susunan saraf pusat) dan sering menimbulkan
ketergantungan (adiktif). Terjadi perubahan pada kesadaran, pikiran, perasaan, dan perilaku
pemakainya. Zat yang ditelan, masuk ke dalam lambung, lalu pembuluh darah. Jika dihisap
atau dihirup, zat masuk ke dalam pembuluh darah melalui hudung dan paru-paru. Jika
disuntikkan, zat langsung masuk ke darah. Darah membawa zat itu ke dalam otak. Otak
adalah pusat kendali tubuh. Jika kerja berubah, seluruh organ tubuh pun ikut berpengaruh.

Kepedulian adalah sebuah bentuk dari cinta dan kasih sayang kita sebagai manusia sosial
yang berbudaya. Setiap kita adalah nasihat bagi orang lain, dan begitupula sebaliknya. Kita
semua mengakui bahwa setiap orang tidak ada yang mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu
dengan sikap kepedulian itu akan membentuk kesempurnaan dengan cara saling melengkapi
satu sama lain.

Melalui sikap kepedulian, pencegahan berbagai tindak kriminal, kenakalan remaja,


keamanan, kedamaian, keharmonisan, akan mudah diciptakan. Dengan sikap kepedulian ini,
maka motto bahwa, Pencegahan lebih baik dari mengobati, akan benar-benar terbukti
dalam kasus pemakaian obat-obat terlarang.

Pada tahap awal kehidupan manusia agen sosialisasi pertama adalah keluarga. Oleh karena
itu, orang tua merupakan orang penting (significant other) dalam sosialisasi. Guna mencegah
terjerumusnya para penerus bangsa tersebut ke dunia Narkoba, maka campur tangan dan
tanggung jawab orang tua memegang peranan penting di sini. Karena baik atau buruknya
perilaku anak sangat bergantung bagaimana orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinya.

B. Saran Di masyarakat ada 2 tipe dalam mengasingkan pecandu, pertama orang yang tidak
tahu dan orang yang tidak tahu serta tidak mau peduli. Maka dari itu janganlah kita menjauhi
para pecandu narkoba karena itu akan membuat pecandu terjerumus lebih dalam karena
merasa kurang perhatian. Bagi para masyarakat jangan berfikir negatif tentang pecandu
narkoba, tetapi kita harus memberikan perhatian lebih sehingga para pecandu tidak merasa
diasingkan dan terbuang.

Bagi para pecandu coba bersikap terbuka terhadap orang yang dia percaya (tepat) untuk
mendapatkan respons yang baik. Jangan berfikir YOU CAN SOLVE THEM BY
YOURSELF dan jangan takut untuk menuju perubahan. Intinya DONT BE AFFRAID TO
SPEAK UP !!.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi KesehatanI. Jakarta:


PSKM FKK UMJ. Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.
Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007. pecegahan
Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Shadily,
Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persuda
Sofyan, Ahmadi, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda Panduan bagi Orang tua, Guru, dan
Badan Narkotika dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher. Sudarman, Momon, 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta:
Salemba Medika. Syani, Abdul, 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. PT DUNIA
PUSTAKA JAYA.

sumber : http://suratproposal.blogspot.com/2013/10/contoh-makalah-bahaya-narkoba-
dan.html

PENYALAHGUNAAN NARKOBA Isya Ansyari 1:49 p.m. Makalah No Comments

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Makalah ini diharapkan mampu membantu dalam kegiatan belajar. Selain itu, makalah ini
diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi warga Negara yang baik
dan bertanggung jawab karena makalah ini disusun untuk menyajikan materi yang mengarah
pada terbentuknya kesadaran dari masyarakat baik bagi, orang tua maupun remaja agar tidak
mendidik dan mendekati ke pergaulan bebas. Maka kami mengharap agar masyarakat, orang
tua, dan remaja yang kritis terhadap situasi serta kondisi kehidupan luar, dimasyarakat, dan
kehidupan bebas yang selalu berubah. Dunia remaja sangat rentan oleh pergaulan bebas.
Karena terlalu bebasnya, seringkali kegiatan mereka sehari-hari tidak terkontrol oleh pihak
sekolah. Jika hal tersebut berlanjut bukan tidak mungkin bahwa akan banyak hal negative
yang akan menimpa mereka. Salah satunya adalah terjerumusnya dalam dunia
penyalahgunaan obat-obatan atau narkoba. Di kota-kota besar di Indonesia, penyebaran
narkoba pada kalangan remaja sudah tidak terkendali lagi. Bandar-bandar narkoba bahkan
sudah berani masuk ke lingkungan sekolah. Jelas saja hal tersebut membuat banyak orang tua
merasa resah dan khawatir atas perkembangan serta pertumbuhan anaknya diluar sana.
Mungkin saja di rumah mereka terlihat biasa-biasa saja atau berkelakuan baik. Namun,
bagaimana prilaku mereka diluar sana. Remaja sebenarnya tahu kalau narkoba itu sangat
berbahaya bagi mereka. Namun, tetap saja ada beberapa diantara mereka yang
menggunakannya entah karena ingin coba-coba atau ikut-ikutan temannya. Tentu kenyataan
tersebut sangat mengkhawatirkan karena remaja adalah generasi penerus bangsa, bagaimana
nasib bangsa di masa mendatang jika banyak generasi penerusnya terlibat penyalahgunaan
narkoba.
1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan

Penulisan Makalah ini dimaksudkan untuk memberikan informasi secara


konferhensif kepada pembaca tentang narkoba dan bahayanya bagi generasi muda. Sehingga
para generasi muda mengetahui pengaruh buruk dari narkoba, sebab narkoba dapat merusak
masa depan generasi muda yang menjadi tumpuan harapan orangtua, agama, bangsa dan
negara. Disamping itu penulis juga berharap dengan adanya karya tulis ini, masyarakat
terutama para pengajar, orang tua serta generasi muda lebih mengenali narkoba sehingga
dapat mengetahui solusi dan upaya penyembuhan narkoba. Adapun manfaat dari penulisan
untuk memberikan informasi tentang narkoba dan bahayanya agar kita tidak terjerumus
didalamnya serta kita bisa menjadi penerus bangsa yang bersih dari narkoba.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba

Masih banyak orang belum mengetahui apa sebenarnya narkoba itu, karena bersimpang
siurnya pemakaian dari istilah dan penafsirannya. Hal ini bisa terjadi karena istilah ini baru
saja disosialisasikan Badan Narkotika Nasional (BNN). Narkoba adalah singkatan dari
Narkotika, Psikotropika dan bahan adaktif lainya,yaitu nama seglongan zat alamiah, semi
sintetik maupun sintetik. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat
Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan,
dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau
dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang
menggunakan pipa hisapan. Narkoba pada prinsipnya adalah zat atau bahan yang dapat
mempengaruhi kesadaran, fikiran dan prilaku yang dapat menimbulkan ketergantungan
kepada pemakaianya. Bila hal terakhir ini kejadian pada seseorang, maka dapat dipastikan
berakhirlah semua masa depan gemilangnya. Dari itu dihimbau kepada seluruh putra/putrid
tercinta anak bangsa, jangan sentuh itu narkoba. Dampak kejahatan Narkoba akan terimbas
kepada seluruh keluarga. Merusak tatanan dan tata karma yang pernah ada. Angka kejahatan
narkoba berkembang pesat diseluruh Indonesia, kejahatan tersebut tidak hanya dilakukan
warga Indonesia tapi juga orang asing. Itu berarti sindikat internasinal sudah menjadikan
Indonesia tidak saja sebagai transit atau peredaran saja melainkan sebagai sarang produksi
Narkoba internasional.

2.2 Jenis Narkoba Yang Umumnya Disalahgunakan

2.2.1 Narkotika Sebenarnya narkotika adalah zat ataupun obat yang berasal dari sejenis
tanaman atau bukan tanaman, baik berbentuk semi sintetis maupun sintetis. Misalnya :
mariyuana yang lebih terkenal dengan nama ganja, bunga koka, kokain, opium yang
digolongkan narkotika menurut UU.R.I No 22 tahun 1976, antara lain :

A. Ganja/Mariyuana/Kanabis Sativa ( Halusinogen)


a). Ganja yang dikenal juga dengan nama cannabis sativa pada mulanya banyak
sebagai obat relaksan untuk mengatasi intoksikasi (keracunan ringan). Bahan yang digunakan
dapat berupa daun, batang dan biji, namun kemudian disalahgunakan pemakaiannya

. b). Banyak orang mengkonsumsi ganja dengan cara menghisap seperti orang
menghisap rokok. Ada juga dengan cara memasukkan ke dalam makanan guna mendapatkan
rasa nikmat.

c). Membuat ketagihan secara mental dan berfikir menjadi lamban dan pecandunya
nampak bodohkarena zat tersebut dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatan serta
kemampuan berfikir menjadi menurun.

d). Mengandung bahan kimia Delta-9tetrahydrocanabinol (THC) yang dapat


mempengaruhi pemakai dalam cara melihat dan mendengar.

e). Bahwa pemakai ganja dalam waktu panjang dapat menyebabkan schizophrenia
atau kegilaan. Efek yang di timbulkan oleh pecandu ganja ; - Pemakai cenderung lebih santai
- Rasa gembira yang berlebihan - Sering berfantasy atau mengkhayal - Aktif berkomunikasi -
Nafsu makan bertambah besar - Sensitive - Kering pada mulut dan tenggorokan

B. Morfin Morfin

merupakan turuna opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah poppy (papaver sormary
ferum) dengan bahan kimia lain, sifatnya jadi semi sintetik. Morfin merupakan zat aktif dari
opium. Di dalam dunia kedokteran zt ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada waktu
dilakukannya pembedahan/operasi. Ketika pecah perang saudara di amerika serikat tahun
1856 zat ini digunakan untuk serdadu yang luka, mengurangi rasa sakit. Akan tetapi efeknya
yang negative maka penggunya diganti dengan obat-obatan sintetik lainnya.

C.Heroin

Heroin ini merupakan turunan morfin yang sudah mengalami proses kimiawi. Pada mulanya
heroin ini di gunakan untuk pengobatan ketergantungan morfin, tetapi kemudian terbukti
bahwa kecanduan heroin justru lebih hebat. Morfin atau heroin disebut juga putaw.
Bentuknya seperti serbuk putih tidak berbau. Efek penggunaaan morfin, heroin (putaw) : -
Dapat menekan kegiatan system syaraf - Memerlambat pernapasan dan detak jantung -
Memperbesar pembuluh darah - Mengecilnya bola mata - Adanya perasaan mual-mual dan
muntah-muntah bagi korban pemula. Bila overdosis dapat merenggit nyawa - Mengganggu
kerja organ tubuh seperti jantung, lever, paru, ginjal dan usus.

D. Kokain

Efek dari penggunaan kokain dapat menyebabkan paranoid, halusinasi serta berkurang rasa
percaya diri. Pemakaian obat ini akan merusak saraf di otak. Selain memperburuk system
pernafasan, penggunaan yang berlebihan sangat membahayakan dan bisa membawa
kematian. Kokain yang turunannya putaw sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. 2.2.2
PSIKOTROPIKA Psikotropika adalah obat-obatan yang bukan narkotika, tetapi mempunyai
efek yang sama dengan narkotika apabila disalahgunakan. Karena sasaran dari obat-obatan
tersebut adalah syaraf-syaraf tertentu dari system syaraf pusat di otak. Pemakaian obat ini
menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku. Contoh obat-obatan yang
tergolong jenis psikotropika antara lain : ~ Shabu-shabu ~ Ekstasi, dengan nama lain inex,
amphetamin (zat psikostimulan) ~ Rohypnol, pil koplo ~ Mandrax A. Shabu Zat yang tidak
berbau dan bening ini merupakan komoditas baru yang sedang trend dan laris. Dalam dunia
kedokteran disebut juga dengan istilah Methamfetamine yang masih saudara kandung
ecstasy, karena sama-sama tergolong dalam keluarga psikotropika stimulansia dapat
menyebakan ketergantungan Indikasi : - Bentuk seperti kristal putih mirip vetsin - Efek
penggunaan zat sama dengan ecstasy menyebabkan kenikmatan semu - Mengakibatkan efek
yang kuat pada system syaraf - Pemakai akan bergantung secara fisik dan mental -
Penggunaan terus menerus dapat merusak otot jantung - Zat ini mendorong tubuh melampaui
ambang batas kekuatan fisik - Pemakai mersa terbang dengan perasaan kosong, sementara itu
berangsur-angsur membangkitkan kegelisahan yang luar biasa - Efek langsung
penggunaannya menjurus pada prilaku - Kekerasan - Berat badan menyusut - Kejang-kejang -
Dapat menyebabkan impotent - Over dosis menyebakan kerusakan lever dan paru-paru
Akibat menggunakan shabu : Berat badan menyusut Kejang-kejang Kerusakan ginjal
Gila Impotent Halusinasi Paranoid Serangan jantung Mati merana B. Ekstasi Dari
sekian banyak jenis narkoba yang beredar maka ekstasi mungil inilah yang paling banyak di
produksi di dalam negeri. Selain dari bahan bakunya mudah di dapat harga jualnya pun
bervariasi mulai dari harga golongan high class eksekutif selebritis, diatas Rp.100.000
hingga harga banting di warung kafe Rp. 10.000/butir. Inex nama lain ekstacy ini masih
keturunan kandung psikotropika banyak di perjualbelikan bagai kacang goreng. Ekstasi
beredar dalam bentuk tablet dan kapsul dengan ukuran sebesar kancing kerah baju yang
berdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya : Adam, Eva, Flash, Dolar, Bonjovi, Mike
Tyson, Playboy, Apple, Angel, White Dove, dan lain-lain. Akibat menggunakan ekstasi
adalah : Diare/mual-mual, muntah Hiperaktif Gemetar tak terkontrol Denyut nadi sangat
cepat Hilang selera makan Rasa haus yang amat sangat Sakit kepala dan pusing-pusing.

2.2.3. Bahan adiktif

Meskipun bahan zat adiktif bukan narkotika atau psikotropika tetapi


penyalahgunaannya dapat berdampak buruk bagi penggunanya, karena dapat menimbulkan
ketergantungan atau ketagihan. Selain merusak kesehatan diri pribadi akibat minuman keras
yang mengandung etanol, karbohidrat, tapi dapat memabukkan orang yang menenggaknya.
Begitu juga tembakau yang mengandung tar dan nikotin yang dapat menimbulkan penyakit
jantung koroner

. 2.3 Penyebab Orang Kecanduan Narkoba

Menurut analisa dan konseling yang diadakan, penyebab utama orang kecanduan
narkoba oleh karena ketidaktahuan akan bahaya yang ditimbulkan serbuk bahaya itu.
Sehingga masyarakat yang tidak tahu apa-apa terperosok kedalam jurang neraka ini, yang
mengakibatkan sulit kembali kepada jati diri yang sebenarnya

* Ada lima factor yang menyebabkan orang menyalahgunakan Narkoba, diantaranya :


a.) Dasar agama tidak kuat

b.) Komunikasi dua arah antara orang tua dan anak sangat jarang, tidak mau tahu

c.) Pergaulan dalam lingkungan sekolah

d.) Pengaruh masyarakat lingkungan

e.) Budaya yang masuk melalui elektronik dan media cetak

3.1 Akibat Penggunaan Narkoba

3.1.1 Dampak penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan
akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan
fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-
organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba
pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan
situasi atau kondisi pemakai.Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada
fisik, psikis maupun sosial seseorang. 1) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap fisik: -
Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan
kesadaran, kerusakan syaraf tepi

- Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot
jantung, gangguan peredaran darah - Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan
(abses), alergi, eksim

- Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran


bernafas, pengerasan jaringan paru-paru

- Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat,
pengecilan hati dan sulit tidur

*Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan


padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron,
testosteron), serta gangguan fungsi seksual

- Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan


antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak
haid)

- Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara
bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga
saat ini belum ada obatnya - Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over
dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis
bisa menyebabkan kematian. 2) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis: - Lamban
kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah - Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal,
penuh curiga - Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal - Sulit berkonsentrasi,
perasaan kesal dan tertekan - Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh
diri. 3) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan social: - Gangguan mental,
anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan - Merepotkan dan menjadi beban keluarga
- Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram - Dampak fisik, psikis dan sosial
berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa
(sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan
psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest).
Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk
membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll. Dampak Tidak Langsung
Narkoba Yang Disalahgunakan o Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan
dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun. o Dikucilkan
dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba
akan bersikap anti sosial. o Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang
memakai zat terlarang. o Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari
sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out. o Tidak dipercaya lagi oleh orang lain
karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal. o
Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan
yang dilarang oleh ajaran agamanya. o Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara
yang sangat menyiksa lahir batin. Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar
dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan
banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika
berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram
tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa. Dampak
Langsung Narkoba Bagi Jasmani/Tubuh Manusia o Gangguan pada jantung o Gangguan pada
hemoprosik o Gangguan pada otak o Gangguan pada tulang o Gangguan pada pembuluh
darah o Gangguan pada endorin o Gangguan pada kulit o Gangguan pada sistem syaraf o
Gangguan pada paru-paru o Gangguan pada sistem pencernaan o Dapat terinfeksi penyakit
menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll. o Menyebabkan depresi
mental. o Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik. o Menyebabkan bunuh diri o
Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan. Efek depresi bisa
ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba
berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai
narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah
dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.

4.1 Cara Pencegahan dan Penyembuhan Narkoba Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah
dan bahkan sebaiknya harus dicegah. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, atau
melakukan tindakan represif dan sangat merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Justru disinilah peran orang tua atau keluarga serta kerabat yang sangat penting dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak. Berikut ini ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan orang tua untuk mengurangi resiko penyalahgunaan narkoba.

4.2 Peran Orang tua dalam Mencegah Narkoba Sejak Dini

1. Mempelajari masalah Narkoba Tidak mungkin anda mencegah, jika Anda tik tahu
apa yang sedang anda coba untuk mencegahnya. Ambillah kesempatan untuk
mempelajari masalah narkoba. Dengan membaca, mendengarkan ceramah, berdiskusi,
dan membahas masalah narkoba di majalah, koran, atau pada program televisi dan
radio. Anda harus mengerti jenis-jenis narkoba dan bahaya menggunakan narkoba
yang nantinya kita akan sampaikan kepada anak kita sebagai proses pendidikan
tentang narkoba.

2. Mengajarkan Anak tentang Masalah Narkoba Umumnya anak dan remaja


menerima informasi tentang narkoba dari luar rumah, sebagian besar dari teman
sebayanya. Sangat berbahaya ketika anak mengetahui suatu hal yang baru hanya
setengah-setengah. Saya katakan setengah-setengah karena biasanya anak hanya tau
enaknya saja tidak mengerti dampak yang ditimbulkan akibat penyalahguanan
narkoba. Untuk itu orang tua perlu mengajarkan tentang narkoba secara detai kepada
anak sehingga anak mengerti secara utuh dan mampu mengambil langkah yang benar.

3. Melarang Pemakaian Narkoba Melarang anak melakukan pemakaian narkoba jenis


apapun, termasuk rokok dan minuman beralkohol, dan ini harus menjadi peraturan
keluarga. Anda (orang tua) harus bisa mencontohkan anak agar tidak mengkonsumsi
hal-hal tersebut. Selain itu Anak harus memahami hal-hal berikut ini dengan jelas. -
Harus spesifik; jelaskan peraturan larangan memakai narkoba. Bahas konsekuensinya
jika melanggar aturan; apa hukumnya; bagaimana pelaksanaannya; dan tujuan
hukuman tersebut. - Harus Konsisten; Jelaskan pada anak bahwa peraturn inti berlaku
tetap, kapan saja, dan dimana saja, baik dirumah, di sekolah, maupun dirumah teman
dan ditempat lainnya. - Harus Masuk Akal; Jangan menambahkan konsekuensi atau
hukuman lain jika peraturan dilanggar. Jika peraturan dilanggar bertindaklah
bijaksana terapkan hukuman sesuai dengan peraturan awal yang sudah ditetapkan.

4. Cegah Pengaruh Negatif Berita Kriminal Amati apa yang ditonton anak di
televisi.

Anda tidak perlu menyensornya, akan tetapi anda perlu mengambil


kesempatan untuk menjelaskan kepadanya tentang berita kriminal. Berita kriminal
yang ditanyangkan ditelevisi hanya sepenggal dan sekilas saja, hal ini membuat anak
penasaran dan akan mencari tahu informasi itu diluar. Sebelum itu terjadi berilah
penjelasan dan informasi dari berita-berita itu. Hal ini dapat mecegah anak untuk
mencoba-coba khususnya tentang penyalahgunaan narkoba. Terdapat banyak alasan
mengapa jumlah jam yang diluangkan anak untuk menonton televisi harus dibatasi
hanya 2 jam saja. Siaran informasi di televisi yang mendorong pemakaian narkoba
adalah salah satu alasannya.
5. Mewaspadai Sikap dan Perilaku Sendiri Keluarga adalah lingkungan
terdekat yang mempengaruhi perkembangan perilaku anak.

Anak akan meniru perilaku orang tuanya karena anak memandang orang tua
adalah sebagai figur mereka. Hingga usia remaja anak akan meniru perilaku orang
tuanya jadi yang perlu diwaspadai adalah sikap dan perilaku anda. Apakah anda
merokok? Apakah anda minum-minuman keras? Atau bahkan anda memakai
narkoba? hmmSangat disayangkan jika hal itu masih anda lakukan. Jangan
salahkan anak jika mereka nantinya mengunakan narkoba, karena mereka mendapat
contoh perilaku yang seperti itu. Jadi hemat saya, jadilah teladan yang baik bagi anak.
Jika anda merokok mulai dari sekarang berhentilah. Jika anda suka minuman keras,
hentikanlah. Sayangilah anakmu, generasimu!

6. Pola Hidup Sehat dalam Keluarga Hal yang perlu diwaspadai dalam
lingkunagn keluarga adalah keharmonisan.

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu bentuk kenakalan anak. Faktor


penyebab kenakalan remaja yang utama adalah keluarga yang tidak harmonis. Maka
dari itu, ciptakan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Jika anak
mendapatkan kasih sayang dirumah sendiri mereka tidak anak mencari diluar yang
akhirnya lari ke narkoba. Adapun Upaya Penyembuhan dari Narkoba meliputi:

a. Taubat, Niat Dan Doa

b. Detoksifikasi

c. Rehabilitasi

d. Terapi Agama

e. Terapi Seni

BAB III PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah : Masalah penyalahgunaan narkoba atau nabza
khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya
dan suatu bangsa pada umunya. Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa
merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin
buruk. Narkoba merupakan sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan
ketentraman umum. Dan dapat menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada
tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Pengaruh narkoba sangatlah buruk, baik dari segi
kesehatan pribadinya maupun dampak social yang ditimbulkannya, pencegahan
penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan juga
menjadi tugas bersama. Peran orang tua dalam keluarga dan juga dari peran pendidikan di
sekolah sangatlah besar pengaruhnya untuk pencegahan penagulangan narkoba. Dan perlunya
peningkatan pengetahuan bahaya narkoba bagi para remaja. Penanganan dini bagi para
penggunaan narkoba sangatlah penting.

5.2 SARAN

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabkan
karena keterbatasan ilmu yang melekat dalam diri kami. Oleh karena itu saran dan kritikan
akan makalah dari pembaca sangat membantu dalam penyempurnaan makalah ini. Semoga
kita senantiasa terhindar dari bahaya narkoba, mari kita isi waktu luang dengan kegiatan
bermanfaat yang dapat meningkatkan kualitas diri kita. Seperti berolahraga, aktif di kegiatan
majelis talim, belajar, dan lain sebgainya. Dengan demikian berarti kita dapat menjadi anak
yang berbakti kepada kedua orangtua, dengan senantiasa berusaha sekuat tenaga
membahagiakan mereka. Dengan membahagiakan mereka tanpa disadari kita telah membuka
pintu kemudahan dan kesuksesan bagi diri kita sendiri di masa yang akan datang. Salah
satunya dengan cara tidak mencoba narkoba walaupun itu hanya sedikit. Perlunya peran dari
orang tua yang harus memperhatikan anaknya agar tidak terjerumus ke dalam jurang narkoba.
Disamping itu perlu kerja sama antar masyarakat dengan aparat untuk memeberantas
peredaran narkoba. Remaja harus diperhatikan oleh semua pihak agar tidak terjerumus pada
penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

daftar pustaka

~ http://learnmine.blogspot.com/2014/10/makalah-penyalahgunaan-narkoba.html