Anda di halaman 1dari 7

ISSN: 2085 6245 128

OPTIMALISASI PRODUKSI ALAT GALI PADA PENAMBANGAN


SIRTU DI PT. BINTANG TIMUR LESTARI, SORONG, PAPUA BARAT
Baldus C.F. Ambrauw, Jance M. Supit
Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Negeri Papua
e-mail: jmsupit@gmail.com

Abstrak
PT. Bintang Timur Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan dengan
bahan galian berupa sirtu yang di manfaatkan sebagai bahan baku
Kontruksi. Lokasi penambangan sirtu berada di Kelurahan Klasaman, Kecamatan Sorong Timur,
Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Produksi pada PT Bintang Timur Lestari menggunakan alat
mekanis gali-muat dan angkut seperti Backhoe,Wheel Loader dan Dump Truck. Berdasarkan
pengamatan dilapangan alat gali sering melakukan pemuatan yang seharusnya diakukan oleh wheel
loader, hal ini tentunya akan berpengaruh pada produksi penggalian, dimana produksi alat gali tidak
optimal, yang juga tentunya akan mempengaruhi produksi perusahaan secara keseluruhan. Penelitian
ini adalah untuk menghitung produksi optimal alat gali, pada penambangan sirtu PT. BTL.
Berdasarkan perhitungan diperoleh produksi optimum alat penggalian Komatsu PC 200 adalah
130,74 m3/jam dengan waktu kerja efektifnya 0.85, ketersediaan fisik 0.79, utilitas 0.97, efisiensi
optimum 0.65. Untuk mencapai produksi yang optimal perlu dilakukannya perawatan berkala pada
alat mekanis, terutama Wheel Loader sebagai alat muat sehingga hydraulic excavator dapat fokus
digunakan dalam penggalian.

Kata kunci : Optimalisasi, hydraulic excavator, dan perawatan

Abstract
PT. Bintang Timur Lestari is a company engaged in the field of mining and minerals in the form of the
benefiting sirtu as construction raw materials. The location is in Kelurahan Klasaman, Kecamatan
Sorong Timur, Sorong, West Papua Province. Production at the PT. Bintang Timur Lestari use
mechanical load and moving like hydraulic excavator, Wheel loaders and Dump trucks. Based on
observations in field dig tool often do the loading which should be by the wheel loader, this is
certainly going to affect the production of the excavation, where is not optimal tools production, which
also of course will affect the company's overall production. The research is to calculate the optimal
production, mining tools excavated at PT. BTL. Based on the calculation of optimum excavation tools
production acquired Komatsu PC 200 was 130,74 m3/hour with work time effectively 0.85, the
physical availability of 0.79, utilities 0.97, optimum efficiency 0.65. To achieve optimal production
need to be doing regular maintenance on the mechanical tools, especially Wheel Loaders, so
hydraulic excavators can used in excavation only.

Key words: Optimalization, hydraulic excavator, and maintenance

Baldus C.F. Ambraw dkk: Optimalisasi Produksi Alat Gali Pada Penambangan Sirtu ...
129 ISSN: 2085 - 6245

1. PENDAHULUAN antara target produksi dengan produksi


perunit alat akan menentukan jumlah alat
PT. Bintang Timur Lestari (PT.BTL)
yang akan digunakan pada perusahaan.
merupakan salah satu perusahaan tambang di
(Awang Suwandhi)
Papua Barat yang menambang bahan galian
Efisiensi kerja alat mekanis merupakan
pasir dan batu (sirtu). Peralatan mekanis yang
elemen produksi yang harus diperhitungkan
digunakan meliputi hydraulic excavator
didalam upaya untuk mendapatkan harga
Komatsu PC 200 sebagai alat gali dan muat,
produksi alat persatuan waktu yang akurat.
Wheel Loader CAT 926 E sebagai alat muat
Dengan demikian efisiensi kerja optimum
dan dump truck Toyota Dyna HD 125 sebagai
merupakan ekspresi dari kinerja alat maupun
alat angkut.
operatornya maka dibuat tiga ukuran
Hasil pengamatan di lapangan
efisiensi menggunakan data waktu yaitu :
menunjukkan bahwa hydraulic excavator
(1) Efektifitas (effectiveness) artinya jam
tidak hanya melakukan penggalian namun juga
kerja efektif selama waktu yang disediakan
melakukan pemuatan yang seharusnya
untuk operasi, persamaan:
diakukan oleh wheel loader, hal ini tentunya
akan berpengaruh pada produksi penggalian,
E = (W/O)x 100%
dimana produksi alat gali tidak optimal, yang
juga tentunya akan mempengaruhi produksi
Keterangan :
perusahaan secara keseluruhan.
E = Efektifitas
Berdasarkan uraian diatas maka
W = Waktu kerja
permasalahan yang dapat dibahas adalah
O = Operasi(waktu kerja berjalan)
bagaimana mengoptimalkan produksi
penggalian pada penambangan sirtu PT. BTL.
(2) Ketersediaan fisik (Physical atau
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mechanical availability) adalah ukuran sehat
menghitung biaya produksi optimal alat gali
tidaknya alat untuk beroperasi, rumusnya :
hydraulic excavator Komatsu PC 200, pada
penambangan sirtu PT. BTL.
PA = (A/S)x 100%

Keterangan :
2. METODE PENELITIAN
P.A = Physical Availability
Lokasi penelitian di Wilayah Ijin Usaha S = Tertunda(Standby)
Pertambangan Produksi PT. BTL yang terletak A = Jam tersedia ( Available)
di Kelurahan Klasaman Km 14, Distrik Sorong
Timur Sorong, Papua Barat. Data lapangan (3) Utilitas (Utility) alat yang sehat terpaksa
diperoleh dengan melakukan observasi dan tidak di operasikan karena beberapa sebab,
wawancara dengan pihak perusahaan untuk misalnya hujan lebat, rapat, kecelakaan
memperoleh data primer, sedangkan studi tambang, dan lain-lain. Persamaannya :
literatur dilakukan untuk memperoleh data
sekunder. U = (O/A)x 100%

3. DASAR TEORI Keterangan :


U = Utilitas
Optimalisasi produksi merupakan cara
PA = (A/S)x 100%
yang dilakukan untuk memperoleh produksi
(4) Efisiensi Kerja Optimum merupakan
yang sesuai dengan kondisi optimal alat
perkalian antara E,PA,dan U
mekanis. Optimal adalah hasil terbaik atau
paling menguntungkan yang harus dicapai
Eff.opt = ExPAxU
oleh suatu perusahaan dalam melakukan
penambangan sesuai dengan target produksi
Keterangan :
yang di tentukan. Pentingnya
Eff.Opt = Efektif kerja optimum
mengoptimalisasi produksi alat mekanis karena
ada kaitannya dengan target produksi yang
(5) Optimasi Produksi Alat
harus dicapai oleh perusahaan. Interaksi

ISTECH Vol. 4, No. 3, Agustus 2012 : 128 - 134


ISSN: 2085 6245 130

Secara umum perhitungan untuk


memperkirakan produksi alat berat dapat
dirumuskan sebagai berikut :

P =Eff.Opt. x I x H /CT
Keterangan :
P = Produksi alat , m3/jam
E = Efisiensi Kerja, menit/jam.
I = Faktor Berai (Sweel Facktor)
H = Kapasitas alat, m3 atau ton
CT = waktu edar/siklus (Cicle Time), menit
Keterangan :
I (swell factor) = 0,88
H (kapasitas bucket) = 0,8 m3

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil

Hasil pengamatan lapangan menunjukkan


kinerja dari alat gali (hydraulic excavator) dan
alat muat (wheel loader) adalah sebagai berikut
(tabel 1 dan tabel 2)

Baldus C.F. Ambraw dkk: Optimalisasi Produksi Alat Gali Pada Penambangan Sirtu ...
131 ISSN: 2085 - 6245

Tabel 1. Kinerja Alat Hydraulic Excavator (Ambrau dkk, 2012)

Tabel 2. Kinerja Wheel Loader (Ambrau dkk, 2012)

ISTECH Vol. 4, No. 3, Agustus 2012 : 128 - 134


ISSN: 2085 6245 132

Baldus C.F. Ambraw dkk: Optimalisasi Produksi Alat Gali Pada Penambangan Sirtu ...
133 ISSN: 2085 - 6245

Hasil pengamatan kinerja alat tersebut yang


menjadi dasar dalam melakukan perhitungan (c) Utilitas (Utility)
produksi optimal alat mekanis khususnya U = (O/A)x 100%
hydraulic excavator. U = (44,50+16,00)/(10,15+44,50 +16,00) x
Hasil perhitungan produksi optimum 100%
hydraulic excavator sebagai berikut : U = 0,86
Penggalian:
(a) Efektifitas (effectiveness) (d) Efisiensi Kerja Optimum
Eff.opt = ExPAxU
E = (W/O)x 100% Eff.opt = 0,26 x 0,18 x 0,86
E = {259,35/(259,35+44,50)} x 100% Eff.opt = 0,040
E = 0,85
(e) Produksi optimum pemuatan
(b) Ketersediaan fisik (Physical atau P = Eff.Opt x I x H /CT
mechanical availability) P = (0,040 x 0,88 x 0,8)/ (12,80/3600)
P = 11,43 m/jam
PA = (A/S)x 100%
PA = (10,15+44,50+259,35)/400 x 100% Produksi optimum hydraulic excavator pada
PA = 0,79 pemuatan, 11,43 m3/jam

(c) Utilitas (Utility) 4.2. Pembahasan


Berdasarkan hasil perhitungan produksi
U = (O/A)x 100% optimum, maka dapat dikatakan pada
U = (44,50+259,35)/(10,15+44,50 kondisi sekarang, efektifitas kerja
+259,35) x 100% hydraulic excavator secara keseluruhan telah
U = 0,97 optimal, namun bila dilihat dari produksi
penggalian dapat dikatan belum optimal karena
(d) Efisiensi Kerja Optimum alat harus membantu kerja wheel loader yang
sering rusak dan lama dalam perbaikannya
Eff.opt = ExPAxU karena harus menunggu pembelian suku
Eff.opt = 0,85 x 0,79x 0,97 cadang.
Eff.opt = 0,65
5. KESIMPULAN DAN SARAN
(e) Produksi optimum penggalian
5.1 Kesimpulan
Dengan melihat kinerja hydraulic
P = Eff.Opt x I x H /CT
excavator dapat disimpulkan bahwa produksi
Dimana CT= 12,80
alat telah optimum dengan total produksi
P = (0,65 x 0,88 x 0,8) x 12,80/360
142,18 m3/jam. Namun bila dilihat produksi
P = 130,74 m/jam
penggalian sebesar 130,74 m3/jam, dapat
Produksi hydraulic excavator pada penggalian,
dikatan belum optimal karena alat gali harus
130,74 m3/jam
membantu pemuatan (dengan produksi 11,44
m3/jam) karena alat muat (wheel loader) sering
Pemuatan
rusak.
(a) Efektifitas (effectiveness)
5.2 Saran
E = {16,00/(16,00+44,50)} x 100%
Adapun saran dari penelitian ini kepada PT.
E = 0,26
Bintang Timur Lestari, yaitu:
1. Perusahaan perlu untuk melakukan
(b) Ketersediaan fisik (Physical atau
perawatan berkala pada alat mekanis
mechanical availability)
untuk mencegah terjadinya gangguan atau
PA = (A/S)x 100%
kerusakan.
PA = (10,15+44,50+16,00)/400 x 100%
2. Menyediakan suku cadang untuk alat
PA = 0,18
mekanis sehingga ketika dibutuhkan suku

ISTECH Vol. 4, No. 3, Agustus 2012 : 128 - 134


ISSN: 2085 6245 134

cadang telah ada dan tidak harus menunggu


dalam waktu yang lama.

DAFTAR PUSTAKA

Ambrauw B C F,Inan A H,Marwati, Morin E,


Awom A.2012. Studi Penambangan
Pada PT. Bintang Timur Lestari. Laporan
Kerja Praktek Jurusan Teknik
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Negeri
Papua. Manokwari. (Tidak di
distribusikan)
Suwandi A. Perencanaan Jalan Tambang Dan
Optimalisasi Produksi Alat Berat

Baldus C.F. Ambraw dkk: Optimalisasi Produksi Alat Gali Pada Penambangan Sirtu ...