Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

KUNJUNGAN INDUSTRI UNIT PEMBANGKIT BRANTAS


PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
Sebagai Pendukung

Mata Kuliah Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik

Dosen Pengampu : Drs. Gatot Widodo, MT.

Di susun oleh :

Nama : Johan Firmansah


Nim : 14050874011
Kelas : TST 2014

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
S1 TEKNIK ELEKTRO
2016
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Segala puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan, keselamatan, dan karunianya sehingga saya dan kami selaku Mahasiswa S-1
TST 2014 dapat melaksanakan kunjungan industri ke PLTA Sengguruh. Semoga dengan
kunjungan ini kami membawa manfaat dan berguna bagi kami.
Kunjungan industri ini sebagai media pembelajaran langsung dan melihat secara
langsung cara kerja suatu pembangkitan, pengontrolan dan swich yard. Dengan harapan
semua mahasiswa dapat menimba ilmu tentang pembangkitan secara langsung dan dapat
mengaplikasikan dalam kehidupan masysrakat yang masih belum terjangkau oleh PT. PJB
Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs Gatot Widodo
MT dan Drs Joko Mpd. serta para staff selaku pembimbing di lapangan yang banyak
membantu dalam kelancaran perijinan serta materi dari semua pihak .Pada akhirnya kami
mohon maaf kepada semua pihak, apabila dalam pelaksanaan kunjungan Industri ada
sesuatu hal yang kurang berkenan. Wassallammualaikum Wr.Wb.

Surabaya, 03 Desember 2015

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)

2 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................................................2
Daftar Isi...............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................4
1.2 Dasar Kegiatan............................................................................................................4
1.3 Tujuan Kegiatan................................................................................4
1.4 Nama dan Bentuk Kegiatan .......................................................................................5
1.5 Pelaksanaan kunjungan ..........................................5
1.6 Sasaran Kegiatan.................................
...........................................5
1.7 Profil
Perusahaan.......................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Teknik Pengumpulan Data..........................................................................................8
2.2 Laporan Kegiatan ..............................................................................8
2.3 PLTA Sengguruh.........................................................................................................9
2.3.1 Bagian PLTA Sengguruh.................................................................................10
2.4 Switch Yard...............................................................................................................13
2.4.1 Pengertian Switch Yard ..................................................................................13
2.4.2 Komponen Switch Yard..................................................................................14
2.5 Pengumpulan Data
Dokumentasi ..................... ........................................................20

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan...............................................................................................................21
3.2 Saran ................................................................................................21

Daftar Pustaka.........................................................22
Lampiran............................................................................................................................23

3 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya, semua mahasiswa ingin selalu menambah pengetahuan dan
wawasan di masa perkembangan era globalisasi yang pesat ini. Menambah pengetahuan
dan wawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara melalui
Kunjungan Industri untuk melihat dan mengenal dengan jelas mengenai apa dan
bagaimana sebenarnya sebuah sistem pembangkit listrik .
Sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang sedang mempelajari mata kuliah
manajemen dan pembangkitan Energi Listrik, maka dirasa kurang cukup jika hanya belajar
di lingkungan perguruan tinggi, akan tetapi juga disarankan untuk mempelajari masalah
pembangkit dengan terjun langsung kelapangan .
Berdasarkan pemikiran tersebut dan kondisi yang ada maka rombongan mahasiswa
Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya khususnya Program Studi S-1 Teknik
Sistem Tenaga angkatan 2014 bermaksud mengadakan kunjungan industri ke PLTA
SENGGURUH untuk memperdalam penguasaan materi mata kuliah manajemen
pembangkitan Energi Listrik khususnya pembangkit tenaga listrik tenaga air. Dengan
kunjungan industri ini mahasiswa di harapkan akan mempunyai pengetahuan yang
mendalam mengenai sistem pembangkitan tenaga listrik khususnya pembangkit listrik
tenaga air.
1.2 Dasar Kegiatan

Dasar kegiatan dari kunjungan industri adalah sebagai penunjang dari mata kuliah
Manajemen dan Pembangkitan energi listrik .
1.3 Tujuan Kegiatan
a) Sebagai sarana untuk mendalami mata kuliah manjemen dan pembangkitan energi
listrik.
b) Sebagai gambaran dunia kerja yang akan dihadapi setelah lulus kuliah.
c) Sebagai sarana untuk mewujudkan sinergisitas antara dunia industri dan dunia civitas
akademika.

4 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

1.4 Nama dan Bentuk Kegiatan


Adapun nama dan bentuk kegiatan ini adalah :
KUNJUNGAN INDUSTRI KE PLTA SENGGURUH
1.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan ini pada :
Hari : Kamis
Tanggal : 24 November 2016
Pukul : 09.00 - selesai WIB
Tempat : PLTA SENGGURUH
Alamat :Kepanjen , Malang, Jawa Timur 65168, Indonesia

1.6 Sasaran Kegiatan


Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dengan
Program Studi S-1 Teknik Sistem Tenaga 2014 Universitas Negeri Surabaya .

1.7 Profil Perusahaan


1.7.1 PT PJB

PT Pembangkitan Jawa-Bali (disingkat PT PJB) adalah sebuah anak perusahaan


PLN BUMN produsen listrik yang menyuplai kebutuhan listrik di Banten, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Saat ini PT PJB mengelola 6 Pembangkit
Tenaga Listrik di Pulau Jawa, dengan kapasitas total 6.511 Mega Watt.

5 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

PT PJB juga mengelola sejumlah unit bisnis, termasuk unit pengelolaan, teknologi
informasi, dan pengembangan. Kantor pusat PT PJB berada di Surabaya. PT. PJB Adalah
perusahaan pertama di asia pasifik yang memiliki sertifikasi ISO 55001.
Sejarah PJB bermula sejak tahun 1945, dimana didirikan Perusahaan Listrik dan
Gas. Tahun 1965, perusahaan tersebut dibagi menjadi 2: Perusahaan Listrik Negara dan
Perusahaan Gas Negara. Tahun 1972, status PLN menjadi Perusahaan umum (Perum).
Tahun 1982, PLN dipecah lagi menjadi dua: Unit Divisi dan Unit Pembangkitan Tenaga
Listrik dan Transmisi. Tahun 1994, status PLN menjadi Persero. Setahun kemudian,
dilakukan restrukturisasi atas PT PLN (Persero) dengan pendirian subsider pembangkitan.
Restrukturisasi ini dilakukan untuk memisahkan misi perusahaan atas sosial dan komersial.
Pada tanggal 3 Oktober 1995, PT PLN (Persero) membentuk 2 (dua) anak
perusahaan untuk mengelola pembangkit listrik yang memasok energi listrik di Pulau Jawa
dan Bali. Kedua anak perusahaan PLN tersebut adalah PT PLN Pembangitan Jawa Bali I
(PT PLN PJB I) yang berkantor pusat di Jakarta dan PT PLN Pembangkitan Jawa Bali II
(PT PLN PJB II) yang berkantor pusat di Surabaya. Pada tahun 2000, PT PLN PJB II
diubah nama menjadi PT Pembangkitan Jawa-Bali atau singkatnya PT PJB. Sedangkan PT
PLN Pembangitan Jawa Bali I (PT PLN PJB I) berubah nama menjadi PT Indonesia
Power.
PT PJB memiliki 6 (enam) unit pembangkitan (UP) yang tersebar di Jawa Timur,
Jawa Barat dan DKI Jakarta, yaitu UP Gresik, UP Paiton, UP Muara Karang, UP Muara
Tawar, UP Cirata dan UP Brantas. Total kapasitas terpasang mencapai 6.977 MW, yang
terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas
(PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dan Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA)

1.7.2 Unit Pembangkitan Brantas


Unit Pembangkitan Brantas adalah sebuah pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali. Kantor pusatnya berada di Kecamatan

6 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


Sumberpucung, Kabupaten Malang. Unit Pembangkitan Brantas mengoperasikan 12 PLTA
yang berada di sepanjang Kali Konto dan Kali Brantas, Jawa Timur.
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

PLTA Brantas merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, dan sebagian besar
telah beroperasi sejak zaman Hindia Belanda. Ke-12 PLTA tersebut adalah: Sengguruh,
Sutami, Selorejo, Ngebel, Tulungagung, Wlingi, Lodoyo, Mendalan, Siman, Giringan,
Galang, dan Wonorejo; dengan kapasitas total 281 MW. Energi listrik ini kemudian
didistribusikan melalui Sistem Interkoneksi Jawa-Bali.
Berikut ini kapasitas dari kapasitas PLTA UPB Brantas :
1. PLTA Sengguruh Unit 1 dan 2 = 2 x 14,5 MW
2. PLTA Sutami = 3 x 35 MW
3. PLTA Wlingi = 2 x 27 MW
4. PLTA Lodoyo = 4,5 MW
5. PLTA Tulungagung = 2 x 18 MW
6. PLTA Selorejo = 4,48 MW
7. PLTA Mendalan Unit 1 = 5,6 MW
8. PLTA Mendalan Unit 3, 4 dan 5 = 3 x 5,8 MW
9. PLTA Siman Unit 1, 2 dan 3 = 3 x 3,6 MW
10. PLTA Giringan Unit 1 dan 2 = 2 x 0,9 MW
11. PLTA Giringan Unit 3 = 1,4 MW
12. PLTA Golang Unit 1, 2 dan 3 = 3 x 0,9 MW
13. PLTA Ngebel = 2,2 MW
14. PLTA Wonorejo = 6,5 MW

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)

7 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teknik Pengumpulan Data
Berikut ini teknik pengambilan data yang dilakukan pada saat kunjungan industri di
PLTA Sengguruh :
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara langsung dengan cara
mendatangi langsung ke lokasi PLTA Sengguruh.
2. Tanya jawab
Suatu cara yang di lakukan untuk mendapatkan informasi dengan memberikan
pertanyaan yang berkaitan dengan proses pembangkitan energi kepada operator
pendamping di PLTA Sengguruh.
3. Dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan pengambilan foto di dalam lokasi atau
penyimpanan informasi, dan pengumpulan sebagai bukti survey.

2.2 Laporan Kegiatan


Selama kunjungan industri di PLTA Sengguruh kami bisa mengetahui secara
langsung tentang proses Pembangkit Listrik Tenaga Air secara detail. Meliputi bagian
pembangkitan yang memanfaatkan aliran sungai brantas untuk memutar turbin dan bagian
control room yang berfungsi mengontrol proses pembangkitan dan switch yard yang
nantinya listrik hasil pembangkitan dilalirkan pada jalur transmisi.

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)

8 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2.3 PLTA Sengguruh

Gambar 1. PLTA Sengguruh

PLTA Sengguruh terletak di Desa Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang,


Propinsi Jawa Timur. PLTA Sengguruh mendapat pasokan air dari Sungai Amprong dan
Sungai Lesti yang keduanya merupakan komponen hulu dari DAS Brantas. Pada awal
pembangunan, Bendungan Sengguruh direncanakan sebagai pembangkit listrik tenaga air
(PLTA) untuk beban puncak.

Daya listrik yang dihasilkan mampu menambah supply kebutuhan beban puncak
daya listrik selama 5 jam pada pukul 17.00 sampai pukul 22.00 di Jawa Timur. Tujuan
dibangunnya bendungan ini adalah sebagai penahan sedimen yang masuk ke Waduk
Sutami, sehingga dapat memperpanjang umur ekonomis waduk Sutami.
Pembangunan Bendungan Sengguruh dilaksanakan oleh: Pekerjaan konstruksi sipil
Proyek Brantas dimulai tahun 1982 dan baru selesai tahun 1989
Pekerjaan konstruksi baja Ishikawajima-Harima, Boma Bisma Indra,
Pekerjaan Pembangkit tenaga listrik Elin Boving.

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )

9 | Manajemen dan Pembangkitan Energi Listrik


PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Pada awal bekerja, PLTA Sengguruh mampu menghasilkan daya listrik sebesar 2 x
14,5 MegaWatt (MW) dan produksi listrik tahunan sebesar 91,02 x 106 kWh. Namun pada
musim penghujan dan musim kemarau debit outflow yang dikeluarkan untuk PLTA
berubah-ubah dan mengakibatkan daya listrik yang dihasilkan PLTA Sengguruh berkurang.
Daya listrik yang dihasilkan PLTA Sengguruh pada musim kemarau bisa turun lebih dari
50% dari 29 MW menjadi 12,5 MW dengan hanya 1 turbin dan generator yang bekerja .

2.3.1 Bagian Utama PLTA Sengguruh

Gambar 2. Bagian utama PLTA Sengguruh


1. Waduk / Reservoir
Waduk atau reservoir yaitu tempat penampungan air sungai yang dibendung oleh
bendungan Sengguruh yang berasal dari dua aliran Sungai Amprong dan Sungai Lesti yang
keduanya merupakan komponen hulu dari DAS Brantas
2. Water Intake
Water intake adalah pengatur masuknya air dari reservoir sebelum dialirkan pada
headrace tunnel dan kemudian dialirkan ke penstock atau pipa pesat. Sebelum itu air
disaring menggunakan saringan yang terbuat dari besi dimuka water intake agar sampah
tidak terbawa ke pipa pesat.
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )

10 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

3. Dam Control
Merupakan pusat pengaturan bendungan yang mengatur operasional bendungan
dan juga pengatur overflow sungai brantas.
4. Headrace Tunnel
Merupakan pipa yang berada diantara reservoir dan pipa pesat (Penstock) yang
berfungsi mengalirkan air ke pipa pesat.
5. Surge Tank
Surge tank adalah pipa peredam yang mengatur/meratakan air, yaitu apabila mesin
pembangkit mulai beroperasi, meredam/mencegah tekanan air yang tinggi (over pressure)
yang merambat ke atas melalui pipa pesat (water hammer) masuk ke dalam terowongan .

6. Penstock / Pipa Pesat


Pipa pesat menyalurkan dan mengarahkan air ke cerobong turbin. Salah satu ujung
pipa pesat dipasang pada bak penenang minimal 10 cm diatas lantai dasar bak penenang.
Sedangkan ujung yang lain diarahkan pada cerobong turbin. Pada bagian pipa pesat yang
keluar dari bak penenang, dipasang pipa udara (Air Vent) setinggi 1 m diatas permukaan
air bak penenang. Pemasangan pipa udara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
tekanan rendah (Low Pressure) apabila bagian ujung pipa pesat tersumbat. Tekanan rendah
ini akan berakibat pecahnya pipa pesat.
7. Inlet Valve
Inlet valve adalah katup utama yang berfungsi membuka dan menutup aliran air
yang menuju spiral case.
8. Rumah Siput / Spiral Case
Spiral case di PLTA Sengguruh ini mempunyai bentuk seperti rumah siput yang
disetiap sisinya mempunyai gate turbin sebanyak 24 buah yang berfungsi untuk memutar
turbin.
9. Turbin
Pada PLTA sengguruh ini menggunakan turbin jenis kaplan vertikal yang berfungsi
mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik yang menggerakkan generator.
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )

11 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

10. Generator
Generator yang digunakan di PLTA merupakan generator sinkron yang
memngubah energi mekanik menjadi energi listrik yang mempunyai spesifikasi sebagai
berikut :
Jenis : Sinkron
Type : SSV545134-105
Phasa : 3
Daya : 16,2 MVA
Tegangan : 11 KVA
Arus : 850 A
Frekuensi : 50 Hz
Putaran : 176,5 Rpm 485 Rpm
11. Drafttube
Merupakan pipa lepas yang mengalirkan air berasal dari turbin ke pipa
pembuangan.
12.Outflow
Merupakan pipa pembuangan air yang digunakan sebagai penggerak turbin yang
kemudian dibuang pada aliran sungai.
13. Main Transformer
Listrik yang telah dibangkitkan generator kemudian disalurkan pada transformator
step up dimana tegangan dinaikkan dari 11 KV menjadi 70 KV sebelum disalurkan ke jalur
transmisi.
14. Switch Yard
Switch yard atau gardu induk yaitu peralatan yang membagikan atau
mendistribusikan energi listrik yang disalurkan saluran transmisi/distribusi yang terdiri
dari banyak komponen yang berada di area terbuka.
15. SUTT 70 KV
Listrik yang sudah dinaikkan tegangannya dari 11 KV menjadi 70 KV menjadi
kemudian disalurkan ke saluran udara tegangan tinggi untuk di distribusikan ke konsumen
dan di interkoneksikan ke sistem JAMALI ( Jawa, Madura dan Bali ).

12 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2.4 Switch Yard

2.4.1 Pengertian Switch Yard

Switch yard merupakan komponen komponen gardu induk yang berada diarea
terbuka yang luas . Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi)
tenaga listrik, atau merupakan satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi).Sebagai
sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi), gardu induk mempunyai peranan penting,
dalam pengoperasiannya tidak dapat dipisahkan dari sistem penyaluran (transmisi) secara
keseluruhan.
Berikut ini adalah gambar Switch yard di PLTA Sengguruh :

Gambar 3 dan 4. Switch Yard PLTA Sengguruh

13 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2.4.2 Komponen Switch Yard


1. Trafo Pemakaian Sendiri (TPS)

Gambar 12 . Trafo pemakaian sendiri


Berfungsi sebagai sumber tegangan AC 3 phasa 220/ 380 Volt. Digunakan untuk
kebutuhan intern gardu induk, antara lain untuk :

Penerangan di swtich yard, gedung kontrol, halaman GI dan sekeliling GI.


Alat pendingin (AC).

Pompa air dan motor-motor listrik.

Peralatan lain yang memerlukan listrik tegangan rendah.

2. Circuit Breaker (CB)

14 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 7. Circuit Breaker (CB)

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Circuit breaker adalah peralatan pemutus, yang berfungsi untuk memutus


rangkaian listrik dalam keadaan berbeban (berarus).B dapat dioperasikan pada saat
jaringan dalam kondisi normal maupun pada saat terjadi gangguan.Karena pada saat
bekerja, CB mengeluarkan (menyebabkan timbulnya) busur api, maka pada CB dilengkapi
dengan pemadam busur api.

3. Disconnecting Switch (DS)

Gambar 8. Disconecting Switch

15 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Disconnecting switch adalah saklar pemutus yang didesain tidak bisa terbuka pada
saat arus beban yang melewatinya masih ada.Biasanya disconnecting switch dipasang
untuk mengisolasi peralatanperalatan yang mungkin tersupply daya besar.Disconnecting
switch biasanya dilengkapi dengan peringatan visual untuk keamanan para pekerja, dengan
kata lain pada saat keadaan saklar terbuka atau tidak ada arus beban yang mengalir maka
visual sign akan menyala untuk memberitahukan keadaan aman dan sebaliknya.
DS hanya dapat dioperasikan pada kondisi jaringan tidak berbeban, maka yang
harus dioperasikan terlebih dahulu adalah CB. Setelah rangkaian diputus oleh CB , baru DS
dioperasikan.

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

4. Neutral Grounding Resistance (NGR)

Gambar 6. Neutral Grounding Rsistance (NGR)

Neutral Grounding Resistance (NGR) adalah komponen yang dipasang antara titik
netral trafo dengan pentanahan, dan Neutral Grounding Resistance (NGR) berfungsi untuk
memperkecil arus gangguan yang terjadi. Diperlukan proteksi yang praktis dan murah
karena karakteristik relay dipengaruhi oleh sistem pentanahan neutral.

5. Lightning Arrester (LA)

16 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 9. Lighting Arrester (LA)

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Lighting Arrester (LA) adalah alat yang digunakan untuk melindungi peralatan lain
dari tegangan berjalan ( petir ) dari luar peralatan. Prinsip dasarnya adalah dengan cara
memberi jalan pintas kepada muatan listrik untuk secepat mungkin mencapai tanah
sehingga muatan berlebih tersebut tidak mengalir ke peralatan lain.

6. Current Transformer (CT)

Gambar 10. Current Transformer


Berfungsi merubah besaran arus dari arus yang besar ke arus yang kecil atau
memperkecil besaran arus listrik pada sistem tenaga listrik, menjadi arus untuk sistem

17 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
pengukuran dan proteksi.Mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer, yaitu
memisahkan instalasi pengukuran dan proteksi tegangan tinggi.
7. Potential Transformer (PT)

Gambar 11. Potential Transformer

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Potensial Transformer mempunyai fungsi yaitu mentransformasikan harga


tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah untuk menghindari bahaya resiko
tegangan yang sangat tinggi dan menghindari penggunaan alat ukur dengan dimensi.
Ketelitian pada transformator ini penting. Karena perbandingan antara tegangan sekunder
dengan tegangan primer harus sebanding.
Potensial Transformator didesain untuk hubungan antara line ke line atau line ke
netral. Potensial dapat dirubah melalui lilitan primer dengan akurat. Dan potensial
transformator ini dapat digunakan dengan voltmeter dan dapat di kombinasikan bersama
transformator arus untuk watt meter.

8. Transformator Daya

18 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 5. Transformator Daya

Transformator Daya adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk
menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau
sebaliknya dan berfungsi mentranformasikan daya listrik, dengan merubah besaran
tegangannya, sedangkan frequensinya tetap.Tranformator daya juga berfungsi untuk
pengaturan tegangan.Transformator daya dilengkapi dengan trafo pentanahan yang
berfungsi untuk mendapatkan titik neutral dari trafo daya.

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

9. Rel (Busbar)

Gambar 13. Rel (Busbar)

19 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Busbar berfungsi sebagai titik pertemuan/ hubungan (connecting) antara
transformator daya, SUTT, SKTT serta komponen listrik lainnya yang ada pada switch
yard.Komponen rel (busbar) antara lain :Konduktor (AAAC, HAL, THAL, BC, HDCC).
Dan Insulator String & Fitting (Insulator,Tension Clamp, Suspension Clamp).

10. Panel Kontrol

Gambar 14. Panel Kontrol


Panel control berfungsi untuk mengetahui kondisi gardu induk dan merupakan
pusat kendali local gardu induk. Didalamnya berisi saklar, indicator-indikator, meter-meter,
tombol-tombol komando operasional PMT, PMS dan alat ukur besaran listrik, serta
announciator. Panel control berada satu ruangan dengan tempat oprator kerja
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2.5 Pengumpulan Data dan Dokumentasi


Selama berkunjung ke PLTA Sengguruh banyak sekali yang didapatkan
pengetahuan tentang pembangkitan dan untuk dokumentasi sebagai bukti laporan bahwa
telah berkunjung ke PLTA Sengguruh.
Foto (Terlampir)

20 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
PLTA Sengguruh mendapat pasokan air dari Sungai Amprong dan Sungai Lesti
yang keduanya merupakan komponen hulu dari DAS Brantas. Pada awal pembangunan,
Bendungan Sengguruh direncanakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk
beban puncak. Pada awal bekerja, PLTA Sengguruh mampu menghasilkan daya listrik
sebesar 2 x 14.5 MegaWatt (MW) dan produksi listrik tahunan sebesar 91,02 x 106 kWh.

Daya listrik yang dihasilkan mampu menambah supply kebutuhan beban puncak
daya listrik selama 5 jam pada pukul 17.00 sampai pukul 22.00 di Jawa Timur. Tujuan
dibangunnya bendungan ini adalah sebagai penahan sedimen yang masuk ke Waduk
Sutami, sehingga dapat memperpanjang umur ekonomis waduk Sutami.

21 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Dengan melakukan kunjungan industri ke PT. PJB UP Brantas PLTA Sengguruh
kami medapatkan pengalaman dan memahami proses pembangkitan listrik tenaga air dan
juga lebih mengerti dunia kerja industr, demikian juga dapat membandingkan ilmu yang
diperoleh dalam kuliah dan di dunia industri

3.2 Saran
Diharapkan kegiatan Industri dilaksanakan setiap tahun agar menambah
pengetahuan mahasiswa.
Agenda kunjungan industri dijadikan agenda wajib bagi mahasiswa Universitas
Negeri Surabaya.

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Daftar Pustaka
Anonim. 2015 . Macam-macam Komponen pada gardu induk. ( https://mandor
nya. blogspot. co.id/ 2015/04 /macam- macam-komponen-gardu-induk.html , Di
akses
pada tanggal 05 Desember 2016 ).
Anonim .2014. Komponen pada PLTA. ( http://anak-elektro-ustj.blogspot.co.id /
2014 , Di akses pada tanggal 05 Desember 2016 ).
Anonim. Pembicaraan : Pembangkitan Jawa-Bali. (https://id.wikipedia.org/wik
i/ Pembicaraan:Pembangkitan_Jawa-Bali , Di akses pada tanggal 05 Desember 2016 ).
Anonim. Pembangkitan Jawa-Bali. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangk
itan_Jawa -Bali , Di akses pada tanggal 05 Desember 2016 ).
Anonim. Unit Pembangkitan Brantas .( http://www.ptpjb.com/id/profil-
menu/direksi/115-profil/370-unit-pembangkitan-brantas.html , Di akses pada tanggal

22 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
05 Desember 2016 ).

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Lampiran

23 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 15. Foto Bersama kunjungan Industri di PLTA Sengguruh

Gambar 16. Gedung PLTA Sengguruh

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. PEMBANGKIT JAWA BALI ( PJB )
PLTA SENGGURUH (SUB SWITCH YARD)
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

24 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 17. Suasana aula PLTA Sengguruh

Gambar 17. Presentasi Karyawan PLTA Sengguruh

25 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
Gambar 18. Switch Yard PLTA Sengguruh

Gambar 19. Gardu Induk PLTA Sengguruh

26 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k
27 | M a n a j e m e n d a n P e m b a n g k i t a n E n e r g i L i s t r i k