Anda di halaman 1dari 12

PERCOBAAN 5

Kafein FTIR

Aryanu Fahmi Arwangga*, Ida Ayu Raka Astiti Asih, dan I Wayan Sudiarta. 2016.
ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA KOPI DI DESA SESAOT NARMADA
MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. JURNAL KIMIA 10 (1), JANUARI 2016:
110-114.

Burnham, T.A., 2001, Drug Fact and Comparison, St Louis: A Wolters Kluwers
Company, USA

Conley, R.T. 1972. Infrared Spectroscopy. Edisi ke-2. Allyn and Bacon, Inc
Djarwani S. Soejoko dan Sri Wahyuni. 2002. SPEKTROSKOPI INFRAMERAH SENYAWA
KALSIUM FOSFAT HASIL PRESIPITASI. MAKARA SAINS, VOL. 6, NO. 3. Hal. 754-756

Farmakologi UI., 2002, Farmakologi dan Terapi, 4 th ed, Gaya Baru , Jakarta

Rahajeng dan Tuminah. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di


Indonesia. Maj Kedokt Indon, Volume: 59, Nomor: 12, Desember 2009.

Rahayu, T. dan Triastuti, R., 2007, Optimasi Fermentasi Cairan Kopi Dengan Inokulan
Kultur Kombucha (Kombucha Coffee), Jurnal Penelitian Science dan Teknologi, 8 (1) :
15-29

Ristina, M. 2006. Petunjuk Praktikum Instrumen Kimia. STTN Batan.


Yogyakarta.
Thermo Nicolet. 2001. Introduction to Fourier Transform Infrared Spectrometry.
Thermo Nicolet Corporation : Madison USA

Watson, David. 2010. Analisis Farmasi. Jakarta: EGC


LATAR BELAKNG

Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang
mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada
daerah panjang gelombang 0,751.000 m atau pada bilangan gelombang 13.000
10 cm-1 dengan menggunakan suatu alat yaitu Spektrofotometer Inframerah.
Metode ini banyak digunakan pada laboratorium analisis industri dan laboratorium
riset karena dapat memberikan informasi yang berguna untuk analisis kualitatif dan
kuantitatif, serta membantu penerapan rumus bangun suatu senyawa. (djarwani,
20o2)

Djarwani S. Soejoko dan Sri Wahyuni. 2002. SPEKTROSKOPI INFRAMERAH SENYAWA


KALSIUM FOSFAT HASIL PRESIPITASI. MAKARA SAINS, VOL. 6, NO. 3. Hal. 754-756

Fourier Transform Infrared ( FT - IR ) spektrometri dikembangkan dalam


rangka untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi dengan instrumen dispersif .
Kesulitan utama adalah proses scanning lambat. Sebuah metode untuk mengukur
semua frekuensiinframerah secara bersamaan , bukan secara individual , diperlukan
. Sebuah solusidikembangkan yang digunakan perangkat optik yang sangat
sederhana disebut interferometer (Thermo NicoletCorporation, 2001)

Thermo Nicolet. 2001. Introduction to Fourier Transform Infrared Spectrometry.


Thermo Nicolet Corporation : Madison USA

Salah satu jenis spektroskopi adalah spektroskopi infra merah (IR).


spektroskopi ini didasarkan pada vibrasi suatu molekul. Spektroskopi inframerah
merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi
elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0.75 - 1.000 m
atau pada bilangan gelombang 13.000 - 10 cm-1 (Thermo NicoletCorporation,
2001).

Teknik spektroskopi IR digunakan untuk mengetahui gugus fungsional,


mengidentifikasi senyawa , menentukan struktur molekul, mengetahui
kemurniandan mempelajari reaksi yang sedang berjalan. Senyawa yang dianalisa
berupasenyawa organik maupun anorganik. Hampir semua senyawa dapat
menyerapradiasi inframerah.( Ristina, 2006 )

Ahmad Mudzakir dan Joko Sutrisno. 1997. Psikologi Pendidikan. Pustaka Setia.
Bandung

Spektroskopi inframerah sangat berguna untuk analisis kualitatif (identifikasi)


dari senyawa organik karena spektrum yang unik yang dihasilkan oleh setiap
organik zat dengan puncak struktural yang sesuai dengan fitur yang berbeda. Selain
itu, masing-masing kelompok fungsional menyerap sinar inframerah pada frekuensi
yang unik. Sebagai contoh, sebuah gugus karbonil C = O selalu menyerap sinar
inframerah pada 1670-1 - 780 cm-1, yang menyebabkan ikatan karbonil untuk
meregangkan (Watson, 2010).

Watson, David. 2010. Analisis Farmasi. Jakarta: EGC

Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit, yang merupakan obat stimulan
psychoactive. Alkaloid adalah senyawa organik mirip alkali yang mengandung atom nitrogen
yang bersifat basa dalam cincin heterosiklik. Kafein ditemukan di dalam berbagai macam jenis
kacang-kacangan, dedaunan, dan buah dari berbagai tanaman. Kafein juga bertindak sebagai
suatu pestisida alami yang mengusir dan membunuh serangga-serangga tertentu yang hidup di
tanaman tersebut. Kafein paling sering dikonsumsi oleh manusia dari ekstraksi biji buah kopi
dan daun teh, seperti juga berbagai makanan dan minuman yang berbahan dasar buah kola.
Pada manusia, kafein adalah suatu stimulan sistem saraf pusat (CNS, Central Nervous System),
mempunyai pengaruh temporer untuk menghindari terhadap kantuk dan juga memulihkan
keadaan siaga.

analisis kafein dalam sampel baik itu kopi maupun the perlu dilakukan untuk
mengetahui kadar kafein yang terdapat dalam suatu sampel, sebagai bahan acuan
kepada masyarakat mengenai kandungan kadar kafein dalam kopi yang hasilkan.
sehingga dapat dibandingkan dengan batas maksimum kafein yang telah di
tentukan yang menjadi parameter ambang batas kafein yang diijinkan untuk di
konsumsi. Berdasarkan FDA (Food Drug Administration) yang diacu dalam Liska
(2004), dosis kafein yang diizinkan 100-200mg/hari, sedangkan Menurut SNI 01-
7152-2006 batas maksimum kafein dalam makanan dan minuman adalah 150
mg/hari dan 50 mg/sajian.

Aryanu Fahmi Arwangga*, Ida Ayu Raka Astiti Asih, dan I Wayan Sudiarta. 2016.
ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA KOPI DI DESA SESAOT NARMADA
MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. JURNAL KIMIA 10 (1), JANUARI 2016:
110-114.

Senyawa ini pada kondisi tubuh yang normal memang memiliki beberapa
khasiat antara lain merupakan obat analgetik yang mampu menurunkan rasa sakit
dan mengurangi demam, memiliki efek farmakologis yang bermanfaat secara klinis,
seperti menstimulasi susunan syaraf pusat, relaksasi otot polos terutama otot polos
bronkus dan stimulasi otot jantung. Akan tetapi, pada tubuh yang mempunyai
masalah dengan keberadaan hormon metabolisme asam urat, maka kandungan
kafein dalam tubuh akan memicu terbentuknya asam urat tinggi. (Burnham, 2001).
.

Efek berlebihan (over dosis) mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan


gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang. Kafein sebagai
stimulan tingkat sedang (mild stimulant) memang seringkali diduga sebagai
penyebab kecanduan. Kafein hanya dapat menimbulkan kecanduan jika dikonsumsi
dalam jumlah yang banyak dan rutin. (Farmakologi UI, 2002).

Burnham, T.A., 2001, Drug Fact and Comparison, St Louis: A Wolters Kluwers
Company, USA

Kandungan kafein pada kopi selain memberikan dampak negatif terhadap


manusia, juga memberikan dampak positif salah satunya terdapat pada penelitian
Rahayu, Tuti dan Triastuti Rahayu (2007), kopi dimanfaatkan sebagai peningkat
kapasitas kerja paru-paru pada penderita asmabronkial. Kafein memiliki efek
farmakologis yang bermanfaat secara klinis, seperti menstimulasi susunan syaraf
pusat, relaksasi otot polos terutama otot polos bronkus dan stimulasi otot jantung
(Coffeefag, 2001). Berdasarkan efek farmakologis tersebut, kafein ditambahkan
dalam jumlah tertentu ke minuman. Efek berlebihan (over dosis) mengkonsumsi
kafein dapat menyebabkan gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan
kejang (Farmakologi UI, 2002)

Rahayu, T. dan Triastuti, R., 2007, Optimasi Fermentasi Cairan Kopi Dengan Inokulan
Kultur Kombucha (Kombucha Coffee), Jurnal Penelitian Science dan Teknologi, 8 (1) :
15-29

Farmakologi UI., 2002, Farmakologi dan Terapi, 4 th ed, Gaya Baru , Jakarta
DASAR TEORI

Prinsip kerja spektrofotometer infra merah adalah sama denganspektrofotometer


yang lainnya yakni interaksi energi dengan suatu materi.Spektroskopi inframerah
berfokus pada radiasi elektromagnetik pada rentangfrekuensi 400-4000cm-1
wavelength), yang merupakan ukuran unit untuk frekuensi.Untuk menghasilkan
spektrum inframerah, radiasi yang mengandung semuafrekuensi di wilayah IR
dilewatkan melalui sampel. Mereka frekuensi yang diserapmuncul sebagai
penurunan sinyal yang terdeteksi. Informasi ini ditampilkan sebagaispektrum radiasi
dari% ditransmisikan bersekongkol melawan wavenumber.Spektroskopi inframerah
sangat berguna untuk analisis kualitatif (identifikasi) darisenyawa organik karena
spektrum yang unik yang dihasilkan oleh setiap organik zatdengan puncak
struktural yang sesuai dengan fitur yang berbeda ( Ristina,2006 ).
(conley, 1972)
Conley, R.T. 1972. Infrared Spectroscopy. Edisi ke-2. Allyn and Bacon, Inc

Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa
yang belum diketahui,karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut. Metode
ini banyak digunakan karena:

a. Cepat dan relatif murah


b. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional dalam molekul (Tabel 2)
c. Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu senyawa adalah khas dan oleh karena itu dapat
menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk senyawa tersebut
Secara keseluruhan, analisis menggunakan Spektrofotometer FTIR memiliki dua
kelebihan utama dibandingkan metoda konvensional lainnya, yaitu :
1. Dapat digunakan pada semua frekwensi dari sumber cahaya secara simultan sehingga analisis
dapat dilakukan lebih cepat daripada menggunakan cara sekuensial atau scanning.

2. Sensitifitas dari metoda Spektrofotometri FTIR lebih besar daripada cara dispersi, sebab radiasi
yang masuk ke sistim detektor lebih banyak karena tanpa harus melalui celah (slitless).

Ristina, M. 2006. Petunjuk Praktikum Instrumen Kimia. STTN Batan.


Yogyakarta.
Pembahasan

Dalam percobaan ini kami melakukan analisis untuk mengetahui kadar


kafein dalam sampel teh dan kopi yaitu menggunakan alat spektrofometer.
Kafein lebih populernya kafein (C8H10N4O2),merupakan suatu senyawa

berbentuk kristal. Penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein


disebut dengan purin xantin . yang berfungsi sebagai stimulan
psikoaktif pada manusia. Memiliki pengaruh langsung pada sistem saraf
pusat dan stimulan metabolik. Kafein menstimulan sistem saraf pusat dan
menyebabkan peningkatan kewaspadaan, kecepatan dan kejelasan alur
pikiran, peningkatan fokus, serta koordinasi tubuh yang lebih baik. Adapun
struktur dari kafein ayitu .

(lihat modul)

Seperti analisisi kuantitatif dengan instrument Lainnya penentuan kadar kafein secara spektro FTIR
menggunakan laruitan standar sebagai pembandinnya dan di buat kurva standarnya. Larutan standar kafein
dibuat dengan konsntrasi masing2 larutn standar menghasilkan puncak absorbansi pada bilanagan
gelombangnya. Seperti dapat dilihat pada tabel 1. Absorbansi tertinggi yaitu pada konst 10% dengan
absorbansi 0.02886 dan bilangan gelombang 1554.32. berdasarkan literature persamaan (ada d mba evana )
Nilai absorbansi sebanding dengan konsentrasi. Jadi makin tinggi konsentrasi larutan maka abs. juga semakin
tinggi. Hal ini telah sesuia dengan data yang kami hailkan bahwa ketika konst. Kafein semkain tinggi maka abs
juga semakin tinggi. Kecuali pada data ke 5 saat kons 12.5% mengalami penurunan nilai abs.

GB.1 kurva standar dari masing-masing kosnentrasi larutan yaitu

0.04

0.03
f(x) = 0x + 0.01
0.02 R = 0.83
Axis Title
0.01 Linear ()
Linear ()
0
0 5 10 15
Axis Title

Kurva kalibrasi merupakan plot antara kosentrasi (ppm) dengan absorbansi yang dibuat dari larutan standar
yang mengandung kafein. Perhitungan hasil pengukuran larutan standar diperoleh kurva kalibrasi dengan 6
variasi konsentrasi (2.5 % ) ) sehingg hasil dari persamaan garis regresi dari kafein adalah y = X+ ..
dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,99714.
Setelah diketahui persamaan garis pada kurva standar, maka ditentukan pula
absorbansi sampel nya pada bilangan gelombang masing-masing. Pengukuran sampel
tidak langsung dapat diukur menggunakan spektrometer FT-IR melainkan perlu
dilakukan tahap preparasi sampel. Pada prinsipnya preparasi sampel dilakukan yaitu
proses filtrasi denagn kertas saring . Mula-mula sampel ditentukan bobotnya pada
penimbangan dengan neraca analitik ditimbang 2,5 gr untuk sampel teh dan 2,5 gr
untuk sampel kopi. Masing-masing sampel dilarutkan dalam 5 ml kloroform.
Penambahan kloroform dilakukan karena kafein lebih larut dalam pelarut organik.
Karena pelarut yang digunkan adalah pelarut organik maka seluruh
peralatan yang digunakan harus kering, karena adanya air akan
mengganggu pembacaan pada instrument. Air dapat menyerap radiasi uv
pada panjang gelombang yang cukup rendah sehingga bisa saja
transparan terhadap radiasi pengukuran, tetapi senyawa-senyawa organik
banyak yang tidak larut dalam air termasuk kloroform, sehingga akan
menyebabkan penyerapan radiasi pengukuran oleh pelarut. Setelah 10
menit dilakukan penyaringan. TUJUAN DARI PENYARINGAN ITU SENDIRI
YAITU memisahkan antara residu dan filtrate, sehingga hanya filtratny a saja yg di
ambil untuk d analisis. Pengukuran dengan FTIR dengan memasukan sampel yang
telah dipreparasi kedalam omni cell yang dan dimasukan ke kompartemen sampel yang
diletakan berada di atas diamond. Fungsi dari diamond ini yaiitu untuk mereflesikan
hasil dari sampel ke computer. dan kemudian diperoleh spektrumnya. Setelah
dilakukan pengukuran maka diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 2 Hasil Pengukuran Sampel Kafein
Sampel Absorbansi Kadar Kaffein
The
Kopi

Berdasarkan hasil uji kandungan kafein pada kopi, ternyata pada percobaan kami kadar kafein dalam
kopi lebih sedikit dibandingkan pada teh. Hal ini dapat disebabkan pada proses penyaringan sebagian kecil dari
kafein menguap dan terbentuk komponen-komponen lain, berat kopi juga mempengaruhi.
Untuk menghindari adanya pengaruh negatif kafein terhadap kesehatan, Health
Canada memberikan rekomendasi batas maksimum konsumsi kafein sbb :45 mg per
hari bagi anak usia 4-6 tahun, 62,5 mg per hari bagi anak usia 7-9 tahun, 85 mg per hari
untuk anak usia 10 -12 tahun, 300 mg per hari bagi wanita yang berencana hamil,
wanita hamil dan menyusui, Orang dewasa sehat maksimum 400 mg per hari (Dedi M
2008).
Interpretasi Spektrum yang diperoleh pada masing2 sampel maupun larutan standar
memiliki banyak pita-pita yang merupakan pita pengganggu diatas daerah finger print.
Sehingga minum the ataupun kopi perlu dibatasi tidakBOLEH berlebih,

karena bila kafein yang dikonsumsi berlebih akan menyebabkan kecanduan dan
memacu kerja jantung memompa darah lebih cepat sehingga pembuluh darah dapat
pecah bahkan menyebabkan penyakit jantung.
Dari hasil yang didapat untuk bilangan gelombang dari sampel (the dan kopi ) pada
hasil FTIR, dengan larutan standar (2.5 %...) kafein hampir sama karena pada
puncak gelombang, bilangan gelombang sampel dengan larutan standar kafein
tidak terlalu jauh.

Bilangan pada kafein


Gugus bilangan gelombang standar
1. Karbonil (=O) 1900-1650
2. C=N . 2400-2100
3. N-H 3750-3000s
4. C-H 3000-2700
5. C-N 11800-1360

6. C-H (aromayik ) 3000-30100 dan 675-870

Simpulan
Kadar kafein dalam teh saring pada bilangan gelombang 1658.683 cm-1 sebesar
1202.2039 ppm, pada 1701.114 cm-1 sebesar 997.5543 ppm dengan kadar 4.73 % dan
3.93%(b/b). Sedangkan pada sampel teh sariwangi diperoleh, pada bilangan gelombang
1658.683 cm-1 sebesar 499.7245 ppm. dan pada bilangan gelombang 1701.114 cm-1
sebesar 399.7283 ppm dengan kadar nya 1.98 % dan 1.58 %(b/b).
s

1. Prinsip kerja spektroskopi FTIR adalah adanya interaksi energi dengan


materi atau secra umum dapat di gambarkan sebagai berikut : sampel di scan, yang
berarti sinar infra merah akan dilewatkan ke sampel. Gelombang yang diteruskan
oleh smpel akan ditangkap oleh detektor yang terhubung ke komputer yang akan
memberikan gambaran spektrum sampel yang diuji.

2. Sampel yang diuji pada percobaan ini adalah minuman berenergi dengan
merek kuku bima energi.