Anda di halaman 1dari 55

Makalah Media Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penggunaan media pengajaran pada saat terjadinya pembelajaran dalam kelas
diharapkan dapat mempertinggi minat dan perhatian siswa dalam mengikuti
pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal tersebut dapat mempertinggi motivasi
siswa untuk mengikuti proses belajar mengjar. Selain hal tersebut dengan
penggunaan media pengajaran maka siswa dapat melihat secara langsung, tidak
hanya dengan kata-kata sehingga diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami
apa yang disampaikan oleh guru dalam kelas.
Dalam proses belajar mengajar Seperti yang kita ketahui media pembelajaran itu banyak
macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus menggunakan media
pembelajaran yang tepat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian dalam makalah ini
B. Rumus Masalah
a. Definisi Media
b. Jenis-jenis media
c. Manfaat media
d. Alasan penggunaan media
e. Kriteria dan atau teknik pemilihan media

C. Tujuan
Adapun tujuan didalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan
pengetahuan tentang media pembelajaran kepada saya maupun si pembaca.
D. Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini adalah:
a. Agar pembaca dapat mengetahui pengertian media serta jejis-jenis media didalam
proses belajar, mengajar
b.Agar pembaca bisa menerapkan media dengan baik setela mempelajasinya
c. Agar pembaca mengetahui di dalam belajar, mengajar kita harus menggunakan
media
d. Agar pembaca juga dapat mengetahui teknik pemilihan media.

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
A. Definisi Media
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari Medium yang
secara harfiah berarti Perantara atau Pengantar yaitu perantara atau pengantar
sumber pesan kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan
peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta
didik.
Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat
mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media
pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang
digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke 20 usaha
pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah
alat bantu audio-visual.

B. Jenis-Jenis Media
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :
No Nama Media
1. Media Grafis
a) Gambar atau foto
Gambar atau foto yang baik untuk media pendidikan
ialah gambar yang:
a) autentik
Gambar/foto tersebut jujur melukiskan situasi apa
adanya
b) sederhana
Komposisi gambar hendaknya cukup jelas
menunjukkan poin-poin pokok dalam gambar
c) ukuran relatif
Gambar atau foto bisa menyesuaikan dengan kondisi
d) mengandung perbuatan
e) harus mencapai tujuan pembelajaran
f) tidak setiap yang bagus merupakan media yang
bagus

B. Sketsa

C. Diagram

2D. Bagan / Chart


Bagan yang baik adalah:
a) Dapat dimengerti
b) Sederhana
c) Dapat di update

E. Grafik

F. Kartun

G. Poster

H. Peta dan Globe

I. Papan Flanel

J. Papan Buletin

3 Media Audio:
a. radio
b. alat perekam pita magnetik
c. laboratorium bahasa

4 Media Proyeksi Diam


a. film bingkai
b. film rangkai
c. media transparansi
d. proyektor tak tembus pandang
e. mikrofis
f. film
g. film gelang
h. televisi
i. video
j. permainan dan simulasi

C. Manfaat Media
Ada beberapa manfaat media pembelajaran:
a. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh
para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari
faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan
buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi
perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung
yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud
bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar gambar yang
dapat disajikan secara audio visual dan audial.
b. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak
mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang
suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu
kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat;
(e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek
mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat,
maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
a) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta
didik dengan lingkungannya.
b) Media menghasilkan keseragaman pengamatan
c) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
d) Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
e) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untukbelajar
f) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai
dengan abstrak.

D. Kegunaan Media Pembelajaran


Secara umum media mempunyai kegunaan yaitu:
a) memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
c) menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumberbelajar.
d)memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori &
kinestetiknya.
e) memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang
sama.
Selain itu, kontribusi media pembelajaran adalah:
a) Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
b) Pembelajaran dapat lebih menarik
c) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
d) Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
e) Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
f) Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
g) Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat
ditingkatkan

E. Alasan Penggunaan Media


Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam
suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting
sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran.
Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai
proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media
pembelajaran merupakan komponen integral dari sistem pembelajaran.

F. Kriteria Dan Teknik Pemilihan Media


Proses pemilihan media menjadi penting karena kedudukan media yang
strategia untuk keberhasilan pembelajaran. Alasan pokok pemilihan media dalam
pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang
didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan.
Media merupakan salah satu komponen utama dalam pembelajaran selain
tujuan, materi, metode dan evaluasi maka sudah seharusnya dalam pembelajaran
guru menggunakan media.
Kedudukan media dalam pembelajran tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan
sistem pembelajaran. Penggunaan media akan meningkatkan kebermaknaan
(meaningful learning) hasil belajar. Dengan demikian pemilihan media yang menjad
penting artinya dan ini menjadi alasan teoritis mendasar dalam pemilihan media.

Kriteria Dalam Pemilihan Media


a. Kriteria umum
Kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media:
a) Kesesuaian dengan tujuan (Instructional Goals)
Perlu dikaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan
pembelajaran. Seperti dari kajian tujuan instruktusional umum (TIU) atau TIK bisa
dianalisis media apa yang cocok guna mencapai tujuan tersebut.
b) Kesesuaian dengan materi pembelajaran (Instructional Content)
Yaitu bahan kajian apa yang akan diajarkan pada
programpembelajaran tersebut.
c) Kesesuaian dengan karakteristik pembelajaran atau siswa.
Media haruslah familiar dansesuai dengan karakteristik guru/ siswa mencakup
sesuai dengan kondisi fisik terutama kebefungsian alat indra, kemampuan awal
siswa, budaya maupun kemampuan siswa.
d) Kesesuaian dengan teori
e) Kesesuaian dengan gaya belajar siswa
Media didasarkan atas kondisi psikologis siswa bahwa siswa belajar dipengaruhi
pula oleh gaya belajar.
f) Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, fasilitas pendukung dan waktu yang
tersedia.
b. Kriteria Khusus
Erikson (1993) memberi saran dalam mengembangkan kriteria pemilihan media
dalam bentuk check list
a) Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa?
b) Apakah dapat menarik minat siswa untuk belajar?
c) Apakah ada kaitannya danmengena secara langsung dengan tujuan pembelajaran?
d) Bagaimana format penyajiaannya diatur? Apakah memnuhi tata urutan yang
teratur?
e) Bagaimana dengan materinya, mutakhir atau autentik?
f) Apakah konsep dan kecermatannya terjamin secara jelas?
g) Apakah isi dan presentasinya memenuhi standar?
h) Apakah penyajiannya objektif?
i) Apakah bahannya memenuhi standar kuaitas teknik?
j) Apakah bahantersebut sudah melalui pemantapan uji coba atau validasi?
Kriteria khusus lainnya dalam memilih pembelajaran yang tepat dirumuskan salam
kata ACTION:
Acces : kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah
media yang kita perlukan itu tersedia, mudah dan dapat dimanfaatkan oleh murid?
Cost : biaya juga harus dipertimbangkan. Media efektif tidak selalu mahal jika guru kreatif
dan menguasai betul materi pelajaran maka akan memanfaatkan objek-objek untuk
dijadikan sebagai media dengan biaya yang murah tapi efektif.
Technology : teknologi juga harus diperhatikan apakah teknologinya tersedia dan mudah
menggunakannya.
Interactivity : media yang baik adalah media yang dapat memunculkan komunikasi 2
arah.
Organization : diperlukan dukungan organisasi misalnya pimpinan sekolah.
Novelty : media yang lebih baru biasanya lebih baik danlebih menarik bagi siswa.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media pembelajaran adalah perantara yang digunakan untuk menyalurkan
pesan, yang dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik
sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Media pembelajaran merupakan salah satu alat bantu pendidikan, alat
pendidikan bisa berupa ucapan, tulisan, keadaan dan lain-lain. Alat pendidikan
adalah suatu tindakan atau perbuatan, situasi atau benda yang sengaja diadakan
untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Dalam proses pembelajaran, media
memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima
(siswa).
Media pembelajaran juga memiliku fungsi sarana bagi guru untuk
menyampaikan materi, belajar menjadi lebih menarik, tidak hanya menolak siswa
tidak hanya diajak untuk berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa juga dapat
melihat kenyataan walaupun hanya melalui gambar ataupun audio.
B. Saran
Sebaiknya seorang guru dapat menggunakan media didalam proses mengajar
sehingga siswa lebih antusiasi dalam mengikuti pembelajaran yang disampaikan dan
motivasi belajar menjadi lebih meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

http:// www. Media dan Sumber Pembelajaran.pdf (Diakses pada 1 April 2012)
Sadiman, S Arief. Media Pendidikan. Jakarta: Grafindo.
2010. Teknik pemilihan media.
S. Sadiman, Arief, dkk, Media Pendidikan, Jakarta, Rajawali Pers.
Friday, January 30, 2009
file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.../08_Media_Pembelajaran.pdf
Jenis File: PDF/Adobe Acrobat
file.upi.edu/Direktori/FIP/.../MEDIA_PEMBELAJARAN.pdf
Jenis File: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat

Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran


Muhammad Faizal Ahsan Jumat, 12 September 2014 10.42.00 0 Comments

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan


ke Pinterest

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan
pembelajaran, diperlukan pemilihan media pembelajaran yang tepat. Pemilihan
media pembelajaran ini haruslah memperhatikan keadaan peserta didik, kondisi
lingkungan dan sosial setempat, agar media yang digunakan dapat efektif, tepat
sasaran dan sesuai pula dengan kemampuan peserta didik.

B. RumusanMasalah

1. Bagaimanakah Pentingnya pemilihan media?

2. Apa saja Jenis pemilihan media?

3. Bagaimanakah Kriteria media pembelajaran?

4. Apa saja Prinsip pemilihan media?

5. Bagaimanakah Prosedur pemilihan media pembelajaran?

C. TujuanMakalah

Makalah ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui Pentingnya pemilihan media

2. Mengetahui Jenis pemilihan media

3. Mengetahui Kriteria media pembelajaran

4. Mengetahui Prinsip pemilihan media

5. Mengetahui Prosedur pemilihan media pembelajaran


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pentingnya Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam hubungannya dengan pentingnya penggunaan media, maka dapat


disimpulkan bahwa pentingnya pemilihan media yakni sebagai berikut:

1. Perhatian siswa terhadap pengajar sudah berkurang akibat kebosanan


mendengarkan guru.

2. Bahan pengajaran siswa yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa.

3. Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pengajaran melalui penuturan


kata kata akibat kelelahan dalam mengajar.

4. Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan


pelajaran.

5. Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut
dan dipecahkan oleh siswa dalam proses pelajaranya.

6. Sumber belajar bagi siswa sehingga banyak membantu siswa dalam


menyelesaikan tugas dan belajar.

B. Jenis-jenis Pemilihan Media Pembelajaran

Apabila dilihat dari bentuknya, jenis-jenis pemilihan media dapat dikelompokan


menjadi tiga model, yaitu :

1. Model flowchart yang menggunakan system pengguguran atau eliminasi dalam


pengambilan keputusan pemilihan.

2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan


sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.

3. Model check list yang juga menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua
kriterianya dipertimbangkan.
Meskipun belum ada penelitian khusus tentang hal ini namun nampaknya
model check list lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media yag
sudah jadi. Model matriks lebih serasi untuk digunakan dalam pemilihan media
rancangan. Sedangkan model flowchart dapat digunakan baik untuk
menggambarkan proses pemilihan media yang sudah jadi maupun media
rancangan.[1]

Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah


pendekatan secara matrik. Salah satu dari pendekatan ini adalah yang
dikemukakan oleh Alen. Matrik ini memberikan petunjuk yang dapat dijadikan
pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan jenis tujuan
pembelajaran tertentu. Ia menggambarkan tinggi rendahnya kemampuan setiap
jenis media bagi pencapaian berbagai tujuan belajar sebagai berikut :

Matrik kemampuan setiap jenis media dalam mempengaruhi berbagai jenis


belajar Untuk menggunakan matrik di atas, terlebih dahulu kita mempelajari
jenis belajar mana yang akan dipelajari / harus dikuasai siswa, apakah informasi
faktual, konsep, keterampilan dan seterusnya. Setelah itu, kita bisa memilih jenis
media yang sesuai dengan jenis belajar tersebut. Caranya dengan melihat dalam
kolom yang yang berlabel tinggi yang tertera di bawah kolom jenis belajar.
Selanjutnya kita lihat secara horizontal ke kolom paling kiri untuk memperoleh
petunjuk jenis media mana yang sebaiknya kita pilih. Jika media tersebut
ternyata tidak tersedia, atau tidak mungkin disediakan kareana mahal, tidak
praktis, atau tidak sesuai dengan kondisi siswa, dengan cara yang samamaka
pilihan kita beralih pada jenis media yang berlabel sedang. Ini berati kita
telah memilih jenis media terbaik kedua, bukan yang terbaik.

Sekali lagi, pertimbangan utama dalam memilih media adalah keseuaian


media tersebut dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Jika
terdapat beberapa jenis media yang sama sama baik dan sesuai, maka prioritas
kita adalah memilih jenis media yang murah, lebih praktis dan yang telah
tersedia di sekitar kita.

Adapun jenis-jenis media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.


Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan
mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media
yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang
langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja
dirancang untuk keperluan pembelajaran

Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak


jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang
paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak
(buku). selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media
lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.
Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai),
program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya
sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.

Secara garis besarnya, media pembelajaran terbagi menjadi 10 golongan,


yaitu sebagai berikut :

No Golongan Media Contoh dalam Pembelajaran

1 Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon

2 Cetak Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar

3 Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis

4 Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)

5 Proyeksi Audio visual diam Film bingkai (slide) bersuara

6 Visual gerak Film bisu

7 Audio Visual gerak film gerak bersuara, video/VCD, televisi

8 Obyek fisik Benda nyata, model, specimen


9 Manusia dan lingkungan Guru, Pustakawan, Laboran

10 Komputer CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI


(Pembelajaran berbasis komputer)[2]

C. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam menggunakan media pembelajran guru tidak serta merta


menggunakannya. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan
menggunakan media pembelajaran. Secara ringkas cara memilih media
pembelajaran dapat dilihat berikut ini sebagaimana yang diungkapkan oleh
Soeparno (1987:10), yakni:

1. Hendaknya mengetahui karakteristik setiap media.

2. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

3. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan metode yang kita pergunakan.

4. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan materi yang sesuai dengan
yang akan dikomunikasikan.

5. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, jumlah, usia
maupun tingkat pendidikannya.

6. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan
tempat media dipergunakan.

7. Janganlah memilih media dengan alasan dengan alasan bahan tersebut satu-
satunya yang kita miliki.

Namun demikian juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih dan


menentukan media pembelajaran adalah: situasi pemebelajaran, atau
memperhatikan bagaimana kecocokan media yang akan digunakan dari sudut
kemampuan media itu untuk menyampaikan komunikasi yang diinginkan.

Sedangkan dalam pandangan Tim Applied Approach Peningkatan


Rancangan Pengajaran Universitas Brawijaya (1993:33) ada beberpa langkah
dalam memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi:
1. Biaya yang murah, baik saat pembelian, dalam pengoperasian, dan
pemeliharaan.

2. Kesesuaian dengan metode pengajaran yang digunakan, kajilah kelainan


teknisnya.

3. Kesesuian dengan karakteristik peserta didik.

4. Pertimbangan praktis, kemudahan, keamanan, kesesuaian, dengan fasilitas


yang ada, keawetan dan kemudahan pemeliharaan.

5. Ketersediaan media, berikut suku cadangannya di pasaran.

Mengingat begitu banyaknya media yang bisa kita pilih (pakai) sesuai dengan
kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya kita bisa memilih media
berdasarkan tiga kriteria:

1. Kelaikan praktis, hal ini berhubungan dengan keakraban pengajar dengan


media, ketersediaan media setempat, ketersediaan waktu untuk
mempersiapkan, ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.

2. Kelaikan Teknis, hal ini berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa


media yang dipilih mampu untuk merangsang dan mendukung proses belajar
peserta didik. Dalam hal ini terdapat dua macam mutu yang perlu
deipertimbangkan. Pertama kualitas pesan , yang meliputi relevansi dengan
tujuan belajar , kejelasan dengan struktur pengajaran, kemudahan untuk
dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal ini megikuti prinsip-
prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik membangkitkan motivasi),
kesederhanaan (sederhana jelas terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang
penting), keutuhan (kesatuan konseptual) keseimbangan (seimbang dan
harmonis).[3]

D. Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip psikologi yang perlu
mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah
sebagai berikut:
1. Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak
siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi
pula,pengalaman yang dialamai siswa harus relevan dengan dan bermakna
baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan
yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran itu.

2. perbedaan individual. siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang
berbeda-beda. Factor factor seperti kemampuan intelegensia, tingkat
pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan
kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui
media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.

3. Tujuan pembelaran. Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka


pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam
pembelajaran semakin besar. Di samping itu pernyataan mengeanai tujuan
belajar yang ingin di capai dapat menolong perancag dan penulis materi
pelajaran. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus
mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.

4. Organisasi isi. Pembelajran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau
ketrampilan fisik yang akan dipelajarai diatur dan diorganisasikan kedalam
urutan-urutan yang bermakna. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama
materi pelajaran yang secara logis disusun dan di urut-urutkan secara teratur.
Disamping itu, tingkatan materi yang akan disajikan tetap berdasarkan
kompleksitas dan kesulitan isi materi.

5. persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik


pelajaran dasar atau memilki pengalaman yang diperlukan secara memadai
yang mungkin merupakan prasyarat untuk penggunaan media dengan sukses.

6. Emosi. Pelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta


kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembeljaran adalah cara
yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional. Seperti rasa takut,
cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan.

7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, sorang siswa harus


mengintenalisasi informasi, tidak sekedar di beritahuakan kepadanya. Oleh
karena itu, belajar memerlukan kegiatan.
8. Umpan Balik. Hasil belajar dapat apabila secara berskala siswa diinformasikan
kemjuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar, pekerjaan yang baik,
atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi sisi tertentu akan memberikan
sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.

9. Penguatan (reinforcement). Apabila siswa berhasil belajar, ia harus didorong


untuk terus belajar. Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan amat
bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif
mempengaruhi perilaku di masa- masa yang akan dating.

10. Latihan dan pengulangan. Sesutau hal baru jarang sekali dapat dipelajari
hanya dengan sekali jalan. Agar suatu pengetahuan atau ketrampilan dapat
menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah
pengetahuan atau ketrampilan itu sering diualngi dan dilatih dalam berbagai
konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalam ingatan dalam jangka panjang.

11. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah kemampuan seseorang


untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi
baru.[4]

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Bagi guru

Berikut ini beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat guru memilih
media untuk pembelajaran yang akan dilaksanakannya:

Efektivitas Media Pembelajaran

Prinsip utama pemilihan media pembelajaran adalah efektivitas media


pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran serta efektivitasnya dalam
membantu siswa memahami materi pembelajaran yang akan disajikan. Guru
harus menimbang-nimbang apakah suatu media pembelajaran yang akan
digunakan lebih efektif bila dibandingkan dengan media yang lain.
Misalnya, pada pembelajaran IPA di SD tentang terjadinya gerhana matahari dan
gerhana bulan, siswa perlu memahami posisi matahari, bumi, dan bulan saat
melalukan peredaran. Contohmedia dalam pembelajaran pada materi ini yang
tersedia di sekolah misalnya media pembelajaran berupa gambar dalam bentuk
charta dan alat peraga 3 dimensi berupa model peredaran matahari, bumi dan
bulan. Guru dalam hal ini memperhitungkan sejauh dan sedalam apa siswa akan
belajar jika menggunakan media pembelajaran berupa gambar, dan sejauh serta
sedalam apa siswa akan belajar bila media yang digunakan adalah model
peredaran matahari, bumi dan bulan.

Media dalam pembelajaran yang seharusnya dipilih dapat dilihat dari


tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta materi pembelajaran yang
diajarkan. Bila guru hanya menginginkan siswa mengetahui posisi matahari,
bumi, dan bulan yang segaris, maka media pembelajaran berupa gambar
mungkin akan lebih mudah dipahami siswa. Tetapi jika guru ingin siswa
mengetahui proses terjadinya gerhana, maka model peredaran matahari, bumi
dan bulan tentau lebih baik untuk digunakan. Selain itu makna efektivitas juga
berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sebuah media
pembelajaran dipilih untuk digunakan. Guru bisa mempertimbangkan, apakah
biaya yang digunakan untuk menggunakan media pembelajaran tertentu
sebanding dengan hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa.

Taraf Berpikir Siswa

Media pembelajaran juga harus dipilih berdasarkan prinsip taraf berpikir


siswa. Benda-benda yang bersifat konkret lebih baik digunakan sebagai media
pembelajaran bila dibandingkan media yang lebih abstrak. Demikian pula media
pembelajaran yang kompleks dari segi struktur atau tampilan akan lebih sulit
dipahami dibanding media pembelajaran yang sederhana. Contoh media
pembelajaran di SD untuk struktur organ-organ dalam tubuh manusia haruslah
tidak serumit media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA. Media
pembelajaran yang sering digunakan untuk materi ini misalnya torso (model 3
dimensi) atau gambar. Walaupun sama-sama menggunakan gambar atau torso,
tetapi tingkat kerumitan (kompleksitas) gambar dan torso harus dibedakan.
Media pembelajaran di SD tentunya tidak boleh serinci media pembelajaran
untuk siswa SMP dan SMA. Jika tingkat kerumitan dan kompleksitas media
pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berpikir siswa maka bisa berakibat
siswa bukannya makin mudah memahami, alih-alih semakin bingung dan tidak
fokus pada tujuan dan materi pembelajaran hingga tidak dapat memperoleh
hasil pembelajaran yang diharapkan.

Interaktivitas Media Pembelajaran

Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam pemilihan media dalam


pembelajaran di kelas adalah interaktivitas. Seberapa besar kemungkinan siswa
dapat berinteraksi dengan media pembelajaran? Makin interaktif media, makin
bagus media pembelajaran itu karena lebih mendorong siswa untukterlibat aktif
dalam belajar.. Misalnya, saat mengajar materi tentang operasi hitung bilangan
bulat, contoh media dalam pembelajaran di SD yang dapat digunakan adalah
video tentang bagaimana cara melakukan operasi hitung bilangan bulat atau
guru dapat juga menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif
pembelajaran mandiri tentang operasi hitung bilangan bulat. Bila siswa diberikan
tontonan video, tentunya interaksi yang terjadi antara siswa dengan media
pembelajaran hanya satu arah saja: dari media ke siswa. Sedangkan bila
menggunakan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif yang
dioperasikan pada sebuah komputer, maka interaksi siswa dengan media tentu
lebih tinggi. Dalam hal ini, maka media yang paling cocok untuk dipilih adalah
media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif.

Ketersediaan Media Pembelajaran

Guru boleh saja berangan-angan menggunakan media pembelajaran yang


sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi
pelajaran, dan interaktivitasnya tinggi. Tetapi jika media yang sedemikian tidak
tersedia, tentu juga sia-sia. Media yang dipilih saat merancang pembelajaran
secara logis sudah tersedia di sekolah, atau paling tidak bila tidak dimiliki masih
dapat diperoleh dengan mudah, misalnya dengan meminjam atau membuat
sendiri. Jumlah media yang akan digunakan juga harus diperhitungkan dengan
jumlah siswa di kelas. Bila media pembelajaran digunakan bukan secara klasikal,
tetapi secara berkelompok atau individual, maka jumlah media pembelajaran
yang tersedia harus mencukupi.

Minat Siswa Terhadap Media Pembelajaran

Penting sekali bagi guru untuk memperhatikan prinsip pemilihan media


yang satu ini: minat siswa.Sebuah media pembelajaran sangat berpengaruh
pada minat siswa. Ada media-media pembelajaran yang dapat membangkitkan
minat siswa jauh lebih baik bila dibanding menggunakan media pembelajaran
lain. Misalnya, pada pembelajaran Bahasa Indonesia contoh media
pembelajaran di SD yang digunakan untuk mengajarkan jenis-jenis kata (kata
sifat, kata benda dan kata kerja) guru dapat menggunakan kartu-kartu berukuran
10 x 8 cm. Kartu-kartu yang hanya memuat contoh kata yang harus diidentifikasi
siswa apakah merupakan kata kerja, kata benda, atau kata sifat tentu kurang
menarik bila dibandingkan dengan kartu-kartu serupa tetapi memiliki variasi
berupa ditambahkannya gambar-gambar kartun yang familiar dengan siswa
terkait kata yang ditulis pada kartu tersebut dengan warna-warna yang
semarak.

Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran

Sebagus apapun media, misalnya media pembelajaran interaktif berbasis


komputer, tentu tidak akan efektif bila guru sendiri memiliki keterbatasan dalam
hal kemampuan menggunakannya. Media pembelajaran yang dipilih harus dapat
digunakan oleh guru dengan baik. Sebenarnya kendala kemampuan guru dalam
mengoperasikan suatu media pembelajaran dapat saja diatasi apabila guru yang
bersangkutan memiliki kemauan untuk belajar menggunakan media
pembelajaran tersebut.

Alokasi Waktu

Isu ketersediaan waktu dalam pembelajaran memang sangat krusial. Guru


selalu dikejar waktu untuk menyelesaikan tuntutan kurikulum. Oleh karena itu,
penggunaan media pembelajaran yang notabene efektif untuk mencapai tujuan
pembelajaran, mempunyai relevansi yang baik dengan materi pelajaran, dan
berbagai kelebihan lainpun kadang-kadang terpaksa harus dikesampingkan
bilamana alokasi waktu menjadi pertimbangan yang penting. Akan tetapi
ketersediaan waktu seringkali bisa disiasati dengan berbagai cara berdasarkan
pengalaman yang telah dimiliki oleh guru.

Fleksibelitas (kelenturan) Media Pembelajaran

Prinsip pemilihan media pembelajaran berikutnya adalah fleksibelitas.


Media pembelajaran yang dipilih oleh guru untuk kegiatan belajar mengajar di
kelasnya seharusnya memiliki fleksibelitas yang baik. Media pembelajaran itu
dikatakan mempunyai fleksibelitas yang baik apabila dapat digunakan dalam
berbagai situasi. Kadangkala, saat proses pembelajaran berlangsung terjadi
perubahan situasi yang berakibat tidak dapat digunakannya suatu media
pembelajaran. Contoh media pembelajaran yang menggunakan sumber energi
untuk pengoperasiannya kadangkala justru dapat menghambat kegiatan
pembelajaran yang sedang berlangsung bila aliran listrik mati.

Keamanan Penggunaan Media Pembelajaran


Bagi anak-anak SD atau TK, kadangkala guru harus hati-hati memilih
media pembelajaran. Ada media pembelajaran yang kalau tidak hati-hati dalam
penggunaannya dapat mengakibatkan kecelakaan atau siswa terluka. Media
pembelajaran yang dipilih haruslah media pembelajaran yang aman bagi mereka
sehingga hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan pembelajaran sedang
berlangsung tidak terjadi.Contoh media pembelajaran di SD yang kurang aman
misalnya penggunaan alat-alat yang mudah terbakar, tajam (mudah melukai)
atau panas, atau bahan-bahan kimia bersifat korosif.

Kualitas Teknis Media Pembelajaran

Media pembelajaran, seringkali harus dirawat dengan dengan baik.


Perawatan media pembelajaran dapat mempengaruhi kualitas teknis media.
Kualitas teknis media pembelajaran juga dapat ditentukan oleh kualitas produksi
media oleh suatu produsen. Jika di sekolah tersedia media pembelajaran yang
sejenis tetapi diproduksi oleh beberapa produsen, maka sebaiknya guru memilih
yang sekiranya memiliki kualitas teknis terbaik, misal dari segi keterbacaan
tulisan atau gambar, komposisi warna, ketelitian alat, dan sebagainya.

Demikian tulisan tentang prinsip-prinsip memilih media dalam


pembelajaran, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

E. Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran

Untuk jenis media rancangan (by design), beberapa macam cara telah
dikembangkan untuk memilih media. Dalam proses pemilihan ini, Anderson
(1976) mengemukakan prosedur pemilihan media menggunakan pendekatan
flowchart (diagram alur). Dalam proses tersebut ia mengemukan beberapa
langkah dalam pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :

1. Menentukan apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk
pesan pembelajaran atau hanya sekedar informasi umum / hiburan. Jika hanya
sekedar informasi umum akan diabaikan karena prosedur yang dikembangkan
khusus untuk pemilihan media yang bersifat / untuk keperluan pembelajaran.

2. Menentukan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau


hanya sekedar alat bantu mengajar bagi guru (alat peraga). Jika sekedar alat
peraga, proses juga dihentikan ( diabaikan).
3. Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau
psikomotor.

4. Menentukan jenis media yang sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai,
dengan mempertimbangkan kriteria lain seperti kebijakan, fasilitas yang
tersedia, kemampuan produksi dan biaya.

5. Mereview kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau
masih terdapat kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih
tepat.

6. Merencanakan, mengembangkan dan memproduksi media.[5]


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Media pembelajaran adalah salah satu faktor penting dalam menunjang


keberhasilan suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu, para pendidik
diharuskan untuk jeli memilih media pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik agar memperoleh hasil yang maksimal.

B. Saran

Kemajuan atau kemunduran generasi muda selaku generasi penerus di masa


yang akan datang sangat tergantung dari pendidikan yang diperolehnya di masa
kini, maka dari itu sudah seharusnya para pendidik dapat memanfaatkan media
pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.
DAFTAR PUSTAKA

Azhar,Arsyad. 2011. Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Kustandi, Cecep, dan Sujipto, Bambang. 2011. Media Pembelajaran Manual dan
Digital. Ghalia Indonesia: Bogor.

Sadiman,Arif, dan Raharjo. 1990. Media Pendidikan. Rajawali: Jakarta.

Sujana, Nana, dan RifaI Ahmad. 1990. Media Pengajaran. Sinar Baru Bandung:
Bandung.

Wahab, Abdul. 2009. Media Pembelajaran Bahasa Arab. UIN-Malang Press:


Malang.

Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran


Muhammad Faizal Ahsan Jumat, 12 September 2014 10.42.00 0 Comments

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan


ke Pinterest

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan


pembelajaran, diperlukan pemilihan media pembelajaran yang tepat. Pemilihan
media pembelajaran ini haruslah memperhatikan keadaan peserta didik, kondisi
lingkungan dan sosial setempat, agar media yang digunakan dapat efektif, tepat
sasaran dan sesuai pula dengan kemampuan peserta didik.

B. RumusanMasalah

1. Bagaimanakah Pentingnya pemilihan media?

2. Apa saja Jenis pemilihan media?


3. Bagaimanakah Kriteria media pembelajaran?

4. Apa saja Prinsip pemilihan media?

5. Bagaimanakah Prosedur pemilihan media pembelajaran?

C. TujuanMakalah

Makalah ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui Pentingnya pemilihan media

2. Mengetahui Jenis pemilihan media

3. Mengetahui Kriteria media pembelajaran

4. Mengetahui Prinsip pemilihan media

5. Mengetahui Prosedur pemilihan media pembelajaran


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pentingnya Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam hubungannya dengan pentingnya penggunaan media, maka dapat


disimpulkan bahwa pentingnya pemilihan media yakni sebagai berikut:

1. Perhatian siswa terhadap pengajar sudah berkurang akibat kebosanan


mendengarkan guru.

2. Bahan pengajaran siswa yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa.

3. Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pengajaran melalui penuturan


kata kata akibat kelelahan dalam mengajar.

4. Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan


pelajaran.

5. Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut
dan dipecahkan oleh siswa dalam proses pelajaranya.

6. Sumber belajar bagi siswa sehingga banyak membantu siswa dalam


menyelesaikan tugas dan belajar.

B. Jenis-jenis Pemilihan Media Pembelajaran

Apabila dilihat dari bentuknya, jenis-jenis pemilihan media dapat dikelompokan


menjadi tiga model, yaitu :

1. Model flowchart yang menggunakan system pengguguran atau eliminasi dalam


pengambilan keputusan pemilihan.

2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan


sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.

3. Model check list yang juga menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua
kriterianya dipertimbangkan.
Meskipun belum ada penelitian khusus tentang hal ini namun nampaknya
model check list lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media yag
sudah jadi. Model matriks lebih serasi untuk digunakan dalam pemilihan media
rancangan. Sedangkan model flowchart dapat digunakan baik untuk
menggambarkan proses pemilihan media yang sudah jadi maupun media
rancangan.[1]

Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah


pendekatan secara matrik. Salah satu dari pendekatan ini adalah yang
dikemukakan oleh Alen. Matrik ini memberikan petunjuk yang dapat dijadikan
pertimbangan dalam memilih media yang sesuai dengan jenis tujuan
pembelajaran tertentu. Ia menggambarkan tinggi rendahnya kemampuan setiap
jenis media bagi pencapaian berbagai tujuan belajar sebagai berikut :

Matrik kemampuan setiap jenis media dalam mempengaruhi berbagai jenis


belajar Untuk menggunakan matrik di atas, terlebih dahulu kita mempelajari
jenis belajar mana yang akan dipelajari / harus dikuasai siswa, apakah informasi
faktual, konsep, keterampilan dan seterusnya. Setelah itu, kita bisa memilih jenis
media yang sesuai dengan jenis belajar tersebut. Caranya dengan melihat dalam
kolom yang yang berlabel tinggi yang tertera di bawah kolom jenis belajar.
Selanjutnya kita lihat secara horizontal ke kolom paling kiri untuk memperoleh
petunjuk jenis media mana yang sebaiknya kita pilih. Jika media tersebut
ternyata tidak tersedia, atau tidak mungkin disediakan kareana mahal, tidak
praktis, atau tidak sesuai dengan kondisi siswa, dengan cara yang samamaka
pilihan kita beralih pada jenis media yang berlabel sedang. Ini berati kita
telah memilih jenis media terbaik kedua, bukan yang terbaik.

Sekali lagi, pertimbangan utama dalam memilih media adalah keseuaian


media tersebut dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Jika
terdapat beberapa jenis media yang sama sama baik dan sesuai, maka prioritas
kita adalah memilih jenis media yang murah, lebih praktis dan yang telah
tersedia di sekitar kita.

Adapun jenis-jenis media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.


Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan
mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media
yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang
langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja
dirancang untuk keperluan pembelajaran

Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak


jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang
paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak
(buku). selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media
lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.
Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai),
program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya
sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.

Secara garis besarnya, media pembelajaran terbagi menjadi 10 golongan,


yaitu sebagai berikut :

No Golongan Media Contoh dalam Pembelajaran

1 Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon

2 Cetak Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar

3 Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis

4 Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)

5 Proyeksi Audio visual diam Film bingkai (slide) bersuara

6 Visual gerak Film bisu

7 Audio Visual gerak film gerak bersuara, video/VCD, televisi

8 Obyek fisik Benda nyata, model, specimen


9 Manusia dan lingkungan Guru, Pustakawan, Laboran

10 Komputer CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI


(Pembelajaran berbasis komputer)[2]

C. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam menggunakan media pembelajran guru tidak serta merta


menggunakannya. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan
menggunakan media pembelajaran. Secara ringkas cara memilih media
pembelajaran dapat dilihat berikut ini sebagaimana yang diungkapkan oleh
Soeparno (1987:10), yakni:

1. Hendaknya mengetahui karakteristik setiap media.

2. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

3. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan metode yang kita pergunakan.

4. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan materi yang sesuai dengan
yang akan dikomunikasikan.

5. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, jumlah, usia
maupun tingkat pendidikannya.

6. Hendaknya memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan
tempat media dipergunakan.

7. Janganlah memilih media dengan alasan dengan alasan bahan tersebut satu-
satunya yang kita miliki.

Namun demikian juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih dan


menentukan media pembelajaran adalah: situasi pemebelajaran, atau
memperhatikan bagaimana kecocokan media yang akan digunakan dari sudut
kemampuan media itu untuk menyampaikan komunikasi yang diinginkan.

Sedangkan dalam pandangan Tim Applied Approach Peningkatan


Rancangan Pengajaran Universitas Brawijaya (1993:33) ada beberpa langkah
dalam memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi:
1. Biaya yang murah, baik saat pembelian, dalam pengoperasian, dan
pemeliharaan.

2. Kesesuaian dengan metode pengajaran yang digunakan, kajilah kelainan


teknisnya.

3. Kesesuian dengan karakteristik peserta didik.

4. Pertimbangan praktis, kemudahan, keamanan, kesesuaian, dengan fasilitas


yang ada, keawetan dan kemudahan pemeliharaan.

5. Ketersediaan media, berikut suku cadangannya di pasaran.

Mengingat begitu banyaknya media yang bisa kita pilih (pakai) sesuai dengan
kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya kita bisa memilih media
berdasarkan tiga kriteria:

1. Kelaikan praktis, hal ini berhubungan dengan keakraban pengajar dengan


media, ketersediaan media setempat, ketersediaan waktu untuk
mempersiapkan, ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.

2. Kelaikan Teknis, hal ini berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa


media yang dipilih mampu untuk merangsang dan mendukung proses belajar
peserta didik. Dalam hal ini terdapat dua macam mutu yang perlu
deipertimbangkan. Pertama kualitas pesan , yang meliputi relevansi dengan
tujuan belajar , kejelasan dengan struktur pengajaran, kemudahan untuk
dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal ini megikuti prinsip-
prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik membangkitkan motivasi),
kesederhanaan (sederhana jelas terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang
penting), keutuhan (kesatuan konseptual) keseimbangan (seimbang dan
harmonis).[3]

D. Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip psikologi yang perlu
mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah
sebagai berikut:
1. Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak
siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi
pula,pengalaman yang dialamai siswa harus relevan dengan dan bermakna
baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan
yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran itu.

2. perbedaan individual. siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang
berbeda-beda. Factor factor seperti kemampuan intelegensia, tingkat
pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan
kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui
media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.

3. Tujuan pembelaran. Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka


pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam
pembelajaran semakin besar. Di samping itu pernyataan mengeanai tujuan
belajar yang ingin di capai dapat menolong perancag dan penulis materi
pelajaran. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus
mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.

4. Organisasi isi. Pembelajran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau
ketrampilan fisik yang akan dipelajarai diatur dan diorganisasikan kedalam
urutan-urutan yang bermakna. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama
materi pelajaran yang secara logis disusun dan di urut-urutkan secara teratur.
Disamping itu, tingkatan materi yang akan disajikan tetap berdasarkan
kompleksitas dan kesulitan isi materi.

5. persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik


pelajaran dasar atau memilki pengalaman yang diperlukan secara memadai
yang mungkin merupakan prasyarat untuk penggunaan media dengan sukses.

6. Emosi. Pelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta


kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembeljaran adalah cara
yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional. Seperti rasa takut,
cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan.

7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, sorang siswa harus


mengintenalisasi informasi, tidak sekedar di beritahuakan kepadanya. Oleh
karena itu, belajar memerlukan kegiatan.
8. Umpan Balik. Hasil belajar dapat apabila secara berskala siswa diinformasikan
kemjuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar, pekerjaan yang baik,
atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi sisi tertentu akan memberikan
sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.

9. Penguatan (reinforcement). Apabila siswa berhasil belajar, ia harus didorong


untuk terus belajar. Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan amat
bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif
mempengaruhi perilaku di masa- masa yang akan dating.

10. Latihan dan pengulangan. Sesutau hal baru jarang sekali dapat dipelajari
hanya dengan sekali jalan. Agar suatu pengetahuan atau ketrampilan dapat
menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah
pengetahuan atau ketrampilan itu sering diualngi dan dilatih dalam berbagai
konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalam ingatan dalam jangka panjang.

11. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah kemampuan seseorang


untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi
baru.[4]

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Bagi guru

Berikut ini beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat guru memilih
media untuk pembelajaran yang akan dilaksanakannya:

Efektivitas Media Pembelajaran

Prinsip utama pemilihan media pembelajaran adalah efektivitas media


pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran serta efektivitasnya dalam
membantu siswa memahami materi pembelajaran yang akan disajikan. Guru
harus menimbang-nimbang apakah suatu media pembelajaran yang akan
digunakan lebih efektif bila dibandingkan dengan media yang lain.
Misalnya, pada pembelajaran IPA di SD tentang terjadinya gerhana matahari dan
gerhana bulan, siswa perlu memahami posisi matahari, bumi, dan bulan saat
melalukan peredaran. Contohmedia dalam pembelajaran pada materi ini yang
tersedia di sekolah misalnya media pembelajaran berupa gambar dalam bentuk
charta dan alat peraga 3 dimensi berupa model peredaran matahari, bumi dan
bulan. Guru dalam hal ini memperhitungkan sejauh dan sedalam apa siswa akan
belajar jika menggunakan media pembelajaran berupa gambar, dan sejauh serta
sedalam apa siswa akan belajar bila media yang digunakan adalah model
peredaran matahari, bumi dan bulan.

Media dalam pembelajaran yang seharusnya dipilih dapat dilihat dari


tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta materi pembelajaran yang
diajarkan. Bila guru hanya menginginkan siswa mengetahui posisi matahari,
bumi, dan bulan yang segaris, maka media pembelajaran berupa gambar
mungkin akan lebih mudah dipahami siswa. Tetapi jika guru ingin siswa
mengetahui proses terjadinya gerhana, maka model peredaran matahari, bumi
dan bulan tentau lebih baik untuk digunakan. Selain itu makna efektivitas juga
berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sebuah media
pembelajaran dipilih untuk digunakan. Guru bisa mempertimbangkan, apakah
biaya yang digunakan untuk menggunakan media pembelajaran tertentu
sebanding dengan hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa.

Taraf Berpikir Siswa

Media pembelajaran juga harus dipilih berdasarkan prinsip taraf berpikir


siswa. Benda-benda yang bersifat konkret lebih baik digunakan sebagai media
pembelajaran bila dibandingkan media yang lebih abstrak. Demikian pula media
pembelajaran yang kompleks dari segi struktur atau tampilan akan lebih sulit
dipahami dibanding media pembelajaran yang sederhana. Contoh media
pembelajaran di SD untuk struktur organ-organ dalam tubuh manusia haruslah
tidak serumit media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA. Media
pembelajaran yang sering digunakan untuk materi ini misalnya torso (model 3
dimensi) atau gambar. Walaupun sama-sama menggunakan gambar atau torso,
tetapi tingkat kerumitan (kompleksitas) gambar dan torso harus dibedakan.
Media pembelajaran di SD tentunya tidak boleh serinci media pembelajaran
untuk siswa SMP dan SMA. Jika tingkat kerumitan dan kompleksitas media
pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berpikir siswa maka bisa berakibat
siswa bukannya makin mudah memahami, alih-alih semakin bingung dan tidak
fokus pada tujuan dan materi pembelajaran hingga tidak dapat memperoleh
hasil pembelajaran yang diharapkan.

Interaktivitas Media Pembelajaran

Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam pemilihan media dalam


pembelajaran di kelas adalah interaktivitas. Seberapa besar kemungkinan siswa
dapat berinteraksi dengan media pembelajaran? Makin interaktif media, makin
bagus media pembelajaran itu karena lebih mendorong siswa untukterlibat aktif
dalam belajar.. Misalnya, saat mengajar materi tentang operasi hitung bilangan
bulat, contoh media dalam pembelajaran di SD yang dapat digunakan adalah
video tentang bagaimana cara melakukan operasi hitung bilangan bulat atau
guru dapat juga menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif
pembelajaran mandiri tentang operasi hitung bilangan bulat. Bila siswa diberikan
tontonan video, tentunya interaksi yang terjadi antara siswa dengan media
pembelajaran hanya satu arah saja: dari media ke siswa. Sedangkan bila
menggunakan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif yang
dioperasikan pada sebuah komputer, maka interaksi siswa dengan media tentu
lebih tinggi. Dalam hal ini, maka media yang paling cocok untuk dipilih adalah
media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif.

Ketersediaan Media Pembelajaran

Guru boleh saja berangan-angan menggunakan media pembelajaran yang


sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi
pelajaran, dan interaktivitasnya tinggi. Tetapi jika media yang sedemikian tidak
tersedia, tentu juga sia-sia. Media yang dipilih saat merancang pembelajaran
secara logis sudah tersedia di sekolah, atau paling tidak bila tidak dimiliki masih
dapat diperoleh dengan mudah, misalnya dengan meminjam atau membuat
sendiri. Jumlah media yang akan digunakan juga harus diperhitungkan dengan
jumlah siswa di kelas. Bila media pembelajaran digunakan bukan secara klasikal,
tetapi secara berkelompok atau individual, maka jumlah media pembelajaran
yang tersedia harus mencukupi.

Minat Siswa Terhadap Media Pembelajaran

Penting sekali bagi guru untuk memperhatikan prinsip pemilihan media


yang satu ini: minat siswa.Sebuah media pembelajaran sangat berpengaruh
pada minat siswa. Ada media-media pembelajaran yang dapat membangkitkan
minat siswa jauh lebih baik bila dibanding menggunakan media pembelajaran
lain. Misalnya, pada pembelajaran Bahasa Indonesia contoh media
pembelajaran di SD yang digunakan untuk mengajarkan jenis-jenis kata (kata
sifat, kata benda dan kata kerja) guru dapat menggunakan kartu-kartu berukuran
10 x 8 cm. Kartu-kartu yang hanya memuat contoh kata yang harus diidentifikasi
siswa apakah merupakan kata kerja, kata benda, atau kata sifat tentu kurang
menarik bila dibandingkan dengan kartu-kartu serupa tetapi memiliki variasi
berupa ditambahkannya gambar-gambar kartun yang familiar dengan siswa
terkait kata yang ditulis pada kartu tersebut dengan warna-warna yang
semarak.

Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran

Sebagus apapun media, misalnya media pembelajaran interaktif berbasis


komputer, tentu tidak akan efektif bila guru sendiri memiliki keterbatasan dalam
hal kemampuan menggunakannya. Media pembelajaran yang dipilih harus dapat
digunakan oleh guru dengan baik. Sebenarnya kendala kemampuan guru dalam
mengoperasikan suatu media pembelajaran dapat saja diatasi apabila guru yang
bersangkutan memiliki kemauan untuk belajar menggunakan media
pembelajaran tersebut.

Alokasi Waktu

Isu ketersediaan waktu dalam pembelajaran memang sangat krusial. Guru


selalu dikejar waktu untuk menyelesaikan tuntutan kurikulum. Oleh karena itu,
penggunaan media pembelajaran yang notabene efektif untuk mencapai tujuan
pembelajaran, mempunyai relevansi yang baik dengan materi pelajaran, dan
berbagai kelebihan lainpun kadang-kadang terpaksa harus dikesampingkan
bilamana alokasi waktu menjadi pertimbangan yang penting. Akan tetapi
ketersediaan waktu seringkali bisa disiasati dengan berbagai cara berdasarkan
pengalaman yang telah dimiliki oleh guru.

Fleksibelitas (kelenturan) Media Pembelajaran

Prinsip pemilihan media pembelajaran berikutnya adalah fleksibelitas.


Media pembelajaran yang dipilih oleh guru untuk kegiatan belajar mengajar di
kelasnya seharusnya memiliki fleksibelitas yang baik. Media pembelajaran itu
dikatakan mempunyai fleksibelitas yang baik apabila dapat digunakan dalam
berbagai situasi. Kadangkala, saat proses pembelajaran berlangsung terjadi
perubahan situasi yang berakibat tidak dapat digunakannya suatu media
pembelajaran. Contoh media pembelajaran yang menggunakan sumber energi
untuk pengoperasiannya kadangkala justru dapat menghambat kegiatan
pembelajaran yang sedang berlangsung bila aliran listrik mati.

Keamanan Penggunaan Media Pembelajaran


Bagi anak-anak SD atau TK, kadangkala guru harus hati-hati memilih
media pembelajaran. Ada media pembelajaran yang kalau tidak hati-hati dalam
penggunaannya dapat mengakibatkan kecelakaan atau siswa terluka. Media
pembelajaran yang dipilih haruslah media pembelajaran yang aman bagi mereka
sehingga hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan pembelajaran sedang
berlangsung tidak terjadi.Contoh media pembelajaran di SD yang kurang aman
misalnya penggunaan alat-alat yang mudah terbakar, tajam (mudah melukai)
atau panas, atau bahan-bahan kimia bersifat korosif.

Kualitas Teknis Media Pembelajaran

Media pembelajaran, seringkali harus dirawat dengan dengan baik.


Perawatan media pembelajaran dapat mempengaruhi kualitas teknis media.
Kualitas teknis media pembelajaran juga dapat ditentukan oleh kualitas produksi
media oleh suatu produsen. Jika di sekolah tersedia media pembelajaran yang
sejenis tetapi diproduksi oleh beberapa produsen, maka sebaiknya guru memilih
yang sekiranya memiliki kualitas teknis terbaik, misal dari segi keterbacaan
tulisan atau gambar, komposisi warna, ketelitian alat, dan sebagainya.

Demikian tulisan tentang prinsip-prinsip memilih media dalam


pembelajaran, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

E. Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran

Untuk jenis media rancangan (by design), beberapa macam cara telah
dikembangkan untuk memilih media. Dalam proses pemilihan ini, Anderson
(1976) mengemukakan prosedur pemilihan media menggunakan pendekatan
flowchart (diagram alur). Dalam proses tersebut ia mengemukan beberapa
langkah dalam pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :

1. Menentukan apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk
pesan pembelajaran atau hanya sekedar informasi umum / hiburan. Jika hanya
sekedar informasi umum akan diabaikan karena prosedur yang dikembangkan
khusus untuk pemilihan media yang bersifat / untuk keperluan pembelajaran.

2. Menentukan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau


hanya sekedar alat bantu mengajar bagi guru (alat peraga). Jika sekedar alat
peraga, proses juga dihentikan ( diabaikan).
3. Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau
psikomotor.

4. Menentukan jenis media yang sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai,
dengan mempertimbangkan kriteria lain seperti kebijakan, fasilitas yang
tersedia, kemampuan produksi dan biaya.

5. Mereview kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau
masih terdapat kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih
tepat.

6. Merencanakan, mengembangkan dan memproduksi media.[5]


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Media pembelajaran adalah salah satu faktor penting dalam menunjang


keberhasilan suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu, para pendidik
diharuskan untuk jeli memilih media pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik agar memperoleh hasil yang maksimal.

B. Saran

Kemajuan atau kemunduran generasi muda selaku generasi penerus di masa


yang akan datang sangat tergantung dari pendidikan yang diperolehnya di masa
kini, maka dari itu sudah seharusnya para pendidik dapat memanfaatkan media
pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.
DAFTAR PUSTAKA

Azhar,Arsyad. 2011. Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Kustandi, Cecep, dan Sujipto, Bambang. 2011. Media Pembelajaran Manual dan
Digital. Ghalia Indonesia: Bogor.

Sadiman,Arif, dan Raharjo. 1990. Media Pendidikan. Rajawali: Jakarta.

Sujana, Nana, dan RifaI Ahmad. 1990. Media Pengajaran. Sinar Baru Bandung:
Bandung.

Wahab, Abdul. 2009. Media Pembelajaran Bahasa Arab. UIN-Malang Press:


Malang.

Page 1
1

?
?
?
?
PENGEMBANGAN
BAHANAJAR
Dr.Darhim,M.Si.
Page 2
2
PENGERTIAN
BAHAN
AJAR
Bahanajarmerupakaninformasi,
alatdan
teksyangdiperlukanguru/instruktur
untuk
perencanaandanpenelaahan
implementasipembelajaran.
Bahanajaradalahsegalabentuk
bahan
yangdigunakanuntukmembantu
guru/instrukturdalammelaksanakan
kegiatanpembelajarandikelas.
Bahanajardimaksuddapatberupa
tertulis
maupunbahantidaktertulis(National
CenterforVocationalEducation
Research
Ltd/NationalCenterforCompetency
Based
Training)
Page 3
3

PENGERTIAN
BAHAN
AJAR
Bahanajaradalah
seperangkat
materiyangdisusunsecara
sistematisbaiktertulis
maupun
tidaksehinggatercipta
lingkungan/suasanayang
memungkinkansiswauntuk
belajar
Page 4
4

BENTUKBAHAN
AJAR
Bahancetakseperti:handout,
buku,
modul,lembarkerjasiswa,
brosur,
leaflet,wallchart.
Audiovisualseperti
video/film,VCD
Audioseperti:radio,kaset,CD
audio,
PH
Visual:foto,gambar,
model/maket.
Multimedia:CDinteraktif,
computer
based,internet.
Pengertian Bahan Ajar Dan
Macam-Macam Bahan Ajar
7:45 AM Fidian Rahman 4 comments

Berikut adalah Pengertian Bahan Ajar Dan Macam-Macam Bahan Ajar

Bahan Ajar
Bahan ajar adalah seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching
material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari
kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada
dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan, dan ketrampilan
yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan
proses yang terkait dengan pokok bahasa tertentu yang diarahkan untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar
berfungsi sebagai:

Pedoman bagi pengajar yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam


proses pembelajaran.

Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran.

Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.


Jenis-jenis Bahan ajar
Bahan ajar visual, yaitu bahan ajar yang penggunaannya dengan indra
penglihatan. Terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout,
buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar,
dan non cetak (non printed), seperti model/maket.

Bahan ajar audio, yaitu bahan ajar yang penggunaanya menggunakan


indra pendengaran, yaitu ditangkap dalam bentuk suara. Contohnya
seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio

Bahan ajar audio visual, yaitu bahan ajar yang dapat ditangkap dengan
indra pendengaran dan indra penglihatan. Contohnya seperti video
compact disk, film.

Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI


(Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia
pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning
materials).

JENIS-JENIS BAHAN AJAR DAN PEMILIHAN BAHAN AJAR :)

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, Tuhan yang maha
kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
tugas makalah ini. Penulis juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang
diberikan-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat mengumpulkan bahan-
bahan materi makalah ini. Penulis telah berusaha semampu penulis untuk
menyelesaikan makalah ini.

Penulis sadar bahwa makalah yang penulis buat ini masih jauh dari
sempurna, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun
untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu
penulis mohon bantuan dari para pembaca.

Demikianlah makalah ini penulis buat, apabila ada kesalahan dalam


penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sebelumnya penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi
menyelesaikan makalah ini dan penulis mengucapkan terima kasih kepada
Bapak yang memberkan materi ini.

Pasir pengaraian, 02 april 2014


Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................ii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang........................................................................


1.2 Rumusan Masalah...................................................................
1.3 Tujuan......................................................................................

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian bahan ajar.............................................................


2.2 Bentuk-bentuk bahan ajar.......................................................
2.3 Kriteria bahan ajar yang baik..................................................
2.4 Fungsi penyusunan bahan ajar................................................
2.5 Tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar..........................
2.6 Prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar.......................................
2.7 Langkah-langkah dalam pemilihan bahan ajar........................

BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan..............................................................................
3.2 Saran......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang


memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan.

Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan
pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi
pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi
yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum
atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk
materi pokok. Tugas guru adalah menjabarkan materi pokok tersebut sehingga
menjadi bahan ajar yang dikembangkan dan mudah dipahami oleh siswa.

Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut,


diharapkan menjadi alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi
pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih baik dan
bervariasi yang pada akhirnya hasil belajar siswa juga ikut meningkat. maka
dalam makalah ini penulis akan membahas tentang bahan ajar yang merupakan
bagian dari hasil perencanaan seorang guru sebelum mengajar di kelas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan bahan ajar?
2. Apa saja bentuk-bentuk bahan ajar?
3. Bagaimana kriteria bahan ajar yang baik?
4. Apa fungsi penyusunan bahan ajar?
5. Apa tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar?
6. Apa saja prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar?
7. Apa saja langkah-langkah dalam pemilihan bahan ajar?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian bahan ajar.
2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk bahan ajar.
3. Untuk mengetahui kriteria bahan ajar yang baik.
4. Untuk mengetahui fungsi dari penyusunan bahan ajar.
5. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar.
6. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar.
7. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pemilihan bahan ajar
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan
yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National
Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency
Based Training).

Menurut Mulyasa (2006), bahan ajar atau materi pembelajaran


(instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus
dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan dan sikap atau
nilai. Sedangkan, menurut Gafur (2004) bahan ajar adalah pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh siswa.
Bahan ajar tersebut berisi materi pelajaran yang harus dikuasai oleh guru dan
disampaikan kepada siswa.

Mulyasa (2006) juga menjelaskan bahwa bahan ajar merupakan salah satu
bagian dari sumber belajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung
pesan pembelajaran, baik yang diniatkan secara khusus maupun bersifat umum
yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Dengan kata lain
bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahan
yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Bahan ajar mempunyai struktur dan urutan yang sistematis, menjelaskan


tujuan instruksional yang akan dicapai, memotivasi peserta didik untuk belajar,
mengantisipasi kesukaran belajar peserta didik sehingga menyediakan
bimbingan bagi peserta didik untuk mempelajari bahan tersebut, memberikan
latihan yang banyak, menyediakan rangkuman, dan secara umum berorientasi
pada peserta didik secara individual (learner oriented). Biasanya, bahan ajar
bersifat mandiri, artinya dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri
karena sistematis dan lengkap.

2.2 Jenis-jenis Bahan Ajar

Menurut Mulyasa (2006), bentuk-bentuk bahan ajar atau materi


pembelajaran antara lain:

a. Bahan ajar cetak (Printed)

Bahan ajar cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Jika bahan ajar
cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa
keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter Ballstaedt, (1994)
yaitu:

1) Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan bagi


seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang
sedang dipelajari.
2) Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit.
3) Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah.
4) Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu.
5) Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja.
6) Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan
aktivitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa
7) Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besar
8) Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri

Menurut Bandono (2009) penyusunan bahan ajar cetak memperhatikan hal-


hal sebagai berikut:

1) Susunan tampilan
2) Bahasa yang mudah
3) Menguji pemahaman
4) Stimulan
5) Kemudahan dibaca
6) Materi instruksional
Banyak sekali jenis bahan ajar cetak yang bisa digunakan dalam proses
pembelajaran, antara lain adalah handout, modul, buku teks, lembar kegiatan
siswa, model (maket), poster dan brosur.
a) Handout

Menurut Andi Prastowo handout merupakan bahan pembelajaran yang


sangat ringkas, bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap
kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Pada
umumnya handout berfungsi untuk membantu peserta didik agar tidak perlu
mencatat, sebagai pendamping penjelasan pendidik, sebagai bahan rujukan
peserta didik, memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, pengingat pokok-
pokok materi yang diajarkan, memberi umpan balik dan menilai hasil belajar.

b) Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik
dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga
modul berisi paling tidak tentang:
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
Kompetensi yang akan dicapai
Content atau isi materi
Informasi pendukung
Latihan-latihan
Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
Evaluasi
Balikan terhadap hasil evaluasi
Pembelajaran dengan modul juga memungkinkan peserta didik yang
memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu
atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Selain
itu, juga meningkatkan kemampuan peserta didik untuk belajar sendiri tanpa
tergantung kepaga kehadiran pendidik.
c) Buku Teks
Buku teks pelajaran pada umumnya merupakan bahan tertulis yang
menyajikan ilmu pengetahuan atau buah pikiran dari pengarangnya yang
disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum yang berlaku. Buku teks
berguna untuk membantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum karena
disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku, menjadi pegangan guru dalam
menentukan metode pengajaran dan memberikan kesempatan bagi peserta
didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.
d) Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran


berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya
berupa petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu
tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar
yang akan dicapainya. LKS berfungsi untuk meminimalkan peran pendidik dan
mengaktifkan peran peserta didik, mempermudah peserta didik untuk
memahami materi yang diberikan dan kaya akan tugas untuk berlatih.

e) Model (Maket)

Model (maket) merupakan bahan ajar yang berupa tiruan benda nyata
untuk menjembatani berbagai kesulitan yang bisa ditemui, apabila
menghadirkan objek atau benda tersebut langsung ke dalam kelas, sehingga
nuansa asli dari benda tersebut masih bisa dirasakan oleh peserta didik tanpa
mengurangi struktur aslinya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna

f) Brosur

Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang


disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa
halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan
singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa
Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka, 1996). Dengan demikian, maka brosur
dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, selama sajian brosur diturunkan dari
kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Mungkin saja brosur dapat
menjadi bahan ajar yang menarik, karena bentuknya yang menarik dan praktis.
Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak, maka brosur didesain hanya memuat
satu kompetensi dasar saja. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah
menarik minat peserta didik untuk menggunakannya

g) Foto/Gambar
Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan.
Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik
agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat
melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi
dasar.

Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan


bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca
atau mendengar. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%, dari
mendengar yang diingat 20%, dan dari melihat yang diingat 30%. Foto/gambar
yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik.
Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis.
Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes

b. Bahan Ajar Dengar (Audio)


Bahan ajar audio merupakan salah satu bahan ajar noncetak yang
didalamnya mengandung suatu sistem yang menggunakan sinyal audio secara
langsung, yang dapt dimainkan atau diperdengarkan oleh pendidik kepada
peserta didiknya guna membantu mereka menguasai kompetensi tertentu. Jenis-
jenis bahan ajar audio ini antara lain adalah radio, kaset MP3, MP4, sounds
recorder dan handphone. Bahan ajar ini mampu menyimpan suara yang dapat
diperdengarkan secara berulang-ulang kepada peserta didik dan biasanya
digunakan untuk pelajaran bahasa dan musik.

c. Bahan Ajar Pandang Dengar (Audiovisual)


Bahan ajar pandang dengar merupakan bahan ajar yang mengombinasikan
dua materi, yaitu visual dan auditif. Materi auditif ditujukan untuk merangsang
indra pendengaran sedangkan visual untuk merangsang indra penglihatan.
Dengan kombinasi keduanya, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran
yang lebih berkualitas.
Hal itu berdasarkan bahwa peserta didik cenderung akan lebih mudah
mengingat dan memahami suatu pelajaran jika mereka tidak hanya
menggunakan satu jenis indra saja, apalagi jika hanya indra pendengaran saja.
Bahan ajar pandang dengar mampu memperlihatkan secara nyata sesuatu
yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat di dalam kelas menjadi mungkin
dilihat. Selain itu juga dapat membuat efek visual yang memungkinkan peserta
didik memperkuat proses belajar. Bahan ajar pandang dengar antara lain adalah
video dan film.
d. Bahan Ajar Interaktif (Interactive Teaching Material)
Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yag mengombinasikan beberapa
media pembelajaran (audio, video, teks atau grafik) yang bersifat interaktif
untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi.
Bahan ajar interaktif memungkinkan terjadinya hubungan dua arah antara bahan
ajar dan penggunanya, sehinnga peserta didik akan terdorong untuk lebih aktif.
Bahan ajar interaktif dapat ditemukan dalam bentuk CD interaktif, yang
dalam proses pembuatan dan penggunaannya tidak dapat trelepas dari
perangkat komputer. Maka dari itu, bahan ajar interaktif juga termasuk bahan
ajar berbasis komputer.
2.3 Kriteria Bahan Ajar yang Baik

Bahan ajar yang baik dan menarik mempersyaratkan penulisan yang


menggunakan ekspresi tulis yang efektif. Ekspresi tulis yang baik akan dapat
mengkomunikasikan pesan, gagasan, ide, atau konsep yang disampaikan dalam
bahan ajar kepada pembaca/pemakai dengan baik dan benar. Ekspresi tulis juga
dapat menghindarkan salah tafsir atau pemahaman.

Bahan ajar yang diberikan kepada siswa haruslah bahan ajar yang
berkualitas. Bahan ajar yang berkualitas dapat menghasilkan siswa yang
berkualitas, karena siswa mengkonsumsi bahan ajar yang berkualitas. Menurut
Furqon (2009) dalam bahan ajar yang baik harus memenuhi beberapa kriteria
sebagai berikut:

Substansi yang dibahas harus mencakup sosok tubuh dari kompetensi atau
sub kompetensi yang relevan dengan profil kemampuan tamatan.
Substansi yang dibahas harus benar, lengkap dan aktual, meliputi konsep
fakta, prosedur, istilah dan notasi serta disusun berdasarkan hirarki/step
penguasaan kompetensi.
Tingkat keterbacaan, baik dari segi kesulitan bahasa maupun substansi harus
sesuai dengan tingkat kemampuan pembelajaran.
Sistematika penyusunan bahan ajar harus jelas, runtut, lengkap dan mudah
dipahami.

Sedangkan menurut Anonim (2009) dalam pengembangan bahan ajar,


maka bahan ajar harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

Bahan ajar harus relevan dengan tujuan pembelajaran


Bahan ajar harus seuai dengan taraf perkembangan anak;
Bahan yang baik ialah bahan yang berguna bagi siswa baik sebagai
perkembangan pengetahuannya dan keperluan bagi tugas kelak di lapangan
Bahan itu harus menarik dan merangsang aktivitas siswa
Bahan itu harus disusun secara sistematis, bertahap, dan berjenjang
Bahan yang disampaikan kepada siswa harus menyeluruh, lengkap dan utuh.

2.4 Fungsi Bahan Ajar

Bahan ajar memiliki fungsi strategis bagi proses pembelajaran yang dapat
membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga guru tidak
terlalu banyak menyajikan materi. Di samping itu, bahan ajar dapat
menggantikan sebagian peran guru dan mendukung pembelajaran individual.
Hal ini akan memberi dampak positif bagi guru, karena sebagian waktunya dapat
dicurahkan untuk membimbing belajar siswa. Dampak positifnya bagi siswa,
dapat mengurangi ketergantungan pada guru dan membiasakan belajar mandiri.
Hal ini juga mendukung prinsip belajar sepanjang hayat (life long education).

Menurut Anonim fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam proses
kegiatan belajar mengajar yang lakukan oleh guru dengan materi pembelajaran
yang kontekstual agar siswa dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal.
Sedangkan menurut Furqon bahan ajar berfungsi sebagai berikut:

Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya
diajarkan/dilatihkan kepada siswanya.
Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses
pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya
dipelajari/dikuasainya.
Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran
Membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar
Membantu siswa dalam proses belajar
Sebagai perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran
Untuk menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif

2.5 Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar

a. Tujuan Penyusunan Bahan Ajar

Tujuan dari penyusunan bahan ajar adalah :

a) Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan


mempertimbangkan kebutuhan pesrta didik, yakni bahan ajar yang sesuai
dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
b) Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
c) Mambantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar disamping
buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

b. Manfaat Penyusunan Bahan Ajar bagi Guru dan Pesetra Didik

a) Manfaat bagi guru


Diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik
Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk dipeoleh.
Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan
ajar.
Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dan peserta
didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
Menambah angka kredit jika dikumpulkan dan diterbitkan.
b) Manfaat bagi peserta didik.
Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
Kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan
terhadap kehadiran guru.
Menadapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus
dikuasainya.

2.6 Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan


ajar atau materi pembelajaran, yaitu:

1. Prinsip relevansi

Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya


relevan atau ada kaitannya dengan pencapaian standar kompetensi dan
kompetensi dasar. Misalnya, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa
berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus
berupa fakta atau bahan hafalan.

2. Prinsip konsistensi

Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus


dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus
meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa
adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi
teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

3. Prinsip kecukupan

Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup


memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.
Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu
sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi
dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga
yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

2.7 Langkah-langkah dalam Pemilihan Bahan Ajar

Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus
dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar
menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis
besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi:
1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar.

Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu


diidentifikasi aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus
dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap
aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang
berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Sejalan dengan berbagai jenis
aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi
jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek
kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep,
prinsip dan prosedur (Reigeluth, 1987). Materi jenis fakta adalah materi berupa
nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, peristiwa sejarah, nama
bagian atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya. Materi konsep berupa
pengertian, definisi, hakekat, inti isi. Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus,
postulat adagium, paradigma, teorema. Materi jenis prosedur berupa langkah-
langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya langkah-langkah menelpon,
cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel listrik. Materi
pembelajaran aspek afektif meliputi: pemberian respon, penerimaan (apresisasi),
internalisasi, dan penilaian. Materi pembelajaran aspek motorik terdiri dari
gerakan awal, semi rutin, dan rutin.

2. Mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar sesuai dengan standar kompetensi


dan kompetensi dasar.

Materi yang akan diajarkan perlu diidentifikasi apakah termasuk jenis


fakta, konsep, prinsip, prosedur, afektif, atau gabungan lebih daripada satu jenis
materi. Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka
guru akan mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setelah jenis
materi pembelajaran teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memilih jenis
materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar
yang harus dikuasai siswa. Identifikasi jenis materi pembelajaran juga penting
untuk keperluan mengajarkannya. Sebab, setiap jenis materi pembelajaran
memerlukan strategi pembelajaran atau metode, media, dan sistem
evaluasi/penilaian yang berbeda-beda. Misalnya, metode mengajarkan materi
fakta atau hafalan adalah dengan menggunakan jembatan keledai, jembatan
ingatan (mnemonics), sedangkan metode untuk mengajarkan prosedur adalah
demonstrasi.

3. Memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang telah teridentifikasi
4. Memilih sumber bahan ajar.

Setelah jenis materi ditentukan langkah berikutnya adalah menentukan


sumber bahan ajar. Materi pembelajaran atau bahan ajar dapat kita temukan
dari berbagai sumber seperti buku pelajaran, majalah, jurnal, koran, internet,
media audiovisual, dsb.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang


memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan.

Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut,


diharapkan menjadi alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi
pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih baik dan
bervariasi yang pada akhirnya hasil belajar siswa juga ikut meningkat. maka
dalam makalah ini penulis akan membahas tentang bahan ajar yang merupakan
bagian dari hasil perencanaan seorang guru sebelum mengajar di kelas.

3.2 Saran

Guru sebagai pengembang bahan ajar hendaknya mengetahui tentang


apa dan bagaimana yang ingin dikembangkan sesuai standar kompetensi dan
kompetensi dasar atau tujuan yang telah ditentukan sehingga hasil bahan ajar
yang dikembangkan guru dapat mem