Anda di halaman 1dari 6

MATA KULIAH

ARSITKTUR PERTAMANAN
ARSITEKTUR LANDSCAPE
PADA TAMAN SARI YOGYAKARTA

NAMA MAHASISWA :
KADEK RION PUTRA PERDANA
1404205110

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2017
Taman Sari
Istana Air Peninggalan Keraton Yogjakarta
Keraton merupakan tempat wisata di Jogja menjaditujuan utama para
wisatawan ketika berkunjung ke Jogjakarta karena menyimpan cerita sejarah
Jogjakarta dengan tampilan budaya Keraton yang masih melekat.Taman Sari juga
tidak lepas dari cerita sejarah Keraton Jogjakarta. Keindahan dan keunikan
bangunan di Taman Sari yang dulunya merupakan taman istana Keraton, selalu
menarik perhatian wisatawan dan menjadikannya sebagai salah satu wisata
populer yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Jogja.

Kawasan Taman Sari


Taman sari terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Letaknya'pun dekat
dengan Keraton, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari alun-alun utara
keraton. Taman Sari Jogja merupakan sebuah situs bekas taman atau kebun
istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dulu tempat ini merupakan tempat
rekreasi keluarga kerajaan sekaligus benteng pertahanan yang dibangun oleh Sri
Sultan Hamengku Buwono I tahun 1758-1765 dan kini menjadi tempat wisata
popular di Jogjakarta.

Tempat wisata di Jogja yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57
bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air,
maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kini luas Taman
Sari Jogja berkurang drastis karena beberapa kompleknya sudah dijadikan
pemukiman penduduk.

Halaman Taman Sari


Kompleks Taman Sari Jogja ada 4 bagian :
1. Bagian pertama adalah bagian utama Taman Sari Yogyakarta pada
masanya. Terdiri dari danau buatan yang disebut Segaran dengan
bangunan yang ada di tengahnya bernama Pulo Kenongo beserta
bangunan kecil yang disebut Tajug dan taman di sekitar danau. Kini
danau buatan tidak berisi air dan telah menjadi pemukiman padat yang
dikenal dengan kampung Taman. Di sebelah setalan Pulo Kenongo ada
pulau buatan lagi yang disebutPulo Cemethi dan Pulo Panembung.
Konon di tempat inilah Sultan bermeditasi. Di sebelah barat Pulo Kenongo
terdapat bangunan berbentuk lingkaran yang disebut Sumur Gumuling.
Bangunan berlantai 2 ini hanya bisa dimasuki melalui terowongan bawah
air. Pada masanya tempat ini difungsikan sebagai masjid. Di bagian tengah
bangunan yang terbuka ada empat buah jenjang naik dan bertemu di
bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang itu terdapat jenjang satu
lagi yang menujuke lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang
tersebut terdapat kolam kecil yang digunakan untuk berwudhu.
2. Kompleks kedua Taman Sari mempunyai beberapa bangunan
yaitu Gedhong Gapura Hageng yang merupakan pintu gerbang utama di
sebelah barat, dihiasi relief yang menggambarkan tahun awal
pembangunan Taman Sari Jogja. Gedhong Lopak-lopak merupakan
halaman bersegi delapan yang dulunya ada menara dua lantai yang kini
hanya tersisa deretan pot bunga raksasa dan pintu yang menghubungkan
dengan tempat yang lain. Umbul Pasiraman merupakan kolam
pemandian bagi Sultan, istri dan putri-putrinya. Kompleks ini dikelilingi
tembok yang tinggi.Dibagian utara ada bangunan yang digunakan untuk
tempat berganti pakaian bagi para istri dan putri Sultan. Di bagian selatan
ada menara yang digunakan Sultan untuk mengamati selir dan putrinya
yang sedang mandi dibawah.Umbul Pasiraman mempunyaiy 3 buah kolam
bernama Umbul Muncar, Blumbang Kuras dan Umbul Binangun yang
berhiaskan air mancur berbentuk jamur. Gedhong Sekawan berupa
halaman dengan empat buah bangunan sebagai tempat istirahat Sultan,
Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama
pengunjung untuk masuk kompleks dan terletak di bagian timur. Bangunan
bertingkat 2 ini mempunyai relief ular di dindingnya. Gedhong
Temanten merupakan tempat penjagaan keamanan.

Kolam Pemandian
3. Bagian ke tiga yang merupakan Kompleks Pasarean Dalem Ledok Sari
dan Kompleks kolam Garjitawati kini tidak meninggalkan bekas yang
dapat dilihat.
4. Bagian ke empat juga merupakan bagian taman sari yang tidak tersisa
kecuali bekas jembatan gantung dan sisa dermaga. Bekas jembatan masih
disa dilihat walaupun jembatannya sudah lenyap.
Ukiran Tembok Taman Sari Yogyakarta

Sumur Gumuling
Tiket masuk ke tempat wisata Taman Sari Yogyakarta Rp.3.000 untuk wisatawan
lokal dengan jam buka pukul 08.00 14.00. Anda akan menemui beberapa orang
yang menawarkan jasa pemandu untuk wisata Taman Sari Yogyakarta ini karena
untuk menuju ke bagian-bagiannya harus melewati pemukiman penduduk yang
cukup membingungkan. Kadang mereka memandu tanpa diminta untuk
menjelaskan sejarah mengenai ruangan-ruangan yang ada di Taman Sari
Yogyakarta. Untuk pemandu ini mereka tidak mematok tarif dalam jumlah
tertentu.
Keindahan arsitektur yang kuno membuat Taman Sari Jogja sangat
mempesona. Tak jarang tempat wisata di Jogja ini digunakan untuk
foto prewedding. Pesona air yang bagus berpadu dengan tembok bergaya Eropa,
Hindu, Jawa dan China menjadikan Taman Sari Jogja sebuah wisata sejarah yang
patut untuk dikunjungi ketika berkunjung ke Yogyakarta
.