Anda di halaman 1dari 5

Kesadaran manusia ada 4 macam sesuai unsur dimensi pembentuk bangunan

manusia seutuhnya, yaitu:


Kesadaran Jasad (Biologis) yang berada pada dimensi alam Materi.
Kesadaran Hati (Qolbu) yang berada pada dimensi alam Energi.
Kesadaran Jiwa (Nafs) yang berada pada dimensi alam Cahaya.
Kesadaran Ruh yang berada pada dimensi alam Ilahiah.

Ke-empat kesadaran tersebut berlapis-lapis dan saling meliputi:

Kesadaran Hati berada diatas dan meliputi Kesadaran Jasad.

Kesadaran Jiwa berada di atas dan meliputi: Kesadaran Hati dan Kesadaran
Jasad.

Kesadaran Ruh berada di atas dan meliputi: Kesadaran Jiwa, Kesadaran Hati
dan Kesadaran Jasad.

Kesadaran Hati pun Berlapis dan Saling Meliputi:


Urutan lapisan Hati adalah sebagai berikut: Nafsu, Hasrat, Emosi, Pikiran, Intuisi,
Rasa dan Fana. Sebagai bahan untuk memahami lapisan Hati ini, silahkan simak
tulisan saya yang berjudul: Lapisan Tubuh Energi.Namun ada perubahan istilah yang
saya gunakan: Lapisan Ego saya ganti dengan Lapisan Hasrat agar tidak rancu
dengan pengertian Ego pada umumnya. Harap maklum
Kesadaran Nafsu adalah Kesadaran yang paling rendah dari kesadaran hati.

Kesadaran Hasrat meliputi Kesadaran Nafsu.

Kesadaran Emosi meliputi Kesadaran Hasrat dan Kesadaran Nafsu.

Kesadaran Pikiran meliputi Kesadaran Emosi, Kesadaran Hasrat dan


Kesadaran Nafsu.

Di atas Kesadaran Pikiran ada Kesadaran Intuisi yang meliputi Kesadaran


Pikiran.

Di atas Kesadaran Intuisi ada Kesadaran Rasa

Di atas Kesadaran Rasa ada Kesadaran Fana

Di atas Kesadaran Fana ada Kesadaran Jiwa (Cahaya). Kesadaran Jiwa juga berlapis
dan saling meliputi, dimana tingkat Jiwa sangat ditentukan oleh tingkat keyakinan
akan adanya Allah Sang Maha Pencipta.

Di atas Kesadaran Jiwa ada Kesadaran Ruh, kesadaran Ilahiah, yang merupakan
kesadaran puncak yang meliputi seluruh kesadaran yang dimiliki oleh seorang
manusia.

Jadi, apa definisi kesadaran? Monggo direnungkan...

Menggapai Kesadaran Yang Lebih Tinggi


Ada banyak cara untuk menggapai kesadaran yang lebih tinggi. namun sebelum
mengolah diri, berlatih menggapai kesadaran yang lebih tinggi, yang penting
diperhatikan adalah rintangan-rintangan atau blocking yang menghalangi
pencapaian tersebut.

Rintangan dalam menggapai Kesadaran Yang Lebih Tinggi, diantaranya yang utama
adalah: Believe system - Keyakinan.
Jika kita tidak percaya adanya tubuh atau kesadaran lain selain tubuh atau
kesadaran materi, maka secara otomatis kita tidak mungkin menggapai kesadaran
diluar kesadaran materi.
Jika kita tidak yakin, tidak percaya adanya Allah Tuhan Yang Maha Esa, atau
kurang tepat dalam memahami siapa Allah Tuhan Seluruh Semesta (Dimensi)
Alam, maka kita tidak akan bisa mencapai Kesadaran yang tertinggi, kesadaran
puncak.
Jika kita menganggap bahwa pikiran kita berada dan dihasilkan oleh otak
semata, maka kita tidak akan mencapai kesadaran energi.
Jika kita lebih sering memperturutkan Nafsu, Hasrat dan Emosi maka kita akan
sulit menggapai kesadaran Pikiran.
Jika kita lebih mengedepankan pikiran rasional, logika, empiric, maka akan sulit
bagi kita untuk meraih kesadaran Intuisi.
Konsepsi Diri, Citra Diri, Ego, sangat berpotensi menjadi perintang perjalanan
untuk menggapai kesadaran yang lebih tinggi.
Pemantauan kesadaran dengan menilai fungsi SSP tersebut.

~ Tingkat kesadaran dibagi enam :

1. Compos Mentis.

Kesadaran penuh.

2. Apatis.

Kesadaran dimana pasien terlihat mengantuk tetapi mudah di bangunkan dan reaksi
penglihatan, pendengaran, serta perabaan normal.

3. Somnolent.

Kesadaran dapat dibangunkan bila dirangsang, dapat disuruh dan menjawab pertanyaan. Bila
rangsangan berhenti pasien tidur lagi.

4. Sopor.

Kesadaran yang dapat dibangunkan dengan rangsangan kasar dan terus menerus.

5. Sopora Coma.

Reflek motoris terjadi hanya bila dirangsang nyeri.


6. Coma.

Tidak ada reflek motoris sekalipun dengan rangsangan nyeri.

Pemantauan tingkat kesadaran dengan mengunakan pemeriksaan Glasgow Coma Skala


(GCS ),

~ Skala yang dinila ;

1. BUKA MATA. Nilai total : 4

- Buka mata tidak ada meskipun dirangsang nilai 1

- Buka mata jika ada nyeri nilai 2

- Buka mata jika diajak bicara/ disuruh nilai 3

- Buka mata spontan nilai 4

2. RESPON MOTORIK. Nilai total : 6

- Respon motor tidak ada nilai 1

- Respon motor ektensi nilai 2

- Respon motor fleksi abnormal nilai 3

- Respon motor reaksi abnormal nilai 4

- Respon motor tunjuk nyeri nilai 5

- Respon motor menurut perintah nilai 6

3. RESPON VERBAL. Nilaitotal : 5

- Respon verbal tidak ada nilai 1

- Respon verbal tanpa arti nilai 2


- Respon verbal tak benar nilai 3

- Respon verbal bicara ngacau nilai 4

- Respon verbal orientasi baik nilai 5

GCS nilai 15 : kesadaran normal.

GCS nilai 03 : kesadaran coma.

Besar pupil :

- Pupil dipantau besarnya antara 2 -3 mm bisa 1 -8 mm.

- Kanan dan kiri besarnya tidak sama.

- Reaksi pupil kanan dan kiri positif/ negative.