Anda di halaman 1dari 6

Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

Penatalaksanaan Pediculosis capitis

Nani Indah Hardiyanti1, Betta Kurniawan2, Hanna Mutiara2, Jhons Fatryadi Suwandi2
1Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Pediculosis capitis adalah infeksi kulit atau rambut kepala yang disebabkan oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis.
Prevalensi penyakit ini cukup tinggi terutama pada anak usia sekolah. Faktor yang berperan mempengaruhi terjadinya
Pediculosis capitis adalah usia, jenis kelamin, menggunakan tempat tidur atau bantal bersama, menggunakan sisir atau
aksesoris rambut bersama, panjang rambut, frekuensi cuci rambut, ekonomi dan bentuk rambut. Pondok pesantren adalah
lembaga pendidikan dengan sistem boarding school atau pendidikan bersama sehingga membentuk komunitas tersendiri.
Hal ini merupakan risiko penyakit akan cepat menular kepada para anggota masyarakat pesantren. Penyebaran penyakit ini
dapat memalui transmisi kontak langsung dan tidak langsung. Gejala klinis penyakit berupa gatal sehingga menimbulkan
kelainan kulit kepala bila digaruk dan dapet menimbulkan infeksi sekunder, gangguan tidur di malam hari karena rasa gatal,
dan dari sisi psikologis membuat anak merasa malu karena diisolasi dari anak lain.Beberapa faktor yang dapat membantu
penyebaran Pediculosis capitis adalah faktor sosial-ekonomi, tingkat pengetahuan, personal hygiene buruk, kepadatan
tempat tinggal, dan karakteristik individu seperti umur, panjang rambut, dan tipe rambut. Diagnosis pasti Pediculosis capitis
adalah menemukan Pediculus humanus var. capitis dewasa, nimfa, dan telur di kulit dan rambut kepala. Metode
pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan metode fisik maupun kimiawi. Pediculosis capitis ini juga dapat dicegah
dengan cara menghindari kontak langsung dan tidak langsung.

Kata kunci: pediculosis capitis, pengobatan

Treatment of Pediculosis capitis


Abstract
Pediculosis capitis is an infection of the skin or scalp hair caused by infestation of Pediculus humanus var capitis. The
prevalence of this disease is high especially at school-aged children. Factors that influence the occurrence of Pediculosis
capitis role are age, gender, or bed pillows together, using a comb or hair accessories, hair length, hair washing frequency,
the economy and the shape of the hair. Boarding schools are educational institutions with a system of boarding school or
education together so that it forms a separate community. This is a risk the disease will be quickly transmitted to the
members of the public boarding school. The spread of the disease can memalui the transmission of direct and indirect
contacts. The clinical symptoms of the disease in the form of itchy scalp disorder giving rise when carded and can cause
secondary infections, impaired sleep at night because of the itching, and from the psychological side of making children feel
ashamed because isolated from other children. Some of the factors that can help the spread of Pediculosis capitis is a socio-
economic factors, level of knowledge, personal hygiene, poor housing, overcrowding and the characteristics of the
individual as age, length of hair, and the hair type. Pediculosis capitis sure diagnosis is finding Pediculus humanus var capitis.
adults, nymphs and eggs in the skin and hair of the head. Method of treatment can be done by using physical or chemical
methods. Pediculosis capitis can also be prevented by avoiding direct and indirect contact.

Keywords: Pediculosis capitis, treatment

Korespondensi: Nani Indah Hardiyanti, alamat Jl. Soemantri Brojonegoro Unila. Kosan Alyssha Home, Bandar Lampung, HP
085758188878, e-mail naniindahh@gmail.com

Pendahuluan Rasio investasi Pediculus humanus var. capitis


Pediculosis capitis adalah infeksi kulit pada anak sekolah di Negara Thailand berkisar
atau rambut kepala dimana yang disebabkan 12,26%-29,76%. Rasio pada kelompok usia
oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis.1 anak 12 tahun 26,07% Sedangkan untuk rasio
Penyakit ini prevalensi cukup tinggi terutama kelompok usia anak 8 tahun meningkat
anak sekolah dan penyakit ini juga telah menjadi 55,89.4
menjadi masalah dinegara berkembang Pediculus humanus var. capitis
maupun negara maju. Di Amerika Serikat setiap merupakan ektoparasit yang obligat pemakan
tahunnya Pediculosis capitis ini menyerang 6 darah. Daur hidupnya selalu terkait dengan
hingga 12 juta orang.2 Berdasarkan jenis manusia, tidak dapat melompat, tidak memiliki
kelamin, risiko dua kali lebih besar adalah sayap dan daur hidupnya tidak terjadi pada
perempuan dibandingkan dengan laki-laki.3 hewan.2 Penyakit ini dapat menyebar memalui
transmisi langsung kontak kepala-kepala orang
Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |47
Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

yang terinfeksi dan transmisi tidak langsung kelangsungan daur hidup tungau, kutu, bahkan
seperti memakai sisir, topi, handuk, bantal, infestasi parasit lainnya serta jamur.12,13
kasur dan kerudung .5 Melihat tingginya angka kejadian
Penyakit ini telah dihubungkan Pediculosis capitis yang terjadi maka penting
masyarakat dengan kemiskinan atau status untuk mengetahui metode pengobatan untuk
sosial, ekonomi rendah dan lingkungan yang meminimalisir terjadinya Pediculosis capitis.
kumuh.6 Penyakit ini sering diabaikanterutama
di negara dimana terdapat prioritas kesehatan Isi
lain yang lebih serius karena dianggap ringan Pediculosis capitis adalah suatu penyakit
dan mortalitasnya yang rendah, namun kulit kepala akibat infestasi ektoparasit obligat
penyakit ini di antara anak-anak sekolah di atau bisa disebut tungau atau lice spesies
seluruh duniatelah menyebabkan morbiditas Pediculus humanus var. capitis yang termasuk
yang signifikan.7,1 famili Pediculidae, Parasit ini seluruh siklus
Gejala klinis penyakit Pediculosis capitis hidupnya bergantung pada manusia dan
adalah rasa gatal sehingga menimbulkan termasuk parasit yang menghisap darah atau
kelainan kulit kepala dan dapat menimbulkan hemophagydea.14,8
infeksi sekunder bila digaruk. Pada anak Anak-anak sering terserang penyakit ini,
sekolah infestasi kronik Pediculosis capitis terutama berusia 3-11 tahun. Infeksi
menyebabkan anemia yang akan membuat Pediculosis capitis di Indonesia sendiri belum
anak- anak lesu, mengantuk, serta ada angka yang pasti. Di Malaysia sekitar 11%
mempengaruhi kinerja belajar dan fungsi anak umur 3-11 tahun terinfeksi dan sekitar
kognitif, selain itu pada saat malam hari anak 40% di Taiwan. Di Amerika Serikat yang terkena
anak yang terinfeksi akan mengalami gangguan penyakit tersebut sekitar 6 juta12 juta
tidur karena rasa gatal dan sering menggaruk. estimasi anak kelompok umur 3-11 tahun.8
Dari sisi psikologis, infestasi kutu kepala Anak perempuan lebih sering terserang
membuat anak merasa malu karena diisolasi penyakit ini dikarenakan memiliki rambut yang
dari anak lain.8 panjang dan sering memakai aksesoris rambut.
Penyebaran Pediculosis capitis dapat Selain itu kondisi hygiene yang tidak baik
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor seperti jarang membersihkan rambut juga
sosial-ekonomi, tingkat pengetahuan, personal merupakan salah satu penyebab terkena
hygiene buruk, kepadatan tempat tinggal, dan penyakit ini. Penularan penyakit ini dapat
karakteristik individu seperti umur, panjang melalui kontak langsung yaitu rambut dengan
rambut, dan tipe rambut.9 Pada daerah padat rambut atau melalui kontak tidak langsung
penduduk sering ditemukan penyakit ini, salah yaitu perantara seperti topi, bantal, kasur, sisir,
satunya adalah pondok pesantren.10 kerudung.7,1
Pondok pesantren adalah lembaga Pediculus humanus var. capitis memiliki
pendidikan dengan sistem boarding school tubuh yang pipih dorso ventral, memiliki tipe
atau pendidikan bersama sehingga membentuk mulut tusuk hisap untuk menghisap darah
komunitas tersendiri yang anggotanya terdiri manusia, badannya bersegmen-segmen,
dari para santri, para guru atau ustadz dan memiliki 3 pasang kaki dan berwarna kuning
keluarga pengasuh pesantren. Hal ini kecoklatan atau putih keabu-abuan. Tungau ini
merupakan risiko penyakit akan cepat menular tidak memiliki sayap, oleh karena itu parasit ini
kepada para anggota masyarakat pesantren .11 tidak bisa terbang dan penjalaran infeksinya
Pada anak sekolah prevalensi penyakit harus dari benda atau rambut yang saling
kulit umumnya masih tinggi hal ini menempel.8
meyebabkan prevalensi Pediculosis capitis Tungau memiliki cakar dikaki untuk
masih tinggi di pesantren dikarnakan bergantung dirambut. Bentuk dewasa betina
kurangnya perhatian baik dari dari pihak lebih besar dibandingkan yang jantan. Telur
pemilik, pengurus, maupun pemerintah dari atau nits berbentuk oval atau bulat lonjong
segi kebersihan, perilaku, maupun kepedulian dengan panjang sekitar 0,8 mm, berwarna
terhadap kesehatan. Budaya tradisional juga putih sampai kuning kecoklatan. Telur
merupakan faktor resiko lain dimana mereka diletakkan disepanjang rambut dan mengikuti
akan saling berbagi makanan, tempat tidur, tumbuhnya rambut, yang berarti makin
dan ilmu. Kondisi tersebut sangat menunjang keujung terdapat telur yang lebih matang.15
Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |48
Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

Tungau adalah ektoparasit obligat yang susah untuk menaruh telur. 14


menghabiskan seluruh siklus hidupnya yaitu Rasa gatal merupakan gejala utama dari
telur, larva, nimfa dan dewasa dirambut dan manifestasi tungau kepala tetapi sebagian
kulit kepala manusia. Pada penelitian orang asimtomatik dan dapat sebagai karier.
sebelumnya dikatakan bahwa tungau ini hanya Masa inkubasi sebelum terjadi gejala sekitar 4-
dapat bertahan hidup selama 1 sampai 2 hari 6 minggu. Tungau dan telur paling banyak
jika tidak berada dirambut atau kulit kepala terdapat didaerah oksipital kulit dan
manusia, lebih dari 95% orang yang terinfeksi retroaurikuler.1 Gigitan dari tungau dapat
penyakit ini terdapat tungau dewasa8,15 menghasilkan kelainan kulit berupa eritema,
Kelainan kulit yang ditimbulkan oleh makula dan papula, tetapi pemeriksa seringnya
gigitan tungau yaitu rasa gatal dan dengan hanya menemukan eritema dan ekskoriasi saja.
garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Namun terdapat beberapa individu yang lain
Pengaruh air liur dan ekskresi tungau yang ikut mengeluh dan menunjukkan tanda demam
masuk kedalam kulit kepala ketika tungau serta pembesaran kelenjar limfa setempat.15
sedang menghisap darah tersebutlah yang Garukan yang terjadi pada kulit kepala dapat
menimbulkan rasa gatal. Menurut beberapa menyebabkan terjadinya erosi, ekskoriasi dan
penelitian dikatakan bahwa tungau ini hanya infeksi sekunder berupa pus dan krusta. Bila
dapat bertahan hidup kurang dari 48 jam tanpa terjadi infeksi sekunder berat, rambut akan
menghisap darah atau tidak berada dikulit bergumpal karena banyaknya pus dan krusta.
kepala. Sedangkan telurnya dapat bertahan Keadaan ini disebut plicapolonica yang dapat
sekitar 1 minggu bila tidak berada di rambut ditumbuhi jamur.2
atau kulit kepala manusia. 8 Diagnosis pasti dari Pediculosis capitis
Beberapa faktor yang dapat adalah ditemukan Pediculus humanus var.
mempengaruhi terjadinya Pediculosis capitis: capitis dewasa, nimfa, dan telur di kulit dan
1. Usia, terutama pada kelompok umur 3-11 rambut kepala.1 Adanya tungau dewasa
tahun.14 merupakan tanda bahwa sedang mengalami
2. Jenis kelamin, perempuan lebih sering infeksi aktif, tetapi tungau dewasa sangat sulit
terkena penyakit Pediculosis capitis karena ditemukan karena dapat bergerak sekitar 6-30
perempuan hampir semuanya memiliki cm permenit dan bersifat menghindari cahaya.
rambut yang lebih panjang dari pada laki- Cara untuk menemukan tungau dewasa
laki.7 maupun nimfa dapat dilakukan dengan
3. Menggunakan tempat tidur atau bantal penyisiran serit yang merupakan metode yang
bersama.8 lebih efektif dari pada inspeksi visual.8
4. Menggunakan sisir atau aksesoris rambut Terdapat beberapa penyakit kulit lainnya yang
bersama, pada keadaan menggunakan sisir dapat menyebabkan gatal pada kulit kepala
secara bersamaan akan membuat telur anatara lain dermatitis seboroik, psoriasis,
bahkan tungau dewasa menempel pada sisir gigitan serangga, eksim dan infeksi jamur atau
maka akan tertular, begitu juga dengan Tinea capitis.1
aksesoris rambut seperti kerudung, bando Metode pengobatan penyakit ini dapat
dan pita.5 dilakukan dengan menggunakan dua metode
5. Panjang rambut, orang yang memiliki yang mencakup metode fisik maupun kimiawi.
rambut yang lebih panjang sulituntuk Metode secara kimiawi, yaitu penggunaan
membersihkannya dibanding orang rambut insektisida atau pedikulisida, secara luas telah
pendek.14 dipakai diseluruh dunia. Insektisida mudah dan
6. Frekuensi cuci rambut.7 nyaman untuk digunakan serta hasilnya sangat
7. Ekonomi, tingkat sosial ekonomi yang efektif. Akan tetapi, terdapat adanya efek
rendah merupakan resiko yang signifikan samping yang potensial dan juga banyak
dengan adanya infestasi tungau, selain itu ditemukan terjadinya resistensi tungau
juga dikarenakan ketidak mampuan untuk terhadap beberapa insektisida. Metode fisik
mengobati infestasi secara efektif.7 yang dapat digunakan adalah dengan
8. Bentuk rambut, pada orang afrika atau mencukur rambut untuk mencegah infestasi
negro afrika-amerika yang mempunyai dan membantu agar obat topikal bekerja lebih
rambut keriting jarang yang terinfestasi baik dan tidak terhalang rambut.16
kutu kepalakarena tungau dewasa betina Macam-macam obat yang dapat
Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |49
Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

digunakan untuk terapi Pediculosis capitis yaitu pemberian sebanyak 0,5% atau 1% dalam
piretrin yang berasal dari ekstrak alami bunga bentuk lotion atau spray. Lotion malathion
Chryantheum cineraria efolium tetapi pada digunakan pada malam hari sebelum tidur
orang yang alergi terhadap tanaman setelah rambut dicuci dengan sabun, kemudian
chryantheums atau sari tanaman yang terkait kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya
akan mengalami sesak nafas dan dispnea. Di rambut dicuci lagi dengan sabun dan disisir
Amerika Serikat, piretrin adalah satu-satunya menggunakan sisir rapat atau serit.
pedikulisida yang tersedia dipasaran dan dijual Pengobatan dapat diulangi satu minggu
bebas yang diizinkan oleh Food and Drug kemudian jika masih terdapat telur. Pada
Administration (FDA). Insektisida ini tersedia Infeksi sekunder terlebih dahulu diobati
dalam bentuk lotion, shampoo, foam mousse dengan antibiotik sistemik dan topikal seperti
dan krim. Produk piretrin dioleskan pada Eritromisin, Cloxacilin dan Cephalexin
kepala selama 10 menit lalu dibilas. Walaupun kemudian diikuti dengan obat diatas dalam
efektifitas pedikulisidae mendekati 100% pada bentuk shampoo.1
pertengahan tahun 1980, terdapat juga Terdapat dua metode pencegahan yaitu
kegagalan pengobatan sebesar 88% karena mencegah penularan langsung dan tidak
resistensi yang baru-baru ini dilaporkan.17 langsung.
Permetrin adalah satu-satunya piretoid A. Metode pencegahan penularan kontak
sintesis yang yang memiliki kegunaan untuk langsung:
membunuh tungau diseluruh dunia. Menghindari adanya kontak langsung
Diperkenalkan di Amerika Serikat tahun 1986, rambut dengan rambut ketika bermain dan
permetrin memiliki aktifitas residual selama 2 beraktivitas dirumah, sekolah, dan
minggu setelah pengobatan tunggal selama 10 dimanapun.
menit. Permetrin krim di aplikasikan selama 10 B. Metode pencegahan penularan tidak
menit, namun pengobatan 8-12 jam dengan langsung :
krim 5% untuk penyakit kudis atau 1. Tidak menggunakan pakaian seperti topi,
scabiesadalah pengobatan alternatif dan lebih scarf, jaket, kerudung, kostum olahraga,
efektif. Resistensi terhadap konsentrasi tinggi ikat rambut secara bersamaan.
juga menjadi masalah, terutama di daerah 2. Tidak menggunakan sisir, sikat, handuk
dimana terdapat resistensi DDT atau secara bersamaan. Apabila ingin
piretroid.14 memakai sisir atau sikat dari orang yang
Lindane adalah Chlorinatedhydro carbon, terinfeksi dapat melakukan desinfeksi
seperti DDT, dan kelas ini adalah senyawa yang sisir dan sikat dengan cara direndam di
pada umumnya lambat membunuh. Tersedia air panas sekitar 130F selama 5-10
dalam sediaan shampoo 1% yang diaplikasikan menit.
selama 4 menit. Para peneliti sebelumnya tidak 3. Mencuci dan menjemur pakaian,
menyarankan menggunakan Lindane karena perlengkapan tempat tidur, karpet, dan
resistensi, efek sampingnya yaitu bisa barang-barang lain.
terjadigangguan pada sistem saraf pusat (SSP). 4. Menyapu dan membersihkan lantai
Obat ini hanya dianjurkan untuk pasien yang dan perabotan lainnya.18
gagal untuk respon terapi tungau.14
Carbaril adalah inhibitor cholinesterase. Ringkasan
DiInggris dan dinegara-negara laincarbaril Pediculosis capitis adalah infeksi kulit
tersedia dalam bentuk lotion dan shampoo atau rambut kepala dimana yang disebabkan
0,5%. Produk ini tidak tersedia diAmerika oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis.
Serikat dan mungkin tidak disetujui FDA karena Penyakit ini dapat menyebar memalui
toksisitasnya. Carbaril lebih beracun dan transmisi langsung kontak kepala-kepala orang
bersifat karsinogenik pada pasien dan kurang yang terinfeksi dan transmisi tidak langsung
mematikan tungau.8Seperti Carbaril, seperti memakai sisir, topi, handuk, bantal,
Malathionadalah inhibitor cholinesterase dan kasur dan kerudung. Gejala klinis penyakit
telah digunakan selama 20 tahun untuk Pediculosis capitis adalah rasa gatal sehingga
mengobati tungau. Pengobatan secara topikal menimbulkan kelainan kulit kepala dan dapat
diantaranya dengan pemberian malathionyang menimbulkan infeksi sekunder bila digaruk.
memberikan efek pedikulosid dengan cara Pada anak sekolah infestasi kronik Pediculosis
Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |50
Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

capitis menyebabkan anemia yang akan commitee on infectious diseases. Head


membuat anak- anak lesu, mengantuk, serta lice . Pediatrics. 2002: 110; 638-40.
mempengaruhi kinerja belajar dan fungsi 8. Stone SP. Jonathan N Goldfarb. Rocky E.
kognitif, selain itu pada saat malam hari anak Bacelieri Scabies, Other Mites and
anak yang terinfeksi akan mengalami gangguan Pediculosis. In : Freedberg IM, editors.
tidur karena rasa gatal dan sering menggaruk. Fitzpatricks Dermatology in General
Dari sisi psikologis, infestasi kutu kepala Medicine volume 2 eighth edition. USA:
membuat anak merasa malu karena diisolasi The Mcgraw-Hill, 2012.hlm 2573 8.
dari anak lain. Diagnosis pasti Pediculosis 9. Kamiabi F, Nakhaei FH. Prevalence of
capitis adalah menemukan Pediculus humanus pediculosis capitis and determination of
var. capitis dewasa, nimfa, dan telur di kulit risk factors in primary-school children in
Kerman. J Am Acad Dermatol.
dan rambut kepala. Metode pengobatan dapat
2005;50(1):1-12
dilakukan dengan menggunakan metode fisik 10. Ansyah AN, Pramuningtyas R,
maupun kimiawi. Selain itu, Pediculosis capitis Kariosentono H. Hubungan personal
ini juga dapat dicegah dengan cara hygiene dengan angka kejadian
menghindari kontak langsung dan tidak pedikulosis capitis pada santri putri
langsung. pondok pesantren modern islam Assalaam
Surakarta [sripsi]. Surakarta: Fakultas
Simpulan Kedokteran Universitas Muhamidayah
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan Surakarta; 2013.
bahwa pengobatan Pediculosis capitis dapat 11. Laily dan Sulistyo. Kebutuhan Dasar
dilakukan dengan dua metode yaitu metode Manusia dan Proses Keperawatan.
pengobatan fisik dan metode pengobatan Jakarta: Salemba Medika; 2004
kimiawi. 12. Rahman ZA. Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian Pediculosis
Daftar Pustaka capitis Pada Santri Pesantren Rhodlotul
1. Djuanda, Adhi, Mochtar Hamzah, Siti Quran Semarang [Karya Tulis Ilmiah].
Aisyah. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Semarang: Fakultas Kedokteran
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Universitas Dipenogoro; 2014.
Indonesia; 2007. 13. Wijayati, Fitriana. Hubungan Antara
2. Nutanson I, Steen CJ, Schwartz RA, Perilaku Sehat Dengan Angka Kejadian
Janniger CK. Pediculosis humanus capitis: Pediculosis capitis Pada Santriwati Pondok
An update. Acta Dermatoven APA. 2008; Pesantren Darul Ulum Jombang [skripsi].
17(4): 147-53. Jombang: Fakultas Kedokteran Universitas
3. Burgress IF. Current treatments for Jombang; 2007.
pediculosis capitis. Curr Opin Infect 14. Saad. Pengaruh Faktor Higiene Perorangan
Dis. 2009; 22(1):1316. Terhadap Angka Kejadian Skabies Di
4. Rassami W, Soonwera M. Epidemiology of Pondok Pesantren An-Najach Magelang
pediculosis capitis among school children [Karya Tulis Ilmiah]. Semarang: Fakultas
in eastern area of Bangkok, Thailand. Kedokteran Universitas Diponegoro; 2008.
Asian Pac J Trop Biomed. 2012; 2(11): 15. Meinking TL. C Buckhart. Infestations.
9014. Dalam: Jean L. Bolognia, Joseph L. Jorizzo,
5. Natadisastra, D. & Ridad, A. Parasitologi Ronald P. Rapini, editors. Dermatology
Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh volume one. Britain; 2008. hlm. 1321 8.
yang Diserang. Jakarta: EGC; 2009. 16. Burns DA. Dalam: Burns T, Breathnach S,
6. Oh JM., Lee IY., Lee WJ., Seo M., Park SA., Cox N. Rooks Textbook of Dermatology;
Lee SH., Seo JH., Yong TS., Park SJ., Shin 2004(2):446-8.
MH., Pai KS., yu JR., Sim Seobo 2010. 17. Habif TP. Pediculosis. Dalam : Clinical
Prevalence of pediculosis capitis among dermatology 4th edition. British : Mosby;
Korean children. Parasitol Res. 2010; 2004.
107(6):14159. 18. Ohio Departement of Health. Pediculosis.
7. Barbara L. Frankowski, Leonard B. Weiner. Ohio: Departement of Health. 2014; 1-15.
Committee on school health and 19. Center Disease Control. 2013. Parasite-

Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |51


Nani Indah Hardiyanti, Betta Kurniawan, Hanna Mutiara dan Jhons Fatryadi Suwandi Penatalaksanaan Pediculus capitis

Lice-Head lice. Tersedia di index.html. Diakses Pada 20 Agustus 2015.


http://www.cdc.90v/parasites/lice/head/

Majority | Volume 4 | Nomor 9 | Desember 2015 |52