Anda di halaman 1dari 28

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001

Kel /Gel : 1

No. Sampel :1
Filum : PORIFERA
Kelas : DEMOSPONGIA
Ordo : MONAXONIDA
V
Family D S : FAVOSITESIDAE
Genus : Favosites
Keterangan :
Spesies : Favosites saginatus
Proses Pemfosilan 1. Test : Petrifikasi (Permineralisasi)
Bentuk 2. Ektoderm : Conical
Komposisi Kimia 3. Ostia : Karbonat (CaCO3)
Umur 4. Holdfast : Devon Tangah (370 juta tahun yang lalu)

Catatan Asisten
Paraf Asisten

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001

Kel /Gel :

Keterangan :

Fosil ini merupakan filum Porifera, kelas Demospongia, ordo Monaxonida, family
Favositesidae, genus Favosites dan spesies Favosites saginatus LECOMPITE. Mula-mula
organisme ini mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air., kemudian terendapkan
dan terakumulasi pada cekungan yang relatif stabil. Material yang resisten terhadap
pelapukan dan pengikisan tidak akan lapuk dan terkikis sedangkan material yang tidak
resisten akan mengalami pelapukan dan pengikisan. Lama-kelamaan material sedimen yang
menimbun semakin lama semakin tebal sehingga fosil yang tertimbun dibawahnya
mengalami tekanan yang semakin besar pula, material yang resisten terhadap tekanan akan
tetap dan tidak akan tergantikan dengan material yang lain, sedangkan material yang tidak
resisten terhadap tekanan akan tergantikan dengan material yang lebih resisten terhadap
tekanan. Pada saat yang bersamaan terjadi proses pemfosilan yaitu permineralisasi yang
merupakan pergantian sebagian tubuh fosil dengan mineral lain yang lebih resisten.
Kemudian mengalami kompaksi yang merupakan proses pemadatan material-material
sedimen, sementasi yang merupakan proses penyemenan atau pengikatan material-material
sedimen yang berukuran lebih besar dengan material-material yang berukuran lebih halus
dan litifikasi yang merupakan proses pembatuan menjadi batuan sedimen.

Manfaat dari fosil ini sebagai penentu umur relative dari suatu lapisan sedimen dan

lingkungan pengendapan,menjadi bukti dari kehidupan masa lalu,penentu iklim pada saat
terjadinya sedimentasi dan kedalaman sedimentasi,sebagai penunjuk rekonstruksi
paleogeopgrafi, sebagaipenentu top dan bottom pada suatu lapisan yang mengandungnya.
Selain itu juga untuk penentuan biostratigrafi juga untuk menentukan arah aliran sedimen
dan untuk mengetahui korelasi batuan.

Catatan Asisten

Paraf Asisten

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001

Kel /Gel :

No. Sampel :2
Filum : PORIFERA
Kelas : DEMOSPONGIA
V D S Ordo : HOMOCOELA
Keterangan : Family :
HYALOTRAGOSIDAE
1. Test
2. Ostia Genus : Hyalotragos
3. Holdfast Spesies : Hyalotragos rugosum
4. Oskulum Proses Pemfosilan : Petrifikasi
5. Spongocoel
(Permineralisasi) 6. Ektoderm
Bentuk : Conical
Komposisi Kimia : Karbonat (CaCO3)
Umur : Jura Atas (169 141 juta tahun yang lalu)
Catatan Asisten

Paraf Asisten

Tanggal

Nama : Andi Azis R


UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK No. MHS : F 121 15 001
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
Acara 4: Filum Porifera Kel /Gel :
Keterangan :
Fosil ini merupakan filum Porifera, kelas Demospongia, ordo Homocoela, family
Favositesidae, genus Favosites dan spesies Favosites saginatus LECOMPITE. Mula-mula
organisme ini mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air, kemudian terendapkan
dan terakumulasi pada cekungan yang relatif stabil. Material yang resisten terhadap
pelapukan dan pengikisan tidak akan lapuk dan terkikis sedangkan material yang tidak
resisten akan mengalami pelapukan dan pengikisan. Lama-kelamaan material sedimen yang
menimbun semakin lama semakin tebal sehingga fosil yang tertimbun dibawahnya
mengalami tekanan yang semakin besar pula, material yang resisten terhadap tekanan akan
tetap dan tidak akan tergantikan dengan material yang lain, sedangkan material yang tidak
resisten terhadap tekanan akan tergantikan dengan material yang lebih resisten terhadap
tekanan. Pada saat yang bersamaan terjadi proses pemfosilan yaitu permineralisasi yang
merupakan pergantian sebagian tubuh fosil dengan mineral lain yang lebih resisten.
Kemudian mengalami kompaksi yang merupakan proses pemadatan material-material
sedimen, sementasi yang merupakan proses penyemenan atau pengikatan material-material
sedimen yang berukuran lebih besar dengan material-material yang berukuran lebih halus
dan litifikasi yang merupakan proses pembatuan menjadi batuan sedimen.
Fosil ini berbentuk Conical. Conical merupakan bentuk yang menyerupai kerucut. Fosil
ini memiliki komposisi kimia berupa karbonatan (CaCO 3) hal ini dapat dibuktikan setelah
ditetesi oleh HCl fosil ini bereaksi. Berdasarkan komposisi kimianya maka dapat
disimpulkan bahwa fosil ini terendapkan di laut dangkal. Menurut skala waktu geologi, fosil
ini hidup pada zaman Jura Atas (169 141 juta tahun yang lalu).

Catatan Asisten Paraf Asisten

Tanggal
UNIVERSITAS TADULAKO Nama : Andi Azis R
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI No. MHS : F 121 15 001
Acara 4: Filum Porifera
Kel /Gel :

Keterangan :

1. Oskulum
2. Test
3. Holdfast
4. Ektoderm
5. Spongocoel
V D S
6. Ostia

No. Sampel :3
Filum : PORIFERA
Kelas : CALCAREA
Ordo : HETEROCOELA
Family : CNEMIDIASTRUMIDAE
Genus : Cnemidiastrum
Spesies : Cnemidiastrum rimulosum
Proses Pemfosilan : Petrifikasi (Permineralisasi)
Bentuk : Conical
Komposisi Kimia : Karbonat (CaCO3)
Umur : Jura Atas (169 141 juta tahun yang lalu)

Catatan Asisten Paraf Asisten

Tanggal
Nama : Andi Azis R
UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK No. MHS : F 121 15 001
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
Acara 4: Filum Porifera Kel /Gel :

Keterangan :
Fosil ini merupakan filum Porifera, kelas Calcarea, ordo Heterocoela, family
Favositesidae, genus Favosites dan spesies Favosites saginatus LECOMPITE. Mula-
mula organisme ini mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air, kemudian
terendapkan dan terakumulasi pada cekungan yang relatif stabil. Material yang
resisten terhadap pelapukan dan pengikisan tidak akan lapuk dan terkikis sedangkan
material yang tidak resisten akan mengalami pelapukan dan pengikisan. Lama-
kelamaan material sedimen yang menimbun semakin lama semakin tebal sehingga
fosil yang tertimbun dibawahnya mengalami tekanan yang semakin besar pula,
material yang resisten terhadap tekanan akan tetap dan tidak akan tergantikan dengan
material yang lain, sedangkan material yang tidak resisten terhadap tekanan akan
tergantikan dengan material yang lebih resisten terhadap tekanan. Pada saat yang
bersamaan terjadi proses pemfosilan yaitu permineralisasi yang merupakan pergantian
sebagian tubuh fosil dengan mineral lain yang lebih resisten. Kemudian mengalami
kompaksi yang merupakan proses pemadatan material-material sedimen, sementasi
yang merupakan proses penyemenan atau pengikatan material-material sedimen yang
berukuran lebih besar dengan material-material yang berukuran lebih halus dan
litifikasi yang merupakan proses pembatuan menjadi batuan sedimen.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa pergeseran
lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling bergeseran atau bahkan
yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi vulkanik, gempa
vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan terjadinya
pengangkatan/up lift atau penurunan muka air laut/sea level change yang
mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang merupakan
tenaga yang berasal dari luar bumi dapat berupa proses pelapukan, pengikisan yang
menyebabkan tersingkapnya fosil ke permukaan
Fosil ini berkomposisi kalsium karbonat (CaCO 3), yang diuji dengan meneteskan
larutan HCl dan bereaksi. Komposisi kimia inilah yang mengindikasikan bahwa
organisme ini terendapkan pada laut dangkal.

Catatan Asisten Paraf Asisten

Tanggal
UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001

Kel /Gel :

No. Sampel :4
Filum : PORIFERA

V Kelas D S : HEXACTINELLIDA
Ordo Keterangan : : LYCHNISCOSA
Family : PACHYTEICHISMANIDAE
1. Oskulum
Genus : Pachyteichisma
2. Spongocoel
Spesies : Pachyteichisma lopas
3. Ostia
Proses Pemfosilan : Petrifikasi (Permineralisasi)
Bentuk 4. Ektoderm : Conical
5. Holdfast
Komposisi Kimia : Karbonat (CaCO3)
Umur : Jura Atas (169 141 juta tahun yang lalu)

Catatan Asisten

Paraf Asisten

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001


Kel /Gel :

Fosil ini merupakan filum Porifera, kelas HEXACTINELLIDA, ordo LYCHNISCOSA,


family Pachyteichismanidae, genus Pachyteichisma dan spesies Pachyteichisma lopas.
Mula-mula organisme ini mati dan tertransportasi oleh agen geologi seperti air,
kemudian terendapkan dan terakumulasi pada cekungan yang relatif stabil. material yang
tidak resisten akan mengalami pelapukan dan pengikisan. Lama-kelamaan material
sedimen yang menimbun semakin lama semakin tebal sehingga fosil yang tertimbun
dibawahnya mengalami tekanan yang semakin besar pula, material yang resisten terhadap
tekanan akan tetap dan tidak akan tergantikan dengan material yang lain, sedangkan
material yang tidak resisten terhadap tekanan akan tergantikan dengan material yang
lebih resisten terhadap tekanan. Pada saat yang bersamaan terjadi proses pemfosilan yaitu
permineralisasi yang merupakan pergantian sebagian tubuh fosil dengan mineral lain
yang lebih resisten. Kemudian mengalami kompaksi yang merupakan proses pemadatan
material-material sedimen, sementasi yang merupakan proses penyemenan atau
pengikatan material-material sedimen yang berukuran lebih besar dengan material-
material yang berukuran lebih halus dan litifikasi yang merupakan proses pembatuan
menjadi batuan sedimen.

Catatan Asisten

Paraf Asisten
Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001

Kel /Gel :

No. Sampel :5
Filum : PORIFERA
Kelas : CALCAREA
V
Ordo D S : PLEOSPOLARES
Family Keterangan : : VERRUCULINANIDAE
Genus 1. Oskulum : Verruculina
Spesies 2. Endoderm : Verruculina tenuis
3. Spongosel
4. Ostia
5. Ektoderm
6. Holdfast
Proses Pemfosilan : Petrifikasi (Permineralisasi)
Bentuk : Conical
Komposisi Kimia : Karbonat (CaCO3)
Umur : Kapur Atas (65-100 juta tahun)

Catatan Asisten

Paraf Asisten

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Acara 4: Filum Porifera

Nama : Andi Azis R

No. MHS : F 121 15 001


Kel /Gel :

Fosil ini berasal dari filum Porifera, kelas Calcarea, ordo Pleospolares, family Verruculinanidae,
genus Verruculina, dengan nama spesies Verruculina tenuis.

Setelah mati, organisme ini akan mengalami transportasi oleh media geologi

berupa air, kemudian terendapkan dan terakumulasi pada cekungan yang relatif stabil. Material
yang resisten terhadap pelapukan dan pengikisan tidak akan lapuk dan terkikis sedangkan
material yang tidak resisten akan mengalami pelapukan dan pengikisan. Lama-kelamaan material
sedimen yang menimbun semakin lama semakin tebal sehingga fosil yang tertimbun dibawahnya
mengalami tekanan yang semakin besar pula, material yang resisten terhadap tekanan akan tetap
dan tidak akan tergantikan dengan material yang lain, sedangkan material yang tidak resisten
terhadap tekanan akan tergantikan dengan material yang lebih resisten terhadap tekanan. Pada
saat yang bersamaan terjadi proses pemfosilan yaitu permineralisasi yang merupakan pergantian
sebagian tubuh fosil dengan mineral lain yang lebih resisten. Kemudian mengalami kompaksi
yang merupakan proses pemadatan material-material sedimen, sementasi yang merupakan proses
penyemenan atau pengikatan material-material sedimen yang berukuran lebih besar dengan
material-material yang berukuran lebih halus dan litifikasi yang merupakan proses pembatuan
menjadi batuan sedimen.
Catatan Asisten

Paraf Asisten

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO
FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Lembar Pengamatan Praktikum Mikropalentologi

Acara 3 : Deskripsi Fosil Planktonik III

Nama : Yefta Rapa.P

No. MHS : F 121 14 061

Kel /Gel : 1

No.Sampel :6 Keterangan :
1. Test
Susunan Kamar : Trochospiral 2. Aperture
3. Suture
Bentuk Test : Biconvex 4. Deeply Umbilicus
5. Smooth
Bentuk Kamar : Globular 6. Rentral processes

Suture :
V D S
- Ventral : Tertekan lemah
- Dorsal : Tertekan kuat

Komposisi Test : Gampingan hyaline

Jumlah Kamar

- Ventral :5
- Dorsal : 11

Komposisi Kimia :-

Aperture : Primary aperture interiomarginal umbilical extra umbilical

Hiasan Pada :

- Permukaan Test : Smooth


- Aperture :-
- Suture : Retral processes
- Umbilicus : Deeply umbilicus
- Peri-Peri :-
Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Family : Globorotaliidae

Genus : Globorotalia

Spesies : Globorotalia archeomenardii (DORBIGNY)

Umur : N.7 N.10 (Miosen Bawah - Miosen Tengah)

Keterangan :

Bentuk test Biconvex, fosil ini memiliki susunan kamar Throcospiral yaitu susunan
kamar pada fosil yang memiliki ciri-ciri terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar
dapat terlihat sama,jumlah kamar pada vental 5 dan dorsal 11, fosil ini memiliki bentuk kamar
berupa globular mempunyai suture pada tubuhnya dengan kenampakan tertekan lemah pada
ventral dan tertekan kuat pada dorsal. Fosil ini memiliki jenis Aperture yaitu Primary aperture
interiomarginal umbilical extra umbilical, selain itu fosil ini memiliki hiasan atau ornament pada
tubuhnya seperti permukaan test yang smooth, pada suture mempunyai hiasan retral processes,
dan hiasan pada umbilicus yaitu deeply umbilicus.

Berdasarkan Zona Blow 1969, Fosil Globorotalia archeomenardii (DORBIGNY)


berumur pada Kala Miosen bawah dan berakhir pada zaman Miosen tengah, fosil ini memiliki
kegunaan dapat mengetahui korelasi penampang suatu daerah dengan daerah lain baik di
permukaan ataupun di bawah permukaan, mengetahui penentuan umur suatu lapisan batuan,
untuk menentukan data-data stratigrafi untuk mengetahui lapisan sedimen yang mengandung
minyak dan membantu dalam menentukan lingkungan pengendapan.

(Untuk penentuan fosil berumur Miosen)

Catatan Asisten
Globorotalia
Paraf Asisten archeomenardii
(DORBIGNY)
Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Lembar Pengamatan Praktikum Mikropalentologi

Acara 1: Deskripsi Fosil Planktonik I

Nama : Yefta Rapa.P

No. MHS : F 121 14 061

Kel /Gel : 1

No.Sampel :7
Keterangan :
Susunan1.Kamar
Test :
2. Aperture
Trochospiral
3. Lip/Rim
Bentuk Test
4. Suture :
5. Deeply
Biumbilicates umbilicus
6. Punctate
Bentuk Kamar :
V D S Globular

Suture :

- Ventral : Tertekan lemah


- Dorsal : Tertekan lemah
Komposisi Test : Gampingan hyaline

Jumlah Kamar

- Ventral :4
- Dorsal :8

Komposisi Kimia :-

Aperture : Primary aperture interiomarginal umbilical extra umbilical

Hiasan Pada :

- Permukaan Test : Punctate


- Aperture : Lip/Rim
- Suture :-
- Umbilicus : Deeply umbilicus
- Peri-Peri :-

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Family : Globorotaliidae

Genus : Globorotalia

Spesies : Globorotalia obessa (BOLLI)

Umur : N.5 N.23 (Miosen Bawah - Kwarter)

Keterangan :

Bentuk test Biumbilicates, fosil ini memiliki susunan kamar Throcospiral yaitu susunan
kamar pada fosil yang memiliki ciri-ciri terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar
dapat terlihat sama, Jumlah Kamar ventral 4 dorsal 8, fosil ini memiliki bentuk kamar berupa
globular mempunyai suture pada tubuhnya dengan kenampakan tertekan lemah pada ventral dan
tertekan lemah pada dorsal. Fosil ini memiliki jenis Aperture yaitu Primary aperture
interiomarginal umbilical extra umbilical, selain itu fosil ini memiliki hiasan atau ornament pada
tubuhnya seperti permukaan test yang punctate, pada aperture mempunyai hiasan lip/rim, dan
pada umbilicus yaitu deeply umbilicus.

Berdasarkan Zona Blow 1969, Fosil Globorotalia obessa (BOLLI) berumur pada Kala
Miosen bawah dan berakhir pada zaman kwarter, fosil ini memiliki kegunaan dapat mengetahui
korelasi penampang suatu daerah dengan daerah lain baik di permukaan ataupun di bawah
permukaan, mengetahui penentuan umur suatu lapisan batuan, untuk menentukan data-data
stratigrafi untuk mengetahui lapisan sedimen yang mengandung minyak dan membantu dalam
menentukan lingkungan pengendapan.

(Untuk penentuan fosil berumur Miosen)

Catatan Asisten

Paraf Asisten Globorotalia


obessa (BOLLI)

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Lembar Pengamatan Praktikum Mikropalentologi

Acara 3: Deskripsi Fosil Planktonik III

Nama : Yefta Rapa.P


No. MHS : F 121 14 061

Kel /Gel : 1

Keterangan :
1. Test
2. Aperture
3. Lip/Rim
4. Suture
5. Punctate

V D S

No.Sampel :8

Susunan Kamar : Trochospiral

Bentuk Test : Spherical

Bentuk Kamar : Spherical

Suture :

- Ventral : Tertekan sedang


- Dorsal : Tertekan kuat

Komposisi Test : Gampingan hyaline

Jumlah Kamar

- Ventral :6
- Dorsal :6

Komposisi Kimia :-

Aperture : Primary aperture interiomarginal umbilical


Hiasan Pada :

- Permukaan Test : Punctate


- Aperture : Lip/Rim
- Suture :-
- Umbilicus :-
- Peri-Peri :-

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Family : Hantkenidae

Genus : Hastigerina

Spesies : Hastigerina micra (COLE)

Umur : N.1 (Oligosen )

Keterangan :

Bentuk test Spherical, fosil ini memiliki susunan kamar Throcospiral yaitu susunan kamar
pada fosil yang memiliki ciri-ciri terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar dapat
terlihat sama jumlah kamar ventral dan dorsal 6, fosil ini memiliki bentuk kamar berupa
Spherical mempunyai suture pada tubuhnya dengan kenampakan tertekan sedang pada ventral
dan tertekan kuat pada dorsal. Fosil ini memiliki jenis Aperture Primary aperture interiomarginal
umbilical, selain itu fosil ini memiliki hiasan atau ornament pada tubuhnya seperti permukaan
test yang punctate, pada aperture mempunyai hiasan lip/rim, dan pada suture yaitu retral
processes.

Berdasarkan Zona Blow 1969, Fosil Hastigerina micra (COLE) berumur pada Kala
Oligosen, fosil ini memiliki kegunaan dapat mengetahui korelasi penampang suatu daerah
dengan daerah lain baik di permukaan ataupun di bawah permukaan, mengetahui penentuan
umur suatu lapisan batuan, untuk menentukan data-data stratigrafi untuk mengetahui lapisan
sedimen yang mengandung minyak dan membantu dalam menentukan lingkungan pengendapan
dan fosil index.

Catatan Asisten
Hastigerina
Paraf Asisten
micra (COLE)
Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Lembar Pengamatan Praktikum Mikropalentologi

Acara 1: Deskripsi Fosil Planktonik I

Nama : Yefta Rapa.P

No. MHS : F 121 14 061

Kel /Gel : 1

No.Sampel :9
Keterangan :
Susunan 1.
Kamar
Test :
2.
TrochospiralAperture
3. Lip/Rim
Bentuk Test
4. Suture :
5. Deeply Umbilicus
Biumbilicates
6. Punctate
Bentuk Kamar :
V D S Globular
Suture :

- Ventral : Tertekan lemah


- Dorsal : Tertekan lemah

Komposisi Test : Gampingan hyaline

Jumlah Kamar

- Ventral :4
- Dorsal :5

Komposisi Kimia :-

Aperture : Primary aperture interiomarginal umbilical extra umbilical

Hiasan Pada :

- Permukaan Test : Punctate


- Aperture : Lip/Rim
- Suture :-
- Umbilicus : Deeply umbilicus
- Peri-Peri :-

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Family : Globigeriniidae

Genus : Globigerina

Spesies : Globorotalia kugleri (BOLLI)

Umur : N.4 N.5 (Miosen Bawah)

Keterangan :

Bentuk test Biumbilicates, fosil ini memiliki susunan kamar Throcospiral yaitu susunan
kamar pada fosil yang memiliki ciri-ciri terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar
dapat terlihat sama, jumlah kamar pada ventral 4 dan dorsal 5, fosil ini memiliki bentuk kamar
berupa Globular mempunyai suture pada tubuhnya dengan kenampakan tertekan lemah pada
ventral dan tertekan lemah pada dorsal. Fosil ini memiliki jenis Aperture Primary aperture
interiomarginal umbilical extra umbilical, selain itu fosil ini memiliki hiasan atau ornament pada
tubuhnya seperti permukaan test yang punctate, pada aperture mempunyai hiasan lip/rim, dan
pada umbilicus yaitu deeply umbilicus.
Berdasarkan Zona Blow 1969, Fosil Globorotalia kugleri (BOLLI) berumur pada Kala
Miosen bawah, fosil ini memiliki kegunaan dapat mengetahui korelasi penampang suatu daerah
dengan daerah lain baik di permukaan ataupun di bawah permukaan, mengetahui penentuan
umur suatu lapisan batuan, untuk menentukan data-data stratigrafi untuk mengetahui lapisan
sedimen yang mengandung minyak dan membantu dalam menentukan lingkungan pengendapan
dan fosil index.

(Untuk penentuan fosil berumur Miosen)

Catatan Asisten
Globorotalia
Paraf Asisten kugleri
(BOLLI)

Tanggal

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

Lembar Pengamatan Praktikum Mikropalentologi


Acara 3: Deskripsi Fosil Planktonik III

Nama : Yefta Rapa.P

No. MHS : F 121 14 061

Kel /Gel : 1

No.Sampel : 10
Keterangan :
Susunan 1.
Kamar
Test :
2. Aperture
Trochospiral
3. Suture
Bentuk Test
4. Punctate :
5.
Spherical Deeply Umbilicus

Bentuk Kamar :
V D S Globular

Suture :

- Ventral : Tertekan kuat


- Dorsal : Tertekan sedang

Komposisi Test : Gampingan hyaline

Jumlah Kamar

- Ventral :4
- Dorsal :8

Komposisi Kimia :-

Aperture : Primary aperture interiomarginal umbilical extra umbilical

Hiasan Pada :

- Permukaan Test : Punctate


- Aperture : Lip/Rim
- Suture :-
- Umbilicus : Deeply umbilicus
- Peri-Peri :-

Kelas : Sarcodina
Ordo : Foraminifera

Family : Globigeriniidae

Genus : Globigerina

Spesies : Globigerina riveroae (BOLLI and BERMUDEZ)

Umur : N.19 N.20 (Pliosen bawah - Pliosen tengah)

Keterangan :

Bentuk test Spherical, fosil ini memiliki susunan kamar Throcospiral yaitu susunan
kamar pada fosil yang memiliki ciri-ciri terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar
dapat terlihat sama,jumlah kamar pada ventral 4 dan pada dorsal 8, fosil ini memiliki bentuk
kamar berupa globular mempunyai suture pada tubuhnya dengan kenampakan tertekan kuat pada
ventral dan tertekan sedang pada dorsal. Fosil ini memiliki jenis Aperture yaitu Primary aperture
interiomarginal umbilical extra umbilical, selain itu fosil ini memiliki hiasan atau ornament pada
tubuhnya seperti permukaan test yang punctate, pada aperture mempunyai hiasan berupa
Lip/Rim, dan pada umbilicus yaitu deeply umbilicus.

Berdasarkan Zona Blow 1969, Fosil Globigerina riveroae (BOLLI and BERMUDEZ)
berumur pada Kala Pliosen bawah dan berakhir pada zaman Pliosen tengah, fosil ini memiliki
kegunaan dapat mengetahui korelasi penampang suatu daerah dengan daerah lain baik di
permukaan ataupun di bawah permukaan, mengetahui penentuan umur suatu lapisan batuan,
untuk menentukan data-data stratigrafi untuk mengetahui lapisan sedimen yang mengandung
minyak dan membantu dalam menentukan lingkungan pengendapan.

(Untuk penentuan fosil berumur Miosen)

Catatan Asisten

Paraf Asisten Globigerina


riveroae
(BOLLI and
BERMUDEZ)
Tanggal