Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Selama ini sektor publik tidak lupur dari tudingan sebagai sarang korupsi, kolusi,
nepotisme, inefiensi, dan sumber pemborosan negara. Keluhan birokrat tidak mampu
berbisnis ditujukan untuk mengkritik buruknya kinerja perusahaan-perusahaan sektor
publik. Pemerintah sebagai salah satu organisasi sektor publik pun tidak luput dari tudingan
ini. Organisasi sektor publik pemerintah merupakan lembaga yang menjalankan roda
pemerintahan yang sumber legimitasinya berasal dari masyarakat. Oleh karena itu,
kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada penyelenggara pemerintah haruslah
diimbangi dengan adanya pemerintahan yang bersih.

Dalam negara demokratis, pelaporan keuangan yang transparan merupakan sesuatu


yang dituntut oleh rakyat kepada pemerintahnya. Sebaliknya, dalam negara demokrasi,
pemerintah berkewajiban memberikan laporan keuangan yang transparan kepada rakyat.
Pemerintah demokratis harus bertanggung jawab atas integritas, kinerja dan kepengurusan,
sehingga pemerintah harus menyediakan informasi yang berguna untuk menaksir
akuntabilitas serta membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi, sosial dan politik.
Pemerintah adalah entitas pelapor (reporting entity) yang harus membuat laporan keuangan
dengan beberapa pertimbangan berikut (Partono 2000) :

1. Pemerintah menguasai dan mengembalikan sumber-sumber yang signifikan.


2. Penggunaan sumber-sumber tersebut oleh pemerintah dapat berdampak luas terhadap
kesejahteraan ekonomi rakyat.
3. Terdapat pemisahan antara manajemen dan pemilikan sumber-sumber tersebut.

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh organisasi sektor publik pemerintahan


merupakan instrumen utama untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik (Mardiasmo,
2002). Akuntabilitas mengacu pada kewajiban perseorangan, suatu kelompok atau suatu
organisasi yang diasumsikan harus melaksanakan kewenangan dan atau pemenuhan tanggung
jawab. Kewajiban tersebut meliputi :

1. Answering, usaha untuk memberikan penjelasan atau justifikasi untuk pelaksanaan


dan atau pemenuhan tanggung jawab.
2. Reporting, pelaporan hasil pelaksanaan dan atau pemenuhan.
3. Producing, asumsi kewajiban atas hasil yang dicapai.

Makalah Audit Sektor Publik 1


Adanya tuntutan yang semakin besar terhadap pelaksanaan akuntabilitas publik
menimbulkan implikasi bagi manajemen sektor publik untuk memberikan informasi kepada
publik, salah satunya melalui informasi akuntansi yang berupa laporan keuangan. Dilihat dari
sisi internal organisasi, laporan keuangan sektor publik merupakan alat pengendalian dan
evaluasi kinerja manajerial dan organisasi. Sedangkan dari sisi eksternal, laporan keuangan
merupakan alat pertanggungjawaban kepada publik dan sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan. Menurut GASB, tujuan laporan keuangan sektor publik adalah (Mardiasmo,
2002):

1. Mempertanggungjabakan pelaksanaan fungsinya (demonstrating accountability).


2. Melaporkan hasil operasi (reporting operating result).
3. Melaporkan kondisi keuangan (reporting financial condition).
4. Melaporkan sumber daya jangka panjang (reporting long live resources).

Seiring dengan muculnya tuntutan dari masyarakat agar organisasi sektor publik
mempertahankan kualitas, profesionalisme dan akuntabilitas publik serta value for money
dalam menjalankan aktivitasnya serta untuk menjamin dilakukannya pertanggungjawaban
publik oleh organisasi sektor publik, maka diperlukan audit terhadap organisasi sektor publik
tersebut. Audit yang dilakukan tidak hanya terbatas pada audit keuangan dan kepatuhan,
namun perlu diperluas dengan melakukan audit terhadap kinerja organisasi sektor publik
tersebut.

Sebagai mahasiswa jurusan akuntansi, informasi mengenai audit sektor publik


sangatlah penting. Oleh karena itu kami berusaha menyajikan informasi mengenai audit
sektor publik dalam bentuk makalah yang berjudul Audit Sektor Publik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan audit sektor publik?
2. Bagaimana sistem audit keuangan sektor publik?
3. Bagaimana siklus audit keuangan sektor publik?
4. Bagaimana teknik audit keuangan sektor publik?

C. Tujuan

1. Mengetahui dan memahami teori audit sektor publik.


2. Mengetahui dan memahami sistem audit keuangan aektor publik.
3. Mengetahui dan memahami siklus audit keuangan sektor publik.
4. Mengetahui dan memahami teknik audit keuangan sektor publik.
5.

Makalah Audit Sektor Publik 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. TEORI AUDIT SEKTOR PUBLIK


1. Definisi Audit Sektor Publik
Suatu proses sistematik yang secara objektif terkait evaluasi bukti-bukti
berkenaan dengan asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi guna memastikan
derajat atau tingkat hubungan antara asersi tersebut dengan kriteria yang ada, serta
mengomunikasikan hasil yang diperoleh kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
(Auditing Consept Committe, Report of the Commite on Basic Auditing Concept,
The Accounting Review. Vol. 47, Supp. 1972, hal. 18.
Dari definisi tersebut, beberapa bagian perlu mendapat perhatian (Lihat
Gambar 11.1) yaitu:

Proses
Sistematik

Mengkomunikasikan Evaluasi bukti-


hasil bukti

AUDIT
Derajat hubungan Asersi
Kriteria yang ada

Objektivitas

Gambar 11.1 Definisi Audit

a) Proses Sistematik Audit merupakan aktivitas terstruktur yang mengikuti


suatu urutan yang logis

Makalah Audit Sektor Publik 3


b) Objektivitas Hal ini berkaitan dengan kualitas informasi yang disediakan
serta kualitas orang yang melakukan audit. Secara esensial, objektivitas berarti
bebas dari prasangka (freedom from bias)
c) Penyediaan dan evaluasi bukti hal ini berkaitan dengn pengujian yang
mendasari dukungan terhadap asersi ataupun representasi.
d) Asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi hal ini merupakan deskripsi
yang luas tentang subyek permasalahan yang diaudit. Asersi merupakan
proporsi yang secara esensial dapat dubuktikan atau tidak dapat dibuktikan.
e) Derajat hubungan kriteria yang ada hal ini berarti suatu audit memberikan
kecocokan antara asersi dan kriteria yang ada.
f) Mengomunikasikan hasil secara sederhana, agar bermanfaat hasil audit perlu
dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Komunikasikan
dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis.

2. Regulasi dalam Audit Sektor Publik


Untuk mendukung keberhasilan pelenggraa oransasi sektot publik, keangan
organisasi hrus dikeola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan,
efesiensi, ekonomi, efektif , trasnsparan, dan bertanggung jawab dengan
memperhatika rasa keadilan serta kepatutan.
Sebagai contoh, di organisasi pemeritah di indoneia, keuanga negara wajib
dikelola secara tertib, taat ada peraturan perundang-undangan, efesiens, ekonomi,
efektif, trasparan, dan beranggugjawa denga mempehatikan rasa keadilan serta
kepatutan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan itu semua. Secara garis besar dalam
undang-undang tersebut diatur dalam kegiatan pemeriksaan, yaitu proses identifikasi
masalah dan evaluasi yang dilakukan secara independen, objekti, serta profesional
berdasarkan standar pemeriksaan untuk menlai kebenaran, kecermatan, kredibilitas,
dan keadilan informasi mengenai pengelolaanserta tanggung jawab keuangan negara.
Selain itu, standar akuntansi mengenai pengelolaan serta tanggng jaab keuanga
negara. Selai itu standar akuntasi pemerintah tahun 1995 diraa tidak lag memenuhi
tuntutan dinamika masa kni, terlebih lagi sejak adanya reformasi kostitusi di bidang
pemeriksaan. Jadi untuk memenuhi amanat pasa 5 undang-undang no 15 ahun 2004
dan pasal 9 ayat 1 huruf e undang-undang n 15 tahun 2006 tenang badan pemerksaan
keuangan, BPK selaku pihak yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung
jawab keuangan negara harus menyusun standar pemeriksaan yang dapat menampung
hal tersebut. oleh karena itu, ada awal tahun 2007 BPK telah berhasil menyelesaikan
penyususnan standar pemeriksaan yang diberi standar pemeriksaan keuangan negara

Makalah Audit Sektor Publik 4


disingkat SPKN. SPKN ini akan mengikat BPK atau pihak lain yang melaksanakan
pemeriksaan keuangan negara untuk dan atas nama BPK. Hal ini merupakan tonggk
sejarah dimulainya reformasi terhadappemeriksaan yang dilakukan BPK. Dengan
adanya SPKN ini, diharapka hasil pemeriksaan BPK dapat lebih berkualitas, yaitu
memberika nilai tambah yang positif bagi pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
negara

3. Audit Sektor Pubik dan Audit Sektor Bisnis


Audit sektor publik berbeda dengan auditsektor bisnis atau sektor swasta.
Audit ektor publik dilakukan pada organisasi pemerintah yang bersifat nirlaba seperti
sektor pemerintah daerah, BUMN, BUMD, instasi lain yang berkaitan dengan
pengelolaan aset yang kekayaan negara, dan organisasisektor publik lainnya seperti
yayasan LSM, serta partai poliik. Sedangkan audit sektor bisnis dilakukan pada
perusahaan milik swasta yang berorientasi laba. Audit sktor publik dan audit sektor
bisnis sama-sama terdiri dari audit keuangan, audit kinerja, dan audit untuk tujuan
tertentu.
Tabel 11.1 Audit Sektor Publik vs Audit Sektor Swasta

Keterangan Audit Sektor Publik Audit Sektor Swasta


Subjek Organisasi pemerintahan yang bersifat nirlaba Perusahaan milik swasta yang
seperti sektor pemerintahan daerah (pemda), berorientasi laba.
BUMN, BUMD, dan instansi lain yang berkaitan
dengan pengelolaan aset kekayaan negara.
Jenis-Jenis Audit Audit Keuangan (Financial Audit)
Audit Kinerja (Performance Audit)
Audit untuk Tujuan Tertentu (Special Audit)

4. Jenis-Jenis Audit Sektor Publik


Pada bagian ini aka dijelaskan jenis-jenis audit yang dilaksanakan atas semua
kegiatan organisasi sektor publik yang tercermin dalam APBN,APBD,kegiatan
BUMD/BUMN,serta kegiatan yayasan, LSM atau Partai Politik.audit yang
diselenggarakan atas kegiatan tersebut dapat dibagi enjadi audit keuangan,audit
kinerja,dan audit untuk tujuan tertentu.
Pada setiap audit,penetapan tujuan untuk menentukan jenis audit yang akan
dilaksanakan,serta standar audit yang harus diikuti oleh auditor merupakan awal.audit
dapat mempunyai gabungan tujuan dari audit keuangan dan audit kinerja,atau dapat
juga mempunyai tujuan yang terbatas pada beberapa aspek dari masing-masing jenis
audit.sebagai contoh,pelaksanaan audit atas kontrak pemborongan pekerjaan atau atas
bantuan pemerintah kepada yayasan atau badan hukum lainnya.tujuan audit semacam
itu seringkali mencakup baik tujuan audit keuangan,maupun tujuan audit kinerja.audit

Makalah Audit Sektor Publik 5


semacam ini disebut audit kontrak atau audit bantuan,baik itu adit terhadap
pelaksanaan sistem pengendalian internal atas masalah yang berkaitan dengan
ketaatan pada peraturan perundang-undangan ata atas sistem berbasis komputer.
Sementara itu audit investigasi adalah kegiatan pemeriksaan dengan lingkup
tertentu yang tidak dibatasi periodenya, dan lebih spesifik pada area
pertanggungjawaban yang diduga mengandung inefisiensi atau indikasi
penyalahgunaan wewenang dengan hasil audit berupa rekomendasi untuk
ditindaklanjuti, tergantung pada derajat penyimpangan wewenang yang ditemukan.

5. Audit Keuangan Sektor Publik


Secara spesifik pendefinisian audit atas laporan keuangan sebagai berikut:
Tujuan pengujian atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah
ekspresi suatu opini secara jujur tentang posisi keuangan,hasil operasi,dan arus kas
yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Laporan
auditor merupakan media yang mengekspresikan opini auditor atau dalam kondisi
tertentu menyangkal suatu opini.
Perbandingan antara definisi audit laporan keuangan tersebut dengan definisi
audit secara umum dapat mengungkapkan aspek esensial audit keuangan sebagai
berikut :
a) proses sistematis secara objektif atas penyediaan dan evaluasi bukti meupakan
suatu audit laporan keuangan menurut standar audit berterima umum.
b) asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi merupakan representasi laporan
keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen suatu entitas,yang melaporkan
tentang posisi keuangan,hasil operasi dan arus kas.
c) derajat atau tingkat hubunga yang berkaitan dengan kriteria yang ada dinilai
dengan cara apakah laporan keuangan diungkapkan secara jujur sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum
d) hasil audit atas laporan keuangan dikomunikasikan dalam suatu pelaporan
audit.

Hubungan antara definisi audit secara umum dan definisi audit keuangan
bukanlah satu kebetulan.konsep pendefinisian audit secara umum dibangun melalui
cara pemikiran induktif atas karakeristik khusus jenis audit yang ada.

Organisasi berusaa mencapai tujuannya dengan menggunakan sumber


ekonomi dan sumber daya manusia yang dimilikinya kebanyakan organisasi
mendapatkan sumber ekonomi dari pihak luar organisasi,baik secara individu maupun
kelompok.seringkali,pihak luar organisasi berada diluar kendali organisasi atau dapat

Makalah Audit Sektor Publik 6


dikatakan tidak masuk dalam kegiatan operasi internal organisasi.oleh karena itu,suatu
organisasi harus melakukan pelaporan tentang administrasi atau pengurusa sumber-
sumber (asal sumber,kuantitas,alokasi,akumulasi dan deplesi).

Audit keuangan meliputi audit atas laporan keuangan dan audit atas hal yang
berkaitan dengan keuangan.audit atas laporan keuangan bertujuan untuk memberikan
keyakinan apakah laporan keuangan entitas yang diaudit telah menyajikan secara
wajar posisi keuangan,hasil operasi atau usaha dana arus kas sesuai dengan peinsip-
prinsip akuntansi berlaku umum.audit atas laporan keuangan mencakup audit atas
laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar audit audit yang dikeluarkan IAI.

Audit atas hal yang berkaitan dengan keuangan mencakup penentuan apakah
informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan krieria yang telah ditetapkan,entitas
yang diaudit telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan euangan
tertentu,serta siste pengendalian internal instansi tersebut,baik terhadap laporan
keuangan maupun terhadap pengamanan kekayaannya telah dirancang dan
dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian.audit atas hal yang
beraitan dengan keuangan meliputi unsur berikut ini :

a) segmen laporan keuangan (seperti laporan pendapatan dan biaya,laporan


penerimaan dan pengeluaran kas,serta laporan aktiva tetap),dokumen
ermintaan anggaran dan perbedaan antara realisasi kinerja keuangan serta
yang diperkirakan.
b) pengendalian inernal atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
yang berlaku,sepert ketentuan yang mengatur penawaran,akuntansi,pelaporan
bantuan,srta kontrak pemborong pekerjaan (trmasuk usulan proyek, umlah
yang ditagih, jumlah yang telah jatuh tempo, dan sebgainya).
c) pengendalian atau pengawasan internal atas penysunan laporan keuangan dan
atas pengamanan aktiva, termasuk pengendalian atau pengawasan atas
penggunaan sistem berbasis komputer.
d) ketaatan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dugaan
kecurangan.

B. SISTEM AUDIT KEUANGAN SEKTOR PUBLIK


1. Pemerksaan Siklus Pendapatan

Makalah Audit Sektor Publik 7


Tujuan dari siklus audit pendapatan adalah untuk mengungkapkan ada
tidaknya salah saji yang maerial dalam pos Pendapatan Daerah/Organisasi, Dana
Perimbangan, dan Pendapatan Lain-lain yang sah.

Pemeriksaan atas siklus pendapatan menckup pemeriksaan atas:

a) Pendapatan Daerah/Organisasi, seperti pos pajak daerah, retribusi laba, bagian


laba usaha daerah, dan pendapatan lain-lain asli daerah.
b) Dana perimbanagan mencalup bagi hasil pajak, bukan pajak, dana alokasi
umum, dana alokasi khusu, dan dana perimbangan dari pusat.
c) pendapatan lain-lain yang sah sesuai dengan lingkup pemeriksaan sehingga
koreksi dilakukan atas salah saji yang ditemukan dalam pemeriksaan.

Transaksi dalam siklus pendapatan sangat berpengaruh terhadap laporan


keungan. Kesalahan dalam membedakan pendapatan yang dierima secara tunai dan
pendapatan yang diterima secara tunai dan pendapatanyang diterima secara kredit
(piutang) akan menyebabkan laporan keuangan mangandung salah saji.

Pendapatan Materi pemeriksaan


Daerah/Organisasi
Kesalahan pembukuan?
Kesalahan penyajian?
Pendapatan
Kesalahan pembebanan?
Objek Daerah/Organisasi
Pendapatan Kesalahan penjumlahan/ pengurangan angka?
pemeriksaaan

Pendapatan
Daerah/Organisasi

Gambar 11.2 Pemeriksaan Siklus Pendpatan

Risiko bawaan siklus pendapatan pada banyak organisasi sektor publik


sangatlah tinggi. Ada berbagai faktor yang menebabkan tingginya risiko bawaansiklus
pendaptan tersebut, yaitu:

a. volume transaksi yang selalu tinggi,


b. masalah akutansi yang bekembang.

Tinggi volume transaksi akan memperbesarkemungkinan trjadinya salah saji.


Semakin tinggi volume transaksi, semakin tinggi kemungkinan kesalahan pencatatan
transaksi tersebut. Disamping itu, masalah akuntansi yang sedang berkembang justru
perlu dipertimbangakan.

Makalah Audit Sektor Publik 8


Jenis koreksi pembukuan yang harus dilakukan atas pendaptan adalah sebagai
berikut:

a) Kesalah Pembukuan dan /atau Penyajian Saldo Awal Tahun Anggaran/Sisa


Perhitungan Angggaran Tahun Lalu.
b) Kesalahan Bembukuan dan/atau Penyajian Pendapatan Daerah
c) Kesalahan Pembukuan dan/atau Penyajian Saldo Kahir Tahun Tahun Anggaran
Sisa Perhitunguan Anggaran Tahun Anggaran Perhitungan
d) Kesalahan Penyajian dalam Daftar Lampiran Perhitungan Anggaran Tahun
Anggaran Perhitungan
e) Kesalahan Yang Wajib Dikoreksi oleh Auditor, yang terdiri atas:
Kesalahan Pembukuan (kekeliruan pencatatan)
Kesalahan Pembebanan
Kesalahan Penjumlahan dan Pengurangan Angka (arimatika)

2. Pemerikasan Siklus Belanja


Audit terhadap sikslus belanja organisasi sektor publik terdiri dariaudit terhadap
belanja aparat/pegawai/SDM dan belanja administrasi umum, belanja operasi dan
pemeliharaan,serta belanja modal/pembangunan.

Tujuan

Bukti asersi transaksi dan saldo siklus belanja


Belanja Adm Umum
Belanja aparat/ pegawai/SDM
Belanja Operasi dan Pemeliharaan
Belanja Modal/ pembangunan
Objek
Gambar 11.3 Pemeriksaan
pemeriksaaan
Belanja Siklus Belanja
Tujuan audit siklus belanja Belanja
adalahpelayanan
untuk memperleh
publik bukti mengenai masing-
masing asersi yang signifikan, yang berkaitan dengan tansaksi dan saldo siklus
belanja. Tujuan audit ditentukan berdasarkan kelima kategori asersi laporan keuangan
berikut:
1) siklus belanja organisasi sektor publik mencakup berbagai proses dan
keputusan untuk memperoleh barang dan jasa yang diperlukan dalam
pelaksanaan kegiatan organisasi sektor publik, termasuk didalamnya unit-unit
organisasi.Siklus ini dimulai dengan permiintaan pembelaian dariberbagai unit
kerja organisasi melalaui pengujian Daftar Isian Anggaran masing-masing
unit kerja. Transaksi belanja organisasi sektor publik bisa dilakukan secara
tunai maupun secara kredit (menimbulkan utang), baik itu untuk belanja
aparatur/pegawai maupun belanja pelayanan publik. Audit siklus belanja ini
berkaitan dengan belanja pegawai, belanja operasi seperti pengadaan barang
inventaris kantor, ATK, belanja pemeliharaan dan lain-lain. Dua kelompok

Makalah Audit Sektor Publik 9


transaksi utamadalam siklus ini adlaah transaksi pembelian dan pengeluaran
kas. Kedua kelompok transaksi trsebut mempengaruhi berbagai akun berikut:
a. kas,
b. persediaan barang habis pakai,
c. aktiva tetap,
d. aktiva lain-lain,
e. utang.

Transaksi-transaksi dalam siklus belanja organisai sektor publik sangat


berpengaruh terhadap laporan keuangan organisasi sektor publik. Kesalahan
membedakan pengeluaran pengeluaran/belanja untuk belanja aparat/pegawai
dan pengeluaran/belanja untuk pelayanan publik akan menyebabkan laporan
keuangan mengandung salah saji.

Berbagai pos seperti belanja administrasi umum, belanja operasi dan


pemeliharaan, serta belanja modal/pebangunan dapat berjumlah material
secara individu. Jadi, auditor berusahan mencari cara untuk mencapai tingkat
risiko yang lebih rendah. Transaksi dalam pos belanja merupakan sumber
salah saji yang material dalam laporan keuangan.

2) risiko bawaan pos belanja orgaisasi sektor publik pada banyak organisasi
sangatlah tinggi. Ada berbagai faktor yang menyebabkan tingginya risiko
bawaan siklus belanja ini yaitu:
a. volume transaksi yang selalu tinggi,
b. pembelanjaan dan pengeluaran tanpa otorisasi yang dapat terjadi,
c. pembelain aset yang tidak perlu,
d. masalah akutansi yang berkembang.
3) tingginya volume transaksi akan memperbesar kemungkinan terjadinya salah
saji. Semakin tinggi volume transaksi, semakin tinggi kemungkinan kesalahan
pencatatan transaksi. Disamping itu juga ada kemungkinan bahwa organisasi
sektor publik melakukan pembelian aset yang tidak perlu. Masalah akuntansi
mengenai penetuan apakah harga perolehan aktiva atau aset dikapitalisasi
atau dianggap sebgai biaya mengakibatkan tingginya kemungkinan terjadinya
kesalahan perlakuan pengeluaran kas.
4) tingginya risiko bawaan siklus belanja menyebabkan banyak organisai sektor
publik memprioritaskan atau memperluas struktur pengendalian internal siklus
belanja untuk mencegah dan mendeteksi salah saji. Ini akan mengurangi
secara signifikan risiko pengendalian asersi keberadaan dan keterjadiaan,

Makalah Audit Sektor Publik 10


kelengkapan, penilaian, serta pengalokasian yang berkaitan dengan transaksi
dan rekening siklus belanja organisasi.
5) faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi audit adalah
pertimbangan biaya manfaat. Pengujian pengendalian tergantung pada
pertimbangan biaya manfaat. Auditor harus membandingkan biaya melakukan
pengujian pengendalian internal dengan penghematan yang diperoleh akibat
berkurangnya pengujian substantif.

Jadi, strategi audit yang sering dipakai adalah pendekatan tingkat risiko
pengendalian yang ditetapkan lebih rendah.Dalam strategi ini, auditor lebih banyak
mengendalikan pengujian pengendalian. Logika yang mendasari penggunaan strategi
ini adalah apabila auditor yakin bahwa struktur pengendalian internal klien sangat
baik dan dapat mencegah serta mendeteksi salah saji, auditorharus menguji
kelayakankeyakinan. Auditor akanmenguji efektifitas struktur pengendalian internal.
Dengan demikian, auditor akan melaksanakan pengujian pengendalian.

Seperti siklus pendapatan, penguijan pengendalian umumnya tidak


mengurangi risiko pengendalian asersi hak dan kewjiban. Jadi, auditor dapat
menggunakan kombinasi strategi risiko pengendalian yang ditetapkan lebih rendah
dan pengujian substantif.

3. Pemeriksaan Aktiva Tetep


aktiva tetap meerupakan aset/harta yang dimiliki oleh organisasi sektor publik
yang digunakan dalam kegiatan operasi organisasi, dan tidak untuk
diperjualbalikanseta digunakan lebih dari satu tahun (periode akuntansi) guna
mencapai tujuan organisasi. Audit atas aktiva tetep ini sangat penting karena aktiva
tetap memiliki porsi terbesar sebagai aset/harta yang dimiliki oleh organisasi
organisasi sektor publik.
Tujuan audit aktiva tetep adalah untuk memperoleh bukti tentang setiap asersi
signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo aktiva tetap. Tujuan audit
ditentukan berdasrkan kelima kategori asersi laporan keuangan, seperti yang telah
disebutkan sebelumnya.
Audit atas aktiva tetep sangat penting karena biasanya aktiva tetep merupakan
aset/kekayaan terbesar yang dimiliki oleh suatu organisasi sektor publik. Masalah
berikutnya adalah bahwa aktiva tetap rentan terhadap terjadinya inefisiensi dan

Makalah Audit Sektor Publik 11


pencurian. Karena itu, perlakuan atas aktiva tetap organisasi sektor publik harus
diperhatikan secara khusus.

Gambar 11.4 Pemeriksaan Aktiva Tetap Tujuan

Bukti asersi transaksi dan saldo aktiva tetap


4. Pemeriksaan Jasa Personalian
Penggunaan
siklus jasa personalia sangat penting
Penjualan
karena masalah gaji, pajak penghasilan
Objek
Aset
pegawai, dan
pemeriksaaan biaya ketenagakerjaanPembelian
lainnya merupakan komponen biaya utama
dihampir semua entitas. Masalah berikutnya adalah bahwa gaji sangat rentan terhadap
inefisiensi dan pencurian serta manipulasi kas melalui pembayaran gaji fiktif. Siklus
jasa personalia meliputi semua kejadian dan kegiatan yang berkaitan dengan
kompensasi (penggajian) pimpinan/eksekutif organisasi sektor publik serta
pegawai/pekerjaanya. Kompensasi tersebut meliputi gaji, insentif, lembur, komisi dan
berbagai bentuk tunjangan lainnya. Transaksi utama dalam siklus ini adalah transaksi
gaji.

Tujuan
Insentif Lembur
Bukti asersi transaksi dan saldo jasa personalia

Objek Penggajian (kompensasi) Gaji


pemeriksaaan
Gambar 11.5 Pemeriksaan Jasa Personalia

5. Pemeriksaan Siklus Investasi (Pembiayaan)


Tunjangan lainnya

investasi ini pada umumnya merupakan bagian dari strategi jangka panjang
suatu organisasi sektor publik. Investasi dalam surat berharga dapat berupa surat
berharga yang termasuk aktiva lancar maupun bukan aktiva lancar. Investasi dalam
surat berharga sebagai aktiva lancar merupakan investasi sementara yang bertujuan
memanfaatkan dana yang tidak digunakan dalam jangka pendek untuk memperoleh
laba seperti keuntungan modal (capital gain). Jangka waktu investasi semetara tidak
lebih dari satu periode akuntansi. Disamping investasi sementara, investasi juga dapat
dilakukan dalam bentuk penanaman modal berupa surat berharga jangka panjang.
Investasi jangka pendek sangat berpengaruh terhadap kemampuan membayar
dalam waktu dekat, tetapi pendapatan atas investasi itu tidak selalu signifikan dengan
hasil operasi entitas. Dengan demikian, surat berharga yang dipegang sebagai

Makalah Audit Sektor Publik 12


investasi jangka pendek biasanya material bagi neraca, tetapi tidak material bagi
laporan surplus defisit organisasi sektor publik.
Surat berharga yang dipegang sebagai investasi jangka panjang bisa bersifat
material baik bagi neraca maupun laporan surplus defisit. Investasi surat berharga
jangka panjang umumnya dilakukan dalam nilai rupiah yang besar, sehingga sangat
berpengaruh terhadap neraca. Disamping itu, pendapatan maupun kerugian akibat
nvestasi jangka panjang terkadang juga berjumlah besar nilainya, sehingga sangat
material bagi nerac.
Risiko salah saji pada transaksi investasi organisasi sektor publik umumya
rendah karena jarangnya transaksi yang terjadi. Lebih dari itu pengendalian internal
atas transaksi ini umumnya sudah efektif karena satu atau lebih pihak manajemen
pemerintahan daerah berpartisipasi dalam transaksi itu.
Strategi audit sangat tergantung frekuensi transaksi investasi. Bila frekuensinya
rendah, auditor akan menghemat biaya bila memakai primarily substantive approach
atau pendekatan mengutamakan pengujian substantif. Sebaliknya, apabila frekuensi
transaksi tinggi, auditor akan menghemat biaya kalau melakukan pengujian
pengendalian untuk menghimpun bukti yang mendukung.

Tujuan

Bukti asersi transaksi dan saldo siklus Investasi


Jangka Pendek
Pengujian Pengendalian

Objek
Investasi
Gambar 11.6
pemeriksaaan Pemeriksaan Siklus Akuntansi
Jangka Panjang
6. Pemeriksaan Siklus Saldo Kas
Saldo kas berasal dari pengaruh komulatif siklus belanja, siklus investasi, dan
siklus jasa personalia. Entitas harus mengeluarkan kasnya untuk memperoleh berbagai
sumber daya yang diperlukan organisasi sektor publik (siklus belanja). Pengeluaran
kas tersebut juga meliputi pengeluaran untuk memperoleh sumber daya manusia
(Siklus Jasa personalia). Siklus investasi juga berkaitan erat dengan siklus kas. Entitas
yang melakukan investasi harus mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membeli
saham atau surat berharga lain. Investasi tersebut akan menghasilkan pendapatan yang
akhirnya akan menambah kas. Saldo kas meliputi kas ditangan atau yang disimpan
dalam entitas, kas di bank, dan dana tertentu yang disisihkan (seperti dana kas kecil).

Makalah Audit Sektor Publik 13


Tujuan audit saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang masing-masing
asersi yang signifikan, yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Tujuan audit
ditentukan berdasarkan kelima kategori asersi laporan keuangan.
a. Aseris keberadaan dan keterjadian
Saldo kas tercatat, benar-benar ada pada tanggal neraca
b. Asersi Kelengkapan
Saldo kas tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah
terjadi.
Transfer kas antarbank pada akhir tahun telah dicatat pada periode
yang tepat.
c. Asersi Hak dan Kewajiban
Hak legal atas seluruh saldo kas yang tersaji pada tanggal neraca.
d. Asersi Penilaian dan pengalokasian
Saldo kas tercatat dapat direalisasi pada jumlah yang dinyatakan dalam
nerca dan sesuai skedul pendukungnya
e. Asersi pelaporan dan pengungkapan
Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan secara tepat dalam
neraca.
Identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan
sehubungan pembatasan penggunaan kas tertentu.

Kas di tangan
Tujuan

Bukti asersi transaksi dan saldo kas


Kas yang disimpan dalam entitas

Objek
Saldo Kas
pemeriksaaan
Gambar 11.7 Pemeriksaan Siklus Saldo
KasKas
di Bank

Kas yang disishkan/kas kecil

Makalah Audit Sektor Publik 14


C. SIKLUS AUDIT KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

Siklus dalam audit keuangan sektor publik adalah sebagai berikut:

3. Penyusutan 4. Temu rencana Audit 5. Penerbitan Regulasi


perencanaan audit Tahunan tentang tim dan
tahunan oleh lembaga kebijakan audit
auditor
2. Penetapan peraturan
audit keuangan 6. Penerimaan regulasi
organisasi yang akan
diaudit
1. Perencanaan Audit
Keuangan 7. Survey awal karakter
industri/ organisasi yang
akan diaudit
17. Penerbitan laporan
hasil pemeriksaan
8. Pembuatan program
audit
16. Tindak lanjut temuan
laporan hasil pemeriksaan
9. Penerbitan surat
tugas audit

15. Penyelesaian laporan 10. Pelaksanaan audit


hasil pemeriksaan keuangan

14. pembahasan draft laporan hasil 11. Pembuatan daftar


pemeriksaan dengan organisasi temuan
yang di audit
12. Pembicaraan awal
tentang daftar temuan
13. Penyusunan draft
laporan hasil pemeriksaan

Gambar 11.8 Siklus Audit Keuangan Sektor Publik

1. Perencanaan audit keuangan


Tahap perencanaan audit terdiri dari langkah-langkah:
a) Pemahaman atas sistem Akuntansi Keuangan Sektor Publik
Pemahaman atas sistem akuntansi sangatlah penting karena saat ini
audit sektor publik tidak lagi berfokus pada laporan realisasi anggaran saja
tetapi juga laporan keuangan lainnya seperti neraca, laporan surplus/defisit,
dan laporan arus kas. Jadi, Auditor harus memiliki pemahaman yang memadai
tentang sistem akuntansi keuangan publik.

b) Penentuan tujuan dan lingkup audit

Makalah Audit Sektor Publik 15


Tujuan dan lingkup audit sektor publik sangat tergantung pada mandat
dari lembaga audit yang bersangkutan. Audit atas laporan keuangan yang
dilakukan auditor eksternal umumnya bertujuan untuk menilai kewajaran
laporan keuangan (memberikan opini) organisasi sektor publik, sedangkan
audit atas penyusunan laporan keuangan oleh pengawas bertujuan untuk
memberikan rekomendasi perbaikan sistem pengendalian internal dan koreksi
kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam menentukan tujuan
dan ruang lingkup, auditor harus memastikan bahwa tujuan dan ruang lingkup
audit yang ditetapkan telah sesuai dengan mandat serta wewenang lembaga
audit dan pengawas yang bersangkutan. Dalam konteks audt atas laporan
keuangan organisasi sektor publik, pengawas berwenang:
a. Melakukan review atas sistem akuntansi dan pengendalian internal serta
memberikan rekomendasi perbaikan atas kelemahannya:
b. Melakukan pengujian dan koreksi atas kesalahan pencatatan akuntansi
sehingga laporan keuangan akan dihasilkan dengan informasi yang dapat
diandalkan.

Tujuan pemahaman mandat ini adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui batasan-batasan yang ada pada pekerjaan audit


Untuk mengidentifikasi wewenang yang dimiliki dalam pelaksanaan audit
Untuk memastikan bahwa pengawas telah memenuhi persyaratan hukum
yang berlaku
Untuk memberikan keyakinan bahwa pendekatan audit yang direncanakan
telah sesuai dengan kebijakan audit yang ditetapkan
Untuk memastikan bahwa tujuan audit telah memenuhi kebutuhan
legislatif
Untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berhak menerima laporan audit
1. Penilaian resiko
Kegiatan audit dilaksanakan melalui berbagai pengujian yang mengandung
resiko kesalahan, sehingga penilaian resiko pengendalian (control risk), resiko
bawaan, dan resiko deteksi harus dilakukan.
2. Penyusunan rencana audit
Berdasarkan tahapan kegiatan perencanaan audit tersebut, suatu rencana audit
harus disusun, yang umumnya berisi uraian mengenai: area yang akan diaudit,
jangka waktu pelaksanaan audit, personel yang dibutuhkan, dan sumber daya lain
yang diperlukan untuk pelaksanaan audit.

Makalah Audit Sektor Publik 16


2. Penetapan Regulasi Audit Keuangan
Penetapan prosedur atau aturan audit keuangan merupakan bagian yang
penting dalam proses audit karena dibutuhkan aturan untuk memberikan arahan yang
jelas, dan sebagai kontrol agar pelaksanaan audit laporan kaeuangan bisa memberikan
opini yang tepat.

3. Penyusunan Perencanaan Audit Tahunan Oleh Lembaga Auditor


Langkah selanjutnya setelah ditetepkan aturan dan regulasi dalam melakukan
audit keuangan adalah menyusun rencan keuangan audit tahunan oleh lembaga
auditor. Perencanaan audit merupakan tahap yang vital dalam audit. Perencanaan
audit yang matang akan sangat menentukan kesuksesan audit. Perencanaan audit yang
baik merupakan faktor penting untuk memperoleh bukti audit yang sukup dan
kompeten sebagai pendukung isi laporan audit.

4. Temu rencan audit tahunan


Setelah lembaga auditor selesai menyusun perencanaan audit tahunan,
kemudian mereka bertemu dengan kepala atau pimpinan organisasi sektor publik
untuk membicarakan perencanaan audit yang sudah disusun.

5. Penerbitan Regulasi tentang Tim dan Kebijakan Audit Tahunan


Apabila sudah menetapkan rencana yang metang, tahap selanjutnya adalah
penerbitan regulasi tentang tim dan kebijakan audit tahunan. Regulasi yang ditetapkan
dalam tahapan ini menyangkut tim atau personel yang akan melakukan audit terhadap
organisasisektor publik maupun regulasi dalam menjalankan proses audit.

6. Penerimaan Regulasi Organisasi yang Akan Diaudit


Setelah regulasi tentang tim dan kebijakan audit tauhnan diterbitkan tersebut
kemudian regulasi tersebut akan diterima oleh lembaga pemeriksa sehingga bisa
melakukan proses audit dilembaga atau organisasi sektor publik.
7. Survei Awal Karakter Industri/Organisai yang Akan Diaudit
Tahap selanjutnya dalam siklus audit sektor publik ini adalah survei awal
terhadap karakter industri/organisasi yang akan diaudit.

8. Pembuatan Program Audit


Untuk setiap area yang diaudit, auditor harus menyusun langkah-langkah audit
yang akan dilakukannya. Langkah-langkah ini tertuang dalam program audit. Suatu
program audit akan berisi:
Tujuan audit untuk setiap area
Prosedur audit yang akan dilakukan
Sumber bukti audit
Deskripsi mengenai kesalahan (error)

Makalah Audit Sektor Publik 17


9. Penerbitan Surat Tugas Audit
Setelah program audit selesai dibuat, maka pihak organisasi sektor publik
segera mengeluarkan surat tugas kepada lembaga pemerksa (auditor) untuk
melaksanakan audit.

10. Pelaksanaan Audit Keuangan


Dalam pelaksanaan audit keuangan, auditor melakukan hal-hal berikut:
a. Menilai Pengendalian Internal
Suatu proses yang dijalankan oleh eksekutif (seperti kepala daerah,
instansi/dinas, pimpinan LSM, pimpinan politik, dan segenap personel)
disesain untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tiga
golongan tujuan berikut:
kendalan atau reliabilitas laporan keuangan
kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
efektivias dan efisiensi operasi
Oleh karena itu, dibutuhkan sisem yang dirancang oleh organisasi
sektor publik untuk menjaga aset yang dimiliki agar terbebas dari kecurangan
dan penyalahgunaan. Hal inilah yang disebut sebagai pengendalian internal.
Jenis-jenis pengendalian internal adalah sebagai berikur:

Organisai
penyerahan wewenang dan tanggungjawab, termasuk jalur
pelaporan untuk semua aspek operasi dan pengendaliannya, harus
disebabkan secara rinci dan jelas.
Pemisahan Tugas
Salah satu fungsi utama pengendalian adalah pemisahan tugas
dan tangunggjawab. Apabila kedua hal tersebu digabungkan, maka
seseorang dapat saja mencatat dan memproses sebuah transaksi secara
lengkap. Dengan kata lain, pemisahan tugas pimpinan dapat
mengurangi risiko terjadinya manipulasi maupun keslahan yang
disengaja.
Fisik
Pengendalian ini berhubungan supervisi aset. Prosedur dan
keamanan yang memadai harus dirancang untuk memberikan
keyakinan bahwa akseslangsung maupun tidak langsung melalui
dokumen aset terbatas pada personel yang berwenang.
Persetujuan dan Otorisasi
Seluruh transaksi harus ditorisasi atau disetujui oleh orang yang
tepat. Batas wewenang juga harus dijelaskan.

Makalah Audit Sektor Publik 18


Akuntansi
Pengecekan atas keakuratan catatan, penghitungan jumlah total,
rekonsiliasi, pemakaian nomor rekening, jurnal, dan akuntansi untuk
dokumen.
Personalia
Keberadaan prosedur akan manjamin penempatan personel
sesuai dengan kemampuan dan tangungjawabnya.
Supervisi
Setiap sistem pengendalian internal harus mencakup supervisi
oleh atasan yang bertangungjawab terhadap transaksi dan
pencatatansehari-hari.

Manajemen
Ini adalah pengendalian yang dilakukan oleh manajemen di luar
tugas rutinnya, yang meliputi pengendalian secara keseluruhan oleh
fungsi pengendalian internal dan prosedur rewiew khusus lainnya.
b. Melakukan Prosedur Analitis
Prosedur analitis akan membantu auditor dengan mendukung dan
meningkatkan pemahamannya tentang operasi organisasi yang diaudit.
Prosedur analitis juga membantu auditor dalam mengidentifikasi hubungan
yang tidak sewajarnya dan fluktuasi data yang tidak diharapkan. Hal ini dapat
dipakai sebagai indikator area risiko salah saji yang tinggi. Ada enam langkah
yang harus dilakukan auditor dalam melakukan prosedur analitis yaitu:
a. mengidentifikasi perhitungan dan perbandingan yang akan sibuat.
b. mengembangkan ekspektasi.
c. melakukan perhitungan dan perbandingan.
d. menganalisis data.
e. menyelidiki erbedaan atau penyimpangan yang tidak diharapkan yang
signifikan.
f. menentukan pengaruh perbedaan atau penyimpangan terhadap
perencanaan audit.

11. Pembautan Daftar Temuan


Setelah melakukan kegiatan pelaksanaan audit, auditor biasanya mendapatkan
temuan-temuan terkait dengan keuangan klien. Temuan-temuan tersebut kemudian
didaftar sebagai bukti dalam penyampaian pendapat nantinya.

12. Pembicaraan Awal tentang Daftar Temuan

Makalah Audit Sektor Publik 19


Berdasrkan temuan-temuan di lapangan, kemudian auditor melakukan
pembicaraan dengan pimpinan organisasi sektor publik terkait temuan tersebut.
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan cross-check atas hasil temuannya dengan
fakta yang terjadi dilapangan.

13. Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemerksaan


Setelah hasil temuan auditor dibicarakan atau melakukan cross-check dengan
pejabat organisasi sektor publik, auditor kemudian menyusun draf laporan hasil
pemeriksaan.

14. Pembahasna draf laporan hasil pemeriksaan dengan organisai yang diaudit
Dari draf laporan hasil pemeriksaan yang telah disusun, auditor lalu
membicarakan atau membahasnya dengan pimpnan organisasi sektor publik. Dalam
tahap ini, auditor memastikan apa yang telah disusun di dalam draf laporan hasil
pemeriksaan sudah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Setelah itu, auditor
juga memastikan kelengkapan hal-hal yang perlu dicantumkan dalam laporan hasil
pemeriksaan.

15. Penyelesaian laporan hasil pemeriksaan


Setelah melakkan pembahsan draf laporan hasil pemeriksaan dan pastikan
kelengkapan serta kesepakatan mengenai draf terebut menjadi laporan hasil
pemeriksaan akhir.

16. Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan


Berdasarkan temuan-temuan yang ada di lapangan, auditor melakukan tindak
lanjut atau dengan kata lain, memberikan rekomendasi perbaikan kepada organisai
sektor publik.

17. Peneribitan laporan hasil pemeriksaan


Tahap terakhir dari siklus audit keuangan aidalah penerbitan laporan hasil
pemeriksaan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap organisai yagn
telah diaudit tersebut.

D. TEKNIK AUDIT KEUANGAN SEKTOR PUBLIK


1. Prosedur Analitis (Analytical Procedures)
Prosedur analitis terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan diantara
data. Prosedur ini meliputi perhitungan dan penggunaan rasio-raiso dan penggunaan
rasio-rasio sederhana, analisis vertikal, atau laporan persentase, perbandingan jumlah

Makalah Audit Sektor Publik 20


yang sebenarnya dengan data historis atau anggaran, serta penggunaan model
metematis dan statistik, seperti analisis regresi.
Contoh prosedur analitis adalahmembandingkan item belanja menurut
anggaran dan item relisasi belanja. Hasil perbandingan ituakan menunjukkan ada
tidaknya penimpangan jumlah realisasi belanja dari jumlah yang dianggarkan
sebelumnya.

2. Inspeksi (inspecting)
Inspeksi meliputi pemeriksaan yang rinci terhadap dokumen dan catatan serta
pemeriksaan sumber daya berwujud. Prosedur ini digumakan secara luas dalam
auditing. Inspeksi sering kali digunakan dalam mengumpulkan dan mengevaluasi
bukti, baik bottom-up maupun top-down. Dengan melakukan inspeksi atas dokumen,
auditor dapat menetukan ketetapan persyaratan dalam faktur atau kontrak yang
memerlukan pengujian bottom-up atas akuntansi transaks tersebut. Pada saat yang
sama, auditor seringkali mempertimbangkan implikasi bukti dalam konteks
pemahaman faktor-faktor ekonomi dan persaingan entitas.
Contoh kegiatan inspeksi adalah pemeriksaan terhadap bukti-bukti transaksi
seperti rekening bank, kwitansi, atau tanda terima lainnya untuk mengevaluasi apakah
transaksi yang dilakukan telah sesuai atau menyimpang dari rencana dan anggaran
yang telah ditestapkan.

3. Konfirmasi (confirming)
Kegiatan konfirmasi adalah bentuk permintaan keterangan yang
memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari independen di
luar organisai sektor publik yang diaudit.
Contoh kegiatan konfirmasi adalah meminta keterangan kepada bendahara
pengeluaran terkait bukti-bukti transaksi pembelian atau pengalokasian anggaran yang
telah dilakukannya. Kegiatan ini akan menunjukkan apakah bukti transaksi tersebut
fiktif atau benar adanya, slain keterangan-keterangan lainnya terkait bukti tersebut.

4. Permintaaan keterangan (inquiring)


Kegiatan ini meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis aoleh
auditor. Permintaan keterangan tersebut biasanya ditunjukkan kepada manajemen atau
karyawan organisasi sektor publik, yang umunya berupa pertanyaan-pertanyaan yang
timbul setelah dilaksankannya prsoedur analitis.
Contoh kegiatan permintaan keterangan adalah auditor meminta keterangan
bendahara pengelluaran kas atas ketidaksesuaian jumlah pengeluaran (berdasarkan

Makalah Audit Sektor Publik 21


bukti dari transaksi yang ada) dengan jumlah anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.

5. Penghitungan (counting)
Dua aplikasi yang palingumum dari perhitungan adalah
perhitungan fisik sumberdaya berwujud seperti jumlah kas dan persediaan yang
ada dan
akntansi seluruh dokumen, dengan nomor urut yang telah dicetak.
Contoh kegiatan perhitungan adalah auditor menghitung aset yang telah dibeli
bagian pendapatan berdasarkan bukti transaksi yang ada.

6. Penelusuran (tracing)
Dalam penelusuran, yang sering kali disebut penelusuran ulang auditor yaitu
memilih dokumen yang dibuat pada saat transaksi dilaksanakan dan menentukan
bahwa informasi yang diberikan oleh dokumen tersebut telah dicatat dengan benar
dalam catatan akuntansi.
Contoh kegiatan penelusuran adalah auditor membandingkan antara angka
yang tertera dalam kwitansi transaksi yang telah dilakukan dan jumlah angka yang
tertera dalam jurnal.

7. Pemeriksaan bukti pendukung (vouching)


Pemeriksaan bukti pendukung meliput: pemilihan ayat jurnal dalam catatan
akuntansi dan mendapatkan seta memeriksa dokumen yang digunakan sebagai dasar
ayat jurnal tersebut untuk menentukan validasi dan ketelitian pencatatan akuntansi.
Contoh kegiatan pemeriksaan bukti pendukung adalah auditor memilih ayat
jurnal pembelian ATK di jurnal, kemudian membandingkannya dengan kwitansi
pembelian ATK tersebut atau tanda terima lainnya.

8. Pengamatan (observing)
Pengamatan berkaitan dengan memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan
beberapa kegiatan atau proses. Kegiatannya dapat berupa pemrosesan rutin aas jenis
transaksi tertentu, seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang
melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kebijakandan prosedur organisasi
sektor pulik.
Contoh kegiatan pengamatan adalah auditor mengamati kegiatan bendahara
gaji dalam menjurnal ketika mengeluarkan gaji kepada para pegawai.

9. Pelaksanaan ulang (reperformating)


Salah satu prosedur audit yang penting adalah pelaksanaan ulang perhitungan
dan rekonsiliasi yang dilkukan oleh organisasi sektor publik yang diaudit.

Makalah Audit Sektor Publik 22


Contoh kegiatan pelaksanaan ulang adalah auditor menghitung ulang
penysutan kendaraan milik organisasi berdasarkan umur ekonomis yang sebenarnya,
kemudian dibandingkan dengan pencatatan beban penyusutan kendaraan yang telah
dilakukan.

10. Teknik audit berbantuan komputer (computer assited audit techniques)


Apabila catatan akuntansi organisasi sektor publik dilaksanakan melalui media
elektronik , maka auditor dapat menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk
membantu melaksanakan beberapa prosedur yang telah diuraikan sebelumnya.
Contoh kegiatan auditor berbantuan komputer adalah auditor, dengan bantuan
komputer, memeriksa angka-angka dalam file jurnal bendahara dan
membandingkannya dengan kwitansi pembelian, kwitansi pendapatan, dan bukti-bukti
transaksi lainnya.

11. Pengujian pengendalian


Terdapat dua jenis pengujian pengendalian yaitu:
Pengujian pengendalian yang berkaitan langsung dengan keefektifan desain
kebijakan atau prosedur dan apakahbenar-benar digunakan dalam kegiatan
organisasi.
Pengujian pengendalian yang berkaitan dengan keefektifan kebijakan dan
prosedur serta bagaimana pengaplikasiannya, konsistensinya dengan aplikasi
terdahulu, dan oleh siapa aplikasi tersebut dilakukan selama periode audit.
Contoh kegiatan pengujian pengendalian adalah auditor membandingkan
dokumen SOP atau petunjuk teknis pegawai, dan mengamati pelaksanaannya di
lapangan.

12. Pengujian substantif


Dua kategori substantif adalah:
Prosedur analitis, yang merupakan prosedur dalam menyediakan bukti-bukti
tentang validitas perlakuan akuntansi atas transaksi dan neraca, sebaliknya
tentang kesalahan atau ketidak beresan yang teerjadi
Pengujian yang ternci atas transaksi atau neraca merupakan pengujian untuk
menyediakan bukti-bukti tentang validitas perlakuan akuntansi atas transaksi
dan neraca, atau sebaliknya, tentang kesalahan atau ketidak beresan yang terjadi.
Contoh kegiatan pengujian substantif adalah auditor memeriksa secara rinci
angka dan jumlah transaksiyang telah terjadi, dimana dari pemeriksaan seluruh bukti
transaksi, catatan dalam jurnal, dapat ditemukan apakah ada kesalahan atau
ketidakberesan.

Makalah Audit Sektor Publik 23


Makalah Audit Sektor Publik 24
BAB III
KESIMPULAN

Selama ini sektor publik/pemerintah tidak luput dari tudingan sebagai sarang korupsi,
kolusi, nepotisme, inefisiensi dan sumber pemborosan negara, padahal sektor publik
merupakan lembaga yang menjalankan roda pemerintahan yang sumber legitimasinya berasal
dari masyarakat. Oleh, karena itu kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada
penyelenggara pemerintahan haruslah diimbangi dengan adanya pemerintahan yang bersih.
Seiring dengan munculnya tuntutan dari masyarakat agar organisasi sektor publik
mempertahankan kualitas, profesionalisme dan akuntabilitas publik serta value for money
dalam menjalankan aktivitasnya, diperlukan audit terhadap organisasi sektor publik tersebut.
Akan tetapi, audit yang dilakukan tidak hanya terbatas pada audit keuangan dan kepatuhan
saja, namun perlu diperluas dengan melakukan audit terhadap kinerja organisasi sektor
publik.tersebut.
Audit kinerja memfokuskan pemeriksaan pada tindakan-tindakan dan kejadian-
kejadian ekonomi yang menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang diaudit. Audit
kinerja merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti
secara obyektif, agar dapat melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan
efisiensi operasi, efektifitas dalam pencapaian hasil yang diinginkan dan kepatuhan terhadap
kebijakan, peraturan dan hukum yang berlaku, menentukan kesesuaian antara kinerja yang
telah dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta mengkomunikasikan
hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan tersebut.
Kemampuan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas) dari sektor publik pemerintah
sangat tergantung pada kualitas audit sektor publik. Tanpa kualitas audit yang baik, maka
akan timbul permasalahan, seperti munculnya kecurangan, korupis, kolusi, dan berbagai
ketidakberesan di pemerintahan. Kualitas audit sektor publik dipengaruhi oleh kapabilitas
teknikal auditor serta independensi auditor baik secara pribadi maupun kelembagaan. Untuk
meningkatkan sikap independensi auditor sektor publik, maka kedudukan auditor sektor
publik harus terbebas dari pengaruh dan campur tangan serta terpisah dari pemerintah, baik
secara pribadi maupun kelembagaan.

Makalah Audit Sektor Publik 25


DAFTAR ISI

Bastian, indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Partono. 2000. Laporan Keuangan Pemerintah: Upaya Menuju Transparansi dan


Akuntabilitas. Media Akuntansi. PT. Reflika Aditama.

Makalah Audit Sektor Publik 26