Anda di halaman 1dari 18

I.

Tujuan
Dapat memahami metode identifikasi karbohidrat

II . Teori dasar
Pengertian karbohidrat

Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya
sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori.
Walaupun lemak menghasilkan enersi lebih besar, namun karbohidrat lebih
banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok. Karbohidrat
banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya),
serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. (Haloman Hutagalung,2004)
Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang
mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur
Hidrogen clan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh
karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol
lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang
dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan. (Haloman Hutagalung,2004)
Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen, hanya
dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai
di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi
CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang
mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh
kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.

Reaksi fotosintese sinar matahari


6 CO2 + 6 H2O C6 H12 O6 + 6 O2

Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan


menggunakan enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama
CO2 dari udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Enersi kimia yang
terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.
(Haloman Hutagalung,2004)

Klasifikasi

Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan:

Available Carbohydrate
(Karbohidrat yang tersedia), yaitu karbohidrat yang dapat dicerna, diserap
serta dimetabolisme sebagai karbohidrat.
Unvailable Carbohydrate (Karbohidrat yang tidak tersedia)

Yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim


pencernaan manusia, sehingga tidak dapat diabsorpsi.
(Haloman Hutagalung,2004)
Penggolongan karbohidrat yang paling sering dipakai dalam ilmu gizi
berdasarkan jumlah molekulnya.

1. Monosakarida
Heksosa (mengandung 6 buah karbon)
-Glukosa
-Fruktosa
-Galaktosa
Pentosa (mengandung 5 buah karbon)
-Ribosa
-Arabinosa
-Xylosa

2. Disakarida
-Sukrosa
-Maltosa
-Laktosa

3. Polisakarida
-Amilum
-Dekstrin
-Glikogen
-Selulosa

Monosakarida
Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa
lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga
secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa.
Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa,
fruktosa dan galaktosa.

Glukosa

Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak


dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung
dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan
amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.
Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan
berfungsi sebagai penyedia enersi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada
keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah
dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai
pada penderita Diabetes Mellitus.

Fruktosa
Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang
paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa
dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.

Galaktosa

Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam
tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.

Disakarida
Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan
disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.

Sukrosa
Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering
disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert.
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa
dan satu molekul fruktosa.
Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly.

Maltosa

Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul


glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih
mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan
berubah menjadi warna biru.
Amilum terdiri dari 2 fraksi (dapat dipisah kan dengan air panas):
1. Amilosa
-larut dengan air panas
-mempunyai struktur rantai lurus
2. Amilopektin
-tidak larut dengan air panas
-mempunyai sruktur rantai bercabang
Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia;
Contohnya beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi
kandungan amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut.
Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras mengandung amilosa > 2%
Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4
golongan:

-amilosa tinggi 25-33%


-amilosa menengah 20-25%
-amilosa rendah 09-20%
-amilosa sangat rendah < 9%

Loktosa

Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul


glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.

Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu.

-susu sapi 4-5%

-asi 4-7%

Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa intolerance) disebabkan


kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa
berkurang. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik
untuk sementara maupun secara menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah
diare, gembung, flatus dan kejang perut.

Polisakarida
Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari
60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun
bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida
dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3 (tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu
amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.

Amilum (zat pati)

Merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk


dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai
bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilumjuga
mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya.
Amilum merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan
dalam bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya.Sumber: umbi-
umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah
oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum
kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar
40%.
Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk
cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut "gelatinisasi".

Dekstrin

Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum. Molekulnya lebih


sederhana, lebih mudah larut di dalam air, denganjodium akan berubah menjadi
wama merah.

Glikogen

Glikogen merupakan "pati hewani", terbentuk dari ikatan 1000 molekul,


larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan
iodium akan menghasilkan warna merah. Glikogen terdapat pada otot hewan,
manusia dan ikan. Pada waktu hewan disembelih, terjadi kekejangan (rigor
mortis) dan kemudian glikogen dipecah menjadi asam laktat selama post mortum.

Glikogen disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan enersi, yang
sewaktu-waktu dapat diubah kembali menjadi glukosa bila dibutuhkan. Sumber :
banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung (26%).

Selulosa

Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa,


karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-
tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada
enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi
sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan
memperlancar defekasi.
(Endrika widyastuti, 2013)

Fungsi karbohidrat
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik
bahan makanan, seperti rasa, warna dan tekstur.
Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:

1. Fungsi utamanya sebagai sumber enersi (1 gram karbohidrat menghasilkan


4 kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat
diubah langsung menjadi enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi
disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan
tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi
yang berasal dari karbohidrat saja.

2. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.


Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila
karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi
tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau
cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan
menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil enersi. Dengan
demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat
pembangun. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus, maka
keadaan kekurangan enersi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.
3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat
mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
4. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh.
Laktosa rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa
merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna,
mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan,
memperlancar defekasi.
(Endrika widyastuti, 2013)

Identifikasi karbohidrat

Uji molish
Uji Molisch adalah uji identifikasi karbohidrat paling umum, dinamai
sesuai penemunya yaitu Hans Molisch, seorang ahli botani dari Australia. Uji ini
didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk cincin
furfural yang berwarna ungu.

Uji benedict
Pada uji Benedict, pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus aldehid,
kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi keton.
Uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula
pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti
laktosa dan maltosa

Uji barfoed
Uji barfoed untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan
mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan. Prinsipnya berdasarkan reduksi
Cu2+ menjadi Cu+

Uji saliwanoff
Uji saliwanoff dilakukan untuk membedakan adanya ketosa pada
monosakarida atau disakarida, dilihat dari perubahan warna larutan. Sakarida yang
tergolong ketosa adalah yang berwarna merah.

Uji iodium
Reaksi iodium merupakan uji untuk membedakan polisakarida dari
disakarida dan
Monosakarida. Pati dan iodium membentuk ikatan kompleks berwarna biru.
(Endrika widyastuti, 2013)

III . Alat dan Bahan

Alat

Tabung reaksi
Gelas kimia
Pipet tetes
Penangas air

Bahan

Larutan molish
Larutan benedict
Larutan barfoed
Larutan seliwanoff
Larutan iodium
Larutan pati
Larutan sukrosa
Larutan glukosa
Larutan arabinosa
Larutan maltosa
Larutan amylum
Larutan selulosa
Larutan galaktosa
Larutan laktosa
Larutan asam sulfat pekat
Larutan Hcl
Larutan NaOH

IV . Prosedur

Untuk uji molish pertama tama disediakan 6 tabung reaksi. Ke dalam


tabung reaksi masing-masing di isi dengan larutan sukrosa, glukosa, arabinosa,
maltosa, amylum, selulosa. Setelah itu ditambahkan reagen molish 3 tetes
kedalam tiap-tiap tabung, lalu kocok pelan-pelan. Lalu ditambahkan 1ml larutan
asam sulfat pekat pada tabung tadi melalui dinding tabung yang dimiringkan.
Adanya warna pada di bidang batas antara kedua lapisan cairan menunjukan
reaksi positif.

Selanjutnya uji benedict, disediakan 5 tabung reaksi ke dalam masing-


masing tabung di isi dengan larutan galaktosa, sukrosa, laktosa, glokusa, maltosa.
Lalu ditambahkan reagen benedict kedalam tiap tabung. Setelah itu disimpan
dalam penangas air mendidih selama 3 menit. Setelah terjadi perubahan warna
angkat dan dibiarkan dingin. Dilihat larutan mana yang paling cepat mengalami
perubahan warna dan endapan. Endapan hijau, kuning atau merah menunjukkan
reaksi positif.

Lanjut ke pengujian berikutnya, yaitu uji barfoed. Disediakan 5 tabung


reaksi, seperti pengujian sebelumnya larutannya yaitu galaktosa, sukrosa, laktosa,
glukosa, dan maltosa dimasukan kedalam masing-masing tabung reaksi. Lalu
ditambahkan reagen barfoed, setelah itu disimpan dalam penangas air yang
mendidih menggunakan gelas kimia sampai terjadi perubahan warna. Kemudian
dibiarkan dingin pada air mengalir selama 2 menit.

Uji selanjutnya yaitu uji seliwanoff. Dimasukan reagen seliwanoff


kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 3 tetes larutan fruktosa lalu
disimpan di penangas air mendidih selama 60 detik diperhatikan perubahan warna
yang terjadi. Terjadinya perubahan warna merah dan endapan menunjukan reaksi
positif untuk fruktosa, bila endapan dilarutkan dalam alkohol terjadi lautan warna
merah.

Yang terakhir yaitu uji pati iodium. Disediakan 3 tabung reaksi, lalu
kedalam tiap tabung reaksi di isi larutan pati. Ke dlam tabung pertama
ditambahkan 2 tetes air, tabung ke 2 di tambahkan 2 tetes HCL dan 2 tetes NaOH
dan dicampur. Lalu ditambahkan 1 tetes larutan iodium pada tiap tabung reaksi.
Setelah itu dipanaskan tabung sampai timbul warna dan dicatat perubahan warna
yang terjadi.

V. Data Pengamatan
a. Uji Molish

N Keterangan
Larutan Uji
o Sebelum (+ H2SO4) Sesudah (+ H2SO4)
Sukrosa 1 ml + 3 tetes P.
1 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Glukosa 1 ml + 3 tetes P.
2 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Arabinosa1 ml + 3 tetes P.
3 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Maltosa 1 ml + 3 tetes P.
4 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Amilum 1 ml + 3 tetes P.
5 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Selulosa 1 ml + 3 tetes P.
6 Tidak berwarna (+) Cincin ungu
Molish
Tanda (+) : Hasil positif karena senyawa uji merupakan karbohidrat dan uji molish
digunakan untuk uji karbohidrat secara umum.

b. Uji Benedict

Keterangan
N
Larutan Uji Sebelum Sesudah
o
(Pemanasan) (Pemanasan)
1 Sukrosa + Reagen Benedict Tidak berwarna (+)Hijau
(+) Berwarna coklat
2 Galaktosa + Reagen Benedict Tidak berwarna
dan endapan merah
(++)Berwarna
3 Fruktosa + Reagen Benedict Tidak berwarna merah dan endapan
merah
(+)Berwarna merah
4 Glukosa + Reagen Benedict Tidak berwarna
dan endapan merah
(+) Berwarna
5 Laktosa + Reagen Benedict Tidak berwarna
Kuning tua
Tanda (+)/(-) = Temasuk gula pereduksi / tidak termasuk gula pereduksi

c. Uji Barfoed

Keterangan
N
Larutan Uji Sebelum
o Sesudah (Pemanasan)
(Pemanasan)
Ada sedikit endapan
1 Sukrosa + Reagen Barfoed Berwarna biru
berwarna merah
Galaktosa + Reagen
2 Berwarna biru Tidak ada perubahaan
Barfoed
Ada sedikit endapan
3 Fruktosa + Reagen Barfoed Berwarna biru
berwarna merah
4 Glukosa + Reagen Barfoed Berwarna biru Tidak ada perubahaan
5 Laktosa + Reagen Barfoed Berwarna biru Tidak ada perubahaan

d. Uji Seliwanoff

Keterangan
N
Larutan Uji Sebelum
o Sesudah (Pemanasan)
(Pemanasan)
Fruktosa + Reagen (+++) Berwarna
1 Tak berwarna
Seliwanoff merah
Sukrosa + Reagen
2 Tak berwarna (+) Berwarna Merah
Seliwanoff
e. Uji Pati Iodium

Keterangan
N
Larutan Uji Sebelum
o Sesudah (Pemanasan)
(Pemanasan)
1 Pati + Air + Iodin Biru Keunguan Tak berwarna
Berwarna biru tua dan
2 Pati + HCl + Iodin Biru tua
endapan biru
3 Pati + NaOH + Iodin Putih keruh Putih keruh
4 Glukosa + Iodin Kuning Kuning

VI. Pembahasan
Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton
yang mengandung unsur unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O), dengan
rumus empiris total (CHO). karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida
diantaranya glukosa yang mempunyai rumus molekul CHO.(Fessenden,1982)

Pada praktikum kali ini dilakukan beberapa uji pada karbohidrat diantaranya
yaitu uji molish, uji benedict, uji barfoed, uji seliwanoff, dan uji reaksi pati
-iodium.

Pada saat dilakukan uji molish dengan menggunakan beberapa larutan


seperti Arabinosa ,maltosa ,pati ,galaktosa ,glukosa ,sukrosa dan selulosa
berdasarkan percobaan ini kemudian didapat data pengamatan dengan hasil
seluruh larutan uji ketika direaksikan dengan pereaksi Molisch, dapat membentuk
cincin berwarna ungu, maka seluruh larutan menunjukan hasil yang positif untuk
uji karbohidrat. Dalam percobaan dilakukan penambahan H 2SO4 pekat yang
berfungsi untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk menghasilkan furfural.
Terbentuknya cincin berwarna ungu diantara kedua lapisan cairan terjadi ketika
Furfural bereaksi dengan reagen Molisch yaitu a-naftol dan memberikan hasil
positif pada semua larutan uji percobaan.
Selanjutnya, Uji benedict dengan menggunakan larutan uji yaitu laktosa,
fruktosa,galaktosa,glukosa dan sukrosa. Uji benedict ini ditujukan untuk
mengetahui adanya gula pereduksi pada suatu larutan. Dari larutan uji didapatkan
data pengamatan semua larutan terdapat endapan merah kecuali larutan sukrosa
yang berwarna hijau setelah dipanaskan namun tidak terdapat endapan berwarna
merah. Sedangkan laktosa, fruktosa, galaktosa, dan glukosa merupakan gula
pereduksi karena setelah dipanaskan menghasilkan endapan berwarna merah.
Terbentuknya endapan merah ini sebagai hasil ion reduksi dari Cu2 menjadi ion
Cu oleh suatu gugus aldehid atau keton bebas yang terkandung dalam gula
reduksi yang berlangsung dalam suasana alkalis. Namun bila dilakukan
perbandingan larutan yang cepat dalam perubahannya dan terdapat endapan merah
, maka karbohidrat yang mengikat gugus keton atau ketosa akan lebih reaktif
daripada kabohidrat yang mengikat gugus aldehid atau aldosa karena keton
memiliki daya reduksi yang lebih kuat dari aldehid. Dari semua larutan tersebut,
larutan fruktosa memiliki endapan merah paling banyak daripada larutan lainnya
karena larutan fruktosa mudah teroksidasi dalam suasana basa dengan pelarut
Benedict dan juga merupakan golongan ketosa.

Setelah dilakukan uji Benedict, dilanjutkan dengan uji Barfoed dengan


menggunakan larutan uji yang sama namun berbeda reagennya. Uji Barfoed dan
Benedict sama sama menggunakan prinsip oksidasi dan reduksi yang terjadi
oleh gula yang memiliki gugus aldehida atau keton. Namun yang membedakannya
ialah pada uji benedict, reaksi yang berlangsung dalam keadaan basa (pH > 7)
sedangkan uji barfoed berlangsung dalam keadaan asam ( pH<7). Reagen barfoed
terdiri dari tembaga asetat dan asam asetat glacial sebagai pereaksi. Pereaksi ini
digunakan untuk uji spesifik dalam membedakan disakarida pereduksi dengan
monosakarida pereduksi. Dari data pengamatan yang didapatkan, larutan yang
memberikan hasil positif hanya pada larutan fruktosa dan sukrosa sedangkan
larutan galaktosa, glukosa dan laktosa tidak ada perubahan dengan warna biru
ketika dilakukan pemanasan. Seperti hal yang diketahui bahwa reagen barfoed
bila direaksi dengan monosakarida akan mereduksi lebih cepat daripada
disakarida. Disakarida merupakan agen pereduksi yang lemah, mereka tidak
membentuk ion kupri pada reagen barfoed yang ada dalam keadaan asam,
sedangkan monosakarida merupakan agen pereduksi yang kuat dan mampu
membentuk ion kupri oksida (Cu2O) endapan berwarna merah dalam reagen
barfoed dalam keadaan asam bila dipanaskan. Larutan galaktosa,glukosa dan
fruktosa termasuk monosakarida sedangkan sukrosa dan laktosa merupakan
disakarida.
Selanjutnya dilakukan Uji Seliwanoff. Reaksi seliwanof disebabkan
perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulinat dan
hidroksimetilfurfural, selanjutnya kondensasi hidroksimetilfurfural dengan
resorsinol
Reaksi Uji Seliwanoff :

Pada uji seliwanoff, larutan yang digunakan yaitu larutan fruktosa dan sukrosa.
Pada hasil pengamatan, keduannya memberikan perubahan warna dari tak
berwarna hingga berubah menjadi warna merah ketika dipanaskan. Hal tersebut
karena fruktosa merupakan ketosa dan Sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi
glukosa dan fruktosa, memberi reaksi positif dengan uji seliwanof.
Pada pemanasan yang leih lama , aldosa aldosa memberikan warna merah
dengan reagen seliwanof karena aldosa aldosa tersebut diubah oleh HCl menjadi
Ketosa. Warna merah bata yang dihasilkan pada percobaan ini menandakan
bahwa larutan gula tersebut positif mengandung senyawa ketosa. Warna tersebut
disebabkan karena terjadinya reaksi kondensasi resorsinol dengan furfural atau
hidroksimetilfurfural. Jika dilakukan perbandingan kedua larutan tersebut antara
fruktosa dan sukrosa, larutan fruktosa yang memberikan hasil lebih cepat
perubahan warnanya dan kepekatannya lebih besar daripada sukrosa. Fruktosa
merupakan monosakarida dan juga ketosa sehingga lebih mudah terhidrolis pada
saaat pemanasan. Berbeda dengan sukrosa yang merupakan disakarida dan juga
terbentuk antara glukosa dan fruktosa yang pada saat pemanasan harus
memisahkan dulu anatar glukosa dan fruktosa sehingga hasil yang diberikan
sedikit lebih lama dan kepekatanya kurang dari larutan fruktosa.
Uji Pati-Iodin dilakukan pada 5 larutan uji yaitu larutan Pati yang
dimasukan masing-masing larutan Air,HCl,NaOH dan glukosa Iodium, lalu
ditambahkan iodium. Pada pengamatan ketika Pati + air + Iodium dan pati + HCl
+ iodin memberikan warna biru tua sedangkan pati + NaOH + iodium menjadi
putih keruh dan glukosa + iodium berubah warna menjadi kuning. Fungsi dari
Iodium sebagai indikator suatu senyawa polisakarida. Warna biru tua pada larutan
uji karena larutan pati, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks
karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Bentuk ini
menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang
dapat masuk ke dalam spiralnya, sehingga menyebabkan warna biru tua pada
kompleks tersebut. Namun ketika pati dan NaOH + Iodium direaksikan
menghasilkan tak berwarna karena terbentuknya NaI. NaI memberikan ikatan
kovalen kuat sehingga tidak mudah dipisahkan ataupun dipecah ketika dilakukan
proses pemanasan. Selanjutnya, dilakukan proses pemanasan untuk merusak
perikatan antara pati dan iodium. Hasil yang didapatkan Pati di campurkan dengan
Air dan Iodium berubah menjadi tak berwarna sehingga reaksi yang terjadi
Polisakarida telah terhidrolisis sempurna menghasilkan glukosa (monosakarida).

Kesimpulan
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton dengan rumus empirik
(CH2O)n, dapat diubah menjadi aldehida dan keton dengan cara
hidrolisis.Karbohidrat dibagi dalam tiga golongan yaitu : monosakarida,
oligosakarida/disakarida, dan polisakarida. Uji identifikasi kabohidrat yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan :

Uji Molisch : uji untuk membuktikan adanya karbohidrat dengan memberikan


warna ungu pada larutan. Larutan uji Arabinosa ,maltosa ,pati ,galaktosa
,glukosa ,sukrosa menghasilkan cincin ungu.
Uji Benedict : uji untuk membuktikan adanya gula pereduksi dalam keadaan
basa, dengan memberikan warna merah bata pada karbohidrat. laktosa,
fruktosa, galaktosa, dan glukosa merupakan gula pereduksi dan sukrosa tidak
termasuk gula pereduksi.
Uji Barfoed : uji untuk membedakan monosakarida dan disakarida dalam
suasana asam. Monosakarida (Fruktosa) sebagai agen pereduksi yang kuat
ditandai warna merah sedangkan Disakrida(Sukrosa) sebagai agen pereduksi
lemah ditandai warna biru dalam membentuk Cu2O.
Uji Seliwanoff : larutan monosakarida(fruktosa) lebih cepat dalam hidrolisis
dan memberikan warna yang lebih pekat daripada disakarida (sukrosa)
Uji Pati : Digunakan untuk karbohidrat polisakarida yaitu pati. Polisakarida
yang terhidrolisis sempurna menjadi monosakrida ( glukosa ) ialah larutan
Pati ditambahkan Air + Iodium.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. halomoan hutagalung dalam artikel karbohidrat , bagian ilmu gizi fakultas
kedokteran universitas sumatera utara 2004 digitized by usu digital library
Fessenden R J, Joan S Fessenden. 1982. Kimia Organik. Ed. Ke-3. Penerjemah
Aloysius Hadyana P udjaatmaka. Terjemahan dari Organic Chemistry Third
Edition. Erlangga. Jakarta

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar Dasar Biokimia. UI-Pres: Jakarta.

Endrika widyastuti, 2013 dalam artikel uji kualitatif karbohidrat dan protein food
analysis and biochemistry practice, Food Science and Technology
Department.
Murray, R. K. dkk. 2009. Biokimia Harper . Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta

Mustahi. 2011. Karbohidrat dan Uji Karbohidrat.(http://biologi.blogsome.com /


2011/02/07/karbohidrat-dan-uji-karbohidrat/). Diakses tanggal 20 Maret
2016 pkl. 19.33