Anda di halaman 1dari 7

TINGKAT KEMATANGAN GONAD

I. Kerang Abalon (Haliotis squamata)


TKG Deskripsi
0 Gonad belum berkembang
I Gonad sedikit menutupi bagian hepatopankreas
Gonad menutupi sekitar 25% bagian
II
hepatopankreas
Gonad menutupi sekitar 50% bagian
III
hepatopankreas
IV Gonad menutupi seluruh bagian hepatopankreas

Haliotis squamata termasuk salah satu jenis abalon yang berukuran relative besar. Jenis ini

dapat mencapai ukuran 8 - 10cm dengan bobot 30-40 g/ekor dalam waktu pemeliharaan 12-14

bulan. Abalon tergolong hewan berumah dua atau diocis (betina dan jantan terpisah). Pembuahan

telur dan sperma terjadi di luar tubuh, dimulai dengan keluarnya sperma ke dalam air yang segera

diikuti keluarnya telur dari induk betina. Kematangan gonad induk jantan maupun betina

berlangsung sepanjang tahun dengan puncak memijah terjadi pada bulan Juli dan Oktober. Telur

yang siap dipijahkan berdiameter 100 m. Di laboratorium telur yang dipijahkan berdiameter rata-

rata 183 m (Kordi, 2004). Perbedaan betina dan jantannya bisa diketahui melalui warna gonadnya

(alat kelamin). Bila berwana hijau berarti betina dan bila menyerupai putih susu bisa dipastikan

itu adalah jantan.


II. Siput Lola (Trochus niloticus)
TKG Deskripsi
Proliferasi: gonad hanya memiliki ovum dalam
I jumlah sedikit, dari tingkat kepadatan rendah
hingga tinggi;
Perkembangan awal: diameter ovum meningkat
dan beberapa oosit sudah diselimuti dengan
lapisan jeli (selaput yang berlubang)
II disekelilingnya. Lapisan jeli tersebut dapat
dijadikan indikator kematangan ovum. Tahap ini
didominasi oleh ovum muda dan berdiameter
kecil;
Perkembangan lanjut: pada tahap ini ditandai
III dengan semakin banyaknya ovum yang diselimuti
oleh lapisan jeli pada bagian luarnya; dan
Matang gonad: ovum matang mendominasi
IV ovarium, pada tahap ini kadang-kadang dijumpai
ovum yang berdiameter kecil.

Di Maluku, musim pemijahan lola terjadi pada bulan Maret sampai Juni, yaitu pada musim
pancaroba (peralihan) dari musim barat ke musim timur (Pradina, et al,1996). Lola di desa
Noloth, pulau Saparua mencapai kematangan gonad pertama pada ukuran 53,95 mm dan 59,40
mm (Arifin dan Pradina, 1993). Gimin (1997b) mengemukakan bahwa tidak terdapat perbedaan
ukuran kematangan gonad pertama untuk jantan dan betina. Namun demikian dari hasil penelitian
yang dilakukan ditemukan bahwa lola jantan umumnya lebih dahulu memijah kemudian
disusul lola betina.
III. Ikan Kerapu (Famili Seerranidae)
Deskripsi
TKG
Betina Jantan
I Ovary tidak matang. Oocyt (1&2) Teste tidak matang
Teste menuju masak, kantung
Betina dengan ovary matang
II soermatogonia terlihat dengan
istirahat, Oocyt (1,2,3)
spermatocyte (1,2)
Teste masak, spermatocyte (1,2)
III Betina matang aktif , Oocyt (3,4)
sperma dalam kantung
Teste masak sekali banyak sperma
IV Betina pasca pemijahan
dalam kantung spermatocyte
Teste pasca pemijahan kantung
V Transisi
sperma kosong

Ikan memijah pada bulan gelap antara pukul 22.00-02.00 WIB dengan suhu 29oC.
Ikan kerapu memijah pada malam hari disebabkan ikan tersebut merupakan ikan demersal dan
bersifat fototaksis negatif (-) yaitu cenderung menjauhi cahaya. Ciri induk yang siap memijah yaitu
ikan menjadi lebih sensitif terhadap suara atau cahaya Pada induk betina perutnya terlihat buncit,
warna tubuhnya cerah dan pergerakannya lambat. Sedangkan induk kerapu jantan pergerakannya
lebih agresif daripada induk betina. Kemudian induk kerapu jantan akan bergerak mengikuti
induk betina dan berenang bersama.
IV. Gastropoda dari Family Strombidae
Deskripsi
TKG
Betina Jantan
Keong mudah : Ovarium belum Keong mudah : Testis belum
I
jelas terlihat
Masa perkembangan :Testis mulai
II Masa perkembangan terlihat kuning muda pada pinggir
gonad
Dewasa : ovarium makin besar ,
Dewasa : Testis jingga, volume dan
III coklat tua, butiran telur terlihat
butiran testis makin jelas
jelas
Matang : Ovarium semakin
Testis makin jelas dan jingga,
IV coklat, volume 1/3-1/2 badan,
volume 1/3-1/2 badan
butiran tlr makin jelas
Pasca pemijahan : Ovarium Pasca pemijahan : Testis mengecil
V
mengecil-kosong dan tipis
V. Ikan momar atau ikan layang (Decapterus spp)
TKG Deskripsi
Ovari kecil. Ukuuran hingga dari panjang ronnga
I (Belum matang) badan.Ovari berwarna kemerahan jernih (translucent).
Butiran telur (ova) tidak nampak.
Ovari sekitar dari panjang rongga badan. Ovari merah
orange, translucent, testis putih, kira-kira simetris.
II (Perkembangan)
Butiran telur tidak nampak dengan mata telanjang.
Ovari sekitar 2/3 dari panjang rongga badan . Ovari
kuning-orange nampak butiran telur. Ovari dengan
III (Pematangan) pembuluh darah di permukaannya. Belum ada telur-
telur yang transparan.
Ovari kira-kira 2/3 sampai memenuhi rongga badan .
Ovari berwarna orangepink. Terlihat telur-telur
IV (Matang)
besar,transparan,telur-telur matang(ripe).
Ovari menyusut hingga dari rongga badan. Didalam
V (Mijah) ovari mungkin masih tersisa telur-telur.

Jumlah terbanyak matang gonad ditemukan pada bulan Maret. Kematangan gonad pertama
kali dicapai pada ukuran panjang total rata-rata 25,8 cm. Puncak pemijahan berlangsung pada
bulan April/Mei. . Diperkirakan matang gonad pada umur 3 4 tahun dan pertumbahan cangkang
2 3 cm meter pertahun pertahun.
VI. Siput Mata Bulan (Turbo marmoratus)
TKG Deskripsi
Fase ini didapatkan sel telur yang sangat muda dengan
I (Pembelahan aktif)
densitas telur bias rendah, bias tinggi.
Fase ini ditandai dengan mulai terbentuknya lapisan jeli yang
II (Perkembangan awal)
didalamnya terdapat pitted membrane pada sel telur.
Sel telur dalam fase ini menampakan densitas yang tinggi
III (Perkembangan akhir) dengan ukuran yang jelas. Jumlah folikel masak semakin
banyak dan pitted membrane semakin menebal.
Ovary yang telah nampak matang menampakan sel telur
masak. Sel telur ini ukurannya relative homogeny dan
IV (Ovarium matang) tersusun relative padat dan teratur, dengan ciri khas lepisan
jelinya tebal dan mengelilingi masing masing sel telur
matang.
Pemijahan tersebut terjadi pada saat sebelum dan sesudah bulan purnama penuh.
Pemijahan terjadi bila kondisi lingkungan memenuhi persyaratan yaitu tersedianya individu jantan
dan tidak adanya perubahan kondisi perubahan abiotik dan biotiknya.
BIOLOGI PERIKANAN

JOSSE JANSEN PATTIKAWA

2015 64 039

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PATTIMURA

AMBON

2017