Ubi Jalar: Jenis, Manfaat, dan Gizi
Ubi Jalar: Jenis, Manfaat, dan Gizi
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Vincent dan Mas (1998), ubi jalar adalah tanaman dikotiledon
tahunan dengan batang panjang menjalar dan daun berbentuk jantung hingga
bundar yang bertopang tangkai daun tegak. Ubi Jalar atau ketela rambat (dalam
bahasa latin: Ipomoea batatas) adalah tanaman dikotil yang masuk dalam
bunga berbentuk payung ini, memiliki bentuk umbi yang besar, rasanya manis,
dan berakar bongol. Terdapat sekitar 50 genus dan lebih dari 1.000 spesies dari
keluarga Convol vulaceae ini, di mana ketela rambat dengan nama latin Ipomoea
meskipun masih banyak jenis Ipomoea batatas yang sebenarnya beracun. Ubi
tanaman ini relatif mudah tumbuh, tahan hama dan penyakit serta memiliki
Ubi jalar atau ketela rambat atau sweet potato diduga berasal dari Benua
Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi
jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai
Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer
7
8
asal tanaman ubi jalar adalah Amerika bagian tengah.Ubi jalar mulai menyebar ke
ke-16. Penyebaran ubi jalar pertama kali terjadi ke Spanyol melalui Tahiti,
Kepulauan Guam, Fiji, dan Selandia Baru. Orang-orang Spanyol dianggap berjasa
menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia.
umbi dari ubi jalar dimanfaatkan menjadi salah satu sumber makanan pokok yang
penting. Di Asia, selain umbinya yang dimanfaatkan sebagai makanan, daun muda
ubi jalar juga dimanfaatkan untuk sayuran. Di Indonesia ubi jalar cukup populer,
khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, yaitu Papua dan Papua Barat yang
menggunakan ubi jalar sebagai bahan makanan pokok dan makanan ternak.
Terdapat juga ubi jalar yang dimanfaatkan menjadi tanaman hias karena
Pada tahun 1960-an penanaman ubi jalar sudah meluas hampir di semua
provinsi di Indonesia. Pada tahun 1968 Indonesia merupakan negara penghasil ubi
jalar nomor empat di dunia karena berbagai daerah di Indonesia menanam ubi
jalar. Sentra produksi ubi jalar yang termasuk lima daerah terluas penanaman
komoditas ini adalah provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, dan
Ubi jalar mempunyai keragaman yang cukup banyak, yang terdiri dari
jenis lokal dan beberapa varietas unggul. Jenis-jenis ubi jalar tersebut mempunyai
perbedaan yaitu bentuk, ukuran, warna daging umbi, daya simpan, komposisi
kimia, sifat pengolahan, dan umur panen. Menurut Anonim (2012), varietas ubi
jalar di dunia diperkirakan berjumlah lebih dari ribuan jenis, namun masyarakat
awam pada umumnya mengenal ubi jalar berdasarkan warna umbinya. Secara
umum terdapat tiga jenis umbi berdasarkan warnanya, yakni warna putih, kuning,
Menurut Hidayat dan Elfi (2006), varietas atau klon ubi jalar digolongkan
1. Berdaya hasil atau berproduksi tinggi, yaitu lebih dari 30 ton per hektar
lahan.
2. Bersifat genjah (cepat memberi hasil), yaitu antara 3-4 bulan setelah tanam
Kulit umbi dibedakan menjadi dua tipe yaitu tebal dan tipis. Kandungan
getahnya ada jenis yang bergetah banyak, sedang atau sedikit. Menurut Anonim
(2012) yang mengutip pendapat Woolfe (1992), kulit ubi maupun dagingnya
Bentuk umbi umumnya dapat dibedakan antara lain bentuk lonjong dan bulat
dengan permukaan rata ataupun tidak rata. Warna daging umbi terdiri dari
beberapa warna yaitu putih, kuning, (orange), ungu atau merah. Warna kuning
pada umbi disebabkan adanya pigmen karoten, sedangkan warna ungu disebabkan
Komposisi dan intensitas yang berbeda dari kedua zat kimia tersebut
menghasilkan warna pada kulit dan daging ubi jalar. Dari sisi umurnya, ada ubi
jalar yang berumur pendek (dapat dipanen pada usia 46 bulan) dan ada yang
sekitar 23 varietas yang sudah dilepas atau diperkenalkan untuk budidaya oleh
menyebabkan baik perbedaan sifat sensorik, fisik, dan kimia umbi maupun produk
jenis yaitu :
a. Umbi dengan tekstur kering dengan kandungan air kurang dari 60%,
apabila direbus daging umbinya terasa agak kering seperti bertepung (firm
dry)
11
c. Jenis umbi dengan tekstur sangat kasar (coarse) yang hanya cocok untuk
Indonesia adalah sebesar 1.612 kal/kapita/hari, berasal dari beras 680 kal, gula
219 kal, lemak dan minyak 354 kal, sayuran dan buah-buahan serta biji-bijian 313
kal, ditambah umbi-umbian 210 kal. Kandungan utama ubi jalar setelah air adalah
karbohidrat. Karbohidrat pada ubi jalar terdiri dari 60-70% amilopektin dan 30-
40% amilosa. Sekitar 3-6% dari karbohidrat pada ubi jalar terdapat dalam bentuk
gula. Dalam keadaan utuh dan tidak terluka, ubi jalar merupakan jenis umbi-
umbian yang tahan disimpan lama. Bahkan semakin lama ubi jalar disimpan
Sifat tersebut sangat berbeda dengan ubi kayu yang semakin lama
disimpan akan semakin busuk (poyo). Kadar gula pada ubi jalar dapat bertambah
selama penyimpanan. Di dalam ubi jalar terdapat enzim diastase yang dapat
mengubah pati menjadi gula. Itulah sebabnya, ubi jalar sebaiknya disimpan dulu
selama 1-2 minggu sebelum dikonsumsi agar rasanya lebih manis. Selama
penyimpanan akan terjadi penurunan kadar pati, kenaikan kadar sukrosa, dan
kemanisan ubi jalar juga akan meningkat selama proses pemasakan. Selama
12
pemasakan, karbohidrat pada ubi jalar akan terhidrolisis menjadi maltose dan
karbohidrat setelah jagung dan ubi kayu. Menurut Winarno (1992), jenis
seperti pati. Selain beras, masih banyak sumber karbohidrat yang layak untuk
uwi, ganyong, gadung, gembili, garut, sente, suweg, singkong, talas, kentang, ubi
jalar. Ubi jalar mengandung sekitar 16-40 % bahan kering dan sekitar 70-90% dari
bahan kering ini adalah karbohidrat yang terdiri dari pati, gula, selulosa,
Tabel 2.1 Kandungan Gizi dalam Tiap 100 gram Ubi Jalar Segar
Varietas
Kandungan Gizi Ubi Putih Ubi Ubi Orange
Merah/Ungu
Kalori (kal) 123,00 123,00 136,00
Protein (g) 1,08 1,80 1,10
Lemak (g) 0,70 0,70 0,40
Karbohidrat (g) 27,90 27,90 32,30
Kalsium (mg) 30,00 30,00 57,00
Fosfor (mg) 49,00 49,00 52,00
Zat besi (mg) 0,70 0,70 0,70
Natrium (mg) - - 5,00
Kalium (mg) - - 393,00
Niacin (mg) - - 0,60
Vitamin A (SI) 60,00 7.700,00 900,00
Vitamin B1 (mg) 0,90 0,90 0,10
Vitamin B2 (mg) - - 0,04
Vitamin C (mg) 22,00 22,00 35,00
Air (g) 68,50 68,50 -
Bagian yang dapat 86,00 86,00 -
dimakan (%)
Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI 1981 dan Food and Nutrition Research Center Hanbook I,
Manila yang dikutip Rukmana 1997.
13
Jenis ubi jalar berdasarkan warna umbinya terdapat 2 zat pewarna alami
yang dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam membuat olahan makanan
sebagai berikut :
a. Antosianin
tanaman yang bewarna merah-biru dan terdapat pada semua tumbuhan tingkat
tinggi, terutama di bunga dan buah-buahan tetapi juga di daun, batang, dan akar.
Warna antosianin tergantung pada struktur dan juga pada keasamaan buah.
Antosianin banyak bewarna merah pada kondisi asam dan membiru pada kondisi
asam yang sedikit. Ubi jalar ungu (Ipomea batatas var Ayamurasaki) biasa
disebut Ipomea batatas blackie karena memiliki kulit dan daging umbi yang
Ubi jalar ungu mengandung pigmen antosianin yang lebih tinggi daripada
ubi jalar jenis lain. Pigmennya lebih stabil bila dibandingkan antosianin dari
sumber lain seperti kubis merah, elderberries, blueberries dan jagung merah.
Kandungan nutrisi ubi jalar ungu lebih tinggi dibandingkan ubi jalar varietas
lainnya. Total kandungan antosianin bervariasi pada setiap tananam dan berkisar
antara 20 mg/100 gram sampai 600 mg/100 gram berat basah. Total kandungan
antosianin pada ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 gram berat basah. Kandungan
antosianin yang tinggi yang terdapat pada ubi jalar ungu memiliki stabilitas yang
tinggi dibanding antosianin dari tumbuhan lain, dan membuat tanaman ini sebagai
b. Karetenoid
bewarna kuning, orange, merah orange, serta larut dalam minyak (lipida).
Karetenoid terdapat dalam buah pepaya, kulit pisang, tomat, cabai merah, magga,
wortel, ubi jalar dan beberapa bunga yang bewarna kuning dan merah.
Diperkirakan lebih dari 100 juta ton karetenoid diproduksi setiap tahun di alam.
Beberapa jenis karetenoid yang banyak terdapat di alam dan bahan makanan
(tomat), kapxantin (cabai merah), dan biksin (annatis). Selain sebagai sumber
karbohidrat, ubi jalar (khususnya yang bewarna) juga berfungsi sebagai sumber
kuning adalah setara dengan yang terdapat pada wortel, sedangkan vitamin C-nya
hati. Warna bahan pangan yang kuning, ungu atau merah dapat digunakan sebagai
dibandingkan yang bewarna putih. Ubi jalar merah mengandung 7.700 SI vitamin
karbohidrat bewarna kuning atau merah daripada yang putih polos. Ubi jalar
(vitamin A) di dalam tubuh karena terjadi konversi beta karoten menjadi retinol
Adapun efek yang ditimbulkan bila konsumsi ubi jalar yang berlebihan
a. Aspek Negatif
(kembung perut dan buang gas). Gejala tersebut disebabkan karena tidak
menyebabkan perut menjadi kembung dan selalu ingin buang gas (Astawan,
2009).
b. Aspek Positif
oligosakarida seperti stakhiosa dan raffinosa tidak tercerna dengan baik, akan
menguntungkan tubuh dari 2 senyawa tersebut dapat menjadi prebiotik yang baik
16
kesehatan, untuk tumbuh dan berkembang biak. Pertumbuhan bakteri baik yang
Pada saat ini masih banyak orang memandang sebelah mata terhadap
komoditas ubi jalar. Opini masyarakat hingga saat ini terhadap ubi jalar masih
hanya karena gengsi. Berdasarkan dari beberapa penelitian ilmiah, ternyata ubi
jalar menyimpan potensi yang besar baik sebagai bahan pangan alternatif yang
vitamin A sebanyak empat kali lipat dari wortel atau sebesar 7,700 mg/100 gram,
sehingga baik untuk pencegahan kebutaan dan penyakit mata. Selain itu
kandungan kalsium dari ubi jalar lebih tinggi dibanding beras, jagung, terigu
17
maupun sorghum. Kandungan kalsium tertinggi terutama pada ubi jalar kuning.
Dalam ubi jalar terdapat kandungan mineral seperti potassium, zat besi dan
magnesium yang sangat penting bagi tubuh guna meningkatkan energi seseorang.
Potassium bermanfaat untuk mengatur kerja jantung dan organ ginjal agar tetap
bekerja secara normal. Zat besi selain penting untuk mereproduksi sel darah
merah dan darah putih dalam tubuh, zat besi juga sangat penting dalam
serangan stres. Sedangkan magnesium salah satu fungsinya adalah untuk menjaga
kesehatan dan kepadatan tulang, menjaga saraf, otot, jantung, darah dan arteri agar
selalu tetap sehat. Dalam ubi jalar ternyata rasa manis alami tidak menyebabkan
naiknya kadar glukosa atau kadar gula darah yang dapat menyebabkan diabetes.
dapat menahan beberapa penyakit seperti flu, racun dalam tubuh serta
mempercepat penyembuhan.
3. Membantu pencernaaan
memanjang keatas bisa sampai 12 meter. Miskin akan cabang, sehingga secara
berbentuk lonjong (bulat telur) dan letaknya terdapat di ujung cabang atau ranting.
Demikian juga bentuk buahnya mirip dengan daunnya. Bulat lonjong bewarna
hijau pekat semasa muda, dan berbuah kekuningan setelah matang. Buah-buah
seukuran telur puyuh ini muncul dan bergelantungan pada batang dan dahannya.
Dagingnya banyak mengandung air yang rasanya kelewat asam. Kendati memiliki
nama belimbing seperti halnya buah belimbing manis, ia jarang dimakan sebagai
(Averrhoa carambola) dan belimbing manis asam (Averrhoa bilimbi) atau lazim
disebut belimbing wuluh. Sekedar diketahui, asal kata Averrhoa konon dicomot
dari nama seorang filsuf berkebangsaan Arab yang hidup antara 1126-1198 M.
Para ahli sepakat bahwa belimbing merupakan tanaman asli Indonesia dan
Malaysia, yang kemudian menyebar rata di Asia Tenggara seperti Filipina dan
kering di Asia Tenggara, seperti halnya Jawa dan Sumatera, apalagi ditambah
informasi yang menyebut bahwa belimbing sudah lama ditemukan tumbuh liar di
19
dikenal dengan pohon buah, dan terkadang tumbuh liar pada tempat yang tidak
nama berbeda- beda tiap daerahnya, seperti di Aceh belimbing wuluh dikenal
penggemar tanaman buah, jenis tanaman ini tidak dapat diandalkan untuk ditanam
Indonesia belum dilakukan secara optimal, karena nilai jual buah yang masih
20
rendah dan tidak diimbangi dengan potensi yang dimiliki buah belimbing wuluh
(Lingga, 1999).
Buah belimbing wuluh memiliki kandungan asam yang tinggi dan kadar
air buah yang tinggi menyebabkan buah jarang dikonsumsi layaknya buah segar
dan daya simpan relative singkat. Pada bagian batang atau belimbing wuluhnya
glukosida, asam format, kalsium oksalat, sulfur dan peroksida. Pada bagian
oksalat, dan kalsium sitrat Vitamin C dengan dosis tinggi, protein, serta mineral
yang terdiri dari kalsium, zat besi, fosfor, dan lain sebagainya bisa ditemukan
Tabel 2.2 Kandungan gizi buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) per
100 gram
Komponen Gizi Nilai Gizi
Energi 32,0 kal
Protein 0,4 g
Lemak -
Karbohidrat 7,0 g
Kalsium 10,0 mg
Fosfor 10,0 mg
Zat Besi 1,0 mg
Vitamin A -
Vitamin B1 -
Vitamin C 25,0 mg
Kadar Air 93,0 %
Sumber : Departemen Kesehatan RI 1971 dikutip dalam Lingga (1999).
Belimbing wuluh memang bukan buah yang bisa disantap sebagai buah
segar apalagi sampai dipajang di meja makan. Namun demikian manfaatnya tak
kurang banyaknya.
a. Menyembuhkan batuk
batuk, flu, batuk rejan hingga batuk anak-anak dengan cara mengambil
rebusan belimbing wuluh dan bisa diminumkan bagi penderita batuk. Jika
b. Mengobati reumatik
Buah dan daun belimbing wuluh bisa digunakan untuk obat mengurangi
dengan cengkih, merica dan beberapa lembar daun kantil dan dioleskan
c. Obat Sariawan
Campuran belimbing wuluh dengan bawang merah, buah pala muda, adas,
dan pulosari yang telah dimasak dan ditumbuk halus dapat mengatasi
Belimbing wuluh sangat baik untuk menghilangkan jerawat. Zat asam yang
terdapat dalam belimbing akan memberikan rasa perih pada kulit yang
e. Mengobati panu
Panu merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
Belimbing wuluh memiliki sifat anti jamur. Parutan belimbing wuluh yang
ditempelkan secara rutin dibagian kulit yang terkena panu ampuh mengobati
g. Mengobati diabetes
dua kali sehari dapat mengatasi diabetes dan imbangi pengobatan rutin ini
2.3 Selai
(1975), selai atau jam merupakan salah satu produk yang diperoleh melalui
pemasakan hancuran buah (segar, beku ataupun buah kaleng atau campurannya)
dengan gula atau campuran dekstrosa dengan atau tanpa air hingga mencapai
selai sebagai produk buah buahan, baik berupa buah segar, buah beku, buah
(sukrosa) dengan atau tanpa penambahan air. Selai atau selei (bahasa inggris;
jam, bahasa perancis: confiture) adalah salah satu jenis makanan awetan berupa
sari buah atau buah-buahan yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak
Amerika selai didefinisikan sebagai suatu bahan pangan setengah padat yang
dibuat tidak kurang dari 45 bagian berat zat penyusun sari buah dengan 55 bagian
berat gula.
roti tawar, sebagai isi roti manis, isi kue kering seperti nastar, pemanis minuman
seperti youghurt dan es krim. Menurut Lean (2006), selai terdiri dari dari 67%
gula larut dan konsentrasi tinggi yang mencegah berkembangnya jamur dan ragi
karena aktivitas air yang sangat rendah (dengan kandungan osmotik yang terlalu
gula yang tepat pada pembuatan selai tergantung pada banyak faktor, antara lain
tingkat keasaman buah yang digunakan, kandungan gula dalam buah, dan tingkat
jelly dan marmalade pada umumnya dibuat dari daging atau sari buah yang
diproses menyerupai gel dan mengandung gula, asam, dan pectin. Sifat daya tahan
proses pendidihan yang membuat sari buah benar-benar meresap masuk kedalam
tekstur yang padat, sehingga rasa yang terdapat dalam buah sangat melekat
untuk memperoleh selai yang aromanya harum dan dengan konsistensi yang baik,
sebaiknya digunakan campuran buah setengah matang dan buah yang matang
penuh. Buah yang setengah matang akan memberikan pektin dan asam yang
cukup sedangkan buah yang matang akan memberikan aroma yang baik.. Buah-
buahan yang umum dijadikan selai, misalnya; strawberry, blue beri, apricot, apel,
25
anggur, pir, dan fig. Selain itu, selai juga bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti
(1976), proses pengolahan selai terdiri dari tiga tahao yaitu persiapan bahan,
pemasakan, dan pengisian serta pasteurisasi dan pada tahap persiapan bahan
akhir selai. Menurut Desrosier (1988), ada empat substansi penting untuk
memproduksi selai, seperti pektin, asam, gula dan air. Buah-buahan yang ideal
untuk pembuatan selai harus mengandung pektin dan asam yang cukup untuk
Bahan-bahan dalam pembuatan selai terdiri atas bahan utama dan bahan
tambahan. Bahan utama adalah bahan dasar untuk mendapatkan produk makanan
makanan dengan jumlah dan ukuran tertentu dan terlibat dalam proses
memperbaiki warna, bentuk, cita rasa, dan tekstur, serta memperpanjang masa
1. Bahan Dasar
buahan yang dapat digunakan dalam pengolahan selai antara lain nanas, sirsak,
26
srikaya, stoberi, belimbing, papaya, tomat, durian, mangga, jambu biji, kacang-
kacangan, kulit pisang, kulit semangka, kulit durian dan buah-buah musiman
lainnya dan umbi-umbian seperti ubi jalar. Buah yang digunakan harus benar-
benar matang sehingga diperoleh selai dengan aroma yang baik. Meskipun
demikian, pengolahan selai buah juga dapat menggunakan campuran antara buah
setengah matang dan buah yang benar-benar matang. Buah yang setengah matang
akan memberikan pektin dan asam yang cukup sedangkan buah yang matang akan
b. Gula
memperpanjang umur selai dan membuat tekstur selai jadi lebih kental. Gula
rasa asam, cita rasa, memperoleh tekstur kekentalan dan flavor yang ideal.
Menurut Mudjajanto dan Lilik (2004) gula yang digunakan dalam pembuatan
selai adalah gula halus agar mudah larut dan hancur dalam adonan. Gula yang
sedangkan adonan yang menggumpal tidak bisa bercampur rata dengan bahan
c. Air
Air merupakan komponen penting dalam bahan makanan karena air dapat
rasa makanan. Menurut Desrosier (1988), jumlah air yang ditambahkan pada
27
proses pembuatan selai tergantung pada kandungan buahnya. Air yang berlebihan
harus diupkan selama pengentalan, oleh karena itu air yang ditambahkan harus
sedikit dan diimbangi dengan sari buah yang baik untuk mencegah kegosongan
dan ekstraksi pektin. Menurut Winarno( 1992), air yang digunakan harus
rasa dan tidak mengandung Besi dan Mangan, serta tidak mengganggu kesehatan
penambah rasa, untuk mengurangi rasa manis, memperbaiki sifat koloidal dari
ekstraksi pektin dan pigmen dari buah - buahan dan lainnya (Winarno, 1992).
yang biasa digunakan dalam pembuatan selai adalah asam sitrat, asam tartat dan
asam malat. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk
lemon, markisa, maupun belimbing wuluh. Asam ini dipakai untuk meningkatkan
rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan produk susu,
golongan subtansi yang terdapat dalam sari buah yang membentuk larutan
koloidal dalam air dan berasal dari perubahan protopektin selama proses
pemasakan, dan bila dalam kondisi yang cocok pektin dapat membentuk suatu gel.
kandungan pektin dalam bubur buah. Selain itu keasaman dan gula yang
tanaman yang memiliki asam sitrat yang tinggi dan pektin yang cukup.
2. Bahan Tambahan
a. Garam
(1988), pembuatan selai garam berfungsi memberi rasa dan aroma, memperkuat
gluten dan memberi warna. Garam dipergunakan sebagai salah satu metode
pengawetan pangan yang pertama dan masih dipergunakan secara luas untuk
menambah cita rasa dan menetralkan rasa pahit dan rasa asam, membangkitkan
selera dan mempertajam rasa manis, selain itu garam mempunyai tekanan osmotik
yang tinggi, higroskopik dan dapat terurai menjadi Na+ dan Cl- yang meracuni sel
h. Mentega
sehingga kandungan air yang ada dalam fresh milk terpisah dengan kandungan
kimiawi lain, kandungan kimiawi yang lain ini akan menempel pada dinding kayu
mungkin ditambah garam sehingga didapatkan 2 jenis mentega yakni salted butter
(mentega yang ditambahkan garam sehingga rasanya asin), unsalted butter (tanpa
Tepung jagung dibuat dari jagung pipil yang sudah betul-betul tua dan
kering. Caranya sebagai berikut : jagung dicuci, direndam beberapa jam lalu
ditiriskan. Kemudian ditumbuk sampai halus, kalau masih basah dapat dijemur.
Tepung jagung dapat dimasak menjadi nasi jagung yang disebut tiwul jagung.
yang sifatnya cair sehingga menjadi agak keras, hal ini mempermudah dalam
pemotongan dan untuk menambah penampilan, suatu hasil produk akan jadi
mengkilap dan terasa lebih manis setelah produk selesai diproses dengan
Menurut Suprapti (2004), beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas selai
sebagai berikut :
1. Penampilan
sebagai berikut :
a. Warna, warna yang sesuai dengan warna bahan dasar pembuatan selai.
pembuatan olahan selai harus dilakukan secara cermat agar selai yang
kesan kotor.
rapi dan bersih akan melindungi makanan dari cemaran debu, kotoran
2. Aroma
2. Cita Rasa
Cita rasa merupakan yang sangat menentukan kualitas selai, selain cita
rasa bawaan yang telah ada untuk meningkatkan cita rasa selai dapat ditambahkan
31
beberapa bahan seperti garam, daun pandan, kayu manis atau keningar, bunga
pala.
3. Kandungan Nutrisi
Unsur gizi dan kalori yang terkandung dalam selai sangat lengkap sesuia
5. Daya Tahan
sebagai pemanis sekaligus pengawet. Oleh karena itu, tanpa penambahan bahan
pengawet pun, selai akan tahan disimpan dalam satu minggu. Namun untuk
jenis makanan. Uji penerimaan atau uji daya terima produk ini digunakan untuk
mengevaluasi daya terima produk atau untuk menentukan apakah satu atau lebih
produk tertentu lebih diterima daripada produk lainnya. Pengujian daya terima
itu, uji daya terima produk ini sering dipandang sebagai salah satu fungsi dari
penelitian pasar dalam industri pangan. Uji organoleptik disebut juga dengan
penilaian indra atau penilaian sensorik yang merupakan suatu cara penilaian yang
paling primitif atau sudah lama dikenal. Penilaian organoleptik sangat banyak
32
digunakan untuk menilai mutu dalam industri pangan dan industri hasil pertanian
lainnya.
meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur. Penilaian organoleptik disebut juga
penilain dengan indera atau penilaian sensorik merupakan suatu cara penilaian
yang paling primitif atau sudah lama dikenal masyarakat awam. Penilaian
organoleptik banyak digunakan untuk menilai mutu komoditi hasil pertanian dan
makanan. Penilaian dengan cara ini banyak disenangi karena dapat dilaksanakan
dengan cepat dan langsung. Kadang-kadang penilaian ini dapat memberikan hasil
penelitian yang sangat teliti, sifat subjektif pangan lebih umum disebut dengan
Menurut Kamal (2015) yang mengutip pendapat Moehyi (1992) cita rasa
dihidangkan dan rasa makanan pada saat dimakan. Kedua aspek tersebut sama
rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh makanan itu. Oleh karena itu, penting
sekali dilakukan penilaian cita rasa untuk mengetahui daya terima penerimaan
33
konsumen. Rasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu senyawa kimia, suhu,
menentukan cita rasa makanan karena sensitifitas indera cita rasa dipengaruhi oleh
penyajian makanan tidak dilakukan dengan baik, seluruh upaya yang telah
dilakukan guna menampilkan makanan dengan cita rasa tinggi akan tidak berarti.
mampu membangkitkan selera untuk mencicipi makanan itu, maka pada tahap
selanjutnya rasa makanan itu akan ditentukan oleh rangsangan terhadap indera
penciuman dan indera perasa. Aroma yang disebarkan oleh makanan merupakan
daya tarik yang sangat kuat dan mampu merangsang indera penciuman sehingga
senyawa yang mudah menguap sebagai akibat atau reaksi karena pekerjaan enzim
2.5 Panelis
atau analisis sifat-sifat sensorik suatu komoditi, panel bertindak sebagai instrumen
atau alat. Panel ini terdiri dari orang atau kelompok yang bertugas menilai sifat
atau mutu komoditi berdasarkan kesan subjektif. Orang yang menjadi anggota
panel disebut panelis. Ada tujuh macam panel dalam penilaian organoleptik, yaitu
panel perseorangan, panel terbatas, panel terlatih, panel agak terlatih, panel tidak
terlatih, panel konsumen dan panel anak-anak. Perbedaan ketujuh panel tersebut
1. Panel Perseorangan
spesifik yang sangat tinggi yang diperoleh karena bakat atau latihan-latihan yang
sangat intensif. Panel perseorangan sangat mengenal sifat, peranan dan cara
2. Panel Terbatas
Panel terbatas terdiri dari 3-5 orang yang mempunyai kepekaan tinggi
sehingga bias lebih dapat dihindari. Panelis ini mengenal dengan baik faktor-
35
3. Panel Terlatih
Panel terlatih terdiri dari 15-25 orang yang mempunyai kepekaan cukup
baik. Untuk menjadi panelis terlatih perlu didahului dengan seleksi dan latihan-
latihan. Panelis ini dapat menilai beberapa rangsangan sehingga tidak terlampau
spesifik.
Panel agak terlatih terdiri dari 15-25 orang yang sebelumya dilatih untuk
mengetahui sifat-sifat tertentu. Panel agak terlatih dapat dipilih dari kalangan
terbatas dengan menguji datanya terlebih dahulu. Sedangkan data yang sangat
Panel tidak terlatih terdiri dari 25 orang awam yang dapat dipilih
berdasarkan jenis suku-suku bangsa, tingkat sosial dan pendidikan. Panel tidak
seperti sifat kesukaan, tetapi tidak boleh digunakan dalam uji pembedaan. Panel
tidak terlatih biasanya terdiri dari orang dewasa dengan komposisi panelis pria
6. Panel Konsumen
Panel konsumen terdiri dari 30 hingga 100 orang yang tergantung pada
target pemasaran komoditi. Panel ini mempunyai sifat yang sangat umum dan
7. Panel Anak-anak
Panel yang khas adalah panel yang menggunakan anak-anak berusia 3-10
produk pangan yang disukai anak-anak seperti permen, es krim dan sebagainya.
terhadap produk yang dinilai dengan alat bantu gambar seperti boneka yang
berikut :
perhatian yang dipakai. Orang yang relatif muda umumnya lebih sensitif
sedangkan yang lebih tua konsentrasinya lebih baik dan relatif stabil dalam
pengambilan keputusan.