Anda di halaman 1dari 5

nventori Kepribadian

Desember 19, 2011Sofwan Adiputra

Contoh tes inventori Kepribadian yang telah terstandarisasi antara lain :

1. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventories)

MMPI telah direvisi dan disusun ulang menjadi dua versi yang berbeda,MMPI-
2 (Butcher, Dahlstrom, Graham, Tellegen, dan Kaemmer, 1989) dan MMPI-
Adolescent (MMPI-A Buchler et al., 1992). Pada tahun 1960-an, MMPI dipandang
sebagai tes kepribadian terkemuka dan digunakan sesering atau lebih, pada subjek-
subjek yang normal dalam lingkungan konseling, pekerjaan, medis, militer, dan
forensik seperti pasien psikiatris.

Instrumen yang sudah tidak tepat lagi karena norma-norma yang berdasar sempit
dan kadaluwarsa dari tes perlu diperbaharui dan direstandardisasi demi
kesinambungan MMPI.

Minnesota Multiphasis Personality Inventory-2. Butir-butir soal MMPI-2 terdiri dari


567 pernyataan afirmatif yang ditanggapi peserta tes Benar atau Salah, 370 butir
soal pertama, pada dasarnya sama dengan butir-butir soal pada MMPI kecuali
dalam hal perubahan editorial dan pengaturan kembali, menyediakan semua
respons yang dibutuhkan untuk memberi skor 10 skala klinis yang asli dan tiga
skala validitas, 197 butir soal tersisa (107 di antaranya baru) diperlukan untuk
menskor seluruh komplemen yang terdiri dari 104 validitas baru, yang direvisi dan
dipertahankan , serta skala dan sub skala suplementer yang membangun inventori
secara lengkap. Dahsltrom (1993a) telah mempersiapkan suplemen manual yang
menyediakan semua informasi yang perlu untuk membandingkan butir-butir soal
MMPI-2 dengan butir-butir soal asli.

Minnesota Multiphasic Personality Inventory-Adolescent (MMPI-A) adalah bentuk


baru yang dikembangkan secara spesifik untuk digunakan padaremaja. MMPI-A
memuat hampir semua segi MMPI dan MMPI-2, mencakup 13 skala dasar namun
dilakukan pengurangan panjang keseluruhan inventori menjadi hanya 478 butir soal,
dimasukkan butir-butir soal yang relevan dengan remaja, seperti masalah sekolah
dan keluarga, dan di atas segala-galanya persyaratan norma kecocokan usia.
Dalam perkembangannya maju sejalan dengan MMPI-2 dan MMPI-A,
sebagaimana dengan kebanyakan rangkaian tes lainnya, komputerisasi prosedur
untuk administrasi, penentuan skor dan interpretasi inventori serta pengembangan
penerjemahan instrumen ke dalam berbagai bahasa. (Roper, Ben-Porath dan
Butcher, 1991, 1995).

2. CPI (California Psychological Inventory)

CPI dikembangkan secara khusus pada populasi orang dewasa. Dalam revisi
terakhir CPI terdiri dari 434 butir soal yang harus dijawab Benar atau Salah dan
menghasilkan skor pada 20 skala (Gough dan Bradly, 1996). CPI pada awal
diterbitkan tahun 1956. Pada awalnya terdiri dari 480 butir soal, diturunkan menjadi
462 butir soal dan terakhir 434 butir soal

3. PIC (Personality Inventory for Children)

Dikembangkan melalui 20 tahun riset oleh sekelompok peneliti di Universitas


Minnesota yang secara mendalam terpengaruh oleh dasar pemikiran dan
penggunaan klinis MMPI. PIC dirancang untuk anak dan remaja usia 3 sampai 16
tahun. PIC awalnya terdiri dari 600 butir soal, yang dikelompokkan ke dalam tiga
skala validitas (skala kebohongan, skala frekuensi dan skala sikap defensif), sebuah
skala penyaringan umum dan 12 skala klinis. PIC direvisi menjadi PIC-R dan jumlah
butir soalnya dikurangi dari 600 butir soal menjadi 420. PIC-R bukanlah laporan
inventori diri melainkan inventori perilaku teramati. (hasil pelaporan orang
tua). Personality Inventory for Youth (PIY) (Lachar dan Gruber, 1993), terdiri atas
280 butir soal yang direvisi menjadi 270 butir soal, dikembangkan sebagai ukuran
laporan diri yang sejajar dengan PIC-R.

Kedua alat ini menyediakan seperangkat alat multidimensi terpadu yang secara
khusus dirancang untuk digunakan pada anak-anak dan remaja.

4. 16 PF (Sixteen Personality Factor Questionnaire)

Disusun oleh : Cattell dan rekan-rekan kerjanya yang sekarang sudah memasuki
edisi kelima (1993). Pertama kali diterbitkan tahun 1949. 16 PF (sixteen Personality
Factor Questionnaire)
16 PF dirancang untuk umur 16 tahun ke atas dan menghasilkan 16 skor dalam
ciri-ciri, seperti : keberanian sosial, dominasi, kewaspadaan, stabilitas emosional,
dan kesadaran peraturan.

5. MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)

Mengikuti tradisi MMPI dan dirancang untuk maksud yang sama. MCMI-III-Million,
Million and Davis, 1994) Diterbitkan pertama kali tahun 1977. Belakangan
dikembangkan menjadi 2 . Salah satunya adalah Million Adolescent Clinical
Inventory (MACI-Million, Million dan Davis, 1993) digunakan untuk anak usia 13 dan
19 tahun dalam lingkup klinis. SedangkanMillion Indenx of Personality Styles (MIPS-
Million, 1994) untuk orang dewasa.

6. EPPS (Edward Personal Preference Schedule)

Dirancangkan untuk menaksir sistem kebutuhan nyata dikemukakan oleh Murray


dan rekan-rekannya di Harvard Psychological Clinic (Murray, et.al., 1938) Yang
akhirnya dibuatlah Edward Personal Preference Schedule (EPPS-Edward, 1959).
Dimulai dari 15 kebutuhan yang berasal dari daftar Murray. Inventori ini terdiri atas
210 pasang pernyataan dimana butir soal dari 12 skala lainnya.

EPPS perlu direvisi untuk menghapus kelemahan teknis terkait butir soal dan
interpretasi skornya. Aspek need yang diungkap, diantaranya;

Kemampuan untuk berprestasi

Kemampuan menyesuaikan diri

Kemampuan menunaikan tugas

Kebutuhan untuk menunjukan diri

Kebutuhan untuk mandiri

Kebutuhan untuk berempati

Kebutuhan perhatian terhadap sesama


Kebutuhan akan hubungan sosial

Keinginan untuk memimpin

Keinginan untuk kompromi

Kebutuhan memberikan perhatian

Kebutuhan akan stimulasi dari luar

Kemampuan mengahadapi berbagai rintangan

Kebutuhan memberikan perhatian dari lawan jenis

Kebutuhan untuk bertentangan dengan orang lain

Cukup banyak sekali aspek yang diungkap EPPS, namun pada dasarnya tes ini
akan dikelompokan menjadi tiga aspek, yaitu sikap kerja, aspek sosial,dan aspek
emosi.

7. PRF (Personality Research Form) (Costa dan McCrae, 1988)

PRF mencontoh pendekatan Douglas N Jackson terhadap pengembangan tes


kepribadian. Tersedia dalam lima pilihan berbeda, termasuk dua rangkaian form
paralel (A,B dan AA, BB) dari 300 dan 400 butir soal. Teknik analisis lebih canggih
menggunakan komputer terdiri dari 352 butir soal dari butir-butir soal terbaik. Seperti
instrumen kepribadian lainnya PRF mengambil teori kepribadian Murray sebagai titik
tolak.

8. Jacksons Basic Personality Inventory

Jackson Personality Inventory Revised (JPI-R) dikembangkan setelah PRF melalui


prosedur penyusunan skala yang sama dengan PRF namun lebih sempurna
(Jackson, 1976, 1994a) Jackson menggunakan standar ketat yang sama pada
penyusunan Basic Personality Inventory (BPI-Jackson, 1989a). BPI sudah tampak
menjanjikan untuk digunakan secara klinis pada bidang kenakalan remaja (Holden &
Jackson, 1992)
9. TAT (Thematic Apperception Test)

Pertama kali dikembangkan oleh Henry Murray dan stafnya di Harvard Psychological
Clinic (Murray, et al., 1938). Materi-materi TAT terdiri dari 19 kartu yang memuat
gambar-gambar kabur dalam warna hitam dan putih serta kartu kosong. Responden
diminta mengarang cerita sesuai dengan tiap gambar, menceriterakan apa yang
mengarah pada peristiwa sebagaimana tergambar dalam gambar itu,
mendeskripsikan apa yang terjadi waktu itu, kemudian membuat cerita tentang hal
itu.

TAT telah disiapkan dalam survei atas sikap buruh, kelompok minoritas, otoritas
dsb.(D.T. Campbell, 1950; R Harrison, 1965). Dalam perkembangannya tes yang
lebih baru dikembangkan, Apperception Tes for Children (RATC) oleh (Mc Arthur
dan Roberts, 1982), masih dalam bentuk kartu gambar. RATC menyediakan 16
kartu stimulus. Gambar-gambar itu diplih untuk melukiskan situasi antarpribadi
yang telah dikenal dimana ada anak-anak dalam hubungannya dengan orang
dewasa atau anak-anak lainnya.

sumber :

Anne Anastasi dan Susana Urbina. Tes Psikologi Psychological Testing. PT


Indeks, Jakarta : 2007. Alih bahasa oleh Robertus Hariono dan Imam, MA