Anda di halaman 1dari 13

KALIMAT EFEKTIF

Oleh

Kelompok IV

Muh.Charles

Rendi Juhar Maulana

Muhammad Lutfi Husaini

Achmad Ibnu Lutfi

Teguh Herlambang

Yuri Nur Kholifah

PROGTAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

TAHUN AJARAN 2016/2017


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa adalah alat untuk bekomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama
anggota mansyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahsa itu berisi pikiran, keinginan , atau
perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahsa yang digunakan itu hendaknya
dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipirkan, diinginkan, atau dirasakan itu
dapat diterima oleh pendengan atau pembaca.kalimat yang dapat mencapai sasarannya
dengan baik disebut dengan kalimat efektif.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya


secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan
yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan
mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan
tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau
pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat
yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang
digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang
tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu
dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan
keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).

Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi
syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat
yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu,
pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak
efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan
segala permasalahannya.
B. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:


1. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga
menjadi baik dan benar
2. Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa
3. Menjaga kemurnian bahasa Indonesia

C. Rumasan Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas dalam malah ini yaitu


1. Apa yang dimaksud dengan kalimat dan pembagiannya?
2. Apa saja unsur-unsur kalimat?
3. Apa ciri-ciri kalimat efektif?
4. Apa kriteria kalimat efektif?

D. Manfaat

Manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu:


1. Manfaat untuk diri sendiri: agar bisa memahami bagaimana yang dikatakan dengan
kalimat efektif.
2. Manfaat untuk kelompok: agar kita bisa menjaga budaya Bahasa Indonesia yang baik dan
mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan suatu pikiran,


gagasan, perasaan yang utuh. Kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subjek, predikat,
objek, pelengkap, dan keterangan. Kalimat dikakatan sempurna jika minimal memiliki unsur
subjek dan predikat. Jika dilihat dari predikatnya kalimat dalam bahasa indonesia ada dua
macam yaitu;
1) Kalimat-kalimat yang predikatnya kata kerja
2) Kalimat-kalimat yang predikatnya bukan kata kerja

Untuk lebih jelasnya contoh kalimatnya yaitu:


Laporan itu ditulis oleh mahasiswa
S P O
Kata kerja dalam kalimat diatas yaitu kata kerja ditulis. Kata ditulis adalah predikat
dalam kalimat diatas.

Suatu kalimat dapat dikenal melalui ciri-cirinya, adapun ciri-ciri kalimat antara
lain:

1) Dari segi maknanya, sebuah kalimat harus mengandung inormasi yang realti lengkap,
sedangkan bentuknyam sebuah kalimat sekurang-kurangnya harus mengungkapkan
unsur subjek (S) dan predikat (P).

2) Unsur-unsur yang berupa SP posisinya dapat diperlukan sehingga menjadi PS.

3) Subjek atau pokok kalimatdapat diketahi dari jawaban atas pertanyaan apa atau
siapa, sedangkan predikat atau seharusnya dapat diketahui dari jawaban atas
pertanyaan mengapa atau bagaimana.

Kalimat apabila dilihat dari segi fungsinya, terdiri atas unsur-unsur yang
disebut subjek, predikat, objek, perlengkap, dan keterangan. Secara singkat, ciri-
cirinya unsur kalimat itu dapat dejelaskan sebagai berikut.
a) Subjek

Unsur kalimat yang disebut subjek dapat diketahui dan jawaban atas
pertanyaan siapa atau apa. Rumah itu besar. Misalnya, jawaban atas pertanyaan apa
yang besar adalah rumah itu. Dengan demikian, unsur rumah itu dalam kalimat
tersebut merupakan subjek.

b) Predikat

Unsur predikat dalam kalimat dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan
bagaimana atau mengapa. Dalam kalimat yang disebutkan di atas, misalnya, jawaban
atas pertanyan bagaimana rumah itu adalah besar. Dengan demikian, besar
merupakan unsur yang disebut predikat.

c) Objek

Objek merupakan unsur kalimat yang kehadirannya bersifat wajib ( tidak


dapat dihilangkan) dan dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Unsur yang desebut
objek ini hanya terdapat dalam kalimat yang predikatnya berupa kerja transitif.

Misalnya:
1) Farah menyiram bunga itu.
O
2) Bunga itu disiram Farah
S
d) Pelengkap
Seperti hanya objeko, unsur kalimat yang disebut pelengkap kehadirannya
juga bersifat wajib. Perbedaannya adalah bahwa objek dapat menduduki fungsi subjek
dalam kalimat pasif, sedangkan pelengkap tidak dapat meduduki subjek karena
kalimatnya tidak dipasifkan.

Misalnya:
Perpustakaan ini beranggotakan sepuluh ribu mahasiswa
S P Pel
e) Keterangan

Keterangan merupakan unsur kalimat yang kehadirannya tidak wajib


sehingga unsur itu dapat dihilangkan. Siri unsur keterangan yang lain adalah bahwa
unsur ini posisinya dapat dipindah-pindah: di tengah, di akhir, atau di depan.

Misalnya:
1) Aulia pagi ini sedang ujian.
2) Pagi ini Aulia sedang ujian.
3) Aulia sedan ujian pagi ini.i
Kalimat adalah rangkaian kata yang disusun oleh sekurang-kurangnya subjek dan
predikat.

B. Pelengkap Unsur Kalimat

Sebuah kalimat yang tepat dalam arti benar, terutama dalam ragam resmi, harus
mengandung kelengkapan dari segi unsur-unsurnya, tuntas atau utuh dari segi
makna/informasinya, dan berterima dari segi nilai sosial budaya masyarakat pemakainya.
Unsur-unsur kalimat yaitu:
a) Subjek
Contoh: Dino anak baik.
b) Predikat
Contoh: Dino anak baik.
c) Objek
Contoh: Dino makan buah semangka.
d) Pelengkap
Contoh: Indonesia berpenduduk 180 juta jiwa.
e) Keterangan
Contoh: Saya beertemu Dewi kemarin.
C. Pola Dasar Kalimat

Pola kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi polok dalam struktur inti,
belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti
penambahan keterangan kalimat ataupun pelengkap. Berdasarkan ciri-cirinya pola dasar
kalimat dapat berupa:
1) Pola dasar SP ( Subjek-Predikat )

Contoh: Ujian ini sulit

2) Pola SPPel ( Subjek-Predikat-Pelengkap)

Contoh: Dia penjual peralatan rumah tangga

3) Pola dasar SPO ( Subjek-Predikat-Objek)

Contoh: Mina belajar berwirasaha

4) Pola Dasar SPOPel ( Subjek-Predikat-Objek-Pelengkap)

Contoh: Fita membelikan saya DVD baru.

D. Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuktu

Kalimat pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kalimat tunggal
dan kalimat majemuk.

1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah suatu jenis kalimat yang hanya terdiri dari satu pola
dasar, apakah pola itu berupa SP, SPO, SPPel, atau SPOPel. Dengan demikian betapa
pun panjangnya sebuah kalimat jika hanya menpunyai satu pola dasar, tetap disebut
sbagai kalimat tunggal. Contohnya
a) Dosen itu ramah
S P
b) Mereka menonton film.
S P O
c) Paman mencarikan saya pekerjaan
S P O Pel
2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang menpunyai dua pola kalimat atau lebih.
Setiap kalimat majemuk mempunyai dua pola hubungyang berbeda sehingga jenis
kaliman tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubungan yang
digunakannya. Ada dua jenis kalimat majemuk yaitu:\
a) Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara ialah penggabungan dua kaimat atau lebih kalimat
tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Dalam pemakaiannya kaliamt
majemuk setara ini dapat dikenali melalui ungkapan penghubungnya.uangkapan
yang digunakan dapat berupa dan, lalu, atau, tetapi, kemudian, melainkan,
sedangkan. Contohnya.
(1) Bali pulau cantik dan banyak pengunjung yang datang ke sana.
(2) Jutaan orang belajar bahasa inggris, tetapi hanya beberapa orang yang
berhasil.
(3) Mereka harus menghentikan persaingan kekuatan atau di sana akan perang.
(4) Buru-buru ia membuka sepatu, kemudian menghempaskan dirinay diranjang.
b) Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antara klausa-
klausanya tidak setara atau tidak sederajat. Maksud ketidaksetaraan ini adalah
klausa-klausa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu
ada yang bertindak sebagai induk kalimat dan anak kalimat. Penghubung atau
konjungsi yang digunakan ialah: jika, andaikata, supaya, kalau, sebab,
meskipun, ketika, bahwa, walaupun, apabila, agar, dan karena.
Contoh:
1. Jika sudah lulus kuliah, saya akan pulang kampung

AK ( anak kalimat) IK (Induk kalimat)

2. Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar.


IK AK
E. Kalimat Efektif
Kalimat efekti adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan
kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembicara seperti apa yang ada dalam
pikitan pembicara atau penulis. Kalimat eektif memiliki ciri-ciri sbb.
1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.
2. Taat terhadap tata ejaan yang beerlaku.
3. Menggunakan diksi yang tepat.
4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan
sistematis.
5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasi yang dipakai.
6. Melakukan penekanan ide pokok.
7. Mengacu pada penghematan penggunaan kata.
8. Menggunakan variasi struktur bahasa.

Sebuah klaimat efektif harus mencakup beberap kriteria, antata lain meliputi
kelogisan, keparalelan, ketegasan, kehematan, ketepatan, dan kecermatan.

a. Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterika oleh akal dan
penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Cotoh:
1) Waktu dan tempat kami persilahkan.
2) Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan acara ini.
3) Haryanto Arbi meraih juara pertama jerpang Terbuka.

Kalimat di atas tidak logis . yang logis ialah sebagai berikut.

1) Bapak Menteri kami persilahkan.


2) Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara ini.
3) Haryanto Arb meraih juara pertama Jepang.
b. Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.
Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, berntuk kedua dan seterusnya
juga menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunaan verba, bentuk kedua juga
menggunakan berba.
Contoh:
Program kerja ini sudah lama diusulkani, tetapi pimpinan belum menyetujuinya.
Bentuk ketidaksejajaran kalimat diatas disebabkan oleh penggunaan kata kerja
pasif diusulkan yang dikontraskan denga bentuk aktif menyetujui. Agar menajadi sejajar,
bial bagian pertama menggunakan bentuk pasif, begitu juga bentuk kedua haris
menggunakan bentuk pasif atau sebaliknya. Dengan demikian, kalimat ini akan menjadi
sejajar jika bentuk kerjanya disejajarkan menjadi dibawah ini.
Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi belum disetujui pimpinan.
c. Ketegasan
Ketegasan atau penekanan adalah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok
kalimat. Dalam sebuah kaliamt ada ide yang perlu ditonjolkan. Ada berbagai cara dalam
peyrusuanan kalimatnya:
1) Meletakkan kata kata yang ditonjokan itu diawal kalimat.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat giat membangun bangsa dan negaranya.
2) Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan
kepada anak-anak terlantar.
3) Melakukan pengulangan kata
Contoh:
Saya suka kevantikan mereka, saya suka kelembutan mereka.
4) Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjokan.
Contoh:
Anak itu tidak malasdan surang, tetapi rajin dan jujur.
5) Menggunakan partikel penekanan.
Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.
d. Kehematan
Kehematan adalah hemat menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang
dianggap tidak perlu dan menyalahi kaidah tata bahasa. Ada beberapa kriteria atau cara
yang perlu diperhatikan.
1) Menghilangkan pengulangan subjek
Contoh:
Program ini belum dapat dilaksanakan karena program ini belum disetujui. (tidak
efektif)
Program ini belum dapat dilaksanakan karena belum disetujui. ( efektif )
2) Menghilangkan bentuk yang bersinonim
Contoh:
Kita perlu bekerja keras agar supaya tugas ini berhasil. ( tidak efektif )
Kita perlu bekerja keras agar tugas ini berhasil. ( efektif )
3) Menghilangkan makna jamak yang ganda.
Contoh:
Semua data-data itu dapat diklasifikasikan dengan baik. ( tidak efektif )
Semua data itu dapat diklasifikasikan dengan baik ( efektif)
e. Kesepadanan
Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran ( gagasan ) dan struktur
bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberpa ciri antara lain:
1) Kalimat itu mempunyai subjek atau predikat dengan jelas.
Contoh:
Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi harus membayar uang kuliah. ( salah)
Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. ( benar )
2) Tidak terdapat subjek yang ganda.
Contoh:
Penyusunan laporan itu saya dibantu para dosen. (salah)
Dalam penyusunan laporan itu, saya diantu oleh para dosen. ( benar)
3) Kata penghubung antar kalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
Contoh:
Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
(salah)
Kami datang agakterlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama. (benar)
4) Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh:
Sekolah kami yang terletak di depan gedung bioskop. (salah)
Sekolah kami terletak di depan gedung bioskop. (benar)
f. Kecermatan
Kecermatan adalah bahwa kaimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda,dan
tepat dalam pilihan kata.
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
Kalimat ini memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal mahasiswa atau
perguruan tinggi.
Kalimat efektif merupakan suatu jenis kalimat yang dapat memberikan efek
tertentu berupa kejelasan informasi dalam komunikasi.
F. Kesejajaran
a. Kesejajaran bentuk
Sebuah kalimat harus disusun secara sejajar . bila bagian petama menggunakan
bentuk aktif, yang kedua pun menggunakan bentuk aktif .
b. Penalaran
Penalaran dalam penyusunan sebuah kalimat merupakan suatu faktor yang penting.
Oleh karena itu, sebelum menuangkan gagasan ke dalam sebuah kalimat, sebaiknya
pikirkan ditata terlebih dahulu agar kalimat yang disusunan menjadi logis.
c. Kesejajaran bentuk dan makna
Beberapa gagasan yang bertumpuk dalam satu pernyataan dapat mengaburkan
kejelasan informasi. Oleh karena itu, diperlukan kesejajaran bentuk dan amakna agar
kalimat menjadi efektif.
BAB III

KESIMPULAN

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan suatu pikiran,


gagasan, perasaan yang utuh. Kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subjek, predikat,
objek, pelengkap, dan keterangan. Kalimat dikakatan sempurna jika minimal memiliki unsur
subjek dan predikat. Dalam sebuah kalimat kadang ditemukan kalimat yang kurang di pahami
atau berbelit-belit yang dikenal dengan kalimat efektif.

Kalimat efektif merupakan suatu jenis kalimat yang dapat memberikan efek
tertentu berupa kejelasan informasi dalam komunikasi. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri:

1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.


2. Taat terhadap tata ejaan yang beerlaku.
3. Menggunakan diksi yang tepat.
4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan
sistematis.
5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasi yang dipakai.
6. Melakukan penekanan ide pokok.
7. Mengacu pada penghematan penggunaan kata.
8. Menggunakan variasi struktur bahasa.