Anda di halaman 1dari 2

JURNAL REFLEKTIF

IQBAL H.P.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga

memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak

mulia, serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan.Ini berarti setiap manusia berhak

mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan.Pendidikan tidak akan ada

habisnya.Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam

mengembangkan diri setiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga

menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting.Banyak orang berfikir bahwa pendidikan itu

penting, tapi tidak sedikit pula yang berfikir bahwa pendidikan itu tidak penting. Apalagi bagi

masyarakat yang tinggal di pedesaan ataupun daerah terpencil, mereka menganggap pendidikan

itu tidak penting.Bagi mereka lebih baik bekerja dari pada sekolah. Alasannya sudah pasti karena

jika bekerja mereka bisa mendapatkan uang, sedangkan sekolah hanya menghabiskan uang

saja.Di tambah lagi dengan kondisi saat ini yang sangat susah mencari pekerjaan.

Sebagaimana yang saya temui di dusun Nitis, ada beberapa potensi dalam dunia

pendidikan sebenarnya perlu dikembangkan. Pendidikan ini bersifat agamis, yakni madrasah

diniah dan taman pendidikan al-quran. Menurut pengalaman saya, berdasarkan apa yang saya

lihat, masyarakat sangat antusias untuk mengarahkan anak-anak mereka agar dapat belajar di dua

institusi non formal ini,baik pada madrasah diniahnya maupun pada TPAnya. Mengingat

keterbatasan masyarakat dusun Nitis yang minim pendidikan religinya, maka mereka berusaha
untuk mengarahkan anak-anak mereka untk belajar dan memperdalam pengetahuan agama

mereka. Anak-anak dusun Nitis juga sangat bersemangat untuk berangkat menuju tempat

mengaji tesebut Berdasarkan apa yang saya dengar, ada pula anak dusun Nitis yang sangat mahir

dalam membaca Al-Quran bahkan telah mengikuti lomba tingkat kecamatan untu mewakili

sekolah dasar yang ada diwilayah dusun Nitis tersebut. Dengan potensi inilah nantinya saya kira

ana-anak dusun Nitis akan lebih bersemnagat dalam belajar dan mendalami ilmu agama agar

kelak dusun ini tidak lagi dihuni oleh masyarakat awam, akan tetapi masyarakat yang sudah

mengenal ilmu agama dan sudah dapat mengaji dengan lancar.

Dari apa yang telah saya alami selama membantu mengajar mengaji anak-anak yang ada

didusun Nitis, saya dapat lebih belajar mengenai arti kesabaran dalam mendidik dan mengajari

anak-anak usia dini yang sedang belajar tentang dasar-dasar membaca huruf hijaiyah dan

membaca al-quran. Saya juga mendapat ilmu baru berupa metode-metode yang baru saya

terapkan sehingga saya bisa memilah-milah metode yang kiranya cocok diterapkan untuk anak-

anak tertentu.