Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif

yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju

sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang

menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan

merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui

proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Wiraswasta dihubungkannya dengan istilah Saudagar. Walaupun sama

artinya dalam bahasa Sansekerta, tetapi maknanya berlainan. Wiraswasta terdiri

atas tiga kata: wira, swa dan sta, masing-masing berarti; wira adalah manusia

unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani pahlawan/pendekar

kemajuan, dan memiliki keagungan watak; swa artinya sendiri; sta artinya berdiri.

Sedangkan Saudagar terdiri dari dua suku kata. Sau berarti seribu, dan dagar

artinya akal. Jadi, Saudagar berarti seribu akal.

Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah

atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan

seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui

pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat

kewirausahaan menjadi berkembang.

1
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.

Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai

cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai

motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai

nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan

tentang pengertian, hakekat, perkembangan wirausaha dan wiraswasta dan sejarah

pengetahuan yang diperoleh manusia.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah pengertian wirausaha dan wiraswasta ?

2. Apakah perbedaan wirausaha dan wiraswasta ?

3. Apakah pengertian dan hakikat dari kewirausahaan ?

4. Bagaimana perkembangan wirausaha dan wiraswasta ?

5. Bagaimana sejarah pengetahuan yang diperoleh manusia mengenai wirausaha

dan wiraswasta ?

C. Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :

1. Menjelaskan pengertian wirausaha dan wiraswasta

2. Menguraikan perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta

3. Mendiskripsikan hakikat dari wirausaha dan wiraswasta

4. Mengetahui proses sejarah dan perkembangan wirausaha dan wiraswasta

5. Untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Wirausaha dan Wiraswasta

1. Pengertian Wirausaha

Pengertian Wirausaha secara Umum adalah kemampuan untuk berdiri

sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian,

suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan

sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai,

mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Secara Etimologis kewirausahaan berasal dari dua kata, yaitu Wira

dan juga Usaha. Definisi dari Wira yaitu manusia yang unggul, berwatak

yang agung, pahlawan, pejuang, memiliki budi yang luhur, dan juga gagah

berani. Dan Usaha adalah bekerja dan berbuat sesuatu. Usaha juga dapat

diartikan sebagai perbuatan untuk amal.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian

wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat

mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi

untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur mengatur

permodalan operasinya.

Selain itu beberapa pengertian wirausaha dapat diartikan sebagai pelaku

utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya untuk melakukan inovasi

atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi. Dapat melakukan

3
sebuah proses yang disebut creative destruction (pengrusakan yang kreatif)

untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai

yang lebih tinggi, sehingga the core of entrepreneurial skill is creativity (inti

dari ketrampilan wirausaha adalah kreativitas). Sehingga dapat katakan

wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik

untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Dan berikut Pengertian dan definisi wirausahaan menurut beberapa para

Ahli ;

a. Peter F Drucker, kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan

berbeda (ability to create the new and different).

b. Menurut Arif F. Hadipranata, wirausaha adalah sosok pengambil risiko

yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima

keuntungan financial ataupun non uang.

c. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur,

menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang

dilakukannya dalam dunia usaha.

d. Andrew J Dubrin, seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah

usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and

operates an innovative business).

e. Raymond, (1995), wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta

mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri

masyarakat dan lingkungan.

4
f. Kasmir (2006), wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil

resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.

2. Pengertian Wiraswasta

Istilah Wiraswasta sering kita dengar dalam dunia usaha, kerap kali di

gunakan sebagai sebutan untuk salah satu profesi seseorang. Kata lainnya

yang juga memiliki arti serupa sering kita dengar juga yakni Wirausaha,

hanya dengan mendengarnya saja tentu kita sebetulnya sudah bisa

menyimpulkan apa arti dari kedua istilah tersebut.

Jika di artikan Wiraswasta adalah hasil penggabungan dari dua kata

"wira" dan "swasta". Wira artinya berani, sedangkan swasta berarti berdiri

sendiri. Yang dalam dunia bisnis dapat kita simpulkan, mendirikan usaha

sendiri. Pelaku wiraswasta inilah yang biasa di sebut dengan seorang

pengusaha atau enterpreneur.

Apapun jenis pekerjaannya serta tidak perduli dengan berapa modal

yang di keluarkan untuk mendirikannya, asalkan berdiri sendiri maka layak di

sebut wiraswasta.

Wiraswasta merupakan salah satu profesi yang banyak orang dambakan,

pasalnya pekerjaan yang satu ini relatif banyak memiliki kelebihan di

bandingkan profesi lain. Salah satunya dalam hal dapat lebih fleksibel

mengatur waktu untuk menjalankannya. Tentu saja, karena kita sendirilah

sebagai bos alias pemilik usahanya. Meski begitu hasil yang didapat pastinya

5
akan sangat bergantung kepada seberapa besar kerja keras seorang pengusaha

itu sendiri.

Berwirswasta dapat menjadi salah satu solusi di tengah sangat

terbatasnya lapangan pekerjaan saat ini. Justru dengan memilih profesi ini

menjadi dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang lain yang

membutuhkannya, maka tidak heran pemerintahan pun cukup mendukung

untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru di berbagai wilayah

sehingga bisa meningkatkan nilai perekonomian.

Meski begitu, tidak sedikit juga masyarakat yang masih memiliki

keraguan untuk menjalankannya karena berbagai sebab. Diantaranya karena

keterbatasan modal dan juga pengetahuan.

Padahal banyak pengusaha sukses mengatakan bahwa modal bukanlah

satu-satunya faktor yang menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha.

Sedangkan pengetahuan pun akan dapat dimiliki asalkan kita mau

mengupayakannya.

Sebagian dari jenis pekerjaan wiraswasta diantaranya adalah berdagang

dan jual beli. Contoh kecilnya seperti berdagang pulsa, warung, pakaian,

gadget, kuliner dan lain sebagainya. Ada juga berwirausaha dalam bidang jasa

seperti jasa service atau perbaikan, pengiriman barang atau ekspedisi dan

masih banyak yang lainnya.

Beberapa faktor yang harus di miliki untuk menjalankan pekerjaan ini

diantaranya pelaku harus memiliki ide kreatif dalam menyusun perencanaan

6
bisnisnya, yang selebihnya dapat mengupayakan dengan memanfaatkan

sumberdaya orang lain untuk menjalankannya.

Selain itu berwiraswasta juga membutuhkan pribadi dan mental yang

kuat untuk menghadapi berbagai resiko yang mungkin di alami. Disiplin serta

mau bekerja keras secara konsisten juga dapat mendatangkan kesuksesan

kepada bidang wirausaha yang dipilihnya.

Di bawah ini beberapa pengertian wiraswasta menurut para ahli,

diantaranya seperti menurut:

1. Sumahawijaya (1980), wiraswasta memuat sifat keberanian, keutamaan,

keteladanan, dan semangat yang bersumber dari kekuatan sendiri.

2. Suryo (1986), mengatakan bahwa secara definitif wiraswastawan adalah

orang yang memiliki sifat mandiri, berpandangan jauh, kreatif, inovatif,

tangguh dan berani menanggung resiko dalam pengelolaan usaha dan

kegiatan yang mendatangkan keberhasilan.

3. Suhadi (1985), mengemukakan bahwa wiraswasta memuat sejumlah

karakteristik seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, berpandangan

luas jauh ke depan, mempunyai keuletan mental, lincah dalam berusaha.

B. Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

Definisi wirausaha antaralain adalah seseorang yang dapat mendobrak

sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru,

dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

7
Orang yang berani menanggung resiko atas bisnis yang ia tekuni. Orang tersebut

juga melihat bahwa terdapat suatu peluang luar biasa dalam suatu bidang.

Seseorang yang mengorganisir dan menanggung resiko sebuah bisnis atau usaha.

Sedangkan pengertian wiraswasta adalah orang yang berani bersikap,

berfikir dan bertindak menurut kemampuan dan keberanian untuk menciptakan

pekerjaan sendiri, mencari nafkah dan berkarir dengan sikap mandiri. Seseorang

yang memiliki dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lain dengan

menggunakan waktu dan kegiatan, disertai modal dan resiko, serta menerima

balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi atas usahanya tersebut.

Jadi perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta terletak pada sikap

mental dan suatu bentuk gerak usaha dari perwujudan sikap itu sendiri. Jelas

bahwa wirausaha merupakan suatu bentuk usaha sendiri. Artinya, orang yang

berwirausaha pasti bekerja sendiri, bukan bekerja pada orang lain. Sedangkan

wiraswata merupakan suatu sikap mental yang berani berdiri diatas kekuatan

sendiri. Sikap ini bisa digunakan bagi seorang karyawan yang bekerja ikut orang

atau bagi yang punya usaha sendiri.

Ketika seseorang bekerja (berusaha) sendiri, tidak menjadi pegawai baik

negeri maupun swasta, baik pada usaha produksi, perdagangan ataupun jasa maka

dia akan disebut sebagai wiraswasta. Itu terjadi di Indonesia sekitar sepuluh tahun

yang lalu atau sebelumnya. Tetapi sepuluh tahun terakhir maka orang-orang

seperti itu akan disebut sebagai wirausahawan atau istilah kerennya adalah

entrepreneur.

8
Menurut kamus Bahasa Indonesia, wiraswasta berarti jenis usaha berdikari

atas dasar percaya pada diri sendiri (tanpa mengharapkan belas kasihan orang

lain). Sedangkan wirausaha berarti, usaha yang digerakkan oleh semangat

keberanian dan kejujuran. Dari definisi diatas jelaslah bahwa keduanya memang

berbeda. Akan tetapi dalam pemaknaan sehari-hari tentu saja agak sulit untuk

membedakan secara hitam dan putih.

Walaupun kalau kita berbicara asal katanya dari Bahasa Inggris yaitu

entrepreneur, tidak ada bedanya dengan capitalist, industrialist, businessman,

businesswoman, atau factory owner. Kembali kepada definisi menurut kamus

Bahasa Indonesia diatas, sekarang ini orang lebih merasa keren dan percaya diri

dengan menyandang sebutan wirausaha, bahkan ada juga orang yang menyebut

wirausaha mandiri daripada disebut sebagai wiraswasta.

Tentu saja bukan tanpa alasan kalau saat ini orang yang mempunyai usaha

lebih merasa nyaman disebut sebagai wirausaha daripada wiraswasta, selain

karena tren yang berlaku global di seluruh belahan dunia ini. Ada satu gerakan

(atau budaya) baru dalam dunia usaha yang mulai mengarah kepada spiritualisasi

usaha. Hal ini terkait dengan kecenderungan secara umum manusia dewasa ini

yang sudah mulai jenuh dengan segala sesuatu yang hanya bersifat materialistis,

dan terbukti tidak mampu memberikan ketenangan kepada jiwa mereka.

Nilai-nilai agama (spiritual) menjadi semangat baru dalam dunia usaha,

sehingga kejujuran menurut pakar marketing Indonesia dari MarkPlus and Co,

Hermawan Kertajaya adalah sebuah keunggulan kompetitif di tengah dunia usaha

9
yang menghalalkan segala macam cara. Jadi keberanian dan kejujuran lebih tepat

menjadi semangat baru dunia usaha selain tentu saja kreativitas, yang akhir-akhir

ini pun banyak disebut orang. Apalagi berkaitan dengan isu pembangunan

berkelanjutan (sustainable development).

Selama ini pelaku usaha konvensional yang sering disebut wiraswasta atau

pengusaha biasa, di dalam operasinya melakukan berbagai tindakan yang

seringkali tidak mengindahkan keberlanjutan, kelestarian lingkungan, kejujuran,

dan persaingan sehat berbasis kreativitas apalagi keadilan. Mereka lebih banyak

mencari keuntungan dengan menghalalkan berbagai cara dan menindas yang

lemah, walaupun pada akhirnya mereka akan sampai pada suatu titik di mana

keuntungan materi berupa uang dan barang berharga tidak mampu memenuhi

batinnya.

Sehingga sangat wajar jika pelaku usaha (apalagi usaha kecil menengah)

lebih suka disebut wirausaha daripada wiraswasta. Tentu saja bagi yang

mengetahui definisi diatas, dan mungkin saja karena pengaruh tren yang sedang

berkembang. Akan tetapi yang lebih penting bagi kita semua adalah

mengembangkan segala bentuk usaha kecil dan menengah di negeri ini untuk

membangkitkan perekonomian nasional yang memang sedang terpuruk ini. Tetapi

ingatlah satu hal, apa pun nama, istilah, atau sebutannya, tetapi semangat

keberanian, kejujuran dan kreativitas harus menjadi dasarnya. Dan tidak cukup

hanya sekadar percaya pada diri sendiri.

10
Jadi perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta terletak pada sikap mental

dan suatu bentuk gerak usaha dari perwujudan sikap itu sendiri. Jelas bahwa

wirausaha merupakan suatu bentuk usaha sendiri. Artinya, orang yang

berwirausaha pasti bekerja sendiri, bukan bekerja pada orang lain. Sedangkan

wiraswata merupakan suatu sikap mental yang berani berdiri diatas kekuatan

sendiri. Sikap ini bisa digunakan bagi seorang karyawan yang bekerja ikut orang

atau bagi yang punya usaha sendiri.

Sebagian ahli mambedakan kedua istilah wirausaha dengan wiraswasta,

tetapi perbedaan itu dinilai tidaklah terlalu signifikan. Sehingga dalam banyak

literatur, antara istilah wiraswasta dan wirausaha sering berganti tempat alias

artinya dianggap sama. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kedua

istilah tersebut tidak dibedakan artinya atau dianggap sama. Perbedaan lain yang

hampir mirip dengan contoh diatas adalah kewirausahaan, wirausahawan,

pengusaha dan swasta.

Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

Wirausaha Wiraswasta
Orientasi jangka panjang Orientasi jangka pendek
Orientasi pasar Orientasi produk
Apa yang seharusnya Apa adanya
Lebih maju dan mandiri Dapur ngebul
Kreatif dan inovatif Kurang kreatif dan inovatif
Ada perkembangan atau kemajuan Tidak ada perkembangan atau kemajuan

Jadi perbedaan antara wirausaha dengan wiraswasta adalah orang yang

berwirausaha pasti bekerja sendiri, bukan bekerja pada orang lain. Sedangkan

11
wiraswasta bisa digunakan bagi seorang karyawan yang bekerja di orang lain atau

bagi yang memiliki bisnis sendiri.

Walaupun demikian perbedaan wirausaha dan wiraswasta dinilai oleh para

ahli tidak terlalu signifikan, sehingga dalam banyak literatur kedua istilah ini

dianggap sama. Contohnya dalah kamus besar Bahasa Indonesia kedua istilah

tersebut tidak dibedakan artinya atau diangga sama. Istilah lain yang memiliki

makna yang hampir mirip ialah pengusaha, swasta, kewirausahaan dan

wirausahawan.

C. Pengertian dan Hakikat Kewirausahaan

1. Pengertian Kewirausahaan

Menurut Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah

orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk

menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian

entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola

pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi

tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga

diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai

terhadap tugas dan tanggungjawabnya.

Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang

selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka

upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu

12
kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar,

kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari

kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan

berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak

inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada

hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang

memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata

secara kreatif.

2. Hakikat Kewirausahaan

Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan

sebagai berikut ( Suryana, 2003 : 13), yaitu :

a. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang

dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat,

proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).

b. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu

yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker,

1959).

c. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi

dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk

memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).

13
d. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu

usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth)

(Soeharto Prawiro, 1997).

e. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru

(creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat

memberi nilai lebih.

f. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan

mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda

untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan

dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan

baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang

baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada,

dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada

konsumen.

Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat

didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and

different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan

untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan

keberanian untuk menghadapi risiko.

Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka

yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan

perusahaan miliknya sendiri. Wirausaha adalah mereka yang bisa

14
menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini

mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan

normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk

belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang

dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka

definisi kewirausahaan adalah tanggapan terhadap peluang usaha yang

terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa

organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif. (Pekerti, 1997)

D. Perkembangan dan Sejarah Wirausaha dan Wiraswasta

Istilah entrepreneur lahir di dunia Barat, yang menurut sejarah awalnya

dipergunakan oleh Richard Cantillontahun 1755. Entrepreneur diartikan sebagai

membeli jasa-jasa faktor produksi dengan harga tertentu, dengan suatu pengertian

untuk menjual hasilnya tersebut dengan harga-harga yang tidak pasti di masa

yang akan datang. Oleh karena itu, entrepreneur dinyatakan dengan suatu fungsi

pokok yang unik : penanggung risiko tanpa jaminan. Beberapa tahun kemudian,

Jean Babtiste Say menggambarkan fungsi entrepreneur dalam arti yang lebih luas,

menekankan pada fungsi penggabungan dari factor-faktor produksi dan

perlengkapan manajemen yang kontinu, dan selain itu juga sebagai penanggung

risiko.

Di Indonesia setelah seminar Strategi Pembangunan Pengusaha Swasta

Nasional dalam tahun 1975, maka istilah wiraswasta untuk pertama kalinya

diperkenalkan oleh Suparman Sumahamijaya kepada masyarakat. Setelah itu

15
dengan adanya Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan

Kewiraswastaan, maka istilah wiraswasta (entrepreneur ) atau kewirswastaan

(entrepreneurship) semakin luas beredar. Hal ini setelah melalui perjalanan yang

cukup panjang sejak tahun 1967 masih digunakan istilah entrepreneur.

Pada dasarnya di alam pembangunan sekarang ini, semua orang warga

Indonesia dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Sebenarnya kita semua

merupakan wirausaha yang baik dalam arti mampu berdiri sendiri dalam

menjalankan usahanya, pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya,

keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seorang wirausaha

yang berhasil harus memiliki jiwa semangat kewirausahaan berdasarkan norma-

norma yang sudah ditentukan.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, cirri dan watak seseorang

yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif dalam dunia nyata

secara kreatif. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang wirausahawan adalah

orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis,

mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang

tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk

mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka

meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.

Pada intinya, seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki

jiwa wirausaha dan mengaplikasikan hakekat kewirausahaan dalam hidupnya.

Orang-orang yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam hidupnya.

16
Secara epistimologis, sebenarnya kewirausahaan hakikatnya adalah suatu

kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar,

sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi

tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-

kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-renacana dalam pikirannya ke

dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas,

yaitu pola piker tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam

melakukan sesuatu yang baru.

Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan para

wirausahawan dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya,

kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak/ciri wirausahawan semata,

karena sifat-sifat wirausahawanpun dimiliki oleh seorang yang bukan

wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan

swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980).

Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif

dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan

peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997).

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang,

pahlawan, manusia unggul, berbudi luhur, berani dan berwatak agung. Di dalam

kamus besar bahasa Indonesia itu dikatakan bahwa kewirausahaan adalah:

1. Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru.

2. Menentukan cara produksi baru.

3. Meyusun operasi untuk mengadakan produk baru.

4. Mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Instruksi Presiden No.4/1995, kewirausahaan adalah semangat, sikap,

perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang

mengarah pada upaya cara kerja tekhnologi, dan produk baru dengan

meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang baik dan

keuntungan yang lebih besar.

Kata inovasi pertama kali diperkenalkan oleh Schumpeter 1953, inovasi

dipandang sebagai kreasi dan implementasi atau biasa juga disebut sebagai

koordinasi baru dalam inovasi itu juga dapat menciptakan nilai tambah, yang

berkaitan dengan oraganisasi. Pemegang saham maupun masyarakat luas. Jadi

inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu

kombinasi. Kombinasi baru itu dapat merujuk pada produk jasa, proses kerja

pasar, kebijakan dan sistem baru.

18
B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya

penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas

dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung

jawabkan. Untuk penyempurnaan pembuatan makalah kedepannya, kami juga

mengharapkan adanya saran dari semua pihak baik dosen maupun seluruh

mahasiswa yang membaca makalah kewirausahaan ini terhadap kekurangan yang

terdapat pada makalah ini.

19