Anda di halaman 1dari 3

Waktu Debat

Tiap sesi berlangsung selama 25 menit


5 menit untuk menyusun argumen
3 menit untuk penyampaian argumen tiap pembicara
1 menit untuk penyampaian kesimpulan

Penanda Waktu
Penyampaian argumen tiap pembicara (3 menit)
1 menit terakhir: 1 kali pukulan gong
waktu habis: pukulan berkali-kali

Penyampaian kesimpulan (1 menit)


20 detik terakhir: 1 kali pukulan gong
waktu habis: pukulan berkali-kali

TIDAK ADA TOLERANSI WAKTU


Mosi: Pembagian alat kontrasepsi kondom sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS
TIM PRO
Pembicara 1
Pembukaan/latar belakang:
Selamat pagi, yang terhormat para dewan juri dan teman-teman yang saya banggakan.
Untuk mosi debat kali ini adalah Pembagian alat kontrasepsi kondom sebagai upaya
pencegahan HIV/AIDS.
Seperti kita ketahui bersama, HIV/AIDS merupakan suatu penyakit infeksi yang ditularkan
terutama melalui perilaku seksual. Perilaku yg berisiko tinggi menularkan penyakit ini antara
lain seks bebas, bertukar atau menggunakan jarum suntik yang sama berulang kali, tindik atau
tatoo dengan jarum yang telah digunakan, transfusi darah yang terinfeksi. Upaya-upaya
pencegahan dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus HIV ini, salah satunya adalah
dengan penggunaan alat kontrasepsi kondom.
Sebelum saya menyampaikan argumen saya, ijinkan saya memberikan definisi pada mosi debat
kali ini:
- Penyakit HIV/AIDS = merupakan suatu penyakit infeksi yang ditularkan terutama melalui
hubungan seksual dan cairan tubuh atau selaput lendir (mukosa). HIV (human
immunodeficiency virus) sendiri merupakan virus penyebab suatu sindroma yang disebut AIDS
(acquired immunodeficiency syndrom). Keadaan ini menyebabkan seseorang mengalami
penurunan daya tahan tubuh secara signifikan sehingga menjadi rentan terhadap penyakit-
penyakit lainnya. Apabila tidak ditangani secara tepat, keadaaan ini dapat berujung pada
kematian.
- Kondom = Adalah salah satu alat kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah
penularan HIV/AIDS bagi orang-orang yang berisiko melalui perilaku seksual mereka. Jadi,
pembagian alat kontrasepsi kondom disini kami batasi pada orang-orang yang berisiko tinggi
melalui perilaku seks mereka.
Argumen: Kami setuju dengan langkah pencegahan berupa pembagian kondom kepada orang-
orang yang berisiko tinggi, karena berdasarkan referensi...(cari referensinya) alat kontrasepsi
kondom dapat mencegah penularan HIV/AIDS melalui perilaku seks bebas sebesar...persen.
Jadi, alat kontrasepsi kondom cukup efektif dalam mencegah penularan HIV diantara orang-
orang berisiko tinggi. Penggunaan kondom juga disebutkan dalam langkah pencegahan
penularan HIV yang disebutkan dalam ABCDE, yaitu C, adalah penggunaan kondom. Selain
itu, kondom merupakan alat kontrasepsi yang murah dan terjangkau bagi kalangan berisiko
tinggi, sehingga kita dapat lebih mudah menyarankan penggunaannya.
TIM KONTRA
Pembicara 1
Argumen:
Selamat pagi dewan juri yang terhormat dan teman-teman sekalian, dan TIM PRO yang saya
banggakan,
Menanggapi pernyataan dan argumen dari pembicara pertama TIM PRO, menurut kami TIM
PRO belum memberikan definisi yang tegas terhadap mosi debat kita kali ini. Pembagian alat
kontrasepsi kondom sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Pembagian kondom menimbulkan kesan legalisasi perilaku seks bebas di masyarakat. Oleh
karena itu, pembagian kondom ke masyarakat menurut kami justru akan menambah angka
penularan HIV/AIDS. Selain itu, penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV dalam
perilaku seks bebas tidak sepenuhnya dapat mencegah penularan HIV (cari referensi). Justru,
langkah yang terbaik menurut kami adalah abstinence, yaitu tidak melakukan seks bebas.
Bukan malah melegalisasi perilaku seks bebas dengan pembagian kondom gratis.
TIM PRO
Pembicara 2
Argumen:
Selamat pagi dewan juri dan TIM PRO yang kami banggakan,
Saya akan menanggapi sanggahan dari pembicara 1 TIM KONTRA. Menurut kami, TIM
KONTRA kurang memahami definisi yang telah kami buat. Kami sudah sampaikan dalam
definisi kami bahwa pembagian kondom ini ditujukan ke orang-orang yang berisiko tinggi
melalui perilaku seks mereka. Pembagian tidak ditujukan pada populasi umum, melainkan ke
tempat-tempat khusus atau daerah-daerah yang diketahui merupakan daerah lokalisasi atau
merupakan tempat-tempat prostitusi. Kemudian, solusi yang ditawarkan TIM KONTRA pada
argumennya, yaitu abstinence pada situasi ini adalah tidak relevan, karena tidak mungkin
mencegah seseorang tidak melakukan hubungan seksual apabila mereka bekerja di tempat-
tempat prostitusi atau sebagai PSK. Tentu bukan berarti kita mendukung perilaku ini. Kita tetap
mengedukasi para PSK mengenai risiko pekerjaannya ini, karena kami setuju yang terbaik
adalah abstinence. Namun, pembagian kondom tetap dilakukan untuk mencegah mereka
tertular HIV.
TIM KONTRA
Pembicara 2
Argumen:
Selamat pagi dewan juri yang terhormat dan TIM PRO yang kami banggakan,
Menurut kami, langkah pembagian kondom, walaupun ditujukan pada populasi khusus, yaitu
PSK, tempat-tempat lokalisasi/prostitusi tetap saja hal ini akan menimbulkan persepsi
dikalangan mereka bahwa perilaku seks bebas yang mereka lakukan diijinkan. Hal ini
tentunya sangat tidak baik, karena selain dapat meningkatkan penularan HIV, perilaku seks
bebas ini juga seringkali berkaitan dengan penggunaan obat-obatan terlarang dan rentan
terhadap kriminalitas. TIM PRO mengatakan solusi kami mengenai abstinence tidak relevan.
Justru, ini bertujuan untuk tidak melegalkan perilaku seks bebas. Kita seharusnya menutup
tempat-tempat prostitusi dan tidak mengijinkan lokalisasi tempat prostitusi, sebab selain
penularan HIV, juga terdapat risiko meningkatkan kriminalitas di daerah tersebut. Jadi, solusi
kami sangat relevan terhadap mosi debat kita kali ini. Kami tidak setuju dengan TIM PRO
hanya dengan mengedukasi, karena kita harus mengambil tindakan yang tegas terhadap isu ini.
TIM PRO
Pembicara 3
Argumen:
Saya akan menanggapi argumen dari pembicara 2 TIM KONTRA. Dengan pembagian kondom
pada populasi khusus seperti PSK, bukan berarti kami TIM PRO mengijinkan perilaku seks
bebas. Kami sudah memberi definisi untuk mosi debat kali ini, oleh karena itu kami harap TIM
KONTRA tidak melencengkan pembahasan ke permasalahan legalitas kegiatan prostitusi atau
lokalisasi daerah prostitusi. Permasalahan tersebut diatur oleh undang-undang yang berbeda
(silahkan cari referensi). Sesuai dengan mosi debat kita kali ini, kami TIM PRO menekankan
pada siapa yang ditujukan dalam pembagian kondom tersebut. Mereka adalah orang-orang
yang berisiko melalui perilaku seksualnya, bukan masyarakat umum. Dengan ini sudah
menyatakan bahwa kami tidak melegalkan perilaku seks bebas.
TIM KONTRA
Pembicara 3
Argumen:
Menanggapi argumen dari pembicara 3 TIM PRO, kami tetap tidak setuju dengan apa yang
TIM PRO katakan mengenai pembagian kondom. Entah itu populasi berisiko atau tidak,
pembagian kondom secara gratis akan menimbulkan persepsi bahwa tindakan mereka
dilindungi. Oleh karena itu, kami tetap tidak setuju dengan pernyataan TIM PRO.

Setelah ini, pembicara 1 TIM PRO membuat kesimpulan dari semua hal yang dibicarakan
(cari poin-poin tiap argumentasi), dilanjutkan dengan kesimpulan dari pembicara 1 TIM
KONTRA. Di akhir kesimpulan, baik TIM PRO maupun TIM KONTRA harus membuat
pernyataan bahwa setuju/tidak dengan mosi debat kali ini.