Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Biologi Dasar

JARINGAN TUMBUHAN

Trisan Andrean Putra, Dewi Amalia Marina, Erma Herlina, Ghina Amany Syarifah, Siti Resti Maulida,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Fakultas Sains dan Teknologi
Program Studi Biologi
September 2016

Abstrak

Jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama serta mengadakan
hubungan dan koordinasi satu dengan yang lainnya yang mendukung pertumbuhan pada tumbuhan. Jaringan pada tubuh
tumbuhan dikelompokkan berdasarkan tempatnya dalam tumbuhan, tipe sel, fungsi, cara pertumbuhan, dan tahap
perkembangannya. Berdasarkan jumlah tipe sel penyusunnya, jaringan dibedakan menjadi jaringan sederhana dan
jaringan rumit. Jaringan sederhana bersifat homogen, hanya terdiri atas satu tipe sel, sedangkan jaringan rumit bersifat
heterogen, terdiri atas dua atau lebih tipe sel. Jaringan parenkim, jaringan kolenkim, dan jaringan sklerenkim merupakan
bagian dari jaringan sederhana, sedangkan xilem dan floem yang merupakan jaringan pengangkut serta jaringan
pelindung atau jaringan epidermis adalah jaringan rumit.

Kata kunci: epidermis, floem, jaringan, sel, xilem

1. Pendahuluan

Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai dapat dibedakan menjadi jaringan meristem dan jaringan
struktur dan fungsi yang sama serta mengadakan dewasa.
hubungan dan koordinasi satu dengan yang lainnya yang
a. Jaringan Meristem
mendukung pertumbuhan pada tumbuhan. Tumbuhan
memiliki berbagai jenis jaringan yang secara garis besar Jaringan meristem adalah jaringan embrional
(jaringan muda) yang sel-selnya aktif melakukan
pembelahan secara mitosis. Pertumbuhan pada akar serta pembentukan jaringan pembuluh (vaskuler).
tumbuhan merupakan hasil aktivitas sel-sel meristem. Contoh jaringan meristem sekunder adalah kambium
Sel-sel meristem pada umumnya berbentuk menyerupai gabus (felogen) dan kambium vaskuler. Kambium
kubus, berdinding tipis, banyak mengandung sitoplasma, umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkayu seperti
dan tidak memiliki vakuola tengah. Jaringan meristem pohon nangka dan pohon beringin. Tumbuhan tidak
terdapat pada titik-titik tumbuh, seperti puncak batang berkayu (herbaseus), seperti padi dan bayam, tidak
dan ujung akar. Jaringan tersebut tetap bersifat memiliki kambium sehingga batangnya tidak dapat
embrional dan tidak berdifferensiasi. membesar.
b. Jaringan Dewasa (Permanen)
Berdasarkan letaknya pada tumbuhan, jaringan
Jaringan dewasa atau permanen merupakan jaringan
meristem dibedakan menjadi
yang tersusun oleh sel-sel yang tidak aktif membelah
(1) Meristem apikal: terdapat pada pucuk batang dan lagi. Jaringan dewasa meliputi jaringan epidermis,
ujung akar parenkim, penguat, pengangkut, periderm.
(2) Meristem lateral: terdapat pada bagian tepi akar dan 1) Jaringan Epidermis
batang tanaman dikotil Istilah epidermis menunjukan lapisan terluar sel-sel
(3) Meristem interkalar: terdapat di antara ruas-ruas pada tumbuhan. Fungsi utama jaringan epidermis adalah
batang tumbuhan rumput-rumputan, misalnya melindungi jaringan yanag ada dibawahnya. Jaringan
bambu. epidermis dapat diidentikkan dengan jaringan epitel
pada hewan. Karena berfungsi sebagai pelindung dan
Sementara itu, berdasarkan sifat-sifat dasar sel
berhubungan langsung dengan lingkungan luar, jaringan
asalnya, jaringan meristem dibagi menjadi meristem
epidermis tersusun atas sel-sel berbentuk pipih yang
primer dan meristem sekunder.
tersusun rapat.
1) Meristem Primer Sel-sel epidermis yang terdapat pada bagian
Meristem primer berasal langsung dari jaringan tumbuhan yang ada diatas tanah, yaitu batang dan daun,
embrional dan merupakan kelanjutan dari memiliki lapisan kutikula pada dinding terluarnya.
perkembangan embrio pada saat perkecambahan. Dibawah lapisan kutikula terdapat kutin yang berfungsi
Meristem primer terdapat pada pucuk batang dan ujung sebagai penahan penguapan air (transpirasi). Sebaliknya,
akar, serta bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sel-sel epidermis pada bagian tumbuhan yang ada pada
primer. Pertumbuhan primer menyebabkan dalam tanah, yaitu akar (ujung akar dan rambut akar),
pertambahan tinggi atau panjang pada batang dan akar. memiliki dinding yang dapat dilewati air sehingga
2) Meristem Sekunder berfungsi untuk menyerap air.
Meristem sekunder berasal dari jaringan dewasa
2) Jaringan Parenkim
yang mengalami differensiasi. Meristem ini
Jaringan parenkin tersusun atas sel-sel parenkim
bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sekunder
yang memiliki bentuk bervariasi, umumnya polihedral
yang menyebabkan pertambahan diameter batang dan
atau isodiametris. Sel-sel parenkim memiliki ciri khas sel
hidup, yaitu dapat tumbuh dan membelah. Karena yang elastis tersusun atas selulosa dan lignin. Lignin,
kemampuannya berpoliferasi, sel-sel parenkim merupakan jika bergabung dengan selulosa akan menahan
sumber pembentukan sel-sel baru untuk proses peregangan sehingga sklerenkim bersifat lebih kaku,
penyembuhan luka dengan regenerasi. Jaringan parenkim kuat dan keras dari pada kolenkim. Sel-sel sklerenkim
merupakan tempat bagi beberapa proses penting pada yang kosong dengan dinding sel yang tebal merupakan
tumbuhan, seperti fotosintesis, respirasi, sekresi, ekskresi, rangka untuk menyokong tubuh tumbuhan. ada dua tipe
transportasi, dan penyimpanan bahan makanan. Sel sel sklerenkim yaitu serat dan sklereid. Serat merupakan
parenkim fotosintetik disebut kolenkim (karena sel-sel yang panjang (dapat mencapai 50 cm), ramping,
mengandung klorofil.) beujung meruncing, dan tahan lama. Fungsi serat adalah
3) Jaringan penguat memperkuat dan menyokong struktur tumbuhan.
Sesuai dengan namanya, jaringan ini berfungsi 4) Jaringan pengangkut
sebagai penyokong atau penguat tegaknya tumbuhan. di Jaringan tersebut berfungsi untuk mengangkut air
dalam tumbuhan terdapat dua macam jaringan penguat dan zat-zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian
yaitu kolenkim dan sklerenkim. tumbuhan sehingga jaringan pembuluh disebut juga
a. Kolenkim jaringan pengangkut. Selain jaringan pengangkut,
Jaringan kolenkim tersusun atas sel-sel kolenkim jaringan pembuluh juga berfungsi menyokong
yang bervariasi dalam ukuran panjang, tetapi umumnya tumbuhan. Pada tumbuhan terdapat dua macam jaringan
sel-sel kolenkim berbentuk ramping memanjang (dengan pengangkut yaitu, xilem dan floem.
panjang dapat mencapai 2 mm). dinding sel-sel a. Xilem
kolenkim tidak mengandung lignin sehingga jaringan ini Xilem merupakan komponen jaringan
bersifat fleksibel, liat (plastis) dan dapat meluas. Fungsi pengangkut yang memiliki dua fungsi utama, yaitu
utama kolenkim adalah sebagai jaringan penyokong bagi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke
batang yang muda dan sedang tumbuh. Selain batang tumbuhan serta daun, dan memberi sokongan
menyokong batang yang hijau, kolenkim juga atau kekuatan mekanis bagi tumbuhan.
menyokong daun (tulang daun) tumbuhan dikotil dan b. Floem
memperkuat tangkai bunga (petiola). Kolenkim Floem merupakan jaringan pembuluh atau
memiliki ciri khas terdapat pada bagian tepi batang dan pengangkut yang bertugas memindahkan gula hasil
daun. Kolenkim dapat diamati dengan mudah pada fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. floem
batang seledri dan batang bunga matahari. juga disebut sebagai pembuluh tapis dan merupakan
b. Sklerenkim pembuluh pengangkut utama. Tidak seperti xilem, floem
Merupakan jaringan penyokong dan penguat bagian- merupakan jaringan hidup.
bagian tumbuhan yang mengalami pertumbuhan yang Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal tipe-
tidak lama. Sel-sel sklerenkim memiliki dinding tipe jaringan dasar yang ditemukan pada tumbuhan.
sekunder yang tebal dengan ketebalan yang merata di
seluruh permukaan selnya. Dinding sel-sel sklerenkim
2. Metodologi kuat (10X40) hasil pengamatan tersebut di gambar
dengan perbesaran lemah dan perbesar kuat. Dengan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu
perbesaran kuat diamati: jaringan permanen yang
mikroskop cahaya dan bahan yang dipakai yaitu preparat
terdapat dalam preparat mulai dari jaringan epidermis,
awetan L-S akar Allium cepa, preparat awetan T-S akar
jaringan parenkim, jaringan pengankut, jaringan
Zea mays, preparat awetan T-S batang Zea mays,
sklerenkim, dan jaringan kolenkim (jika ada) Lengkapi
preparat awetan T-S batang Tilia, preparat awetan T-S
gambar dengan keterangan.
buah pyrus, preparat awetan T-S akar Ranunculus,
preparat awetan T-S batang Helianthus annuus,dan 2. 4 Pengamatan Preparat awetan batang Zea
preparat awetan T-S daun Nerium oleander. mays dan Helianthus annuus

2.1 Pengamatan preparat awetan akar Allium Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati
cepa preparat tersebut dengan mikroskop dengan perbesaran
lemah (4X10) kemudian di amati dengan perbesaran
Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati
kuat (10X40) hasil pengamatan tersebut di gambar
menggunakan mikroskop dengan perbesaran lemah
dengan perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Dengan
(4X10), kemudian dengan perbesaran kuat (10X40).
perbesaran kuat diamati jaringan permanen yang
Hasil pengamatan digambar. Dengan perbesaran kuat,
terdapat dalam preparat mulai dari jaringan epidermis,
amati: jaringan meristem lalu tulis daerah pembelahan,
jaringan parenkim, jaringan pengangkut, jaringan
pemanjangan dan diferensiasi. Lengkapi gambar dengan
sklerenkim, dan jaringan kolenkim. Lengkapi gambar
keterangan.
dengan keterangan.
2. 2 Pengamatan Preparat awetan buah Pyrus
2. 5 Pengamatan Preparat awetan batang Tilia
Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati
Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati
preparat tersebut dengan menggunakan mikroskop
preparat tersebut dengan mikroskop dengan perbesaran
dengan perbesaran lemah (4X10) kemudian di amati
lemah (4X10) kemudian di amati dengan perbesaran
dengan perbesarana kuat (10X40). Hasil pengamatan
kuat (10X40) hasil pengamatan tersebut di gambar
tersebut di gambar dengan perbesaran lemah dan
dengan perbesaran lemah dan perbesar kuat. Dengan
perbesar kuat. Dengan perbesaran kuat diamati:
perbesaran kuat diamati jaringan permanen yang
sklerenkim berupa sklereid. Lengkapi gambar tersebut
terdapat dalam preparat mulai dari jaringan epidermis,
dengan keterangan.
jaringan parenkim, jaringan pengangkut, jaringan
2. 3 Pengamatan Preparat awetan akar Zea mays sklerenkim, dan jaringan kolenkim. Lengkapi gambar
dan Ranunchulus. dengan keterangan.

Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati


preparat tersebut dengan mikroskop dengan perbesaran
lemah (4X10) kemudian di amati dengan perbesaran
2. 6 Kegiatan 6. Pengamatan Preparat awetan
Daun Nerium oleander

Pertama preparat diminta pada asisten dan diamati


preparat tersebut dengan mikroskop dengan perbesaran
lemah (4X10) kemudian di amati dengan perbesaran
kuat (10X40) hasil pengamatan tersebut di gambar
Gambar Ilustrasi
dengan perbesaran lemah dan perbesar kuat. Dengan 1. Inti sel
perbesaran kuat diamati jaringan permanen yang 2. Dinding sel
3. Sitoplasma
terdapat dalam preparat mulai dari jaringan epidermis,
jaringan parenkim, jaringan pengangkut, jaringan
sklerenkim, jaringan kolenkim, dan stomata. Lengkapi
gambar dengan keterangan.

3. Hasil dan Pembahasan Perbesaran 4 X 10

Nama
No. Gambar Keterangan
Jaringan
1. Inti sel L-S umbi
2. Membran sel 2.
Allium cepa
3. Sitoplasma
4. Dinding sel

Perbesaran 10 X 40

L-S akar Perbesaran 4 X 10


1.
Allium cepa

Gambar Ilustrasi
1. Xilem
2. Floem
3. Epidermis
Perbesaran 10 X 40 4. Endodermis
T-S akar 5. Korteks
3.
Zea mays

Perbesaran 4 X 10
1. Gabus
2. Kambium
vaskuler
3. Lingkaran
pertumbuhan
4. Kulit kayu
5. Floem
sekunder
6. Xilem
Perbesaran 10 X 40 Perbesaran 4 X 10 sekunder

T-S batang
5.
Tilia

Gambar Ilustrasi Perbesaran 10 X 40


1. Xilem
2. Floem
3. Jaringan
dasar

Perbesaran 4 X 10 Gambar Ilustrasi


1. Sklereid

T-S batang
4.
Zea mays

Perbesaran 10 X 40 T-S buah


6. Perbesaran 4 X 10
Pyrus

Gambar Ilustrasi Perbesaran 10 X 40


Gambar Ilustrasi Perbesaran 10 X 40
1. Epidermis
2. Endodermis
3. Xilem
4. Floem
5. Korteks

Perbesaran 4 X 10 Gambar Ilustrasi


1. Epidermis
atas
2. Hipodermis
3. palisade
T-S akar 4. Spons
7. 5. Epidermis
Ranunculus
bawah
6. Kutikula

Perbesaran 40 X 10 Perbesaran 4 X 10

T-S daun
9. Nerium
oleander

Perbesaran 10 X 40
Gambar Ilustrasi
1. Epidermis
2. Kolenkim

T-S batang
8. Helianthus
annuus

Gambar Ilustrasi
Perbesaran 4 X 10
1. Inti sel Perbesara 10 X 40
2. Sitoplasma
3. Dinding sel

Perbesaran 4 X 10
Gambar Ilustrasi
1. Xilem
2. Floem
3. Epidermis
T-S umbi
4. Endodermis
10. Solanum
tuberosum

Perbesaran 10 X 40
Perbesaran 4 X 10

T-S akar
12
Aristolochia

Gambar Ilustrasi
1. Epidermis Perbesaran 10 X 40
2. kutikula
3. palisade
4. spons

T-S daun Perbesaran 4 X 10


11. Gambar Ilustrasi
Ficus sp.

Dalam praktikum kali ini kami mengamati mengenai


jaringan-jaringan pada tumbuhan yang mana bahan
utama yang dgunakan adalah penampang melintang dan
membujur daun akar, batang, buah, dan umbi.
Pengamatan dilakukan dibawah mikroskop dengan
perbesaran lemah (4 X 10) dan perbesaran kuat (10 X
40) untuk mendapatkan struktur gambar yang jelas terluar, endodermis yang berada didalan (antara
Setelah mendapat gambar yang jelas kita korteks dan stela), dan korteks. Akar Zea mays
menggambarnya dan memberi keterangan jaringan pada merupakan akar monokotil yang memiliki letak
masing-masing preparat tersebut. Hasilnya dapat xilem dan floem yang berselang-seling.
dijelaskan sebagai berikut: - T-S akar Ranunculus
Pada preparat ini kami mendapatkan xilem
1. Preparat Daun
(yang berwarna merah), floem (yang berwarna
- T-S daun Nerium oleander
biru), epidermis yang merupakan lapisan sel
Pada preparat ini kami mendapatkan
terluar yang terlihat jelas pada perbesaran lemah
epidermis atas yang merupakan lapisan sel
(4 X 10), endodermis yang berada didalan
terluar, hipodermis yang terletak dibawah
(antara korteks dan stela), dan korteks yang
epidermis atas, palisade yang berbentuk silindris
berfungsi sebagai tempat penyimpanan
panjang dan rapat seperti tiang, spons yang
cadangan makanan dan pertukaran gas.
bentuknya tidak beraturan dan memiliki ruang
Ranunculus merupakan akar dikotil.
antar sel yang besar, epidermis bawah, dan
- T-S akar Aristolochia
kutikula yang terletak sebelum epidermis.
Pada preparat ini kami mendapatkan xilem
- T-S daun Ficus sp
(yang berwarna merah), floem (yang berwarna
Pada preparat ini kami mendapatkan
biru), epidermis yang merupakan lapisan sel
epidermis atas yang merupakan lapisan sel
terluar, dan endodermis yang berada didalan
terluar, kutikula yang terletak sebelum
(antara korteks dan stela). Aristolochia
epidermis, palisade yang berbentuk silindris
merupakan akar dikotil yang xilemnya berada
panjang dan rapat seperti tiang, dan spons yang
didalam floem.
bentuknya tidak beraturan dan memiliki ruang
3. Preparat Batang
antar sel yang besar
- T-S batang Zea mays
2. Preparat Akar
Pada preparat ini kami mendapatkan xilem
- L-S akar Allium cepa
(yang berwarna merah) dan floem (yang
Pada preparat ini kami mendapatkan inti sel,
berwarna biru) yang bersebelahan dan jaringan
membran sel, sitoplasma, dan dinding sel pada
dasar. Batang Zea mays merupakan monokotil
perbesaran kuat (10 X 40). Preparat ini
yang berarti tidak memiliki kambium diantara
merupakan jaringan meristem. Jaringan
floem dan xilemnya.
meristem adalah jaringan yang sel-selnya belum
- T-S batang Tilia
berdifferensiasi.
Pada preparat ini kami mendapatkan gabus,
- T-S akar Zea mays
kambium vaskuler, kulit kayu, lingkaran
Pada preparat ini kami mendapatkan xilem
pertumbuhan, xilem sekunder, dan floem
(yang berwarna merah), floem (yang berwarna
sekunder. Preparat ini merupakan jaringan
biru), epidermis yang merupakan lapisan sel
meristem sekunder yang bertanggung jawab parenkim, jaringan penguat, dan jaringan
terhadap pertumbuhan sekunder yang pengangkut. Setiap jaringan memiliki fungsi, sel-sel
menyebabkan pertambahan diameter batang. penyusun dan strukturnya masing-masing.
- T-S batang Helianthus annuus
Pada preparat ini kami mendapatkan
epidermis yang merupakan lapisan sel terluar DAFTAR PUSTAKA
dan kolenkim yang berfungsi sebagai jaringan
Pujiyanto, Sri. 2014. Menjelajah Dunia Biologi 2. Solo:
penyokong bagi batang muda dan sedang Platinum.
tumbuh. Preparat ini merupakan batang dikotil
Dasumiati. et al. 2008. Biologi Dasar. Jakarta: Lembaga
yang berarti memiliki kambium. Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Preparat buah
Prawirohartono, Slamet. 2002. SAINS Biologi-2a. Jakarta:
- T-S buah Pyrus Bumi Aksara.
Pada preparat ini kami mendapatkan adanya
sklereid yang tersusun atas sel-sel pendek
dengan bentuk yang tidak teratur. Sel-sel
sklereid memiliki dinding sel sekunder yang
lebih tebal dari pada serat dan mengandung
lignin.
5. Preparat umbi
- L-S umbi Allium cepa
Pada preparat ini kami mendapatkan
jaringan parenkim yang berisi inti sel, dinding
sel, dan sitoplasma pada perbesaran kuat (10 X
40). Preparat ini memiliki bentuk sel yang rapi
karena adanya dinding sel.

- T-S umbi Solanum tuberosum


Pada preparat ini kami mendapatkan inti sel,
dinding sel, dan sitoplasma perbesaran kuat (10
X 40).

4. Kesimpulan

Setelah melakukan praktikum ini kami menarik


kesimpulan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas
jaringan meristem, jaringan epidermis, jaringan
Trisan Andrean Putra
1160950000084

1. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun pada jaringan tumbuhan?

Lingkaran tahun terbentuk karena aktivitas pembelahan sel-sel kambium yang dipengaruhi oleh musim.
Sedangkan musim berkaitan dengan ketersediaan air dan unsur hara.
Pada musim penghujan, air cukup banyak tersedia sehingga aktivitas sel-sel kambium meningkat. Pada musim
kemarau air yang tersedia sedikit sehingga aktivitas sel-sel kambium pertumbuhan di musim penghujan lebih
cepat dibandingkan pada musim kemarau. Perbedaan aktivitas kambium di musim penghujan dan kemarau inilah
yang menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun.

2. Sebutkan fungsi jaringan parenkim? Dimanakah letak jaringan parenkim pada tumbuhan?
Jaringan parenkim berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Jaringan parenkim terletak pada korteks
dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara xilem dan floem.

3. Apa perbedaan penampang melintang batang monokotil dengan batang dikotil?


Monokotil: Dikotil:

Batas antara ujung akar dengan kaliptra jelas Batas antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas
Perisikel dapat terdiri dari beberapa lapisan sel Perisikel terdiri dari satu lapis sel
Letak berkas pengangkut antara xilem dan floem Letak berkas pengangkut pada akar sekunder
pada akar tua tetap berselang-seling bersifat kolateral, xilem di dalam dan floem di luar
Mempunyai empulur yang luas pada pusat akar Mempunyai empulur sempit atau tidak mempunyai
Perisikel hanya membentuk cabang akar empulur pada pusat akar
Tidak mempunyai kambium Perisikel membentuk cabang akar dan dapat
Jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12) membentuk meristem sekunder seperti kambium
dan kambium gabus
kambium tampak sebagai meristem sekunder
Jumlah lengan xilem antara 2 sampai 6. jarang lebih

4. Apakah fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?


Fungsi dari jaringan kolenkim adalah sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih
aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai
penguat bagian tumbuhan yang sudah dewasa serta sebagai pelindung bagian-bagian atau organ lunak yang ada di
dalamnya, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji jarak, dan buah kenari.

Dewi Amalia Marina


11160950000081
1. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun pada jaringan tumbuhan?
Karena proses pembentukan xilem oleh kambium dipengaruhi oleh musim. Saat musim hujan, pembuluh xilem
yang dibentuk akan menjadi besar, dan akan tetap ukurannya ketika musim kemarau. Hal ini menyebabkan
terbentuknnya lingkaran-lingkaran konsentris pada kayu yang disebut lingkaran tahun yang digunakan untuk
memperkirakan umur tanaman.
2. Sebutkan fungsi jaringan parenkim? Dimanakah letak jaringan parenkim pada tumbuhan?
Fungsi jaringan parenkim adalah sebagai tempat fotosintesis dan sebagai tempat penyimpanan cadangan
makanan. Jaringan parenkim dapat dijumpai pada akar, batang yang hijau, dan di dalam mesofil daun.
3. Apa perbedaan penampang melintang batang monokotil dengan batang dikotil?
Pada batang monokotil, letak xilem berdampingan dengan floem. Sedangkan pada batang dikotil, xilem terletak
disebelah dalam kambium.
4. Apakah fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?
Fungsi utama dari jaringan kolenkim adalah sebagai penyokong bagi batang yang muda. Sedangkan fungsi dari
sklerenkim adalah sebagai penguat bagi batang yang sudah dewasa.

Erma Herlina
11160950000092

1. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun pada jaringan tumbuhan?


Lingkaran tahun terjadi sebagai akibat dari pertumbuhan sekunder (kambium gabus) yang berlangsung atau
berjalan tidak sepanjang tahun.

2. Sebutkan fungsi jaringan parenkim? Dimanakah letak jaringan parenkim pada tumbuhan?
Fungsi Jaringan parenkim yaitu sebagai jaringan dasar, tempat menyimpan cadangan makanan, dan parenkim
yang berklorofil berfungsi sebagai fotosintesis.
Letak jaringan parenkim pada tumbuhan yaitu terdapat pada kulit batang , akar, mesofil daun, daging buah ,
endosperm biji.

3. Apa perbedaan penampang melintang batang monokotil dengan batang dikotil?


Perbedaan penampang batang melintang monokotil dan dikotil yaitu :
a. Dikotil
Memiliki Kambium vaskular sehingga ukuran batang dapat membesar.
Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele.
Berkas pengangkut teratur dan tersusun melingkar yang terletak di bagian dalam perisikel, terdiri atas
xilem dan floem yang dibatasi oleh kambium.
Daerah korteks dan empulur dapat dibedakan serta mempunyai jari-jari empulur.
b. Monokotil
Tidak terdapat kambium vaskular sehingga ukuran batang tidak dapat membesar
Di sebelah dalam epidermis terdapat meristem dasar yang pembagiannya belum begitu jelas.
Berkas pengangkut tersebar pada meristem dasar, dilindungi sarung berkas pengangkut
Daerah korteks dan empulur tidak dapat dibedakan.

4. Apakah fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?


Fungsi jaringan kolenkim adalah sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif
mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai penguat
bagian tumbuhan yang sudah dewasa serta sebagai pelindung bagian-bagian atau organ lunak yang ada di
dalamnya, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji jarak, dan buah kenari.
Ghina Amany Syarifah
11160950000074

1. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun pada jaringan tumbuhan?


Lingkaran tahun terbentuk karena adanya aktivitas pembelahan sel-sel cambium yang dipengaruhi oleh musim.
Dan tentu nya musim juga berkaitan dengan ketersediaan air dan unsur hara, pada saat musim penghujan, air
cukup banyak tersedia sehingga membuat aktivitas sel-sel kambium meningkat. Dan pada saat musim kemarau
air yang tersedia sedikit sehingga membuat aktivitas sel-sel kambium berkurang.

2. Sebutkan fungsi jaringan parenkim? Dimanakah letak jaringan parenkim pada tumbuhan?
Jaringan parenkim berfungsi untuk pengisi bagian pada tumbuhan, sebagai penyokong tubuh saat vakuola terisi
air. Letak jaringan parenkim tersebar di hampir seluruh organ tumbuhan yaitu di dalam daun (mesofil), Batang
dan akar, endosperma (jaringan sel tempat penyimpanan cadangan makanan), empulur batang dan di daging
buah.

3. Apa perbedaan penampang melintang batang monokotil dengan batang dikotil?


Tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki struktur anatomi batang yang berbeda. Batang dikotil dapat tumbuh
besar dan tinggi, sedangkan batang monokotil umumnya tidak sebesar dan setinggi dikotil. Perbedaan utama pada
batang dikotil dan monokotil terdapat pada struktur jaringan pembuluhnya.

4. Apakah fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?


Fungsi jaringan kolenkim sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif
mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan fungsi jaringan sklerenkim sebagai penguat bagian
tumbuhan yang sudah dewasa serta sebagai pelindung bagian-bagian atau organ lunak yang berada di dalamnya.

Siti Resti Maulida


11160950000067

1. Apa yang menyebabkan terjadinya lingkaran tahun pada jaringan tumbuhan?


Lingkaran tahun pada tumbuhan dikotil terbentuk karena adanya aktivitas pembelahan sel-sel kambium yang
dipengaruhi oleh musim yang berkaitan dengan kesediaan air dan unsur hara. Pada musim penghujan, aktivitas
sel kambium lebih cepat dari pada pertumbuhan di musim kemarau. Hal inilah yang membentuk lingkaran tahun
pada batang tumbuhan.

2. Sebutkan fungsi jaringan parenkim? Dimanakah letak jaringan parenkim pada tumbuhan?
Jaringan parenkim berguna untuk penyusun jaringan pada akar dan batang dan sebagai cadangan makanan
tumbuhan. letaknya di kulit batang , daging buah, biji dan akar tumbuhan.

3. Apa perbedaan penampang melintang batang monokotil dengan batang dikotil?


Pada penampang melintang dikotil ditemukan adanya kambium yang merupakan jaringan meristem lateral.
Sedangkan di penampang melitang monokotil tidk ditemukan kambium.

4. Apakah fungsi jaringan kolenkim dan sklerenkim?


Jaringan Kolenkim: untuk menegakkan tumbuhan atau sebagai jaringan penguat karena faktor tekanan turgor
Jaringan Sklerenkim: memberikan daya renggang yang tinggi pada tumbuhan.