Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL III

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT


(Manajemen Rantai Pasokan)

Dosen Pengampu :

Dr. Susilo Toto Raharjo, MT

Oleh :
Fariha Azzahra (12010117410032)
Helmi Sakdiyah (12010117410007)
Hengky Fathur Rizki (12010117410006)
Hermawan Guntoro (12010117410005)

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah menganugerahkan segala rahmat dan
hidayah-Nya, karena hanya dengan karunianya makalah yang berjudul “Supply Chain
Management (SCM)” ini dapat selesai tanpa hambatan yang berarti. Shalawat dan salam
semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW utusan dan manusia pilihan-Nya yang
mengantarkan umat manusia minadzdzulumati ilan-nuur, yakni addinul Islam (dari zaman
kegelapan menuju zaman yang bercahaya, yakni agama Islam).

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Susilo Toto Raharjo, MT sebagai dosen pembimbing mata kuliah Manajemen
Operasional III.
2. Rekan - rekan yang memberikan saran-sarannya dan semangat pada pemakalah
agar dapat menyusun makalah ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan dengan senang
hati menerima kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 28 Agustus 2017

Penyusun,

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................ i

Daftar Isi ........................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .............................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 2

C. Tujuan ............................................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Supply Chain Management ............................................................................. 3

B. Pertimbangan Memilih Supply Chain Management ..................................................... 4

C. Strategi Supply Chain Management .............................................................................. 5

D. Membangun Basis Persediaan ...................................................................................... 6

E. Etika Manajemen Rantai Pasokan ................................................................................. 7

F. Manajemen Logistik ...................................................................................................... 7

G. Manajemen Distribusi .................................................................................................... 8

H. Manfaat Supply Chain Management ............................................................................. 8

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ......................................................................................................................... 11

Daftar Pustaka .................................................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi sekarang persaingan dalam industri semakin ketat. Salah satu
hal yang membuat perusahaan bidang industri bertahan adalah penyediaan produk yang
tepat bagi konsumen di waktu yang tepat dengan biaya ekonomis pula. Sekarang ini
konsumen semakin kritis, mereka menuntut penyediaan produk secara tepat tempat, tepat
waktu. Sehingga menyebabkan perusahaan manufaktur maupun jasa yang antisipatif
akan hal ini akan mendapatkan pelanggan sedangkan yang tidak antisipatif akan
kehilangan pelanggan.

Ketersediaan produk dan harga jual yang ekonomis hanya dapat terjadi jika ada
koordinasi yang baik antara perusahaan retail dengan pihak-pihak dalam rantai
supplynya. Koordinasi antara pihak-pihak dalam rantai suplai tidak hanya melibatkan
koordinasi persediaan saja, tetapi juga informasi tentang pasar yang berguna bagi
perencanaan perusahaan. Kekurangan persediaan produk pada distributor akan berakibat
kehilangan penjualan, sedangkan kelebihan tertentu akan berakibat menumpuknya
produk dan meningkatnya biaya pemeliharaan persediaan.

Selain itu, koordinasi dengan toko - toko cabang sebagai salah satu inti dari rantai
pasokan adalah penting, dimana kantor pusat dapat berbagi informasi dan
mengumpulkan informasi mengenai masing-masing supplier agar pengelolaan supply
dan perencanaan penjualan produk dapat dilakukan dengan lebih baik. Pelaku industri
pun mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas, dan cepat,
perbaikan secara internal di sebuah perusahaan manufaktur tidaklah cukup. Kesadaran
akan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan produk dengan harga jual yang
ekonomis, berkualitas, dan cepat inilah yang kemudian melahirkan konsep baru sejak
tahun 1990-an yaitu supply chain management (SCM).

Makalah ini akan membahas mengenai Supply Chain Management (SCM) dan
hal-hal lain yang berkaitan dengan rantai SCM.

4
B. TUJUAN

Tujuan dari makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Operasi III pada Semester 1 dengan dosen Bapak Dr. Susilo Toto Raharjo, MT serta
mempelajari Supply Chain Management dalam perusahaan industri.

C. MANFAAT

Manfaat dari makalah ini yaitu mahasiswa dapat mendapatkan pengetahuan


dalam bidang Manajemen Operasi terutama dalam pengetahuan tentang Supply Chain
Management (SCM), agar dapat diimplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dan dunia
kerja.

D. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi dari Supply Chain Management (SCM)?
2. Peran Supply Chain Management (SCM)?

5
BAB II

PEMBAHASAN

1. Supply Chain Management


Menurut Barry Render dan Jay Heizer, Manajemen Rantai Pasokan (Supply
Chain Management) adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan,
pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke
pelanggan. Seluruh aktivitas ini mencakup aktivitas pembelian dan pengalihdayaan
(outsourcing), ditambah fungsi lain yang penting bagi hubungan antara pemasok
dengan distributor.
Suatu perusahaan yang menerapkan konsep Supply Chain Management yang
yang benar dan baik akan dapat memberikan dampak peningkatan keunggulan
kompetitif terhadap produk maupun pada sistem rantai pasokan yang dibangun
perusahaan tersebut. Lebih lanjut Heyzer dan Render menyatakan bahwa, perusahaan
perlu mempertimbangkan masalah rantai pasokan untuk memastikan bahwa rantai
pasokan mendukung strategi perusahaan.
Tujuan dari Supply Chain Management untuk mengkoordinasi kegiatan dalam
rantai pasokan untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai
pasokan bagi konsumen akhir. Seperti tim kejuaraan, fitur utama dari rantai pasokan
yang sukses adalah anggota-anggota yang berperan demi kepentingan timnya (Rantai
Pasukan). Adapun gambaran Manajemen Rantai Pasokan, berikut ini :

6
Terdapat 3 macam hal yang harus dikelola dalam Supply Chain Management
agar produk bisa sampai ke konsumen antara lain.
a. Aliran matrial product seperti bahan baku, komponen, barang jadi.
b. Information, seperti kapasitas, status pengiriman, quotation.
c. Keuangan, seperti invoice, term pembayaran.

Adapun komponen yang diperoleh perusahaan dalam menjalankan Supply


Chain Management, antara lain :

a. Aliran matrial product seperti adanya return, repair.


b. Keuangan seperti pembayaran dari konsumen.
c. Informati seperti pesanan produk atas permintaan konsumen, ramalan produk atau
penjualan, dll.

2. Pertimbangan Memilih Rantai Pasokan


Sebelum memulai mendesain rantai pasokan, perusahaan terutama manajer
operasi harus mempertimbangkan keputusan untuk “buat atau beli” dan
pengalihdayaan, sebagai berikut :
a. Keputusan Buat atau Beli
Pilihan untuk memproduksi barang atau jasa secara internal atau membelinya
dari luar, maksudnya adalah memilih barang dan jasa yang dapat menguntungkan
dapat diperoleh secara ekternal dibandingkan diproduksi secara internal dikenal
dengan keputusan buat atau beli.

7
b. Pengalihdayaan
Mengalihkan kegiatan perusahaan yang dilakukan secara internal ke pemasok
eksternal. Maksudnya adalah memberikan proses pembuatan ke vendor yang
menyediakan jasa tersebut.

3. Strategi Supply Chain Management


Menurut Heizer and Render, perusahaan harus memutuskan suatu strategi rantai
pasokan dalam memperoleh barang dan jasa dari luar. Beberapa strategi tersebut
antara lain:
a. Banyak Pemasok
Pemasok menanggapi permintaan dan spesifikasi permintaan penawaran,
dengan pesanan yang umumnya akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran
rendah. Perusahaan menjalin hubungan dengan banyak supplier dan memilih
supplier yang memenuhi spresifikasi.
b. Sedikit Pemasok
Strategi yang memiliki sedikit pemasok mengimplikasikan bahwa perusahaan
lebih ingin menjalin hubungan jangka panjang dengan pemasok yang setia dan
menjaga komitmen dalam memberikan produk. Strategi ini juga mendorong
pemasok – pemasok tersebut untuk memberikan inovasi desain dan keahlian
teknologi.
Contohnya ford memilih pemasok sebelum komponen didisain.
c. Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal mengembangkan kemampuan untk memproduksi barang
atau jasa yang sebelumnya dibeli dari pemasok atau distributor. Integrasi vertikal
berbentuk :
a. Integrasi maju : produsen memproduksi sendiri komponen produk akhir/jadi.
Sebagai contoh : produsen roti tadinya memasarkan hasil produksinya dengan
menyetor ke toko – toko, akan tetapi sekarang memiliki toko sendiri untuk
memasarkan hasil produksinya.
b. Integrasi mundur : produsen memproduksi sendiri bahan yang tadinya dibeli
kepada supplier.

8
Sebagai contoh : produsen roti tadinya mendatangkan bahan baku seperti telur
dari pemasok. sekarang perusahaan roti juga memiliki peternakan ayam
petelur untuk memasok telurnya sebagai bahan baku rotinya.
d. Jaringan Keiretsu
Supplier merupakan bagian dari koalisi perusahaan, melalui kepemilikan
perusahaan pemasok maupun pemberi pinjaman perusahaan pemasok. Pemasok
diperlakukan sebagai partner, sehingga perusahaan memberikan keahlian teknik
dan kualitas produksi yang stabil.
e. Perusahaan Virtual
Perusahaan menjalin hubungan dengan berbagai supplier untuk memberikan
servis pada permintaan. Supplier memberikan jasa seperti penerimaan karyaan,
mendesain produk, pengujian dan pendistribusian produk. Keunggulannya adalah
keahlian manajemen terspesialisasi, investasi modal rendah, fleksibel dan cepat.

4. Membangun Basis Persediaan


Langkah – langkah dalam pemilihan pemasok sebagai empat tahapan proses,
antara lain :
a. Evaluasi pemasok
Mencakup pencarian pemasok potensial dan menentukan kecenderungan mereka
untuk menjadi pemasok yang baik. Jika pemasok yang baik tidak dipilih, semua
rantai pasokan lainya akan gagal.
b. Pengembangan pemasok
Pembeli memiliki persyaratan pemasok yang bekualitas, sprsifikasi produk, jadal,
pengiriman dan kebijakan pembelian. Pengembangan pemasok dapat mencakup
segala hal dari pelatihan, bantuan teknis dan produksi hingga prosedur untuk
transfer informasi.
c. Negosiasi
Harga final dalam transaksi berbisnis, standart kualitas ataupun kesepakatan
dalam beriklan dapat dinegosiasikan. Sehingga dalam perusahaan seorang manajer
operasi atau pihak yang terlibat perlu ketrampilan dalam bernegosiasi yang baik.
d. Membuat kontrak
Partner rantai pasokan sering membangun kontrak untuk mendorong anggota
rantai pasokan menggunakan kebijakan yang optimal. Beberapa fitur umum pada

9
kontrak seperti kuantitas diskon (harga lebih rendah untuk pesanan yang lebih
besar), membeli kembali, dan berbagi pendapatan.

5. Etika Manajemen Rantai Pasokan


Manajemen rantai pasokan dapat menimbulkan kesempatan dalam melakukan
penyimpangan etika menjadi signifikan, untuk itu perusahaan perlu membangun
prinsip dan standar untuk pedoman perilaku yang etis. Ada tiga aspek etika dalam
manajemen rantai pasokan, antara lain :
a. Etika Personal
Rantai pasokan sangat rentan akan penyimpangan etika secara personal, untuk itu
perusahaan membangun standar dan prinsip seperti
a) Meningkatkan dan memperkuat tanggung javab bagi karyavan, hubungan
pemasok dan pelanggan yang positif, perlindungan atas informasi yang
konfidensial dan informasi yang paten dengan adanya kesepakatan.
b) Menghindari ketidakpantasan yang dirasakan seperti konflik kepentingan,
perilaku yang negatif karena dapat mempengaruhi keputusan rantai pasokan.
b. Etika di dalam Rantai Pasokan
Banyaknya sumber daya perusahaan yang dibeli mengakibatkan tekanan yang
tinggi atas etika dalam rantai pasokan, sehingga perusahaan harus membangun
standar untuk pemasoknya juga.
c. Etika Etis Terhadap Lingkungan
Etika yang baik meluas hingga pengoperasian bisnis dengan mendukung
konservasi dan permajaan sumber daya. Hal ini perlu evaluasi terhadap dampak
lingkungan, dari mulai bahan baku, proses hingga penggunaan dan pembuangan
akhir.

6. Manajemen Logistik
Manajemen logistik adalah kegiatan pembelian dengan berbagai kegiatan
pengiriman, pergudangaan dan persediaan untuk membentuk sistem logistik.
Tujuan Manajemen Logistik yaitu memperoleh efisiensi operasi melalui
integrasi seluruh kegiatan akuisisi bahan baku pemindahan dan penyimpanan.

10
a. Sistem pengiriman
Pengiriman barang dari dan ke menghabiskan 25% biaya produksi sehingga
perusahaan perlu mengevaluasi cara pengirimannya agar tidak memakan biaya
yang terlalu besar, misalnya dengan truk (bisa mengambil dan mengirim barang
tepat aktu), kereta api (mengangkut dengan kapasitas yang besar seperti minyak,
batubara, dll), udara (mengangkut barang yang sifatnya darurat membutuhkan
kecepatan seperti bunga, obat – obatan), air (mengangkut muatan besar dan
bernilai rendah karena lebih mementingkan biaya pengiriman yang rendah seperti
semen, minyak) dan pipa (mengangkut gas alam, bahan kimia).
b. Logistik Pihak Ketiga
Pengalihdayaan logistik pada pihak ketiga untuk menurunkan biaya investasi
dan biaya persediaan serta menaikkan keandalan dan kecepatan pengiriman. Pihak
ketiga biasanya memiliki keahlian dalam mengkoordinasikan sistem persediaan
yang didukung peralatan yang canggih dan online untuk memenuhi keinginan
perusahaan.

7. Manajemen Distribusi
Manajemen rantai pasokan yang memfokuskan pada arus keluar dari produk
akhir. Mendesain jaringan distribusi untuk memenuhi harapan pelanggan menawarkan
tiga kriteria:
a. Respon cepat
b. Pilihan produk
c. layanan

8. Manfaat Supply Chain Management


1) Manfaat SCM secara umum penerapan konsep SCM dalam perusahaan yaitu
(Jebarus, 2001) antara lain :
- Kepuasan pelanggan. Konsumen atau pengguna produk merupakan target
utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan
perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini
tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk
menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas
dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.

11
- Meningkatkan pendapatan. Semakin banyak konsumen yang setia dan
menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan
perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan
‘terbuang’ percuma, karena diminati konsumen.
- Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada
konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
- Pemanfaatan asset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan
semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun
keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan
teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan Supply Chain
Management.
- Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang
setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba
perusahaan.
- Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang mendapat keuntungan dari segi
proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh
lebih kuat.
2) Manfaat SCM langsung bagi perusahaan adalah :
- Supply Chain Management secara fisik dapat mengkonversi bahan baku
menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. Manfaat
ini menekankan pada fungsi produksi dan operasi dalam sebuah perusahaan.
Dalam fungsi ini dilakukan penggunaan dari seluruh sumber daya yang
dimilki dalam sebuah proses transformasi yang terkendali, untuk
memberikan nilai pada produk yang dihasilkan sesuai dengan kebijaksanaan
perusahaan dan mendistribusikannya kepada konsumen yang dibidik.
- Supply Chain Management berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu
memastikan apa yang dipasok oleh rantai suplai mencerminkan aspirasi
pelanggan atau konsumen akhir tersebut. Dalam hal ini fungsi pemasaran
yang akan berperan. Melalui pelaksanaan Supply Chain Management,
pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik yang diminati
konsumen. Selanjutnya fungsi ini harus mampu mengidentifikasi seluruh
atribut produk yang diharapkan konsumen tersebut dan mengkomunikasikan
kepada perancang produk. Apabila seleksi rancangan produk sudah

12
dilakukan dan dilakukan pengujian maka produk dapat diproduksi. Sehingga
Supply Chain Management akan berperan dalam memberikan manfaat seperti
point 1 tersebut.

13
BAB IV

KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan baha:

1. Supply Chain Management merupakan integrasi aktivitas kerja sama antar perusahaan
dalam pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan
produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan.
2. Dengan adanya konsep SCM para pelaku bisnis lebih mudah menciptakan produk –
produk yang ekonomis, berkualitas dan cepat.
3. Proses pengolahan produk dari perencanaan, pemproduksi sampai pendistribusian
menjadi terstruktur dan terkoordinir dengan baik.
4. Penerapan konsep SCM untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat
dari rantai pasokan bagi konsumen akhir.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://academica
.edu/30153557/Makalah_Manajemen_Operasional_Supply_Chain_Management_SCM_docx
http://digilib.unila.ac.id/15748/12/BAB%202.pdf
Heizer. J & Render, B (2015), ‘Manajemen Operasi’

15