Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SYSTEP MENERANGAN MOBIL

Disusun Oleh :

SMK MA’ARIF 6 AYAH


TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018

i
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Sistem Penerangan” tepat pada waktunya.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada teladan kita Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat dan semoga kita tetap
menjadi pengikutnya hingga akhir zaman.
Dalam kesempatan ini tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada
:Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif demi perbaikan
penulisan Makalah selanjutnya.
Akhirnya kami berharap semoga Makalah ini berguna khususnya bagi
kami dan bagi pembaca pada umumnya.

Ayah, 22 September 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................1
C. Tujuan ........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Sistem Penerangan .......................................................................2
B. Fungsi Sistem Penerangan .........................................................................2
C. Komponen Pembentuk Sistem Penerangan Wiring Diagram ....................2
D. Komponen Bantu Pembentuk Wiring Diagram .........................................4
E. Komponen Tambahan Dalam Wiring Diagram .........................................4
F. Rangkaian Sistem Penerangan ...................................................................7
G. Analisa Gangguan Sistem Penerangan ......................................................9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................11
B. Saran .........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem penerangan adalah suatu sistem yang tersusun dari berbagai macam
komponen kelistrikan dan kabel - kabel penghantar yang saling berhubungan
antara komponen satu dengan yang lainnya yang membentuk suatu sistem dengan
fungsi yang berbeda-beda. Sistem penerangan tersebut meliputi: lampu kepala,
lampu kota, lampu tanda belok, lampu hazzard, lampu rem, dan lampu mundur.
Sistem penerangan pada kendaraaan merupakan suatu sistem yang sangat
penting untuk keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, oleh sebab itu sistem
kelistrikan harus dapat bekerja dengan baik dan harus mengikuti peraturan
perundang-undangan yang berlaku secara internasional, terutama menyangkut
kode warna dari lampu sistem penerangan tersebut. Berikut merupakan aturan
sistem penerangan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun
1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.

Pembahasan

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Sistem Penerangan

Sistem Penerangan adalah instalasi dari berbagai rangkaian penerangan


pada kendaraan atau semua sistem kelistrikan pada bodi kendaraan yang bertujuan
untuk menjamin keamanan dan kenikmatan saat berkendara.

B. Fungsi Sistem Penerangan


Fungsi sistem penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan
untuk memberikan tanda-tanda kepada pengendara lain misalnya pada saat akan
membelok maupun akan berhenti sehingga pengendara lain lebih aman. Selain itu,
juga untuk memberikan indikator pada pengendara contoh lampu tanda belok
kanan atau kiri sudah menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah
habis dan lain-lain, disamping itu juga untuk menambah kenikmatan saat
berkendara.

C. Komponen Pembentuk Sistem Penerangan (Wiring Diagram)


Komponen Utama Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:
1. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik
rangkaian. Umumnya baterai pada kendaraan
mempunyai tegangan 12 Volt

2
2. Fuse

Fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan komponen dari


beban lebih / arus lebih.
3. Saklar / Switch

Saklar berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus atau


mengendalikan rangkaian.
4. Load
Load yaitu pengguna energi listrik kemudian diubah ke energi lain.
Misalnya energi listrik menjadi energi cahaya yaitu lampu, energi listrik
menjadi energi bunyi yaitu klakson ,dsb
5. Kabel

Kabel berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dan


mengalirkan arus listrik.
6. Massa
Massa berfungsi untuk menghubungkan antar komponen
dengan negatif baterai.

3
D. Komponen Bantu Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:
1. Konektor
Konektor berfungsi sebagai penyambung antar kabel.
2. Sepatu Kabel
Sepatu kabel berfungsi sebagai penyambung antar kabel dengan komponen.
3. Baut Massa
Baut Massa berfungsi untuk menghubungkan kabel negatif dengan body
kendaraan.
4. Pelindung Komponen
Pelindung Komponen berfungsi untuk melindungi komponen dari
kerusakan atau hubungsingkat / kongslet.
E. Komponen Tambahan Dalam Wiring Diagram Antara Lain:
1. Relay
adalah sebuah saklar elektronik yang dapat
dikendalikan dari rangkaian elektronik lainnya.

Macam macam Relay:


a. Relay 4 Kaki Normaly Open.
b. Relay 4 Kaki Normaly Closed.
c. Relay Double Throw.

2. Flasher Unit
Flasher Unit digunakan untuk mengedipkan lampu tanda belok dan
lampu hazard secara interval.
Flasher Unit ada dua jenis yaitu:
a. Jenis Electronic
Flasher ini terbuat dari rangkaian electronic / semiconductor.
b. Jenis Bimetal
Flasher ini terbuat dari bimetal.

4
3. Saklar Kombinasi
Saklar kombinasi yaitu saklar yang mengendalikan instalasi
penerangan dan tanda pada kendaraan bermotor. Instalasi tersebut adalah :
a. Kelompok lampu kota, tail lamp, plat nomor, dan iluminasi.
b. Kelompok lampu kepala, blitz, dan indikator lampu jauh.
c. Kelompok lampu hazard, sein, dan indikator lampu sein.
d. Klakson.
e. Wiper dan Washer.
Macam Macam Saklar Kombinasi:
a. Saklar Kombinasi yang Mengendalikan Lampu Kota dan Lampu Kepala

keterangan:
1) B/30 = Terminal yang dihubungkan dengan positif baterai.
2) OFF = Saklar tidak beroperasi.
3) 58 = Terminal yang dihubungkan dengan kelompok lampu kota.
4) 56 =Terminal yang dihubungkan dengan terminal 56 sakelar
dimmer.
b. Saklar Dimmer dan Blitz.

Saklar dimmer mengendalikan lampu kepala jauh atau pendek.


Sedangkan sakelar blitz mengendalikan lampu blitz (tembak).
Keterangan :

5
1) B / 30 = Terminal untuk lampu blitz yang disambungkan dengan
positif baterai.
2) 56 = Terminal yang dihubungkan dengan terminal 56 sakelar
kombinasi.
3) Hi / u = Terminal yang dihubungkan dengan lampu kepala jarak
jauh.
4) Lo = Terminal yang dihubungkan dengan lampu kepala jarak dekat
Lampu kepala dikendalikan oleh dua saklar yaitu saklar
kombinasi dan saklar dimmer. Sedangkan Lampu blitz dapat
dioperasikan kapan saja tanpa harus menyalakan lampu lain.
c. Saklar Lampu Hazard dan Sein.

keterangan:
1) 30 = Terminal lampu hazard dihubungkan dengan positif baterai
tanpa melalui main switch.
2) 15 = Terminal lampu sein dihubungkan dengan positif baterai
melalui main switch.
3) X = Terminal yang dihubungkan dengan terminal X Flasher Unit.
4) L = Terminal yang dihubungkan dengan terminal L Flasher Unit.
5) Left = Terminal yang dihubungkan dengan lampu sein dan indicator
sein kiri.
6) Right = Terminal yang dihubungkan dengan lampu sein dan
indicator sein kanan.
7) Jika saklar hazard ON maka SEIN tidak bisa beroperasi.

6
d. Saklar Klakson (Horn)
Saklar yang berfungsi untuk
mengendalikan klakson. Saklar ini
merupakan pengendali negatif dengan jenis
sakelar tekan.
keterangan:
1) 54 = Terminal yang dihubungkan dengan terminal Relay no.86.
2) 31 = Terminal yang dihubungkan dengan Massa.
e. Main Switch
Main Switch ( saklar utama ) disebut juga dengan switch kontak /
ignition switch.
keterangan:
1) B = Terminal yang dihubungkan dengan positif baterai.
2) ACC = Terminal acecoris.
3) IG = Terminal ignition / pengapian.
4) ST = Terminal Starter.
5) Hubungan Antar Terminal Pada Main Switch:
F. Rangkaian Sistem Penerangan
1. Lampu Rem

Lampu rem digunakan untuk memberi isyarat pada pengendara lain


pada saat kendaraan melakukan pengereman untuk mencegah terjadinya
benturan dengan kendaraan lain yang mengikuti.

7
2. Lampu Mundur
Lampu mundur atau yang biasa
disebut dengan lampu parkir digunakan
untuk memberikan penerangan
tambahan saat kendaraan mudur di
malam hari dan member isyarat kepada
pengendara lain bahwa pengendara
bermaksud untuk mundur/ sedang mundur. Lampu mundur terletak pada
bagian belakang kendaraan dan akan menyala bila tuas transmisi diposisikan
mundur dengan kunci kontak ON.
3. Klakson ( Horn )

4. Lampu Kota
Lampu kota atau disebut juga lampu
posisi depan atau belakang merupakan
lampu yang berfungsi untuk penerangan
dalam kondisi senja atau fajar dimana
kondisi cahaya di sekitar kendaraan tidak
begitu gelap. Lampu ini member peringatan terhadap lingkungan sekitar akan
keberadaan kendaraan.
5. Lampu Kepala

8
Lampu kepala sering disebut juga dengan nama lain seperti lampu
depan atau lampu besar. Lampu kepala digunakan untuk penerangan pada
malam hari atau kondisi gelap. Pada umumnya lampu kepala dilengkapi
dengan lampu jarak dekat (low beam), lampu jarak jauh (high beam) dan
lampu tembak (flash beam) yang dikontrol oleh saklar dim (dimmer switch).
Lampu tembak digunakan untuk meminta perhatian pemakai jalan lain yang
berada di depan kendaraan dengan arah berlawanan kita
6. Lampu Hazard dan Sein

Lampu tanda belok disebut juga dengan lampu sain atau lampu reting.
Lampu ini memiliki beberapa kegunaan, seperti:
a. Sebagai tanda belok.
b. Sebagai tanda untuk mendahului kendaraan di depan.
c. Sebagai tanda informasi untuk kendaraan dari arah berlawanan.
d. Sebagai tanda pindah jalur.

G. Analisa Gangguan Sistem Penerangan


Berikut ini beberapa gangguan yang sering terjadi pada sistem penerangan:
a. Sumber tegangan berkurang, penyebabnya:
1) Habis.
2) Drop tegangan.
b. Open circuit, penyebabnya:
1) Kabel putus.
2) Sambungan kendor.
c. Over load, penyebabnya:
1) Pemakaian daya yang berlebihan.
2) Konsleting.

9
d. Komponen rusak.
e. Kesalahan rangkaian.
f. Untuk mendeteksi gangguan-gangguan diatas dibutuhkan alat
diantaranya:
1) Avometer (Multimeter).
2) Test Lamp (Test Light).
3) Jumper Wire.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem penerangan merupakan salah satu bagian dari sistem kelistrikan
body yang berfungsi untuk memberikan penerangan terutama ketika kendaraan
berjalan pada malam hari. Sistem penerangan terdiri dari dua tipe yaitu tipe
kontrol positif dan kontrol negatif. Untuk sistem penerangan yang biasa
digunakan pada mobil yaitu tipe kontrol negatif.
Komponen yang digunakan pada sitem penerangan yaitu baterai, kunci
kontak, saklar kombinasi, relay, fuse, kabel penghantar, konektor, flasher, dan
lampu. Adapun rangkaian lampu dalam sistem penerangan terdiri dari: rangkaian
lampu kota, lampu kepala, lampu tanda belok dan hazard, lampu rem, dan lampu
mundur.

B. Saran
Kepada siswa disarankan untuk selalu memperhatikan dan memeriksa
kembali rangkaian kelistrikan yang telah dirangkai pada praktik ini karena jika
tidak diperhatikan maka akan terjadi kecelakaan kerja yaitu konsleting listrik.

11