Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

KEMUDI REM DAN SUSPENSI


POWER STEERING HIDROLIK

Disusun oleh :
1. Romi Yulianto (15504244005)
2. Ari Budiono (15504244006)

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa, yang dengan
rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah sistem power steering hidrolik ini
dengan lancar dan tepat pada waktunya. Dan kami ucapkan rasa terimakasih pada
semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Kami menyadari bahwa pembuatan makalah bukanlah hal yang ringan.


Demikian pula dalam teknik penulisan dan tata bahasa tak luput dari kesalahan
dan kekurangan.

Dari kesadaran itu, kami mengharapkan kritik , saran maupun masukan


dari pembaca makalah yang kami buat ini.

Kami harap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan para
pembaca sekalian, dan yang khususnya untuk diri kami sendiri. Dan Semoga
Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan limpahan rahmat, petunjuk dan
bimbinganya terhadap setiap niat baik kita.

Yogyakarta, 28 Februari 2017

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada era sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak dilakukan
pengembangan dan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi, sehingga banyak inovasi yang timbul dalam berbagai
bidang keteknikan meliputi : energi, kimia, elektronik, dan transportasi.
Perkembangan teknologi transportasi sangat cepat terutama dalam bidang
otomotif. Pada saat ini inovasi dalam otomotif semakin memanjakan
pemakai, dengan adanya terobosan teknologi yang terbaru harus mampu
memenuhi tuntutan pemakai (konsumen). Hal ini membuat pemakai lebih
mudah, aman, dan nyaman. Sehingga para konsumen akan merasa puas
dari keindahan, keamanan, dan kenyamanan yang di sediakan.
Perkembangan pada dunia otomotif meliputi banyak hal. salah
satunya yatu perkembangan di bagian sistem kemudi rem , dan suspensi.
Sistem kemudi , rem , dan suspensi merupakan sistem yang wajib ada pada
sebuah kendaraan. Hal ini karena sistem tersebut sangat berperan untuk
menjalankan dan mengkondisikan kendaraan. Salah satu pokok bahasan
yang akan dibahas pada makalah ini ini yaitu terfokus pada bagian sistem
kemudi, dimana dalam perkembanganya telah dikembangkan suatu sistem
untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pada sistem tersebut.
Sistem kemudi tersebut bias dikenal dengan sistm power steering.

B. RUMUSAN MASALAH
mengapa power steering dibutuhkan ?
bagaimana perkembangan power steering ?
apa saja persyaratan power steering ?
bagaimana konstruksi sistem power steering ?
apa saja komponenya ?
apa fungsi dari masing masing komponen tersebut ?
bagaimana cara kerja sistem power steering ?

C. TUJUAN
Tujuan penulisan makalah sistem power steering hidrolik ini adalah
unntuk melengkapi tugas mata kuliah Kemudi Rem dan Suspensi pada
jurusan Pendidikan Teknik Otomotif semester 4. Disamping itu tujuan
penulisan makalah ini juga untuk menambah kemampuan menulis
penyusun, dan untuk menambah wawasan dan memperdalam tentang
sistem power steering khususnya sistem power steering hidrolik.
BAB II
PEMBAHASAN

KEBUTUHAN POWER STEERING


Power steering merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk
meringankan memutar sistem kemudi kendaraan sehingga menghasilkan putaran
kemudi yang ringan tanpa membutuhkan tenaga yang berarti untuk
mengendalikan kemudi, terutama pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya
pada kecepatan menengah serta tinggi.

Power steering dibutuhkan untuk meringankan beban kemudi. Beban


kemudi pada saat kendaraan diam lebih besar dari pada saat kendaraan sudah
bergerak. Hal ini di karenakan kendaraan pada saat diam / belum bergerak
mempunyai gesekan yang sangat besar dengan jalan. Apalagi jika kendaraan
tersebut merpakan kendaraan yang berat, pastinya sangat membutuhkan tenaga
yang besar untuk memutar roda kemudi saat kendaraan parkir/ berhenti. Jika
kendaraan sudah bergerak maka gesekan dengan jalan akan semakin kecil , karena
roda sudah berputar dan beban kendaraan tidak hanya terkonsentrasi pada gaya
tarik kebawah , melainkan mempunyai gaya kelembaman ke depan / ke arah
kendaraan melaju.

POWER STEERING DAN PERKEMBANGANYA

Power Steering Hidrolis pertama kali dipatenkan pada tahun 1900 oleh
Robert Twyford, kemudian disempurnakan oleh Francis Davis dan Charles
Hammond. Dan mobil yang pertama kali memakai Power Steering Hidrolis
adalah Chrysler. Power steering pertama menggunakan prinsip tekanan hidrolik.
Dimana untuk membantu meringankan memutar roda kemudi di bantu dengan
tekanan hidrolik ini. Pada perkembanganya kemudian muncul yang namanya
power steering elektrik. Baik itu semi elektrik maupun full elektrik. Power
steering tipe elektrik ini banyak digunakan pada mobil keluaran terbaru.
Power steering hidrolik dalam pengoperasianya menggunakan pompa
hidrolik guna membangkitkan tekanan hidrolik. Power steering tipe semi elektrik
masih menggunakan tenaga tekanan hidrolik namun tekanan hidrolik yang
dihasilkan berasal dari pompa hidrolik elektrik. Sedangkan untuk power steering
full elektrik sudah menggunakan teknologi elektrik semua, tidak lagi ada campur
tangan hidrolik. Pada power steering full elektrik ini untuk memperingan putaran
roda kemudi digunakan bantuan motor elektrik.

PRINSIP KERJA POWER STEERING

Pompa pada power steering yang digerakkan dengan menggunakan tenaga


mesin bertujuan untuk membangkitkan tekanan fluida.Tekanan fluida ini bekerja
menekan torak dalam power silinder yang memberikan bantuan tenaga pada
batang rack. Besarnya tenaga bantuan tergantung pada besarnya tekanan hidrols
yang bekerja pada torak.

a. Posisi netral (lurus)

Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol (control valve), bila


control valve pada posisi netral maka semua minyak akan mengalir melalui katup
pengontrol kesaluran pembebas (relief port) kembali ke pompa

Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan karena tekanan kedua sisi torak sama,
maka torak tidak bergerak kemananpun.

b. Pada saat belok

Pada saat poros utama kemudi (steering Main shaft) diputar kesalah satu
arah, maka katup pengontrol juga akan bergerak, menutup salah satu saluran
minyak saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran
minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi
perbedaan tekanan dan torak akan bergerak kesisi yang bertekanan rendah
sehingga minyak berada dalam ruangan yang bertekanan rendah akan kembali ke
pompa.
PERSYARATAN POWER STEERING

1. Gaya pengemudian yang sesuai

Usaha kemudi yang besar diperlukan pada saat kendaraan berjalan lambat
ataupun pada saat sedang parkir. Pada kecepatan sedang usaha kemudi yang lebih
kecil, dan semakin tinggi kecepatan kendaraan maka usaha yang diperlukan untuk
pengemudian semakin kecil.

Pada kecepatan tinggi dibutuhkan usaha kemudi kecil karena pada saat ini
gesekan antara ban dengan permukaan jalan telah berkurang.

Pada segala tingkat kecepatan, gaya kemudi yang tepat harus selalu tersedia,
untuk memperoleh itu sistem ini memiliki power steering dengan peralatan khusus
(flow control valve) yang dipasangkan pada pompa dan gear housing .

2. Bila terjadi kerusakan


Bila terjadi suatu yang menyebabkan pengaliran minyak dari pompa ke
gear housing terhenti maka pengemudian masih dapat berjalan secara manual.
Bila drive belt rusak atau ada kebocoran yang mengakibatkan minyak banyak
hilang power steering tidak akan bekerja (mati sama sekali), tetapi kemudi masih
dapat dioperasionalkan secara manual.

KONTRUKSI POWER STEERING HIDROLIK

Rack pinion power steering


Keterangan :

1. Reservoir 5. Rumah gigi kemudi

2. Unit pompa 6. Saluran pembagi

3. Pipa pendingin

4. Unit pengatur sirkit aliran


minyak
Untuk sistem power steering dasar kontruksi sama seperti sistem kemudi
manual namun ditambahi peralatan hidrolik untuk tipe rack and pinion ini
mempunyai komponen-komponen yang penting yaitu: rumah roda gigi dan power
silinder, control valve, dan vane pump.

1. Gear Housing
Gear housing pada sistem power steering ini menggunakan roda gigi tipe rack
and pinion. Alur kerja dari roda gigi rack and pinion adalah steering pinion pada
bagian ujung bawah poros utama kemudi bersinggungan dengan steering rack.
Bila rack kemudi diputar maka steering pinion akan berputar menggerakan
steering rack ke kiri dan ke kanan. Gerakan steering rack diteruskan ke knuckle
arm melalui ujung rack dan ujung tie rod.
Roda gigi rack and pinion mempunyai keuntungan sebagai berikut:
a. Kontruksinya, kompak, sederhana, ringan karena gear box kecil dan rack
bekerja sebagai steering linkage.
b. Persinggungan gigi langsung sehingga respon pengemudian sangat tajam.
c. Tahanan gesernya kecil, sehingga pemindahan momennya lebih baik dan
kemudi menjadi sangat ringan.
d. Rakitan steering tertutup rapat sehingga tidak memerlukan perawatan.

2. Power Silinder
Piston didalam silinder tenaga (power silinder) di tempatkan pada rack, dan
rack bergerak karena adanya tekanan minyak yang bebeda yang dihasilkan oleh
vane pump bekerja pada power piston. Kebocoran tekanan minyak di cegah oleh
seal ring pada piston ada juga oil seal pada kedua sisi silinder untuk mencegah
minyak bocor ke bagian luar.
Control valve shaft dihubungkan dengan steering main shaft yang
terhubung dengan steering wheel. Jika steering wheel pada posisi lurus maka
control valve pada posisi netral sehingga minyak dari vane pump tidak bekerja
dikedua ruang tetapi dialirkan kembali ke reservoir tank. Jika steering wheel
diputar kesalah satu arah, control valve akan merubah saluran sehingga minyak
pada ruangan lainnya dikeluarkan dan mengalir ke reservoir tank.
Pada tipe rack and pinion ada dua macam alat yang mengatur perubahan
saluran yaitu: spool valve dan rotary valve. Pada masing-masing jenis terdapat
torsion bar antara control valve dan pinion. Control valve bekerja tergantung pada
besarnya puntiran yang diterima torsion bar. Pada saat tidak ada minyak atau
tekanan minyak dan torsion bar berputar sampai titik tertentu control shaft stoper
akan berlangsung memutar pinion dan menggerakkan rack sama seperti pada
kemudi manual momen roda kemudi diteruskan ke pinion melalui control valve
shaft.
3. Pompa power steering

Secara umum yang namanya pompa, pasti digunakan untuk memompa, menekan,
mensirkulasikan dan lain sebagainya. Pada power steering pompa ini berfungsi
untuk membangkitkan tekanan hidrolik yang diperlukan untuk tekanan kerja..
Pompa power steering ini digerakan menggunakan putaran engine melalui
perantaran pully dan belt.
Pompa power steering pada saat ini tipenya banyak sekali, sebagai contoh : pompa
torak, membran, plunger, roda gigi luar, roda gigi dalam, vane, screw dan lain-
lain. Tekanan yang diperlukan merupakan tekanan secara menerus (continue),
sehingga tipe pompa yang sering digunakan adalah tipe Vane atau Rofda Gigi.
Pompa menghasilkan tekanan dengan memanfaatkan putaran mesin, sehingga
volume pemompaan sebanding dengan putaran mesin.

Gambar diatas merupakan konstruksi dari pompa power steering tipe vane. Cara
kerja dari pompa power steering tersebut yaitu rotor berputar karena digerakan
oleh pully yang terhubung dengan poros engkol mesin. Pada rotor terdapat vane-
vane yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Rotor dan vane tersebut berputar
dalam sebuah cam ring, yaitu semacam silinder tempat berputarnya rotor nmun
bentuknya oval. Pada saat rotor berputar, vane akan terlempar keluar karena
adanya gaya sentrifugal dan karena adanya tekanan oli dari bagian belakang vane.
Karena bentuk cam ring yang oval tersebut, perputaran vane dan rotor nantinya
akan membentuk ruang ruang yang lebar dan ruang yang sempit. Pada saat ruang
lebar ini lah oli dari serevoir masuk , dan pada ruangan yang menyempit pada saat
itu lah oli ditekan agar bersirkulsi.

Pada pompa power steering terdapat flow control valve. Flow kontrol valve
inidigunakan untuk mengatur tekanan hidrolik yang dibutuhkan untuk sistem
steering. Dimana kebutuhan steering membutuhkan tekanan hidrolik yang tinggi
saat kecepatan mobil / rpm rendah dan sebaliknya.

Berikut adalah penjelasan cara kerja flow control valve berdasarkan kecepatan
engine.

PADA SAAT IDLING

Minyak power steering yang dikeluarkan dari pump disuplai melalui celah
sekeliling rod pada lubang menuju ke gear box.

KETIKA KECEPATAN RENDAH


Begitu kecepatan engine bertambah, jumlah minyak power steering yang
dileluarkan oleh pump juga akan meningkat menyebabkan terjadi perbedaan
tekanan diantara kedua ujung orifice (P1 P2). Kemudian tekanan yang melebihi
tersebut menekan flow control spring ke kanan seperti tampak pada gambar,
sehingga membuat bukaan orifice menjadi lebih sempit kemudian aliran minyak
power steering yang masuk ke gear box juga akan dibatasi sesuai dengan
kebutuhan, dan kelebihan pelumas tersebut dikembalikan ke pump.

PADA SAAT PUTARAN TINGGI

Begitu kecepatan engine naik lebih tinggi, maka bukaan orifice akan semakin
dipersempit sehingga yang masuk ke gear box juga akan berkurang. Hasilnya,
tekanan hydraulic yang diberikan ketika kemudi diputar juga akan menjadi
lembat. Dengan cara ini maka akan diperoleh tingkat kestabilan kemudi yang
baik.

RELIEF VALVE

Relief valve yang letaknya di dalam flow control valve mengatur jumlah tekanan
maksimal hydraulic. Steel ball di dalam relief valve dibawah tekanan hydraulic
pressure datang melalui orifice A2. Pada saat steering wheel diputar dan tekanan
naik lebih dari 75-82kg/cm2 (1060-1160 psi), maka relief spring akan tertekan
mendorong steel ball sehingga minyak power steering bisa mengalir ke power
steering pump.

Kerja relief valve ini menyebabkan perbedaan tekanan antara between chamber A
dan B. Kemudian flow valve bergerak ke kanan membuka orifice A1, sehingga
tekanan hydraulic tetap terjaga dengan konstan.

4. RESERVOIR

Reservoir digunakan sebagai tempat penampung kelebihan oli power steering.


Reservoir ini juga berfungsi sebagai tempat pengisian oli / minyal power steering,
dan biasanya terbuat dari plastik. Pada reservoir terdapat tanda max dan low
untuk tinggi permukaan minyak power steering. Atau untuk beberapa model
untuk mengetahui tinggi minyak power steering diggunakan deep stick yang
menjadi satu dengan tutup reservoir. Pengisian oli harus berada diantara batas
max dan low dari tanda yang terdapat pada reservoir.
Dalam sistem power steering menggunakan fluida automatic transmition fluids
(ATF). Minyak ini digunakan untuk mengubah momen puntir untuk kendaraan
bermotor. ATF digunakan dalam sistem power steering karena mempunyai fungsi
untuk mengalihkan gaya, maka power steering menggunakan minyaik yang sama
dengan transmisi otomatis.

Persyaratan untuk minyak ATF adalah cukup tinggi karena harus :

a. Kekentalan yang sesuai.

b. Stabil terhadap panas dan oksidasi.

c. Tidak berbusa maka minyak power steering ditambah bahan anti foaming
agent.

d. Untuk membedakan antara ATF dan minyak lain ATF diberi warna merah.

e. Sifat mengali yang baik oleh sebab itu memerlukan minyak dasar yang sangat
encer.

Minyak power steering harus mampu memelihara sifat hidrolik dengan baik
karena juga berfungsi sebagai pelumas untuk power steering dan pompa. Minyak
power steering yang digunakan sesuai spesifikasi adalah Dextron atau Dextron II.

Integral power steering


Pada jenis power steering ini, control valve dan power piston terletak di dalam
gear box. Jenis gear yang digunakan adalah recirculating ball. Komponen
penyusun dari jenis power steering ini adalah sebagai berikut:

Vane pump yang membangkitkan tenaga hidrolik


Gear box yang berisi control valve, power piston dan steering gear
Tangki reservoir yang berisi fluida
Pipa-pipa yang mengalirkan fluida
Selang-selang fleksibel.

CARA KERJA POWER STEERING

POSISI NETRAL

Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol (control valve). Apabila katup
pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup
pengontrol ke saluran pembebas (relief port) dan kembali ke pompa. pada saat ini
tidak terbentuk tekanan dan karena tekanan pada kedua sisi torak semua sama,
torak tidak akan bergerak kemanapun.

KONDISI BERBELOK
Pada saat poros utama kemudi dibelokkan pada salah satu sisi, maka control
valve juga akan terbuka dan menutup salah satu saluran fluida. Pada saluran yang
lain akan membuka , hal ini menyebabkan perubahan volume aliran fluida dan
pada saat yang sama, tekanan akan terbentuk. Konsekuensinya, sebuah perbedaan
tekanan terjadi antara kedua sisi dari piston dan piston bergerak pada arah yang
memiliki tekanan yang lebih rendah sehingga fluida dalam silinder akan
dikembalikan menuju pompa melalui control valve.